cover
Contact Name
Astri Ayu Purwati
Contact Email
jkip.almatani@gmail.com
Phone
+6282283109433
Journal Mail Official
jkip.almatani@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kaharudin Nst, Komplek UIR, Pekanbaru-Riau, Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
ISSN : 27745074     EISSN : 27750531     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan is published by Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani as an information and communication media for practitioners, researchers and academics who are interested in the field of Business Management and Accounting Studies. First publish in November 2020. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process. JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan with registered number ISSN 2774-5074 (Print) and ISSN 2775-0531 (Online) is a peer-reviewed journal published two times a year (Mei and November). KIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan publishes any research-based articles on and about education i.e. articles which contribute to the understanding, theoretical development, theoretical concept and implementation of theories of education at any level.
Articles 958 Documents
Exploring The Need For Developing An English Workbook Integrating Madurese Culture In Elementary School Izzah Fijriyah; Andika Adinanda
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2655

Abstract

The purpose of this research is to ascertain the needs students have about English workbooks that incorporate Madurese culture in order to teach English to elementary school students. The survey method was employed in this study. Interviews and student needs surveys were employed as data gathering tools. Twenty Elementary School children in the first semester of SDN Paseyan 1 Sampang Madura, particularly in the academic year 2025/2026, and an English teacher became research subjects. The interview results were evaluated descriptively, while the questionnaires were assessed based on percentages. The questionnaire includes questions about Madurese culture-based learning, English-language instruction in schools, and literature used in the classroom. The findings reveal that the majority of SDN Paseyan 1 Sampang students agreed that English workbook incorporating Madurese culture is needed.
Pengaruh Media Dan Metode Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Dan Dampaknya Terhadap Hasil Belajar Siswa Di MAN 21 Jakarta Rusmal Kahvi; Rulaila Rulaila; Imam Zaruki; Herawati Herawati; Avisina Anadri; Mulki Siregar
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh media pembelajaran dan metode pembelajaran terhadap motivasi belajar serta dampaknya terhadap hasil belajar siswa di MAN 21 Jakarta. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena bahwa pemilihan media dan metode secara signifikan memengaruhi motivasi siswa, yang pada akhirnya menentukan capaian akademik. Masalah penelitian yang diangkat mencakup tiga pertanyaan utama: pengaruh media dan metode terhadap motivasi pengaruh media, metode, dan motivasi terhadap hasil belajar, serta peran motivasi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survai kausal-eksplanatori yang melibatkan 151 siswa MAN 21 Jakarta sebagai responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin yang telah lolos uji validitas dan reliabilitas (Cronbach's Alpha > 0,70), dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics melalui analisis deskriptif, korelasi Pearson, regresi linear ganda, dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dan metode pembelajaran secara simultan menjelaskan 63,8% variasi motivasi belajar, sedangkan bersama motivasi menjelaskan 73,1% variasi hasil belajar. Korelasi tertinggi terjadi antara motivasi belajar dan hasil belajar (r = 0,821). Analisis jalur mengonfirmasi bahwa motivasi belajar bertindak sebagai variabel mediasi yang signifikan, baik untuk pengaruh media maupun metode terhadap hasil belajar siswa MAN 21 Jakarta.
Pembelajaran Etnomatematika Berbantuan GeoGebra dalam Membangun Pemahaman Konsep Bangun Datar Siswa Kelas VIII di SMP Darul Falah Denok Lumajang Siska Lulitasari; Fahmi Abdul Halim; Moch. Fauzi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2663

Abstract

Pemahaman konsep bangun datar merupakan salah satu kompetensi dasar yang perlu dikuasai siswa, namun pembelajaran matematika masih sering bersifat abstrak sehingga siswa mengalami kesulitan menghubungkan konsep dengan konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana pembelajaran etnomatematika berbantuan GeoGebra membangun pemahaman konsep bangun datar siswa kelas VIII di SMP Darul Falah Denok Lumajang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes pemahaman konsep, dan lembar kerja peserta didik (LKPD), kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran etnomatematika berbantuan GeoGebra membangun pemahaman konsep melalui tiga proses utama, yaitu pengenalan konsep menggunakan konteks budaya, penguatan konsep melalui visualisasi dinamis GeoGebra, dan penerapan konsep dalam penyelesaian masalah kontekstual. Temuan penelitian juga memperlihatkan adanya perbedaan karakteristik pemahaman konsep pada siswa berkategori tinggi, sedang, dan rendah yang dipengaruhi oleh kemampuan awal, keterlibatan dalam pembelajaran, serta kemampuan menghubungkan objek budaya dengan representasi matematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi etnomatematika dan GeoGebra memberikan pengalaman belajar yang kontekstual, visual, dan eksploratif sehingga mendukung proses pembangunan pemahaman konsep bangun datar sekaligus memperkaya praktik pembelajaran matematika yang berorientasi pada pengalaman belajar siswa.
Pengaruh Penggunaan Virtual PhET pada Materi Rangkaian Listrik terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SD Ummi Muthi'ah Zaujaha; Cucun Sunaengsih; Regina Lichteria Panjaitan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2667

