cover
Contact Name
Heliyanti Kalintabu
Contact Email
heliyantikalintabu@gmail.com
Phone
z=6285241319887
Journal Mail Official
heliyantikalintabu@iaknmanado.ac.id
Editorial Address
Jl. Bougenville, Tateli Satu, Minahasa, Sulawesi Utara, 95631.
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
DA'AT: Jurnal Teologi Kristen
ISSN : -     EISSN : 27472159     DOI : https://doi.org/10.51667/djtk.v3i1.657
Core Subject : Religion,
Teologi Kristen sedangkan cakupannya adalah Sejarah dan Filsafat, Pendidikan dalam Masyarakat Majemuk, Sosiologi agama, Sosio budaya yang semuanya terkait dengan teologi Kristen.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 67 Documents
Analisis Natur ke-Allahan dan Kemanusiaan Yesus Kristus dalam Teologi Perjanjian Baru Darmianus Harefa; Adika Putri Manein
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 4 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v4i2.1374

Abstract

This article was created with the aim of knowing and understanding the nature of Jesus Christ through analyzing His two natures, namely the nature of the Godhead and humanity in the New Testament theology. This research was conducted due to the emergence of various teachings that are not in accordance with the truth of the Word which attack sound teachings or teachings that are in accordance with the truth of the Word. This research was also carried out so that Christians can correctly understand the person of Jesus Christ in His nature as God and Man so that they are not easily provoked by teachings that are not in accordance with the truth of God's Word contained in the testimony of the Bible. The research method used in this study is the method of literature study or literature-based descriptive qualitative study. With data collection techniques through analyzing the contents of the literature. There are various references in the form of books, online journals, articles and theses. The result of this research is that Jesus Christ is truly true God and true man in His divine and human nature and this is proven in the testimony of the books in the New Testament through New Testament theology.
Pendekatan Interkultural Dalam Pemberdayaan Pemuda Gereja Bagi Perdamaian Lintas Iman Eikel Ginting
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 4 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v4i2.1450

Abstract

Pemuda gereja merupakan bagian dari subyek pembangunan perdamaian gereja, secara khusus pemuda sebagai generasi yang membutuhkan urgensi edukasi dalam pengembangan gereja atas nama kemanusiaan melalui tindakan-tindakan holistik keagamaan. Potensi yang membutuhkan peningkatan kapasitas bagi pemuda pada nyatanya masih diperlukan transformasi dan revitalisasi dari gereja, untuk lebih vital menjadi wadah bagi pemuda gereja. Pemuda gereja didorong untuk meningkatkan partisipatif secara aktif bersama pemuda lintas agama dalam perjumpaan atas nama agama demi kemanusiaan. Ancaman yang nyata bagi pemuda gereja ialah stereotipe negatif terhadap agama yang lain disebabkan sudut pandang etnosentrisme, terlebih tantangan masa kini ialah ancaman isu-isu SARA dan berita negatif bertopeng agama. Maka melalui tulisan ini secara spesifik memberi analisa dan evaluasi berbasis teori interkultural dalam melihat peran gereja melakukan pemberdayaan pemuda gereja sebagai subyek dalam perjumpaan lintas agama bagi perdamaian. Tulisan ini juga memberikan tawaran kegiatan yang dapat dilakukan gereja secara praktis dalam melakukan pemberdayaan berbasis interkultural bagi pemuda gereja bersama pemuda lintas agama, dilakukan melalui perjumpaan dan interaksi secara langsung sebagai dasar pengembangan secara berkelanjutan (sustainability) bagi pemuda gereja untuk saling membangun self reflexivity dan learning about others
NILAI-NILAI TEOLOGI DALAM TRADISI MAH’SIWO-SIWO: Tradisi Membantu Dalam Kegiatan Kemasyarakatan Etnis Tombulu-Minahasa, di Kelurahan Lansot, Kota Tomohon Samuel Wailan Wanget; Heliyanti Kalintabu
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 4 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v4i2.1463

