cover
Contact Name
HENNY SYAPITRI
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
+6285359022627
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/2/Editorial-Team
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Farmanesia
ISSN : """"     EISSN : 25282484     DOI : https://doi.org/10.51544/jf.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Farmanesia dengan E-ISSN: 2528-2484 merupakan jurnal resmi yang diterbitkan oleh Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia, yang artikelnya dapat diakses dan diunduh secara online oleh publik (open access journal). Jurnal ini merupakan jurnal peer-review yang diterbitkan dua kali setahun dengan topik keunggulan hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktik kefarmasian, teknologi farmasi, dan disiplin ilmu kesehatan yang berkaitan erat. Jurnal ini menerima teks bahasa Indonesia. Berikut ini adalah area penelitian yang menjadi fokus jurnal ini: 1. Farmakologi 2. Farmasetika 3. Biologi Farmasi 4. Kimia Farmasi 5. Farmakognosi 6. Fitokimia
Articles 248 Documents
OPTIMASI FORMULA LIPOSOM EKSTRAK ETANOL KULIT MARKISA UNGU (Passiflora edulis Sims) DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL Chandra, Devina; Suryani, Monica; Tandiono, Steven; Pasaribu, Yusuf Gunawan
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i1.4586

Abstract

Penghantaran obat mempengaruhi efek obat dalam tubuh menuju organ target, oleh karena itu diperlukan suatu sistem penghantaran obat seperti liposom. Pada pembuatan sediaan liposom membutuhkan optimasi formula pada lecithin dan kolesterol yang merupakan komponen utama pembuatan liposom. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui formula liposom yang optimal dengan variasi lecithin dan kolesterol yang mempunyai efek paling bagus. Penelitian diawali dengan penyiapan dan identifikasi kulit markisa ungu, dilanjutkan dengan memformulasikan menjadi sediaan liposom, serta uji evaluasi mutu liposom. Hasil organoleptik menunjukkan kombinasi lecithin dan kolesterol bentuk cair dengan warna coklat pada F1(4000:40 mg) dan berwarna coklat muda pada F2 (4000:80 mg), F3 (7000:40 mg), dan F4 (7000:80 mg). Uji mutu liposom ekstrak kulit markisa ungu memiliki persentase efisiensi penjerapan yaitu 87,24, 80,45, 87,65, dan 80,74%; nilai ukuran partikel yaitu 733,31; 476,78; 157,03; dan 229,91 nm; nilai viskositas yaitu 1,67; 3,30; 3,79; dan 11,46 cPs; nilai daya sebar yaitu 8,83; 9,46; 8,43; dan 7,93 cm; nilai pH yaitu 5,53; 5,83; 5,56; dan 5,86. Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan formula yang optimal pada sediaan liposom ekstrak kulit markisa ungu dengan perbandingan lecithin 7000 mg dan kolesterol 40 mg; serta F3 memiliki efek paling bagus mendekati prediksi mutu formula liposom yang optimal.
HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT (PIO) DENGANTINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA MATSUM MEDAN Sihombing, Noveria Sinta Marito; Fitri, Widya; Fikrih, Rezzza
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i1.4587

Abstract

Pelayanan Informasi Obat adalah kegiatan penyediaan dan pemberian informasi, rekomendasi obat yang independen, akurat, tidak bias, dan komprehensif yang dilakukan oleh farmasis kepada dokter, farmasis, perawat, profesi kesehatan lainnya serta pasien. Kepuasan pasien merupakan ukuran mutu pusat kesehatan nasional yang harus dicapai dan dipenuhi oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelayanan informasi obat dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kota Matsum. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner kepada responden. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang berobat di Puskesmas Kota Matsum Medan sejumlah 91 responden. Data di analisis secara deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara pelayanan informasi obat dengan kepuasan pasien menggunakan metode analisis data Chi-Square. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini ialah uji statistik Chi-Square di dapatkan p-value 0,045 (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan Pelayanan Informasi Obat (PIO) dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kota Matsum Medan. Distribusi frekuensi Pelayanan Informasi Obat dengan kategori baik sebanyak 50 responden (54.9%) dan tidak baik 41 responden (45,1%). Distribusi Frekuensi Kepuasan Pasien dengan kategori puas sebanyak 54 responden (59,3%) dan tidak puas 37 responden (40,7%).
FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT DARI EKSTRAK UMBI WORTEL (Daucus Carota L.) SEBAGAI PELEMBAB Furqan, Mainal; Simamora, Santy; Rumela, Nuranti
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i1.4588

