cover
Contact Name
Heliyanti Kalintabu
Contact Email
heliyantikalintabu@gmail.com
Phone
z=6285241319887
Journal Mail Official
heliyantikalintabu@iaknmanado.ac.id
Editorial Address
Jl. Bougenville, Tateli Satu, Minahasa, Sulawesi Utara, 95631.
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
DA'AT: Jurnal Teologi Kristen
ISSN : -     EISSN : 27472159     DOI : https://doi.org/10.51667/djtk.v3i1.657
Core Subject : Religion,
Teologi Kristen sedangkan cakupannya adalah Sejarah dan Filsafat, Pendidikan dalam Masyarakat Majemuk, Sosiologi agama, Sosio budaya yang semuanya terkait dengan teologi Kristen.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 67 Documents
Makna Roh Kudus dalam Alkitab Steven Tubagus
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.867 KB) | DOI: 10.51667/djtk.v3i1.657

Abstract

Berdoa dengan bergemataran yang sangat laku sekitar 30 tahun yang lalu, yang sekarang sudah tidak laku lagi; berdoa dengan tidak bertanggung jawab dan tanpa diterjemahkan; kejang-kejang; atau merasa seperti sudah tidak berada dibumi lagi; juga gejala seperti tertawa terbahak-bahak selama berjam-jam, yang dianggap manifestasi Roh Kudus atau baptisan Roh Kudus, merupakan hal yang belum pernah terjadi di dalam Alkitab. Makna Roh Kudus dalam Alkitab. Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan makna Roh Kudus dalam Alkitab secara teologis. Dengan analisis teks sesuai dengan prinsip-prinsip eksegesis, Untuk mendapatkan makna yang terkandung didalam konteks makna Roh Kudus dalam Alkiab. Hasil analisis ini akan memberi pengetahuan tentang Allah sehingga setiap orang yang percaya akan menerima Roh Kudus dan kehidupan kekal. Makna Roh Kudus dalam Alkitab yaitu: pertama, Suka Memberitakan Injil. Roh kudus turun untuk menguatkan orang memberitakan Injil. Turunnya Roh Kudus tidak boleh dipisahkan dari penginjilan. Kedua, Rindu Hidup Kudus. Roh Kudus tidak dapat dipisahkan dari hidup kudus, karena Roh Kudus adalah Roh yang suci. Ia datang kedunia, menyodorkan keselamatan kepada manusia dengan menyadarkan manusia dari dosa yang telah melawan dan tidak beriman kepada Kristus. Ketiga, Haus akan Kebenaran. Roh Kudus mengajarkan Kebenaran dan memimpin kedalam seluruh kebenaran. Keempat, Menerima Karunia Roh. Orang-orang percaya mereka akan menerima Roh Kudus yang dapat memberikan karunia-karunia Roh, karunia roh yaitu berbahasa roh, menafsirkan bahasa roh, mengadakan mujizat, bernubuat, menyembukan, berkata-kata dengan hikmat. Kelima, Menerima Karuni Pelayanan. setiap orang Kristen diberi karunia, tidak terkecuali. Karunia ini bukan karunia jabatan, tetapi karunia pelayanan, maka setiap orang harus melayani. Ketika seorang Kristen melayani, harus berdasarkan karunia yang ia dapat dari Tuhan.
MANAJEMEN KONFLIK BERDASARKAN KISAH PARA RASUL 15:35-41 DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA MASA KINI Kevin Samuel Kamagi; Iman Setia Telaumbanua
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.168 KB) | DOI: 10.51667/djtk.v3i1.686

Abstract

Manajemen konflik merupakan suatu hal yang jarang diterapkan dalam kehidupan berorganisasi, termasuk dalam konteks Gereja. Manajemen konflik harus dipahami dan dimengerti secara benar, sehingga mampu mengatasi konflik-konflik yang terjadi dalam dunia pelayanan. Pada saat ini banyak Gereja mengalami kegagalan dalam menyelesaikan problema didalamnya karena kurangnya penerapan manajemen konflik dengan benar. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis Manajemen konflik berdasarkan Kisah Para Rasul 15:35-41, serta implikasinya bagi gereja masa kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif secara kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman bagi gereja akan pentingnya penerapan manajemen konflik dalam menangani kasus-kasus dalam pelayanan dengan berlandaskan pada Kisah Para Rasul 15:35-41, yaitu melibatkan Tuhan dalam menyelesaikan masalah, Tidak ada penghakiman dalam konflik, menyelesaikan masalah dengan kasih dan damai serta menyatakan visi Kristus.
PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA KRISTEN MELALUI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BERBASIS TEOLOGI KRISTEN DAN PEDAGOGI-REFLEKTIF Januarius Naingalis Dwi Juanto; Sozanolo Telaumbanua; Kristina S. Mangero; Desi Sianipar
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.861 KB) | DOI: 10.51667/djtk.v3i1.697

