cover
Contact Name
HENNY SYAPITRI
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
+6285359022627
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/2/Editorial-Team
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Farmanesia
ISSN : """"     EISSN : 25282484     DOI : https://doi.org/10.51544/jf.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Farmanesia dengan E-ISSN: 2528-2484 merupakan jurnal resmi yang diterbitkan oleh Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia, yang artikelnya dapat diakses dan diunduh secara online oleh publik (open access journal). Jurnal ini merupakan jurnal peer-review yang diterbitkan dua kali setahun dengan topik keunggulan hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktik kefarmasian, teknologi farmasi, dan disiplin ilmu kesehatan yang berkaitan erat. Jurnal ini menerima teks bahasa Indonesia. Berikut ini adalah area penelitian yang menjadi fokus jurnal ini: 1. Farmakologi 2. Farmasetika 3. Biologi Farmasi 4. Kimia Farmasi 5. Farmakognosi 6. Fitokimia
Articles 248 Documents
ANALISIS SIFAT FISIKA DAN BIOLOGI PADA PEMBALUT SEKALI PAKAI DAN PEMBALUT PAKAI ULANG Masyithah T, Cut; Mariyanti
Jurnal Farmanesia Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v11i1.5560

Abstract

Pembalut merupakan produk yang berbentuk lembaran atau pad terbuat dari bahan selulosa atau sintetik yang digunakan untuk menyerap cairan menstruasi dari vagina. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang meliputi pengujian fisik pada sampel dengan cara mengukur ketebalan, Panjang, serta berat pada masing-masing sampel. Daya urai sampel ditentukan dengan menggunakan uji biodegradable yang dilakukan selama 14 hari. Pengujian daya serap dilakukan dengan uji absorpsi dengan cara sampel kering ditimbang kemudian ditambahkan cairan pengganti darah hingga terjadi kebocoran.pengujian antibakteri meliputi sterilisasi alat , pembuatan media selanjutnya pengujian aktivitas antibakteri yang dilakukan dengan menggunakan metode difusi dengan kontrol positif menggunakan ciprofloksasin dan kontrol negatif menggunakan aquadest steril yang di teteskan pada kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sampel pembalut memiliki sifat fisik yang berbeda-beda, pembalut pakai ulang memiliki kapasitas absorpsi paling besar dibandingkan pembalut sekali pakai dan pada pembalut sekali pakai bersifat biodegradable serta sifat antibakteri Staphylococcus aureus memiliki zona hambat lebih besar dibandingkan dengan antibakteri Escherichia coli. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hasil uji absorpsi yang memenuhi standar SNI 16-63632000 terdapat pada sampel pembalut sekali pakai dan pada uji antibakteri dapat disimpulkan bahwa aktivitas Staphylococcus aureus memiliki zona hambat lebih besar dibanding Escherichia coli.
FORMULASI SEDIAAN BODY SCRUB DARI EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SEBAGAI ANTI AGING Sitepu, Kania Deswita; Realita L; Fitri, Widya
Jurnal Farmanesia Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Body scrub merupakan sediaan farmasi berupa produk kecantikan yang berfungsi untuk mengahaluskan kulit tubuh dan mengangkat sel-sel kulit yang rusak dengan bantuan bahan scrub. Body scrub merupakan aktifitas menghilangkan kotoran, minyak atau kulit mati yang dilakukan dengan pijatan di seluruh badan. Hasilnya dapat terlihat langsung, kulit lebih halus, kencang, harum dan sehat bercahaya (Fauzi, A. R & Nurmalina, R., 2012). kulit jeruk nipis mampu menyeimbangkan kondisi kulit hal tersebut didasari karena adanya senyawa metabolit sekunder dari tanaman tersebut yakni flavonoid termasuk apigenin, hesperetin, kaempferol, nobiletin, quercetin, dan rutin, flavones, flavanon dan naringenin, triterpenoid, dan limonoid. Kandungan senyawa metabolit sekunder tersebut nyatanya mampu menjadikan limbah tersebut menjadi produk kosmetika. Limbah tanaman tersebut mampu dijadikan bahan baku pembuatan body scrub Pada penelitian (Isfianti, 2018). Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit jeruk nipis diformulasikan menjadi body scrub akan mendapatkan hasil sebagai anti aging , dan menentukan konsentrasi ekstrak etanol kulit jeruk nipis sebagai anti aging kulit yang terbaik. Penelitian ini dibuat menjadi empat formula. Pertama tanpa penambahan ekstrak etanol kulit jeruk nipis F0 (0%), Kedua dengan penambahan ekstrak etanol kulit jeruk nipis F1 (3%), Ketiga dengan penambahan ekstrak etanol kulit jeruk nipis F2 (5%), Keempat dengan penambahan ekstrak etanol kulit jeruk nipis F3 (7%). Dari hasil penelitian ini mendapatkan hasil yang baik pada formulasi body scrub dengan penambahan ekstrak etanol kulit jeruk nipis sebanyak 7% (F3), dan dari hasil formulasi F3 (7%) juga yang paling banyak disukai oleh panelis untuk aroma dan warna body scrub ekstrak etanol kulit jeruk nipis.
UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBLANG (Syzygium Cumini L.) TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DI INDUKSI PEPTON 10% S, Lisnauti; Syarifar R; Susanti, Julia
Jurnal Farmanesia Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v11i1.5562

