Articles
1,338 Documents
MENINGKATKAN MOTIVASI MENANAM TANAMAN ORGANIK MELALUI MOTIVATION TRAINING PADA KELOMPOK WANITA TANI KULONPROGO
Novia Fetri Aliza
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (394.412 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.45.678
Tingginya permintaan pasar akan kebutuhan tanaman organik menyebabkan kelompok wanita tani Amrihrahayu Nanggulan Kulon Progo mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Faktor ini terjadi karena kesadaran masyarakat untuk membudidayakan pertanian organik belum terbentuk dengan optimal, sehingga lebih dari 65% masyarakat Nanggulan yang memiliki lahan pertanian belum menanam pertanian organik. Alasan para petani cukup beragam, mulai dari pengetahuan yang kurang terkait pentingnya menanam tanaman organik, hingga ketakutan gagal panen bila menanam tanpa menggunakan pestisida. Tujuan pendampingan ini adalah untuk meningkatkan motivasi petani membudidayakan pertanian organik. Metode pendampingan dilakukan dengan cara memberikan motivation training terkait pentingnya membudidayakan pertanian organik berbasis komunitas. Secara umum tahapan pendampingan dilakukan melalui dua tahap yaitu memberikan motivasi untuk perubahan mindset petani kemudian praktek menanam tanaman organik. Hasil yang diperoleh dari pendampingan ini menunjukkan perubahan yang cukup baik pada masyarakat, yaitu dari 25 orang peserta yang hadir 17 orang diantaranya bertekad untuk mencoba bertanam organik, sedangkan 7 orang diantaranya masih ragu. Berdasarkan laporan dari ketua kelompok wanita tani Amrih Rahayu menjelaskan bahwa ketika masa tanam tiba jumlah petani yang bergabung untuk menanam tanam organik meningka signifikan. Jumlah lahan di Nanggulan yang tidak membudidayakan pertanian organik pada masa tanam hanya tersisa sekitar 30%. Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan yang diberikan cukup efektif menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok mitra.
Pemanfaatan Lahan Pekarangan Untuk Budidaya Sayuran oleh Pemuda Di Dusun Piring 1
Widodo Widodo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.974 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.45.679
Masyarakat Dusun Piring 1, Desa Murtigading merupakan masyarakat pedesaan yang pada umumnya masih mempunyai lahan pekarangan yang cukup luas. Walaupun telah ditanami dengan berbagai tanaman pekarangan, namun masih dijumpai sebagian lahan pekarangan yang masih belum dimanfaatkan. Sementara itu, pembatasan kegiatan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah selama pandemic Covid-19 sejak bulan April 2020 telah menurunkan aktivitas social kemasyarakatan muda-mudi Dusun Piring 1, sehingga mereka pada umumnya mengalami kejenuhan. Untuk memanfaatkan lahan pekarangan dan mengurangi kejenuhan serta memberikan ketrampilan bagi muda-mudi, maka dilakukan program pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran. Sosialisasi tentang pemanfaatan lahan pekarangan dilakukan secara online dengan narasumber Dr. Widodo dan Farhan S.P. dengan materi peran tanaman pekarangan bagi pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarga dan teknis budidaya tanaman pekarangan dalam polybag. Pelatihan dilakukan oleh mahasiswa KKN dengan melakukan demontrasi secara langsung tentang penanaman tanaman sayuran dalam polybag. Pendampingan dilakukan selama masa tugas KKN dan dilanjutkan dengan pasca penarikan KKN bersama dengan dosen pengabdi. Lomba dan evaluasi dilakukan pada pekan ke-10 setelah penanaman. Hasil pengabdian menunjukkan sebagian besar pemuda (9 dari 10 orang peserta) mampu melaksanakan budidaya tanaman sayuran di polybag dengan baik.
