cover
Contact Name
Iswahyu Pranawukir
Contact Email
prana1enator@gmail.com
Phone
+6281291026570
Journal Mail Official
komunikata57@ibi-k57.ac.id
Editorial Address
https://ejournal-ibik57.ac.id/index.php/komunikata57/editorial
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
KOMUNIKATA57
ISSN : 27743616     EISSN : 27743624     DOI : https://doi.org/10.55122/kom57.v3i1.357
Core Subject : Social,
Journal Sains Komunikata57 (the Scientific Journal of KOM57) is a bilingual journal of communication studies which publish particularly articles on Public Relations, Advertising & Marketing Communication, Media and Political Communication, Intercultural Communication, and Organizational Communication. This journal is run by The communication studies program of the Institute of Business and Information KOSGORO 1957. The Institute is a member of Indonesian Association of Communication Studies Managers (APJIKI), since 2020.
Articles 138 Documents
PROSES KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA MAJELIS ADAT KERAJAAN NUSANTARA (MAKN) SEBAGAI PILAR PELESTARIAN ADAT DAN BUDAYA BANGSA Samatan, Nuriyati; Daryani; Nurhasanah Haspiaini
KOMUNIKATA57 Vol. 6 No. 2 (2025): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v6i2.1790

Abstract

Penelitian ini bertujuan, untuk menelaah proses Komunikasi Antarbudaya Majelis Adat Kerajaan Nusantara sebagai pilar pelestarian adat dan budaya Bangsa. Metodologi: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Sosio-Etnografi, pendekatan yang dikembangkan oleh Frazer, dilakukan dengan Langkah-langkah: Dokumentasi lapang; Interaksi dengan anggota kelompok yang diteliti; Meneliti arsip Sejarah; Dokumen Kebijakan. Temuan: Penelitian ini menemukan, Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), yang terbentuk sejak 2019, dan beranggotakan 57 Raja/Sultan Se-Nusantara, adalah gabungan dari Kerajaan dan Kesultanan Se-Indonesia. Organisasi MAKN telah didaftarkan dan disahkan melalui Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor AHU-00002.AH.02.03. Tahun 2019. Kiprah MAKN, salah satunya adalah menjaga tradisi dari masing-masing Kerajaan yang pernah ada di seantero Nusantara, baik Kerajaan dan Kesultanan Islam maupun Kerajaan yang berafiliasi pada agama dan budaya tertentu, agar tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun sebagai warisan budaya yang tidak ternilai, dan agar generasi muda tumbuh dalam budayanya, dan tetap menjadi dirinya sendiri di tengah gempuran berbagai budaya yang saat ini masuk pada sendi-sendi kehidupan, tanpa batas, yang jika dibiarkan, akan menjadikan generasi muda kehilangan identitas dan budayanya. Kebaruan Penelitian: penelitian ini membahas tentang kiprah organisasi Majelis Adat Kerajaan Nusantara sebagai pilar pelestarian adat dan Budaya Bangsa.
PEMAKNAAN MAHASISWA TERHADAP E-POSTER FILM 'HOME SWEET LOAN' DALAM KONTEKS GENERASI SANDWICH Danishara, Anabella Fathi; Dharmawan, Leonard; Enden Darjatul Ulya
KOMUNIKATA57 Vol. 6 No. 2 (2025): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v6i2.1793

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pemaknaan mahasiswa terhadap e-poster film Home Sweet Loan dalam konteks generasi sandwich. Menggunakan pendekatan kualitatif konstruktivis, penelitian ini fokus pada cara mahasiswa menafsirkan pesan visual melalui pengalaman sosial, ekonomi, dan emosional mereka. Subjek penelitian terdiri dari delapan mahasiswa IPB University dan satu Art Director dari Visinema Pictures. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi visual, dan studi dokumentasi. Analisis menggunakan teori resepsi Stuart Hall, teori Gestalt, serta konsep customer engagement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima mahasiswa berada pada posisi dominan, tiga pada posisi negosiasi, tanpa posisi oposisi. Mahasiswa memaknai e-poster berdasarkan kesesuaian antara isi film dan elemen visual. Dimensi customer engagement yang paling menonjol adalah absorption dan dedication, menunjukkan keterlibatan emosional, kognitif, dan perhatian terhadap pesan. Prinsip-prinsip Gestalt, seperti penggunaan warna, ekspresi, dan komposisi ruang, terbukti efektif membentuk persepsi makna. Secara keseluruhan, visualisasi e-poster terbukti menjadi media yang komunikatif dan persuasif dalam menyampaikan pesan sosial tentang tekanan serta tanggung jawab generasi sandwich di era modern.
EKSPRESI KEAGAMAAN DAN KEKERASAN SIMBOLIK DI MEDIA MASSA Humaini; Nurhasanah Haspiani
KOMUNIKATA57 Vol. 6 No. 2 (2025): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v6i2.1804

