cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
jice.sttpekanbaru@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jice@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Pekanbaru, Riau Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Journal of Infrastructure and Civil Engineering
ISSN : 28095227     EISSN : 28095030     DOI : https://doi.org/10.35583/jice
Journal of Infrastructure and Civil Engineering (JICE) focuses on civil engineering expertise. Detailed scopes of articles accepted for submission to JICE are: Material and structure Transportation Geotechnical Water resource management Project management Disaster management
Articles 137 Documents
Penilaian Kinerja dan Penyusunan Angka Kebutuhan Nyata Operasi Pemeliharaan Daerah Irigasi Kelarik Fauzi, Manyuk; Siswanto, Siswanto; Lovina, Fitri; Saily, Randhi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v3i3.46

Abstract

Daerah Irigasi Kelarik terletak di Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau yang menunjang dan mendukung usaha pertanian lokal dengan luas layanan sebesar 677 Ha. Untuk mempertahankan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi atau mempunyai umur layanan yang sesuai dengan rencana awal pembangunan dilakukan penilaian kinerja sistem irigasi. Penilaian kinerja sistem irigasi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 12/PRT/M/2015 yang kemudian dinyatakan dalam nilai indeks kinerja, dengan adanya penilaian kinerja sistem irigasi ini kemudian akan didapatkan klasifikasi tindakan operasional dan pemeliharaan yang sesuai. Selanjutnya, dilakukan perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) yang berfungsi untuk perencanaan penyediaan/kebutuhan anggaran operasi dan pemeliharaan berdasarkan klasifikasi tindakan operasional dan pemeliharaan yang sudah didapatkan sebelumnya. Anggaran operasi dan pemeliharaan yang dihitung meliputi: biaya operasi, biaya pemeliharaan rutin dan biaya pemeliharaan berkala. Nilai kondisi prasarana fisik secara keseluruhan adalah 62,72% termasuk dalam kategori sedang dengan tingkat kerusakan 21-40% dan perlu dilakukan perbaikan. Biaya yang diperlukan untuk kegiatan operasi Daerah Irigasi Kelarik adalah senilai Rp72.992.332, dan biaya yang dibutuhkan untuk pemeliharaan berkala adalah Rp258.719.099 sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk pemeliharaan rutin adalah Rp252.347.766.
Kuat Tekan Paving Block Campuran Limbah Plastik, Styrofoam dan Oli Menggunakan SNI 03-0691-1996 Apriani, Widya; Lubis, Fadriza; Rahmat, Hendri
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v3i3.45

Abstract

Penggunaan plastik semakin meningktak seiring bertambahnya populasi penduduk. sementara sifat plastik yang sulit terdergradasi dan sesakan para ahli lingkungan yang menginginkan penggunaannya dikurangi maka perlu upaya untuk mereduksi jumlah plastik menjadi produk lain yang bermanfaat. salah satu alternatif yang digunakan adalah dengan menjadikan salah satu bahan campuran dari paving block dengan campuran limbah plastik jenis PET (polyethilene terephthalate) serta bahan tambahan seperti batu koral dan styrofoam. perlakuan yang digunakan dengan perbandingan 50: 25: 25 . percobaan kedua yaitu 50:20:30 , percobaan ketiga yaitu 50:15:35 dan percobaan keempat yaitu 50:10:40. Hasil pengujian kuat tekan didapatkan hpaling tinggi terdapat pada percobaan 1 mencapai 5,96 MPA. Selanjutunya berdasarkan syarat mutu SNI 03-0691-1996 perbandingan belum memenuhi syarat dan masuk ke kategori mutu baik digunakan untuk paving block.
Tata Bangunan Gedung Bertingkat di Kota Teluk Kuantan Adinata, Surya; Rurianti, Dwi Visti; Dermana, Iwayan; Afrizal, Rikki
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i1.56

