cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
KAJIAN KUAT TARIK LANGSUNG DAN KUAT LEKAT PADA BETON MUTU TINGGI MEMADAT MANDIRI DENGAN VARIASI KADAR METAKAOLIN Wibowo Wibowo; Sunarmasto Sunarmasto; Huesca Rashad
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38486

Abstract

Kualitas beton mutu tinggi memadat mandiri terus meningkat dengan berbagai inovasi, termasuk dengan penambahan bahan tambah yang bersifat pozolan pada campuran beton termasuk bahan tambah pozolan yang digunakan pada penelitian ini yakni metakaolin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan metakaolin terhadap parameter SCC, nilai kuat tarik langsung, dan kuat lekat beton HSSCC. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pengujian workability pada penelitian ini meliputi uji slump flow untuk mengukur filling ability, uji V-funnel untuk mengukur passing ability, dan uji L-box untuk mengukur segregation resistance. Pengujian kuat tarik langsung, dan kuat lekat dilakukan dengan menggunakan Universal Testing Machine dengan menahan dan menarik benda uji mencapai beban maksimum. Penelitian ini menunjukkan bahwa metakaolin menurunkan workability beton segar, namun nilai dari pengujian beton ini masih memenuhi standar beton memadat mandiri. Baik kuat tarik langsung maupun kuat lekat beton mengalami penurunan seiring penambahan kadar metakaolin dengan nilai terendah pada beton dengan kadar metakaolin 22,5%.
EVALUASI KINERJA DAN PENGEMBANGAN PENGOLAHAN INSTALASI PENGOLAH AIR LIMBAH (IPAL) MOJOSONGO Fatayah Nadhlastul Ummah; Budi Utomo; Sudarto Sudarto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36565

Abstract

IPAL Mojosongo adalah unit pengolah air limbah rumah tangga di Kota Surakarta yang berlokasi di Kelurahan Mojosongo dan melayani wilayah Mojosongo, Nusukan, dan Kadipiro. Pengolahan air limbah di IPAL Mojosongo dilakukan oleh PDAM Kota Surakarta dengan pengembangan kapasitas pengolahan sebesar 50 L/detik sejak tahun 2011 dan telah melayani 5.425 SR dari pelanggan aktif pada tahun 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja eksisting dan memprediksi kinerja kuantitatif, terutama debit masukan di IPAL Mojosongo, berdasarkan proyeksi pertumbuhan jumlah penduduk dan jumlah pelanggan air limbah di wilayah pelayanan dalam jangka waktu 20 tahun mendatang. Alternatif pengembangan pengolahan air limbah juga diberikan sebagai salah satu solusi jangka panjang dalam konsep pengolahan air limbah rumah tangga di Kota Surakarta. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa kinerja eksisting IPAL Mojosongo dari segi kuantitatif berdasarkan debit air limbah yang mengalir dari 5.425 SR adalah 31 L/detik, sedangkan dari segi kualitatif berdasarkan nilai efisiensi pengolahan hasil uji kualitas air limbah adalah 71,31% efisiensi BOD5 dan 60,83% efisiensi COD. Prediksi kinerja kuantitatif debit masukan IPAL Mojosongo dalam 20 tahun mendatang berdasarkan jumlah penduduk sebesar 149 L/detik dan berdasarkan jumlah pelanggan sebesar 50 L/detik. Alternatif pengembangan pengolahan air limbah sebagai solusi jangka panjang difokuskan pada pengolahan utama IPAL, yaitu unit aerasi, dengan melakukan perubahan waktu tinggal, perubahan alur sistem pengolahan secara paralel, dan peningkatan jumlah penggunaan aerator.
ANALISIS KEANDALAN METODE MOCK DENGAN DATA HUJAN 5, 10, 15 HARIAN DAN 1 BULANAN Bintang Suncaka; Rintis Hadiani; Agus Hari Wahyudi
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37504

