cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2023)" : 9 Documents clear
Pengembangan media pembelajaran interaktif E-Learning Pendidikan Agama Islam melalui aplikasi Classpoint Waty, Hilda Rafika
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v4i1.5683

Abstract

Mediain learning is one of the important things in the learning process. In general, the teaching of Islamic religious education is only taught and delivered by conventional lecture methods which are monotonous and boring. Less interesting learning will have an impact on learning outcomes and poor learning quality, because it will have an influence on the core objectives of PAI learning. Efforts are being made to overcome the saturation learning, especially during the pandemic, through interesting, fun and targeted e-learning learning media. This research used a qualitative method with a literature study technique. The data collection through this literature study was obtained from secondary data. The results of the literature study show that the use of power point media, Web and Android-based media have their respective advantages on student learning outcomes. The results of the three literatures show that it is necessary to develop integrated learning media to create interactive, efficient and relevant media according to current conditions. Classpoint is an interactive digital classroom e-learning application that accommodates teachers in creating interactive material or discussions in a digitally connected and web-based or android-based power point from students in a fun method. Through a compilation of web and android-based power point applications and connected to classpoint in learning, students can enjoy learning and achieve better learning targets. Abstrak Media pembelajaran merupakan salah satu hal penting dalam proses pembelajaran. Pada umumnya pengajaran pendidikan agama Islam, hanya diajarkan dan disampaikan dengan metode ceramah konvensional yang monoton dan membosankan. Pembelajaran yang kurang menarik akan memberikan dampak hasil belajar dan kualitas pembelajaran yang kurang baik, karena akan memberikan pengaruh pada tujuan inti pembelajaran PAI. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kejenuhan pembelajaran saat masa pandemi adalah melalui media pembelajaran e-learning yang menarik, menyenangkan dan tepat sasaran. Penelitian ini menggunakan  metode kualitatif dengan teknik studi pustaka. Pengumpulan data melalui studi pustaka ini diperoleh dari data sekunder. Hasil studi pustaka menunjukan bahwa penggunaan media power point, media yang berbasis web dan android memiliki keunggulan masing-masing terhadap hasil belajar siswa. Hasil ketiga literatur menunjukan bahwa diperlukan adanya pengembangan media pembelajaran yang terintegrasi untuk menciptakan media yang interaktif, efisien dan relevan sesuai kondisi saat ini. Classpoint adalah aplikasi e-learning interaktif kelas digital yang mewadahi guru dalam membuat materi atau diskusi interaktif dalam sebuah power point yang terhubung secara digital dan berbasis web atau android dari para siswa dengan metode yang menyenangkan. Melalui kompilasi aplikasi power point yang berbasis web dan android serta terkoneksi dengan classpoint dalam pembelajaran, siswa dapat menikmati pembelajaran dan mencapai target pembelajaraln lebih baik.
Relevansi kompetensi guru menurut Ibn Jamaah Al Kinani dengan UU RI No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen Sastra, Ahmad; Pein, Maulana; Wandi; Indra, Hasbi
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v4i1.5802