Abstract

Tumbuhan wortel mempunyai kandungan senyawa fenol, serta antioksidan alami yaitu provitamin A serta karotenoid. Betakaroten dalam umbi wortel (Daucus carota L.) bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit, melembutkan kulit sehingga kulit selalu tampak berseri. Oleh karena itu umbi wortel memungkinkan untuk digunakan sebagai bahan aktif pada pembuatan sabun. Tujuan penelitian untuk mengetahui umbi wortel (Daucus carota L.) dapat diformulasikan kedalam sediaan sabun mandi padat yang berfungsi sebagai sabun pelembab kulit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental yaitu melakukan percobaan membuat formulasi sabun mandi padat dari umbi wortel dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Uji yang dilakukan pada penelitian ini meliputi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa, uji alkali bebas, uji iritasi terhadap kulit sukarelawan, uji kelembaban terhadap kulit sukarelawan, dan uji hedonik terhadap penelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak umbi wortel dapat diformulasikan menjadi sabun mandi padat. Yang memiliki pH pada kisaran 8-11 dan memiliki busa yang cukup tinggi serta tidak menimbulkan iritasi terhadap kulit sukarelawan dan dapat meningkatkan kelembaban terhadap kulit sukarelawan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah umbi wortel dapat diformulasikan kedalam sediaan sabun mandi padat sebagai pelembab.
ANALISIS KETERSEDIAAN OBAT INDIKATOR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN MEDAN AREA TAHUN 2022 Zebua, Mercy Martyanis; Fitri , Widya; Fikrih, Rezza
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i2.4589

Abstract

Obat indikator adalah 40 item obat esensial dan 5 item vaksin IDL (Imunisasi Dasar Lengkap) yang terdapat di Puskesmas. Obat esensial dan vaksin adalah komoditi kesehatan yang menjadi salah satu kebutuhan dasar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan merupakan barang publik yang perlu dijamin ketersediaannya dalam upaya pemenuhan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase ketersediaan obat indikator di wilayah kerja Puskesmas kecamatan Medan area tahun 2022. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni tahun 2023, menggunakan desain survei. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Puskesmas Medan area selatan, Puskesmas sukaramai dan Puskesmas Kota matsum. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan Microsoft Excel, dan ketersediaan obat indikator dihitung dalam persentase dan dibandingkan dengan standar nasional yang telah ditetapkan oleh Kementerian kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga Puskesmas sekecamatan Medan area selatan memenuhi standar tingkat ketersediaan obat esensial selama tahun 2022 yaitu diatas 81%. Sedangkan persentase tingkat ketersediaan vaksin IDL selama tahun 2022 diatas 95% hanya Puskesmas Kota matsum (100%). Akibat dari kurangnya ketersediaan obat indikator dapat mempengaruhi kualitas pelayanan kefarmasian yang diberikan kepada masyarakat.
UJI AKTIVITAS ANALGESIK EKTRAK ETANOL DAUN MARKISA (Passiflora edulis simsss) TERHADAP MENCITPUTIH JANTAN (Muss mucculus) DENGAN METODE PLAT PANAS Gultom, Elfrida; Nurfadhilah, Dhea; Lifiani, Rialita
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i2.4590

Abstract

Daun Markisa (Passiflora edulis simss) secara tradisional dimanfaatkan sebagai penanganan disentri dan insomnia. Beberapa kandungan senyawa yang terkandung pada Daun Markisa yaitu flavonoid yang digunakan sebagai analgesik. Daun Markisa ini diambil dengan metode purposive sampling yang berasal dari daerah Desa Tiga Balata, Kecamatan Jorlang Hataran, Simalungun, Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas analgesik ekstrak etanol daun markisa (Passiflora edulis simss) terhadap mencit putih jantan. Pengujian pada penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan metode hot plate. Ekstrak etanol daun markisa (EEDM) diperoleh dari proses maserasi dengan pelarut etanol 96% dan ekstrak digunakan pada mencit putih jantan (muss mucculus) yang dibagi menjadi 3 dosis ekstrak yaitu 50 mg/KgBB, 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB. Digunakan pula suspensi Na-CMC 0,5% sebagai kontrol negatif dan asam mefenamat 500 mg sebagai kontrol positif. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji Post Hoc Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EEDM dapat memberikan efektivitas analgesik terhadap mencit putih jantan. Dosis terbaik EEDM pada mencit terdapat pada dosis 50mg/kgBB dengan proteksi adalah 63,02% dan persen efektifitas 94,06%. Dosis 100mg/kgBB dengan proteksi adalah 59,28% dan persen efektifitas 95,97% dan 200 mg/kgBB dengan proteksi adalah 62,21 dan persen efektifitas 97,97%. Dosis ekstrak etanol daun markisa (Passiflora edulis simss) yang paling efektif sebagai analgetik adalah dosis pemberian oral sebanyak 200 mg/kgBB menujukkan efek hampir sama dengan kontrol positif (pemberian asam mefenamat).
HUBUNGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DENGAN KEBERHASILAN TERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PANGKALAN BUDIMAN TAHUN 2023 Sembiring, Jimmy Semsion; Thaib, Cut Masyithah; Furqan, Mainal
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i2.4592