INISASI WARUNG KOPI KLOTHOK DAN SERABI JAWA UNTUK KULINER PENDUKUNG DESA WISATA SURYA BUANA
Sutrisno Sutrisno;
Yulianto Achmad;
Triwara Buddhi Satyarini
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (686.044 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.45.680
Desa Wisata Surya Buana, Mranggen Srumbung Magelang yang dirintis tahun 2019 telah melakukan berbagai pembenahan untuk melengkapi berbagai sajian, fasilitas pendukung dan manajemen pengelolaan. Salah satu sajian yang dikembangkan adalah kuliner minuman dan jajanan (camilan) pelengkapnya. Berdasarkan diskusi dengan pokdarwis Desa Wisata Surya Buana, pilihan kuliner minuman yang akan dikembangkan adalah kopi klothok dan serabi jawa. Minuman kopi dipilih karena brand atau trend yang sedang diminati dan berkembang di daerah wisata Yogyakarta dan sekitarya. Sedangkan kopi klothok adalah upaya mencari kekhususan kopi yang sudah akrab dengan cita rasa yang bisa diterima semua kalangan. Serabi jawa adalah makanan tradisional yang sudah langka, tetapi kuliner ini sangat legendaris. Serabi jawa dipilih sebagai makanan camilan (snack) khas pendamping kopi untuk melengkapi jajajan yang tersedia sebelumnya yaitu aneka gorengan dan rebusan. Program pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan pemberdayaan kelompok kuliner pengelola Desa Wisata Surya Buana. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan ketrampilan pengelola kuliner untuk membuat dan menyajikan minuman kopi klothok dan serabi jawa. Metode yang dilakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan, pelatihan dan simulasi penyajian kopi klothok dan serabi jawa. Kegiatan pelatihan telah mampu meningkatkan ketrampilan pembuatan kopi klothok dan serabi jawa. Sedangkan Simulasi penyajian telah berhasil mengembangkan kreatifitas pengelola dalam penyajian.
OPTIMALISASI PERAN KKMSB YOGYAKARTA DALAM PROMOSI KULINER MANDAR (ULE’-ULE’) DAN KEARIFAN LOKAL BERBASIS IT MELALUI IHT
Muh. Naim Madjid;
Firman Mansir
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.787 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.45.681
Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) merupakan organisasi kemasyarakatan yang bersifat sosial, kekeluargaan dan independen, yang bertujuan untuk mempererat persatuan dan kesatuan warga perantauan serta wadah untuk melestarikan nilai-nilai kemandaran dalam pembangunan bangsa Indonesia pada umumnya dan pembangunan Sulawesi Barat pada khususnya. Kurang optimalnya peran warga KKMSB dalam promosi suku Mandar dan kearifan lokalnya menjadikan Mandar tidak banyak dikenal oleh masyarakat luas, khususnya di Yogyakarta. Di sisi lain, pandemi covid-19 menyebabkan sebagian warga KKMSB yang berlatar belakang wiraswasta seperti gojek dan bisnis kuliner, terkena imbas sehingga pendapatan mereka menurun drastis. Optimalisasi peran warga KKMSB di Yogyakarta menjadi kunci utama mengatasi permasalahan yang muncul. Melalui kegiatan In House Training (IHT) dan Workshop IT, seperti demo masak, pembuatan media Youtube, Instagram, Facebook, dan e-Commerce menjadi alternatif yang sangat tepat dalam mengoptimalkan peran warga KKMSB Yogyakarta untuk mempromosikan kuliner Mandar, Ule-ule yang berasal dari tanaman jewawut ‘Tarreang’ sebagai sumber pangan kaya nutrisi dan promosi kearifan lokal Mandar berbasis IT di era pandemi ini. Warga KKMSB merespon baik kegiatan ini dan sangat antusias. Kegiatan ini menghasilkan sebuah dapur Mandar yang dinamai ‘Laporang Jogja’ (dapur Jogja) sebagai wadah atau ruang maya bagi warga KKMSB Yogyakarta mempromosikan berbagai masakan khas Mandar, kerajinan tangan, dan kearifan lokal lainnya.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI TANAMAN OBAT KELUARGA
Dian Yosi Arinawati;
Nyka Dwi Febria;
Alien Akmalia
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (581.2 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.682
Penyakit Covid-19 yang diakibatkan oleh virus pertama kali dilaporkan di Wuhan, China pada Desember 2019. Virus ini menular diantara manusia dan menyebabkan pandemi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Perawatan penyakit Covid-19 sejauh ini berdasarkan gejala dan peningkatan imunitas penderita. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan Ibu-Ibu PKK dalam menanam tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya peningkatan imunitas tubuh dan preventif penularan Covid-19. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Ngabean, Triharjo, Pandak, Bantul. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi dan praktek langsung. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar walaupun dalam kondisi diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa-Bali. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah munculnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menanam tanaman obat keluarga. Implikasi dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tanaman obat yang dapat digunakan sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh sebagai upaya preventif pencegahan penularan Covid-19. Program penanam TOGA ini diharapkan menjadi ujung tombak ketersediaan obat keluarga dalam upaya preventif pencegahan Covid-19.
