cover
Contact Name
Gesnita Nugraheni
Contact Email
gesnita@gmail.com
Phone
+6281357351183
Journal Mail Official
editorjfk@ff.unair.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Komunitas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23555912     EISSN : 23555912     DOI : https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.24085
Core Subject : Health,
The aim of Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in pharmacy practice. JFK publishes articles in pharmacy practice area including: 1. Clinical and Community Pharmacy 2. Public Health 3. Psychology 4. Medicine, and other health related topics.
Articles 150 Documents
Profil Tingkat Pengetahuan dan Tindakan Ibu dalam Merawat Kesehatan Gigi Anak (Studi pada Orang Tua Siswa SD) Rifanza Ghifarri Rahman; Afifah Khoirunisa; Yuniarti Dwi Fatmasari; Nur Hayati Noviyatus Sholehah; Harlih Alvira Pramesti P. N.; Nur Sefianty Kusuma Ningrum; Syaffa Amalia Latifah; Putri Cahya Alisia; Adhichandra Dhaniswara; Graciella Reyza Irvandy; Farah Natalia; Anila Impian Sukorini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i1.73795

Abstract

Penyakit gigi dan mulut adalah berbagai kondisi patologis yang menyebabkan kerusakan pada gusi, gigi, dan struktur lain dalam rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan tindakan ibu dalam merawat kesehatan gigi anak. Penelitian ini menggunakan metode survei dan responden dalam penelitian ini adalah ibu wali murid SD Negeri Sawahan 4 Surabaya sebanyak 189 responden yang terlibat secara sukarela. Kuesioner dalam bentuk google form digunakan untuk mendapatkan data tentang pengetahuan, tindakan, dan pengalaman dalam merawat kesehatan gigi anak. Data yang diperoleh diolah dan disajikan secara deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukkan hanya 25% responden (n = 47) yang memiliki pengetahuan tinggi tentang kesehatan gigi anak. Hanya 42,9% responden yang rutin mengecek pertumbuhan gigi anak. Sebagian kecil responden selalu memastikan makanan harian anak mengandung zat yang diperlukan untuk kesehatan tulang dan gigi, yaitu kalsium (13,8%) dan arginin (23,8%). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan tindakan terkait kesehatan gigi anak masih kurang, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki tindakan.
Profil Pengetahuan dan Pengelolaan Obat dalam Rumah Tangga Fania, Fania Aulia Rahma; Eisya Carnetha Novali; Diba Sudian Satta; Farah Ni'matuddini; Nanda Ayu Sari Wibowo; Lili Oktaviani Purba; Nabila Umaimah Shabira Putri; Amira Najda Maurilla Wiguna; Emya Arizka Karina Ginting; Erika Yuni Setiyo Putri; Muhammad Fakhri Arvianto; Gusti Noorrizka Veronika Achmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73796

Abstract

Pengetahuan dan pengelolaan obat-obatan di rumah tangga merupakan salah satu aspek dalam upaya menjaga kesehatan keluarga mengingat permasalahan yang timbul akibat dari kurangnya pemahaman pengelolaan obat (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang = DAGUSIBU). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pengelolaan obat dalam rumah tangga pada masyarakat Kelurahan Keputih, Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif cross-sectional dan melibatkan 188 responden yang dipilih dengan metode accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Google Form. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami konsep dasar pengelolaan obat seperti cara mendapatkan (65,7%), menggunakan (73,6%), menyimpan (74,8%), dan membuang obat (74,8%). Meskipun demikian, masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan praktik, seperti membuang obat tanpa prosedur yang benar dan menyimpan obat pada tempat yang tidak sesuai. Responden juga cenderung berhenti mengkonsumsi antibiotik sebelum waktunya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan walaupun mayoritas responden telah memahami pengelolaan obat tetapi, edukasi berkelanjutan tentang pengelolaan obat dalam rumah tangga untuk meningkatkan keamanan penggunaan obat serta mencegah dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan.
Profil Kejadian Dispepsia dan Pengetahuan terkait Dispepsia pada Siswa SMA di Surabaya Nadlira, Annisa Ummi; Hidayati, Dina; Fitriah, Aulia Rahmah; Zafira Rosyidi, Iriena Feyza; Delinda, Azalia; Liulinnuha, Syakila; Dewi, Mardiana Shinta; Berliana, Dinda Rika; Annisa, Rahadyan Nuraini; Rihadatul’aisy, Sabrina Ni’mah; Nurania, Nashwa Azizah; Yuda, Ana
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73797

