cover
Contact Name
Aria Gusti
Contact Email
ariagusti@ph.unand.ac.id
Phone
+6282173932705
Journal Mail Official
editor.jk3l@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas Jalan Kampus Unand Limau Manis Padang 25613
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27764133     DOI : 10.25077/jk3l
Core Subject : Health,
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (JK3L) adalah Jurnal ilmiah yang didirikan dan dikelola oleh bagian Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan (K3/Kesling), Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas sejak tahun 2020. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember (e-ISSN: 2776-4133). Sesuai namanya, Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (JK3L) menerima naskah dalam tema umum : 1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2. Kesehatan Lingkungan. 3. Epidemiologi Lingkungan 4. Epidemiologi Kesehatan Kerja
Articles 99 Documents
Faktor Kerja dan Kualitas Tidur sebagai Determinan Kelelahan Kerja pada Perawat IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Fabiola, Vanny Hilda; Santoso, Santoso; Herniwanti, Herniwanti; Yunita, Jasrida; Zaman, Kamali; Asril, Asril
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.2.126-137.2025

Abstract

Perawat berisiko mengalami kelelahan kerja akibat faktor kerja, tingginya tuntutan, dan kualitas tidur yang buruk. Di IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, jam kerja perawat sering melebihi batas shift (41–46 jam/minggu) dengan beban tinggi, karena satu perawat menangani 7–8 pasien, terutama saat shift malam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor kerja dan kualitas tidur terhadap kelelahan kerja pada perawat IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2025. Desain penelitian adalah kuantitatif cross-sectional dengan 81 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik ganda model prediksi. Hasil menunjukkan 69,1% responden mengalami kelelahan kerja. Faktor kerja (beban kerja, masa kerja, dan shift kerja) mempengaruhi kelelahan sebesar 46,5%, sedangkan kualitas tidur sebesar 53,5%. Terdapat pengaruh beban kerja (p=0,005), shift kerja (p=0,041), dan kualitas tidur (p=0,003) terhadap kelelahan kerja, namun tidak terdapat pengaruh usia (p=0,534), status pernikahan (p=1,000), dan masa kerja (p=0,148). Variabel dominan adalah kualitas tidur (POR=6,439) dengan Nagelkerke R Square = 0,395. Disarankan RSUD Arifin Achmad menambah jumlah perawat untuk menyeimbangkan rasio perawat-pasien, memperhatikan pembagian tugas, rotasi kerja, serta menerapkan program pencegahan kelelahan melalui manajemen stres, relaksasi, dan konseling.
Analisis Risiko Kesehatan Pajanan Silika Kristalin Respirabel Pasca Implementasi Dust Supression System di Industri Pengolahan Bijih Mineral Susanto, Arif; Hidayah, Nurulia; Setyana, Lilik Dwi; Prasetio, Diki Bima
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.2.148-158.2025

Abstract

Industri pengolahan bijih mineral merupakan salah satu sektor yang menghasilkan silika kristalin respirabel (RCS), yang berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja seperti silikosis, PPOK, dan kanker paru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan pekerja terhadap pajanan RCS setelah penerapan sistem pengendalian debu (dust suppression system) di area produksi. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 30 pekerja dari departemen produksi dan pemeliharaan. Pengukuran dilakukan menggunakan metode personal sampling sesuai standar NIOSH 7500. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa konsentrasi RCS berada di bawah nilai ambang batas (NAB) ACGIH sebesar 0,025 mg/m³, dengan nilai excess cancer risk (ECR) berkisar antara 1,8.10-7 hingga 5,5.10-6, yang masih berada dalam rentang aman. Namun, tren peningkatan ECR seiring durasi dan intensitas pajanan menunjukkan perlunya pengendalian yang lebih ketat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sistem pengendalian debu telah menurunkan konsentrasi RCS secara signifikan, risiko kesehatan tetap ada akibat efek kumulatif jangka panjang. Pendekatan ALARA (As Low As Reasonably Achievable) sangat disarankan dalam pengendalian pajanan. Selain itu, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala, pelatihan penggunaan alat pelindung diri, dan pemantauan efektivitas sistem pengendalian debu perlu diintegrasikan sebagai bagian dari strategi keselamatan dan kesehatan kerja untuk melindungi pekerja secara berkelanjutan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Letusan Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat Rahman, Aulia; Djafri, Defriman; Utari, Dici Putri; Wahyudi, Imam; Basgoro, M.Ilham
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.2.187-192.2025

