cover
Contact Name
Gesnita Nugraheni
Contact Email
gesnita@gmail.com
Phone
+6281357351183
Journal Mail Official
editorjfk@ff.unair.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Komunitas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23555912     EISSN : 23555912     DOI : https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.24085
Core Subject : Health,
The aim of Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in pharmacy practice. JFK publishes articles in pharmacy practice area including: 1. Clinical and Community Pharmacy 2. Public Health 3. Psychology 4. Medicine, and other health related topics.
Articles 150 Documents
Pengaruh Sumber Informasi terhadap Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terkait Program Vaksinasi COVID-19 Ahmad Rafii; Niken Diyah Ayu Diyanti; Ahmad Hisyam Khairuddin; Alfi Husnul Nadya; Derestya Ayike Kurniasukma; Gesnita Nugraheni; Putri Ajeng Pitaloka; Hendardi Dwi Novanto; Fa’izah Lailiartika Ramadhani; Firsty Ananda Ayu Berliana; Himas Rahmah Hikmat; Mavita Isnain Aini; Ramadhannia Khair; Vinka Novia Yuliana; Windy Widyaningrum; Zulfia Birlanthy
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i1.37448

Abstract

Kejadian pandemi COVID-19 yang berlangsung selama berbulan-bulan di Indonesia telah merenggut banyak korban jiwa serta menimbulkan banyak kerugian lainnya. Hal ini tentunya akan berdampak pada aspek sosial, ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Salah satu program pemerintah dalam upaya pengendalian pandemi COVID-19 dengan melaksanakan program vaksinasi, namun adanya hoax mengenai vaksin COVID-19 yang banyak ditemukan pada media sosial berpotensi memberikan dampak negatif berupa kurangnya cakupan vaksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber informasi terhadap pengetahuan dan sikap responden mengenai program vaksinasi COVID-19. Penelitian ini bersifat cross-sectional dengan menggunakan metode survei online dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penyebaran kuesioner dalam bentuk google form yang disebarkan secara online melalui media sosial seperti WhatsApp dan Line. Survei ini diikuti oleh 284 responden yang didominasi dengan reponden berjenis kelamin perempuan, berusia 18-25 tahun, dan pelajar. Responden dengan sumber informasi dari tenaga kesehatan, media sosial, serta televisi mendapatkan skor pengetahuan yang lebih baik daripada responden yang lebih sering menggunakan internet dan radio sebagai sumber informasi (P<0,005). Masih banyak responden (32-58%) yang belum memiliki pengetahuan mengenai efek samping vaksinasi COVID-19, keamanan orang-orang dengan penyakit penyerta, dan kondisi tertentu yang boleh untuk dilakukan vaksinasi. Penting untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan terutama melalui media sosial sebagai media terbanyak yang diakses responden. Media lain seperti website yang terpercaya juga perlu diperbanyak atau lebih disosialisasikan, sebagai upaya promosi kesehatan untuk menyeimbangkan berita hoax yang banyak beredar di internet.
Analisis Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Kabupaten “A” Dengan Metode ATC/DDD dan DU 90% Wahyu Apriliany; Ganet Eko Pramukantoro; Tri Wijayanti
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i1.38159

