cover
Contact Name
Gesnita Nugraheni
Contact Email
gesnita@gmail.com
Phone
+6281357351183
Journal Mail Official
editorjfk@ff.unair.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Komunitas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23555912     EISSN : 23555912     DOI : https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.24085
Core Subject : Health,
The aim of Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in pharmacy practice. JFK publishes articles in pharmacy practice area including: 1. Clinical and Community Pharmacy 2. Public Health 3. Psychology 4. Medicine, and other health related topics.
Articles 150 Documents
Pengetahuan dan Perilaku Tenaga Kesehatan di Jawa Timur dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 Hanun Najwa; Risma Dama Yanti; Zahra Sania Avanti; Adelia Febriyan Sugiyanti; Farrah Yulian Listyandi; Friday Shabrina Insani; Nandini Azzahroh Aulia Ahsan; Rr. Andine Cempaka Putri Wardhani; Yasmin Soraya; Anisya Nurmaya Artanti; Arini Imandasari; Rima Hidayatul Qoiriyah; Silvika Dwi Rahmaningtyas; Tsabitah 'Afiy Arsyah; Iqbal Muhammad Iskandar; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.32917

Abstract

Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam mencegah dan menangani pandemi COVID-19. Pengetahuan dan perilaku tenaga kesehatan yang baik sangat diperlukan agar mereka dapat menjalankan tugas tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku tenaga kesehatan di Jawa Timur dalam menghadapi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan teknik non-random sampling yaitu accidental dan snowball sampling. Survei dilakukan menggunakan media lembar kuesioner dan google form. Kriteria responden yaitu seorang tenaga kesehatan di Jawa Timur dan bersedia menjadi responden. Data diolah secara deskriptif dan disajikan pada tabel distribusi frekuensi. Total responden yang diperoleh sebanyak 204 responden. Tenaga kesehatan yang menjadi responden penelitian ini sebagian besar merupakan perawat (35,3%) dan responden yang bekerja di rumah sakit (40%). Tingkat pengetahuan responden penelitian ini berkategori kurang sebanyak 19%, cukup sebanyak 62% dan baik sebanyak 19%.  Pada variable perilaku, didapatkan 0,5% berkategori kurang, 17,6% berkategori cukup , dan 81,9% berkategori baik. Mayoritas responden telah memiliki pengetahuan yang cukup namun perlu ditingkatkan terutama pada aspek waktu isolasi masyarakat yang terinfeksi dan mengenai Alat Pelindung Diri (APD) minimal yang harus dipakai pada saat praktik sehari-hari.
Pelayanan Apotek sebagai Upaya Adaptasi di Masa COVID-19 Husnia Nurul Izzati; Prisma Sari Dewi; Hanifah Yusuf Baraja; Dwi Ayu Indriani; Nathaza Berliana; Alfina Fikri Nabila; Sahnaz Sahnaz; Sinta Renita Rahmadani; Huzaifah Arofik; Wafaa Ginong Pratidina; Maheswari Nirwasita Ismanindratm; Wilya Christiane; Fakhira Tahta Shabrina; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.32920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan di apotek wilayah Pulau Jawa pada masa pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan cross-sectional melalui survei. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik non-random sampling secara accidental sampling menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden secara offline maupun online. Kriteria inklusi pada penelitian ini antara lain apoteker dan tenaga teknis kefarmasian yang bekerja di apotek di wilayah Pulau Jawa. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Dalam survei ini diperoleh 177 responden tenaga kefarmasian yang terdiri dari apoteker (40%) dan tenaga teknis kefarmasian (60%). Mayoritas responden adalah perempuan (84%) dan berusia 17-25 tahun. Lokasi apotek terbesar berada di Jawa Timur (89%) dan didominasi oleh jenis apotek mandiri (72%). Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa sebagian besar apotek telah memberikan pelayanan adaptif selama pandemi dan memberikan informasi terkait COVID-19 kepada pasien. Sebagian besar apotek (78%) telah menerapkan pelayanan berbasis online sebagai upaya adaptasi selama masa pandemi. Pelayanan kefarmasian di apotek telah beradaptasi dengan kondisi pandemic namun perlu adanya peningkatan pada aspek pemberian informasi terbaru mengenai perkembangan situasi pandemi. Apotek yang belum menerapkan layanan online diharapkan dapat meluaskan pelayanannya di bidang telefarmasi.
Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat terkait Pemilihan dan Penggunaan Hand Sanitizer dan Masker untuk Pencegahan COVID -19 Ahmad Firdaus Subhan; Amelia Anneke Faradisa; Dicky Chandra Kristiawan; Dwiki Firman Maulana; Ilham Taufiqi; Kyrana Sekar Dewanthy; Medita Chorisindy; Muhammad Dwi Kurnia Ramadhan; Mahendra Mahendra; Meidya Rizka Dwi Amalia; Nisa' Musyafa'atullah; Syahrul Wahyudi; Tiffany Tandian; Yasmin Nur Izzati; Gusti Noorrizka Veronika Ahmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.32921

