cover
Contact Name
HENNY SYAPITRI
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
+6285359022627
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/2/Editorial-Team
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Farmanesia
ISSN : """"     EISSN : 25282484     DOI : https://doi.org/10.51544/jf.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Farmanesia dengan E-ISSN: 2528-2484 merupakan jurnal resmi yang diterbitkan oleh Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia, yang artikelnya dapat diakses dan diunduh secara online oleh publik (open access journal). Jurnal ini merupakan jurnal peer-review yang diterbitkan dua kali setahun dengan topik keunggulan hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktik kefarmasian, teknologi farmasi, dan disiplin ilmu kesehatan yang berkaitan erat. Jurnal ini menerima teks bahasa Indonesia. Berikut ini adalah area penelitian yang menjadi fokus jurnal ini: 1. Farmakologi 2. Farmasetika 3. Biologi Farmasi 4. Kimia Farmasi 5. Farmakognosi 6. Fitokimia
Articles 248 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK VCO (Virgin Coconut Oil) DALAM FORMULASI SEDIAAN MASKER CLAY ALFA-TOKOFEROL SEBAGAI ANTI-AGING DOLOKSARIBU, FERIDAWATY; SURYANO, MONICA
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i2.4599

Abstract

Antioxidants are molecules or compounds that reduce the activity of free radicals by preventing cell oxidation which can be used as anti-aging or preventing premature aging. Vitamin E and lauric acid and oleic acid from VCO oil as antioxidants that can protect the skin from free radicals and which work as moisturizers to prevent dry skin. The purpose of this study was to formulate and evaluate clay mask preparations from alpha-tocopherol and VCO oil as anti-aging. The clay mask preparation was formulated using bentonite, xanthan gum, kaolin, glycerin, sodium lauryl sulfate, titanium dioxide, nipagin, BHT, distilled water, perfume and with the addition of alpha-tocopherol and VCO oil with concentrations of 1%:5%, 1, respectively. %:7%, and 1%:9%. Tests on clay mask preparations include homogeneity test, stability test, pH test, irritation test, mask drying time test and measurement of anti-aging effectiveness using a skin analyzer on volunteers' faces. The results of the treatment carried out for four (4) weeks got better with increasing water content (22.33 to 40.66), pore size getting smaller (39.66 to 20.00), stains getting smaller (40.66 to 21 ,00), wrinkles are decreasing (34.00 to 16.00). The conclusion of this study is that alpha-tocopherol and VCO oil can be used as anti-aging in clay mask preparations, meet the quality requirements of the preparation and do not cause irritation during use and provide a good anti-aging effect for four (4) weeks of treatment.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN LABU KUNING (Cucurbita moschata Duchesne.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Sihotang, Febri Yanti
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i2.4600

Abstract

Pumpkin leaves (Cucurbita moschata Duchesne.) is a food ingredient that is often used as a complementary food for breast milk such as porridge and various other processed foods. Pumpkin is known to contain flavonoids, tannins and saponins. This study aimed to test the antibacterial activity of pumpkin leaf extract (Cucurbita moschata Duchesne.) against bacteria and Staphylococcus aureus. Antibacterial activity was tested by disc diffusion method. The ethanol extract of pumpkin leaves was made using the cold method, namely maceration using 70% ethanol, then obtained a thick extract using a rotary evaporator and a water bath. The results of the examination were 4.60% water content, 19.11% water soluble extract, 23.42% ethanol soluble extract, 5.87% total ash content, 0.68% acid insoluble ash content. The results of this study showed the antibacterial activity of ethanol extract of pumpkin leaves at various concentrations of 10% (21.56 mm), 20% (22 mm), 30% (22.56 mm), 40% (22.56 mm) DMSO 10% as a negative control (-) and chloramphenicol as a positive control (40.66 mm). So it can be concluded that the ethanol extract of pumpkin leaves has good antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria.
FORMULATION OF GEL MASK MASK- Off EXTRACT ARABIKA COFFEE LEAF ETANOL (Coffea Arabica) AS ANTI- AGING Sihombing, Juliana
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i2.4606

