cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
jice.sttpekanbaru@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jice@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Pekanbaru, Riau Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Journal of Infrastructure and Civil Engineering
ISSN : 28095227     EISSN : 28095030     DOI : https://doi.org/10.35583/jice
Journal of Infrastructure and Civil Engineering (JICE) focuses on civil engineering expertise. Detailed scopes of articles accepted for submission to JICE are: Material and structure Transportation Geotechnical Water resource management Project management Disaster management
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 11 Documents clear
Pengelolaan Air Hujan Dengan Sumur Resapan dan Pemanenan Air Hujan di Universitas Trisakti Rahmadani, Ananda Rizki; Andajani, Sih; Hidayat, Dina P.A; Sejati, Wahyu
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i2.105

Abstract

Meningkatnya aktivitas perubahan penggunaan lahan di kawasan Universitas Trisakti menimbulkan permasalahan baru, di mana peningkatan jumlah area kedap air menyebabkan genangan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dipilih solusi berupa pembangunan sistem ekodrainase dengan sumur resapan dan pemanenan air hujan pada gedung C Universitas Trisakti. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penerapan teknologi ekodrainase sumur resapan dan pemanenan air hujan di gedung C Universitas Trisakti, dengan harapan dapat memberikan rekomendasi terkait pembangunan sistem ekodrainase yang tepat untuk gedung tersebut. Untuk sumur resapan, digunakan empat metode perhitungan, yaitu metode Sunjoto (1988), Litbang PU (1990), SNI 03-2453-2002, dan SNI 8456-2017. Hasil perhitungan dari keempat metode dibandingkan berdasarkan parameter diameter, kedalaman, debit, dan jumlah sumur resapan yang dibutuhkan. Sementara itu, untuk pemanenan air hujan, dilakukan perhitungan volume dan debit guna menentukan kapasitas tangki yang diperlukan. Berdasarkan hasil perhitungan, metode Sunjoto dipilih sebagai metode yang digunakan dengan radius sumur sebesar 0,7 meter, kedalaman rencana 1,5 meter, dan diperlukan sebanyak 31 sumur resapan berpori untuk menampung debit air hujan di gedung C Universitas Trisakti. Namun, pembangunan 31 sumur resapan tersebut sulit direalisasikan karena keterbatasan lahan yang tersedia. Oleh karena itu, perhitungan yang lebih memungkinkan adalah kombinasi empat sumur resapan dengan radius 0,7 meter dan kedalaman 1,5 meter di setiap sudut bangunan, sehingga dapat menambah cadangan air tanah sebesar 13% dari volume air hujan di atap bangunan, serta dilengkapi dengan tangki pemanenan air hujan berkapasitas 65 m³ atau berukuran 6,5 m × 5 m × 2 m.
Analisis Korelasi Antara Berat Sampel Beton Dengan Kuat Tekannya Pada Beton Campuran Batu Apung Yazid, Muhammad; Basri, Doni Rinaldi; Bagio, Toni Hartono; Sugioto, Dedek; Ramdhani, Fitra
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i2.107

Abstract

Pemanfaatan material alami batu apung sebagai bahan agregat pada campuran beton diharapkan dapat mengurangi berat beton tersebut. Pada penelitian ini akan menggunakan material batu apung sebagai subtitusi agregat kasar. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui korelasi antara berat sampel beton dengan kuat tekannya pada sampel beton campuran batu apung sebagai subtitusi agregat kasar. Adapun variasi batu apung yang digunakan yaitu 0%, 25%, 50%, dan 100% dari jumlah agregat pada beton. Metodologi yang digunakan yaitu penelitian laboratorium yang dilakukan di laboratorium Teknik SIpil Universitas abdurrab. Pembuatan sampel beton dilakukan dengan membuat sampel silinder berukuran 15 cm × 30 cm dengan jumlah sampel adalah sebanyak 9 buah untuk masing-masing variasi batu apung sehingga total sampel semuanya adalah 36 buah sampel untuk 4 variasi. Sampel beton ini akan dihitung beratnya dan diuji terhadap kuat tekan beton tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan persentase batu apung dalam campuran beton berbanding lurus dengan penurunan berat dan kuat tekan. Pada variasi 25%, terjadi penurunan berat sebesar 8,51% dan kuat tekan sebesar 14,71%. Pada variasi 50%, penurunan berat mencapai 16,03% dengan penurunan kuat tekan sebesar 34,77%. Sementara itu, pada variasi 100%, berat turun sebesar 24,82% dan kuat tekan turun drastis hingga 48,57%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan batu apung memang efektif dalam mengurangi berat beton sehingga menjadi beton ringan, namun disertai konsekuensi penurunan kekuatan yang signifikan, terutama pada kadar substitusi yang tinggi.
Pemanfaatan Perlite Dalam Meningkatkan Kuat Tekan Pada Beton Alwiyah, Sarah; Akbar, Wahyu; Dewi, Sri Hartati; Ardiansyah, Rony
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i2.111