Abstract

Keterampilan proses sains merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Namun, keterampilan proses sains siswa pada materi rangkaian listrik masih tergolong rendah karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang memberikan pengalaman ilmiah secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Virtual PhET pada materi rangkaian listrik terhadap keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 32 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan proses sains dan lembar observasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji beda rata-rata, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai keterampilan proses sains pada kelas eksperimen meningkat dari 47 menjadi 77, sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 46 menjadi 69. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,55 dan kelas kontrol sebesar 0,37 dengan kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Virtual PhET berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa sekolah dasar pada materi rangkaian listrik dibandingkan penggunaan media video pembelajaran. Dengan demikian, Virtual PhET dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk mendukung pengembangan keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran IPAS.
Pandangan Guru Bahasa Indonesia Terhadap Penggunaan Reward Dalam Pembelajaran Novia Putri Nur Rizki; Sonia Febrila; Zida Kamalia
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2670

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji secara mendalam pandangan guru Bahasa Indonesia serta strategi pemberian reward yang diterapkan dalam proses pembelajaran, serta dampaknya terhadap peningkatan motivasi dan keaktifan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur, observasi langsung di dalam kelas, dan studi dokumentasi terhadap catatan kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru memandang pemberian reward sebagai salah satu bentuk penguatan positif yang sangat berperan penting dalam menumbuhkan rasa dihargai, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangkitkan semangat dan keterlibatan aktif siswa dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran. Penerapan strategi ini juga terbukti mampu menciptakan suasana kelas yang lebih hidup, nyaman, dan kondusif, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Meskipun demikian, guru juga menyadari bahwa pemberian reward tidak dapat dilakukan secara sembarangan dan berlebihan. Jika penerapannya tidak konsisten, tidak adil, atau hanya mengandalkan bentuk materi semata, dikhawatirkan akan menimbulkan ketergantungan siswa terhadap rangsangan dari luar, sehingga motivasi belajar hanya muncul ketika ada imbalan yang ditawarkan. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa pemberian reward akan memberikan manfaat yang optimal jika dilakukan secara tepat waktu, adil, bervariasi antara bentuk non-materi dan materi, serta tetap diimbangi dengan upaya membangun motivasi belajar yang berasal dari dalam diri siswa sendiri.
Transformasi Budaya Religius Dalam Pembentukan Karakter Taruna/Taruni Perspektif Pendidikan Islam: Studi Kasus Di Politeknik Pelayaran Malahayati Sariyulis Sariyulis
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2677

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi budaya religius dalam pembentukan karakter taruna/taruni di Politeknik Pelayaran Malahayati dari perspektif pendidikan Islam. Pesatnya perkembangan pendidikan vokasi pelayaran cenderung menitikberatkan pada kompetensi teknis, sementara pembentukan karakter—khususnya nilai-nilai keagamaan—kerap belum tergarap secara sistematis, meskipun taruna/taruni hidup dalam lingkungan yang sangat disiplin dan hierarkis menyerupai kehidupan di atas kapal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk budaya religius yang dikembangkan di kampus, proses transformasi dan internalisasinya, serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter taruna/taruni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap pimpinan kampus, dosen Pendidikan Agama Islam, pembina asrama/resimen taruna, serta taruna/taruni. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius diwujudkan melalui salat berjamaah, tadarus Al-Qur'an, kajian keislaman, peringatan hari besar Islam, serta pembiasaan salam dan busana islami. Proses transformasinya berlangsung melalui tiga tahap yang saling berkaitan, yaitu internalisasi nilai melalui kurikulum dan pembiasaan, keteladanan pimpinan dan pembina, serta penguatan melalui sistem penghargaan dan sanksi yang terintegrasi dengan tata tertib korps taruna. Budaya religius ini berkontribusi signifikan terhadap pembentukan nilai karakter yang relevan dengan profesionalisme pelaut, yaitu kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepemimpinan, yang sejalan dengan tujuan pendidikan Islam dalam membentuk insan kamil. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung seperti kebijakan institusi dan ketersediaan figur keteladanan, serta tantangan berupa keterbatasan alokasi waktu di tengah padatnya kurikulum teknis dan variasi literasi keagamaan awal taruna/taruni.
Penggunaan Model Think Pair Share Oleh Guru Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Ayu Puji Cahyani; Alviatur Riska; Ghinan Nafsi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2678

