Articles
1,338 Documents
UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM VAKSINASI COVID-19 MELALUI PEMBERDAYAAN IBU-IBU ‘AISYIYAH
Nova Maryani;
Alfaina Wahyuni;
Siti Aminah Tri Susila Estri
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.673 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.607
Sejak awal pandemi jumlah kasus positif Covid-19 di DIY semakin bertambah. Masyarakat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru. Vaksin untuk mencegah infeksi Covid-19 dianggap sebagai pendekatan yang paling menjanjikan untuk mengendalikan pandemik dan diharapkan bisa membentuk herd immunity pada masyarakat. Berdasarkan survey pada ibu-ibu Aisyiyah PCA Sleman didapatkan bahwa masih terdapat pemahaman yang kurang tepat mengenai vaksin dan perkembangan terkini tentang penyakit Covid-19 maka diadakanlah kegiatan seminar sosialisasi dengan tujuan agar dapat meningkatkan pengetahuan mengenai Covid-19 dan vaksinasinya sehingga nantinya mereka dapat menjadi edukator dan motivator yang selanjutnya dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 dengan sukarela. Hasil diadakannya sosialisasi didapatkan ada perbedaan rata-rata antara pretest (11.65) dan posttest (13.73) ada peningkatan pemahaman mengenai pentingnya selalu menerapkan protokol kesehatan dan perlunya vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil dan orang tua.
PREVENTING NON-COMMUNICABLE DISEASES IN TOURIST SITES THROUGH HEALTHY CANTEEN MANAGEMENT
Mahendro Prasetyo Kusumo;
Kusbaryanto Kusbaryanto;
Muhammad Eko Atmojo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.411 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.608
Background: Cadre involvement is important to increase public knowledge and awareness of diet control. Dietary control contributes to the reduction in the prevalence of NCDs. Objective: To explore the involvement of cadres in improving dietary control behavior to control NCDs. Methods: This community service was carried out in Sendangtirto Village, Berbah District, Sleman Regency Yogyakarta. Qualitative method with action research design used to explore the involvement of cadres in implementing diet. The selection of participants was purposive sampling. Data was collected using interview, FGD, and observation techniques. Triangulation and member checking are carried out to validate the resulting data. The data processing process begins with transcription, open coding, axial coding and the preparation of themes. Data were analyzed using NVivo software. Results and implication: The qualitative data analysis concluded that there were five themes, namely: 1) the purpose of implementing a diet, 2) a model of implementing a diet based on cadre empowerment, 3) obstacles to implementing a diet, 4) efforts to improve the implementation of a diet, and 5) efforts in NCDs control. Implications: Empowerment of cadres is one form of activity that can increase the active role of the community in healthy behavior. This active role encourages people to be more active in conveying their personal experiences in controlling their eating patterns. Conclusion: Empowerment of cadres increases the active role of the community in controlling diet to control
PENGELOLAAN KANTIN SEHAT DI TEMPAT WISATA SEBAGI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR
Mahendro Prasetyo Kusumo;
Kusbaryanto Kusbaryanto;
Muhammad Eko Atmojo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.319 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.609
Latar belakang: Berbagai upaya pencegahan PTM belum memberikan hasil yang maksimal. Tingginya prevalensi tersebut disebabkan oleh makanan yang tidak sehat, termasuk makanan yang disediakan di objek wisata. Tujuan: Mengeksplorasi pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan kantin sehat sebagai upaya pengendalian PTM. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman. Metode kualitatif dengan desain action research digunakan untuk mengeksplorasi pengetahuan masyarakat tentang pengolahan makanan sehat untuk mengendalikan PTM. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara, FGD, dan observasi. Triangulasi dan member checking dilakukan untuk memvalidasi data yang dihasilkan. Proses pengolahan data dimulai dengan melakukan transkrip, open coding, axial coding dan penyusunan tema. Data dianalisis menggunakan software NVivo. Hasil: Hasil analisa data terdapat tiga tema utama, yaitu 1) manfaat kantin sehat di area agrowisata, kendala pengelolaan kantin sehat, 2) strategi memaksimalkan keberadaan kantin sehat, dan 3) peran pemerintah daerah terhadap pengelolaan kantin sehat dan sistem pengelolaan kantin sehat. Implikasi: Kantin sehat merupakan salah satu bentuk fasilitas pendukung di objek wisata yang dapat membantu Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengendalikan PTM. Pengendalian PTM melalui sektor pariwisata ini merupakan salah satu inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Kesimpulan: Kantin sehat merupakan salah satu upaya promotif dalam mengendalikan PTM yang melibatkan sektor pariwisata.
