cover
Contact Name
Heliyanti Kalintabu
Contact Email
heliyantikalintabu@gmail.com
Phone
z=6285241319887
Journal Mail Official
heliyantikalintabu@iaknmanado.ac.id
Editorial Address
Jl. Bougenville, Tateli Satu, Minahasa, Sulawesi Utara, 95631.
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
DA'AT: Jurnal Teologi Kristen
ISSN : -     EISSN : 27472159     DOI : https://doi.org/10.51667/djtk.v3i1.657
Core Subject : Religion,
Teologi Kristen sedangkan cakupannya adalah Sejarah dan Filsafat, Pendidikan dalam Masyarakat Majemuk, Sosiologi agama, Sosio budaya yang semuanya terkait dengan teologi Kristen.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 67 Documents
DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT PENAMBANGAN PASIR LIAR DI SUNGAI RANOYAPO DAN IMPLIKASINYA BAGI JEMAAT GMIM TESALONIKA BUYUNGON Yolanda Nany Palar; Romika; Jhonly Lengkong
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas penambangan pasir liar di Sungai Ranoyapo dan dampaknya bagi lingkungan, serta mendeskripsikan peran pemerintah dan gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berbentuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa proses penambangan pasir di Sungai Ranoyapo tidak sesuai aturan pemerintah, sehingga menyebabkan  kerusakan ekosistem di Sungai Ranoyapo. Selain itu, dampak lain yang muncul, yaitu kondisi jembatan Ranoyapo yang rusak, karena tiang jembatan bagian tengah sudah menjorok ke dalam sungai. Pemerintah dan gereja telah berupaya menghentikan kegiatan penambangan pasir liar di Sungai Ranoyapo, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil, karena masyarakat yang telah menggantungkan hidupnya lewat penghasilan menambang pasir di sungai tersebut. Lewat penelitian ini, diharapkan dapat membuka cara berpikir jemaat, GMIM Tesalonika Buyungon, khususnya para penambang pasir untuk mengolah sumber daya alam dengan benar dan menempatkan diri dalam tugas tanggung jawab yang diberikan Allah untuk menjaga dan melindungi alam. Selain itu, gereja akan semakin maksimal dalam mendukung program yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan hidup.
KAJIAN KONTROVERSI PEMIKIRAN TENTANG TERJADINYA AIR BAH DALAM KEJADIAN 6-9 (LOKAL ATAU UNIVERSAL) Jhounlee Tatuhas
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebingungan memahami dan mempercayai yang tertulis dalam Alkitab apakah yang benar adalah Air Bah itu lokal atau universal, pada akhirnya bisa berdampak meragukan kebenaran Alkitab. Hal inilah yang melatar belakangi penulisan ini, dengan tujuan mau meyakinkan kebenaran Air Bah, bahwa hal itu benar universal sesuai dengan dituliskan dalam Alkitab, Peneliti memfokuskan penelitian pada pengkajian literature. Peneliti akan menganalisis berdasarkan prinsip hermeneutik. Hermeneutik adalah ilmu yang mengajar prinsip-prinsip, aturan-aturan, dan metode interpretasi (menafsir).  Peneliti akan meneliti secara induktif. Induktif artinya menyelidiki tidak secara asal-asalan, tetapi secara metodis, sistematis, utuh, dan mendalam, dalam usaha menemukan kebenaran firman Tuhan yang tidak ternilai harganya. Beberapa tokoh ahli geologi yang kokoh dengan keyakinan evolusi, tetap berpendapat bahwa Air Bah yang melandah seluruh bumi yang diuraikan dalam Alkitab itu, tidak pernah terjadi, meski ada banyak bukti etnologi, filologi, arkeologi dan geologi, bahwa Air Bah itu sungguh-sungguh terjadi. Adapun hasil penelitian adalah bencana alam Air Bah terjadi secara universal. Jika Air Bah dalam Kitab Kejadian hanyalah banjir lokal, maka janji Allah bahwa tidak akan pernah ada lagi banjir semacam itu adalah suatu kebohongan. Tulisan Alkitab menunjukan bahwa penyebab kongkret dari Air Bah itu adalah “terbukanya tingkap-tingkap langit” dan “terbelahnya segala mata air samudera raya yang dahsyat.” Hal ini menunjukan gambaran yang universal-menyeluruh terjadinya Air Bah.
Diskursus Kritik Naratif Sebagai Metode Hermeneutis Biblis Menurut Kajian Teolog Biblika Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v4i1.1031