Abstract

Sepanjang tahun 2024, di Provinsi Sumatera Barat telah terjadi sebanyak lebih dari 140 kejadian gempa bumi, sejumlah kejadian banjir bandang lahar dingin, semburan abu dan sebagainya akibat aktivitas Gunung Marapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Letusan Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilakukan di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, sebagai area yang paling terdampak Letusan Gunung Marapi, dengan jumlah sampel sebanyak 220 orang responden yang dipilih secara accidental sampling dari kedua area. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel pengetahuan, tingkat pendidikan, umur, tingkat ekonomi dan Komunikasi, Edukasi dan Informasi (KIE) dengan variabel kesiapsiagaan (p-value < 0,05) serta tidak terdapat hubungan antara variabel sikap dan jenis kelamin dengan variabel kesiapsiagaan (p-value > 0,05). Disarankan kepada pemerintah kabupaten Agam dan Tanah Datar untuk  meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana letusan gunung melalui edukasi di sekolah-sekolah dan sosialisasi pada masyarakat setempat, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor untuk merancang program-program kebencanaan.
Efektivitas Media Edukasi Berbasis Cerita dalam Mengurangi Praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS): Suatu Systematic Literature Review Indrayadi, Indrayadi; Ramadhan, Ahmad Rasyid Ridha; Yuhansyah, Yuhansyah; Natasya, Nazwa
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.1.1-10.2026

Abstract

Upaya pengurangan praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) menuntut strategi edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menyentuh aspek kognitif, emosional, dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan melakukan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan ilmiah terkait efektivitas media edukasi berbasis cerita budaya dalam mengurangi praktik BABS. Penelitian ini menerapkan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan sintesis kualitatif (narrative dan thematic synthesis) guna mengkaji secara sistematis temuan-temuan empiris mengenai efektivitas media edukasi berbasis cerita dalam upaya mengurangi praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang terindeks pada DOAJ, Scopus, dan Google Scholar, dengan rentang tahun terbit 2019–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa intervensi edukasi sanitasi berbasis cerita efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat. Efektivitas tersebut meningkat ketika media yang digunakan sesuai dengan konteks budaya lokal, memiliki unsur naratif yang kuat, dan disampaikan oleh fasilitator kompeten. Mekanisme kognitif–emosional seperti narrative transportation, identifikasi tokoh, dan keterlibatan aktif peserta juga memperdalam internalisasi pesan sanitasi. Efektivitas intervensi tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti rendahnya literasi, ketidaksesuaian konteks sosial, kurangnya pendampingan lanjutan, serta keterbatasan fasilitas sanitasi. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas narasi perlu ditopang oleh ekosistem sosial dan infrastruktur yang memadai agar perubahan perilaku dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.
Faktor Determinan Tekanan Darah pada Pekerja Bagian Produksi PT XY Plant Jakarta Mahendra, Putu Gede Oka; Mauliku, Novie Elvinawaty; Suhat, Suhat; Riyanto, Agus; Susanto, Arif
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.1.11-22.2026

Abstract

Tekanan darah tinggi menjadi faktor risiko penting penyakit kardiovaskular yang berdampak pada produktivitas pekerja. Pekerja bagian produksi PT XY Plant Jakarta memiliki karakteristik pekerjaan statis, repetitif, berorientasi target, serta sistem kerja Shift yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan tekanan darah, sehingga perlu dilakukan kajian khusus. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan yang berhubungan dengan tekanan darah pada pekerja bagian produksi di PT XY Plant Jakarta. Penelitian ini menerapkan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 81 pekerja bagian produksi melalui total sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi pearson, korelasi spearman, t-test, ANOVA, serta regresi linier berganda untuk menentukan faktor dominan. Ada hubungan signifikan antara usia (p = 0,0001), jenis kelamin (p-value = 0,003), status gizi (p-value = 0,0001), durasi tidur (p=0,0001), masa kerja (p=0,0001), dan beban kerja fisik (p=0,0001) dengan tekanan darah. Analisis regresi linier berganda mengidentifikasi bahwa durasi tidur (B=-8,993), status gizi (B=0,600), dan masa kerja (B=0,562) merupakan faktor dominan yang mempengaruhi terhadap tekanan darah setelah dikontrol oleh variabel lainnya, dengan durasi tidur sebagai faktor yang paling berpengaruh. Durasi tidur merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi tekanan darah pekerja, di mana kurang tidur berhubungan dengan peningkatan tekanan darah. Oleh sebab itu, diperlukan pengaturan waktu kerja dan istirahat yang lebih optimal serta edukasi pentingnya tidur cukup dan gaya hidup sehat untuk menjaga tekanan darah dan produktivitas pekerja
Paparan Kerja Berbasis Shift sebagai Determinan Tekanan Darah di Lingkungan Kerja Manufaktur: Studi Potong Lintang pada Pekerja Industri Bahan Plafon Nurbaiti, Nurbaiti
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.1.35-44.2026