Abstract

Penyebaran COVID-19 di Indonesia berdampak pada banyaknya perubahan pada berbagai sektor kehidupan. Pemerintah memberlakukan penerapan protokol kesehatan bagi masyarakat antara lain dengan menggunakan masker yang dapat menutupi area hidung dan mulut hingga dagu, membersihkan tangan secara teratur baik dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang pemilihan dan penggunaan produk higienitas tangan dan pernapasan agar terhindar dari COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional, non- eksperimental dengan analisis data deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode survei yang dilakukan daring. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah convenience sampling yang dilakukan pada bulan Oktober 2021. Sebanyak 204 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil yang didapat 2,5% responden mempunyai tingkat pengetahuan yang rendah, 56,4% sedang, dan 40,2% tinggi. Pada variabel perilaku penggunaan hand sanitizer dan masker, didapat hasil yang masih kurang baik. Perilaku yang perlu ditingkatkan adalah pemilihan hand sanitizer yang harus memperhatikan registrasi produk, penggunaan masker dengan tepat, penggantian masker pada waktu yang tepat, serta pemilihan jenis masker yang efektif. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk perubahan perilaku masyarakat terkait penggunaan hand sanitizer dan masker.
Efektivitas Penggunaan Layanan Telefarmasi di Era Pandemi COVID-19 dari Perspektif Masyarakat Abdul Farid; Adelia Firdausy; Alifia Sulaiman; Dewi Simangunsong; Febi Sulistyani; Frizca Varianti; Kevin Ong; Livia Kristiany; Nancy Mustika; Natasha Febiani; Salsabela Komalasari; Salsabila Salsabila; Sherin Azzahra; Yasmin Zulfah; Toetik Aryani
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.32924

Abstract

Pandemi COVID-19 di Indonesia pertama kali diumumkan pada Maret 2020. Kasus COVID-19 yang terus meningkat mendorong pemerintah untuk menetapkan berbagai macam kebijakan untuk menekan angka positif COVID-19 seperti penerapan protokol kesehatan, physical distancing, dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pandemi COVID-19 telah menimbulkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya yaitu terhambatnya pelayanan kefarmasian. Oleh karena itu, penerapan telefarmasi di kalangan masyarakat dapat menjadi sebuah pelayanan alternatif demi mengurangi tendensi interaksi aktif secara langsung antara apoteker dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan layanan telefarmasi di era pandemi COVID-19 dari perspektif masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian Cross-Sectional dengan instrumen berupa kuesioner yang disebar secara online melalui google form. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan kriteria inklusi masyarakat umum berusia 15-65 tahun yang berdomisili di Pulau Jawa.  Berdasarkan hasil survei  terhadap 243 responden, 90 responden (37,03%) pernah menggunakan telefarmasi dan dari 90 responden tersebut semuanya (100%) merasa terbantu dengan adanya pembelian obat secara online, 56 responden (62,2%) menyatakan pelaksanaan pemantauan terapi obat melalui telefarmasi berjalan dengan efektif, 58 responden  (64,4%) menyatakan pelaksanaan pemantauan efek samping obat berjalan dengan efektif, dan 72 responden (80%) dapat memahami Informasi obat yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa  penggunaan telefarmasi di era pandemi COVID-19 efektif dari perspektif masyarakat. Namun, pemahaman dan minat masyarakat terkait telefarmasi masih kurang sehingga penggunaannya masih cukup rendah di masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan promosi kesehatan terkait telefarmasi agar masyarakat lebih mengenal telefarmasi dan dapat memaksimalkan penggunaanya di era pandemi COVID-19.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat terhadap Infodemik Penggunaan Azithromycin dan Ivermectin selama Masa Pandemi COVID-19 Mikhael Ardi Kristiawan; Sri Agustin Rahayuningsih; Divania Ardyanti Endipermatasari Ismaningtyas; Revina Utami Fatin Putri; Tika Yuranti; Himmatul ‘Ulya; Syarifah Haniyah; M. Alifka Rizki; Agda Rismafuri Mukti Kirana; I Gusti Ngurah Putu Rama Satria Wibawa; Basith Albaroni; Ghaliya Afra Yasmine; Gwyneth Norton Sudjaya; Aisyah Hasna Kirana; Nurul Shaffiqa; Andi Hermansyah
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.32929

