cover
Contact Name
Tini Sudartini
Contact Email
tinisudartini@unsil.ac.id
Phone
+6289683432611
Journal Mail Official
jmedpertanian@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi No 24, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Media Pertanian
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 20854226     EISSN : 27458946     DOI : https://doi.org/10.37058/mp.v6i1
Core Subject : Agriculture,
Media Pertanian (e-ISSN: 2745-8946 dan p-ISSN: 2085-4226 ) adalah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Ruang lingkup naskah sebagai media publikasi artikel-artikel hasil penelitian maupun hasil review beberapa jurnal dalam bidang ilmu pertanian meliputi: ilmu dan teknologi pertanian, agronomi, ilmu hama dan penyakit tumbuhan, ilmu gulma, ekofisiologi tanaman, biodiversitas, bioteknologi, kehutanan, perkebunan, mikrobiologi pertanian, pemuliaan tanaman, ilmu dan teknologi pangan.
Articles 78 Documents
Pengaruh Ekstrak Metanol Biji Sirsak (Annona Muricata) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) Dhea Nurul Amalia; R. Arif Malik Ramadhan; Nasrudin Nasrudin
Media Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v8i1.6873

Abstract

Di Indonesia tanaman Capsicum annuum dikonsumsi dalam bentuk segar maupun sebagai produk olahan. Kebutuhan C. annuum di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan banyaknya permintaan komoditas tersebut di pasaran. Penurunan hasil panen dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor pada saat budidaya, salah satunya yaitu keberadaan organisme pengganggu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak metanol biji Annona muricata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun total, dan jumlah buah total pada tanaman C. annuum. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian merupakan ekstrak metanol biji A. muricata dengan konsentrasi P0 (0%), P1 (0,25%), P2 (0,5%), P3 (1%), P4 (2%), P5 (4%). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 Perlakuan dan 4 ulangan. Aplikasi ekstrak biji A. muricata dilakukan dengan cara disemprot menggunakan sprayer pada saat tanaman berumur 2 MST (Minggu Setelah Transplanting) hingga 11 MST, dengan interval 1 minggu. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak metanol A. muricata tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun total akan tetapi berpengaruh nyata terhadap produksi jumlah buah total pada perlakuan konsentrasi ekstrak 1%. Panen pertama menghasilkan 49 buah dengan bobot total 977 g, dan rata-rata bobot sebesar 19.94 g/tanaman untuk setiap buah. In Indonesia, the Capsicum annuum plant is consumed fresh or as a processed product. The increasing need for C. annuum in Indonesia has resulted in a large demand for this commodity in the market. Decreased yields can be influenced by various factors during cultivation, one of which is the presence of plant-disturbing organisms. This study aims to determine the effect of giving the methanol extract of Annona muricata seeds (the first word should not be abbreviated) on plant height, total leaf number, and total fruit number in C. annuum plants. The treatment tested in the study was methanol extract of A. muricata seeds with concentrations P0 (0%), P1 (0.25%), P2 (0.5%), P3 (1%), P4 (2%), P5 ( 4%). The design used was a randomized block design (RBD) with 6 treatments and 4 repetitions. The application of A. muricata seed extract was carried out by spraying using a sprayer when the plants were 2 WAP (Week after Transplanting) to 11 WAP, with an interval of 1 week. The results showed that the administration of methanol extract of A. muricata had no significant effect on the parameters of plant height and total leaf number however, it had a significant effect on the total number of fruit production in the 1% extract concentration treatment. The first harvest produced 49 fruit with a total weight of 977 g, and an average weight of 19.94 g/plant for each fruit. 
Potensi Ekstrak Biji Alpukat Untuk Priming Benih Kedelai Hitam pada Fase Perkecambahan dalam Kondisi Cekaman Salinitas Maman Suryaman; Yanto Yulianto; Reineckia Aprina Amanah
Media Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v8i2.8659