Abstract

Menurut WHO, sekitar 972 juta (26,4%) penduduk dunia menderita hipertensi dan diperkirakan akan meningkat menjadi 29,2% pada tahun 2025. Berdasarkan hasil riset dari Riskesdas 2018, Kabupaten Serdang Bedagai yang mendapat nilai prevalensi 26,25% yang termasuk kategori kecil jika dibandingkan dengan kabupaten lain. Namun di salah satu puskesmas yaitu Puskesmas Pangkalan Budiman masih mengalami kasus hipertensi yang tinggi tiap bulannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dengan keberhasilan terapi hipertensi dan mengamati karakteristik pasien hipertensi yang berada di Puskesmas Pangkalan Budiman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Pada penelitian ini diambil sampel populasi pasien hipertensi dengan menggunakan quota sampling yaitu sebanyak 90 sampel, dan kuesioner digunakan sebagai alat untuk menentukan kepatuhan minum obat dengan kriteria rendah, sedang dan tinggi, serta rekam medis pasien digunakan untuk menentukan kesuksesan terapi dengan kriteria berhasil dan tidak berhasil. Analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas Pangkalan Budiman mayoritas berumur 51-60 tahun berjenis kelamin perempuan dengan tingkat pendidikan terbanyak yaitu tidak sekolah dan telah menderita penyakit hipertensi > 1 tahun. Kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Pangkalan Budiman yaitu paling tinggi terdapat pada pasien dengan kepatuhan rendah sebanyak 43,3%, kepatuhan sedang sebanyak 15,6% dan kepatuhan tinggi sebanyak 41,1%. Keberhasilan terapi pada pasien hipertensi di Puskesmas Pangkalan Budiman yaitu pasien yang berhasil sebanyak 74,4% dan pada pasien yang tidak berhasil sebanyak 25,6%. uji Chi Square didapatkan Pvalue 0,001 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kepatuhan penggunaan obat dengan keberhasilan terapi pasien hipertensi di Puskesmas Pangkalan Budiman.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PENYUNTIKAN INSULIN SECARA MANDIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT TK IV IM 07.02 KOTA MEULABOH Al Munawarah, AL; Thaib, Cut Masyithah; Susanti, Julia
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i2.4593

Abstract

Penyuntikan insulin secara mandiri memerlukan keterampilan, cara atau protokol dan pengetahuan yang baik agar tidak beresiko saat melakukan penyuntikan insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien diabetes mellitus dengan kemampuan melakukan penyuntikkan insulin secara mandiri di rumah sakit Tk IV IM 07.02 Kota Meulaboh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 105 pasien yang menggunakan insulin pen. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah sampel 51 pasien. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebesar 40 responden (78,4%) dan pengetahuan kurang sebesar 11 responden (21,6%). Mayoritas responden memiliki tingkat kemandirian yang baik sebesar 38 responden (74,5%) dan responden yang memiliki tingkat kemandirian kurang sebesar 12 responden (23,5%). Hasil uji chi square diperoleh p-value = 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan tingkat pengetahuan pasien diabetes mellitus dengan kemampuan melakukan penyuntikan insulin secara mandiri di rumah sakit TK IV IM 07.02 Kota Meulaboh dan OR = 55 (95% CI, 8,041- 383,058) yang artinya responden dengan pengetahuan kurang berpeluang 55 kali tidak mampu dalam melakukan penyuntikan insulin secara mandiri. Disarankan kepada tenaga kesehatan rumah sakit untuk meningkatkan edukasi kepada pasien tentang cara dan protokol kesehatan dalam melakukan penyuntikan insulin secara mandiri.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BENGKUANG (Pachyrhizus erosus) TERHADAP Staphylococcusepidermidis dan Staphylococcus aureus Suharyanisa, Suharyanisa; Roslianizar, Syarifah; Harefa, Makarios
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i2.4594