Abstract

This article describes narrative criticism as a Scripture hermeneutical method according to a literature review as a result of research by several Biblical theologians. As for the substance of the biblical literature and the theologians' perceptions reviewed, the researchers selected randomly. This study uses a qualitative method built by a literature study that is in sync with the research problem. The final result of this study shows how theologians express their perception of narrative criticism as a method of biblical interpretation that emphasizes the historical story of God's salvation. The final results also show that with various perceptions, all theologians recognize the benefits of narrative interpretation of the Bible as an important part of explaining God's initiative in revealing Himself and communicating with humans. Researchers also point to a variety of strengths and weaknesses in the theologians' perceptions of the research problem. This will provide opportunities and possibilities for further research in this field, both scientifically and practically.
SILSILAH YESUS KRISTUS, ANAK DAUD, ANAK ABRAHAM BERDASARKAN MATIUS 1:1 DARI SUDUT PANDANG BIBLICAL DAN HISTORICAL Janes Sinaga; Juita Lusiana Sinambela; Rudolf Weindra Sagala; Raden Deddy Kurniawan
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v4i1.1043

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah agar setiap orang Kristen memahami keberadaan Yesus Kristus sebagai Mesias atau Juruselamat, denga napa yang dituliskan pada Kitab Matius. Melalui kitab Matius 1:1 dipaparkan mengenai silsilah Yesus Kristus sebagai anak Daud dan Anak Abraham. Sepintas seakan-akan itu hanya sebuah informasi bagi setiap pembaca, namun di dalamnya ada makna teologis dan historical mengenai silsilah tersebut. Kitab Matius pada zamannya ditujukan kepada orang Yahudi. Pemaparan mengenai silsilah Yesus kristus dalam Kitab Matius sangat penting bagi orang Yahudi, untuk mengetahui keakuratan asal usul Yesus dan Apakah Yesus layak untuk dihormati atau mendapat tempat bagi orang Yahudi. Pada zaman Kristen modern dan Yahudi hal ini penting untuk mengetahui apakah benar Yesus adalah Mesias yang dijanjikan dalam perjanjian Daud dan Abraham, sehingga menolak keraguan kemesiasan Yesus sebagai Raja alam semesta dan tempat keimanan kita digantungkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendapatkan sumber daftar Pustaka, Alkitab, buku-buku dan jurnal, yang dipaparkan secara deskriptif untuk mendapatkan informasi dan pemahaman yang tempat mengenai Yesus Kristus sebagai Anak Daud dan Anak Abraham.
ANALISIS TEOLOGIS FILIPI 1:21 TENTANG MAKNA HIDUP ADALAH KRISTUS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN BUNUH DIRI DI GEREJA Magdalena Pura Bandaso
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v4i1.1145

Abstract

Kematian menonjol sebagai konsep penting dalam tulisan-tulisan Paulus dalam Perjanjian Baru karena sejumlah alasan. Namun, cara yang menarik di mana rasul kadang-kadang menyebut kematian sebagai gagasan positif itu sendiri, secara tradisional terkait dengan keyakinan teologis Paulus dan pemahamannya tentang kematian Kristus secara khusus. Cara yang sangat jelas di mana Paulus secara positif merayakan kematian dalam Filipi 1:21 berbatasan dengan penerapan paradigma martirologis, dan menimbulkan pertanyaan tentang keyakinannya tentang kehidupan, dan keberadaan tubuh pada khususnya. Analogi yang menarik muncul ketika perayaan kematian Paulus dibandingkan di bagian penutup dengan contoh-contoh kontemporer dan populer di mana kematian – meskipun untuk alasan yang berbeda – ditampilkan sebagai “keuntungan”.
Model Antroplogis Stephen B. Vans : Kajian Teologis Kontekstual Pelaksanaan Adat Masikka’ Dalam Acara Pemakaman Di Desa Ranta Damai Cindy Natalia Salinding; Gita Aurelia Tikara; Mercrys Ko’si Pongda’ka
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v4i1.1166

Abstract

Masikka' is a poem that is sung or sung by the Customary Stakeholders (the leader of the poem sings first and then followed by other singers) when a member of the nobility (Parengnge' and Tomatua) dies. To get the meaning of the poem and the theological values ​​contained in Masikka', the two authors used qualitative methods to find information related to Masikka culture and went directly to conducting interviews in Rante Peace. Masikka' is done to give final respect to people who have died for the services or influences that have been carried out during their life to the Rante Balla community and also there is an understanding that this culture is carried out as a provision for that person to go to a new world (another world). In this article the author uses a qualitative method using the Anthropological model approach of Stpehen B. Vans. The purpose of this article is to examine theologically the implementation of the Masikka ritual at a funeral in the Peace Chain Village from the perspective of Stephen B, Vans' anthropological model.
“BERKUKU BELAH DAN MEMAMAHBIAK” : SUATU KAJIAN HISTORIS-GRAMATIKA TENTANG DAGING HEWAN YANG DIHARAMKAN DALAM IMAMAT 11:1-8 Owen Brian Kawengian
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v4i1.1245