Abstract

This research is motivated by curiosity about teacher competence according to a famous cleric called Ibn Jamaah which is written in his best work in Islamic education which is then relevant to the Law of the Republic of Indonesia Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers. This study covers the competence of teachers according to Ibn Jamaah, the Law of the Republic of Indonesia Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers, and the relevance between the two. The research method used in this study is library research from the book Tadzkirah Al-Sami' Wa Al-Mutakallim Fi Adab Al-'Alim Wa Al-Muta'allim which is the primary source and several sources of journals & books that discuss related issues. the book Tadzkirah Al-Sami' Wa Al-Mutakallim Fi Adab Al-'Alim Wa Al-Muta'allim which is a secondary source. After reviewing the book Tadzkirah Al-Sami' Wa Al-Mutakallim Fi Adab Al-'Alim Wa Al-Muta'allim and the Law of the Republic of Indonesia Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers and relevance the two authors found the relevance between the two although there are several aspects there is nothing in Ibn Jamaah Al Kinani's thinking such as the use of technology, democratic aspects, stability, honesty, sportsmanship, objective evaluation of one's own performance, and self-development independently on an ongoing basis with the assumption that there was no technology in his time or these aspects were represented by competency indicators. the teacher's personality with each other. Abstrak         Penelitian ini dilatarbelakangi keingintahuan tentang kompetensi guru menurut seorang ulama yang terkenal dengan panggilan Ibn Jamaah yang tertulis dalam karya terbaiknya dalam pendidikan islam yang kemudian direlevansikan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Penelitian ini mencakup kompetensi guru menurut Ibn Jamaah, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, dan relevansi antara keduanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dari buku Tadzkirah Al-Sami’ Wa Al-Mutakallim Fi Adab Al-‘Alim Wa Al-Muta’allim yang menjadi sumber primer dan beberapa sumber jurnal & buku yang membahas terkait buku Tadzkirah Al-Sami’ Wa Al-Mutakallim Fi Adab Al-‘Alim Wa Al-Muta’allim yang menjadi sumber sekunder. Setelah mengkaji buku Tadzkirah Al-Sami’ Wa Al-Mutakallim Fi Adab Al-‘Alim Wa Al-Muta’allim dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen dan merelevansikan keduanya penulis menemukan relevansi antara keduanya walaupun ada beberapa aspek tidak ada dalam pemikiran Ibn Jamaah Al Kinani seperti pemanfaatan teknologi, aspek demokratis, stabil, jujur, sportif, objektif mengevaluasi kinerja sendiri, dan mengembangkan diri secara mandiri berkelanjutan dengan asumsi belum adanya teknologi pada masa beliau atau aspek-aspek tersebut sudah terwakili dengan indikator kompetensi kepribadian Guru satu dengan yang lainnya.
Pembaruan sistem pendidikan Islam: Sekolah Islam Terpadu Frandani, Muhammad
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v4i1.9360

Abstract

If compared, Islamic education in Indonesia is like a train that has been running on a track for a very long time, passing through cool and hot nature. traversing steep valleys, pitch-dark jungles, and various obstacles, as forges for the path of Islamic education in the archipelago. When talking about the modernization of Islamic education, experts focus more on three objects of study, namely Islamic boarding schools, madrasas, and tertiary institutions. Meanwhile, school brands do not get a major place among Islamic education researchers. Only a few researchers or educational thinkers have a focus on Islamic educational institutions called schools. So it becomes interesting when there is a study related to the Integrated Islamic School (SIT), so that various efforts of "Muslim elites" can be identified in the development of the Islamic education system. This research is a historical study of Islamic education that uses two approaches, namely the historical approach and the