Abstract

Arabica coffee leaves (coffea Arabica L.) are known to contain flavonoids which have antioxidant activity. This study aims to find out whether arabica coffee leaf extract can be formulated in the form of anti-meat pell-off gel mask preparations. The gel dosage formula is made by comparing the concentration of arabica coffee leaf ethanol extract with formulas 1%, 3% and 5% . The gel that is formed is tested for physical properties and stability. viscosity value of viscosity of 7500-27050cps, spread power of 5-.7.5 cm. Pell-off mask preparation for homogeneous produced arabica coffee leaf ethanol extract, PH 5.1-6.1 stable in 4 weeks storage, non-irritating to the skin and long drying 22-30 minutes, Arabica coffee leaf ethanol pell-off gel mask provides better anti-aging effectiveness for 4 weeks compared to blank. The F3 pell-off gel mask (5%) provides a better anti-aging effect than other formulas.
FORMULASI SEDIAAN HAND SANITIZER GEL DARI EKSTRAK ETANOL GOJI BERRY (Lycium barbarum L.) Chandra, Devina; Suryani, Monica; Tandiono, Steven; Wahyuni, Sri
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i2.4607

Abstract

Hand sanitizer merupakan produk pembersih tangan yang banyak digunakan masyarakat, karena cara pemakaiannya yang praktis. Penelitian inimencari alternatif untuk mengurangi penggunaan alkohol dengan cara memakai bahan alam yang lebih aman seperti ekstrak etanol goji berry (Lycium barbarum L.), karena goji berry memiliki kandungan flavonoid yang sangat tinggi sehingga dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan  kuman. Tujuaan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak etanol goji berry dapat dijadikan sebagai sediaan hand sanitizer gel yang memenuhi mutu fitokimia. Metode yang dilakukandalam penelitiaan ini meliputi, pembuatan ekstrak etanol goji berry dengan etanol 96%, yang selanjutnya diformulasikan menjadi sediaan hand sanitizer gel dengan konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20%, dan dilakukan evaluasi mutu sediaan tersebut. Hasil dari pengujiaan evaluasi yang dilakukan terhadap kelima sediaan, yaitu uji organoleptis menunjukkan semakin tinggi konsentrasinya maka warna sediaan akan semakin pekat, bentuk semi padat dan aromanya berbau khas. Uji homogenitas ditunjukkan dengan tidak adanya butiran kasar pada sediaan. Uji daya sebar untuk F0 (6,23), F1(6,33), F2 (6,16), F3 (6,33), dan F4 (6,53) cm. Uji pH sediaan yang diperoleh F0 (6,5), F1 (5,9), F2 (5,1), F3 (4,2), dan F4 (4,0). Uji viskositas menunjukkan sediaan F0 (10.400), F1 (6.000), F2 (7.600), F3 (5.600), dan F4 (4.000) cPs, semua sediaan memenuhi persyaratan sesuai SNI. Uji iritasi menunjukkan semua sediaan memberikan hasil negative. Warna, bau, dan bentuk sediaan gel yang lebih disukai venalis adalah F2 dengan konsentrasi 10%, tetapi sediaan yang memenuhi standar untuk sediaan hand sanitizer gel adalah F1 dengan konsentrasi 5%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol goji berry dapat diformulasikan sebagai hand sanitizer gel dan memenuhi persyaratan evaluasi dan mutu fitokimia.
EVALUASI PROTAP RECALL DI PEDAGANG BESAR FARMASI PT. MILLENNIUM PHARMACON INTERATIONAL TBK CABANG MEDAN Surbakti, Christica Ilsanna; Waruwu, Syukur Berkat; Tampubolon, Manuppak Irianto
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i1.4873