Abstract

Untuk pembangunan sumberdaya air di suatu DAS, (Daerah Aliran Sungai) kadang-kadang diperlukan analisis pendekatan baik secara fisik maupun matematik. Dikarenakan data yang tersedia tidak cukup panjang, maka dibutuhkan model sederhana untuk prediksi awal. Namun demikian jika data yang tersedia cukup panjang, maka model yang sempurna perlu dibuat. Di Indonesia pada umumnya alokasi air dilakukan untuk periode setiap 15 harian atau setengah bulanan. Hampir sebagian besar DAS di Indonesia tidak mempunyai data debit. Namun demikian perkiraan ketersediaan debit di sungai dapat diprediksi dengan suatu metode untuk menduga besar debit sungai yang salah satunya dikembangkan oleh Dr. F. J. Mock pada tahun 1973. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan data sekunder yang di peroleh dari instansi terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari perhitungan Mock dengan data hujan yang dimasukkan adalah 15, 10, dan 5 harian dan mengetahui seberapa besar keandalan terhadap Mock dengan data hujan bulanan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai debit andalan rata-rata bulanan dalam rentang waktu 10 tahun dari tahun 2002-2011 adalah sebesar 5,4083 m³/detik, untuk data hujan 15 harian sebesar 5,3554 m³/detik, untuk data hujan 10 harian sebesar 5,6959 m³/detik, dan untuk data hujan 5 harian sebesar 5,9126 m³/detik. Hasil komparasi dengan nilai korelasi (R) antara mock 1bulanan dengan 15, 10, dan 5 harian menghasilkan nilai 0,9903 untuk bulanan dengan 15 harian, 0,9598 untuk bulanan dengan 10 harian, 0,9678 untuk bulanan dengan 5 harian. Dengan hasil nilai korelasi diatas menunjukkan nilai korelasi yang tertinggi adalah pada metode Mock dengan data hujan 15 harian, kemudian nilai korelasi tertinggi yang kedua adalah metode Mock dengan data hujan 5 harian dan ketiga adalah metode Mock dengan data hujan 10 harian.
PENGGUNAAN MATERIAL BATU KAPUR SEBAGAI LAPISAN SUBBASE COURSE PERKERASAN JALAN PADA SUBGRADE TANAH GRANULER Lukman Fahreza N.; Bambang Setiawan; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36881

Abstract

Kerusakan perkerasan jalan tidak hanya disebabkan oleh kualitas permukaan perkerasannya, tetapi juga dapat disebabkan oleh kualitas struktur lapis pondasi atas (base course), lapis pondasi bawah (subbase course) dan tanah dasar (subgrade). Penelitian ditujukan untuk menganalisis pengaruh ketebalan lapisan subbase course pada subgrade tanah granuler terhadap nilai CBR dan kv. Penelitian dilakukan dengan mensimulasikan struktur lapisan perkerasan jalan di dalam laboratorium. Pengujian CBR dilakukan terhadap lapisan subgrade, sedangkan pengujian plate load test dilakukan pada lapisan subbase course dan base course. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ketebalan subbase course setiap 5 cm mampu meningkatkan nilai CBR pada subbase course berturut-urut sebesar 15,93%; 38,73% dan 3,35%. Penambahan ketebalan subbase course setiap 5 cm mampu meningkatkan nilai CBR pada base course berturut-urut sebesar 4,63%; 34,09%; 21,99% dan 2,68%. Penambahan ketebalan subbase course setiap 5 cm mampu meningkatkan nilai kv pada subbase course berturut-urut sebesar 6,79; 58,82 dan 3,03%. Penambahan ketebalan subbase course setiap 5 cm juga mampu meningkatkan nilai kv pada base course berturut-urut sebesar 12,20; 30,85; 9,30 dan 3,61%. Lapisan subbase course terbukti memiliki performa yang lebih baik dibandingkan lapisan base course. Hal ini ditunjukkan dengan nilai CBR subbase course yang 33,33% lebih besar daripada nilai CBR base course, pada ketebalan total struktur perkerasan jalan 40 cm. Hal ini juga ditunjukkan dengan nilai kv subbase course yang 26,83% lebih besar daripada nilai kv base course, pada ketebalan total struktur perkerasan jalan 40 cm.
SIFAT-SIFAT MARSHALL DAN RESILIENT MODULUS PADA CAMPURAN LAPIS TIPIS DENGAN PENGGUNAAN POLYMER MODIFIED BITUMEN E60 Verry Maenkar; Ary Setyawan; Suryoto Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i1.41524

