cover
Contact Name
Astri Ayu Purwati
Contact Email
jkip.almatani@gmail.com
Phone
+6282283109433
Journal Mail Official
jkip.almatani@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kaharudin Nst, Komplek UIR, Pekanbaru-Riau, Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
ISSN : 27745074     EISSN : 27750531     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan is published by Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani as an information and communication media for practitioners, researchers and academics who are interested in the field of Business Management and Accounting Studies. First publish in November 2020. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process. JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan with registered number ISSN 2774-5074 (Print) and ISSN 2775-0531 (Online) is a peer-reviewed journal published two times a year (Mei and November). KIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan publishes any research-based articles on and about education i.e. articles which contribute to the understanding, theoretical development, theoretical concept and implementation of theories of education at any level.
Articles 958 Documents
Pengembangan Media Bangun Datar Berbasis Articulate Storyline untuk Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar Wilujeng Ananda Putri; Dyah Triwahyuningtyas; Sri Rahayu
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/2mzh8x46

Abstract

Urgensi ketersediaan perangkat instruksional berformat multimedia interaktif yang disusun melalui articulate storyline menjadi landasan utama pengembangan ini guna menyesuaikan dengan profil belajar siswa. Keterbatasan daya tarik serta minimnya pemahaman konsep yang dialami siswa saat ini merupakan konsekuensi langsung dari pendekatan pengajaran guru yang belum mampu membangkitkan motivasi. Melalui investigasi ini, peneliti berupaya menguji tingkat kelayakan, kepraktisan, serta efektivitas instrumen media pada topik bangun datar untuk kelas IV SD. Adapun prosedur pengembangan yang dijalankan mengadopsi alur lima tahap model ADDIE. Subjek penelitian melibatkan siswa kelas IV SD di Kota Malang dengan teknik perolehan data yang mengandalkan observasi, wawancara, serta angket. Proses pengembangan media melalui tahapan verifikasi oleh pakar media, materi, serta bahasa, yang selanjutnya diimplementasikan kepada tenaga pendidik dan siswa kelas IV SD. Pendekatan analisis data yang digunakan mencakup metode kualitatif dan kuantitatif.Perolehan data menunjukkan bahwa aspek media, materi, serta bahasa telah mendapatkan predikat valid dari para ahli dengan rerata capaian 87,25%. Respons yang sangat positif turut diberikan oleh guru dan siswa terhadap penggunaan media tersebut, yakni dengan rerata 91,9%. Dampak penerapan media ini juga terefleksi pada peningkatan motivasi belajar siswa dengan nilai rerata sebesar 97. Seluruh bukti empiris tersebut menegaskan bahwa media pembelajaran bangun datar yang dikembangkan dengan articulate storyline memiliki standar kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas yang mumpuni untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas IV SD.
Penguatan Karakter Murid Melalui Pembelajaran Sosial Emosional Dalam Teks Narasi Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal Ivan Sukma Mega Martha; Heny Subandiyah; Resdianto Permata Raharjo
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/dhjygg24

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki peluang besar untuk menguatkan karakter murid karena bahasa selalu berhubungan dengan cara manusia memahami diri, orang lain, dan lingkungan sosialnya. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan penguatan karakter murid melalui pembelajaran sosial emosional dalam teks narasi Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal. Kajian ini menggunakan pendekatan konseptual-kualitatif melalui telaah literatur tentang pembelajaran sosial emosional, pendidikan karakter, teks narasi, Sistem Among Ki Hajar Dewantara, siklus 3N, dan sintaks SELIS. SELIS dalam artikel ini ditempatkan sebagai sintaks pembelajaran yang berurutan, yaitu Sadar, Empati, Luhur, Introspektif, dan Santun. Berbeda dari artikel berbasis laporan hasil penelitian, tulisan ini tidak menjadikan data pengembangan tesis sebagai acuan utama, melainkan hanya menggunakan rumusan SELIS sebagai referensi konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa teks narasi dapat menjadi ruang pedagogis untuk mengembangkan kesadaran diri, empati, kemampuan mengambil nilai luhur, refleksi pengalaman, dan kesantunan berbahasa. Integrasi kearifan lokal membuat pembelajaran sosial emosional tidak terlepas dari konteks budaya Indonesia. Dengan demikian, pembelajaran teks narasi berbasis SELIS dapat dipahami sebagai strategi literasi yang tidak hanya melatih keterampilan menulis, tetapi juga menuntun murid membangun karakter secara reflektif, kontekstual, dan humanis.
Pengembangan Bahan Ajar Digital Interaktif Matematika SMP Topik Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Untuk Melatih Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Rina Firsty Nabila; Raden Sulaiman; Endah Budi Rahaju
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2702

