cover
Contact Name
Yusak Noven Susanto
Contact Email
yusaknoven7@gmail.com
Phone
+6282244739479
Journal Mail Official
sttdpjurnal@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.sttdp.ac.id/metanoia/editorial-team
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27162885     DOI : 10.55962/meta
Focus and Scope Metanoia (Jurnal Pendidian Agama Kristen) merupakan Open Journal System Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal untuk menjadi tempat publikasi jurnal online baik oleh dosen maupun mahasiswa dari hasil penelitian Pendidian Agama Kristen yang telah dilakukan. Metanoia memiliki Nomor Online ISSN: 2716-2885 pada tahun 2020. Adapun yang menjadi lingkup pada kajian penelirian pada jurnal ini, yaitu: 1. Pendidian Agama Kristen 2. Teknologi Media Pembelajaran 3. Psikologi Perkembangan 4. Evaluasi Pembelajaran 5. Kurikulum 6. Strategi Pembelajaran 7. Pendidikan Kristiani dalam Gereja Keluarga dan Sekolah
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 86 Documents
REKONSTRUKSI ETIKA ABORSI DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: ANALISIS TEOLOGIS-YURIDIS KASUS EDWARD ARMANDO Jeffry Leonard P Tobing;  Laurenz Enjelina Siagian
Metanoia Vol 8 No 2 (2026): Metanoia Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i2.347

Abstract

Aborsi merupakan persoalan etika yang kompleks karena melibatkan dimensi moral, teologis, hukum, dan sosial secara simultan dalam kehidupan manusia. Dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen, aborsi dipandang sebagai pelanggaran terhadap nilai kesucian hidup yang berakar pada iman akan Allah sebagai pemberi kehidupan. Namun, pendekatan etika yang diajarkan dalam Pendidikan Agama Kristen seringkali masih bersifat normatif dan belum sepenuhnya mampu menjawab dinamika persoalan aktual secara kontekstual dan aplikatif. Fenomena kasus dugaan tindak pidana aborsi yang melibatkan dr. Edward Armando menunjukkan adanya ketegangan antara nilai moral, praktik medis, dan regulasi hukum yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi etika aborsi dalam Pendidikan Agama Kristen melalui analisis teologis-yuridis terhadap kasus tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis normatif teologis-yuridis berbasis literatur dan dokumen hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi etika aborsi perlu mengintegrasikan prinsip teologis tentang kesucian hidup dengan kerangka hukum positif secara kritis dan kontekstual. Selain itu, pendekatan etika yang dikembangkan harus bersifat transformatif dan dialogis agar relevan dengan realitas sosial peserta didik. Dengan demikian, Pendidikan Agama Kristen dapat berperan strategis dalam membentuk kesadaran moral yang reflektif, bertanggung jawab, dan berlandaskan iman Kristen dalam menghadapi isu aborsi.
INTEGRASI GOOGLE WORKSPACE SEBAGAI EKOSISTEM KOINONIA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Theo Pilus Candra; Eiodia Eveline Permata Sari; Felixtian Teknowijoyo
Metanoia Vol 8 No 2 (2026): Metanoia Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i2.349

Abstract

Pendidikan Agama Kristen (PAK) konvensional sering terjebak dalam pedagogi individualistik yang menggerus nilai persekutuan (koinonia). Di sisi lain, adopsi teknologi Google Workspace for Education (GWfE) sering kali terbatas pada fungsi administratif tanpa refleksi teologis. Penelitian ini bertujuan meninjau fitur kolaborasi real-time dalam GWfE sebagai "ruang liturgis digital" untuk memulihkan koinonia. Menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berdialog dengan teori konstruktivisme sosial Vygotsky dan eklesiologi Bonhoeffer, penelitian menemukan bahwa teknologi cloud dapat menggeser paradigma belajar dari isolasi menuju interdependensi tubuh Kristus. Fitur seperti co-authoring terbukti bukan sekadar alat teknis, melainkan sarana formasi rohani yang melatih kerendahan hati dan kecerdasan kolektif. Implikasinya, guru PAK dipanggil bertransformasi dari penyampai informasi menjadi arsitek komunitas digital.
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGHADAPI KRISIS IDENTITAS DIRI DAN MORALITAS PADA REMAJA DI ERA DIGITAL Indah Indah; Hisar Parulyan
Metanoia Vol 8 No 2 (2026): Metanoia Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i2.356

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan remaja. Kemudahan akses informasi, penggunaan media sosial, dan perkembangan budaya digital memberikan dampak positif sekaligus negatif terhadap perkembangan identitas diri dan moralitas remaja. Banyak remaja mengalami krisis identitas diri akibat pengaruh lingkungan digital yang kuat serta kurangnya pembinaan nilai dan karakter yang kokoh. Peran strategis dalam membentuk identitas iman dan moralitas remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena krisis identitas diri dan moralitas pada remaja di era digital serta menjelaskan peran Pendidikan Agama Kristen dalam menghadapi tantangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber teologis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis identitas diri dan moralitas pada remaja dipengaruhi oleh faktor lingkungan digital, budaya populer, serta kurangnya pendampingan spiritual yang memadai. Pendidikan Agama Kristen berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai iman, membentuk karakter moral, dan membantu remaja menemukan identitas diri yang berakar pada iman kepada Kristus. Oleh karena itu, pendidikan iman yang kontekstual, relevan dengan perkembangan teknologi, serta didukung oleh keluarga, gereja, dan sekolah sangat diperlukan untuk menolong remaja menghadapi tantangan era digital.
KRISIS IDENTITAS DAN DEGRADASI KARAKTER GENERASI Z: UPAYA GURU PENDIDIKAN KRISTEN SEBAGAI AGEN TRANSFORMASI GENERASI Z DALAM ERA DISRUPSI Abigain Katoda
Metanoia Vol 8 No 2 (2026): Metanoia Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i2.367