Abstract

Lapis tipis campuran aspal panas (Thin Surfacing Hot Mix Asphalt) merupakan salah satu alternatif yang dapat mengantisipasi masalah ketebalan perkerasan jalan, salah satu teknologi yang sedang dikembangkan sebagai usaha ramah lingkungan untuk perkerasan jalan, namun penggunaan lapis tipis aspal dianggap masih belum maksimal dengan beberapa kelemahan yang masih terdapat pada lapisan ini. Penggunaan lapis tipis aspal, daya lekat aspal yang semakin sedikit juga harus dipertimbangkan. Salah satu cara untuk memperbaiki kualitas aspal adalah dengan menggunakan bahan modifikasi yang telah tersedia di pasaran. Suatu bahan baru yang tersedia di pasaran adalah Starbit E-60. Starbit E-60 adalah sebuah produk aspal Polymer Modified Bitumen yang di formulasikan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan kebutuhan transportasi. Jadi perlu adakan penelitian tentang berapa  kadar aspal optimum lapis tipis aspal panas dan sifat karakteristik aspal dengan menggunakan starbit E-60 dan aspal penetrasi 60/70 optimum pada campuran aspal dengan metode Marshall. Dengan metode eksperimental menggunakan metode Marshall dapat ditentukan nilai stabilitas, kelelahan plastis (flow), berat volume (density), persen rongga, Marshall Quotient (MQ) pada campuran lapis tipis denwtgan starbit E-60 dan aspal penetrasi 60/70, selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan kadar aspal optimum, serta mengetahui sifat karakteristik marshall. Hasil test Marshall dari lapis tipis campuran aspal panas didapatkan kadar starbit optimum sebesar 5,53%, dengan menggunakan gradasi yang sama didapatkan kadar aspal optimum aspal penetrasi 60/70 sebesar 5,84%. Pada uji ITSM campuran aspal starbit E-60  mendapatkan nilai resilient modulus sebesar 5060,05 Mpa pada suhu 200C dan 2479,78 Mpa pada suhu 400C, sedangkan campuran aspal Penetrasi 60/70 mendapatkan nilai resilient modulus sebesar 4667,32 Mpa pada suhu 200C dan 1502,78 Mpa pada suhu 400C.
OPTIMASI SITE LAYOUT PRODUKSI PRECAST MENGGUNAKAN METODE MULTI OBJECTIVES PADA PT. WASKITA BETON PRECAST TBK PLANT KLATEN Kiss Yanuar Riva’I Riatayasyah; Sugiyarto Sugiyarto; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36581

Abstract

Perencanaan site layout bertujuan untuk menempatkan fasilitas-fasilitas pada tempat produksi (plant) seperti batching plant, area cor, area pembesian dan lainnya pada lokasi yang optimal. Penempatan fasilitas - fasilitas  pada plan yang optimal berarti jarak tempuh antar fasilitas satu dengan yang lain dapat ditekan seminimal mungkin sehingga biaya operasional juga dapat menjadi minimal. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode analisis pada studi kasus yang sudah direncanakan untuk mendapatkan data – data yang perlu diolah agar mendapatkan korelasi antar variabel yang diteliti. Studi kasus yang diangkat dalam tugas akhir ini yaitu dilakukan pada PT. Waskita Beton Precast, Tbk Plant Klaten. Penelitian ini dilakukan perhitungan dengan 3 skenario dan 1 eksisting. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai Travelling Distance (TD) yang paling minimum terdapat pada skenario 3 dengan nilai TD sebesar 35.047,90 dengan penurunan sebesar 8,69 % dari kondisi eksisting. Nilai Safety Index (SI) paling minimum terdapat pada skenario 1 yaitu sebesar 21.918,47 dengan penurunan sebesar 0,06% dari kondisi eksisting. Site layout optimum yang dapat diaplikasikan adalah skenario 1 dengan nilai total 59.734,47.
PENGARUH RANTAI PASOK PERALATAN TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DI WILAYAH SURAKARTA MENGGUNAKAN REGRESI LINEAR BERGANDA Maharani Kurnia Putri; Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44015

Abstract

Pengelolaan yang baik dari suatu proyek merupakan syarat tercapainya tujuan proyek. Tidak sedikit permasalahan yang terdapat dalam suatu proyek menyebabkan terlambatnya jadwal proyek. Hal ini bisa mengakibatkan kegagalan proyek atau terhambatnya keberhasilan proyek. Rantai pasok peralatan konstruksi merupakan sebuah pekerjaan yang memiliki peranan yang sangat penting. Penggunaan peralatan konstruksi yang kurang tepat dan tidak sesuai dengan situasi dilapangan akan mengakibatkan rendahnya produksi. Analisis mengenai pengaruh rantai pasok peralatan terhadap tingkat keberhasilan proyek sangat bermanfaat dalam menyusun rencana kebutuhan peralatan konstruksi, sehingga setiap aktifitas kerja terencana dengan baik. Penelitian dilakukan pada 11 proyek konstruksi gedung di wilayah Surakarta. Penelitian dilakukan dengan cara pengisian kuesioner kepada 38 responden serta wawancara kepada pihak proyek. Dari hasil pengumpulan kuesioner dilakukan analisis data menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan variabel yang mempunyai pengaruh terhadap rantai pasok peralatan dan keberhasilan proyek adalah kapasitas alat, cara operasi alat, kualitas alat, kemudahan alat untuk diangkut, prospek alat, kemudahan pemeliharaan alat dan segi ekonomi alat. Dari ketujuh variabel tersebut, variabel kemudahan pemeliharaan alat yang paling dominan, sehingga dalam proses rantai pasok peralatan variabel kemudahan pemeliharaan alat perlu diperhatikan.
MODEL OPTIMASI PEMOTONGAN BESI TULANGAN PELAT LANTAI DENGAN PROGRAM LINEAR SLES Sabry; Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37532