Abstract

Secara geografis Kuantan Singingi berbatasan langsung dengan propinsi Sumatera Barat yang mana kita ketahui Sumatera Barat adalah daerah yang rawan gempa. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan suatu analisis struktur yang mengarah pada perencanaan bangunan yang tahan gempa, selain struktur yang dirancang harus memenuhi syarat kekuatan dan keamanan, juga perlu dilakukan dipertimbangkan dari segi ekonomisnya serta tata kelola bangunan yang baik. Tata bangunan gedung bertingkat di kota Teluk Kuantan ini dilakukan pada perencanaan gedung empat lantai yang terdiri dari 4 lantai bangunan beton bertulang. Model struktur portal 3 dimensi, berupa portal beton bertulang dengan system struktur portal rangka terbuka (open frame). Untuk analisis mekanika menggunakan program SAP 2000 Education. Untuk perencanaan struktur menggunakan konsep daktilitas penuh, analisis pembebanan meliputi beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Pembahasan struktur meliputi dimensi plat lantai, balok dan kolom beserta penulangannya. Pada plat lantai digunakan tebal plat 120 cm dan tulangan pokok menggunakan tulangan P10. Pada balok digunakan tulangan pokok D16 dan tulangan sengkang menggunakan tulangan P10. Sedangkan pada kolom menggunakan tulangan pokok D16 dan tulangan sengkang menggunakan tulangan P10. Dari hasil pembahasan keseluruhan sudah memenuhi syarat kekuatan dan keamanan. Dimensi yang digunakan pada balok dan kolom pelat lantai yang dipakai terlalu besar dari hasil analisis. dari lantai atas sampai lantai bawah dengan ukuran antara lain, balok induk 300/500, kolom 400/400 dengan tulangan D16. Sedangkan pada balok bentang 5000 mm menggunakan besi tulangan D16.
Pengaruh Penambahan Sikament NN Terhadap Karakteristik Beton Mutu Tinggi Dengan Penggunaan Satu Fraksi Agregat Kasar Anugrahrosah, M. Rabbani; Azhari, Azhari; Novan, Andre
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i1.54

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang banyak digunakan karena beberapa kelebihan antara lain bahan penyusunnya yang mudah didapat dan cukup awet. Beton juga memiliki nilai kuat tekan yang tinggi. Beton mutu tinggi (high strength concrete) yang tercantum dalam SNI 03-6468-2000 didefinisikan sebagai beton yang mempunyai kuat tekan yang disyaratkan lebih besar atau sama dengan 41,4 MPa. Nilai faktor air semen (FAS) yang merupakan rasio berat air terhadap berat semen sangat mempengaruhi mutu/kuat tekan beton. Semakin banyak air yang berarti semakin besar FAS maka semakin mudah beton dikerjakan namun semakin turun pula mutunya. Pengurangan air untuk meningkatkan kuat tekan beton mengakibatkan kesulitan pengerjaan beton. Pemakaian bahan tambah Admixture Superplasticizer yang merupakan jenis water reducing diharapkan dapat meningkatkan kuat tekan beton dengan tingkat workability yang baik. Pada penelitian ini digunakan bahan tambah Sikament NN produksi PT. Sika Indonesia yang merupakan Superplasticizer Type F dengan variasi dosis 1,0%, 1,2%, 1,4%, 1,6% dan 1,8% dari berat semen. Nilai kuat tekan beton maksimum didapat sebesar 43,97 MPa pada dosis Sikament NN 1,4% dari berat semen yang merupakan dosis omptimum sikamen NN untuk nilai kuat tekan. Pada dosis ini didapat nilai slump beton 8,2 cm. Nilai slump maksimum didapat sebesar 24,08 cm pada beton dengan dosis Sikament NN 1,8% dari berat semen.
Analisis Perubahan Garis Pantai dengan Pendekatan Penginderaan Jauh di Pesisir Jakarta Utara Kurniyaningrum, Endah; Siburian, Carlos Tua March Siburian; Herlina, Liana; Mulya, Hegi Daniel; Saily, Randhi; Misshuari, Imas Wihda
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i1.53

Abstract

Kawasan pesisir yang mengalami perkembangan dalam hal alih fungsi lahan, tata ruang dan tutupan lahan akan berdampak pada perubahan garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai yang terjadi di pesisir Jakarta Utara, dimana perkembangan tata ruang DKI Jakarta sangat signifikan. Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh dengan media citra satelit Landsat 7 dan 8, analisis perubahan garis pantai menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan metode single transect dan end point rate. Hasil analisis Pemanfaatan citra satelit dalam melihat perubahan garis pantai di wilayah Jakarta Utara menunjukkan bahwa setiap kurun waktu 10 tahun, wilayah pesisir mengalami akresi. Hal ini dikarenakan proses sedimentasi dan kegiatan reklamasi. Faktor yang mempengaruhi perubahan garis pantai pada wilayah pesisir Jakarta Utara yaitu sedimentasi dan kegiatan reklamasi. Akresi terjadi pada zona 2 dan 3 tahun 1990, zona 1 dan 3 tahun 2000, zona 2 dan 3 tahun 2010, dan zona 1, 2, dan 3 tahun 2021. Abrasi terjadi pada zona 1 tahun 1990, zona 2 tahun 2000, dan zona 1 tahun 2010. Berdasarkan kondisi tersebut pesisir DKI Jakarta mengalami perubahan yang cukup dinamis, hal ini berdampak pada kemampuan wilayah pesisir untuk mengantisipasi perubahan iklim diantaranya kenaikan muka air laut.
Pengaruh Penambahan Limbah Serat Baja Terhadap Nilai Karakteristik Beton Maqrub, Muhammad; Haniza, Sjelly
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i1.52

