cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
rintosusilo88@gmail.com
Phone
+6282317004608
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stfmuhammadiyahcirebon.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25412027     EISSN : 25482114     DOI : 10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2022)" : 23 Documents clear
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SELADA MERAH DAN DAUN SELADA HIJAU (Lactuca sativa L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli: ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF RED LETTUCE LEAVES AND GREEN LETTUCE LEAVES ETHANOL EXTRACT (Lactuca sativa L.) AGAINST Staphylococcus aureus AND Escherichia coli Nastiti Utami; Prashinta Nita Damayanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.465 KB) | DOI: 10.37874/ms.v7i2.335

Abstract

Salah satu pengembangan alternatif antibakteri yang baru adalah dengan pemanfaatan bahan alam seperti tumbuhan. Pemanfaatan tumbuhan untuk penyembuhan suatu penyakit didasarkan pada pengalaman yang diwarisi secara turun menurun. Obat-obatan dari bahan alam juga terus berkembang untuk perawatan kesehatan yang dekat dengan antarbudaya. Salah satu tanaman yang berpotensi memiliki potensi sebagai obat herbal adalah selada (Lactuca sativa L.). Tujuan   dari   penelitian   ini   adalah   untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selada merah dan daun selada hijau pada konsentrasi   10%; 20%; 40%; 60%; 80%; dan 100% terhadap   bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri yang digunakan yaitu metode difusi agar. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan  ekstrak etanol daun selada merah dan daun selada hijau mempunyai aktivitas antibakteri dengan kategori sedang terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat tertinggi pada konsentrasi 100% masing-masing sebesar 9,27 mm dan 9,30 mm dan Escherichia coli dengan diameter zona hambat tertinggi pada konsentrasi 100% masing-masing sebesar 7,87 mm dan 7,67 mm.`
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI N-HEKSAN PROPOLIS LEBAH KELULUT (Geniotrigona thoracica): ANTIOXIDANT ACTIVITY ON N-HEKSANE FRACTION OF STINGLESS BEE’S PROPOLIS (Geniotrigona thoracica) Muhammad Alib Batistuta; Azzah Fatimah Zulfa; Paula Mariana Kustiawan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.925 KB) | DOI: 10.37874/ms.v7i2.340

Abstract

Propolis telah lama diketahui memiliki berbagai aktivitas terapi, salah satunya sabagai antioksidan. Pemanfaatan propolis lebah kelulut Geniotrigona thoracica di Samarinda masih terbatas. Sejauh ini penyarian bioaktivitas hanya terbatas pada proses ekstraksi dan masih sedikit yang bembahas fraksi nonpolar propolis.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada fraksi n-heksan propolis lebah kelulut (Geniotrigona thoracica) asal Samarinda. Ekstrak metanol propolis dilakukan fraksinasi dengan menggunakan partisi cair-cair menggunakan n-heksan dan diambil filtrat nya untuk didapatkan fraksi n-heksan. Fraksi tersebut dilakukan uji DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan penentuan aktivitas antioksidan menggunakan parameter IC50. Hasil pengujian menujukkan bahwa nilai IC50 fraksi n-heksan propolis lebah kelulut adalah 143,637 ppm dan termasuk katagori sedang. Hal ini menunjukan fraksi n-heksan juga memiliki potensi pengembangan produk sebagai antioksidan.
SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI-FRAKSI DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP SEL KANKER PROSTAT DU 145 DENGAN METODE MTT ASSAY: CYTOTOXICITY OF ETHANOL EXTRACT AND FRACTION PAPAYA LEAF (Carica papaya L.) ON PROSTATE CANCER CELLS DU 145 USING MTT ASSAY METHOD Hesti Renggana; Asman Sadino; Risa Susanti; Rahmi; Dani Sujana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.898 KB) | DOI: 10.37874/ms.v7i2.346