Abstract

Hipertensi adalahckondisi dimanactekanancdarah tinggi (sistolik>140cmmHg ataucdiastolik>90 mmHg) yang menetap. Hipertensictermasuk salah satu penyakit kronis yang membutuhkancpengobatan jangkacpanjang. Pasienchipertensi yang mengikuti Program RujukcBalik memerlukancpengobatan jangka panjangcsehingga perlunya dilakukancevaluasi. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsumsi obatcantihipertensi pasien PRB dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Penelitian menggunakan rancangan crosscsectional dan pengambilan data secara retrospektif. Sampel penelitian adalah pasienchipertensi yang mengikuti PRBcpada periode Januari-Desemberc2021. Data yang diambilcberupa data penggunaancobat hipertensi pada Apotek X dan Apotek Y kemudiancdianalisis dengan metode Anatomical TherapeuticcChemical Defined DailycDose (ATC/DDD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa antihipertensi terbanyak adalah golongan CCB yaitu amlodipine dengan 3212,5 DDD/KPRJ di Apotek X dan 1075,833 di Apotek Y. Obat yang masuk dalam segmen DU 90% adalah amlodipine, candesartan, lisinopril, bisoprolol, ramipril, dan furosemide pada Apotek X serta amlodipine, candesartan, ramipril, furosemide, dan hidrochlorothiazid pada Apotek X. Kesesuaian penggunaan obat dengan FORNAS adalah 62,285% di Apotek X dan 68,75% di Apotek Y.
Profil Pengetahuan tentang Obat Dexamethasone sebagai Terapi Pengobatan Pasien COVID-19 pada Masyarakat di Jawa Timur Fahrul Rozi Saputro; Anisa Cendekia Muslimah; Natalia Vani Kurniawati; Siti Nur Kholisah; Aulia Hanin Fakhira; Ihsan Muhyidin; Fika Hartanti; Nabila Balqish; Aulya Farah Fahreza; Alvina Violita Mulyanto; Syakirah Yasmin Putri; Retha Aulia Rahmah; Tsabitah Virza Novirianingtyas; Aulia Firda Salsabila; Aviatus Solikhah; Yuni Priyandani
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i1.41922

Abstract

Munculnya isu tentang obat dexamethasone sebagai pencegah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) mengakibatkan masyarakat mencari obat dexamethasone tanpa menggali informasi lebih lanjut. Penggunaan obat dexamethasone tidak sesuai indikasi dapat menyebabkan efek samping obat berupa penurunan daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengetahuan masyarakat di Jawa Timur mengenai fungsi, efek samping, dan penggunaan obat dexamethasone sebagai terapi pengobatan pasien COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pengumpulan data menggunakan teknik non-random sampling (accidental sampling) dan instrumen penelitian berupa kuesioner online. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 237 responden dengan karakteristik jenis kelamin terdiri 78,9% perempuan dan 21,1% laki-laki serta usia 18-23 tahun (88,61%), 24-28 tahun (3,66%), dan >28 tahun (7,79%). Hasil penelitian menunjukkan 1,69% responden dengan pengetahuan rendah, 54,85% responden dengan pengetahuan sedang, dan 43,46% responden dengan pengetahuan tinggi terkait fungsi, efek samping, dan penggunaan obat dexamethasone sebagai terapi pengobatan pasien COVID-19. Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya peningkatan pengetahuan mengenai fungsi, efek samping, dan penggunaan obat dexamethasone sebagai terapi pengobatan pasien Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) kepada masyarakat di Jawa Timur untuk mencegah terjadi mispersepsi penggunaan dexamethasone sebagai pengobatan COVID-19
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Mahasiswi tentang Tablet Tambah Darah dalam Upaya Pencegahan Anemia Annisa Mutiara Nandasari Hartono; Dhela Martina Salsabila; Ani Zukhruf Amalia; Emy Siauwono; Angkasa Megistra Ulvan; Gladyza Nanda Mega Silvana; Amanda Fikriyatul Fadhilah; Eunike Christiane Hartanto; Liza Pristianty; Carolyn Wijaya Salim
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i1.41925

Abstract

Remaja putri rentan terhadap defisiensi zat besi. Hal ini karena menstruasi yang dialami remaja putri memungkinkan banyaknya kehilangan darah, sehingga kebutuhan gizi, termasuk zat besi akan bertambah seiring dengan menstruasi. Dalam mengatasi potensi anemia, salah satu suplemen yang digunakan adalah tablet tambah darah. Tablet tambah darah bermanfaat untuk menggantikan kehilangan zat besi akibat menstruasi dan dapat memenuhi kebutuhan zat besi yang tidak dapat dipenuhi dari makanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswi Universitas Airlangga terkait tablet tambah darah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non random sampling. Responden dalam penelitian adalah mahasiswi aktif jenjang S1 Universitas Airlangga di Kota Surabaya, berusia 17-23 tahun. Penelitian ini diikuti oleh 103 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4,8% responden mempunyai tingkat pengetahuan rendah, 54,4% mempunyai tingkat pengetahuan sedang, dan 40,8% mempunyai tingkat pengetahuan tinggi. Selain itu, sebagian besar responden yaitu sebesar 94,2% memiliki sikap yang positif, sedangkan 5,8% memiliki sikap negatif terkait tablet tambah darah. Pengetahuan mahasiswi masih perlu ditingkatkan, agar sikap dan kesadaran terkait tablet tambah semakin baik.
Pengetahuan Masyarakat tentang E-Farmasi dalam Memaksimalkan Aturan Physical Distancing Zabrina Izatti Rachman; Nafizah Amalia; Muhammad Hilal Salim; Dhea Ananda Ainurrizma; Feby Hafidah Sari; Evi Wiela Astuti; Dena Septiyani; Zulfa Diana; Husna Rosydah; Alya Fakhirah; Azlin Nuha Nuraliya; Raden Roro Maurien Anggraini; Salsabilla Pangesti; Dinda Cantika Putri Karunia; Yushalluuna Bekti Pasuka Putri; Mufarrihah .
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i1.42115

