cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
STABILISASI TANAH EKSPANSIF DENGAN KOLOM KAPUR, DITINJAU TERHADAP POTENSI MENGEMBANG DAN NILAI INDEKS PLASTISITAS Muhammad Adianto Sulistyo Hidayat; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36601

Abstract

Tanah Ekspansif disebut tanah labil disebabkan perilakunya terhadap perubahan kadar air. Kadar air dalam kandungan tanah tersebut banyak, maka tanah akan mengalami pengembangan (swelling),sebaliknya jika kadar air dalam tanah tersebut sedikit, maka tanah tersebut akan mengalami susut. Kolom kapur berjumlah 7 buah ditanam pada drum uji yang berisi tanah ekspansif dan dibandingkan dengan drum yang hanya berisi tanah ekspansif. Pemberian air dilakukan selama 20 hari melalui pusat kolom sebanyak 1 liter tiap kolom perhari. Pengamatan dilakukan selama 20 hari hingga tanah jenuh. Pengamatan untuk penelitian ini dibagi menjadi 3 area, yaitu area 1, area 2, dan area 3. Pengujian Atterberg limit, Unconfined Compression Test (UCS), dan X-Ray Fluorescence (XRF) dilakukan setelah pengamatan selesai. Hasil penelitian ini adalah penambahan kolom kapur pada tanah ekspansif mampu mengurangi nilai perpindahan vertikal (swelling). Reduksi yang paling besar terjadi pada area 1 sebesar 7,13% dan reduksi yang paling kecil terjadi pada area 3 sebesar 1,83%. Nilai Indeks Plastisitas (PI) menurun dari 71,82% menjadi 20,44%. Nilai kohesi undrained (Cu) mengalami kenaikan dari 3,47 kN/m2 menjadi 9,62 kN/m2.Kandungan CaO pada tanah ekspansif setelah penambahan kolom mengalami kenaikan dari 10,57% menjadi 23,25%.
PERBANDINGAN HASIL PREDIKSI LAJU EROSI DENGAN METODE USLE,MUSLE,RUSLE DI DAS KEDUANG Aprillya Nugraheni; Sobriyah Sobriyah; Susilowati Susilowati
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37537

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo merupakan salah satu DAS superprioritas di Indonesia yang segera memerlukan penanganan (Joko Sutrisno,2011). Kategori superprioritas diberikan dengan pertimbangan bahwa kondisi daerah aliran sungainya sudah memprihatinkan, terutama besarnya laju erosi yang cukup tinggi serta produktivitas lahan yang dinilai semakin menurun.Kondisi demikian terjadi baik di wilayah hulu maupun di hilir. DAS Keduang yang berlokasi di muara Sungai Keduang berada di dekat tempat pengambilan air (intake) Waduk Gajah Mungkur, dinilai menyumbang sedimentasi terbesar yang akan sangat mengganggu operasional waduk. Selain menyebabkan sedimentasi, erosi juga akan menyebabkan berkurangnya ketebalan tanah (solum) dan berkurangnya tingkat kesuburan tanah di wilayah hulu.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan nilai laju erosi lahan berdasarkan peta tata guna lahan, mengetahui bagaimana perbandingan hasil dalam perhitungan hasil erosi di DAS Keduang dengan menggunakan metode USLE, MUSLE, RUSLE dan perbandingan hasil prediksi dengan penelitian sebelumnya.Hasil dari analisis kehilangan tanah dengan menggunakan metode USLE adalah 3.227.963,73 ton/th, metode MUSLE 4.391.623,44 ton/th dan RUSLE 6.909.830,72 ton/th. Laju erosi menggunakan metode USLE sebesar 76,68 ton/ha/th, metode MUSLE sebesar 104,32 ton/ha/th dan metode RUSLE sebesar 164,14 ton/ha/th dengan rasio perbandingan laju erosi ketiga metode sebesar 1 : 1,36 : 2,14 dan rasio perbandingan dengan penelitian sebelumya sebesar 1 : 0,94 : 0,96.
POLA ALIRAN BANJIR BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAS BULUH DI SUMATERA BARAT Imam Nugroho Hadi Saputro; Mamok Suprapto; Siti Qomariyah
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37423