EDUKASI PROTOKOL KESEHATAN DI ERA PANDEMI COVID-19 BAGI KADER KESEHATAN
Sri Nabawiyati Nurul Makiyah;
Anastasia Endar Widyaningsih;
Muhammad Izzatul Imaduddin Imaduddin;
Gregia Salsabila Wulandari;
Vania Rahmawati;
Alysfiska Dhiffa Wijaya;
Muhammad Iqbal Inshafuddin Rahmatullah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1657.679 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.611
Kader Kesehatan sangat penting peranannya di era pandemi Covid-19 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar taat menjalankan protokol kesehatan. Tujuan kegiatan abdimas ini adalah meningkatkan memberikan bekal pengetahuan seputar covid-19 kepada kader Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Sewon I. Metode kegiatan abdimas ini dengan penyebaran 10 macam poster pengetahuan seputar Covid-19 melalui grup whatt’s up kader kesehatan selama satu bulan di bulan Februari-Maret 2021. Evaluasi dilakukan melalui postes dengan google form. Hasil kegiatan abdimas ini menunjukkan bahwa kader kesehatan sangat antusias dan terjadi diskusi yang hangat seputar materi yang diberikan di grup whatt’s up, kader Kesehatan sangat tertarik dengan materi yang dibuat dalam bentuk poster yang sangat informatif dan dari hasil postes membuktikan bahwa kader kesehataan memiliki pengetahuan yang sangat baik seputar Covid-19 dengan skor 7,61 ± 1,62. Disimpulkan bahwa edukasi edukasi protokol kesehatan kepada kader Kesehatan di era pandemi Covid-19 ini mampu meningkatkan pengetahuan kader Kesehatan di lingkungan kerja Puskesmas Sewon I Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.
EDUKASI PERBAIKAN POLA MAKAN REMAJA PUTRI SEBAGAI UPAYA DINI PENCEGAHAN STUNTING
Ane Permatasari;
Suciati Suciati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.589 KB)
Prevalensi stunting di wilayah Kapanewon Berbah berdasarkan data dari Puskesmas Berbah yang merupakan hasil PSG pada tahun 2016 sebesar 15,6% dan tahun 2017 menurun sedikit yaitu 14,6 %. Prevalensi stunting tahun 2017 tertinggi pada golongan usia 12-23 bulan yaitu sebesar 16,9 % dibandingkan pada golongan umur yang lainnya. Usia 12-23 bulan adalah masa anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Tetapi sebenarnya upaya pencegahan stunting bisa dilakukan lebih awal yaitu dengan memperbaiki pola makan remaja putri, karena calon ibu yang menderita anemia karena pola makan yang buruk, beresiko lebih besar melahirkan bayi stunting. Berdasarkan pemikiran tersebut maka dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini yang bertujuan memberikan edukasi kepada remaja putri tentang pentingnya menjaga pola makan. yaitu sosialisasi pencegahan stunting dengan perbaikan pola makan remaja putri. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah tentang materi terkait, dan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan peserta. Pada sesi diskusi, terlihat antusias peserta begitu besar dalam bertanya maupun menyampaikan pendapat dan pengalamannya. Dari evaluasi yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan sosialisasi, tampak bahwa peserta meningkat pengetahuan kognitifnya tentang pentingnya memperbaiki pola makan untuk mencegah stunting.
KADER NGRAME TANGGAP KESEHATAN DI MASA PANDEMI
Siti Aminah Tri Susila Estri;
Sherly Usman
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (638.66 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.613
Posyandu lansia merupakan kegiatan masyarakat yang strategis untuk memelihara kesehatan lansia di Ngrame. Kader bersama remaja menyelenggarakan kegiatan posyandu setiap bulan yang terdiri atas kegiatan posbindu, seperti penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah dan pemberian makanan tambahan. Pada masa pandemi ini, kader diharapkan mengadakan posyandu lansia dengan mengadakan kegiatan dalam kelompok kecil atau per RT. Untuk itu kader diharapkan mampu memberikan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan darah secara mandiri, tidak tergantung pada petugas kesehatan. Pengetahuan yang belum pernah diterima oleh kader antara lain tentang Kesehatan kulit. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader untuk memeriksa darah dan pengetahuan tentang kesehatan kulit, Kegiatan pengabdian dilakukan dengan ceramah dan diskusi tentang perawatan kulit, dan pelatihan `pemeriksaan kadar gula kolesterol dan asam urat di darah tepi. Ceramah dan diskusi dihadiri kader kesehatan. Pelatihan pemeriksaan darah diikuti oleh 6 orang. Kegiatan ini telah menghasilkan kader yang terampil memeriksa darah kepada teman kader dan perwakilan lansia. Kegiatan ceramah dan diskusi tentang kesehatan kulit pada lansia dan pelatihan pemeriksaan darah diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kader di Ngrame agar tetap tanggap terhadap kesehatan masyarakat di masa pandemi ini.