descriptive approach. The research results show that although the emergence of integrated Islamic schools is a response to dissatisfaction with educational practices in Indonesia, until now, integrated Islamic schools remain an integral part of the national education system. Abstrak         Jika diibaratkan, pendidikan Islam di Indonesia laksana kereta yang sudah berjalan di lintasan waktu yang sangat panjang, melewati alam yang sejuk dan terik. melintasi lembah yang terjal, hutan rimba yang gelap gulita, serta berbagai aral melintang, sebagai tempaan jejak jalan pendidikan Islam di Nusantara. Ketika berbicara tentang modernisasi pendidikan Islam, para pakar lebih fokus kepada tiga objek studi, yaitu pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi Islam. Sementara brand sekolah tidak mendapatkan tempat yang utama di kalangan peneliti pendidikan Islam. Hanya sedikit peneliti ataupun pemikir pendidikan yang mempunyai fokus terhadap institusi pendidikan Islam yang disebut sekolah. Maka menjadi menarik tatkala terdapat kajian yang berkenaan dengan Sekolah Islam Terpadu (SIT), sehingga dapat diketahui berbagai upaya “kalangan elite muslim” dalam perkembangan sistem pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah pendidikan Islam yang menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan historis dan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun munculnya sekolah Islam terpadu merupakan respons atas ketidakpuasan terhadap praktik pendidikan di Indonesia, hingga saat ini, Sekolah Islam Terpadu tetap menjadi bagian integral dari sistem pendidikan nasional
Evaluasi dan pengembangan asas-asas kurikulum pendidikan Islam: Asas filosofis dan asas sosiologis di SD Negeri 10 Sabang, Aceh Sidiq, Heri Purwanto
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum evaluation and development is very important in education. This needs to be done to improve the quality of the curriculum and the output of learners in accordance with instructional objectives. This research uses descriptive qualitative methods to look at the evaluation process and the development of curriculum principles at SD Negeri 10 Sabang, Aceh. The results of the analysis show that the evaluation process has been running well, the aspects of the curriculum that are evaluated include curriculum content, teaching strategies, teaching media, and the results achieved. In addition, this study also identified the philosophical principles applied in the curriculum of SD Negeri 10 Sabang, namely the progressivism school of philosophy. The curriculum development of SD Negeri 10 Sabang has paid attention to philosophical principles and sociological principles in its preparation. Evaluation and development of the curriculum needs to be carried out continuously so that the curriculum can be improved from year to year. Abstrak Evaluasi dan pengembangan kurikulum merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Hal ini perlu dilakukan untuk memperbaiki kualitas kurikulum dan output peserta didik sesuai dengan tujuan instruksional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk melihat proses evaluasi dan pengembangan asas-asas kurikulum di SD Negeri 10 Sabang, Aceh. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses evaluasi telah berjalan dengan baik, aspek kurikulum yang dievaluasi mencakup isi kurikulum, strategi pengajaran, media pengajaran, dan hasil yang dicapai. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi asas filosofis yang diterapkan dalam kurikulum SD Negeri 10 Sabang, yaitu aliran filsafat progressivisme. Pengembangan kurikulum SD Negeri 10 Sabang sudah memperhatikan asas filosofis dan asas sosiologis dalam penyusunannya. Evaluasi dan pengembangan kurikulum tersebut perlu terus dilakukan agar kurikulum tersebut dapat ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Kebijakan tentang pengembangan madrasah: Visi-misi dan tujuan, kurikulum, metode pembelajaran, manajemen dan SDM Yuhdi, Yuhdi; Nata, Abuddin; Indra, Hasbi
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v4i1.8088