Abstract

Jaga jarak fisik merupakan usaha untuk mengurangi risiko penyebaran virus COVID-19 di Indonesia dengan menghindari kerumunan sebagai salah satu penerapannya. Aktivitas pelayanan publik, seperti apotek, dapat mengundang adanya kerumunan akibat permintaan obat yang terus meningkat di masa pandemi. Terdapat pilihan lain yang lebih aman yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, yaitu pelayanan apotek online untuk memenuhi kebutuhan kesehatan (obat dan alat kesehatan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku masyarakat di Pulau Jawa tentang physical distancing dan E-Farmasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode non-random sampling dengan teknik accidental. Kemudian, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Sejumlah 221 responden telah ikut serta mengisi kuesioner yang telah disebarkan dan didapatkan hasil sebesar 88,7% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang physical distancing tetapi hanya 50% yang sudah atau sering menerapkannya. Selain itu, dapat diketahui bahwa 44,4% responden memiliki pengetahuan baik tentang E-Farmasi dan 49,7% responden pernah menggunakan E-Farmasi. Penggunaan E-Farmasi ini akan mempengaruhi kepatuhan masyarakat dalam menjalankan physical distancing selama pandemi. Maka dari itu, diperlukan pengenalan E-Farmasi terhadap masyarakat yang lebih luas sebagai salah satu upaya untuk memaksimalkan aturan physical distancing.
Pentingnya Pelayanan Kefarmasian secara Daring sebagai Konsekuensi Adanya Penerapan Physical Distancing saat Pandemi Covid-19 di Jawa Timur Susanto, Leonard; Setyoningrum Oktaviani; Siti Rahmaniah Sekaryadi; Vina Aulia Tri Andriana; Nurul Usmia; , Esti Rahayuningtyas; Hendrayanti Haniyah Putri; Brigitta Alvina Kumalasari; Dyan Churniawan Syaputra; Steven Guitomo; Atikah Luthfiyyah Sari; Bagus Dwi Zufar; Nadhifa Hanunnisa; Qonita Zulfa Rachmawati; Wahyu Utami
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.32944