Abstract

Keberadaan infodemik yang menyebar melalui media sosial mengakibatkan adanya mispersepsi masyarakat terhadap informasi yang beredar. Infodemik penggunaan obat untuk COVID-19, salah satunya adalah azithromycin dan ivermectin penting untuk diteliti dikarenakan dampaknya yang serius kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat tentang infodemik penggunaan obat azithromycin dan ivermectin yang menyebar melalui media sosial. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan analisis data deskriptif. Responden dipilih secara convenience. Hasil survei menunjukkan sekitar 70% responden tidak memiliki pengetahuan mengenai penggunaan azithromycin dan ivermectin sebagai terapi COVID-19. Hasil survei pengetahuan, sikap,, dan perilaku menunjukkan sekitar 96 % responden mengetahui upaya mencegah penyebaran hoaks tetapi dalam penerapannya sebanyak 64% responden memilih untuk abai dan atau tidak melakukan apapun dalam pencegahan penyebarannya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat tidak mengetahui kebenaran terkait berita infodemik penggunaan azithromycin dan ivermectin sehingga masyarakat cenderung untuk menerima keberadaan infodemik tersebut.
Pengetahuan dan Penggunaan Vitamin D pada Mahasiswa Prodi Non-Ilmu Kesehatan di Masa Pandemi COVID-19 Afif Fakhri Hasya; Anggita Rifa Candra; Baiq Riska Asmayani; Bakhitah Firdaus Hassan; Farly Avinda; Fursotul Farah; Indira Milenia Syafitri; Martiana Candra Dewi; Melissa Rohana; Nafita Suci Nur Arifiana; Permatasari Setya Novyana; Rimawati Stalistatul Husna; Suciati Fitri; Ana Yuda
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.32931

Abstract

Pada masa pandemi ini masyarakat memerlukan asupan vitamin dan mineral yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh seperti vitamin D. Berdasarkan penelitian, vitamin D dapat mengurangi infeksi dan kematian akibat COVID-19. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi di luar rumah, sehingga tetap memiliki peluang tertular COVID-19 meskipun memiliki imunitas yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan penggunaan vitamin D pada mahasiswa Universitas Airlangga prodi non ilmu kesehatan pada masa pandemi. Penelitian deskriptif ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik accidental sampling. Data didapatkan melalui survei online. Dari 207 responden yang berpartisipasi dalam mengisi kuesioner, sebanyak 101 responden pernah mengonsumsi vitamin D. Hasil dari penelitian menunjukkan pengetahuan terkait vitamin D di kelompok mahasiswa non kesehatan Universitas Airlangga sebagian besar masuk dalam kategori sedang (56,4%). Hasil survei menunjukkan sebanyak 85,1% responden mengonsumsi vitamin D dengan tujuan menjaga daya tahan tubuh, sebagian besar yaitu sebanyak 70,3% responden memperoleh informasi terkait vitamin D melalui internet atau website, serta lebih dari setengah responden tidak tahu terkait dosis dalam satu kali pemakaian maupun dosis maksimal harian vitamin D. Pengetahuan responden tentang vitamin D perlu ditingkatkan, tenaga kesehatan khususnya apoteker di apotek perlu secara aktif melakukan edukasi untuk menyediakan informasi yang benar.
Pengetahuan Masyarakat terkait Pengelolaan Vitamin di Rumah Tangga pada Era Pandemi COVID-19 di Pulau Jawa Alexander Wijaksana; Adinda Nabila Sahera; Ananda Kurnia Wardani; Bella Triesnoveline Sianturi; Claudia Agustyandini Wahyuningwidhi; Feira Sekar Arum; Galuh Yala Pramesthi; Iffatur Rosyidah; Lailisa Afifah Nikmaturrohmi; Paulin Tevandra Mileni N.; Risqi Adinda Putri H.; Sienny Dewi Hermi; Soleha Noer Amalia; Tiara Nurul Aina; Hanni Prihhastuti Puspitasari
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.32933

