cover
Contact Name
Yusak Noven Susanto
Contact Email
yusaknoven7@gmail.com
Phone
+6282244739479
Journal Mail Official
sttdpjurnal@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.sttdp.ac.id/metanoia/editorial-team
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27162885     DOI : 10.55962/meta
Focus and Scope Metanoia (Jurnal Pendidian Agama Kristen) merupakan Open Journal System Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal untuk menjadi tempat publikasi jurnal online baik oleh dosen maupun mahasiswa dari hasil penelitian Pendidian Agama Kristen yang telah dilakukan. Metanoia memiliki Nomor Online ISSN: 2716-2885 pada tahun 2020. Adapun yang menjadi lingkup pada kajian penelirian pada jurnal ini, yaitu: 1. Pendidian Agama Kristen 2. Teknologi Media Pembelajaran 3. Psikologi Perkembangan 4. Evaluasi Pembelajaran 5. Kurikulum 6. Strategi Pembelajaran 7. Pendidikan Kristiani dalam Gereja Keluarga dan Sekolah
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBENTUK KEHIDUPAN SOSIAL DAN MORAL KELUARGA DEWASA Lumbantobing, Sarah Gracia; Asamau, John; Zai, Yafarman
Metanoia Vol 8 No 1 (2026): Metanoia Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i1.284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Pendidikan Agama Kristen (PAK) terhadap kehidupan sosial dan moral keluarga dewasa. Dalam konteks kehidupan modern yang ditandai oleh arus globalisasi, perkembangan teknologi, dan pergeseran nilai moral, keluarga Kristen menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan iman serta nilai-nilai Kristiani. Pendidikan Agama Kristen dipandang sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter, etika, dan tanggung jawab sosial anggota keluarga, khususnya orang dewasa sebagai teladan iman dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami secara mendalam peran PAK dalam kehidupan keluarga dewasa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap keluarga Kristen yang aktif mengikuti pembinaan Pendidikan Agama Kristen. Analisis data dilakukan secara induktif dengan menerapkan triangulasi sumber dan metode guna menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen berpengaruh signifikan dalam membentuk kehidupan sosial dan moral keluarga dewasa, terlihat dari terwujudnya relasi keluarga yang harmonis, sikap saling menghargai, kepedulian sosial, serta penerapan nilai-nilai moral Kristen seperti kasih, kejujuran, pengampunan, kesucian, dan integritas. Dengan demikian, Pendidikan Agama Kristen berperan sebagai fondasi utama dalam membentuk keluarga dewasa yang beriman, bermoral, dan mampu menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat. Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen, kehidupan sosial, kehidupan moral, keluarga dewasa.
TINJAUAN TEOLOGIS "ANAKKU MILIK PUSAKAKU" MENURUT MAZMUR 127:3: IMPLEMENTASI PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK MASA KINI DI ERA 5.0 Baskoro, Paulus Kunto
Metanoia Vol 8 No 1 (2026): Metanoia Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i1.286

Abstract

Keluarga merupakan lembaga pertama dalam dunia yang Allah bentuk, itu sebabnya keluarga menjadi tumpuan pertama bagi setiap kehidupan anak. Dalam kehidupan berkeluarga, anak menjadi hadiah indah yang melengkapi keutuhan keluarga sebab anak adalah anugerah dan berkat dari Allah sebagai upah dari hasil pernikahan. Orang tua memiliki tugas untuk mendidik anak sehingga anak dapat bertumbuh sesuai seperti apa yang diharapkan oleh orang tuanya. Dengan melihat bahwa anak itu sangat berharga dalam keluarga maka artikel ini bertujuan untuk menunjukkan peran orang tua dalam mendidik anak dengan benar berdasarkan makna teologis “anakku milik pusakaku” yang dikaji dari Mazmur 127:3. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menyelidiki berbagai literatur seperti buku, jurnal, atau kamus untuk menguraikan dan mendeskripsikan secara jelas peran orang tua dalam mendidik anak. Hasil yang ditemukan adalah bahwa peran orang itu meliputi Pertama, mengkaji konsep teologi kalimat “anakku milik pusakaku” menurut Mazmur 127:3. Kedua, menemukan prinsip penting makna “anakku milik pusakaku dari Mazmur 127:3 untuk diimplementasikan dalam pendidikan anak. Ketiga, peran orang tua dalam mendidik anak menjadi pribadi yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENANAMKAN NILAI ETIKA KRISTEN ERA DIGITAL SOCIETY 5.0 Sumual, Elisa Nimbo; Rahayu, Yohana Fajar
Metanoia Vol 8 No 1 (2026): Metanoia Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i1.287