Abstract

Dispepsia merupakan sekumpulan gejala klinis yang berakibat pada penurunan prestasi akademik siswa kelas XII SMA yang umumnya disebabkan oleh stres akademik serta gaya hidup yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian dispepsia pada siswa kelas XII pada beberapa SMA di Surabaya serta menggambarkan pengetahuan siswa mengenai definisi, gejala klinis, faktor risiko, dangerous symptoms, dan penanganan dispepsia. Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Maret 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 159 siswa kelas XII SMA yang berusia 17 tahun atau lebih. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan melalui kode QR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa pernah mengalami kejadian dispepsia (79,9%) dan umumnya melakukan penanganan secara mandiri. Sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong kurang hingga cukup (79,2%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden tentang dispepsia dan penanganannya masih belum optimal padahal kejadian dispepsia cukup besar sehingga perlu dilakukan promosi kesehatan tentang hal-hal tersebut. Program tersebut diharapkan dapat mencegah keparahan dan perkembangan dispepsia.
Pengetahuan dan Perilaku Ibu Rumah Tangga terhadap Penggunaan Obat Bahan Alam sebagai Terapi Konstipasi Putri, Sukma Isna Rahma; Rarasati, Putri; Siregar, Miranda Yosephine Saulina; Fitriyah, Arina Wilda; Zahra, Fathimatuz; Wulandari, Melly; Aqilah, Nida Faizatul; Agustia, Syafa Habiba; Munawaroh, Putri Dinatul; Ardiana, Alma Dita; Santosa, Nadya Rachmania; Amalia, Diagram Fuzzy; Nugraheni, Gesnita; Zairina, Elida
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.74014

Abstract

Konstipasi dapat ditangani dengan penggunaan obat bahan alam seperti herbal atau jamu. Obat bahan alam dapat dipilih karena kemudahan untuk mendapatkannya, harganya terjangkau, dan jarang menimbulkan efek yang merugikan. Pengetahuan masyarakat tentang obat bahan alam berperan penting dalam menentukan tingkat penggunaannya terutama pada ibu rumah tangga karena perannya dalam menentukan terapi untuk keluarganya. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku ibu rumah tangga terhadap penggunaan obat bahan alam sebagai terapi konstipasi. Penelitian dilakukan dengan studi observasional menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan teknik accidental sampling pada ibu rumah tangga di Surabaya. Pengumpulan data dilakukan secara luring. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik dengan membuat tabel distribusi frekuensi, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji korelasi Spearman. Penelitian ini diikuti oleh 132 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Dari hasil penelitian mengenai tingkat pengetahuan dan perilaku, 57% ibu rumah tangga termasuk kategori pengetahuan sedang dan 74% memiliki perilaku positif. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku terhadap penggunaan obat bahan alam (p=0,015; r=0,211). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan program promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu rumah tangga mengenai obat bahan alam agar penggunaannya sebagai terapi konstipasi meningkat.
Perilaku Swamedikasi Obat Batuk dan Faktor Pengaruhnya: Studi pada Masyarakat Usia Produktif Kecamatan Gubeng, Surabaya Aisha Bella Calvina; Vito Ardian Siswantara; Raflie Sukmawan; Nawang Brilliant Marshanda; Nanda Pangestuti; Afnan Rania; Dinda Dwi Rahmawati; Syawalna Zahwa Zahir Nalacheda; Intan Shofiyyatul Laila; Shofiyyah Azzahro; Keisya Sanata Nadya Fatiha; Chofifatus Solecha Azzahra; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.74015

Abstract

Penelitian deskriptif non-eksperimental ini bertujuan mengevaluasi perilaku swamedikasi obat batuk pada masyarakat usia produktif di Kecamatan Gubeng, Surabaya. Sebanyak 118 responden berusia 15–64 tahun yang pernah mengalami batuk dan melakukan swamedikasi diikutsertakan melalui accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup demografi, perilaku, pengetahuan akan ketepatan indikasi, dan faktor penentu pemilihan obat, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan 61,9% responden membeli obat setelah batuk 2–3 hari, dengan 76,5% memilih apotek sebagai tempat pembelian. Sebagian besar mampu membedakan ciri batuk berdahak (95,8%) dan batuk kering (91,5%), serta 78,8% memperhatikan kecocokan indikasi. Faktor utama dalam pemilihan obat adalah kemanjuran (66,1%) dan kemudahan memperoleh obat (83,9%), sedangkan bentuk sediaan memiliki pengaruh paling rendah. Temuan ini mengindikasikan tingginya kesadaran masyarakat usia produktif terhadap efektivitas terapi batuk serta preferensi terhadap akses cepat melalui apotek, yang dapat menjadi dasar strategi edukasi dan kebijakan swamedikasi obat batuk.
Pengetahuan, Persepsi, dan Perilaku Merokok pada Pria Usia Produktif di Wilayah Surabaya Timur Timothy Alessandro Christaluary Lanapu; Rafid Khairi Santoso; Siahaan, Enjelina; Aqila Dira Eka Maretha; Rahmad, Muhammad; Silfa Fajriyatur Rosyidah; Syalsabila Aisyah Rahmawati; Naufal Athaullah Aulia; Aldrik Joe Melvin Tarigan; Argya Arsy Isa Rajendra; Nawal Karina Basalamah; Nazwa Zahira Anwar; I Nyoman Wijaya
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.74057