Abstract

Penelusuran banjir di DAS Buluh dapat ditafsirkan sebagai suatu prosedur untuk menentukan atau memperkirakan besaran banjir di titik outlet berdasarkan data yang diketahui dengan menggunakan software Watershed Modeling System (WMS). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan besaran debit banjir dengan menggunakan WMS serta mengetahui karakteristik DAS Buluh dan mendapatkan gambaran pola aliran banjir. Perhitungan debit banjir dilakukan pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50,100, 500 dan 1000 tahun dengan model TR-55, TR-20, HEC-1 dan HEC-HMS. Kemudian hasil debit banjir kala ulang 1000 tahun dibandingkan dengan grafik creager Indonesia. Dari hasil penelitian karakteristik DAS Buluh diperoleh luas DAS 17.36 km2, panjang sungai utama 5.198 km, keliling 20.07 km, DAS berbentuk radial, kemiringan lereng 0.1798 m/m, pola aliran sungai dendritik, kerapatan pengaliran 1,74 km/km2 termasuk kategori sedang, bifurcation ratio 2.0, rasio frekuensi orde sungai 2.24, jenis tanah DAS adalah 90.15% andosol dan 9.85% aluvial, tata guna lahan adalah 88.42% hutan, 1.27% pemukiman dan 10.31% tegalan dan Curve Number 82. Debit banjir rancangan yang mendekati grafik creager adalah model HEC-HMS. Dengan debit banjir kala ulang berturut-turut 2, 5, 10, 25, 50, 100, 500 dan 1000 tahun adalah 111.1 m3/s, 159.6 m3/s, 195.7 m3/s, 245.7 m3/s, 285.9 m3/s, 328.8 m3/s, 374.7 m3/s, dan 500.1 m3/s. Pola Aliran yang digunakan adalah kala ulang 5 tahun diperoleh Tp sebesar 630 menit dengan Qp=159.6 m3/s, pada waktu T0.3 sebesar 79.22 menit dengan 0.3Qp=47.88 m3/s, pada waktu 1.5T0.3 sebesar 118.83 menit dengan 0.32Qp=14.36 m3/s. Pada saat debit mencapai 50% diperoleh Q50=79.8 m3/s dengan W50=88.3 menit, pada debit mencapai 75% diperoleh Q75=119.7 m3/s dengan W75=47.5 menit.
KARAKTERISTIK CAMPURAN PANAS ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) MENGGUNAKAN SEMARBUT ASPAL TIPE III SEBAGAI BINDER (MODIFIKASI ASPAL PENETRASI 60/70 DENGAN EKSTRAKSI ASBUTON EMULSI BAHAN PEREMAJA OLI BEKAS) Djoko Sarwono; Djumari Djumari; Muhammad Rifai
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36617

Abstract

Semarbut Aspal Tipe III merupakan aspal yang diperoleh dari campuran aspal penetrasi 60/70 dengan ekstrak asbuton emulsi bahan peremaja oli bekas. Aspal ini merupakan aspal modifikasi yang dikembangkan untuk memperbaiki karakteristik asbuton hasil ekstraksi. Modifikasi aspal dilakukan karena asbuton hasil ekstraksi apabila berdiri sendiri sebagai bahan pengikat pada perkerasan jalan raya belum bisa memberikan hasil yang maksimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik Marshall dan Kuat Tarik pada campuran panas AC-WC menggunakan Semarbut Aspal Tipe III. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di Laboratorium. Ada dua pengujian yang dilakukan, yaitu pengujian Marshall dan Kuat Tarik. Dari hasil pengujian Marshall diperoleh nilai kadar aspal optimum. Nilai kadar aspal optimum kemudian digunakan untuk pembuatan benda uji pada pengujian Kuat Tarik dengan menggunakan metode Kuat Tarik Tidak Langsung. Hasil dari pengujian tersebut didapatkan nilai ITS terkoreksi, nilai regangan, dan nilai modulus elastisitas. Hasil analisis data diperoleh nilai karakterisktik Marshall dan Kuat Tarik pada campuran panas AC-WC dengan kadar aspal optimum 5,93%. Nilai karakteristik Marshall dengan alat compactor seperti stabilitas, flow, dan kepadatan telah memenuhi spesifikasi, sedangkan untuk nilai Marshall Quotient (459,3 kg/mm) dan VIM (5,96%) belum memenuhi spesifikasi. Hasil pengujian Kuat Tarik diperoleh nilai modulus elastisitas sebesar 18,59 Ksi, hasil tersebut menunjukkan, bahwa nilai modulus elastisitas masih rendah dan belum memenuhi persyaratan sebesar 500-2000 ksi. Nilai karakteristik Marshall dengan alat vibrator seperti flow, dan kepadatan telah memenuhi spesifikasi, sedangkan untuk nilai stabilitas (374,71 KPa), Marshall Quotient (459,3 kg/mm) dan VIM (5,96%) belum memenuhi spesifikasi. Pengujian Kuat Tarik diperoleh nilai modulus elastisitas sebesar 4,49 Ksi, hasil tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan benda uji alat compactor.
DESAIN BETON BERPORI UNTUK PERKERASAN JALAN YANG RAMAH LINGKUNGAN Daryanto Ari Prabowo; Ary Setyawan; Kusno Adi Sambowo
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37553