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar digital interaktif matematika pada topik Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa SMP. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate terbatas. Pada tahap define dilakukan analisis kebutuhan melalui kajian Kurikulum Merdeka, standar NCTM, hasil PISA 2022, buku ajar, wawancara guru, dan analisis karakteristik siswa. Tahap design menghasilkan rancangan bahan ajar yang memuat materi, aktivitas pembelajaran interaktif, visualisasi, umpan balik, serta instrumen pretest dan posttest yang disesuaikan dengan indikator berpikir kritis Ennis dan berpikir kreatif Guilford. Selanjutnya, pada tahap develop, produk divalidasi oleh ahli pembelajaran, ahli media, dan guru matematika, kemudian direvisi dan diujicobakan pada kelompok kecil untuk menilai kepraktisan dan keefektifannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dengan indeks validitas 80–100%, sangat praktis berdasarkan respons guru dan siswa dengan indeks di atas 80%, serta efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Ketuntasan belajar klasikal mencapai lebih dari 75% sesuai KKM, sedangkan hasil analisis N-gain sebesar 34% menunjukkan peningkatan hasil belajar pada kategori sedang. Observasi pembelajaran juga memperlihatkan bahwa penggunaan bahan ajar mampu mengaktifkan indikator berpikir kritis dan kreatif siswa secara konsisten. Pada tahap disseminate, produk dipublikasikan melalui situs web sehingga dapat diakses secara daring sebagai sumber belajar tambahan. Dengan demikian, bahan ajar digital interaktif yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai alternatif sumber belajar matematika untuk mendukung pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.
Revitalisasi Permainan Tradisional Sebagai Media Olahraga Rekreasi untuk Penguatan Karakter Anak Sekolah Dasar Prima Ajitama; Sahri Sahri
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran revitalisasi permainan tradisional sebagai media olahraga rekreasi dalam penguatan karakter anak sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi Pearson Product Moment untuk menguji hubungan antara permainan tradisional dan penguatan karakter anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara permainan tradisional dengan penguatan karakter anak sekolah dasar, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,606 dengan tingkat signifikansi 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan permainan tradisional, semakin baik pula karakter yang berkembang pada anak. Permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas olahraga rekreasi yang menyenangkan, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter yang efektif melalui penanaman nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kejujuran, dan sportivitas. Selain itu, permainan tradisional mampu meningkatkan aktivitas fisik serta memperkuat interaksi sosial antaranak, sehingga menjadi alternatif yang relevan di tengah meningkatnya penggunaan permainan berbasis gawai. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi permainan tradisional memiliki kontribusi yang signifikan dalam mendukung penguatan karakter anak sekolah dasar. Oleh karena itu, permainan tradisional perlu dipertahankan, dikembangkan, dan diintegrasikan ke dalam kegiatan pendidikan serta olahraga rekreasi sebagai upaya membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu melestarikan budaya bangsa.
Studi Kasus Kemampuan Berpikir Kritis Isu Lingkungan Lokal Mahasiswa Pendidikan IPA Semester 6 Jurusan Biologi UNIMED Indriani Laurensia Br Tarigan; Lisnawaty Simatupang
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2707

Abstract

This study aims to profile the conceptual understanding levels and detect misconceptions regarding the eutrophication of Lake Toba among pre-service biology teachers. A Two-Tier Diagnostic Test was developed to measure four critical thinking indicators: interpretation, analysis, inference, and evaluation. Student responses were classified into four cognitive states: Concept Understanding (PK), Misconception (MK), Partial Concept (KP), and No Understanding (TP). The results revealed a linear degradation of scientific reasoning as the complexity of critical thinking indicators increased. The percentage of students with full Concept Understanding (PK) dropped drastically from interpretation (35%), analysis (19%), and inference (11%), leaving only 4% at the evaluation indicator. Conversely, the "No Understanding" (TP) state dominated higher-order thinking dimensions, reaching 44% in evaluation. A comparative analysis of tier averages confirmed a consistent false-positive phenomenon (except in evaluation), where the average score for the selection answer (Tier 1) was routinely higher than the explanatory reason (Tier 2), with the widest gap observed in the inference indicator (T1: 48%, T2: 25%). These findings confirm a profound scientific reasoning crisis among pre-service teachers, where students successfully guess or select correct surface-level answers but fail to construct valid causal arguments.
Pengaruh Literasi Digital dan Dukungan Organisasi Terhadap Kinerja Guru dengan Efikasi Diri Sebagai Variabel Mediasi di SD Kalam Kudus Pekanbaru Sudarsono Sudarsono; Ike Kusdyah Rachmawati; Yunus Handoko
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2712