Abstract

Kebiasaan merokok di tempat umum yang juga berdampak pada perokok pasif menjadi bentuk kekhawatiran karena secara tidak langsung memperluas resiko tinggi terkena penyakit salah satunya kanker akibat asap rokok. Meskipun telah menyadari bahaya merokok, kesulitan berhenti merokok dirasakan oleh para perokok aktif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat pengetahuan, persepsi, dan perilaku merokok pria usia produktif di Surabaya Timur, serta menganalisis hubungan antara ketiga variabel. Melalui pendekatan cross- sectional, penelitian ini dilaksanakan di enam kecamatan di Surabaya Timur. Data yang diperoleh dari hasil survei kuesioner menggunakan google form yang selanjutnya diolah menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 26. Responden penelitian ini sejumlah 158 orang. Hasil menunjukkan sebanyak 96,20% memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baik mengenai dampak negatif merokok terhadap kesehatan. Terkait persepsi terhadap dampak merokok, sebesar 86,08% tidak secara eksplisit menyatakan setuju maupun tidak setuju bahwa rokok berdampak terhadap kehidupan pribadi dan sosial. Terkait frekuensi merokok, mayoritas responden tergolong sedang (67,72%). Analisis hubungan dengan uji Spearman antara pengetahuan-persepsi (p=0,239; r=0,094), pengetahuan-perilaku (p=0,080; r=0,140), dan persepsi-perilaku (p=0,890; r=-0.110). Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik tidak berhubungan dengan perubahan perilaku merokok, persepsi, dan kebiasaan yang telah terbentuk. Hal ini tentunya menjadi tantangan dalam upaya pengendalian perilaku merokok di kalangan pria usia produktif melalui beberapa pendekatan.
Hubungan Faktor Demografi terhadap Profil Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur mengenai Kontrasepsi Darurat Rohsarifuddin, Muhammad Faishal; April Lia, Putri Dwi; Utoyo, Adinda Zahrah Mazaya; Prastika, Trisia Nuzulul; Imani, Melvien Mutiara; Astrawan, Axel Christope; Anjani, Nadien Sabrina; Tanumijoyo, Yoga Ananda; Simatupang, Yehezqiel Hasintongan; Suryanata, Elsa Della Rosa; Rizqillah, Naura Tahta; Miladya, Nanda Fadlilatul; Priyandani, Yuni
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i1.74062

Abstract

Kontrasepsi darurat merupakan metode untuk mencegah kehamilan tidak diinginkan setelah hubungan seksual tanpa perlindungan atau kegagalan kontrasepsi. Namun, penggunaannya masih rendah akibat kurangnya informasi dan pemahaman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor demografi (usia, pendidikan terakhir, dan status pernikahan) dengan profil pengetahuan dan sikap wanita usia subur terhadap kontrasepsi darurat, serta menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap tersebut. Penelitian observasional cross-sectional ini melibatkan 252 responden wanita berusia 17–49 tahun di Jawa Timur, yang diambil dengan teknik non-probability sampling menggunakan kuesioner daring. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan bahwa profil pengetahuan responden umumnya sedang (n = 122), dengan faktor demografi yang berhubungan signifikan adalah status pernikahan (r = 0,143; p = 0,023). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap (r = 0,168; p = 0,008). Sebagian besar responden (79,39%) memiliki sikap positif terhadap kontrasepsi darurat, meskipun 82,18% menganggap topik ini masih tabu. Sebanyak 96,43% responden menilai edukasi mengenai kontrasepsi darurat sangat penting. Hasil ini menegaskan perlunya peningkatan edukasi dan penyediaan sumber informasi yang kredibel untuk meningkatkan pemahaman serta penerimaan kontrasepsi darurat pada wanita usia subur.
Studi Pengetahuan dan Pengalaman Mahasiswa Universitas Airlangga terhadap Bunga Kamomil (Matricaria chamomilla L.) untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Dini, Kirana Aura; Devita Ning Fidah Nur Faizah Sartono; Dhavina Aura Hikmawati; Nisrina Labibah Dienanta; Farah Nur Halidah; Anggie Meilany Rachmadhini; Ayra Ayu Widyadhana; Sukma Asa Etika Ramadina; Gregorius Fernandez Ario Simanjuntak; Kafa Rizkia Mutiarani; Thasilia Ganes Rahmadyah; Sania Rifatul Azizah; Abdul Rahem
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.74066