PELATIHAN PEMANTAUAN STATUS GIZI BAGI KADER REMAJA DI MASA PANDEMI COVID-19
Yunita Indah Prasetyaningrum;
Sri Kadaryati;
Dika Putri Hastuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (902.699 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.683
Remaja berusia 13-15 tahun merupakan kelompok penduduk tertinggi di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta. Namun, kelompok remaja belum memahami pentingnya pemantauan status gizi secara rutin dan berkala. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan pelatihan pemantauan status gizi melalui pemberdayaan dan peran aktif kader remaja di sekolah. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan peserta didik dan mendapatkan kader remaja terlatih yang membantu proses pemantauan status gizi di sekolah sehingga meningkatkan kemandirian sekolah dalam kegiatan pemantauan status gizi di sekolah. Kegiatan pelatihan pemantauan status gizi dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting mengingat adanya pembatasan sosial karena pandemi Covid-19. Sasaran edukasi adalah siswa/i perwakilan dari kelas VII dan VII, SMPN 4 Depok, Sleman. Pemilihan kader remaja dari setiap kelas melalui penunjukkan langsung berdasarkan pertimbangan dari guru. Rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah pemberian materi pelatihan tentang pentingnya pemantauan status gizi remaja dan cara pemantauan status gizi remaja, pretest dan posttest menggunakan games berbasis web (Quizziz), diskusi, serta pembuatan poster/vlog tentang pentingnya pemantauan status gizi oleh peserta. Ada perbedaan skor pengetahuan antara sebelum dan sesudah pelatihan (p=0,001). Terjadi peningkatan skor pengetahuan paska pelatihan pada semua peserta (rerata skor pretest 4,73±1,47; retata skor posttest 7,53±0,52). Antusiasme peserta juga cukup tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan saat sesi diskusi dan terkumpulnya hasil karya peserta dalam bentuk poster dan vlog . Peningkatan skor pengetahuan secara signifikan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan telah berhasil mendapatkan kader remaja terlatih yang dapat mendukung kegiatan pemantauan status gizi remaja secara mandiri dan berkelanjutan di sekolah.
INDEKS PEMAHAMAN KETAHANAN KELUARGA DI MASA PANDEMI COVID-19 DI UMBULHARJO DAN AMBARKETAWANG
Iwan Satriawan;
Sri Nabawiyati Nurul Makiyah;
Retno Wulandari;
Sri Handari Wahyuningsih;
Suciati Suciati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (744.046 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.684
Masalah pandemi Covid-19 telah memperburuk kemampuan keluarga untuk bertahan menyelamatkan keutuhan keluarga. Hal ini ditandai dengan terus meningkatnya angka perceraian. Di Sleman misalnya, tercatat ada 1.106 pasangan bercerai hingga Juli 2020 lalu. Setidaknya ada empat pilar ketahanan keluarga yang terdampak kelangsungan sebuah keluarga yang berujung meningkatnya angka perceraian di masa pandemi Covid-19 antara lain ketahanan fisik, ekonomi, sosial psikologi dan sosial budaya. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan empat pilar keluarga tangguh melalui pendampingan gerakan ECCOHEALTH (Economis, Communication, and Healthy). Kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan dan penelitian lapangan dengan mengajukan daftar pertanyaan dalam bentuk kuesioner kepada warga di Umbulharjo dan Ambarketawang. Metode yang digunakan yaitu FGD (Focus Group Discussion), wawancara, penyuluhan, dan pelatihan. Evaluasi diberikan dengan memberikan sejumlah pertanyaan-pernyataan untuk masing-masing materi melalui teknik pre-test dan post-test yakni pengisian sebelum dan setelah pemberian materi. Dengan teknik ini diketahui adanya peningkatan pengetahuan yang diterima oleh warga di Umbulharjo dan Ambarketawang. Hasil kajian menunjukkan setelah kegiatan penyuluhan dan dilakukan pre-test dan post-test, diketahui bahwa pemahaman peserta terhadap empat indikator ketahanan keluarga mengalami peningkatan secara cukup signifikan.