Abstract

Fase perkecambahan termasuk salah satu fase yang peka terhadap cekaman abiotik termasuk cekaman salinitas. Priming benih dapat meningkatkan viabilitas benih sekaligus mereduksi dampak negatif cekaman salinitas. Tujuan dari riset ini adalah untuk mempelajari potensi priming benih dari ekstrak biji akpukat dalam memitigasi cekaman salinitas pada fase perkecambahan kedelai hitam. Percobaan dilakukan di Rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi dari bulan April sampai bulan Juli 2021, dengan menggunakan rancangan acak kelompok yang berpola faktorial. Faktor 1 = priming ekstrak biji alpukat (0%, 1%, 3%, dan 5%), dan faktor 2 = cekaman salinitas (DHL= 0,87 dS m-1 , 10,92 dS m-1), dan 17,77 dS m-1). Analisis statistik menggunakan Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil riset ini menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat, dengan IC50 = 22,83 µg mL-1. Priming benih dengan ekstrak biji alpukat dan cekaman salinitas tidak menimbulkan pengaruh interaksi secara signifikan terhadap perkecambahan benih kedelai hitam. Secara mandiri cekaman salinitas menimbulkan dampak negatif bagi perkecambahan benih kedelai hitam, sebaliknya priming benih menggunakan ekstrak biji alpukat berpotensi dapat memitigasi dampak cekaman salinitas serta meningkatkan viabilitas benih kedelai hitam.     The germination phase is one of the phases that is sensitive to abiotic stress, including salinity stress. Seed priming can increase seed viability while reducing the negative impact of salinity stress. The aim of this research is to study the potential of seed priming from avocado seed extract in mitigating salinity stress in the germination phase of black soybeans. The experiment was carried out in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, Siliwangi University from April to July 2021, using a randomized block design with a factorial pattern. Factor 1 = avocado seed extract priming (0%, 1%, 3%, and 5%), and factor 2 = salinity stress (EC = 0.87 dS m-1, 10.92 dS m-1), and 17 .77 dS m-1). Statistical analysis used Anova and continued with the Duncan test. The results of this research show that avocado seed extract shows very strong antioxidant activity, with IC50 = 22.83 µg mL-1. Priming seeds with avocado seed extract and salinity stress did not have a significant interaction effect on black soybean seed germination. Independently, salinity stress has a negative impact on black soybean seed germination, on the other hand, seed priming using avocado seed extract has the potential to mitigate the impact of salinity stress and increase the viability of black soybean seeds. 
PENGUJIAN SIFAT BIOHERBISIDA EKSTRAK TUMBUHAN Tetracera indica L. Merr DAN SENYAWA WOGONIN PADA GULMA UJI DAN TANAMAN Sukmawati, Riska; Guntoro, Dwi; Junaedi, Ahmad
Media Pertanian Vol 9, No 2 (2024): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v9i2.12059

Abstract

Tumbuhan T. indica  memiliki zat alelokimia yang dapat berperan sebagai bioherbisida. Salah satu zat alelokimia yang diduga mampu menghambat perkecambahan gulma yaitu senyawa wogonin. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih Fakutas Pertanian IPB pada bulan Oktober 2018 sampai dengan Juni 2019. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu senyawa wogonin konsentrasi 80 ppm, ekstrak T. indica  13.75 ppm dan kontrol dengan empat ulangan dihasilkan 36 satuan unit percobaan disusun pada cawan petri kemudian diberi alas satu lembar kertas Whatman no.1. Setiap cawan petri disusun 10 butir biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa wogonin dapat menghambat perkecambahan gulma uji Asystasia gangetica, Echinochloa crus-galli dan tanaman indikator (sorgum) ditandai dengan penurunan panjang plumula dan radikula. Penghambatan perkecambahan oleh senyawa wogonin lebih rendah pada benih sorghum yaitu pada persentase perkecambahan akhir (PPA) 57.5% dibandingkan dengan penghambatan oleh ekstrak T. indica  sebesar 72.5%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa selain wogonin terdapat zat alelokimia lainnya yang berperan dalam proses penghambatan perkecambahan. T. indica plants have allelochemical substances that can act as bioherbicides. One of the allelochemical substances that can inhibit weed germination is wogonin compounds. The research was conducted at the Laboratory of Storage and Quality Testing of the Agriculture Faculty of IPB from October 2018 to June 2019. The study used a completely randomized design (CRD) of one factor, the wogonin compound with four replications. The treatments tested were control, standard 80 ppm wogonin compounds and T. indica extract 13.75 ppm, 36 units of experimental units were arranged on a petri dish then given a sheet of Whatman paper no.1. Each petri dish is arranged in 10 seeds. The results showed that wogonin proved to inhibit weeds and sorghum as indicator plants characterized by a long decline plumula and radicles Asystasia gangetica, decreased in radicle length in Echinochloa crusgalli weeds and affect the length of abnormal curly radicles in sorghum indicator plants. Inhibition of germination by wogonin compounds was lower in sorghum seeds ie at the percentage of final germination (PPA) of 57.5% compared with inhibition by T. indica  extract of 72.5%. These results indicated that the inhibition of test weeds and indicator plants by T. indica extract in addition to wogonin compounds was also caused by other allelochemical substances contained in T.indica extract.
VARIABILITAS FENOTIPE GALUR HARAPAN MENTIMUN (Cucumis sativus) BUAH KECIL BERWARNA HIJAU SEDANG GENERASI 3 Alim, Ahmad Fathul; Rajiman, Rajiman; Aziza, Elea Nur
Media Pertanian Vol 9, No 2 (2024): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v9i2.12323