Abstract

Demam merupakan suhu tubuh diatas normal akibat peningkatan pusat pengatur suhu di hipotalamus yang dipengaruhi oleh interleukin-1. Demam (>37,5°C), hipotermi (<36,5°C),  dan normal (36.5°C- 37,5°C). Daun jamblang (Syzygium Cumini L.) memiliki kandungan flavonoid golongan flavonol yaitu kuersetin yang memiliki aktivitas dalam menurunkan demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun jamblang (Syzygium Cumini L.) memiliki efektivitas sebagai antipiretik dan dosis paling efektif sebagai antipiretik. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimental yang meliputi  pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol daun jamblang, skrining fitokimia, karakterisasi simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, pembuatan larutan suspensi, penyiapan hewan uji dan uji aktivitas antipiretik pada hewan uji 25 ekor hewan mencit jantan (Mus Muscullus) yang diinduksi pepton dan dibagi menjadi 5 kelompok. Hasil penelitian dari ke 5 kelompok perlakuan yang mengalami penurunan demam yaitu kelompok paracetamol, kelompok ektrak etanol daun jamblang dosis 100, 150, 200 mg/KgBB. Dari 5 kelompok perlakuan, dosis yang paling baik adalah kelompok ekstrak daun jamblang (Syzygium Cumini L.) dosis 200 mg/kgBB yang sebanding dengan kelompok kontrol positif parasetamol dalam menurunkan demam pada hewan mencit jantan (Mus Muscullus). Untuk penelitian selanjutnya agar melakukan penelitian uji aktivitas yang lain seperti uji aktivitas antidiabetes, uji aktivitas antimikroba dan mendeteksi efek toksik suatu zat sehingga dapat dibuat formulasinya.
FORMULASI SEDIAAN LIP BALM DARI EKSTRAK ETANOL BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus) SEBAGAI TABIR SURYA Safina, Hasya; Masyithah T, Cut; Natanael P
Jurnal Farmanesia Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v11i1.5563

Abstract

Lip Balm merupakan sediaan kosmetik dengan formula pelembab yang dioleskan pada bibir untuk mencegah bibir kering dan melidungi bibir dari pengaruh negatif lingkungan. Buah semangka (Citrullus lanatus) selain digunakan sebagai penghilang dahaga juga berfungsi sebagai antioksidan alami. Di dalam buah semangka terdapat zat karotenoid bernama likopen yang berfungsi sebagai zat antioksidan yang sangat kuat dan terbukti kemampuannya mengendalikan singlet oxygen. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah eksperimental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui buah semangka (Citrullus lanatus) dapat diformulasikan sebagai lip balm yang mengandung tabir surya. Hasil penelitian pemeriksaan mutu fisik sediaan pada formula F0, F1, F2, dan F3 berbentuk semi padat, putih, merah muda dan merah muda tua. Uji stabilitas menunjukkan bahwa sediaan stabil pada suhu ruangan. Uji homogenitas menunjukkan sediaan homogen artinya tidak terdapat partikel kasar atau susunan yang tidak homogen. Nilai rata-rata pH 6,23 – 5,04 masih sesuai dengan pH fisiologis kulit yaitu 4,5 – 6,5. Uji Iritasi pada keempat formulasi tidak memberikan efek iritasi pada kulit. Uji aktivitas pada sediaan dengan menghitung nilai SPF pada sediaan menunjukkan bahwa pada formulasi F1, F2 dan F3 mengandung nilai SPF dengan tingkat proteksi yang berbeda. Kesimpulan pada penelitian ini adalah buah semangka (Citrullus lanatus) dapat diformulasikan sebagai lip balm yang mengandung tabir surya.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH LUWINGAN (Ficus hispida L.f) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Suharyanisa; Sitohang, Eva Enjelina; Natanael P
Jurnal Farmanesia Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v11i1.5564