Abstract

ABSTRACT   University plays a role in shaping the character of students with the aim of preparing students to enter work place and a better future. However, the problem is that not all universities pay serious attention to build the character of students because it is the responsibility of parents; university have no interest in the formation of student character; and limitations of character building methods. This study aims to offer thoughts on the role of university in shaping the character of Christian students through community service based on reflective pedagogy. This research was conducted using qualitative research methods with a literature study approach. The results of this study are the role of university in shaping the character of students through community service based on reflective pedagogy. Key Words: Christian Student; Reflective Pedagogy; Character Building; Community Service.   Abstrak   Perguruan tinggi berperan dalam membentuk karakter mahasiswa dengan tujuan mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja dan masa depan yang lebih baik. Akan tetapi masalahnya adalah belum semua perguruan tinggi memberi perhatian serius pada pembentukan karakter mahasiswa karena pembentukan karakter adalah tanggung jawab orang tua; perguruan tinggi tidak berkepentingan dalam pembentukan karakter mahasiswa; dan keterbatasan metode pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menawarkan pemikiran tentang peran perguruan tinggi dalam membentuk karakter mahasiswa Kristen melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis pedagogi reflektif. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah peran perguruan tinggi dalam membentuk karakter mahasiswa melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis pedagogi reflektif.            
PANDANGAN GEREJA ADVENT DALAM PENGGUNAAN ALAT MUSIK DRUM BERDASARKAN ALKITAB DAN TULISAN ROH NUBUAT Janes Sinaga; Jimmy Allen Sakul; Rolyana Ferinia; Juita Lusiana Sinambela
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.044 KB) | DOI: 10.51667/djtk.v3i1.705

Abstract

Musik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap kegiatan ibadah dan penggunaan Alat musik dapat menjadi berkat bagi yang mendengarkannya namun dapat menjadi kutuk apabila tidak digunakan dengan baik. Penggunaan alat musik dalam ibadah gereja sering menjadi perdebatan antara yang boleh digunakan dengan tidak boleh digunakan di kalangan Gereja Kristen dan secara khusus menurut pemahaman Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Melalui penelitian ini penulis menjelaskan secara kualitatif melalui pengalaman pelayanan sebagai gembala jemaat di sebuah Gereja Advent di DKI Jakarta dan menggali dari sumber buku Pustaka, media online serta menyimpulkannya secara utuh. Adapaun hasil penelitian ini menyatakan pengunaan musik drum tidak relevan penggunannya untuk mengiringi lagu pujian maupun instrument musik untuk Tuhan di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh menurut Alkitab dan Roh Nubuat. Kiranya melalui tulisan ini dapat digunakan untuk referensi penggunaan alat musik dalam ibadah Gereja sehingga menghindari perbedaan pendapat sehingga musik dapat menjadi berkat dalam sebuah ibadah Gereja.
Sekuritas Teologis Pasca Pandemic Covid – 19: Sebuah Imajinasi Dogmatis Frety Cassia Udang; Henderikus Nayuf
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.208 KB) | DOI: 10.51667/djtk.v3i1.795

