cover
Contact Name
Aria Gusti
Contact Email
ariagusti@ph.unand.ac.id
Phone
+6282173932705
Journal Mail Official
editor.jk3l@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas Jalan Kampus Unand Limau Manis Padang 25613
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27764133     DOI : 10.25077/jk3l
Core Subject : Health,
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (JK3L) adalah Jurnal ilmiah yang didirikan dan dikelola oleh bagian Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan (K3/Kesling), Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas sejak tahun 2020. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember (e-ISSN: 2776-4133). Sesuai namanya, Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (JK3L) menerima naskah dalam tema umum : 1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2. Kesehatan Lingkungan. 3. Epidemiologi Lingkungan 4. Epidemiologi Kesehatan Kerja
Articles 113 Documents
Pemetaan Faktor Risiko Lingkungan dengan Teknik Overlay pada Penyakit Kusta di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2020-2024 Syahkila Ayurin Amalia; Yudi Pradipta; Elsi Novnariza
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.2.149-159.2026

Abstract

Sebaran kasus kusta di Provinsi Sumatera Barat belum mencapai status eradikasi dengan kasus baru masih ditemukan setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk melihat persebaran spasial kasus kusta di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2020-2024 serta keterkaitannya dengan faktor risiko lingkungan. Studi ini menggunakan desain ekologi dengan memanfaatkan data sekunder yang dilakukan pada Juni-Oktober 2025. Data terkait penyakit kusta diperoleh dari Dinas Kesehatan dan data terkait faktor lingkungan diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. Analisis data berupa pemetaan tematik dan overlay menggunakan software QGIS. Sebaran kasus kusta di Provinsi Sumatera Barat selama 2020-2024 bersifat fluktuatif dan tidak merata, dengan beberapa wilayah seperti Kabupaten Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pasaman, Lima Puluh Kota, dan Kota Pariaman secara konsisten berada pada wilayah prioritas. Sanitasi dan akses air minum menjadi aspek yang mencerminkan kondisi lingkungan dan menjadi perhatian pada risiko penularan kusta, di mana daerah dengan sanitasi buruk dan air minum tidak layak memiliki kecenderungan memiliki kasus kusta yang lebih tinggi. Pengendalian kusta memerlukan pendekatan terpadu multisektoral yang fokus pada peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, dan penyehatan lingkungan, khususnya di wilayah prioritas untuk percepatan eradikasi kusta.
Determinan Kejadian ISPA pada Balita di Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Jambi: Analisis Data SKI 2023 Sherly Febria Utami; Aria Gusti; Ratno Widoyo
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.2.177-187.2026

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita dan tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik individu balita, perilaku rumah tangga, dan faktor lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Provinsi Sumatera Barat, Riau, dan Jambi berdasarkan analisis data Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Studi ini menggunakan desain cross-sectional, menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 sebanyak 5.728 anak usia 12-59 bulan. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis bivariat dari 13 variabel menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki (p=0,029; POR=1,246) dan merokok di rumah (p=0,013; POR=1,307) berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Sementara itu, variabel usia (p=0,868), status gizi (p=0,319), status imunisasi (p=0,156), status pendidikan ibu (p=0,766), status sosial ekonomi (p=0,125), penggunaan obat nyamuk bakar (p=0,090), kebiasaan mencuci tangan ibu (p=0,412), kualitas air bersih (p=0,083), kepadatan penduduk (p=0,427), jenis lantai (p=0,184) dan jenis dinding (p=0,659) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Jenis kelamin dan kebiasaan merokok di rumah merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di provinsi Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif harus difokuskan pada penguatan promosi rumah bebas asap rokok melalui pendidikan bagi orang tua dan anggota keluarga, terutama mereka yang memiliki balita.
Analisis Spasio Temporal Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) Berdasarkan Aspek Hewan dan Lingkungan di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021-2025 Shepty Aghralia; Aria Gusti; Randy Novirsa
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.2.188-196.2026

Abstract

Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) merupakan ancaman zoonosis serius yang menunjukkan tren peningkatan signifikan di Provinsi Sumatera Barat dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan laporan tahunan Dinas Kesehahatan Provinsi mencatat kejadian GHPR dari 3.473 kejadian (2021) menjadi 9.091 kejadian (2025). Penelitian bertujuan menganalisis pola spasio-temporal kejadian GHPR berdasarkan faktor hewan dan lingkungan di Sumatera Barat tahun 2021-2025 dengan desain studi ekologi menggunakan data agregat dari 19 kabupaten/kota yang dianalisis secara univariat, bivariat ( korelasi Spearman), multivariat (regresi negatif binomial) serta analisis klaster spasio-temporal menggunakan Space-Time Scan Statistic (SaTScan) dan QGIS. Hasil menunjukkan kepadatan hewan penular rabies (HPR) (rho=0,412, p<0,001) dan jumlah gigitan HPR (anjing) (rho=0,212, p=0,039) berhubungan signifikan dengan incident rate GHPR. Analisis multivariat mengidentifikasi jumlah gigitan HPR (anjing) (IRR=1,005, p<0,001) dan suhu udara (IRR=1,178, p=0,030) sebagai determinan utama. Analisis klaster ruang dan waktu didapatkan hasil klaster utama berada di wilayah tengah (Solok, Tanah Datar, Sijunjung, Kota Solok, Sawahlunto, and Padang Panjang) Sumatera Barat pada Juli 2023-Desember 2025 (RR=2,1). Pemetaan klaster ruang dan waktu berbasis risiko dapat mendukung sistem peringatan dini yang lebih tepat sasaran menuju Indonesia Bebas Rabies 2030.

Page 12 of 12 | Total Record : 113