Abstract

Pembangunan jalan secara umum menggunakan perkerasan lentur dan perkerasan kaku yang kedap air menyebabkan berkurangnya lahan hijau yang berdampak pada berkurangnya daerah resapan air. Penggunaan beton berpori merupakan alternatif yang ramah lingkungan, penggunaannya diharapkan dapat meresapkan air ke dalam tanah pada bagian sisi jalan. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen, yaitu dengan mengurangi proporsi agregat halus pada mix desain beton normal. Agregat batu pecah yang dipakai yaitu ukuran seragam 1-2 cm. Agregat halus dalam uji pendahuluan dengan proporsi 5%, 10% dan 30% dari proporsi agregat halus beton normal. Setelah diketahui proporsi yang tepat maka akan diuji dengan variasi FAS 0,30; 0,35; dan 0,40. Kemudian akan diuji kuat tekan, kuat lentur, porositas, permeabilitas dengan metode falling head water permeability test. Dari hasil pengujian beton berpori menggunakan 30% pasir dan variasi FAS 0,30; 0,35; dan 0,40 didapat nilai tertinggi yaitu pada campuran 30% pasir dan FAS 0,35 sebesar 5,190 MPa untuk kuat tekan dan 0,383 Mpa untuk kuat lentur. Porositas dan permeabilitas horisontal tertinggi terjadi pada campuran 30% pasir dan FAS 0,40 yaitu porositas sebesar 20,807 % (Metode beton normal) ,porositas sebesar 27,696 % (Metode VIM), permeeabilitas horisontal sebesar 1,363 cm/dt. Permeabilitas secara vertikal dicapai pada FAS 0,30 dengan nilai 3,132 cm/dt. Beton berpori dalam penelitian ini tidak memenuhi spesifikasi sebagai perkerasan untuk badan jalan karena memilikki nilai kuan tekan dan kuat tarik lentur yang rendah, sehingga hanya dapat digunakan sebagai bahan trotoardan bahu jalan saja.
KORELASI INDEKS KOMPRESI (Cc) DENGAN PARAMETER SPECIFIC GRAVITY (Gs) DAN INDEKS PLASTISITAS (IP) Chris Andre Immanuel Berutu; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 3 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i3.36491