Abstract

Diabetes melitus (DM) dapat didefinisikan sebagai penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang di tandai dengan tingginya kadar glukosa pada seseorang. Buah luwingan mengandung senyawa bioaktif seperti alkoloid, flavonoid, tanin, triterpenoid/steroid, dan saponin yang memiliki khasiat sebagai antidiabetes. Adapun tujuan dari penelitian adalah: Untuk mengetahui aktivitas antidiabetes ekstrak etil asetat buah luwingan ( Ficus hispida L.f) pada tikus jantan galur wistar. Populasi sampel yaitu pengambilan bahan tumbuhan dilakukan secara purposive. Sampel ekstrak yang akan diberikan pada tikus putih jantan menggunakan pelarut etil asetat. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental. EEBL diperoleh dari tehnik maserasi dengan pelarut etil asetat dan digunakan pada 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 glibenklamid (kontrol positif), kelompok 2 0,5% Na-CMC (kontrol negatif), kelompok 3 EEBL konsentrasi 20%, kelompok 4 EEBL konsentrasi 40%, kelompok 5 EEBL 60% diberikan secara oral selama 14 hari. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji Post Hoc Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pemberian EEBL dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan galur wistar. Sedangkan konsentrasi terbaik untuk menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan galur wistar yaitu 60%. Berdasakan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa EEBL memiliki khasiat sebagai antidiabetes pada tikus jantan yang telah diinduksi oleh aloksan sebagai model tikus diabetes.
FORMULASI SEDIAAN BODY LOTION DARI EKSTRAK ETANOL BROKOLI (Brasica oleracea L. var.italica) SEBAGAI PELEMBAB KULIT Suryani, Monica; Chandra, Devina; Annisazikra, Cut
Jurnal Farmanesia Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v11i1.5565

Abstract

Tanaman Brokoli (Brassica oleracea l.var.italica) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kesamaan dengan keluarga kubis kubisan lainnya. Brokoli mengandung air,protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, vitamin (A,C,E tiamin, riboflamin, nikotinamid), beta karoten, glutation. Brokoli mengandung senyawa sianohidroksibutena (CBH) dan sulforafan yang merangsang pembentukan glutatin. Body Lotion merupakan sediaan kosmetika berbentuk emulsi cair yang digunakan pada daerah tangan dan tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan kulit. Mengandung senyawa flavonoid dan glucorophanin alami Brokoli (Brasica oleracea L. var.italica) dapat berkhasiat sebagai antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh. Ekstrak brokoli diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan entanol 96%. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk formula terbaik dari sediaan Body Lotion Ekstrak Brokoli. Bahan aktif  diambil dari ekstrak brokoli, dilakukan formulasi dengan konsentrasi yaitu 3%, 5%, dan 7%. Dilakukan evaluasi sediaan untuk mendapatkan formula yang terbaik meliputi pengamatan Uji Homogenitas, Uji pH, Uji Daya Sebar, Uji Organoleptis, Uji iritasi, Uji kesukaan dan Uji Viskositas.  Hasil dari penelitian menunjukan formula yang terbaik dari sediaan Body Lotion Ekstrak Brokoli konsentrasi 7% adalah F3 berbentuk kental; hijau kecoklatan, pH 7,90; daya sebar 6,9 cm; tidak iritasi; stabil pada suhu ruangan, dan homogen.
FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) SEBAGAI ANTI-AGING Priltius, Natanael; Situmorang, Manahan; Rumela, Nuranti; Tasya, Indah
Jurnal Farmanesia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v11i2.5792