Abstract

Penarikan kembali suatu produk atau lebih dikenal dengan product recall Hal ini biasa terjadi pada produk cacat yang disebabkan oleh kelalaian perusahaan pada saat produksi. Produsen melakukan tindakan product recall untuk meningkatkan citra produsen dan menjaga kepercayaan konsumen, karena produsen tentunya tidak ingin kehilangan konsumennya. Adapun tujuan recall adalah menjamin proses penarikan obat dari seluruh gudang (pusat/cabang) dan/atau pelanggan dalam batas waktu yang telah ditentukan, dengan prinsip: tepat waktu, dalam jumlah yang tepat, dan dengan proses yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. sesuai petunjuk BPOM/prinsipal agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat
PENERAPAN PELATIHAN CDOB DI PT. MILLENNIUM PHARMACON INTERNATIONAL TBK. IMPLEMENTATION OF CDOB TRAINING AT PT. MILLENNIUM PHARMACON INTERNATIONAL TBK Sianipar, Artha Yuliana; Tarigan, Modesta Hamoni
Jurnal Farmanesia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v8i2.4874

Abstract

Abstrak laporan praktek kerja pendidikan profesi apoteker pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) di PT. Millennium Pharmacon International Tbk., cabang Medan, fokus pada studi kasus Praktik Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Praktek kerja ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktisi dalam memastikan pendistribusian obat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk menjaga mutu dan integritas produk farmasi. Melalui serangkaian pelatihan CDOB, para praktisi mengajarkan tentang peraturan, standar operasional prosedur (SOP), serta pengelolaan dan penyimpanan obat yang baik. Evaluasi kerja praktek ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan praktik, khususnya pada aspek pengelolaan stok, pemantauan suhu, dan penanganan produk sesuai spesifikasi. Hasil tersebut menunjukkan pentingnya pelatihan CDOB dalam memastikan distribusi obat yang efektif dan efisien di PBF, serta kontribusinya dalam mendukung upaya penjaminan mutu produk farmasi di Indonesia.
PROTAP PENANGANAN OBAT PALSU PT. PENTA VALENT CABANG MEDAN Tarigan, Modesta Harmoni; Fitri, Raissa; Supartiningsih
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i2.4876

Abstract

Obat Palsu adalah obat yang diproduksi oleh pihak yang tidak berhak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau produksi obat dengan penandaan yang meniru identitas obat lain yang telah mempunyai izin edar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa itu obat palsu, tujuan dan tata cara penanganan obat palsu, serta cara mengetahui obat palsu. Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti berita atau informasi mengenai obat palsu yang terdapat di pasaran melalui Surat Pemberitahuan dari BPOM dan Prinsipal, serta dari media. Hasil penarikan dari gerai dan stok di gudang adalah obat palsu dilaporkan ke Balai POM/Balai POM setempat dengan melampirkan Berita Acara, dengan tembusan Badan POM dan Kantor Pusat PT. Penta Valent.
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI PT. MILLENIUM PHARMACON INTERNATIONAL TBK CABANG MEDAN Sianipar, Artha Yuliana; Surbakti, Christica Ilsanna; Tarigan, Modesta Harmoni
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i1.4877

Abstract

Kesehatan merupakan faktor penting bagi keberhasilan pembangunan nasional. Upaya Kesehatan adalah kegiatan memelihara dan meningkatkan kesehatan yang bertujuan untuk menciptakan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no. 1148/MENKES/PER/VI/2011 tentang Pedagang Besar Farmasi adalah perusahaan berbentuk badan hukum yang mempunyai izin untuk melakukan pengadaan, penyimpanan, peredaran obat dan/atau bahan obat dalam jumlah besar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman calon apoteker tentang cara penyimpanan obat/bahan obat di Pedagang Besar Farmasi. Metode yang digunakan adalah penyimpanan tindakan korektif dan preventif (CAPA). untuk pembahasannya cara penyimpanan produk jadi di PBF MPI yaitu barang disimpan sesuai ketentuan masing-masing, tempatkan barang sesuai suhu penyimpanannya. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah MPI yaitu PBF PT. MPI Cabang Medan merupakan salah satu pedagang besar farmasi yang telah memenuhi beberapa aspek Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dalam setiap kegiatannya.
IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEM (DRPs) PADA PASIEN DISPEPSIA DI KLINIK UTAMA NEHEMIA MEDAN Br Ginting, Grace Anastasia; Surbakti, Christica Ilsanna; Marbun, Eva Diansari
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i2.4879