Abstract

Beton memiliki kuat tekan yang tinggi sebaliknya mempunyai nilai kuat lentur yang rendah, yakni 8-15% dari kuat tekan, untuk itu diperlukan bahan tambah yang dapat meningkatkan kuat lentur.[1]. Salah satu yang dapat dilakukan untuk menambah kuat lentur tersebut dengan menambahkan serat baja kedalam campuran beton. Penelitian ini menggunakan limbah serat baja yang berasal dari sisa potongan pipa dari proses pekerjaan pengelasan industri railling. Fungsi utama serat adalah untuk menahan retak yang timbul akibat tarikan [2]. Tujuan penelitian ini selain untuk mengetahui nilai karakteristik beton yang ditambahkan pada campuran juga untuk memanfaatkan limbah yang ada di lapangan sehingga limbah tersebut memiliki nilai ekonomis. Job mix beton direncanakan mutu K-250 kg/cm2 dengan benda uji berbentuk kubus 15x15x15 cm dan penambahan serat baja dengan variasi 0,5%, 1,5% dan 2% dari berat agregat kasar. Perencanaan campuran dilakukan dengan metode SNI 03-2834-2000 dengan FAS 0,5. Hasil pengujian kuat tekan beton dengan benda uji kubus (15 x 15 x 15) cm dilakukan pada umur 14 dan 28 hari dan kuat lentur beton dengan benda uji balok (10 x 10 x 75) cm pada umur 28 hari. Pengujian kuat tekan dan kuat lentur terhadap beton normal (0%) pada umur 28 hari diperoleh 401,20 kg/m2 dan 41,16 kg/cm2 untuk kuat lentur. Secara umum penambahan serat baja pada campuran beton akan menurunkan kuat tekan bila dibandingkan dengan hasil kuat tekan beton tanpa campuran serat baja. Sebaliknya nilai kuat lentur bertambah seiring dengan penambahan persentase serat baja.
Analysis of the Strength of the Upper Structure Due to the Addition of Floors to the First Middle School Building in Pekanbaru City Puspita Sari, Neri; Setiani, Yulia; Ikmal, Ahmad
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i1.51

Abstract

This research was carried out on the example of a Junior High School building in Pekanbaru City with an initial structure of 2 floors and engineered by adding floors vertically to become 3 floors, with the aim that when the existing building has additional floors, it will be able or not able to support the additional floor load. Then the analysis was carried out using the ETABS software modeling method based on the regulations SNI 2847:2013, SNI 1726:2019, 2052:2017 and SNI 1727:2020. The building plan has an area of 34 x 9.5 m2 with a building height of 4 m per floor. with concrete quality fc' 18.68 MPa or K225, steel quality fy 280 MPa for reinforcement smaller than 10 mm, fy 420 MPa for reinforcement diameter greater than 10 mm. The results of the initial structural analysis include the columns being able to accept the loads acting on the initial structure before the addition of floors. After the addition of the floor, the structure becomes unable to accept the loads acting on the structure, so structural strengthening of the beams and columns is needed. By changing the dimensions of column K1 to 30x50 cm2 the structure is able to withstand the additional floor load.
Optimasi Biaya Pemeliharaan Jaringan Irigasi Daerah Seberang Gunung Rahayu, Indah Tri; Fauzi, Manyuk; Siswanto, Siswanto
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i1.49