Abstract

Berbagai intervensi telah dilakukan untuk menekan pertumbuhan kasus COVID-19, salah satunya adalah mengonsumsi vitamin yang dapat meningkatkan imunitas. Pemanfaatan vitamin dapat dioptimalkan apabila masyarakat juga memahami bagaimana cara pengelolaan vitamin yang baik, yaitu dengan penerapan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan vitamin di rumah tangga pada era pandemi COVID-19 khususnya di Pulau Jawa. Survei online dilakukan dengan pendekatan cros-sectional menggunakan metode snowball sampling untuk mengidentifikasi dan mengambil sampel. Sebanyak 225 responden berpartisipasi pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 macam vitamin yang sering digunakan yaitu vitamin C (40,1%), multivitamin (20,3%) dan vitamin D (15,5%). Dari hasil survei pengetahuan pengelolaan vitamin, diperoleh hasil bahwa responden dengan pengetahuan kategori tinggi sebanyak 18%, sedang sebanyak 47%, dan rendah sebanyak 35%. Persentase responden menjawab tepat pada subtopik Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang berturut-turut sebesar 92,0%, 86,6%, 60,8% dan 55,4%. Oleh karena itu, perlu dilakukan promosi kesehatan terkait pengelolaan vitamin yang berfokus pada sub-topik Simpan dan Buang.
Pengetahuan Masyarakat terhadap Penggunaan Jamu untuk Meningkatkan Imunitas Penderita COVID-19 yang Pernah Menjalani Isolasi Mandiri Darwin Riyan Ramadhan; Dzihni Nahdliyyati; Tasya Ananda Salsabillah; Anak Agung Sagung Dyah Pramesti; Fitriah Salsabila; Fitria Ramadanti; Metha Artanadya Eka Putri; Dainty Mutia Jayalalitha; Rahma Nugrahesi; Riko Setiawan; Dwi Nur’Aini Hidayati; Gogik Desy Putri Kurnia Dewi; Jasmine Rissa Ayudya; Eka Evita Syayidah; Hanni Prihhastuti Puspitasari
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.32937

Abstract

Isolasi mandiri merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19. Setiap orang dituntut menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari paparan virus. Obat tradisional, salah satunya jamu, dapat menjadi alternatif untuk menjaga imunitas tubuh. Oleh karena itu, perlu diteliti tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan jamu sebagai peningkat imunitas pada penderita COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri. Sebuah survei dilakukan menggunakan kuesioner online (google form) terhadap masyarakat di Indonesia yang mengalami gejala COVID-19 dan mengonsumsi Jamu selama isolasi mandiri. Sebanyak 172 responden berpartisipasi pada surei ini. Dari hasil penelitian didapatkan 5,3% responde memiliki tingkat pengetahuan yang rendah; 84% sedang; dan 10,4% tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan adanya promosi kesehatan guna memperbaiki pengetahuan masyarakat terkait cara penggunaan jamu racikan yang benar untuk meningkatkan imunitas saat menjalani isolasi mandiri.
Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat terkait Penggunaan serta Efek Samping dari Hand Sanitizer Beralkohol Danicko Primada Wima Arganata; Anisa Amelia Amin; Aufi Fillah Alfaini; Rohana Ayu Pramesti; Siti Amalia Oktaviani; Patricia Kinanty Christy; Elizabeth Apriani Harahap; Aan Rahmah Wulandari; Kurnia Kawaguchi; Adelia Tahrina; Nawal Ariqoh Rif'at; Asga Elkabidah; Talitha Nabilla Wijayanata; Jihan Bobsaid; Cuttafia Della Darakita; Gusti Noorizka Veronika Achmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.32942

