cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 165 Documents
Landasan dan Prinsip-Prinsip Perencanaan Pendidikan Islam Nuraeni Nuraeni; Endin Mujahidin
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.936 KB) | DOI: 10.32832/itjmie.v2i2.4596

Abstract

Education is an effort to educate by educator to his students that need a very long process. Therefore, an education requires a strong foundation and strong principles to strengthen the foundation. An educational institution is a device to humanize people in an effort to form and empower people in the midst of society, especially in Islamic education. Islamic education aims to make Muslims who have a good & correct understanding of  in accordance with the guidance of the Messenger of Allah. Therefore religion becomes the basis for forming a prosperous society in the world and success in the hereafter that is supported by principles that strengthen the foundation. The educational process requires good planning to support the scholastic journey into the future. A plan also requires a strong foundation and support of principles that can strengthen the foundation of education. The principle of comprehensive education planning and solid cooperation among all elements of education will facilitate the course of the educational process until the future in achieving the goal of education that is to make Indonesian people obey God almighty.AbstrakPendidikan merupakan upaya untuk mendidik yang dilakukan oleh seorang pendidik kepada peserta didiknya yang membutuhkan proses yang sangat panjang. Oleh karenanya sebuah pendidikan membutuhkan landasan yang kuat serta prinsip-prinsip yang kuat pula untuk mengokohkan landasan tersebut. Sebuah lembaga pendidikan adalah perangkat untuk memanusiakan manusia dalam upaya membentuk dan memberdayakan manusia ditengah-tengah masyarakat, khususnya dalam pendidikan Islam. Pendidikan Islam bertujuan menjadikan ummat Islam beragama dengan baik dan benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Oleh karenanya agama menjadi landasan untuk membentuk masyarakat yang sejahtera di bumi dan sukses di akhirat kelak yang ditopang oleh prinsip-prinsip yang mengokohkan landasan tersebut. Proses pendidikan membutuhkan perencanaan yang baik untuk mendukung perjalanan pendidikan tersebut hingga masa yang akan datang. Sebuah perencanaan juga membutuhkan landasan yang kuat serta topangan dari prinsip-prinsip yang dapat mengokohkan landasan pendidikan tersebut. Prinsip perencanaan pendidikan yang menyeluruh serta kerja sama yang solid diantara seluruh elemen pendidikan akan mempermudah perjalanan proses pendidikan hingga masa yang akan datang dalam mencapai tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia Indonesia bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Program Supervisi Klinis di SMA Najibur Rahman; Hasbi Indra; Herawati Herawati
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.711 KB) | DOI: 10.32832/itjmie.v1i1.2704

Abstract

Supervision is carried out by the principal felt very important because it is of the main task as a principal to improve the professionalism of teachers in the learning process carried out at school. Still, many supervision did not find the desired results because it was not carried out directly by the school principal. Besides, the absence of an appropriate program so that the supervision program does not find the right direction, which results in the achievement of the supervision goals themselves. The purpose of this study is to arrange the right Clinical Supervision Program in Senior High School. The approach used in this research is qualitative research with the type of field research by utilizing primary sources, namely interviews and observations with both the principal and teachers. The results of this study are clinical supervision can improve teacher professionalism because it feels better. It because of the closeness of the principal with the observed teacher. Besides, monitoring carried out directly by the school principal is more targeted and more objective than supervision conducted by the tutor teacher or vice-principal. The importance of a program arranged in carrying out a supervision activity has a significant role because it can direct and measure the success of the supervision carried out.AbstrakSupervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah dirasakan sangat penting karena merupakan dari tugas pokok sebagai kepala sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan keprofesionalan guru dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Akan tetapi. Banyak supervisi tidak menemukan hasil yang diinginkan karena tidak dilaksanakan langsung oleh kepala sekolah. Selain itu, tidak adanya program yang tepat sehingga program supervisi tidak menemukan arah yang benar yang berdampak kepada tidak tercapainya tujuan supervisi itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah menyusun program supervisi klinis di Sekolah Menengah Atas yang baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian field research dengan memanfaatkan sumber primer yaitu wawancara dan pengamatan baik dengan kepala sekolah maupun para guru. Hasil penelitian ini adalah supervisi klinis dapat meningkatkan profesional guru karena dirasakan lebih baik. Hal ini diperoleh karena kedekatan kepala sekolah dengan guru yang diobservasi. Selain itu supervisi yang dilaksanakan langsung oleh kepala sekolah dilaksanakan lebih tepat sasaran dan lebih objektif dibandingkan dengan supervisi yang dilakukan oleh guru pamong atau wakil kepala sekolah. Pentingnya sebuah program disusun dalam melaksanakan sebuah kegiatan supervisi memiliki peran yang sangat utama, karena dapat mengarahkan dan mengukur keberhasilan dari supervisi yang dilaksanakan.
Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Islam Perspektif Al-Ghazali di SMA/SMK Negeri Kota Tarakan Baharuddin Baharuddin; Adian Husaini
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.895 KB) | DOI: 10.32832/itjmie.v2i1.3672