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui variabilitas karakter fenotipe mentimun galur harapan ukuran buah kecil berwarna hijau sedang generasi 3. Penelitian  telah dilaksanakan bulan Maret - Mei 2024 di Teaching Factory Karangsari, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogjakarta. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 varietas mentimun yaitu AGB KE 0316, KE 4723, dan 01.08. Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan single plant yaitu dengan menanam dan mengamati setiap individu tanaman hasil persilangan. Analisis data karakter kualitatif mengacu pada pedoman dengan deskriptif. Analisis data keragaman dianalisis dengan dendogram. Hasil penelitian dari variabilitas galur harapan yang diamati diperoleh 3 klaster yang dihasilkan yaitu klaster kulit buah hijau sedang, hijau sedang bentuk ujung buah runcing, dan hijau terang menghasilkan dendogram dengan koefisien tingkat kemiripan 0-50 %. Hal ini disebakan karena terdapat perbedaan keragaman pada bagian bentuk daun, intensitas warna dasar kulit dan bentuk ujung buah. Kode tanaman terpilih dalam penelitian ini adalah 01.08.05 dengan sifat kecil dengan memiliki karakter kulit buah berwarna hijau sedang. The study aims to determine the variability of phenotypic characters of cucumber small green fruit size hopeful strains of generation 3. The research was conducted in March - May 2024 at Teaching Factory Karangsari, Wedomartani, Ngemplak, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. The materials used in this study were 3 cucumber varieties namely AGB KE 0316, KE 4723, and 01.08. The research method used a single plant experimental design by planting and observing each individual plant of the cross. Data analysis of qualitative characters refers to the guidelines with descriptive. Data analysis of diversity was analysed by dendrogram. The results of the research from the variability of the observed hope strains obtained 3 clusters, namely the cluster of medium green fruit skin, medium green pointed fruit tip shape, and bright green produced a dendrogram with a similarity level coefficient of 0-50%. This is because there are differences in diversity in the shape of the leaves, the intensity of the basic colour of the skin and the shape of the tip of the fruit. The selected plant code in this study is 01.08.05 with a small trait with a medium green fruit skin character.
RESPON PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF KEDELAI VARIETAS ANJASMORO DENGAN PEMBERIAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA PADA CEKAMAN KEKERINGAN Lismayanti, Lesi; Suryaman, Maman; Suhardjadinata, Suhardjadinata
Media Pertanian Vol 9, No 2 (2024): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v9i2.12387