Abstract

Sulawesi utara memiliki beranekaragam kebudayaan dan tradisi. Salah satu tradisi yang dikenal di Sulawesi utara adalah tradisi mahsiwo-siwo yang masih dilakukan oleh etnis Tombulu-Minahasa. Mahsiwo-siwo adalah tradisi dalam bentuk tolong menolong yang dilakukan oleh etnis Tombulu-Minahasa dalam kegiatan kemasyarakatan. Tradisi mahsiwo-siwo ini memiliki makna yang dalam jika dilihat dari perspektif teologi, oleh sebab itu, tujuan penelitian dari tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa tentang nilai-nilai teologi kristen dari tradisi mah’siwo-siwo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun analisis data yang digunakan adalah dengan mengkaji secara kepustakaan tentang tradisi mahsiwo-siwo, selanjutnya melakukan wawancara kepada pihak-pihak yang terkait khususnya etnis Tombulu-Minahasa, dari hasil wawancara tersebut dilakukan analisis dalam hasil dan pembahasan, selanjutnya, peneliti menganalisis dari nilai-nilai teologi Kristen yang terkandung dalam tradisi mahsiwo-siwo. Kesimpulan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah tradisi Mah’siwo-siwo merupakan cara hidup masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan dan mengejawantahkan etika kontekstual, karena hal itu meruapakan kebutuhan bersama. Mah’siwo-siwo memberikan jawaban bagi masyarakat yang terbeban dalam melakukan acara, salah satunya acara dukacita. Dilihat secara teologi, Mah’siwo-siwo memiliki nilai teologis, yang di dalamnya ada unsur “tolong menolong”.
”DUMIA UM BANUA”: Sebuah Tradisi ”Ator Kampung” Sebagai Upaya Menjaga Harmoni Manusia dan Alam Yolanda Palar; Englin Manua
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 4 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v4i2.1466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan, makna dan fungsi tradisi Dumia Um Banua, serta menjelaskan harmonisasi hubungan manusia dengan alam dalam tradisi Dumia um Banua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan desktiptif. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana (2014), meliputi tahapan kondensasi data, display data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil, yaitu tradisi Dumia um Banua merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap minggu kedua pada awal tahun di hari Selasa dan Jumat. Proses ini diawali dengan ibadah, selanjutnya tahapan ’belah hati babi’ serta tahapan melihat pesan melalui warna pada hati babi, yang diakhiri dengan ziarah ke waruga dan berkeliling kampung. Tradisi ini berfungsi untuk (1) menjaga hubungan baik antara manusia dengan pencipta; (2) menjaga hubungan baik antara manusia dengan manusia, dan (3) menjaga hubungan baik antara manusia dengan alam. Selanjutnya, bagi masyarakat desa Laikit, tradisi ini menjadi simbol dalam membangun dan menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam. Hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam, sangat berpengaruh pada proses kehidupan manusia termasuk pada keberhasilan di bidang pertanian yang dapat menopang kehidupan masyarakat.
Kajian Teologi Tentang Doa Dalam Kitab Mazmur Dan Implementasinya Bagi Orang Percaya Pada Masa Kini Penggu, Ilenus; Budiman, Sabda
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v5i2.1253

Abstract

Prayer becomes a very central part of the believer's life. Not only today, but throughout the history of the life of the faithful, prayer has become an important spiritual part of the faith. So did a biblical figure named David. David's prayers can be investigated in the book of Psalms. The book of Psalms is a book of verses that presents david's real prayer life experience. David's prayer life is an example for believers today. Therefore, the author wants to examine the theology of prayer in the tips of the Psalms and their application to today's believers. To study and explore this topic, the author uses a quality research method with a descriptive approach. The author finds that there are at least 3 types of prayers in the book of Psalms, namely prayers of supplication, prayers of thanksgiving, and prayers of belief. The application that believers can make from the study of prayer in the Psalms is prayer as a personal relationship with God, prayer as an act of faith, and prayer as worship. All prayers begin with a special relationship between God and man. Doa menjadi bagian yang sangat sentral dalam kehidupan orang percaya. Tidak hanya saat ini saja, tetapi sepanjang sejarah kehidupan orang beriman, doa telah menjadi bagian spiritual iman yang penting. Begitu pula seorang tokoh Alkitab yang bernama Daud. Doa-doa Daud dapat diselidiki di dalam kitab Mazmur. Kitab Mazmur merupakan kitab syair yang menyajikan pengalaman kehidupan doa yang nyata dari Daud. Kehidupan doa Daud menjadi teladan bagi orang percaya saat ini. Oleh karena itu, penulis hendak meneliti teologi doa dalam kiatb Mazmur dan penerapannya bagi orang percaya masa kini. Untuk mengkaji dan mendalami topik ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitiatif dengan pendekatan deskriptif. Penulis menemukan setidaknya ada 3 jenis doa dalam kitab Mazmur yaitu doa permohonan, doa ucapan syukur, dan doa kepercayaan. Penerapan yang dapat dilakukan oleh orang percaya dari pengkajian doa dalam Mazmur yaitu doa sebagai hubungan relasi pribadi dengan Allah, doa sebagai tindakan iman, dan doa sebagai ibadah. Semua doa itu diawali dengan suatu hubungan khusus antara Allah dan manusia.
STUDI ANALISIS TERHADAP ARTI MENGHUJAT ROH KUDUS MENURUT MATIUS 12:31, MARKUS 3:29 DAN LUKAS 12:10 Andris Kiamani; Well Therfine Renward Manurung; Rudi Siburian; Yusak Christian; Yason Kenelak
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 5 No. 1 (2024): DA'AT Jurnal Teologi Kristen
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v5i1.1288

