cover
Contact Name
Atin Nuryadin
Contact Email
atinnuryadin@hotmail.com
Phone
+6285250489499
Journal Mail Official
jlpf@fkip.unmul.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Mulawarman Jl. Muara Pahu Kampus Gunung Kelua Gedung H FKIP Unmul Kota Samarinda – Kalimantan Timur, 75123 Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF)
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 27145689     EISSN : 27210529     DOI : https://doi.org/10.30872/jlpf.v3i1.1004
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) is devoted to short communications, full-length research papers, and feature articles on studies or literature reviews in science education, especially physics education. This journal intended to be the media in spreading and communicating technological developments and theories and learning practices in physics education research (PER).
Articles 130 Documents
Analisis Kebutuhan Mahasiswa terhadap Bahan Ajar sebagai Dasar Pengembangan E- Modul Fisika Kesehatan AJ, Suharli; Furqon, M; Lestari, Neneng; Rosa Winda, Febrina; Rahmayani, Fadillah; Putri.Z, Rahmi
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v6i2.5582

Abstract

Pembelajaran Fisika Kesehatan di perguruan tinggi masih menghadapi kendala berupa kompleksitas materi dan terbatasnya bahan ajar kontekstual yang berdampak pada rendahnya pemahaman konsep serta kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar sebagai dasar pengembangan e-modul interaktif yang relevan, kontekstual, dan mendukung pembelajaran mandiri. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2025 di Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Jambi dengan metode deskriptif eksploratif. Subjek penelitian adalah 24 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling, sedangkan data dikumpulkan menggunakan lembar observasi awal dan angket kebutuhan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa membutuhkan modul yang mudah diakses, bersifat interaktif, relevan dengan riset terbaru, serta dilengkapi dukungan visual dan multimedia yang menarik. Temuan ini menegaskan pentingnya bahan ajar yang selaras dengan karakteristik dan preferensi mahasiswa. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan pengembangan sekaligus uji coba e-modul Fisika Kesehatan berbasis potensi lokal, teknologi inovatif, dan keterampilan abad ke-21 untuk memperkuat pemahaman konseptual, meningkatkan kemandirian belajar, serta membangun kompetensi aplikatif mahasiswa.
Analisis Bibliometrik Pembelajaran Berbasis Science, Technology, Engineering, and, Mathematics (STEM) pada Tingkat SMP dan MTs Menggunakan Google Scholar Database Barus, Carolina Sri Athena; Jaya, Gede Wiratma
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v6i2.5710

Abstract

The analysis of the development of STEM implementation in Junior High Schools (SMP) and Madrasah Tsanawiah (MTs) is still limited, making it unknown how widely STEM has been applied. This study aims to analyze the progress of STEM implementation in SMP and MTs from 2011 to 2024 using a bibliometric analysis. This analysis utilizes the Publish or Perish (PoP) and VOSviewer software. The research results show a total of 91 articles on the topic of STEM from 2011–2024, as retrieved using the Publish or Perish (PoP) software. The implementation of STEM is predominantly carried out in SMP, focusing more on research activities. Furthermore, Natural Science subjects are more frequently applied in STEM learning. The application of STEM is more prevalent in Western Indonesia. Visualization using the VOSviewer software generated a keyword co-occurrence network map consisting of five clusters and 26 keywords. The overlay visualization indicates several keywords that have the potential to be used as research topics. The density visualization reveals that the keyword STEM is the most frequently occurring topic in the articles. It is anticipated that the findings of the bibliometric analysis will assist researchers in developing the implementation of STEM in SMP and MTs.
Potensi Gong Buleuh sebagai Media Pembelajaran Fisika Berbasis Etnosains: Kajian Literatur Naratif tentang Fenomena Gelombang dan Bunyi Kania Fatikasari; Bambang Hariyadi; Revis Asra; Tedjo Sukmono
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 7 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v7i1.5356

Abstract

Integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran fisika meningkatkan kebermaknaan belajar sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya. Gong Buleuh, alat musik tradisional masyarakat Kerinci, berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran fisika berbasis etnosains, khususnya pada materi gelombang dan bunyi. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Gong Buleuh dalam pembelajaran fisika bertemakan etnosains melalui kajian literatur naratif. Penelusuran literatur dilakukan menggunakan aplikasi Publish or Perish, menghasilkan 8 artikel relevan dari 21 artikel yang ditemukan, yang diterbitkan pada rentang 2017–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi etnosains mampu meningkatkan pemahaman konsep, mengaitkan materi dengan konteks budaya siswa, dan mengurangi kejenuhan belajar. Kajian ini juga mengidentifikasi implementasi Gong Buleuh melalui pendekatan STEM-integrated Problem-Based Learning yang terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi pembelajaran fisika yang responsif terhadap budaya lokal agar konsep sains lebih bermakna bagi siswa.
Pengaruh Model Guided Discovery Learning Berbantuan Media Asesmen Kahoot Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Siswa SMA Ramadani Dwi Saputra; Lailatul Nuraini; Maryani
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 7 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v7i1.5475