Abstract

Salah satu permasalahan dalam usaha budidaya tanaman secara intensif di Indonesia adalah cekaman kekeringan yang menyebabkan ketersediaan air tanah menjadi rendah sehingga tidak mencukupi kebutuhan tanaman. Salah satu upaya mengatasi kondisi cekaman kekeringan yaitu dengan pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan cekaman kekeringan terhadap perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif kacang kedelai. Artikel dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Maret tahun 2024. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK pola faktorial diulang sebanyak tiga kali dengan faktor pertama yaitu  konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteri diantaranya: 0%, 1%, 1,5%, 2% dan 2,5% dan faktor kedua pada kadar air tanah 100 % kapasitas lapang dan 50 % kapasitas lapang. Hasil artikel menunjukan bahwa pada fase perkecambahan terdapat interaksi antara konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria dengan cekaman kekeringan terhadap kecepatan tumbuh dan panjang hipokotil, sedangkan pada fase pertumbuhan vegetatif terdapat interaksi terhadap tinggi tanaman  pada umur 21 dan 30 hari setelah tanam. Secara mandiri konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria berpengaruh terhadap daya kecambah, bobot kering kecambah, dan panjang epikotil. Pada fase perkecambahan konsentrasi yang berpengaruh baik yaitu 1,5 % dan 2 %. Pada fase pertumbuhan vegetatif konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria yang berpengaruh baik terhadap jumlah daun, volume akar, bobot kering akar, bobot kering pupus, ratio pupus akar dan bobot kering tanaman konsntrasi 2 % dan 2,5 %. One of the problems in intensive plant cultivation in Indonesia is drought stress which causes groundwater availability to become low so that it is not sufficient for plant needs. One of the efforts to overcome drought stress conditions is by giving Plant Growth Promoting Rhizobacteria. This research aims to determine the effect of the interaction between giving Plant Growth Promoting Rhizobacteria and drought stress on the germination and vegetative growth of soybeans. The research was carried out from February to March 2024. The research design used was RAK factorial pattern repeated three times with the first factor being the concentration of Plant Growth Promoting Rhizobacteri including: 0%, 1%, 1.5%, 2% and 2.5% and the second factor is soil moisture content at 100% field capacity and 50% field capacity. The research results showed that in the germination phase there was an interaction between the concentration of Plant Growth Promoting Rhizobacteria and drought stress on growth speed and hypocotyl length, while in the vegetative growth phase there was an interaction on plant height at 21 and 30 days after planting. Independently, the concentration of Plant Growth Promoting Rhizobacteria influences germination capacity, dry weight of sprouts, and epicotyl length. In the germination phase, the concentrations that have a good effect are 1.5% and 2%. In the vegetative growth phase, the concentration of Plant Growth Promoting Rhizobacteria had a good effect on the number of leaves, root volume, root dry weight, shoot dry weight, root shoot ratio and plant dry weight, concentrations of 2% and 2.5%.
PENINGKATAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KACANG HIJAU YANG TELAH MENGALAMI DETERIORASI MELALUI TEKNIK MATRICONDITIONING Nurhalim, Rofi; Wahyuni, Ari; Tianigut, Gut; Andini, Siti Novridha
Media Pertanian Vol 9, No 2 (2024): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v9i2.11661

Abstract

Salah satu jenis kacang-kacangan terbesar ketiga di Indonesia adalah kacang hijau.  Viabilitas dan vigor benih yang digunakan dalam praktik budidaya dipengaruhi oleh mutu mutu benih selama penyimpanan. Deteriorasi yang terjadi selama penyimpanan menyebabkan penurunan mutu benih kacang hijau. Limbah pertanian seperti arang sekam, serbuk gergaji dan cocopeat dapat dijadikan sebagai bahan matriconditioning untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih yang telah mengalami deteriorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media matriconditioning terhadap viabilitas dan vigor benih kacang hijau yang telah mengalami deteriorasi. Penelitian menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Split-Plot dengan tiga ulangan. Petak utama terdiri dari varietas kacang hijau (Vima 1, Vima 2, dan Vima 4) dan anak petak yaitu media matriconditioning (kontrol, serbuk gergaji, arang sekam, serbuk cocopeat, abu gosok). Variabel yang diamati berupa daya berkecambah (DB), indeks vigor (IV), kecepatan tumbuh (KCT), keserempakan tumbuh (KST), dan daya hantar listrik (DHL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan matriconditioning menggunakan arang sekam merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih kacang hijau. Varietas Vima 4 merupakan varietas yang memberikan respon terbaik terhadap daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan daya hantar listrik. One of the third largest legume crops in Indonesia is mung bean. When low-quality seeds are used, it can have an impact on the viability and vigor of mung bean seeds that are used for cultivation. Seed quality decreases during storage. Agricultural waste, specifically husk charcoal, sawdust, dan cocopeat, can be used as matriconditioning materials to improve the viability and vigor of seeds that have deteriorated. This study aims to determine the effect of matriconditioning medium dengan agricultural waste affects the viability and vigor of deteriorated mung bean seeds. The study was organized using a Split-Plot Completely Randomized Design (CRD) with three replications. The main plots (Vima 1, Vima 2, and Vima 4) included the mung bean types, and the subplots included the matriconditioning medium (control, sawdust, husk charcoal, cocopeat powder, scouring ash). Rates of germination (DB), vigor index (IV), growth rate (KCT), growth uniformity (KST), and electrical conductivity (DHL) were observed. The results showed that matriconditioning treatment using husk charcoal was the best treatment to enhance the viability and vigor of mung bean seeds. The best variety is Vima 4, which responds to germination, vigor index, growth rate, and electrical conductivity.
PENGARUH COATING BENIH DENGAN PGPR DAN JENIS BAHAN PELAPIS TERHADAP VIABILITAS BENIH PADI Sudewi, Sri; Idris, Idris; Tiara, Tiara; Saleh, Abdul Rahim
Media Pertanian Vol 9, No 2 (2024): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v9i2.12544