Abstract

Dispepsia menggambarkan suatu keluhan atau kumpulan gejala (sindrom) yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman pada daerah epigastrium, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa penuh, bersendawa, dan rasa terbakar di dada. Identifikasi Masalah Terkait Obat dalam pengobatan penting dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan, kematian, dan biaya terapi obat. Hal ini akan sangat membantu dalam meningkatkan efektivitas terapi obat, terutama pada penyakit yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan pengumpulan data retrospektif kemudian dikaji dan dianalisis. Data yang diperoleh berupa rekam medis pasien dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya Drug Associated Problems (DRPs) pada pasien dispepsia di Klinik Utama Nehemia Medan pada bulan Januari sampai Maret 2023. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 68 pasien, terdapat 3 pasien (4,41%) yang mengalami DRP, sedangkan 65 pasien (95,59%) tidak mengalami DRP dengan kategori DRP berhubungan dengan interaksi obat yang tidak diinginkan.
POLA PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK DAN ANTIPIRETIK DENGAN RESEP DOKTER DI APOTEK UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA MEDAN Br Ginting, Grace Anastasia; Prayoga, Andre; Tampubolon, Manuppak Irianto
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i1.4880

Abstract

Analgesik atau yang sering disebut dengan obat pereda nyeri merupakan zat yang dapat mengurangi atau memblokir rasa sakit tanpa menghilangkan kesadaran. Pola peresepan obat analgesik dan antipiretik yang tidak tepat juga sering menimbulkan efek samping dan interaksi obat yang menimbulkan reaksi serius dan merugikan obat yang diresepkan dan biasa digunakan untuk mengatasi nyeri, demam, dan proses inflamasi. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pola penggunaan obat analgesik dan antipiretik yang diresepkan oleh dokter di Apotek Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan dan mengetahui pola penggunaan obat analgesik dan antipiretik sesuai dengan pedoman penggunaan. dari analgesik dan antipiretik. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei retrospektif dan dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 82 resep yang mengandung obat analgetik dan antipiretik. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa lembar resep diambil dari 82 lembar resep Analgesik dan Antipiretik di Apotek Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan, diperoleh 39 (42%) lembar resep berisi obat analgesik dan antipiretik sebanyak 47 lembar resep. (51%) dan kombinasi analgesik dan antipiretik sebanyak 6 (7%) lembar resep. Penggunaan obat analgesik dan antipiretik terbanyak pada wanita dengan jumlah resep sebanyak 48 resep (59%). Berdasarkan usia, kasus terbanyak terjadi pada usia 20–59 tahun, yaitu sebanyak 52 resep (63%). Dokter yang memberikan resep obat analgesik dan antipiretik terbanyak adalah dokter umum yaitu sebanyak 65 resep (79,28%). Bentuk sediaan yang paling banyak diresepkan adalah bentuk kapsul sebanyak 64 resep (69,56%). Berdasarkan golongan dan nama analgesik yang paling banyak digunakan adalah Golongan Non Opioid yaitu sebanyak 81 resep (98,79%). Berdasarkan golongan dan nama obat antipiretik yang paling banyak digunakan adalah golongan Paraaminofenol yaitu sebanyak 42 resep (79,25%). Berdasarkan jenis obatnya, yang paling banyak digunakan adalah obat analgesik dan antipiretik generik sebanyak 71 resep (87%). Berdasarkan lama penggunaan obat analgesik dan antipiretik yang paling banyak digunakan adalah tiga hari sebanyak 69 (75%) resep, dan kombinasi analgesik dan antipiretik yang digunakan adalah Parasetamol dan Asam Mefenamat sebanyak 4 resep.