Abstract

Coronavirus disease (Covid-19) pertama kali ditemukan pada tahun 2019 di Kota Wuhan, Tiongkok. Penyebaran virus yang masif membuat organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi. Hal tersebut membawa perubahan dalam kehidupan bersosial akibat adanya kewajiban untuk menjaga jarak termasuk dalam mendapatkan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian secara daring dapat menjadi solusi dari adanya pembatasan sosial yang diterapkan selama pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara komunikasi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kefarmasian di masa pandemi dengan menerapkan physical distancing, mengetahui pelayanan kefarmasian yang dirasakan selama penerapan physical distancing, serta memberikan edukasi dalam rangka peningkatan pemahaman masyarakat jawa timur terhadap pelayanan kefarmasian secara daring. Berdasarkan klasifikasi menurut tujuannya, penelitian ini tergolong  sebagai penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Data didapatkan melalui survei menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini melibatkan 223 responden yang merupakan masyarakat Jawa Timur dengan mayoritas usia 21 tahun. Dari hasil penelitian diketemukan bahwa responden memiliki pengetahuan terkait physical distancing yang baik (98,2%) namun kurangnya kesadaran untuk mengimplementasikannya. Dalam pelayanan kefarmasian, responden merasakan adanya perubahan akibat penerapan pembatasan sosial saat pandemi. Sebagian besar responden memiliki ketertarikan untuk menggunakan pelayanan kefarmasian secara daring (82.96%) jika tersedia. Sebanyak 29,15% dari total responden pernah menggunakan pelayanan kefarmasian secara daring. Umumnya pelayanan didapatkan melalui aplikasi kesehatan (54,95%) dan whatsapp (35,16%) dengan frekuensi pemakaian yang rendah (1-2 kali dalam 6 bulan terakhir). Responden yang pernah menggunakan pelayanan kefarmasian secara daring memiliki intensi untuk memanfaatkannya kembali di masa yang akan datang. Namun, tidak semua apotek menyediakan layanan tersebut. Sehingga edukasi pelayanan kefarmasian menjadi penting untuk dilakukan guna mendukung penerapan physical distancing di masa pandemi COVID-19 ini.
Pengaruh Media Sosial terhadap Penerapan Physical Distancing sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 pada Remaja Jawa Timur Saskia, Faizah Maulida; Salsabila, Atikah; Dwi Intansari, Ayunda Pitra; Budiastutik, Cica Maryuni; Qurotaayun, Diah; Rahman, Fakhrinnisa Wildani; Lestari, Indri; Rahmawati, Libna Rizqi; Ghaliyah, Mahjatul; Fikr, Militan Raushan; Rahayu, Muga Wiji; Dwi Eradianto, Muhammad Rio; Alifa, Nadila; Jasmine, Syifani Arihatu; -, Mufarrihah
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.33027

Abstract

Pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja mengenai langkah pencegahan penularan Covid-19 di masyarakat memegang peranan yang sangat penting, termasuk physical distancing. Jumlah kasus Covid-19 di Jawa Timur hingga tanggal 18 September 2021 tercatat sebanyak 392.000 orang, dengan 12,6% kasus berasal dari kelompok usia anak-anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara media sosial dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terkait physical distancing. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik convenience sampling dengan kuesioner online melalui Google form. Responden penelitian ini adalah remaja berusia 15-19 tahun di Jawa Timur sebanyak 159 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (92,45%), sikap (96,14%), dan perilaku (78,43%) remaja di Jawa Timur berada pada kategori baik. Intensitas paparan informasi terkait physical distancing di media sosial berkorelasi dengan pengetahuan (p=0,040), sikap (p= 0,000), dan perilaku (p= 0,020) remaja di Jawa Timur terkait physical distancing. Sedangkan intensitas penggunaan media sosial dan melihat pengguna media sosial yang tidak menerapkan physical distancing tidak berkorelasi dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja di Jawa Timur tentang physical distancing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa remaja di Jawa Timur yang sering mendapatkan informasi terkait physical distancing di media sosial menunjukkan bahwa mereka memiliki pengetahuan dan sikap yang baik, namun implementasinya masih kurang baik. Penelusuran lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi hambatan penerapan physical distancing diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan remaja dalam menerapkan physical distancing.
Pengetahuan dan Sikap Pelaku Usaha di Kecamatan Mulyorejo terkait Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster) Sonia Futti Ameldy; Salsabila Qatrunnada Arka Prameswari; Five Nadia Pasaribu; Alifa Putri Syaharany Amaliya Firdausy; Fakhrina Fauzul Minnah; Owen Gunawan; Fitriani Rosyana Gitacahyani; Nuril Maghfiroh; Divi Aulia Rahmi; Muhammad Haqqi Shiddiq; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.41041