PEMBERDAYAAN GURU TK DAN KB ‘AISYIYAH DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN JANTUNG PRE-HOSPITAL
Fitri Arofiati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (528.292 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.614
Kematian biasa terjadi karena ketidakmampuan petugas kesehatan menangani penderita pada fase gawat darurat (golden period). Ketidakmampuan tersebut dapat disebabkan oleh tingkat keparahan, kurang memadainya peralatan, belum adanya sistem terpadu serta tingkat pengetahuan dalam penanggulangan kedaruratan. Bantuan Hidup Dasar (BHD) dapat diajarkan kepada siapapun, masyarakat dapat menemukan korban pertama kali sebelum mendapatkan pertolongan tenaga medis, sehingga tindakan pertolongan yang diberikan masyarakat dapat menentukan tingkat keberhasilan penanganan medis. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang ‘Aiyiyah Kabupaten Bantul membawahi 8 Taman Kanak-kanak (TK) dan 7 Kelompok Bermain (KB) dengan 51 orang guru. Guru TK maupun KB memiliki peran yang strategis dalam kapasitasnya sebagai salah satu change agent. Sebagai salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari program umum organisasi, implementasi kerjasama antar amal usaha perlu dilakukan termasuk pelaksanaan pengabdian masyarakat bersama. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani kegawatdaruratan jantung pre-hospital dan merupakan pemberdayaan masyarakat berbasis pada Guru TK dan KB. Masyarakat pendidik dilibatkan dalam pencegahan dan penanganan awal fase gawat darurat (golden period) sehingga dapat meningkatkan angka keselamatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua tahapan yaitu pemberian teori secara daring menggunakan media Zoom dan video sebagai bentuk modifikasi pembelajaran tatap muka, dan pelatihan secara langsung dengan memilih perwakilan guru masing-masing sekolah 2 orang dan dibagi dalam 3 grup kecil. Kegiatan dimulai dengan pre-test, pemberian materi meliputi teori dan ketrampilan, serta diakhiri dengan post-test. Sedangkan dalam pelatihan secara langsung diikuti oleh 30 orang perwakilan guru TK dan KB yang dibagi dalam 3 kelompok dengan 3 jenis pelatihan yaitu pelatihan balut bidai, resusitasi jantung paru, dan trasnportasi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan partisipan dalam melakukan BHDA secara mandiri.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM MENGELOLA KESEHATAN DI MASA PANDEMI
Ambar Relawati;
Nina Dwi Lestari;
Faudyan Eka Satria
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.604 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.615
Pengabdian masyarakat skema Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) yang diusulkan oleh tim pengusul ini adalah pengabdian masyarakat di bidang kesehatan yang dilaksanakan di Dusun Metro, Kabupaten Karanganyar, yang melibatkan kader Kesehatan di wilayah setempat dalam mengelola Kesehatan di masa pandemi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader dalam mengelola pasien hipertensi dan mencarikan solusi pengelolaan masalah kesehatan di wilayah tersebut, serta memberikan edukasi terhadap pencegahan paparan virus Covid-19. Tahapan kegiatan ini diawali koordinasi dengan pimpinan wilayah setempat untuk pengkajian kebutuhan masyarakat. Tahap kedua berupa usulan program kegiatan sebagai solusi permasalahan mitra. Tahapan ketiga berupa edukasi pada kader kesehatan setempat untuk pengelolaan masalah-masalah kesehatan yang dialami warga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 10 orang kader kesehatan, dengan rincian 7 orang (70%) berusia dewasa awal dan 3 orang (30%) berusia dewasa akhir. Pasca Berakhirnya aktivitas edukasi tersebut, mayoritas (80%) kader kesehatan di Dusun Metro menunjukkan pemahaman yang baik dalam pengelolaan pasien hipertensi dan pencegahan terhadap paparan virus Covid-19. Lebih lanjut, menurut mitra, kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Metro memberikan manfaat yaitu berupa peningkatan pengetahuan kader kesehatan dalam mengelola pasien hipertensi dan pencegahan terhadap paparan virus Covid-19 serta meningkatkan fasilitas sebagai upaya pencegahan paparan Covid-19.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SIKAT GIGI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MELALUI PRAKTEK PADA BONEKA
Nyka Dwi Febria;
Susi Meiandari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.693 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.616
Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah faktor penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Sikat gigi yang benar dapat digunakan sebagai cara untuk mencegah terjadinya kerusakan pada gigi. Anak berkebutuhan khusus yang memiliki keterbatasan, sangat membutuhkan pelatihan untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk melakukan hal tersebut. Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan anak-anak berkebutuhan khusus dalam membersihkan gigi. Covid-19 yang terjadi di Indonesia sampai tahun 2021 masih menjadi penghalang untuk dilakukannya semua kegiatan, salah satunya pengabdian masyarakat yang dilakukan. Keterbatasan tersebut membuat salah metode pelatihan dimodifikasi dengan menggunakan boneka gigi yang dapat dipergunakan sebagai alat peraga ketika memegang sikat gigi dan mengaplikasikannya di dalam mulut. 9 anak berkebutuhan khusus dengan berbagai keterbatasan seperti tuna rungu, tuna wicara, dan tuna netra dilatih untuk dapat menyikat gigi dengan benar. Kegiatan ini didampingi oleh orang tua dan guru pembimbing. Pengabdian ini menghasilkan peningkatan pengetahuan kepada orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut. Sedangkan untuk anak berkebutuhan khusus terjadi peningkatan keterampilan cara memegang sikat dan mengaplikasikan sikat tersebut ke dalam mulut boneka gigi. Pelatihan ini diharapkan anak dapat menggosok gigi dengan benar yang dilakukan setiap hari. Kesimpulan pengabdian masyarakat yang dilakukan menghasilkan anak berkebutuhan khusus dapat melakukan sikat gigi dengan benar melalui pelatihan pada boneka gigi.