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menggali dan mengkaji tentang hukum halal-haram dalam mengonsumsi daging hewan dalam teks Imamat 11:1-8. Pembahasan berfokus pada kalimat “Berkuku belah dan Memamah biak” yang tampak sebagai indikator untuk membedakan antara daging hewan darat yang najis dan tidak najis. Pembahasan dilakukan dengan menggunakan metode studi kepustakaan atas literatur yang memuat data dan informasi yang bisa dijadikan acuan. Pengkajian terhadap kalimat berkuku belah dan memamahbiak pada dasarnya berhubungan dengan hukum kekudusan umat yang ditekankan oleh para imam dalam situasi pembuangan di Babilonia. Dengan mengkaji teks berdasarkan konteks historis, dan tata bahasa maka dapat dicapai suatu pemaknaan atas kalimat “berkuku belah dan memamahbiak”.
REMAH UNTUK ANJING MEMAHAMI PERILAKU YESUS DAN RESPON PEREMPUAN DALAM MARKUS 7:24-30 Ryanto Adilang; Audriano Kalundang
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v4i1.1252

Abstract

Mendengar istilah Kristen maka pastilah akan terbersit satu nama, yakni nama Yesus Kristus. Tokoh yang tersohor baik dalam lingkungan kekristenan dan non Kristen. Beliau juga mewarnai sejarah dunia dengan aksi-Nya di awal penanggalan Masehi. Tidak heran ketika dunia menjadikan kelahiran-Nya sebagai titik tolak kalender Masehi. Yesus yang terkenal dengan pelayanan-Nya yang sangat mengedepankan kasih, ternyata pernah berbuat hal yang jauh dari kata mengasihi kepada seorang perempuan Kanaan. Hal ini dicatat oleh Injil Markus. Masalah yang ditemukan adalah masalah dalam teks, yaitu bahwa Yesus yang dikenal lemah lembut dan pnuh kasih nyatanya pernah “tertangkap” bertindak cukup arogan dan jauh dari kesan mengasihi kepada seorang perempuan dalam narasi Injil. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami makna dibalik sikap Yesus yang tidak wajar tersebut dan respon perempuan Kanaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Karena melibatkan ayat Alkitab, tepatnya bagian Perjanjian Baru maka diperlukan metode hermeneutik. Metode hermeneutik yang dipilih merupakan kombinasi dari metode kritik naratif dan kritik historis. Data penelitian akan diperoleh melalui penelitian kepustakaan. Penelitian ini akan menggali unsur narasi dan fakta sejarah lalu digabungkan dalam suatu analisis untuk memperolah makna substansial. Hasil dari penelitian ini diharapkan akan memberi persepsi baru mengenai perlakuan Yesus terhadap perempuan Kanaan dalam Markus 7:24-30. Apa maksud terselubung Yesus melalui tindakan yang terkesan arogan dan apa esensi iman di balik respon perempuan Kanaan.
JOHN CALVIN: GERAKAN, PEMIKIRAN DAN WARISANNYA DALAM SEJARAH GEREJA MENURUT TELAAH LITERATUR Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 4 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v4i2.1315

Abstract

This article describes John Calvin, the second generation of reformers in church history or Christian history who systematized reform theology through his theological movements and thoughts. This description is based on randomly selected literature reviews that study the life of John Calvin and his theological thoughts that focus on the sovereignty of the Triune God over all His creation. The specialty of Calvin's thought also lies in the integrity and integration between abstract theology and holistic spirituality. Therein lies the strength of the church which must continue to be reformed, namely the supremacy of God's sovereignty and integrative theology-spirituality which is the legacy of John Calvin which should be actualized and continuous in the procession of the church in its historical course.
POLA DOA ORANG PERCAYA BERDASARKAN MATIUS 6:9-13 dan LUKAS 11:2-4 Jundo P. Siregar; Alon Mandimpu Nainggolan
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 4 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v4i2.1357

Abstract

Praying is the obligation of every believer because it is commanded by God himself. God hears, and this assures believers not to give up praying. This paper uses a qualitative descriptive method by exploring the prayer taught by the Lord Jesus in Matthew 6:9-13 and Luke 11:1-4. As a result, there is the concept of a believer's prayer, which states the relationship between God and man. There is a prayer pattern in the prayer taught by the Lord Jesus, namely a balance of requests for the needs of God and His honor and requests for the physical, psychological, and spiritual needs of humans. Ended by acknowledging the glory of the Lord God, Amen.