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh model guided discovery learning berbantuan Kahoot! terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika siswa SMA pada materi suhu dan kalor. Metode yang digunakan adalah true experiment dengan desain posttest-only control group, melibatkan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol (masing-masing 32 siswa) yang dipilih secara cluster random sampling. Kelas eksperimen menerima intervensi model guided discovery learning dengan Kahoot!, sedangkan kelas kontrol menggunakan model problem based learning yang biasa digunakan di sekolah. Data dikumpulkan melalui posttest, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis deskriptif dan inferensial menggunakan uji t. Hasil menunjukkan kelas eksperimen memiliki rata-rata posttest lebih tinggi dengan perbedaan signifikan (Sig. 2-tailed = 0,034), keunggulan pada seluruh indikator pemecahan masalah, serta aktivitas belajar pada semua indikator (visual, lisan, mendengarkan, menulis, emosional) dibanding kelas kontrol (80,7 % vs 74 %). Penelitian ini menunjukkan bahwa model guided discovery learning berbantuan Kahoot! berpengaruh signifikan terhadap unggulnya kemampuan pemecahan masalah dan keterlibatan siswa dalam aktivitas pembelajaran fisika.
Development and Validation of a PBL-Based Physics Module Integrating PhET and Local Contexts for Parabolic Motion to Foster Students' Critical Thinking Hamdi Akhsan; Fitri Nisa; Kistiono
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 7 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v7i1.6005

Abstract

This study aims to develop a Problem-Based Learning (PBL) based physics teaching module that integrates PhET simulations and local contexts to support students’ critical thinking skills in learning about Parabolic Motion. A physics teaching module is defined as a structured resource integrating concept explanations, problem-based activities, simulations, and contextual examples to facilitate self-directed and guided learning. The approach used is research and development based on the ADDIE model, limited to the validation and small-scale implementation stages. The module was validated by three experts and tested through one-on-one and small-group trials involving 10th-grade students. Data collection was conducted using validation sheets, student response questionnaires, and interviews. The results showed that the module achieved a validity level of 88.75% (Highly Valid) and a practicality level of 89.62% (Highly Practical). The novelty of this research lies in the integration of PBL, PhET simulations, and local cultural contexts to produce meaningful learning.
Pengembangan E-Learning Berbasis STEM Pada Materi Energi Terbarukan Untuk Melatih Kemampuan Berfikir Kritis Siswa SMA Mutiara Dier; Miftahul Jannah Ritonga; Rhadhiatun Mardiah; M.Rahmad
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 7 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v7i1.5366

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang e-learning yang terintegrasi dengan pendekatan STEM pada topik energi terbarukan guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa tingkat SMA. Proses pengembangan menggunakan model ADDIE yang mencakup lima tahapan: analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Hasil studi awal menunjukkan bahwa siswa membutuhkan media pembelajaran digital yang interaktif, relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan kontekstual. Storyboard dibuat berdasarkan sintaks pembelajaran berbasis STEM, lalu dikembangkan melalui platform Edukati. Hasil validasi dari para ahli mengindikasikan bahwa media ini memiliki kelayakan yang sangat tinggi, baik dari segi desain, teknis, isi, maupun aspek pedagogis. Pengujian praktikalitas yang melibatkan guru dan siswa menunjukkan bahwa media mudah digunakan, menarik, dan mampu merangsang kemampuan berpikir kritis. Evaluasi di setiap tahap pengembangan menegaskan bahwa media ini layak serta praktis untuk diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Disimpulkan bahwa e-learning berbasis STEM ini efektif dalam mendukung pembelajaran fisika yang kontekstual dan menumbuhkan keterampilan pemecahan masalah. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitas media pada cakupan yang lebih luas serta menambahkan fitur yang lebih interaktif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
Peran Pembelajaran STEM Dalam Membangun Minat Belajar Siswa : Sebuah Kajian Literatur Nur Ramadhanti; Z Zulirfan; Syahril
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 7 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v7i1.6003