Abstract

Perkembangan Digital Society 5.0 telah membawa perubahan mendasar dalam cara manusia berinteraksi, termasuk dalam konteks pendidikan agama. Transformasi digital yang masif menghadirkan tantangan etis baru bagi peserta didik, seperti relativisme moral, krisis tanggung jawab, serta degradasi nilai kemanusiaan di ruang digital. Dalam situasi tersebut, Pendidikan Agama Kristen dihadapkan pada tuntutan untuk tidak hanya mentransmisikan pengetahuan iman, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran etis. Fenomena meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan peserta didik sering kali tidak diimbangi dengan kemampuan refleksi moral yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis guru Pendidikan Agama Kristen dalam menanamkan nilai etika Kristen yang kontekstual dan transformatif di era Digital Society 5.0. Menggunkan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, maka disimpulkan bahwa etika Kristen merupakan fondasi teologis yang esensial dalam pendidikan di era Digital Society 5.0. Etika Kristen berakar pada wahyu Allah dan teladan Kristus yang menjadi fondasi teologis bagi pembentukan karakter dan pengambilan keputusan moral, termasuk dalam konteks pendidikan di era Digital Society 5.0. Di tengah karakteristik masyarakat digital yang ditandai oleh kecerdasan buatan, konektivitas tanpa batas, dan arus informasi yang masif, peserta didik menghadapi tantangan etis seperti degradasi nilai, penyalahgunaan teknologi, dan krisis identitas moral. Oleh karena itu, guru Pendidikan Agama Kristen berperan strategis sebagai pendidik etika digital yang menuntun peserta didik untuk mengintegrasikan iman Kristen dengan sikap kritis, bertanggung jawab, dan beretika dalam kehidupan digital.
STRATEGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBENTUK KETAHANAN IMAN REMAJA BROKEN HOME: STUDI KASUS DI ROTE NDAO Messakh, Jacob
Metanoia Vol 8 No 1 (2026): Metanoia Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i1.288

Abstract

Fenomena keluarga broken home merupakan persoalan sosial yang semakin meningkat dan berdampak signifikan terhadap kehidupan remaja, termasuk pada aspek spiritual dan ketahanan iman. Di Kabupaten Rote Ndao, meningkatnya tren perceraian dan disfungsi keluarga menempatkan remaja pada kondisi rentan, seperti krisis identitas, luka emosional, serta melemahnya keterlibatan dalam kehidupan iman Kristen. Permasalahan utama yang muncul adalah terganggunya proses pembentukan iman yang seharusnya dimulai dari keluarga sebagai komunitas iman pertama, sehingga remaja mengalami kesulitan memaknai Allah, iman, dan kehidupan rohani secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam membentuk ketahanan iman remaja broken home melalui studi kasus di Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi terhadap proses pembelajaran dan kegiatan pembinaan iman, serta studi dokumentasi pada gereja dan/atau sekolah Kristen. Subjek penelitian meliputi remaja broken home, guru Pendidikan Agama Kristen, serta pendeta atau pembina remaja yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PAK yang efektif dalam membentuk ketahanan iman remaja broken home mencakup pendekatan relasional, pendampingan iman yang empatik, integrasi pengalaman hidup remaja dalam pembelajaran, serta keterlibatan aktif gereja sebagai komunitas pendukung. Strategi-strategi tersebut terbukti membantu remaja membangun pemaknaan iman yang lebih tangguh, reflektif, dan relevan dengan realitas hidup mereka.
KODE ETIK GURU PAK SEBAGAI PILAR PENDIDIKAN KARAKTER DAN MORALITAS ANAK USIA DINI DI ERA DIGITAL van der Krogt, Hanniel Jehoshua
Metanoia Vol 8 No 1 (2026): Metanoia Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i1.293