Abstract

This article discusses the development of madrasahs in the context of dynamic education policy. The focus of this research is the vision, mission, goals, curriculum, learning methods, management, and human resources in madrasah development. The literature analysis method is used to collect data from books and scientific journals that discuss madrasah development. An in-depth discussion of madrasah development is important to improve the quality of educational institutions in Indonesia. Education policy aims to achieve effective education goals. Madrasah as an educational institution has an extraordinary vision, mission, and goals, namely creating an Islamic, quality, populist, independent educational institution, and being able to produce students who are faithful, pious, noble, have personality, master science and technology, and contribute positively to social life. Good, structured and comprehensive curriculum, learning methods, management and human resources are important assets to achieve these goals. With proper implementation, the vision-mission and goals of education can be achieved, and madrasah can produce graduates who have optimal competence in the world of education and society. Abstrak         Artikel ini membahas perkembangan madrasah dalam konteks kebijakan pendidikan yang dinamis. Fokus penelitian ini adalah visi, misi, tujuan, kurikulum, metode pembelajaran, manajemen, dan sumber daya manusia dalam pengembangan madrasah. Metode analisis pustaka digunakan untuk mengumpulkan data dari buku dan jurnal ilmiah yang membahas pengembangan madrasah. Pembahasan mendalam tentang perkembangan madrasah menjadi penting untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan di Indonesia. Kebijakan pendidikan bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan yang efektif. Madrasah sebagai lembaga pendidikan memiliki visi, misi, dan tujuan yang luar biasa, yaitu menciptakan lembaga pendidikan yang islami, bermutu, populis, mandiri, dan mampu menghasilkan peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berke-pribadian, menguasai iptek, dan berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat. Kurikulum, metode pembelajaran, manajemen, dan sumber daya manusia yang baik, terstruktur, dan komprehensif menjadi modal penting untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan implementasi yang tepat, visi-misi dan tujuan pendidikan dapat tercapai, dan madrasah dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi optimal dalam dunia pendidikan dan masyarakat
Pendidikan karakter dalam Islam: Solusi untuk dekadensi moral generasi muda Abdul Aziz, Hamdan; Shajaratuddar, Shajaratuddar; Handrianto, Budi
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to understand character education in Islam as a solution to the moral decadence of the younger generation. Through a literature study approach and content analysis, this research explores various related literature and sources to gain a comprehensive understanding of the importance of instilling morals in the education process. The results show that character education in Islam plays a very important role in shaping good morals in the younger generation. Teachers as educators must be role models in their behaviour and morals, while students need to accept and practice the moral values taught. Through strong character education, the younger generation can grow into individuals who are responsible, honest, fair, and have a positive attitude towards the environment and others. This research provides a deeper understanding of the importance of character education in Islam as an effort to overcome the moral decadence of the younger generation. The implication of this research is the need for greater attention to character education in the education system and curriculum development that includes moral values as an integral part of learning. Abstrak         Penelitian ini bertujuan untuk memahami pendidikan karakter dalam Islam sebagai solusi terhadap dekadensi moral generasi muda. Melalui pendekatan studi pustaka dan analisis isi, penelitian ini menggali berbagai literatur dan sumber terkait untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya penanaman akhlak dalam proses pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam Islam memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk akhlak yang baik pada generasi muda. Guru sebagai pendidik harus menjadi contoh teladan dalam perilaku dan akhlaknya, sementara murid perlu menerima dan mengamalkan nilai-nilai akhlak yang diajarkan. Melalui pendidikan karakter yang kuat, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, jujur, adil, dan memiliki sikap positif terhadap lingkungan dan sesama. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya pendidikan karakter dalam Islam sebagai upaya untuk mengatasi dekadensi moral generasi muda. Implikasi penelitian ini adalah perlunya perhatian yang lebih besar terhadap pendidikan karakter dalam sistem pendidikan dan pengembangan kurikulum yang memasukkan nilai-nilai akhlak sebagai bagian integral dari pembelajaran.
Lembaga pendidikan dalam peradaban Islam Muhtarom, Dede Ahmad; Triyanto, Agus; Syafri, Ulil Amri; Handrianto, Budi
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v4i1.9395