PELATIHAN PENDAMPINGAN PSIKOSOSIAL PASIEN COVID-19 YANG SEDANG ISOLASI MANDIRI DI RUMAH BAGI PETUGAS KESEHATAN DI PUSKESMAS
Warih Andan Puspitosari;
Shanti Wardaningsih
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (532.714 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.685
Pasien COVID-19, wajib menjalani isolasi mandiri untuk menghindari risiko penularan dan penyebaran. Selama isolasi mandiri di rumah, pasien didampingi oleh petugas kesehatan puskesmas. Petugas tidak hanya memantau kondisi fisik pasien, namun juga kesehatan mentalnya. Hal ini disebabkan karena pasien isoman merasakan terpisah dari orang lain, tidak dapat beraktivitas seperti biasa dan merasakan khawatir terhadap kondisinya, sehingga membutuhkan dukungan psikososial. Petugas puskesmas belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk pendampingan psikososial. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan dalam pendampingan psikososial pada pasien COVID-19 yang sedang isolasi mandiri di rumah. Peserta pelatihan adalah 30 petugas kesehatan di puskesmas Pandak 1. Kegiatan dimulai dengan penyusunan modul oleh tim pengabdian tentang: 1). Managemen Stres, 2). Reaksi terhadap Kedukaan, 3). Komunikasi Terapeutik, 4). Psycholigical First Aid (PFA). Selanjutnya, dilakukan pre-test kepada peserta dengan menggunakan gform. Pelatihan modul dilaksanakan dengan metode daring. Modul dibagikan di group whatsapp dan pemberian materi diberikan dengan media zoom oleh tim pengabdian sebagai narasumber. Diskusi dilanjutkan dalam group whatsapp selama 2 minggu. Kegiatan diakhiri dengan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pendampingan psikososial pada pasien COVID-19 yang sedang isolasi mandiri di rumah. Petugas puskesmas mempraktekkan hasil pelatihan secara berkesinambungan di masyarakat.
PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Laelia Dwi Anggraini;
Ika Andriani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (742.397 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.686
Sekolah Dasar Muhammadiyah Sapen, sebagai salah satu pengguna Dana Sehat Muhammadiyah, mengadakan kegiatan penyuluhan/edukasi kesehatan gigi secara daring pada saat pandemi. Menurut WHO lebih dari 50 juta jam sekolah pertahun hilang sebagai akibat yang ditimbulkan oleh sakit gigi pada anak. Sebanyak 62,4% penduduk merasa terganggu pekerjaan/sekolah karena sakit gigi (rata-rata pertahun 3,86%). Siswa SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta yang mengalami bebas karies hanya 10%. Mengingat beberapa hal di atas, maka DSM dan sekolah menganggap perlu dilaksanakannya program penyuluhan terkait kesehatan gigi. Konsep program ini adalah pemberian materi kesehatan gigi pada murid SD kelas 3 sampai 5, serta mengajak mereka peduli akan kesehatan gigi murid-muridnya. Sasaran program ini adalah masyarakat sekolah ialah siswa klas 3-5, yang diajak berpikir, bersikap dan bertindak untuk membangun dan mengembangkan diri melalui kepedulian terhadap kesehatan gigi. Tujuan program adalah membentuk kader kesehatan gigi anak sekolah dasar. Metodenya dengan mengadakan penyuluhan daring dan diikuti pengisian kuesioner online. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan gigi dan rongga mulut adalah hal penting 100%, cara menggosok gigi yang benar 84,1%, lama gosok gigi yang benar 65,9%, serta 97,6% responden percaya pentingnya penyuluhan dan keinginan penyuluhan lanjutan.
EVALUASI DENTAL SCOUTING KADER PRAMUKA DIY PEDULI KESEHATAN GIGI
Laelia Dwi Anggraini
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1017.878 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.687
Latar Balakang. Riskesdas menyatakan prevalensi nasional masalah kesehatan gigi dan mulut 51,40%. Pendidikan kesehatan akan meningkatkan pengetahuan. Perubahan perilaku membutuhkan lingkungan yang mendukung dan keterampilan. Mengingat beberapa hal di atas, perlunya pendidikan untuk kader pramuka se-Daerah Istimewa Yogyakarta terkait kesehatan gigi. Tujuan program ini adalah pemberian materi kesehatan gigi pada kader pramuka serta mengajak mereka peduli akan kesehatan gigi dan mampu menjadi edukator (penyuluh) untuk masyarakat di lingkungannya. Metode berupa pemberian materi oleh lima narasumber, pre tes dan post tes. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa pengertian kesehatan gigi dan rongga mulut adalah hal penting dan merupakan tanggung jawab bersama, kader mendapatkan dari informasi berbagai media, menggosok gigi adalah hal yang penting, konsep gosok gigi tidak semua memahami, konsep pertolongan pertama saat seseorang sakit gigi juga belum difahami oleh semua kader pramuka. Pelatihan diakui meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta 100% peserta setuju dengan follow up latihan rutin, review, update materi serta pemberian materi lanjutan secara online selama pandemi. Implikasi adalah secara langsung mengembangkan dan menerapkan teori dan pengetahuan serta ketrampilan praktis untuk pembangunan kesehatan masyarakat pramuka. Simpulan pengabdian masyarakat adalah kegiatan pelatihan Dental Scouting kader pramuka DIY peduli kesehatan gigi adalah hal penting dan perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan yang lebih rutin.