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi abad ke-21 menuntut inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan minat belajar siswa, terutama pada sains dan fisika yang sering dianggap sulit. Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) menjadi salah satu pendekatan yang banyak dikembangkan. Penelitian ini melakukan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA untuk meninjau peran STEM dalam meningkatkan minat belajar siswa. Dari 241 artikel tahun 2020–2025, tujuh artikel memenuhi kriteria kelayakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran STEM secara konsisten meningkatkan minat belajar melalui N-gain kategori sedang hingga tinggi, motivasi intrinsik, rasa ingin tahu, dan keterlibatan aktif siswa. Strategi seperti proyek berbasis masalah, eksperimen kontekstual, media digital Android, robotika, video pembelajaran, dan storytelling terbukti efektif. Namun, keberhasilan implementasi STEM juga dipengaruhi kesiapan guru, ketersediaan fasilitas, dan konteks pembelajaran. Secara keseluruhan, STEM berperan signifikan dalam membangun minat belajar berkelanjutan dan meningkatkan kualitas pendidikan sainsdan menjadi strategi pembelajaran relevan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sains di era modern.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Fisika Berbasis STEM-Etnosains Pada Materi Pemanasan Global di SMA Diana apriatin; Puardmi Damayanti; Hendra Putra Sastranegara
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 7 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v7i1.6278

Abstract

Secara ideal, pembelajaran fisika di tingkat SMA didukung oleh bahan ajar yang kontekstual, menarik, serta mampu menunjang pembelajaran mandiri peserta didik. Namun, pada kenyataannya, bahan ajar yang digunakan di sekolah belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan tersebut, khususnya pada materi pemanasan global yang bersifat kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan peserta didik terhadap pengembangan bahan ajar fisika berbasis STEM-etnosains pada materi pemanasan global di tingkat SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri atas 80 peserta didik SMA Negeri 11 Samarinda. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket analisis kebutuhan berbentuk skala Guttman yang terdiri atas delapan butir pertanyaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 90% peserta didik telah memiliki buku pegangan fisika, tetapi 90% masih membutuhkan sumber belajar tambahan. Selain itu, 95% peserta didik membutuhkan bahan ajar mandiri dan 85% tertarik terhadap bahan ajar berbasis STEM-etnosains. Namun, 40% peserta didik masih mengalami kesulitan memahami materi pemanasan global. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar tersebut sangat diperlukan.
PISA Under the Spotlight: Science Literacy Levels of Junior High Students in Samarinda Nurul Wahdah; Nurul Fitriyah Sulaeman; Zulkarnanen; Atin Nuryadin
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 7 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v7i1.6396

Abstract

Science literacy is a fundamental competency measured by the Programme for International Student Assessment (PISA) and serves as a global indicator of science education quality. This study aims to analyze the science literacy levels of junior high school students in Samarinda based on the PISA framework, and to examine differences based on gender, school location, and school accreditation. The study employed a descriptive-quantitative approach involving students from two schools: SMPN 4 Samarinda (Accreditation A, urban) and SMPN 19 Samarinda (Accreditation B, suburban). Research instruments included PISA-based items from level 1b to level 6, and interview guidelines for science teachers. The results revealed student completion percentages across PISA levels: level 1b (98%), level 1a (78%), level 2 (62%), level 3 (48%), level 4 (29%), level 5 (18%), and level 6 (21%). Significant differences were found based on gender, with male students outperforming female students. Urban school students achieved higher average scores than suburban students, and schools with Accreditation A demonstrated higher science literacy levels compared to Accreditation B schools. Interview results with science teachers indicated the need to strengthen teacher capacity in implementing PISA-aligned science curricula and developing appropriate evaluation instruments. This study is expected to serve as a reference for policymakers in designing strategies to improve science education quality in the region.
Development of STEM–EDP-Based Student Worksheets on Energy Topics to Support Environmental Awareness among Junior High School Students Ida Ayu Adinda Dhevi Pramesti; Muhammad Amiq Zahidsyahtya; Erna Sari; Ayu Wandira Ramadani; Atin Nuryadin; Nurul Fitriyah Sulaeman; Shelly Efwinda
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 7 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v7i1.6525

Abstract

Environmental awareness is a key attitude expected to be fostered through junior high school science education. However, existing instructional practices still lack worksheets that contextualize energy concepts within real-world environmental issues. This study aimed to develop and evaluate the feasibility of STEM–EDP-based student worksheets on energy topics to support environmental awareness among junior high school students. This study employed a Research and Development (R&D) approach using a modified 4D model, consisting of Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The product was validated by content, media, and instructional experts and tested on 113 eighth-grade students in Samarinda, Indonesia. Validation results indicated an average feasibility score of 90.25% (Very Good), with content validation at 90.25%, instructional validation at 89.00%, and teaching module validation at 91.50%. Student responses were also categorized as Very Good, with an average score of 85.20%, covering visual design, content quality, presentation, language clarity, and STEM integration. Furthermore, 82.8% of students showed improved scores, while 17.2% required remedial support. These findings indicate that the developed worksheets are valid, highly feasible, and well-received, with strong potential to promote contextual energy learning and enhance environmental awareness.

Page 13 of 13 | Total Record : 130