Abstract

Suatu saat nanti covid – 19 akan melandai. Bagi yang terpapar, mereka akan mengenang keterpaparan mereka sebagai sebuah pengalaman yang sulit dilupakan. Sementara bagi yang tidak terpapar perlu diedukasi agar memberi perhatian bukan saja pada solidaritas, tetap lebih kepada empati. Kedua hal inilah yang menjadi fokus dari penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplanatif – imajinatif. Pendekatan ini menekankan aspek penjelasan (explanation), maupun prakiraan atau prediksi (prediction). Hasil dari penelitian ini adalah redefenisi terhadap istilah teologi. Teologi tidak hanya berbicara tentang Tuhan dalam relasi transendental, tetapi lebih kepada refleksi atas pengalaman perjumpaan dengan realitas pandemik Covid-19. Dari sinilah kemudian muncul istilah sekuritas teologis. Dalam tataran praksis, sekuritas teologis sebenarnya merupakan loncatan defenisi yang memberi ruang bagi gereja dalam merumuskan ajarannya ketika berhadapan dengan konteks yang tidak diduga sebelumnya. Dalam konteks ini, sekuritas teologis berkontribusi bukan saja pada tataran ortodoksi, melainkan lebih kepada ortopraksis.
YOUTUBE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH GEREJA BAGI MAHASISWA TEOLOGI IAKN MANADO Junaydi Jufriadi Lempoy
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.473 KB) | DOI: 10.51667/djtk.v3i1.798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat mahasiswa teologi IAKN Manado terhadap pembelajaran Sejarah Gereja melalui media YouTube dan seberapa efektifkah dibandingkan pembelajaran secara konfensional atau yang menggunakan media lain. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Selain melakukan observasi dan wawancara secara langsung, ada juga Google Formulir yang digunakan dengan pertanyaan terbuka dan tertutup serta mengacu pada Skala Likert untuk mengukur sikap dan pendapat responden melalui kuesioner yang menunjukkan tingkat persetujuannya terhadap serangkaian pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap media pembelajaran melalui YouTube sangat besar dan efektifitas pembelajaran Sejarah Gereja melalui YouTube ternyata lebih efektif dan dapat dipahami dengan baik. Maka sangat direkomendasikan untuk membuat video pembelajaran yang lebih menarik melalui YouTube serta menerapkan metode Blended Learning, yaitu pembelajaran yang menggabungkan berbagai metode atau model pengajaran baik di dalam jaringan maupun di luar jaringan.
MENDIALOGKAN TEOLOGI PEMBEBASAN GUSTAVO GUTIERREZ DAN RAJA YEROBEAM DALAM 1 RAJA-RAJA 12:1-24 Halomoan Londok
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini (1) bertujuan menggali konflik pecahnya kerajaan Israel raya dalam 1 Raja-raja 12:1-24 baik secara spiritual antara Allah dan umat maupun terutama secara sosiologis antara sesama umat. (2) Dari penulusuran ini, kemudian akan didialogkan dengan perspektif pembebasan dari Gustavo Gutierrez. Melihat bahwa teologi pembebasan Gutierrez mirip dengan apa yang diperjuangkan Yerobeam dalam Kitab 1 Raja-raja 12:1-24, meleburkan kedua tokoh pembebasan ini menjadi hal yang menarik. Dengan menggunakan pendekatan kritik historis asumsinya dapat melihat konflik ini secara mendalam dan sosiologis. Hasilnya, teologi pembebasan memberikan suatu perspektif kesetaraan dan emansipatoris terutama pada persoalan pajak dan kerja paksa yang diperjuangkan Yerobeam sehingga ia bersama suku di Utara harus mengambil jalan berpisah demi membebaskan diri dari ketidakadilan. Sementara itu Gutierrez di Amerika Latin khususnya dalam pengalaman ketertindasan masyarakat memberikan kritik kepada gereja untuk berani berteologi dalam krisis ketidakadilan tersebut. Teologi Yerobeam bersama Gutierrez pada akhirnya sama-sama menekankan pada pentingnya keterlibatan gereja maupun para teolog dalam melihat isu-isu sosial seperti ketidakdilan baik secara praktis maupun politis.
RELASI SUAMI ISTRI DALAM MEMBANGUN KEUTUHAN KELUARGA MENURUT KOLOSE 3:18-19 Ricky Ernst Tumbelaka; Royke Lantupa Kumowal
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v3i2.842