Abstract

Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal , meskipun dalam Perjanjian Baru tidak secara eksplisit menyebut Roh Kudus itu Allah namun Roh Kudus memiliki posisi yang sejajar dengan Allah. Tidak jarang terjadi penyimpangan-penyimpangan terhadap Roh Kudus, sebagaimana yang sering kenal dengan ungkapan atau perilaku penghujatan terhadap Roh Kudus. Adanya pendapat yang berbeda mengenai arti menghujat seperti menolak pertolongan, menolak memberikan pengakuan atau kesaksian, meninggalkan iman, perilaku orang Kristen yang tidak sopan dan perilaku menolak tanda perjanjian, sehingga hal tersebut menimbulkan penafsiran yang berbeda dan membingungkan. Metode penelitian  hermeneutik digunakan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Sehingga penelitian ini menemukan bahwa menghujat Roh Kudus adalah dosa yang sangat serius dan tidak akan diampuni. Dosa ini terjadi ketika seseorang menolak atau menentang Roh Kudus, mengaitkan pelayanan Yesus dengan kuasa setan, juga dihubungkan dengan ketidakpercayaan terhadap Yesus sebagai Mesias sebagai Anak Allah. Dosa menghujat Roh Kudus dianggap sebagai penolakan terhadap pekerjaan-Nya yang menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran akan dosa dan keinginan untuk bertobat.
MEDIA SOSIAL SEBAGAI RUANG BERTEOLOGI, UPAYA KONTEKSTUALISASI MISI GEREJA DI ERA DIGITAL Aan; Ambarwaty P.I.P Taturu
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 5 No. 1 (2024): DA'AT Jurnal Teologi Kristen
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v5i1.1506

Abstract

Media sosial saat ini menjadi media yang banyak digunakan orang untuk berkomunikasi, mencari informasi dan hiburan, menciptakan peluang usaha dan bisnis. Perkembangan media sosial ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi gereja, bagaimana gereja menjadikan media sosial menjadi ruang untuk berteologi dalam rangka melaksanakan misi gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana media sosial digunakan sebagai ruang berteologi yang dilihat oleh peneliti sebagai usaha kontekstualisasi oleh orang-orang percaya (gereja) di era  digital.  Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan menggunakan buku-buku, artikel, jurnal, media sosial sebagai sumber data penelitian. Hasil penelitian temukan bahwa di era digital saat ini cara untuk memberitakan dan mengomunikasikan Injil dapat dilakukan di berbagai macam tempat termasuk dalam media sosial. Menjadikan media sosial sebagai media untuk mewartakan Injil merupakan salah satu upaya menciptakan ruang baru untuk berteologi di era digital. Untuk itu, perlu adanya upaya pemanfaatan berbagai macam fitur media sosial untuk menunjang untuk pelayanan dan pengkomunikasian Injil melalui pemamfaatan fitur berbagi status, penciptaan ruang-ruang peribadatan online yang dapat menjangkau banyak orang untuk beribadah, membagikan konten-konten rohani dan juga membangun komunitas/persekutuan Kristen yang berdampak dalam pelayanan misi di media sosial.
MENELAAH TRADISI FOOLA JIMATE DALAM MASYARAKAT NIAS: SEBUAH TINJAUAN TEOLOGIS-KRITIS Popi Yanser Iman Jaya Ndruru; Bimo Setyo Utomo; Suparman
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 5 No. 1 (2024): DA'AT Jurnal Teologi Kristen
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v5i1.1528