Abstract

An educational institution is an institution or place where educational processes take place with the aim of changing individual behavior in a better direction through interaction with the surrounding environment. An Islamic educational institution is a place or organization that organizes the implementation of Islamic education. Therefore, these institutions must be able to create an atmosphere that allows for the implementation of education properly according to the tasks assigned to them, such as schools (madrasas) that carry out the process of Islamic education. There are three types of Islamic educational institutions: Formal Institutions, Non-Formal Institutions, and Informal Institutions. A formal institution is a structured and tiered educational pathway consisting of basic, secondary, and higher education. Meanwhile, the non-formal institution is an educational pathway outside of formal education that is carried out in a structured and tiered manner. This non-formal education institution is provided for a student who does not have time to attend or complete a certain level of formal education. While informal educational institutions are education that focuses more on the family and community. Abstrak         Lembaga pendidikan adalah lembaga atau tempat berlangsungnya proses pendidikan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengubah tingkah laku individu ke arah yang lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Lembaga pendidikan Islam adalah tempat atau organisasi yang menyelenggarakan pendidikan Islam, yang mempunyai struktur yang jelas dan bertanggung jawab atas terlaksananya pendidikan Islam. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Islam tersebut harus dapat menciptakan suasana yang memungkinkan terlaksananya pendidikan dengan baik, menurut tugas yang diberikan kepadanya, seperti sekolah (madrasah)yang melaksanakan proses pendidikan Islam ada tiga macam lembaga pendidikan Islam, yaitu Lembaga Pendidikan Islam Formal, Lembaga Pendidikan Islam Non Formal, dan Lembaga Pendidikan Islam Informal. Lembaga pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sedangkan Lembaga pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Lembaga pendidikan nonformal ini disediakan bagi warga yang tidak sempat mengikuti atau menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu dalam pendidikan formal. Sedangkan lembaga pendidikan informal adalah pendidikan yang ruang lingkupnya lebih terarah pada keluarga dan masyarakat.
Program Tarbiyah Dzatiyah untuk penguatan kepribadian islami guru Dainuri, Ibnu Jarir; Ramli, Amir Tengku; Rahman, Imas Kania
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers are an essential factor that is decisive in achieving the goals of the teaching and learning process. The high and low quality of education in schools is primarily determined by teacher involvement in the teaching and learning process. From this, a teacher who is the determinant of the piety of students then needs to be pious; as parents pray to ask their children to become qurrota a'yun, parents also need to be qurrota a'yun. The scope of the research is about tarbiyah dzatiyah, its definition and means and the discussion of the teacher's Islamic personality. This research uses qualitative methods through literature studies. This research concludes that building a teacher's Islamic personality is an important thing that a teacher must consider by carrying out various means of continuous tarbiyah dzatiyah. Abstrak         Guru merupakan faktor penting yang sangat menentukan dalam pencapaian tujuan proses belajar mengajar. Bahkan dapat dikatakan, bahwa tinggi rendahnya kualitas pendidikan di sekolah sebagian besar ditentukan oleh tingkat pelibatan guru dalam proses belajar mengajar. Dari hal tersebut maka seorang guru yang merupakan penentu keshalihan peserta didik maka ia perlu menjadi shalih, sebagaimana doa orang tua untuk meminta anaknya menjadi qurrota a’yun maka orang tua juga perlu menjadi qurrota a’yun. Adapun ruang lingkup penelitian adalah tentang tarbiyah dzatiyah, definisi dan sarananya serta bahasan tentang kepribadian islami guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa membangun kepribadian islami guru adalah hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang guru dengan melakukan berbagai sarana tarbiyah dzatiyah yang berkesinambungan.
Aplikasi manajemen konflik para santri di pondok pesantren Sugiyanta, Sugiyanta; Sa'diyah, Maemunah; Al-Kattani, Abdul Hayyie
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Differences among humans have become the provisions and destiny of Allah SWT. Because of these differences, human conflicts can occur, and conflicts can vary. Therefore it is crucial to know conflict management to solve the problems that occur in the conflict. Islam is a perfect religion, and rahmatan lil 'alamin has guided conflict management; as a religion of revelation that comes from the Creator of all things, Islamic law has guided how to resolve conflicts among humans. In this study, researchers want to reveal how conflict management occurs in students in Islamic boarding schools and resolve conflicts with conflict management according to Islamic law sourced from the Koran and As Sunnah shahihah. Islamic boarding school is a community or a collection of people seeking knowledge from various regions with different backgrounds, so it is very vulnerable to conflict; this requires the managers of Islamic boarding schools to understand conflict management fully. With the application of effective conflict management and the ability and innovation in choosing the best from several conflict management strategies ranging from tabayun, deliberation, islah, and other strategies, problems and conflicts can be overcome and appropriately resolved and bring maslahat to the people. Abstrak         Perbedaan sesama manusia sudah menjadi ketentuan dan takdir Allah SWT. Karena adanya perbedaan itulah sehingga sangat mungkin terjadinya konflik sesama manusia, konflik yang terjadi bisa bermacam-macam maka dari itu sangatlah penting mengetahui manajemen konflik untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam konflik tersebut. Islam sebagai agama yang sempurna dan rahmatan lil 'alamin telah memberikan petunjuk dalam manajemen konflik, sebagai agama wahyu yang datang dari sang Pencipta segala sesuatu maka syariat Islam telah memandu bagaimana menyelesaikan konflik yang terjadi sesama manusia. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengungkap bagaimana manajemen konflik yang terjadi pada santri di pondok pesantren dan penyelesaian dengan manajemen konflik menurut syariat Islam yang bersumber dari Alquran dan As Sunnah yang shahihah. Pondok pesantren adalah sebuah komunitas atau kumpulan orang pencari ilmu yang datang dari berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda-beda sehingga sangat rentan adanya konflik, hal ini menuntut para pengelola pondok pesantren untuk memahami betul tentang manajemen konflik. Dengan penerapan manajemen konflik yang efektif dan kemampuan serta inovasi dalam memilih yang terbaik dari beberapa strategi manajemen konflik mulai dari tabayun, musyawarah, islah dan strategi lainnya maka permasalahan dan konflik yang terjadi dapat di atasi dan diselesaikan dengan baik dan membawa maslahat untuk umat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9