Abstract

Keberhasilan pertumbuhan dan hasil panen tanaman salah satu faktornya ditentukan adalah viabilitas benih. Teknologi coating benih atau pelapisan benih merupakan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan viabilitas benih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aplikasi PGPR pada proses pelapisan benih dan mengidentifikasi jenis bahan pelapis yang efektif terhadap peningkatan viabilitas benih padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan sehingga diperoleh 18 unit uji perkecambahan. Perlakuan terdiri dari kombinasi suspensi PGPR konsorsium rizobakteri (genus Bacillus sp, Bacillus amylolquifaciens) dan berbagai macam bahan pelapis (bubuk kelor, bubuk kopi, bubuk kunyit, tapioka, dan brown sugar). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan coating benih kombinasi PGPR dan bahan pelapis bubuk kelor memberikan kombinasi yang efektif terhadap rata-rata daya kecambah (59,92%), keserempakan tumbuh maksimum (47,67%KN/etmal), jumlah kecambah normal (65,00 biji), benih keras (2,33 biji), dan rata-rata benih mati (3,33 biji) dibandingkan perlakuan lainnya. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan teknologi pelapisan benih yang lebih efisien, hemat biaya dan ramah terhadap lingkungan sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian sebagai upaya menjaga ketahanan pangan. The success of plant growth and yield is determined by seed viability. Seed coating technology is a solution that can be applied to increase seed viability. This study aims to analyze the application of PGPR in the seed coating process and identify the type of coating material that is most effective on rice seed viability. This study used a completely randomized design (CRD) with six treatments and three replications to obtain 18 germination test units. The treatments consisted of a combination of PGPR suspension of rhizobacterial consortium (genus Bacillus sp, Bacillus amylolquifaciens) and various coating materials (Moringa powder, coffee powder, turmeric powder, tapioca, and brown sugar). The results obtained showed that the seed coating treatment of a combination of PGPR and moringa powder coating material provided an effective combination of average germination (59.92%), maximum growth uniformity (47.67%KN/etm), number of normal sprouts (65.00 seeds), hard seeds (2.33 seeds), and average dead seeds (3.33 seeds) compared to other treatments. The results of this study can be the basis for the development of seed coating technology that is more efficient, cost-effective and environmentally friendly so that it can ultimately contribute to increasing agricultural productivity as an effort to maintain food security.
COMPARATIVE EFFECTIVENESS OF VARIOUS FERTILIZERS IN CONTROLLING ROOT KNOT NEMATODE INFECTION IN OKRA (Abelmoschus esculentus) IN MAKURDI, BENUE STATE Olusesan, Adepoju Isaiah; Ene, Danladi Mary
Media Pertanian Vol 9, No 2 (2024): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v9i2.11839