Abstract

Era digital menuntut guru untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. SD Kalam Kudus di Pekanbaru menghadapi paradoks: kualitas pembelajaran yang stagnan dan kinerja guru yang menurun meskipun sekolah telah konsisten berinvestasi dalam perangkat teknologi dan pengembangan profesional. Situasi ini menunjukkan bahwa kemampuan teknis dan dukungan organisasi belum diterjemahkan ke dalam kinerja yang optimal. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital dan dukungan organisasi terhadap kinerja guru, baik secara langsung maupun melalui efikasi diri sebagai variabel mediasi, dalam lingkungan sekolah dasar swasta berbasis nilai-nilai Kristen. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif. Peneliti sengaja memilih lokasi penelitian berdasarkan relevansi fenomena tersebut. Mereka memilih seluruh guru (42 guru) di lokasi penelitian sebagai responden menggunakan pengambilan sampel jenuh. Mereka mengumpulkan data melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert. Mereka mengolah data menggunakan teknik analisis kuantitatif yang relevan untuk menguji model dengan variabel mediasi. Studi ini mengungkapkan empat temuan utama. Pertama, literasi digital memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap efikasi diri dan kinerja guru. Kedua, dukungan organisasi memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap efikasi diri dan kinerja guru dan muncul sebagai prediktor paling dominan dalam model. Ketiga, efikasi diri secara signifikan berkontribusi pada kinerja, melengkapi kedua faktor anteseden. Keempat, efikasi diri memediasi pengaruh dukungan organisasi terhadap kinerja, tetapi tidak memediasi pengaruh literasi digital terhadap kinerja. Pola ini menunjukkan bahwa peran mediasi efikasi diri bersifat spesifik terhadap sumber pengaruhnya. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja guru di era digital membutuhkan kombinasi kompetensi teknis, lingkungan kerja yang mendukung, dan manajemen efikasi diri profesional yang efektif. Kepala sekolah perlu memprioritaskan bimbingan kepemimpinan instruksional, pengakuan harian atas kontribusi guru, dan penciptaan lingkungan kerja yang aman untuk inovasi. Yayasan dan sekolah perlu mengevaluasi efektivitas pelatihan teknologi dan meningkatkan kebijakan beban kerja guru. Peneliti di masa mendatang disarankan untuk memperluas cakupan responden, menerapkan desain jangka panjang, menambahkan faktor kontekstual, dan menyempurnakan alat pengukuran efikasi diri untuk konteks digital.
Manajemen Sarana Dan Prasarana Berbasis POAC (Planning, Organizing, Actuating, And Controlling) Dalam Mendukung Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam Di MTI Canduang Rafiqa Witri Asri; Zulfani Sesmiarni; Ali Mustopa Yakub Simbolon; Ulmadevi Ulmadevi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2713

Abstract

Thesis Title: “POAC-Based (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling) Facilities and Infrastructure Management in Support of the Development of Islamic Educational Institutions at MTI Canduang” This thesis was written by Rafiqa Witri Asri, Student Identification Number 10222017, Islamic Education Management Study Program, Postgraduate Program, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. This study was motivated by the importance of facilities and infrastructure management in improving the quality of educational services and supporting the increased student admission capacity at Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang. The growing public interest in MTI Canduang requires effective facilities and infrastructure management, not only in providing adequate educational facilities but also in ensuring service sustainability through the systematic implementation of management functions. This study aims to analyze the implementation of the Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC) functions in facilities and infrastructure management and to identify the factors determining their effectiveness in supporting the institution's capacity development. This study employed a qualitative approach using a case study design to examine the implementation of the Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC) functions in facilities and infrastructure management at Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang. The research informants consisted of foundation leaders, boarding school leaders, facilities and infrastructure managers, teachers, and students selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, document analysis, and supporting surveys. Data trustworthiness was ensured through triangulation, while data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. The findings reveal that the effectiveness of facilities and infrastructure management is determined by the institution's ability to integrate actual needs, financial capacity, and stakeholder participation into the Planning process. Well-defined organizational arrangements, supported by effective coordination among managers, adaptive utilization of facilities, and continuous monitoring, contribute significantly to optimizing facilities and infrastructure management in supporting increased student admission capacity. Theoretically, this study strengthens the application of the POAC management framework within the context of facilities and infrastructure management in Islamic boarding school-based educational institutions by demonstrating that the effectiveness of each management function depends on the integration of management processes rather than on the isolated implementation of individual functions. The novelty of this study lies in the development of a POAC implementation model that links facilities and infrastructure management with student admission capacity as an indicator of institutional performance, thereby providing a new perspective for the development of sustainable and quality-oriented Islamic educational management.
Optimizing The Role Of Teachers In Fostering Student Discipline Nafisah Masruroh; Feriska Lestianti
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2714