Abstract

Latar belakang: Penuaan kulit adalah proses biologis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sinar ultraviolet (UV), yang dapat merusak kulit. Kulit memerlukan antioksidan untuk melindungi dari kerusakan akibat radikal bebas. Penggunaan kosmetik berbahan kimia sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbahan herbal dengan sifat antioksidan. Daun kopi arabika mengandung senyawa fenol dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki potensi aktivitas anti-aging. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan krim dari ekstrak etanol daun kopi arabika dalam beberapa konsentrasi dan mengevaluasi efektivitasnya terhadap kondisi kulit. Dengan demikian, penelitian ini berfokus pada potensi ekstrak daun kopi arabika sebagai bahan aktif dalam krim anti-aging yang aman dan efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan krim ekstrak etanol daun kopi arabika dengan konsentrasi berbeda (3%, 5%, dan 7%), dan menilai efektivitas krim sebagai agen anti-aging melalui pengukuran kadar air kulit, ukuran pori, dan keriput Hasil: Sediaan krim yang dihasilkan homogen dan stabil, dengan pH 4,6-6,0. ⁠Krim dengan konsentrasi 7% menunjukkan peningkatan kadar air kulit (10%), pengecilan pori (11,41%), dan pengurangan keriput (18,94%) setelah 4 minggu perawatan Kesimpulan: Ekstrak etanol daun kopi arabika dapat diformulasikan menjadi krim anti-aging yang efektif.   Krim dengan konsentrasi 7% memberikan efek anti-aging terbaik dibandingkan dengan konsentrasi lainnya, meningkatkan kondisi kulit secara signifikan.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL PASTA GIGI EKSTRAK ETANOL ALBEDO SEMANGKA MERAH (Citrulus Lanatus Thumb) Suharyanisa; Marpaung, Jon Kenedy; Suhendri, Martin; Ayu, Herti
Jurnal Farmanesia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v11i2.5793

Abstract

Latar belakang: Menurut WHO tahun 2022, karies anak di seluruh dunia mencapai 514 juta. Berdasarkan Global Oral Health Status Report (2022), prevalensi karies anak tertinggi terdapat di wilayah Pasifik Barat sebesar 46,20%, Mediterania Barat sebesar 45,10% dam Asia Tenggara dengan persentase 42,77%(World Health Organization, 2022). Beberapa negara di Asia Tenggara dengan angka karies anak yang tinggi adalah Filipina dan Indonesia (World Health Organization, 2022). Dan data Riskesdas pada tahun 2018, persentase masyarakat Indonesia yang mengalami karies gigi sebesar 45,3% Tujuan: Untuk menganalisis efek pemutihan gigi dengan menggunakan formulasi gel pasta gigi ekstrak etanol albendo semangka merah (Citrulus Lannatus Thumb) memiliki efek antibakteri . Metode: Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental yang meliputi pengumpulan sampel, identifikasi sampel, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak etanol albedo buah semangka merah,, formulasi sedian gel pasta gigi, dan uji gel pasta gigi terhadap pemutihan gigi. Hasil:3 Hasil identifikasi sampel albedo semangka yang diidentifikasi di Herbarium Medanese (MEDA), Laboratorium Herbarium FMIPA Universitas Sumatera Utara (USU) menunjukkan bahwa sampel yang digunakan benar kulit eemangka dengan famili Cucurbitales dan spesies Curullus lanatus (Thumb) Kesimpulan:    Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol albendo semangka merah (Citrulus Lannatus Thumb) memiliki diameter zona hambat pada ketiga formula. Pada F1, yang mengandung 10 gram ekstrak etanol albedo semangka, diameter zona hambat yang terbentuk berada pada rentang 3,925 mm hingga 6,825 mm termasuk dalam kategori "Sangat Lemah". Untuk F2, yang mengandung 15 gram ekstrak, diameter zona hambat yang dihasilkan sedikit lebih besar dibandingkan F1, yaitu berkisar antara 7,425 mm hingga 7,7425 mm. mm termasuk dalam kategori "Lemah". Formula F3, yang mengandung 20 gram ekstrak etanol albedo semangka, menunjukkan hasil yang paling baik di antara ketiga formula, dengan diameter zona hambat yang berkisar antara 8,75 mm hingga 9,425 mm termasuk dalam kategori "Lemah". Hal ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol albendo semangka merah (Citrulus Lannatus Thumb) kurang memberikan aktivitas antibakteri yang bagus yang bagus terhadap Streptococus mutans.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL BUNGA BELIMBING WULUH (Averrhoa bilmbi Linn) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus br Tarigan, Betharina; Shania, Rizna Witha
Jurnal Farmanesia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v11i2.5794