Abstract

Indonesia, sebagai bagian dari Cincin Api Pasifik, memiliki potensi besar dalam ketersediaan perlite, terutama di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Meskipun eksplorasi perlite di Indonesia belum dimanfaatkan optimal untuk industri konstruksi, saat ini perlite lebih banyak digunakan di sektor pertanian, hortikultura, dan bahan isolasi termal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penambahan perlite terhadap sifat mekanis beton, khususnya kuat tekan. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium di Fakultas Teknik, Universitas Islam Riau, dengan mengganti agregat halus dengan perlite pada proporsi 5%, 10%, dan 15%. Penelitian ini juga mengevaluasi pengaruhnya terhadap nilai slump dan kuat tekan beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi perlite meningkatkan slump, yang mencerminkan peningkatan kelecakan beton. Nilai slump beton normal (8, 9 cm) meningkat menjadi 9, 2 cm, 9, 5 cm, dan 9, 7 cm untuk perlite 5%, 10%, dan 15%. Dalam hal kuat tekan, penggantian perlite 5% menghasilkan kuat tekan rata-rata 27, 74 MPa, lebih tinggi dari beton normal (26, 52 MPa). Namun, proporsi perlite 10% dan 15% sedikit menurunkan kuat tekan, dengan nilai rata-rata masing-masing 27, 36 MPa dan 27, 18 MPa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlite bermanfaat untuk meningkatkan kelecakan beton hingga 5%, namun peningkatan lebih lanjut dapat mengurangi kekuatan struktural.
Evaluasi Efektivitas Pembatas Jalan Di Jalan Hang Tuah, Duri, Dalam Meningkatkan Keselamatan Lalu Lintas Yusno, Zaharani; Prastya, Adi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i2.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pembatas jalan di Jalan Hang Tuah, Duri dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya pembatas jalan yang memungkinkan pengendara, terutama sepeda motor, untuk menyeberang sembarangan, serta kecelakaan yang terjadi akibat desain pembatas yang kurang optimal. Banyak pengendara sepeda motor yang menggunakan celah atau melintasi pembatas jalan secara ilegal, yang meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara dengan pengguna jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatas jalan yang rendah tidak efektif dalam mencegah pelanggaran lalu lintas, serta warna pembatas yang memudar mengurangi visibilitasnya, terutama di malam hari. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peninggian pembatas jalan, pengecatan ulang dengan warna yang mencolok, serta pemasangan rambu tambahan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Dengan penerapan rekomendasi ini, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Penaksiran Indeks Bahaya Tanah Longsor dengan Pemanfaatan Citra Digital Elevation Model (DEM) Fitra, Joni; Gultom, Muhammad Husin; Brampu, Arvie Naufal Fabian; Telaumbanua, Muhammad Akhdan Suja; Nugroho, Radhi Hazmi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i2.116