Abstract

Era disrupsi digital memengaruhi identitas dan karakter Generasi Z secara signifikan. Media sosial mendorong krisis moral, individualisme, dan lemahnya spiritualitas remaja Kristen. Pendidikan Kristen menghadapi tantangan membentuk generasi beriman di tengah budaya digital modern. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran guru Pendidikan Kristen sebagai agen transformasi karakter Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap jurnal, buku, dan sumber teologis relevan. Hasil penelitian menunjukkan Generasi Z mengalami krisis identitas akibat pengaruh budaya digital dan lemahnya pembinaan spiritual. Guru Pendidikan Kristen berperan membangun karakter melalui keteladanan, pembelajaran kontekstual, dan pendampingan spiritual berkelanjutan. Pendidikan Kristen perlu mengintegrasikan iman, pedagogi, dan teknologi secara seimbang. Strategi pembelajaran reflektif dan dialogis membantu peserta didik membangun identitas iman yang kuat. Kolaborasi keluarga, gereja, dan sekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk Generasi Z yang berkarakter Kristiani, kritis, dan bertanggung jawab.
PERAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI RUANG PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBENTUK SPIRITUALITAS PESERTA DIDIK DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL Melvin Subay
Metanoia Vol 8 No 2 (2026): Metanoia Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i2.370

Abstract

Abstract Digital transformation has significantly changed the learning patterns of younger generations, including the development of students’ spirituality through social media as a space for informal learning. This study aims to analyze the role of social media in shaping students’ digital spirituality within the context of Christian Religious Education in the era of digital transformation. The research employed a qualitative approach using a literature review method through the analysis of scholarly articles, academic books, and relevant studies related to social media, informal learning, and digital spirituality. The findings reveal that social media functions as an informal learning ecosystem that enables students to gain spiritual experiences through the consumption of religious content, faith reflection, and participation in digital communities. Social media also provides flexible, participatory, and contextual learning access that aligns with the characteristics of the digital generation. However, several challenges were identified, including superficial faith understanding, theological misinformation, and the dominance of digital algorithms. Therefore, Christian Religious Education needs to develop reflective, critical, and contextual pedagogical approaches so that social media can be utilized optimally in fostering students’ digital spirituality in a deeper and more transformative manner. Abstrak Transformasi digital telah mengubah pola pembelajaran generasi muda, termasuk dalam pembentukan spiritualitas siswa melalui media sosial sebagai ruang pembelajaran informal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran media sosial dalam membentuk spiritualitas digital siswa dalam konteks Pendidikan Agama Kristen pada era transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku akademik, dan penelitian relevan mengenai media sosial, pembelajaran informal, dan spiritualitas digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai ekosistem pembelajaran informal yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman spiritual melalui konsumsi konten rohani, refleksi iman, dan partisipasi dalam komunitas digital. Media sosial juga memberikan akses pembelajaran yang fleksibel, partisipatif, dan kontekstual sesuai karakteristik generasi digital. Namun, ditemukan tantangan berupa dangkalnya pemahaman iman, disinformasi teologis, dan dominasi algoritma digital. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Kristen perlu mengembangkan pendekatan pedagogis yang reflektif, kritis, dan kontekstual agar media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal dalam membentuk spiritualitas digital siswa secara mendalam dan transformative.
STRATEGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MOTIVASI BELAJAR ERA TRANSFORMASI DIGITAL Eddy Danukusumah; Kimson Sianturi
Metanoia Vol 8 No 2 (2026): Metanoia Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i2.382

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan melalui pemanfaatan teknologi informasi yang semakin luas dalam proses pembelajaran. Di sisi lain, perkembangan media digital juga menghadirkan tantangan terhadap motivasi belajar peserta didik akibat meningkatnya distraksi teknologi, budaya hiburan digital, serta menurunnya konsentrasi belajar. Kondisi tersebut berdampak pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan tanggung jawab belajar peserta didik sehingga Pendidikan Agama Kristen dituntut menghadirkan strategi pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan transformatif di era digital modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Pendidikan Agama Kristen dalam menghadapi tantangan motivasi belajar pada era transformasi digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital memengaruhi pola belajar peserta didik serta menuntut pendekatan pedagogi yang adaptif, humanis, dan berbasis nilai Kristiani. Guru Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting sebagai motivator, pembimbing spiritual, dan teladan dalam membangun motivasi belajar peserta didik secara holistik. Strategi pedagogi Kristen yang integratif, reflektif, dan partisipatif mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik di tengah tantangan budaya digital. Pendidikan Agama Kristen juga berperan penting dalam membentuk karakter, spiritualitas, serta etika digital peserta didik secara berkelanjutan