Abstract

Latar belakang: Penyakit infeksi merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, dengan infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis menjadi sangat umum. Penggunaan antibiotik yang berlebihan sering kali mengakibatkan resistensi antimikroba, menambah kesulitan dalam pengobatan infeksi. Oleh karena itu, pencarian alternatif pengobatan menggunakan bahan alami, seperti ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum), menjadi semakin penting. Daun salam diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan minyak atsiri yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dari sediaan patch ekstrak etanol daun salam terhadap bakteri tersebut. Tujuan: Mengetahui aktivitas antibakteri sediaan patch ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum W.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis, mengidentifikasi pertumbuhan bakteri mana yang memiliki daya hambat lebih besar dengan menggunakan sediaan patch ekstrak etanol daun salam, serta mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun salam. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan formulasi F0 (blanko), FI (5%), FII (10%), dan FIII (15%). Sediaan patch dievaluasi dari segi organoleptik, pH, ketahanan lipat, dan karakterisasi fisik lainnya. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan patch yang dihasilkan memiliki variasi warna dan bau sesuai dengan konsentrasi ekstrak, aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan diameter zona hambat sebagai berikut: FI: 12,05 mm; FII: 13,78 mm; FIII: 15,48 mm. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis: FI: 7,75 mm; FII: 12,49 mm; FIII: 14,57 mm. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun salam dapat diformulasikan menjadi sediaan patch, meskipun potensi antibakterinya berada dalam kategori lemah. Kesimpulan: : Ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum W.) dapat diformulasikan menjadi sediaan patch dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis, meskipun efektivitasnya masih tergolong lemah. Penelitian ini memberikan dasar untuk pengembangan lebih lanjut terhadap sediaan berbasis ekstrak daun salam dalam pengobatan infeksi bakteri.
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) SEBAGAI ANTIJAMUR TERHADAP JAMUR Candida albicans Thaib, Cut Masyithah; Chandra, Devina; Anggraini, May
Jurnal Farmanesia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v11i2.5799

Abstract

Latar belakang: Keanerakaman tanaman obat dindonesia menjadi potensi besar dalam bidang kesehatan dan industri farmasi salah satunya tanaman obat sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.), termasuk tanaman perdu yang tersebar luas di negara Asia. Tanaman ini memiliki kandungan senyawa flavonoid, sterol tak jenuh, triterpenoid, polifenol, saponin, steroid, asam klorogenat, asam kafeat, asam vanilat, asam para kumarat, asam para hidroksi benzoate, dan minyak atsiri (Uthia, et al., 2020). Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak etanol daun sambung nyawa dan minyak zaitun dapat di formulasikan menjaadi sabun cair yang memenuhi standar dan memiliki aktifitas antijamuri terhadap bakteri  Candida albicans. Metode: ini merupakan penelitian eksperimental, dengan mengekstraksi menggunakan pelarut etanol  dan dibuat sediaan sabun cair dengan konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Sediaan dievaliasi  pH, viskositas, dan daya busa. Kemudian diuji Aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Hasil: Hasil evaluasi sediaan sesuai dengan SNI. Uji aktivitas antijamur sabun mandi cair ekstrak daun sambung nyawa terhadap jamur Candida albicans pada konsentrasi 2% menunjukkan diameter zona hambat 13,23 mm, konsentrasi 4% zona hambat 14,36 mm, konsentrasi 6% zona hambat 19,43 mm. Ekstrak daun sambung nyawa dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun mandi cair yang memenuhi kriteria SNI serta memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans Kesimpulan: Ekstrak etanol daun sambung nyawa (Gynura procumbens) dapat diformulasikan sebagai sediaan sabun mandi cair.Sediaan sabun mandi cair ekstrak etanol daun sambung nyawa(Gynura procumbens) memenuhi persyaratan evaluasi sediaan yang ditentukan. Sabun mandi cair ekstrak etanol daun sambung nyawa (Gynura procumbens) memiliki efektivitas antijamur Candida albicans. Dimana pada sediaan sabun mandi cair ekstrak etanol daun sambung nyawa yang memiliki aktivitas antijamur yang paling kuat pada Formulasi F3 ( konsentrasi 6%) zona hambat rata-rata sebesar 19,43 mm, mendekati kategori "kuat".