Abstract

Teachers' certification as a medium to improve teacher competence is considered not optimal, so it is necessary to explore a more comprehensive concept. This study aimed to examine the Personality Competency of Islamic Religious Education Teachers (PAI) at Tarakan State High School/Vocational High School in al-Ghazali Perspective. This research is field research that is descriptive qualitative. This research approach is a theological, pedagogical, psychological, and managerial approach. This study's data sources are primary data sources consisting of principals, deputy heads, Islamic Education teachers, learners, and secondary data sources consisting of the necessary documentation. Research instruments use observation guides, interview guidelines, and checklist documentation. Data collection methods use observation, interviews, and documentation. Data processing and analysis techniques through three stages, namely data reduction, data presentation (data display), and conclusion withdrawal (data verification). Through collecting, processing, and analyzing data, it was found that in general aspects of the personality of Islamic Education teachers in Tarakan City in al-Ghazali Perspective still exist that need to be improved from less to good. The implication is: Teachers must have the right criteria, as stated by Al-Ghazali and the LawAbstrakSertifikasi guru sebagai media untuk meningkatkan kompetensi guru, dinilai belum optimal, sehingga perlu untuk menggali sebuah konsep yang lebih komprehensif. Tujuan penelitian ini mengkaji Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA/SMK Negeri Kota Tarakan dalam Perspektif al-Ghazali. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan teologis, pedagogis, psikologis, dan pendekatan manajerial. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala, guru Pendidikan Agama Islam, peserta didik, dan sumber data sekunder yang terdiri dari dokumentasi penting. Instrumen penelitian menggunakan panduan observasi, pedoman wawancara, dan check list dokumentasi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan dan analisis data melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi data). Melalui proses pengumpulan, pengolahan, dan analisis data maka ditemukan hasil penelitian bahwa pada umumnya aspek kepribadian guru Pendidikan Agama Islam di Kota Tarakan dalam Perspektif al-Ghazali masih ada yang perlu ditingkatkan dari kurang baik menjadi baik. Implikasinya adalah: Guru harus memiliki kriteria baik sebagaimana telah diungkapkan oleh Al-Ghazali dan Undang-Undang.
Parenting Meeting Development Module Mela Susanti; Imas Kania Rahman; Ibdalsyah Ibdalsyah
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.714 KB) | DOI: 10.32832/itjmie.v1i1.2700