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) oleh guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X, termasuk langkah pelaksanaan, kendala yang dihadapi, dan upaya pemecahan kendala selama proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, dan dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melaksanakan tahapan TPS (think, pair, share) secara sistematis pada materi puisi dengan pelaksanaan meningkatkan partisipasi dan interaksi antarsiswa karena pemberian waktu berpikir individual, diskusi berpasangan, dan presentasi hasil diskusi di kelas. Kendala yang ditemui meliputi manajemen waktu yang terbatas, ketidakseimbangan partisipasi antar siswa, dan kesiapan siswa yang berbeda. Upaya yang dilakukan guru meliputi pengaturan waktu lebih ketat, pembentukan pasangan heterogen, dan pemberian scaffolding berupa panduan pertanyaan sehingga diskusi lebih terarah. Model TPS efektif mendukung keterlibatan siswa dan interaksi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X apabila guru mengantisipasi kendala melalui strategi manajerial dan pedagogis yang tepat.
Hubungan Kepemimpinan Transformasional, Budaya Organisasi, Dan Kinerja Guru Terhadap Mutu Pendidikan Di SMK Negeri Kota Tangerang Selatan Wulan Anggraeni; Yulita Pujilestari; Imas Masriah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2679

Abstract

Mutu pendidikan merupakan indikator utama keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor organisasi dan sumber daya manusia. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya organisasi, dan kinerja guru merupakan faktor strategis yang diyakini berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan kinerja guru terhadap mutu pendidikan pada SMK Negeri di Kota Tangerang Selatan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 334 guru yang berasal dari delapan SMK Negeri di Kota Tangerang Selatan, dengan sampel sebanyak 182 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan kinerja guru memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap mutu pendidikan, baik secara parsial maupun simultan. Di antara ketiga variabel tersebut, kinerja guru memberikan kontribusi yang paling besar terhadap peningkatan mutu pendidikan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan di SMK memerlukan kepemimpinan kepala sekolah yang transformasional, budaya organisasi yang kondusif, serta kinerja guru yang profesional. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola sekolah dan pengambil kebijakan dalam merancang strategi peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan aspek kepemimpinan, budaya organisasi, dan pengembangan profesional guru.
Implementasi Prinsip Rekonsiliasi Dalam Surat Filemon Bagi Pendidikan Agama Kristen: Model Pembelajaran Berbasis Proyek Dan Refleksi Digital Di Indonesia Eva Saryati Panggabean; Julius Tumpak Marganda Simaremare
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2688

Abstract

Kajian ini mengkaji implementasi prinsip rekonsiliasi dalam Surat Filemon dan relevansinya bagi pembinaan iman melalui Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Indonesia. Fokus kajian diarahkan pada integrasi teologi rekonsiliasi dengan pembelajaran berbasis proyek dan refleksi digital sebagai strategi pedagogis yang kontekstual di tengah masyarakat Indonesia yang plural. Kajian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap sumber-sumber ilmiah mutakhir, terutama publikasi lima tahun terakhir yang membahas teologi Filemon, pedagogi PAK, pembelajaran berbasis proyek, dan transformasi digital dalam pendidikan agama. Hasil sintesis menunjukkan bahwa rekonsiliasi dalam Surat Filemon tidak berhenti pada pengampunan personal, tetapi bergerak menuju pemulihan relasi, pengakuan martabat, dan transformasi sosial yang dapat diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran PAK. Dalam konteks pedagogis, pembelajaran berbasis proyek memberi ruang bagi siswa untuk menghidupi nilai pengampunan, dialog, dan kerja sama melalui pengalaman nyata, sedangkan refleksi digital membantu proses internalisasi, evaluasi diri, dan penautan antara teks Alkitab dengan realitas sosial siswa. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi rekonsiliasi Filemon, project-based learning, dan refleksi digital dapat memperkaya model pembelajaran PAK yang selama ini cenderung kognitif, menuju pembelajaran yang lebih partisipatif, reflektif, dan transformatif. Temuan ini mendukung pengembangan kurikulum dan praktik pengajaran PAK yang lebih relevan dengan kebutuhan pembentukan karakter dan kehidupan bersama dalam masyarakat majemuk Indonesia.
Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Arab Melalui Pembelajaran Berbasis Permainan Edukatif Mar'atus Sholihah; Khairunnisa Khairunnisa; Daimah Daimah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2689

Abstract

This study is motivated by the low level of students’interest in learning Arabic. The learning process, which tends to be conventional and monotonous, causes students to become easily bored, resulting in less optimal learning achievement. Therefore, a learning strategy is needed that can create a more engaging, interactive, and enjoyable learning environment through the implementation of educational games. This study aims to describe the implementation of educational games in Arabic language learning and their impact on students’ activeness and learning achievement. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, interviews with teachers and students, and documentation of learning outcomes. Data analysis was conducted through several stages, namely data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain an overview of students’ responses, levels of learning activeness, and changes in learning outcomes after the implementation of educational games. Based on the results of interviews with several students, it was found that learning using educational games in the form of flashcards made them more interested in participating in Arabic lessons. Students stated that this method helped them memorize vocabulary more easily and made the learning atmosphere more enjoyable. Keywords: Educational games, learning achievement, student activeness.