Abstract

Penelitian ini menjelaskan media massa sebagai ruang publik atau publik spheree. Perkembangan teknologi informasi sudah tak terbendung, berbagai macam informasi dengan mudah di akses. Media tidak saja sebagai ruang bertukar pesan, lebih dari itu media menjadi ruang ekspresi longgar untuk segala tujuan. Era media seolah mempertegas jika saat ini sudah masuk pada fase dan era media modern. Ekspresi keagamaan di ruang publik menjadi tontonan dan perhatian serius. Media memiliki jangkauan sangat luas dan memiliki signifikansi terhadap realitas sosial. Realitas ini yang kemudian menempatkan media tidak sebatas berfungsi sebagai alat menyampaikan informasi, tetapi media menjadi panggung dan arena dalam mempertandingkan makna, simbol, dan identitas-identitas agama. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan ekspresi keagamaan serta bagaimana dan kekerasan-kekerasan simbolik di media massa. penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis wacana kritis. Peneliti mencermati berbagai berita dan konten media mengenai isu-isu keagamaan secara umum seperti ekspresi media sebagai ruang yang sangat strategis dalam memperkuat narasi dan pesan yang cenderung mendiskreditkan kelompok agama tertentu, cara dengan menggunakan bahasa, gambar, dan simbol subjektif. Pesan media yang cenderung mempertegas adanya kekerasan simbolik sebagai realitas media, seperti membentuk stereotip, marginalisasi, dan pelabelan negatif yang mengakibatkan terjadinya polarisasi dalam masyarakat.
IMPLEMENTASI GREEN MARKETING DALAM AKTIVITAS DIGITAL MARKETING Muda, Yogi Prima
KOMUNIKATA57 Vol. 6 No. 2 (2025): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v6i2.1806

Abstract

Perubahan lingkungan yang mempengaruhi masyarakat mendorong munculnya konsep pemasaran hijau, di mana konsumen semakin lebih memilih produk ramah lingkungan dan bisnis diharuskan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini mengkaji penerapan pemasaran hijau dalam kegiatan pemasaran digital produk Mamimoe Botanical Care. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana pemasaran hijau diterapkan dalam komunikasi pemasaran digital Mamimoe, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menghambat strategi pemasaran hijau mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemasaran hijau oleh Mamimoe Botanical Care efektif pada tahap penciptaan nilai dan komunikasi, namun masih perlu perbaikan pada tahap pengantaran nilai. Tantangan utama yang dihadapi, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM), termasuk keterbatasan anggaran, akses terbatas pada logistik ramah lingkungan, dan kekurangan ekosistem distribusi yang mendukung keberlanjutan. Langkah yang bisa diambil oleh Mamimoe antara lain mengganti kemasan plastik dengan bahan biodegradable, bekerja sama dengan penyedia logistik bersertifikat ramah lingkungan, serta menerapkan sistem pengisian ulang atau pengembalian kemasan bagi pelanggan tetap.
MAKNA SIMBOLIK LAMBANG ONE PIECE PADA MOMENT HARI KEMERDEKAAN RI KE-80 TAHUN: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Fairuz, Fara Dilla
KOMUNIKATA57 Vol. 6 No. 2 (2025): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v6i2.1808

Abstract

Berbagai makna sosial dan budaya muncul di masyarakat sebagai akibat dari fenomena bendera One Piece menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam fenomena ini, serta untuk memahami bagaimana budaya populer global diinterpretasikan dan diadaptasi secara nasional sebagai sarana ekspresi sosial dan politik masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori semiotika Roland Barthes sebagai metode. Data dikumpulkan melalui observasi konten daring. Kajian literatur dilakukan untuk memperkuat interpretasi dengan konsep-konsep nasionalisme, budaya populer, dan teori tanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, simbol bendera One Piece adalah simbol bajak laut fiksi dari anime Jepang. Namun, secara konotatif, makna simbol ini telah mengalami perubahan, menjadi simbol kritik sosial, perlawanan terhadap ketidaksetaraan sosial, solidaritas antarwarga, dan bentuk ekspresi baru dari nasionalisme era digital di kalangan anak muda. Mitos yang terbentuk adalah bahwa pada era sekarang, kemerdekaan tidak hanya diartikan secara kaku, tetapi juga dapat diinterpretasikan melalui representasi kreatif dan bermakna dari budaya populer.
STRATEGI KOMUNIKASI CONTENT CREATOR DI TIKTOK DALAM MEMBANGUN INTERAKSI DENGAN AUDIENS GEN Z Ahmad Rifaldi Hidayat; Mulya, Aldo; Fadhlan Dzil Ikram; Pratama, Dicky
KOMUNIKATA57 Vol. 6 No. 2 (2025): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v6i2.1827