Abstract

This study aims to analyze the optimization of teachers' roles in fostering student discipline at SMP Nurul Jadid. The research employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving the principal, teachers, school counselors, and students. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion verification to ensure the validity of the findings. The results indicate that teachers play a strategic role in fostering student discipline through exemplary behavior, guidance, persuasive communication, and humanistic interpersonal approaches. Teachers consistently reinforce disciplined behavior through habituation, motivation, and responsive counseling services. The behavioristic approach is implemented through the provision of stimuli, reinforcement, and the habituation of disciplined behavior, while the humanistic approach is applied through empathetic relationships, self-reflection, and individualized guidance for students. In addition, school counseling services are conducted in an educational and continuous manner, enabling students to recognize their mistakes and independently improve their behavior. Supporting factors for the development of student discipline include positive interpersonal relationships, a conducive school environment, and a sustainable guidance system. Meanwhile, inhibiting factors include students' low self-awareness, peer influence, and inconsistencies in the implementation of school regulations. The study concludes that optimizing teachers' roles through the integration of behavioristic and humanistic approaches is effective in enhancing students' self-awareness and discipline within the school environment.
Implementasi Kurikulum Merdeka Melalui Project Based Learning Dalam Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Kelas IV Di Sekolah Dasar Hesti Iswandayani; Beny Dwi Lukitoaji
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka melalui Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kreativitas peserta didik kelas IV di SD Negeri 2 Kadipiro, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas IV, dan peserta didik kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka melalui Project Based Learning telah terlaksana dengan baik melalui tahapan penentuan masalah atau proyek, perencanaan kegiatan proyek, pelaksanaan proyek, presentasi hasil, serta evaluasi dan refleksi. Penerapan Project Based Learning mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran melalui kegiatan diskusi, kerja sama kelompok, pemecahan masalah, dan penyusunan produk proyek. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek berkontribusi terhadap perkembangan kreativitas peserta didik yang ditunjukkan melalui empat aspek, yaitu fluency (kelancaran menghasilkan ide), flexibility (keluwesan dalam menemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah), originality (kemampuan menghasilkan ide dan karya yang unik), serta elaboration (kemampuan mengembangkan ide menjadi karya yang lebih rinci dan menarik). Aspek elaboration merupakan indikator yang berkembang paling dominan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa peserta didik yang memerlukan pendampingan dalam mengemukakan ide, berpartisipasi aktif dalam diskusi, dan mempresentasikan hasil proyek. Dengan demikian, implementasi Kurikulum Merdeka melalui Project Based Learning mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna serta mendukung peningkatan kreativitas peserta didik di sekolah dasar.
Pengaruh Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Terhadap Minat Berwirausaha Dengan Self-Efficacy Dan Motivasi Diri Sebagai Variabel Mediasi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya Wahyuning Ulan Suci; Angga Martha Mahendra
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kewirausahaan berbasis Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) terhadap minat berwirausaha serta peran self-efficacy dan motivasi diri sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Sampel penelitian berjumlah 339 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya angkatan 2024 yang telah menempuh pembelajaran kewirausahaan berbasis MKWK. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha, self-efficacy, dan motivasi diri. Self-efficacy dan motivasi diri juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Selain itu, self-efficacy dan motivasi diri terbukti mampu memediasi pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan berbasis MKWK berperan penting dalam meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa, baik secara langsung maupun melalui peningkatan self-efficacy dan motivasi diri.