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia, terutama di wilayah pegunungan dan pada musim hujan. Kejadian ini sangat dipengaruhi oleh faktor alam seperti jenis tanah, jenis batuan, curah hujan, kemiringan lahan, serta tutupan lahan. Dampaknya bisa sangat berbahaya bagi daerah yang terdampak. Untuk memahami tingkat risiko longsor di setiap kecamatan di Kabupaten Deli Serdang secara lebih komprehensif dan mutakhir, diperlukan penelitian mengenai estimasi indeks bahaya tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara dengan tingkat detail lebih tinggi pada skala kabupaten/kota. Studi ini akan menghasilkan peta digital dengan skala lebih besar, khususnya untuk Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis data Digital Elevation Model (DEM) dan peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) untuk menentukan indeks bahaya tanah longsor. Hasil akhir menunjukkan bahwa dari 22 kecamatan, 2 kecamatan tergolong dalam kategori bahaya tinggi (Sibolangit dan Gunung Meriah), dan 20 lainnya berada dalam kategori rendah. Peta yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan tata ruang, edukasi kesiapsiagaan bencana, serta perencanaan infrastruktur yang tangguh terhadap risiko longsor.
Assessment of Bus Stop Infrastructure on Trans Metro Pekanbaru Corridor 1 and Corridor 3 Based on National Transit Standards Saputra, Heri; Puspita Sari, Neri; Setiani, Yulia; Rini, Silfia
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i2.119

Abstract

Trans Metro Pekanbaru (TMP) is the main public transportation system in Pekanbaru, Indonesia. A critical component supporting the quality of TMP services is the condition and adequacy of its bus stops. This study examines the adequacy of bus stop infrastructure in Corridor 1 (Pandau–Pelita Pantai) and Corridor 3 (UIN Suska–Akses Sudirman Awal Bros) based on national public transportation service standards. This study uses primary data through field observations and secondary data from the Pekanbaru Transportation Agency. The main elements evaluated include physical facilities, service information, spatial planning, and compliance with regulatory standards. The results show that both corridors are lacking in providing adequate passenger facilities and information, with most bus stops categorized as poor. Corridor 1 performs better, especially in terms of bus stop layout and infrastructure quality, due to its alignment through the city center where new facilities have been built. This study highlights the urgent need for improved standards across all TMP corridors to improve public transportation usability and passenger satisfaction.
Pengujian Permeabilitas Tanah Gambut Menggunakan Metode Falling Head di Laboratorium: Studi Kasus Lanskap Tanjung Leban Idris, Marlaily; Soekarno, Indratmo; Sutikno, Sigit
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i2.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai konduktivitas hidrolik tanah gambut di lanskap Tanjung Leban menggunakan metode uji laboratorium falling head. Sampel tanah diambil dari dua jenis penggunaan lahan: restorasi dan perkebunan sawit. Pengujian dilakukan selama 60 menit dengan pencatatan penurunan tinggi muka air pada interval waktu tertentu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai koefisien permeabilitas tanah gambut berkisar antara 2,569 × 10?? cm/detik hingga 1,331 × 10?? cm/detik. Tanah dari lahan sawit umumnya menunjukkan nilai permeabilitas lebih tinggi dibandingkan lahan restorasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas penggunaan lahan dapat memengaruhi struktur tanah dan sifat hidrauliknya. Nilai konduktivitas ini dapat dijadikan acuan dalam perencanaan tata kelola air untuk konservasi dan pemanfaatan lahan gambut secara berkelanjutan.
Korelasi Nilai Kuat Geser Dengan Indeks Plastisitas Pada Tanah Lempung Muthia Anggraini; Trisep Haris, Virgo
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i2.124

Abstract

Kekuatan geser merupakan parameter penting dalam desain geoteknik. Kondisi tanah lempung yang sangat mudah berubah bentuk dan ditandai dengan kuat geser rendah. Korelasi yang berguna ada di antara indeks sifat yang diperoleh dari pengujian rutin sederhana dan kekuatannya dan sifat deformasi tanah kohesif . Batas cair dan nilai indeks plastisitas tanah mempunyai pengaruh yang besar terhadap nilai kohesi ( c ) tanah dan sifat-sifat fisik tanah itu sendiri . Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui korelasi nilai kuat geser dengan indeks plastisitas pada Tanah Lempung. Metode yang digunakan adalah pendekatan laboratorium untuk pengujian propertis tanah lempung dan pengujian kuat geser laboratorium menurut SNI 3420:2016. Hasilnya dengan analisis regresi mendapatkan persamaan matematis c = -0,006 ( LL )+ 0,3938 dengan R² = 0,7464 dan c = -0,0047 (PI) + 0,1897 dengan R² = 0,5686. Kesimpulannya semakin tinggi nilai Batas Cair (LL) dan Indeks Plastisitas (PI) tanah maka nilai kohesi tanah ( c ) akan semakin rendah.
Analisis Perbandingan Kurva Tegangan–Regangan Beton Confined dan Unconfined terhadap Variasi Jarak Sengkang Spiral Berdasarkan Model Mander dan Kent & Park Monica MG., Intan
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i2.126