Abstract

Vaksinasi COVID-19 dosis booster adalah salah satu kunci strategi untuk menekan angka peningkatan kasus COVID-19. Penolakan masyarakat Indonesia terhadap vaksin COVID-19 dosis booster akan menjadi penghalang yang krusial dalam mencapai herd immunity. Oleh karena itu, survei ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan sikap pelaku usaha di Kecamatan Mulyorejo terhadap vaksin COVID 19 dosis booster. Cross sectional study dilaksanakan pada September 2022 dengan pengambilan data menggunakan kuesioner tervalidasi dalam bentuk google form dan kertas dengan jumlah pertanyaan sebanyak tiga belas untuk pengetahuan dan sepuluh untuk sikap. Survei dilakukan pada pelaku usaha di Kecamatan Mulyorejo yang memenuhi kriteria inklusi dan telah menandatangani informed consent. Hasil survei menunjukkan tingkat pengetahuan responden masuk pada kategori baik dengan jumlah persentase sebanyak 64,6% (n = 73) dan pada variabel sikap menunjukkan 54,9% (n = 62) responden mempunyai sikap positif dari total 113 responden. Survei ini menunjukkan sebagian besar pelaku usaha di daerah Mulyorejo memiliki pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terkait vaksinasi dosis lanjutan (booster). Namun, edukasi dan promosi kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pelaku usaha lain yang masih belum optimal.
Keyakinan dan Motivasi Remaja Putri di Surabaya untuk Melakukan Vaksinasi HPV Sihab, Fawaz; Hafsyah, Nisriena Wijdan; Arifianto, Rahmat; Azizah, Karisma Nor; Natalie, Rachel; Edhi, Narendrani Sasmitaning; Putri, Azzahra Sefiansyah Nabila; Mailana, Pinta Achutiara; Bazzam, Gabriellatifah; Albariqy, Muhammad Atras; Sukorini, Anila Impian
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.41156

Abstract

Kanker serviks adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) . Kanker serviks berisiko tinggi tertular pada remaja berusia 15-16 tahun. Vaksinasi HPV dilakukan untuk pencegahan penyebaran kanker serviks. Penelitian ini menggunakan teori Health Belief Model (HBM) dengan tujuan untuk mengidentifikasi keyakinan dan motivasi remaja putri di Surabaya untuk melaksanakan vaksinasi HPV. Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah accidental sampling dengan 103 sampel remaja putri berusia 17-25 tahun yang berdomisili di Surabaya.  Mayoritas responden berusia 20-22 tahun dengan riwayat tingkat pendidikan terakhir SMA dan sebanyak 98,1% berstatus belum menikah. Pada teori HBM, sebanyak 93,2% responden meyakini bahwa keparahan penyakit kanker serviks dapat menyebabkan kematian dan 87,3% responden berinisiatif melakukan vaksinasi HPV karena khawatir dengan akibat terkena kanker serviks. Adanya dukungan orang tua dan pemberian informasi terkait pelaksanaan vaksinasi HPV dapat mempengaruhi motivasi untuk melakukan vaksinasi. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penyebaran informasi dan peningkatan keyakinan perlu dilakukan kepada remaja putri beserta keluarganya guna meningkatkan motivasi melakukan vaksinasi HPV.
Hubungan Antara Penggunaan Suplemen dan Mikronutrien dengan Tingkat Nyeri Disminore pada Remaja Putri Marikke Nawang Pangestuti; Zalfaa Dhiyanove Imron; Rika Apriliyanti Puspasari; Syabrina Jihan Nazihah; Sherly Suci Margaretha; Della Novinta; Shalva Ghifari Ramadhan; Amelia Syarifah; Alifia Dhia Rahmadhani; Maried Uli Lumbangaol; Sani Monita Sinaga; Sryseptia Leppan; Sara Natalia; Yolanda Anggita; Andi Hermansyah
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.41164

Abstract

Prevalensi dismenore cukup tinggi yaitu 60% pada remaja putri. Suplementasi makanan dan konsumsi mikronutrien dapat digunakan untuk mengurangi nyeri akibat dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan suplemen dan mikronutrien dengan tingkat nyeri dismenore pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 95 orang remaja putri berusia 17-23 tahun yang tinggal di Asrama Putri Universitas Airlangga dan mengalami menstruasi teratur sebagai responden. Kuesioner digunakan untuk mengukur pola konsumsi suplemen dan mikronutrien sedangkan intensitas nyeri dismenore diukur menggunakan skala UPAT (Universal Pain Assessment Tool). Data kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi rank spearman. Sebanyak 95 responden berpartisipasi dalam penelitian. Sebanyak 78,8% responden mengalami dismenore, 37% responden rutin mengkonsumsi suplemen atau vitamin setiap hari, dan hanya 4% responden yang selalu mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari. Ditemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi suplemen nutrisi, vitamin, dan mineral terhadap tingkat nyeri dismenore.

Page 8 of 15 | Total Record : 150