Abstract

Korelasi Indeks Kompresi (Cc) Dengan Parameter Specific Gravity (Gs) Dan Indeks Plastisitas (Ip). Skripsi Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Indeks kompresi (Cc) adalah salah satu parameter yang berpengaruh pada proses konsolidasi, terutama pada lapisan tanah lunak. Untuk mendapatkan parameter indeks kompresi (Cc) dilakukan pengujian laboratorium dengan alat uji oedometer. Pengujian ini memerlukan pengawasan dan ketelitian yang ekstra, maka sering menggunakan parameter tanah lainnya yang lebih mudah ditentukan untuk mencari indeks kompresi. Salah satunya menggunakan rumus empiris yang yang telah dibuat oleh para peneliti terdahulu seperti Naccl et al. (1975) untuk lempung yang dibentuk kembali (remolded clays) dan Rendo-Herrero (1883) untuk tanah lempung alami (natural clays). Penelitian ini bertujuan untuk mencari persamaan indeks kompresi (Cc) dengan parameter spesific gravity (Gs) dan indeks plastisitas (IP) dengan menggunakan tanah yang ada di beberapa wilayah di Pulau Jawa. Hasil dari data yang dianalisis dengan metode statistika menghasilkan persamaan indeks kompresi di Jawa Timur sebesar Cc = 0,0076(IP)+ 0,0435 dan Cc = 6,12E-05 (Gs)8,3561. Korelasi terbaik didapatkan dari dari persamaan Cc = 0,0047(IP)+ 0,122 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,6521 or 65,21%. Hasil komparasi menunjukkan bahwa persamaan indeks kompresi, Cc = 0,0076(IP)+ 0,0435 dan Cc = 6,12E-05 (Gs)8,3561 menghasilkan nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan indeks kompresi (Cc) hasil penelitian sebelumnya.
IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN BANJIR LAHAR PADA KALI WORO DENGAN APLIKASI PROGRAM SIMLAR V.1.0 Setiono Setiono; Siti Qomariah; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37439

Abstract

Disaster due to debris flow commonly called sediment disaster, SIMLAR V.1.0 application for simulation debris flow 2D toestimate flood Lava prone areas volcano in order development of early warning system, so will reduce negative impact of disaster. Thepurpose of this study is : (1) can identify the type of morphology based rosgen's method.(2)to determine the effectiveness the buildingsabo in conducting debris flow in order development of early warning system(3)to mapped the flood lava prone areas in DAS Woro inthe orderly development of early warning system. This research using secondary data, the secondary data obtained from relevantagencies, the research using the daily rainfall data, the discharge of DAS woro event in 2010. Rain results using Gama I methods,digital elevation model (DEM) was taken in 2011, lava flood prone map from BPPTK. Effective rainfall, digital elevation modeland sediment coefficient input tp the simlar applicaton for further do simulation test. From the simlar application will produce 2Dmap and describe the region lava flood pronein in DAS woro with water volume and sediment volume, the result this research thatflood prone lava areas is a village sukorini areas
ANALISIS KINERJA ZONA SELAMAT SEKOLAH PADA JALAN PERKOTAAN DENGAN FUNGSI JALAN ARTERI SEKUNDER (STUDI KASUS SMP N 2 BOYOLALI DAN SMP N 2 KLATEN) Dolly Martin Turnip; Budi Yulianto; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36716

Abstract

Peristiwa kecelakaan yang melibatkan pengemudi kendaraan dengan pejalan kaki atau penyeberang jalan masih sering terjadi dan angkanya selalu meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2006, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menerapkan program ZoSS (Zona Selamat Sekolah) untuk dapat menurunkan kecepatan kendaraan yang melintasi daerah sekolah yang punya akses langsung ke jalan raya dengan uji coba penerapan pertama dilakukan di 11 kota di pulau Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja ZoSS di Jalan Perkotaan dengan studi kasus SMP N 2 Boyolali dan SMP N 2 Klaten. Penelitian dilakukan dengan survei volume kendaraan, spot speed, perilaku penyeberang, perilaku pengantar, kelengkapan ZoSS dan persepsi pelaku Car Free Day, guru, murid dan pengantar. Analisis mengacu pada peraturan Dirjen HubDat No. SK 3236/AJ 403/DRDJ/2006. Analisa data menggunakan statistik distribusi normal (uji Z). Hasil analisis dari kelengkapan fasilitas ZoSS belum memenuhi standar di dua lokasi. Spot speed masih melebihi batas kecepatan ZoSS. Analisis perilaku penyeberang belum selamat di kedua lokasi. Analisis perilaku pengantar di jalan Pandanaran belum selamat sedangkan di jalan Pemuda sudah selamat. Persepsi pelaku CFD, guru, murid dan pengantar sebagian besar mengenal ZoSS kecuali murid. Dari yang mengenali ZoSS, ada beberapa yang tidak memahami makna, tujuan, dan manfaat ZoSS.
PENGARUH PEMAKAIAN SERAT BAJA BAN BEKAS PADA BETON PRECAST AGREGAT DAUR ULANG TERHADAP KUAT TARIK BELAH dan MODULUS of RUPTURE Rizaldi Gunawan; Firdaus Akbar; Annisa Kusumawati; Kusno Adi Sambowo
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37569