Abstract

Peningkatan kapasitas deformasi dan kekuatan tekan beton melalui konfinemen lateral menjadi aspek krusial dalam desain struktur tahan gempa. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi jarak sengkang spiral terhadap karakteristik tegangan–regangan beton confined, menggunakan dua model analitik yang umum digunakan, yakni model Kent and Park dan model Mander. Tiga konfigurasi jarak sengkang yang dianalisis meliputi 50 mm (rapat), 60 mm (sesuai SNI 2847:2019), dan 150 mm (renggang), serta kondisi unconfined sebagai pembanding. Parameter seperti kuat tekan puncak, regangan maksimum, dan daktilitas dihitung secara numerik untuk masing-masing model dan variasi. Hasil menunjukkan bahwa model Mander mampu merepresentasikan peningkatan kekuatan tekan yang signifikan akibat konfinemen, dengan nilai kuat tekan puncak mencapai 61,12 MPa (jarak 50 mm), 56,86 MPa (60 mm), dan 43,29 MPa (150 mm). Nilai daktilitas yang diperoleh pada ketiga variasi berturut-turut sebesar 8,17, 7,53, dan 4,90, meningkat dari nilai unconfined sebesar 1,98. Sementara itu, model Kent and Park menghasilkan prediksi kekuatan yang konservatif (tetap 35 MPa) namun menunjukkan peningkatan regangan ultimit yang signifikan, dengan daktilitas masing-masing sebesar 25,82 (50 mm), 20,11 (60 mm), dan 6,57 (150 mm). Hasil studi ini menunjukkan bahwa efektivitas konfinemen sangat dipengaruhi oleh konfigurasi jarak sengkang serta pendekatan model yang digunakan. Model Mander lebih akurat dalam merepresentasikan peningkatan kekuatan beton akibat konfinemen, sedangkan Kent and Park cenderung menghasilkan estimasi daktilitas yang lebih tinggi melalui pendekatan idealisasi pasca-puncak.
Evaluasi Distribusi Daya Dukung Gesek Tiang Pancang Tunggal Berdasarkan Metode Empiris dan Pengujian Dinamis di Tanah Lempung Padat Maizir, Harnedi; Harnedi, Raihan Arditama
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i2.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi distribusi daya dukung gesek pada tiang pancang tunggal melalui pendekatan empiris berbasis data Standard Penetration Test (SPT) dan verifikasi menggunakan pengujian dinamis dengan Pile Driving Analyzer (PDA) yang dianalisis melalui perangkat lunak CAPWAP. Sebagai pembanding, dilakukan pula uji beban statik (Static Load Test) pada lokasi studi yang berlokasi di proyek pembangunan Rumah Sakit Universitas Riau, Pekanbaru. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi daya dukung gesek yang diperoleh dari metode empiris dan pengujian dinamis memiliki kesesuaian yang tinggi, baik dari segi pola maupun besaran. Selain itu, kapasitas ultimit hasil PDA dan SLT menunjukkan perbedaan yang relatif kecil, sekitar 5%. Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa kontribusi daya dukung ujung terhadap total kapasitas tiang sangat terbatas akibat deformasi yang belum mencukupi, sehingga mekanisme gesekan sepanjang tiang menjadi elemen dominan dalam transfer beban. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendekatan empiris dan uji lapangan dalam merancang pondasi tiang secara andal dan efisien

Page 1 of 2 | Total Record : 11