Abstract

"Model Optimasi Pemotongan Besi Tulangan Pelat Lantai Dengan Program Linear" Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sekarang pertumbuhan proyek konstruksi di Indonesia semakin berkembang di berbagai kota. Dalam sebuah proyek, material besi tulangan merupakan komponen yang penting dalam menentukan besarnya biaya suatu proyek. Penggunaan material besi tulangan di lapangan seringkali menimbulkan sisa yang cukup besar sehingga usaha meminimalkan sisa material besi akan membantu meningkatkan keuntungan kontraktor. Sehingga perlu untuk membuat model pemotongan tulangan pada pelat lantai untuk menghasilkan waste yang sekecil mungkin. Untuk menyelesaikan masalah ini digunakan metode program linear. Model program linear yang diterapkan adalah metode Simplex dengan bantuan Add In Solver pada Ms Excel. Untuk menghasilkan langsung di lapangan digunakan data sekunder berupa data-data pemotongan yang di lakukan kontraktor pada proyek gedung Sekretariat Daerah Kota Surakarta. Hasil optimasi yang dilakukan menunjukkan pengurangan waste atau terdapat penghematan sebesar 12,516% pada pemotongan tulangan pelat lantai. Penghematan ini disebabkan karena penggunaan program linear untuk perencanaan pemotongan tulangan, Sedangkan di lapangan pemotongan hanya diserahkan pada tukang besi.
PENAMBAHAN KOLOM SEMEN TANAH SEBAGAI PERKUATAN TANAH DASAR EKSPANSIF SAAT KONDISI JENUH Yudha Selviawan; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36615

Abstract

Banyak dijumpai struktur bangunan atau jalan yang belum waktunya diperbaiki sudah harus diperbaiki. Kerusakan-kerusakan pada jalan dan gedung, misalnya terangkat atau turunnya suatu pondasi, retak-retak dinding bangunan, dan bergelombangnya permukaan jalan, disebabkan oleh permasalahan pada tanah yang ada di bawah struktur suatu bangunan yang tidak hanya terbatas pada penurunannya (settlement) saja. Hal ini disebabkan, karena kurang memperhatikan kondisi tanah dasar (subgrade) yang kadang memiliki sifat ekspansif yaitu tanah yang mempunyai potensi pengembangan (swelling) yang tinggi. Menanggulangi hal tersebut serta mencegah terjadinya kerusakan yang berkelanjutan maka perlu dipilih metode penanggulangan yang paling tepat, yaitu salah satunya dengan metode kolom semen tanah. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui berapa besar perpindahan vertikal yang terjadi. Pengujian dilakukan dengan melakukan pembasahan pada tanah tanpa perkuatan, dan tanah dengan kolom semen tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kolom semen tanah mampu mereduksi perpindahan vertikal subgrade sebesar 37,23 % hingga 74,68 % dan gaya pengembangan tereduksi sebesar 25,00 % hingga 50,00 %.
ANALISIS BANJIR DAN PEMETAAN KAWASAN TERDAMPAK BANJIR DI KELURAHAN LAWEYAN, KOTA SURAKARTA Edo Suryo Utomo; Raden Roro Rintis Hadiani; Endah Sitaresmi Suryandari
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 3 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i3.36489

Abstract

Kelurahan Laweyan merupakan  salah satu kelurahan di Kota Surakarta yang sering tergenang banjir. Kelurahan Laweyan dilewati oleh Sungai Premulung dan terdapat pertemuan  Sungai Premulung dan Sungai Brojo.  Salah satu bentuk dari penanganan banjir yaitu dengan memetakan kawasan terdampak banjir. Analisis kawasan terdampak banjir dilakukan berdasarkan data hujan yang terjadi, data sungai dan peta kontur Kelurahan Laweyan. Debit rencana dihitung dengan metode Hidrograf Satuan Sintetis  Soil Conservation Service. Analisis banjir dan pemetaan dilakukan dengan bantuan software HEC-RAS. Dengan simulasi aliran unsteady flow, dengan debit periode ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan hujan dua harian maksimum.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis banjir dengan debit periode ulang 5 dan 10 tahun tidak terjadi banjir. Luasan wilayah tergenang banjir dengan debit periode ulang 25 tahun seluas 14.081,59 m2 dengan durasi genangan 30 menit dan persentase wilayah tergenang sebesar 6,08%. Luasan wilayah terganang banjir dengan debit periode ulang 50 tahun seluas 37.518,82 m2 dengan durasi genangan 1,5 jam dan persentase wilayah tergenang sebesar 16,20%.  Luasan wilayah terganang banjir dengan debit dua harian maksimum seluas 79.824,68 m2 dengan durasi genangan 2 jam dan persentase wilayah tergenang sebesar 34,46%.