Abstract

Infeksi kulit merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan yang disebabkan oleh mikroorganisme yang dapat menginfeksi luka pada permukaan kulit. Umbi bengkuang mengandung serat, inulin, vitamin C, flavonoid, dan daidzein yang bermanfaat untuk prebiotik, antidiabetes mellitus, immunomodulator, fitoestrogen, dan kecantikan. Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus menyebabkan infeksi yang disertai nanah karena terjadi kerusakan jaringan. Berdasarkan uraian pada di atas maka, pada penelitian ini akan dilakukan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol bengkuang (Pachyrhizus erosus) terhadap Staphylococcus epidermis dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental metode difusi agar untuk menguji aktivitas antibakteri umbi bengkuang dengan konsentrasi 10, 20, 30, 40, dan 50%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi 10, 20, 30, 40, 50% dan kontrol positif (Kloramfenikol) umbi bengkuang memiliki daya hambat antibakteri yang sedang terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermidis yang ditunjukkan dengan diameter hambat masing masing 7,70±24,50 mm, 8,13±1,00 mm, 8,34±34,39 mm, 10,4±1,00 mm, 13,3±3,60 mm dan 28,2±3,00 mm .Pada Staphylococcus Aureus memiliki daya hambat antibakteri hambat masing masing 7,32±57,74 mm, 7,45±32,78 mm, 8,33±24,75 mm, 11,4±1,52 mm, 13,2±1,00 mm dan 29,3±2,08 mm Kesimpulan dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol umbi bengkuang (Pachyrhizus erosus) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus serta konsentrasi terbaik yang mampu memberikan pengaruh terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri adalah konsentrasi 50%.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU AIR (Syzygium aqueum) (Burm. F) Alston SEBAGAI ANTIDIARE PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI OLEUM RICINI Bawamenewi, Vivi Ulfy Rahayu; Nurfadhilah, Dhea; Ginting, Ferdinand Paulus
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i1.4595

Abstract

Diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair, dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiare Ekstrak  Etanol Daun Jambu Air (Syzygium aqueum) SSebagai  Antidiare Pada Tikus  Putih Jantan Yang Diinduksi Oleum Ricini. Umumnya diare akut di Indonesia disebabkan oleh masalah kebersihan lingkungan, kebersihan makanan, dan juga infeksi mikroorganisme (bakteri, virus, dan jamur). Jambu air termasuk kedalam suku Myrtaceae yang diketahui memiliki khasiat sebagai obat tradisional. Daun jambu air mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, glikosida,triterpenoid/steroid dan saponin yang memiliki khasiat antidiare. EEDJA diperoleh dari Teknik maserasi dengan pelarut etanol 96% dan digunakan pada 24 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok Kelompok  1  (normal), kelompok 2 (negative), 0,5% Na-CMC, kelompok 3 (positif), loperamide HCL dosis 0,18 mg/kgBB, kelompok 4, 5, 6, EEDJA dosis 100, 200, 400 mg/kgBB diberikan secara oral selama 6jam, Data analisis dengan ANOVA dan uji Post Hoc Tuckey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EEDJA dengan dosis terbaik adalah 400mg/kgBB yang memiliki khasiat sebagai antidiare. Karena adanya pengaruh terhadap waktu timbul terjadinya diare, konsistensi feses, berat feses, frekuensi diare, dan lama terjadinya diare terhadap tikus jantan yang diinduksi oleh oleum ricini. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa EEDJA memiliki khasiat sebagai antidiare pada tikus jantan yang telkah diinduksi oleh minyak jarak (oleum ricini) sebagi  model tikus diare.
PENETAPAN KADAR KALSIUM SECARA KOLORIMETRI PADA CANGKANG KERANG HIJAU (Perna viridis) JANTAN DALAM FORMULA PASTA GIGI SIHOMBING, IWEL SUDARNO; NURBAYA, SITI
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i2.4598

Abstract

The shell of the male green mussel (Perna viridis) contains several minerals including calcium which is needed by the human body. Green scallop shells have a fairly high calcium content. This study aims to determine the calcium levels in green mussel shells and in the preparation of green mussel shell toothpaste. This type of research is experimental with colorimetric method using spectrophotometric equipment, namely UV visible spectrophotometer or visible light. Evaluation of the preparation includes organoleptic tests, homogeneity, pH, dispersion and foam formation. Quantitative analysis was carried out at a maximum wavelength of 505.00 nm and obtained the line equation linear regression, namely y = 0.0802X + 0.0109 with a correlation value (r) of 0.9976. The results showed that the calcium content in green mussel shells was 86.517 g/100g, the calcium content in the Formula I toothpaste was 19.874 g/100g and the calcium content in the Formula II toothpaste was 27,613 g/100g.