Abstract

The purpose of this research is to find out how parents were coaching activities in Raudatul Atfal (RA). Darul Muttaqien and RA. Ibn Sina. The research method used in this study is qualitative field research—data collection tool through observation, interviews and documentation. The Parenting Meeting (KPO) coaching module has been tested for validity through a Focus Group Discussion (FGD) with four experts: religious experts, linguists, psychologists and education experts. The results of this study are coaching parents in RA. Darul Muttaqien Parung has not been systematically planning on an activity program sheet. 80% of parents state that the child's development at home is the same as the school. While fostering parents in RA. Ibnu Sina Pamijahan has been going well, planned and systematic; 50% of parents statements is that the development of morals at home is not the same as the school.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana orang tua pembinaan kegiatan di Raudatul Atfal (RA). Darul Muttaqien dan RA. Ibnu Sina. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian lapangan kualitatif. Alat pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi. The Parenting Meeting (KPO) modul pembinaan telah diuji untuk validitas melalui Focus Group diskusi (FGD) dengan 4 ahli: ahli agama, linguis, psikolog dan ahli pendidikan. Hasil penelitian ini adalah pembinaan orang tua di RA. Darul Muttaqien Parung belum direncanakan secara sistematis pada lembar program kegiatan. 80% orang tua menyatakan bahwa perkembangan anak di rumah sama dengan sekolah. Sementara, membina orang tua di RA. Ibnu Sina Pamijahan telah berjalan dengan baik, terencana dan sistematis, 50% dari pernyataan orang tua adalah bahwa perkembangan moral di rumah tidak sama dengan sekolah
Model Manajemen Kegiatan Siswa dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja Samanhudi Samanhudi
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.077 KB) | DOI: 10.32832/itjmie.v2i2.4519

Abstract

Adolescence is a transition from childhood to adulthood. At this time, youth have a great desire to find the most suitable lifestyle and gain recognition from family and the environment. In these searches, sometimes teenagers are caught up in deviant behaviours that lead to delinquency, among the factors that cause juvenile delinquency in vocational schools in the absence of positive activities that can channel adolescents' talents, interests, and creativity so that they express their desires with activities that violate norms, both legal, social, and religious norms. This study tries to describe and analyze the management of student activities in tackling juvenile delinquency with a library research approach from various sources. This study found that juvenile delinquency is caused by various factors, including internal factors, family, community environment, and school environment. From these factors, psychiatric factors play an essential role concerning juvenile delinquency in vocational school students. At the same time, the model of youth activities that can be done is teaching and learning activities, activities commemorating Islamic holidays, activities of Ramadan huts or flash boarding schools, flag ceremony activities, congregational prayers and worship, extra-curricular activities, and report card sharing activities.AbstrakMasa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa ini, remaja memiliki keinginan yang besar untuk menemukan pola hidup yang paling sesuai dengan dirinya dan mendapat pengakuan dari keluarga serta lingkungan. Dalam pencarian tersebut terkadang remaja terjebak pada perbuatan perilaku menyimpang yang mengarah pada kenakalan. Di antara faktor penyebab kenakalan remaja di SMK adalah tidak adanya kegiatan positif yang dapat menyalurkan bakat, minat dan kreativitas remaja, sehingga mereka mengekspresikan keinginannya dengan kegiatan-kegiatan yang melanggar norma, baik norma hukum, sosial, maupun norma agama. Penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam manajemen kegiatan siswa dalam menanggulangi kenakalan remaja dengan pendekatan penelitian Pustaka dari berbagai sumber. Hasil dari penelitian ini menemukan adanya kenakalan remaja disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya: faktor intern, keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah. Dari faktor-faktor tersebut, faktor kejiwaan memegang peranan penting dalam kaitannya dengan kenakalan remaja pada siswa SMK. Sedangkan model kegiatan remaja yang bisa dilakukan yaitu: kegiatan belajar mengajar, kegiatan peringatan hari-hari besar Islam, kegiatan pondok Ramadhan atau pesantren kilat, kegiatan upacara bendera, shalat berjamaah dan beribadah, kegiatan ekstra kurikuler, dan kegiatan pembagian rapor.
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Menumbuhkan Karakter Siswa SMK Inayah Nurul Fajriati; Ending Bahruddin
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.235 KB) | DOI: 10.32832/itjmie.v2i1.3327