Abstract

Root knot nematode infection poses a serious threat to Okra cultivation in Nigeria. A field research was conducted at the Teaching and Research Farm of the Federal University of Agriculture, Makurdi, Benue State to offer valuable insights into combating root-knot nematode infections on okra using different fertilizer types. The experiment was designed using a factorial design with three (3) varieties of okra and two fertilizer treatments at different intervals. The seeds were planted two (2) seeds per hole on a spacing of 50cm after which normal agronomic practices were carried out on nematode infested soil. The results indicate that both SuperGro liquid fertilizer and Geese dung have potential in suppressing root-knot nematode infections on okra. Specifically, the application of Geese dung at either 2 or 4 weeks interval demonstrated a notable reduction in root gall index (RGI), suggesting its effectiveness in mitigating nematode damage. Furthermore, the application of Geese dung led to improved yield, manifested through increased fruit size and quantity. However, it's crucial to note that the application of SuperGro fertilizer at a 4-week interval resulted in a significantly higher Root Gall Index (RGI) compared to other treatments. The research highlights the potential of organic fertilizers like Geese dung as a sustainable and effective means of nematode control in okra cultivation. Nonetheless, future studies are warranted to identify the active ingredients in Geese dung responsible for nematode suppression, which could provide valuable insights for refining treatment protocols and enhancing agricultural practices.
Evaluasi Kesuburan Tanah dan Rekomendasi Pemupukan Tanaman Padi di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya Sunarya, Yaya; Yulianto, Yanto; Nirwanto, Yogi; Ramdani, Yagi
Media Pertanian Vol 10, No 1 (2025): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v10i1.12641

Abstract

Kecamatan Cikalong adalah wilayah di bagian Selatan Kabupaten Tasikmalaya yang sedang berupaya untuk meningkatkan produktivas tanaman padi, namun terkendala dengan belum ditetapkannya rekomendasi dosis pupuk spesifik lokasi. Untuk menetapkan rekomendasi dosis pupuk perlu dilakukan kajian-kajian yang terkait dengan evaluasi kesuburan tanah. Penelitian deskriptif dilakukan melalui survei lapangan di enam satuan peta lahan (SPT) untuk mendapatkan data karakteristik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan tanah sawah di Kecamatan Cikalong sedang sampai tinggi. Rekomendasi pemupukan untuk tanah sawah di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan analisis kecukupan hara di dalam tanah adalah N berkisar antara 95 sampai 105 kg, setara dengan 206 sampai 229 kg Urea, dan K2O berkisar antara 46 sampai 47 kg setara dengan 76 sampai 78 kg KCl. Hara P ternyata melebihi nilai kecukupan hara, sehingga tidak perlu memberikan pupuk P.
Minuman Fermentasi Kulit Buah Naga: Optimasi Formulasi Menggunakan Response Surface Methodology (Rsm)- Central Composite Design (Ccd) Fadhila, Putu Tessa; Sasmita, Irene Ratri Andia; Kusumasari, Findi Citra; Kurniawati, Emi; Mardiyanto, Mohammad
Media Pertanian Vol 10, No 1 (2025): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v10i1.14742

Abstract

Kulit buah naga memiliki potensi untuk memberikan manfaat kesehatan dan nilai tambah pada produk pangan. Saat ini, ada permintaan yang terus meningkat untuk produk fermentasi yang berasal dari sumber non-susu, sehingga penelitian tentang minuman fermentasi dari kulit buah naga dapat menjadi solusi yang menarik dan berkelanjutan dalam industri makanan dan minuman fungsional. Tujuan Penelitian untuk mengetahui formulasi optimum minuman fermentasi dari kulit buah naga berdasarkan respon pH dan total BAL yang dihasilkan. Metode pada penelitian ini berupa Responce Surface Methodology dengan desain penelitian Central Composite Design (RSM-CCD) 2 faktor yaitu faktor 1 berupa konsentrasi gula aren (nilai minimum 10% dan maksimum 30%) dan faktor 2 berupa konsentrasi kulit buah naga (nilai minimum 20% dan maksimum 60%).  Proses optimasi dilakukan untuk mendapatkan formula terbaik, dengan hasil menunjukkan formulasi konsentrasi kulit buah naga sebesar 20% dan konsentrasi gula 10% yang menghasilkan nilai respon hasil verifikasi untuk derajat keasaman (pH) sebesar 3,72 dan total Bakteri Asam Laktat sebesar 139,67x10-7 cfu/ml, serta nilai desirability sebesar 0,523. Penelitian ini menambah hasanah ilmu mengenai formulasi meinuman fermentasi kulit buah naga.