Abstract

Foola Jimate merupakan salah satu tradisi yang sudah dipraktikan secara turun temurun oleh sebagian besar masyarakat Nias. Tradisi ini tidak terlepas dari kepercayaan kepada roh nenek moyang dan pemujaan kepada roh leluhur dan bertujuan untuk memutus hubungan antara orang yang telah meninggal dengan keluarganya yang masih hidup supaya tidak ada gangguan dari roh orang yang sudah meninggal kepada orang yang masih hidup. Foola Jimate melibatkan serangkaian acara yang dilakukan tiga hari setelah jenazah telah dikuburkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif dengan melibatkan wawancara kepada para tokoh adat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti esensi dari praktik foola jimate, kemudian melakukan tinjauan teologis kritis supaya pembaca memiliki pemahaman yang benar berdas arkan prinsip iman Kristen. Dari hasil penelitian, maka dihasilkan tiga hal yang menjadi hasil , yakni: Alkitab melarang spiritisme, Alkitab melarang sinkretisme, dan perlu pemahaman yang benar mengenai kematian dalam perspektif kristen.
ANUGERAH SEBAGAI LANDASAN UTAMA DALAM TEOLOGI FORMASI SPIRITUALITAS KRISTEN DI ERA TANTANGAN KONTEMPORER Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 5 No. 1 (2024): DA'AT Jurnal Teologi Kristen
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v5i1.1668

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan yang muncul dalam diskursus teologi formasi spiritualitas Kristen melalui analisis literatur dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan content analysis. Fokus utama penelitian adalah pemahaman pertumbuhan rohani sebagai perjalanan menuju kedewasaan spiritual. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti mengeksplorasi peran kunci elemen-elemen seperti peristiwa kelahiran kembali, signifikansi Firman Allah, praktik disiplin rohani, dan pertumbuhan dalam konteks komunitas gereja, yang semuanya merupakan anugerah Allah saja. Melalui identifikasi, seleksi, dan analisis literatur yang relevan, khususnya buku-buku yang membahas formasi spiritualitas secara teologis, penelitian ini menggunakan pendekatan content analysis untuk mengkategorikan dan menganalisis pola-pola makna terkait dengan teologi formasi spiritualitas Kristen. Temuan utama dari penelitian ini mengungkapkan aspek-aspek penting pertumbuhan rohani, seperti peran sentral Firman Allah, praktik disiplin rohani, dan pertumbuhan dalam konteks komunitas gereja. Lebih lanjut, temuan penelitian ini memberikan gambaran bahwa pertumbuhan rohani bukan hanya sebuah konsep teologis, tetapi juga memiliki implikasi praktis yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari individu Kristen. Kesadaran diri dan hambatan-hambatan utama dalam pertumbuhan rohani menjadi fokus utama hasil penelitian ini. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoretis terhadap diskursus teologi formasi spiritualitas Kristen, tetapi juga memberikan wawasan praktis yang dapat membimbing individu Kristen dalam perjalanan pertumbuhan rohani mereka, terutama pada era kontemporer yang penuh dengan tantangan.
YESUS KRISTUS: ENIGMA SEJARAH ATAU INKARNASI ILAHI? (Menyingkap Misteri Dua Natur dan Implikasinya bagi Kekristenan era Postmodern) Samuel Wailan Leonard Wanget; Henokh Alexander Ferdinan Lumentah
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 5 No. 1 (2024): DA'AT Jurnal Teologi Kristen
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v5i1.1694

Abstract

Artikel ini menyoroti tentang doktrin Kristologi, khususnya tentang dua natur Yesus Kristus itu sendiri, yakni natur kemanusiaan dan natur keilahian dalam satu pribadi. Kedua hal ini tentunya menjadi perdebatan di segala zaman. Apalagi pada era postmodern ini, relativisme, pluralisme dan sekularisme menambah tantangan tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas dua poin. Yang pertama, melihat identitas Yesus lewat pandangan humanistik dan pandangan kristologis. Yang kedua melihat titik temu antara enigma sejarah dan inkarnasi Ilahi. Pembahasan ini dimaksudkan untuk merumuskan implikasinya dalam pemahaman kekristenan bagi masyarakat di era postmodern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Adapun analisis data yang digunakan adalah dengan mengkaji secara kepustakaan soal doktrin Kristologi tentang Yesus Kristus dalam hasil dan pembahasan. Berdasarkan kajian ini, peneliti menganalisis dan merumuskan implikasinya. Hasil penelitian yang ditemukan dalam penelitian ini adalah soal rumusan Allah yang menjadi manusia, dan pandangan ini adalah pandangan yang paling diterima oleh umat Kristen. Doktrin ini memiliki implikasi yang penting bagi kekristenan di era postmodern. Karya dan ajaran Yesus Kristus mengungkapkan dua natur-Nya: Allah yang menjadi manusia. Misteri ini menjadi dasar iman Kristen dan sumber pengharapan bagi umat manusia. doktrin inkarnasi ilahi dapat menjadi dasar bagi orang Kristen untuk mempertahankan iman mereka. Doktrin ini menunjukkan bahwa Allah memahami dan berempati dengan penderitaan manusia.