Abstract

Islamic religious education is one of the factors that influence students' attitudes and behaviours who can transform into characters so that it becomes a habit in people's lives. The writing of this article aims to find out the learning of Islamic religious education, obtain an overview of the character of students and, to find out the extent of the influence of Islamic religious education in shaping the character of students, the research was conducted in March - June 2019 at SMK Izzatul Islam Bogor Regency. The approach used in this study is quantitative, using correlational methods, and collecting data using questionnaires and observations. The result that can be concluded in this study is the existence of a moderate correlation between Islamic religious education in shaping students' character. The result of calculations get a calculated r-value of 0.463, r table 0.244; then it can be interpreted the result into a moderate category. Therefore, it can be said that Ha is received and Ho is rejected so that it can be concluded that there is an influence between Islamic religious education in shaping the character of students. From the data of the calculation of the price of the coefficient of determination obtained by 39.69%, meaning that Islamic religious education as a variable X turns out to contribute to the character of students by 60.31%, this data can be interpreted that the character of students is not only determined by aspects of spiritual value, but 60.31% is influenced by various other aspects such as extracurricular, family, environment and so on.AbstrakPendidikan agama Islam merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku siswa yang dapat menjelma menjadi karakter sehingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan bermasyarakat. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran pendidikan agama Islam, memperoleh gambaran tentang karakter siswa dan, untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa, penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2019 di SMK Izzatul Islam Kabupaten Bogor. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan metode korelasional, dan pengumpulan datanya memakai kuesioner dan observasi. Adapun hasil yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini adalah adanya korelasi yang sedang antara pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa. Hasil perhitungan mendapatkan nilai r hitung sebesar 0,463, r tabel 0,244, maka dapat diinterpretasikan hasil tersebut masuk ke kategori sedang, oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Ha di terima dan Ho di tolak, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya pengaruh antara pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa. Dari data hasil perhitungan harga koefisien determinasi diperoleh sebesar 39,69%, artinya bahwa pendidikan agama Islam yang dijadikan variabel X ternyata berkontribusi terhadap karakter siswa sebesar 60,31%, data ini dapat ditafsirkan bahwa karakter siswa bukan hanya ditentukan oleh aspek nilai spiritual saja, tapi 60,31% dipengaruhi oleh berbagai aspek lain seperti ektrakurikuler, keluarga, lingkungan dan sebagainya.          
Supervisi Sarana dan Prasarana dalam Perspektif Pendidikan Islam di SD IT Al Hidayah Cibinong Diana Diana
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v3i1.5648

Abstract

One of the efforts to improve the quality of institutions is the existence of supervision. The success of educational institutions is strongly influenced by the availability of adequate educational facilities and infrastructure accompanied by optimal utilization and management. For this reason, it is necessary to supervise in order to increase the use and management of facilities and infrastructure, so that the expected goals can be achieved. Nowadays, it is often found that educational facilities and infrastructure owned by schools are not optimally used and can no longer be used according to their functions. This is caused by a lack of concern for the facilities and infrastructure owned and the absence of adequate management. This study uses a qualitative method by making SDIT Al Hidayah the object of research. The management process of Islamic education facilities and infrastructure includes (1) Planning of facilities and infrastructure (2) Procurement of facilities and infrastructure (3) Inventory of facilities and infrastructure (4) Supervision and maintenance of facilities and infrastructure (5) Elimination of facilities and infrastructure. The conclusion of this study is that the management of facilities and infrastructure in Islamic educational institutions must be oriented to the principles of being on time, on target and effective.AbstrakSalah satu upaya peningkatan mutu lembaga adalah dengan adanya supervisi, Keberhasilan lembaga pendidikan sangat dipengaruhi tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai disertai pemanfaatan dan pengelolaan secara optimal. Oleh karena itu, berbicara tentang mutu pendidikan di Indonesia kiranya perlu dilihat beberapa unsur yang mempengaruhinya, seperti kurikulum, isi pendidikan, proses pembelajaran dan evaluasi, kualitas guru, sarana dan prasarana sekolah, dan buku ajar. Keenam elemen ini saling berkait dalam upaya meningkatkan kualitas belajar-mengajar, yang berpuncak pada peningkatan mutu pendidikan Untuk itu perlu dilakukan supervisi dalam rangka peningkatan penggunaan dan pengelolaan sarana dan prasarana, agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Dewasa ini masih sering ditemukan sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki oleh sekolah tidak optimal penggunaannya dan bahkan tidak dapat lagi digunakan sesuai dengan fungsinya. Hal itu disebabkan oleh kurangnya kepedulian terhadap sarana dan prasarana yang dimiliki serta tidak adanya pengelolaan yang memadai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menjadikan SDIT Al Hidayah sebagai objek penelitian. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan Islam meliputi (1) Perencanaan sarana dan prasarana (2) Pengadaan sarana dan prasarana (3) Inventarisasi sarana dan prasarana (4) Pengawasan dan pemeliharaan sarana dan prasarana (5) Penghapusan sarana dan prasarana. Kesimpulan dari kajian ini adalah manajemen sarana dan prasarana di lembaga pendidikan Islam harus berorientasi kepada prinsip tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna.
Implementasi Manajemen Personalia di Pesantren Terpadu Al-Kahfi Bogor Iksan Kasmudi Satiran; Maemunah Sa'diyah
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v3i1.5461