Abstract

Krisis terbesar pada abad ini bukanlah bom atom atau bom nuklir tetapi hilangnya cinta sejati di tengah-tengah keluarga. Peledakan bom atom dan nuklir hanya dapat membinasakan sebagian orang saja, tetapi hilangnya kasih sejati di tengah-tengah keluarga dapat mengakibatkan hancurnya seluruh dunia. Tidak hanya itu, bahkan tayangan layar televisi, media sosial, artikel-artikel, berita-berita banyak menyuguhkan tentang perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, sampai pembunuhan anggota keluarga sendiri. Menurut data statistik Tahun 2021, kasus tentang perceraian di Indonesia meningkat sampai 53% atau mencapai angka 447.743 kasus yang mayoritas diawali dari sebuah pertengkaran suami istri, dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 291.677 kasus. Fenomena yang terjadi ini menandakan bahwa krisis kasih dalam keluarga adalah masalah yang sangat serius dan tidak dapat dianggap sepeleh. Penelitian ini menggunakan penelitian studi kepustakaan. Dalam melakukan penelitian ini penulis mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai macam material yang ada di perpustakaan seperti dokumen, buku, majalah, kisah-kisah sejarah, dan sebagainya. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa untuk membangun keutuhan rumah tangga yang benar keluarga harus berpusatkan pada Kristus, berdasarkan kasih Allah, dan mempunyai komunikasi yang baik dalam menjalankan perannya sebagai suami dan istri.
KOMEDI-TRAGEDI: DARK JOKES SEBAGAI SEBUAH PERSPEKTIF PADA LANSKAP PENDERITAAN UMAT Frety Cassia Udang
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, budaya popular berkembang secara progresif. Budaya popular menunjukkan eksistensinya dalam pelbagai pola dan wujud menambah diskursus dalam tataran kreatifitas dan inovasi. Pada satu sisi, ke-satir-an dalam narasi Dark Jokes, membuat banyak umat beragama meradang, tetapi pada sisi yang berbeda, fenomena ini (seharusnya) mendorong agama lebih melek dan terbuka terhadap kepelbagaian sudut pandang yang sedang mengkritik dirinya (agama) demi introspeksi agar menjadi lebih bermanfaat. Tulisan ini mencoba untuk menelaah Dark Jokes sebagai sebuah perspektif -yang tidak biasa- dalam memahami dan memaknai tragedy atau penderitaan hidup manusia. Telaah atas fenomena Dark Jokes, diharapkan memberi perspektif alternatif dalam rangka membangun paradigma baru pada lanskap penderitaan umat. Metode penelitian yang akan digunakan dalam tulisan ini adalah deksriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Dengan pendekatan fenomenologis, penulis melakukan interpretasi atas tindakan dan pemahaman terkait dengan narasi Dark Jokes, Komika Dark Jokes, dan masyarakat (Pendengar atau Pembaca) sebagai yang bermakna dalam merekonstruksi dan membangun makna dan perspektif baru dalam percakapan agama mengenai penderitaan. Agama dan umat serta pemahaman penderitaan yang akan  dikaji dalam tulisan ini dilihat dalam bingkai Kekristenan.  
PERANAN LITURGI KREATIF DALAM PEMBANGUNAN KARAKTER DAN SPIRITUALITAS REMAJA GMIM GETSEMANI LANSOT SARONGSONG Samuel Wailan Leonard Wanget; Tifany Fergie Tombokan; Heliyanti Kalintabu
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam artikel ini, penulis melakukan kajian tentang bagaimana peran liturgi kreatif dalam pembangunan karakter dan spiritualitas remaja GMIM Getsemani Lansot Sarongsong. Latar belakang penulisan artikel ini beranjak dari informasi mengenai spiritualitas remaja yang semakin hari semakin menurun. Artikel ini mengkaji dan mendeskripsikan pemahaman remaja tentang ibadah untuk mendapatkan model liturgi kreatif yang tepat dalam membentuk karakter dan spiritualitas remaja, untuk mendeskripsikan dampak liturgi kreatif terhadap pembentukan karakter dan spiritualitas remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di Jemaat GMIM Getsemani Lansot Sarongsong. Dari hasil analisis dan interpretasi data diperoleh hasil bahwa para remaja telah memahami pengertian ibadah dan menaruh perhatian penuh terhadap ibadah dengan liturgi kreatif; Ibadah dengan liturgi kreatif berupa praise and worship, permainan dan pendalaman alkitab adalah model yang tepat untuk dikenakan kepada remaja; Ibadah dengan liturgi kreatif, memberikan dampak terhadap pembentukan karakter dan spiritualitas remaja. Adapun kesimpulan penelitian ini adalah Ibadah dengan liturgi kreatif membawa pengaruh yang signifikan terhadap karakter dan spiritualitas remaja yang mengikutinya. Mereka dapat menentukan pilihan-pilihan hidup dengan baik berdasarkan pengajaran yang mereka terima dari ibadah.