Abstract

Perkembangan era digital telah menghadirkan tantangan baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter dan moralitas anak usia dini. Arus informasi yang begitu deras melalui gawai dan media sosial sering kali mempengaruhi pola pikir, perilaku, serta nilai-nilai etika anak sejak usia dini. Guru Pendidikan Agama Kristen memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga kemurnian nilai iman sekaligus menanamkan moralitas yang kokoh pada anak-anak yang sedang berada pada masa pembentukan karakter. Fenomena yang tampak adalah munculnya degradasi moral di kalangan anak, seperti menurunnya rasa empati, kecenderungan individualistis, hingga sikap kurang menghargai orang lain akibat pengaruh digital yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kode etik guru PAK sebagai pilar utama dalam membangun pendidikan karakter dan moralitas anak usia dini di tengah tantangan era digital. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa hakikat dan definisi kode etik guru PAK menegakkan posisinya sebagai pedoman bersumber dari nilai iman dan integritas Kristiani. Kode etik berfungsi sebagai dasar profesionalisme guru dalam mendidik anak usia dini sekaligus memperkuat peran guru PAK sebagai teladan dalam pembentukan karakter Kristiani. Dalam pembinaan moral anak, kode etik guru PAK menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai kasih, kejujuran, dan tanggung jawab. Di era digital, anak usia dini menghadapi tantangan berupa penurunan moral, sikap individualistis, serta berkurangnya kualitas interaksi sosial, sehingga keberadaan kode etik menjadi semakin penting untuk dijadikan pedoman.
PERAN DAN AKTUALIASI KOMPETENSI SOSIAL GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI EKSTRINSIK SISWA PADA PELAJARAN PAK DI SDS MARANATHA Nababan, Fenny E.
Metanoia Vol 8 No 1 (2026): Metanoia Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i1.294

Abstract

Kompetensi sosial merujuk pada kemampuan pendidik untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif dengan siswa, rekan tenaga pendidik, orang tua atau wali murid, serta masyarakat sekitar. Kompetensi sosial meliputi keterampilan berinteraksi, keterampilan berorganisasi, dan memecahkan masalah kehidupan sosial. Bagi seorang guru, keterampilan ini sangat penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis dalam proses pembelajaran. Motivasi ekstrinsik, yang berasal dari faktor luar seperti keluarga atau lingkungan. Motivasi ini dapat muncul melalui dorongan, perintah, atau paksaan yang dapat meningkatkan semangat siswa untuk belajar dan siswa dapat bersaing. Ketika kompetensi sosial dan motivasi ekstrinsik digabungkan, keduanya menjadi elemen yang sangat mendukung efektivitas proses pembelajaran, terutama dalam konteks pendidikan agama Kristen. Dalam hal ini, guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) berperan sebagai fasilitator dan motivator yang mampu menyampaikan ajaran agama Kristen kepada anak didik dengan otoritas dari Allah secara jelas dan efektif kepada siswa. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan metode yang berusaha memberikan gambaran dan menginterpretasikan objek sesuai dengan apa yang ada. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi untuk memahami kompetensi sosial guru di SDS Maranatha serta dampaknya terhadap motivasi ekstrinsik siswa. Setelah data dikumpulkan, peneliti menganalisisnya dengan cara mereduksi data dan menyajikan hasil analisis dalam bentuk deskripsi yang memudahkan interpretasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan kompetensi sosial guru memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi ekstrinsik siswa, khususnya dalam pembelajaran PAK di SDS Maranatha.