Abstract

Islamic boarding schools play a major role, namely, as motivators, innovators, and community dynamists so that the relationship between pesantren and the community becomes harmonious, as a result, the existence and presence of Islamic boarding schools in community empowerment become stronger. The purpose of this journal is to see the success of the Al-Kahfi Islamic Boarding School in implementing personnel management with reference to seven main activities, namely recruitment (personnel procurement), personnel development and development, personnel promotion and transfer, compensation for personnel, personnel welfare, personnel evaluation, termination of employment. employment relationship (PHK). This type of research is field research, namely research conducted with the direct aim of excavating and researching data relating to the effectiveness of the implementation of personnel management and what factors influence the implementation of personnel management at the Al-Kahfi Integrated Islamic Boarding School in Bogor. This research was conducted in September 2021. The results of the study after conducting interviews and collecting related data, the Al-Kahfi Integrated Islamic Boarding School has implemented all the main activities of personnel management in a well-managed and managed manner.AbstrakPesantren memegang peranan utama yaitu sebagai motivator, inovator, dan dinamisator masyarakat sehingga hubungan pesantren dengan masyarakat menjadi harmonis, hasilnya keberadaan dan kehadiran lembaga pesantren dalam pemberdayaan masyarakat menjadi semakin kokoh. Tujuan dari jurnal ini adalah melihat keberhasilan Pesantren Terpadu Al-Kahfi dalam menerapkan manajemen personalia dengan mengacu kepada tujuh kegiatan utama yaitu rekrutmen (pengadaan personalia), pembinaan dan pengembangan personalia, promosi dan mutasi personalia, kompensasi bagi personalia, kesejahteraan personalia, evaluasi personalia, pemutusan hubungan kerja (PHK). Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research), yakni penelitian yang dilakukan dengan tujuan langsung kelapangan untuk menggali dan meneliti data yang berkenaan dengan efektivitas penerapan menejemen personalia dan Faktor apa saja yang mempengaruhi penerapan manajemen personalia di Pesantren Terpadu Al-Kahfi Bogor. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2021. Hasil penelitian setelah melakukan wawancara dan pengambilan data terkait maka Pesantren Terpadu Al-Kahfi sudah mengimplementasikan semua kegiatan utama manajemen personalia dengan baik dan terkelola.
Peran guru dalam implementasi menejemen kelas SMP di pondok pesantren Saiful Aziz; Santi Lisnawati
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v3i1.5677