Abstract

Gangguan tidur merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di kalangan mahasiswa dan dapat memengaruhi performa akademik serta kesehatan mental. Bunga kamomil (Matricaria chamomilla L.) dikenal memiliki senyawa aktif seperti flavonoid dan terpenoid yang berpotensi meningkatkan kualitas tidur. Studi ini bertujuan untuk mengetahui profil pengetahuan dan pengalaman mahasiswa Universitas Airlangga, serta hubungan antara pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan bunga kamomil sebagai terapi alternatif non-farmakologis dalam meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 329 responden yang dipilih melalui metode accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disebarkan secara daring dan luring. Data dianalisis menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70,5% responden memiliki pengetahuan sedang hingga tinggi, namun hanya 28,9% yang pernah menggunakan kamomil. Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara profil pengetahuan dengan pengalaman pemanfaatan kamomil (r = 0,435; p = 0,000). Meskipun profil pengetahuan relatif baik, rendahnya tingkat pengalaman menunjukkan perlunya edukasi lebih lanjut mengenai manfaat dan cara penggunaan kamomil sebagai terapi alami yang aman untuk menunjang tidur. Kamomil berpotensi menjadi alternatif herbal yang mendukung kesehatan mahasiswa.
Studi Pengetahuan dan Pemilihan Jenis Sunscreen pada Remaja SMA Nisa, Alifia Choirun; Putri, Belva Prameisya; Febiantika, Cindy; Fatimah, Crys Haula; Putri, Faiza Danish Ara; Hoo, Josephine; Ni'mah, Lutfiatun; Aprillia, Salzabilla Ghinaa; Kinanti, Selvi Yulia; Naomi, Sinta; Azilia, Talitha Ivane; Siagian, Via Afriana; Puspitasari, Hanni Prihastuti
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.74460

Abstract

Pada masa remaja terjadi perubahan biologis, kognitif, sosial, dan psikologis yang membuat remaja lebih memperhatikan penampilan dan kesehatan kulit mereka. Tingginya aktivitas remaja juga meningkatkan paparan sinar ultraviolet yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit non-melanoma, sehingga penggunaan sunscreen yang tepat sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan remaja SMA terkait sunscreen dan pertimbangan dalam pemilihan jenis sunscreen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode survei dengan instrumen kuesioner secara accidental sampling dengan 157 siswa/i ikut berpartisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (38,8%) sebenarnya tidak tahu jenis sunscreen yang mereka gunakan yakni adanya ketidaksesuaian pada pengetahuan antara jenis sunscreen dengan klaim. Juga sebagian besar responden (44,2%) masih belum sesuai dalam memilih sunscreen berdasarkan tipe kulitnya. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa pengetahuan responden terkait sunscreen masih kurang baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi pada remaja SMA untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terkait pemilihan sunscreen sehingga dapat meningkatkan efektivitas penggunaannya.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pengemudi Ojek Online di Surabaya terkait Penggunaan Sediaan Tetes Mata Rahmani, Risma Sekar; Nurfadzilah, Puteri Gisyela; Candrakirana, Sonya Arini; Felisya, Anggi Ratu; Mardani, Widya Tama; Vaturrachma, Amelia Safira Putri; Tho'ati, Fitri Nur Hidayatuth; Santoso, Aina Cahyaning; Aulia, Shasky Saffira; Kamila, Azzihra Rahma; Oktaviani, Faradila Putri; Safitri, Zelda; Wijaya, I Nyoman
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.74466

Abstract

Paparan polusi udara yang tinggi berisiko menimbulkan gangguan kesehatan mata, terutama iritasi mata pada pengemudi ojek online. Obat tetes mata banyak digunakan sebagai upaya meredakan gejala tersebut sehingga ketepatan penggunaan dan penyimpanannya menjadi penting untuk menjamin efektivitas dan keamanan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap penggunaan sediaan tetes mata pada pengemudi ojek online yang sedang beroperasi di sekitar Surabaya wilayah timur serta menganalisis hubungan antara ketiga variabel tersebut. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif observasional. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan teknik accidental sampling selama 14 hari dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian terhadap 128 responden menunjukkan bahwa 57,81% responden memiliki pengetahuan cukup; 64,85% memiliki sikap positif; dan 54,70% memiliki perilaku yang benar terhadap penggunaan obat tetes mata. Hasil analisis statistik (uji korelasi Spearman) menunjukkan terdapat hubungan negatif antara pengetahuan dan perilaku (p=0,015; r=−0,214), tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap (p=0,087; r=−0,152) serta terdapat hubungan positif antara sikap dan perilaku (p=0,010; r=0,226). Temuan ini mengindikasikan perilaku penggunaan obat tetes mata yang tepat lebih dipengaruhi oleh sikap dibandingkan pengetahuan. Intervensi edukasi kesehatan mata perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada penguatan sikap positif agar penggunaan obat tetes mata menjadi lebih tepat dan aman.