Abstract

Salah satu aplikasi penggunaan beton pracetak adalah Paving Block. Paving Block didesain mampu menahan beban orang berjalan. Oleh sebab itu faktor yang paling diperhatikan dalam pembuatan Paving Block adalah adalah mutu beton itu sendiri. Penggunaan beton secara besar-besaran menimbulkan permintaan akan batuan yang meningkat dan menimbulkan berkurangnya sumber daya alam. Sehingga penggunaan material daur ulang menjadi salah satu alternatif yang pantas diaplikasikan. Bahan tambah serat daur ulang saat ini banyak digunakan ke dalam campuran beton dengan berbagai tujuan salah satunya bisa menambah kekuatan beton. Untuk itu perlu adanya penelitian mengenai mengetahui hal tersebut. Dalam penelitian ini digunakan salah satu bahan tambah serat baja ban bekas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 64 buah. Sebanyak 32 buah untuk benda uji kuat tarik belah berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan variasi kadar serat baja ban bekas 0% (beton agregat daur ulang tanpa serat), 0,5%, 1%, 1,5%. Sebanyak 32 buah lagi untuk benda uji modulus of rupture berbentuk balok dengan ukuran 100x100x400 mm dengan variasi kadar serat baja ban bekas 0%, 15%, 20%, 25% yang di uji pada umur 7 dan 28, hari dengan fas sebesar 0.4. Masing-masing variasi berjumlah 4 benda uji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat (1 % dari volume) yang berasal dari serat baja ban bekas mampu menaikkan kuat tarik belah dan modulus of rupture nya. Terjadi peningkatan kuat tarik belah pada beton dengan campuran serat baja ban bekas 0,5% - 1,5% sebesar 1,4% - 27,2 %. Terjadi peningkatan modulus of rupture beton dengan campuran serat baja ban bekas 0,5% dan 1% sebesar 7,78% - 17,2% dibandingkan beton tanpa serat.
STUDI SIMULASI BIAYA OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI AIR TANAH UNTUK MENDAPATKAN HASIL PRODUKSI PERTANIAN YANG OPTIMAL (STUDI KASUS JIAT TW 017 R DAN PWS 231 DI KECAMATAN KALIJAMBE KABUPATEN SRAGEN) Agus Hari Wahyudi; Adi Yusuf Muttaqien; Rn Claresta Vania
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36507

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga pengelolaan jaringan air irigasi, yang termasuk dalam biaya operasi dan pemeliharaan merupakan hal penting dalam menunjang keberhasilan pertanian. Maka diperlukan adanya penelitian untuk menganalisa pengaruh  biaya OP terhadap hasil produksi pertanian, yaitu lamanya operasi pompa jaringan irigasi air tanah untuk mendapatkan nilai benefit cost ratio yang optimum. Studi ini dilakukan pada sumur pompa TW 017 dan PWS 231  yang terletak di Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen. Tahap awal dalam studi ini dengan menghitung kebutuhan air di sawah untuk mendapatkan nilai Faktor K (ketersedian/kebutuhan). Dari Faktor K, maka didapat besarnya hasil pertanian. Setelah itu menghitung besarnya biaya OP sesuai dengan beberapa alternatif lama waktu operasi pompa. Lalu menghitung nilai BCR, sehingga didapatkan nilai lama waktu operasi pompa per hari yang membuat nilai BCR optimum. Dari grafik hubungan antara lama waktu operasi pompa dengan nilai BCR, didapatkan hasil pada pompa TW 017 R lama waktu operasi yang menghasilkan nilai BCR optimum adalah lama waktu operasi pompa selama 11,903 jam/hari,dengan nilai BCR 1,949. Sedangkan pada Pompa PWS 231 lama waktu operasi yang menghasilkan nilai BCR optimum adalah lama waktu operasi pompa 12,168 jam/hari, dengan nilai BCR  2,23.