Abstract

To improve the quality of education, it is necessary to improve and improve education which is closely related to improving the quality of the operational teaching and learning process that takes place in the classroom. Therefore, good classroom management is needed so that learning objectives can be achieved. In Classroom Management, the teacher as the main actor who really determines the success or failure of students in learning, must always pay attention and create a conducive atmosphere in the classroom. With competent and qualified teachers, it is hoped that they will be able to create an effective learning atmosphere in the classroom. The problems that can be formulated are (1) how to implement classroom management in the teaching and learning process starting from planning and implementation (2) What are the inhibiting and supporting factors, and (3) what are the strategies to improve the teaching and learning process. Data collection is done by means of observation. The data analysis was carried out by descriptive qualitative analysis, namely by describing and analyzing all field data and then making conclusions. The results of this study are expected to be able to provide understanding to prospective teachers and become an evaluation for teachers that the importance of classroom management in order to improve the quality of the teaching and learning process so as to achieve a predetermined goal.AbstrakUntuk meningkatkan mutu pendidikan, diperlukan peningkatan dan penyempurnaan dalam pendidikan yang berkaitan erat dengan peningkatan mutu Proses Belajar Mengajar secara operasional yang berlangsung di dalam kelas. Oleh karena itu, diperlukan Manajemen kelas yang baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dalam Manajemen Kelas, guru sebagai pemeran utama yang sangat menentukan berhasil tidaknya siswa dalam belajar, harus senantiasa memperhatikan dan menciptakan suasana kondusif di dalam kelas. Dengan adanya guru yang berkompeten dan berkualitas diharapkan mampu dalam menciptakan suasana belajar yang efektif di dalam kelas. Adapun masalah yang dapat dirumuskan adalah (1) bagaimana implementasi manajemen kelas dalam proses belajar mengajar yang dimulai dari perencanaan dan pelaksanaan (2) Apa faktor penghambat dan pendukungnya, dan (3) bagaimana strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Adapun analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif analitik yaitu dengan cara mendeskripsikan dan menganalisis semua data lapangan kemudian membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman pada calon guru dan menjadi evaluasi bagi guru bahwasanya betapa pentingnya manajemen kelas dalam rangka meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sehingga tercapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
Taman Pendidikan Alquran bagi Ibu Rumah Tangga Liwa Kartina Hapip
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v3i1.5756

Abstract

There are many virtues of memorizing the Qur'an so many Muslims try to do it, including housewives. This study aims to determine which tahfidz program is suitable for housewives whose working hours are uncertain and must accompany their children. This study uses a type of field research using comparative qualitative methods, comparing the management of the tahfidz Al-Qur'an program for housewives in Saudi Arabia and in Indonesia. Based on the results of the study, it was found that the tahfidz Al-Qur'an model for housewives was one who could still be close to their children, carried out in a classroom located close to the participant's house, had educators besides memorizing the Qur'an who also mastered andragogy learning methods, the implementation every working day, there are various choices of classes according to the abilities of the participants, carried out in a place that is not only a place for teaching and learning but also socializing with other mothers. For operational funds, it is hoped that TPQ can be more independent so that they can make programs that are more interesting than the existing ones, and provide even better facilities that make participants comfortable in learning.AbstrakBanyak keutamaan menghapal Al-Qur'an sehingga banyak muslim berusaha melakukannya, tidak terkecuali ibu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program tahfidz yag cocok untuk ibu rumah tangga yang jam kerjanya tidak tentu dan harus mendampingi anak-anaknya. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian lapangan mengunakan metode kualitatif komparatif, membandingkan pengelolaan program tahfidz Al-Qur'an untuk ibu rumah tangga di Arab Saudi dengan di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian didapat model tahfidz Al-Qur'an bagi ibu rumah tangga adalah yang tetap bisa dekat dengan anaknya, dilakukan di ruangan kelas yang letaknya dekat dari rumah peserta, memiliki pendidik selain hafal Al-Qur'an juga yang menguasai metode pembelajaran andragogi, pelaksanaanya tiap hari kerja, tersedia berbagai pilihan kelas sesuai kemampuan peserta dilakukan di sebuah tempat yang tidak hanya sebagai tempat belajar mengajar namun juga bersosialisasi dengan ibu-ibu lain. Untuk dana operasional diharapkan TPQ dapat lebih mandiri sehingga dapat membuat program yang lebih menarik dari yang sudah ada, serta menyediakan fasilitas lebih baik lagi yang membuat peserta nyaman belajar.

Page 2 of 17 | Total Record : 165