Abstract

Kerja shift, khususnya shift malam atau shift rotasi, merupakan sistem kerja yang umum diterapkan pada industri manufaktur untuk menjaga keberlangsungan proses produksi. Namun, pola kerja ini berpotensi mengganggu ritme sirkadian tubuh dan memengaruhi regulasi tekanan darah melalui perubahan hormonal serta disfungsi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kerja shift dan kejadian hipertensi pada pekerja industri pembuatan bahan plafon. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 49 pekerja yang masuk kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara kerja shift dan kejadian hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kerja shift dan kejadian hipertensi (p = 0,000). Proporsi hipertensi pada pekerja dengan paparan shift berisiko tinggi mencapai 80% (12 dari 15 responden), sedangkan pada kelompok shift berisiko rendah sebesar 20,6% (7 dari 34 responden). Temuan ini menunjukkan bahwa pekerja dengan paparan shift berisiko tinggi memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mengalami hipertensi dibandingkan pekerja dengan risiko shift rendah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kerja shift berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui pengaturan pola shift kerja serta peningkatan edukasi kesehatan dan keselamatan kerja
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode HIRADC Pada Ruangan di FTTK UMRAH Tanjungpinang Sianipar, Shyntia Fifa Caroline; Rusdi, Ahmad; Angelika, Adelia Putri; Dewi, Chintya Ayu; Bahiroh, Syahida Bilqis; Brosky, Deco
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.1.23-34.2026

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang aman di perguruan tinggi, khususnya pada ruang-ruang dengan aktivitas teknis dan non-teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan pengendalian risiko K3 pada beberapa ruang di Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman (FTTK) Universitas Maritim Raja Ali Haji, meliputi Workshop CNC, Ruang HIMA dan BEM, serta Ruang Komunitas Robotika. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara, pengukuran faktor fisik lingkungan kerja, serta penilaian risiko berdasarkan parameter severity, exposure, dan probability. Hasil penelitian mengidentifikasi 9 potensi bahaya dengan nilai risiko awal berada pada rentang 4–27, di mana sebagian besar aktivitas berada pada kategori risiko acceptable, namun dua aktivitas di Ruang Robotika termasuk kategori priority 3 yang menunjukkan risiko tingkat menengah hingga tinggi sehingga memerlukan pengendalian sebelum aktivitas dilanjutkan. Setelah pengendalian administratif dan rekayasa teknis diterapkan, seluruh risiko residual berada pada kategori acceptable. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode HIRADC efektif digunakan sebagai dasar pengelolaan K3 yang sistematis di lingkungan kampus.
Gambaran Kesehatan Mental pada Pekerja Industri Minyak dan Gas (MIGAS) di PT K Indonesia Putri, Ramadhania; Susanto, Arif; Yunita, Jasrida
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.1.60-67.2026

Abstract

Kesehatan mental merupakan bagian integral dari keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama pada industri berisiko tinggi seperti minyak dan gas (migas). Tekanan operasional, tuntutan keselamatan, dan pola kerja tidak teratur berpotensi meningkatkan risiko gangguan psikologis pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada pekerja industri migas di PT K Indonesia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 226 pekerja berpartisipasi sebagai responden dan data dikumpulkan menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale versi 21 (DASS-21). Analisis data dilakukan secara univariat dan komparatif menggunakan uji non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori normal pada seluruh dimensi, namun masih terdapat proporsi pekerja dengan gejala depresi (10,6%), kecemasan (20,4%), dan stres (10,6%) pada tingkat ringan hingga sangat berat. Kecemasan merupakan dimensi dengan proporsi tertinggi. Tidak ditemukan perbedaan signifikan skor depresi, kecemasan, dan stres berdasarkan umur, jenis kelamin, masa kerja, maupun jabatan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi manajemen risiko psikososial dalam sistem K3 industri migas melalui skrining berkala dan intervensi preventif berbasis organisasi.
Risiko Kesehatan Lingkungan pada Pedagang dan Pengunjung Pasar Tradisional: A Systematic Review Gusti, Aria
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.1.68-81.2026

Abstract

Pasar tradisional merupakan lingkungan kerja informal dan ruang publik yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan lingkungan bagi pedagang dan pengunjung akibat sanitasi yang belum optimal, kepadatan aktivitas, dan kedekatan dengan sumber emisi kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah mengenai risiko biologis, kimia, dan partikulat di pasar tradisional serta mengidentifikasi implikasinya terhadap kebijakan pasar sehat. Penelitian menggunakan desain Systematic Literature Review mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data internasional dan nasional periode 2010–2025 dengan kriteria inklusi studi yang mengevaluasi paparan lingkungan dan melaporkan parameter risiko seperti hazard quotient atau estimasi risiko karsinogenik. Hasil menunjukkan bahwa sanitasi pasar yang tidak memenuhi standar meningkatkan kontaminasi mikrobiologis pada air, limbah, dan udara. Risiko bersifat kontekstual dan bervariasi secara spasial berdasarkan ventilasi dan kepadatan lalu lintas. Literatur juga menunjukkan fragmentasi pendekatan risiko dan belum adanya sintesis multi-hazard terpadu. Kebaruan studi ini terletak pada integrasi multi-hazard health risk assessment dalam konteks pasar tradisional. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kebijakan pasar sehat berbasis cumulative risk assessment dan harmonisasi metodologi penilaian risiko kesehatan lingkungan.

Page 10 of 10 | Total Record : 99