Abstract

Daerah Irigasi (DI) Seberang Gunung melayani areal seluas 581 Ha. Jaringan irigasi yang mengalami kerusakan fisik dan penurunan fungsi akan mengakibatkan penurunan nilai efesiensi , maka dari itu diperlukan kegiatan pemeliharaan untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemeliharaan yang optimal dengan memaksimalkan keterbatasan biaya yang tersedia. Tahap untuk mendapatkan pemeliharaan yang optimal dengan keterbatasan biaya tersebut yaitu, (1) Melakukan identifikasi terhadap kondisi fisik dan fungsi jaringan irigasi DI Seberang Gunung yang berpedoman pada Permen PUPR Nomor 12/PRT/M/2015. (2) Menentukan urutan prioritas kegiatan pemeliharaan, penetapan nilai prioritas ini berdasarkan rumus yang tercantum didalam Permen PU Nomor 13/PRT/M/2012. (3) Menentukan biaya pemeliharaan untuk setiap bangunan irigasi. (4) Optimasi menggunakan metode linier programming yang terdiri dari fungsi tujuan dan fungsi kendala, fungsi tujuan dalam penelitian ini adalah nilai prioritas sedangkan fungsi kendala pada penelitian ini adalah keterbatasan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan anggaran yang terbatas yaitu sebesar Rp.119.057.337-, maka dapat dilakukan 11 kegiatan pemeliharaan yang bersifat perawatan pada DI Seberang Gunung, tetapi pada saluran primer biaya pemeliharaan hanya dapat terpenuhi sebesar 59,06%.
Penyelesaian Sengketa Proyek Pada Penyedia Jasa Konstruksi Di Kota Pekanbaru Rini, Silfia; Saputra, Dethyo Wahyu; Setiani, Yulia; Puspita Sari, Neri
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i2.59

Abstract

Sengketa dalam proyek konstruksi dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti keterlambatan pekerjaan, kualitas pekerjaan yang buruk, dan pembengkakan anggaran. Penyelesaian sengketa yang tidak tepat dapat mengakibatkan kerugian dari segi waktu, biaya, dan mutu proyek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan melibatkan kontraktor yang terdaftar sebagai anggota GAPENSI Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan melalui. Faktor utama penyebab sengketa yang sering terjadi dalam konstruksi di Pekanbaru adalah keterlambatan pembayaran, kebijakan pemilik proyek untuk menghemat biaya dengan swadaya, dan campur tangan pemilik proyek yang berlebihan. Metode penyelesaian yang paling sering digunakan adalah mediasi, arbitrase, dan negosiasi. Penyelesaian sengketa yang efektif memerlukan pemahaman yang mendalam tentang sumber konflik dan strategi mediasi yang tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan teknik penyelesaian sengketa modern dan komunikasi yang efektif dapat mengurangi durasi dan biaya penyelesaian konflik dalam proyek konstruksi.
Pengaruh Waktu Perendaman Dengan penambahan Kapur Sebagai Bahan Stabilisasi Pada Tanah Lempung Terhadap Nilai CBR Soehardi, Fitridawati; Putri, Lusi Dwi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i2.57

Abstract

Nilai daya dukung tanah dasar yang lebih dikenal dengan subgrade, mem punyai pengaruh pada perhitungan tebal perkerasan dalam suatu konstruksi jalan. Pengujian tanah lempung merah dengan bahan tambah kapur untuk memperoleh nilai CBR yang disyaratkan dalam konstruksi jalan raya tadi merupakan rekayasa geoteknik yang dapat dilakukan. Stabilisasi tanah kapur lebih cocok dengan waktu ikatan yang lebih lama, sehingga dapat menguntungkan bila terjadi penundaan pekerjaan yang agak lama setelah pencampuran dan tidak ada resiko berkurangnya kekuatan campuran oleh akibat pemadatan. Melalui uji CBR laboratorium terhadap bahan tanah lempung merah yang distabilisasi dengan kapur dengan berbagai variasi waktu perendaman terhadap benda uji dapat diperoleh nilai CBR yang disyaratkan. Penelitian bertujuan untuk menentukan persentase yang efektif dalam penambahan kapur dari segi nilai CBR (California Bearing Ratio) terhadap lama waktu perendaman. Hasil penelitian menunjukkan nilai CBR benda uji yang tidak direndam maupun tidak direndam cendrung mengalami peningkatan seiring dengan penambahan kapur. Namun nilai CBR tanah yang menggunakan perendaman cendrung mengalami penurunan seiring dengan lamanya waktu perendaman. Nilai CBR tertinggi diperoleh pada variasi penambahan kapur 15 % dengan lama waktu pemeraman 4 Hari yaitu 26,05% dan nilai CBR terendah terdapat pada penambahan 5 % dengan lama waktu Prendaman 14 Hari yaitu 5,35 %.

Page 10 of 14 | Total Record : 137