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi yang digunakan para content creator TikTok dalam membangun interaksi yang efektif dengan audiens Generasi Z, kelompok yang dikenal memiliki tingkat keterlibatan digital tinggi, preferensi visual kuat, perhatian singkat, serta kebutuhan terhadap konten yang autentik dan relevan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus kolektif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi yang melibatkan dua content creator TikTok aktif dan satu pengguna Gen Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mendalam terhadap karakteristik komunikasi Gen Z menjadi fondasi utama dalam merancang konten. Para content creator memanfaatkan tren viral, pemilihan waktu unggah yang strategis, serta kualitas audio-visual untuk meningkatkan perhatian dan keterlibatan audiens. Fitur interaktif TikTok seperti komentar, live streaming, stitch, dan repost menjadi sarana penting dalam membangun komunikasi dua arah dan kedekatan emosional. Pengelolaan feedback dilakukan secara adaptif terhadap komentar positif maupun negatif, sehingga terbentuk komunitas audiens yang loyal. Penelitian ini menegaskan bahwa autentisitas, responsivitas, dan interaktivitas merupakan elemen inti dalam strategi komunikasi yang efektif untuk menjangkau Gen Z. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap kajian komunikasi digital serta implikasi praktis bagi content creator dan pemasar digital.
ANALISIS STRATEGI KONTEN MARKETING HOLYCOW BY CHEF AFIT DAN FOOD VLOGGER DALAM TAYANGAN DI MEDIA SOSIAL YOUTUBE Iis Isnawati; Alamsyah, Alamsyah; Bachtiar, Alfan; Rezzi Nanda Barizki; Erita Riski Putri
KOMUNIKATA57 Vol. 6 No. 2 (2025): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v6i2.1831

Abstract

YouTube digunakan sebagai saluran komunikasi oleh Holycow, yang didirikan oleh Chef Afit bersama istrinya, untuk mempromosikan masakan steak Eropa di Indonesia. Konten yang disebarkan di YouTube bersifat relevan, informatif, motivasional, dan menghibur untuk menyampaikan informasi mengenai Holycow di berbagai kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran konten Holycow di YouTube dan respons dari manajer restoran serta ulasan tentang strategi konten Chef Afit dan food vlogger. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap konten Chef By Afif dan food vlogger yang mempromosikan Holycow hingga Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan konsep konten antara kedua subjek: Chef By Afif menekankan pada edukasi, informasi, dan motivasi untuk membangun merek Holycow melalui cerita bisnis, kualitas, dan pelayanan, sementara food vlogger lebih fokus pada konten informatif dan menghibur untuk menarik ulasan, serta menawarkan steak premium yang terjangkau dan mudah disiapkan di rumah.
POLA KOMUNIKASI GENERASI Z TERHADAP LAYANAN ADMINISTRASI DIGITAL: STUDI KASUS PORTAL DIGITAL INSPIRE UNIVERSITAS SAM RATULANGI Rawung, Lidya Ivana; Supit, Thessalonica S. F.; Fernanda Amny Syaputra; Zuci Rahmani Zainal; Rawis, Sintia Maria
KOMUNIKATA57 Vol. 6 No. 2 (2025): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v6i2.1858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola komunikasi Generasi Z dalam mengakses layanan administrasi digital melalui Inspire Portal di Universitas Sam Ratulangi, dengan tujuan menganalisis pola-pola tersebut untuk memberikan informasi dalam perbaikan portal. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang memungkinkan peneliti untuk memahami pengalaman komunikasi mahasiswa secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam mahasiswa Generasi Z yang aktif menggunakan Inspire Portal dan observasi partisipatif untuk mengamati secara langsung bagaimana fitur-fitur portal digunakan dalam kegiatan administrasi akademik. Data yang diperoleh dianalisis melalui proses pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi tematik untuk mengidentifikasi pola komunikasi yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa sangat menghargai kecepatan proses administrasi digital yang meminimalkan hambatan fisik, kemudahan akses melalui antarmuka yang sederhana dan fleksibel, serta kebutuhan akan interaktivitas yang lebih kuat melalui fitur komunikasi dua arah. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pengalaman digital Generasi Z didorong oleh kebutuhan akan efisiensi, kenyamanan, dan keterlibatan dalam proses komunikasi, sehingga layanan administrasi digital perlu terus disesuaikan dengan karakteristik pengguna muda di era kampus digital.