Abstract

Hand sanitizer beralkohol adalah salah satu produk hand hygiene yang banyak digunakan masyarakat terutama saat pandemi COVID-19. Tujuan pemakaiannya yaitu untuk menghilangkan kotoran serta mikroorganisme termasuk SARS CoV-2. Penggunaan hand sanitizer beralkohol harus diperhatikan agar memberikan efek yang maksimal serta tidak menimbulkan efek samping yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait penggunaan dan efek samping dari hand sanitizer beralkohol. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan analisis data deskriptif-analitik kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat berumur 18-60 tahun yang sedang atau pernah menggunakan hand sanitizer. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei. Teknik sampling yang digunakan adalah metode convenience sampling. Sebanyak 387 responden berpartisipasi pada penelitian ini. Tingkat pendidikan responden yang paling banyak adalah SMA dengan persentase 78% (n=302). Hasil penelitian menunjukan mayoritas pengetahuan masyarakat terkait hand hygiene, efektivitas maupun efek samping kurang baik. Dari hasil uji beda menggunakan Fisher’s exact antara tingkat pendidikan dan pengetahuan dalam penelitian ini tidak signifikan (p=0,203). Hasil terkait perilaku masyarakat dalam menggunakan hand sanitizer menunjukkan bahwa 77,7% responden paling sering menggunakan hand sanitizer saat berada di tempat umum dan 36,6% responden menggunakan hand sanitizer sebanyak dua sampai tiga kali sehari. Sebanyak 69 responden menyatakan pernah mengalami efek samping. Efek samping terbanyak adalah kulit kering yang dialami oleh 56 responden, yang diakibatkan oleh terlalu sering menggunakan hand sanitizer. Pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait penggunaan hand sanitizer masih perlu ditingkatkan khususnya mengenai kewaspadaan kandungan alkohol dalam hand sanitizer.
Pengetahuan dan Tindakan Masyarakat dalam Pembelian Vitamin secara Online untuk COVID-19 Ahmad Fachrul Rozi; Dwi Wijayanti; Grace Sela Amanda Kurniawan; Nadhifa Dalila Syafitri; Akhmad Qissisin Jayanegara; Evelyn Leonardo Kosasih; Annisa Valiani; Veronika Earline Pudji; Silvia Arlily Desyanti; Nadhira Fatharani; Alfian Suryadi Rahman; Bintari Damartha Anggalih; Annisa Suha Fadhila M; Steven Adrian; Anila Impian Sukorini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.32943

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan peningkatan penggunaan dan pembelian produk vitamin di kalangan masyarakat baik melalui pembelian secara offline maupun online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan tindakan masyarakat dalam penggunaan vitamin untuk COVID-19 serta pembelian vitamin secara online. Penelitian dilakukan secara deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara non-random sampling dengan kriteria masyarakat Indonesia berusia 18 tahun ke atas yang pernah melakukan pembelian vitamin secara online selama 3 bulan terakhir. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner online (google form). Hasil penelitian yang didapatkan berupa data kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada variabel pengetahuan tentang penggunaan vitamin untuk COVID-19, diketahui bahwa 66,9% responden termasuk ke dalam tingkat pengetahuan sedang, 31,2% pada tingkat pengetahuan tinggi, dan 1,9% pada tingkat pengetahuan rendah. Berdasarkan variabel tindakan pembelian vitamin secara online didapatkan bahwa 96,2% masyarakat membeli vitamin secara online karena lebih praktis dan 77,7% beralasan karena ingin menerapkan social distancing. Terkait jenis vitamin, sebesar 96,8% responden menjawab vitamin C dan 88,5% menjawab vitamin D dapat digunakan untuk COVID-19. Berkaitan dengan sumber informasi pembelian vitamin secara online, 49,1% responden melakukan pencarian pribadi melalui internet dan 38,3% responden mendapat informasi dari kenalan atau kerabat. Apoteker perlu memberikan promosi kesehatan mengenai vitamin melalui platform online sebagai upaya aktif dalam menyediakan informasi yang benar untuk mayarakat.

Page 6 of 15 | Total Record : 150