Abstract

Kanker prostat merupakan merupakan kanker yang paling umum diderita oleh pria selama 2016, kasus baru pada penderita kanker prostat sudah diperkirakan sebanyak 180.890 dan kasus kematian 26.120 kasus. Terapi yang sering digunakan pada penderita kanker prostat ini salah satunya adalah kemoterapi. Kemoterapi dapat menyebabkan senyawa antikanker tidak sensitif, karena terjadi resistensi sel kanker. Maka dari itu, diperlukan pula metode alternatif pengobatan tradisional atau herbal. Dalam terapi kanker, penggunan tanaman herbal dinilai memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan dengan terapi menggunakan obat-obat kimia. Daun pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tumbuhan yang telah diteliti memiliki aktivitas sitotoksik MiaPaca-2 dan ASPC-1. Dalam penelitian ini, dilakukan uji sitotoksisitas ekstrak etanol dan fraksi-fraksi daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap sel kanker DU 145 untuk mengetahui aktivitas antikanker  dengan menggunakan metode MTT Assay. Hasil uji sitotoksisitas terhadap sel kanker prostat DU 145 menunjukan esktrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi air dengan berbagai konsentrasi 31.25, 62.5, 125, 250, dan 500 µg/mL.Fraksi N-heksan memiliki nilai IC50 sebesar 2,80 µg/mL dengan kategori sangat aktif. Hasil aktivitas sitotoksik tersebut dibuktikan dari hasil penafisan fitokimia dari daun pepaya. Metabolit sekunder yang bersifat nonpolar seperti alkaloid pada penafisan fitokimia memperoleh hasil positif. Hal ini membuktikan bahwa alkaloid (carpaine) berkhasiat melawan kanker. Sedangkan pada fraksi air dengan nilai IC50 sebesar 398 µg/mL, fraksi etil asetat  sebesar 134 µg/mL dan ekstrak etanol daun pepaya memiliki nilai IC50 sebesar 151 µg/mL bersifat cukup aktif terhadap sel DU 145.
REVIEW ARTIKEL : POTENSI JAMU GENDONG KUNCI SURUH SEBAGAI AGEN ANTIKANKER DAN KO-KEMOTERAPI: ARTICLE REVIEW : POTENTIAL OF JAMU GENDONG KUNCI SURUH AS ANTI-CANCER AND CO-CHEMOTHERAPY AGENT Raden Ajeng Nursamtari; Ade Zuhrotun
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.432 KB) | DOI: 10.37874/ms.v7i2.347

Abstract

Kanker merupakan penyakit mematikan sekaligus penyebab kematian paling tinggi di dunia. Untuk mengembangkan agen antikanker yang baru, efektif dan dapat mengurangi efek samping dalam penggunaanya maka dikembangkanlah produk menggunakan bahan alami yang mempunyai manfaat terapeutik serta keamanan yang lebih baik. Bahan alami dengan potensi yang menjadi alternatif agen antikanker dan ko-kemoterapi salah satunya adalah jamu gendong kunci suruh. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai manfaat lain dari jamu gendong kunci suruhaitu sebagai agen antikanker dan ko-kemoterapi. Pembuatan artikel ini menggunakan metode review artikel. Sumber datanya dengan menggunakan search engine (literatur) yaitu menggunakan PubMed, Mandley, serta Google Scholar. Berdasarkan data ilmiah, khasiat dan efektifitasnya telah dikonfirmasi melalui beberapa  penelitian dari jamu gendong kunci suruh dengan formula daun sirih hijau (Piper betle L.),temu kunci (Boesenbergia rotunda) dan kunci pepet (Kaempferia angustifolia). Tanaman tersebut menunjukkan sifat antikanker dengan mekanisme aksi berupa penghambatan proliferasi sel dan induksi apoptosis. Manfaat lain dari jamu gendong kunci suruh adalah sebagai ko-kemoterapi. Pemberian dengan ko-kemoterapi bertujuan untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan oleh obat kemoterapi. Efektivitasnya dalam penggunaan bersama dengan kemoterapi dilaporkan dapat mencapai efek obat yang maksimum, menurunkan viabilitas dan menghasilkan efek sinergis.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-difenyl-1-piksrylhidrazyl): FORMULATION AND TESTING OF ANTIOXIDANT ACTIVITY LOTION ETHANOL EXTRACT OF MANGGIS FRUIT (Garcinia mangostana L.) WITH METHOD DPPH (2,2-diphenyl-1-piksrylhydrazyl) Yayan Rizikiyan; Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty; Khofifah; Yuniarti Falya
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.330

Abstract

Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Kandungan xanton dalam kulit buah manggis dapat bersifat sebagai antioksidan. Senyawa lain dalam kulit buah manggis yang diketahui mempunyai aktivitas antioksidan adalah polifenol, antosianin, dan tannin.  Penelitian memformulasikan lotion ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.), dan menguji stabilitas serta aktivitas antioksidannya.  Simplisia kulit buah manggis diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas dan nilai IC50 lotion ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan konsentrasi 0,5%; 1%; 1,5% dan 2%. Prosedur penelitian ini meliputi persiapan simplisia, pengujian pendahuluan, pembuatan ekstrak etanol kulit buah manggis, pembuatan sediaan lotion ekstrak etanol kulit buah manggis, uji stabilitas lotion dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Lotion ekstrak etanol kulit buah manggis konsentrasi 0,5%; 1%; dan 1,5% memiliki stabilitas pada pengamatan organoleptis, pH, homogenitas, tipe emulsi dan sifat alir, sedangkan untuk pengamatan daya sebar dan viskositas tidak stabil dan tidak memenuhi syarat. Hasil uji  aktivitas antioksidan lotion ekstrak etanol kulit buah  manggis dengan konsentrasi 0,5%; 1%; dan 1,5% dengan nilai IC50 19,15 ppm,17,94 ppm, dan 17,38 ppm. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) dapat dibuat dalam sediaan lotion. Lotion ekstrak etanol kulit buah manggis konsentrasi 0,5%,1% dan 1,5% memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
SKRINING KESEHATAN JIWA, RELIGIUSITAS, DAN KUALITAS HIDUP MAHASISWA FARMASI DAN KEDOKTERAN PADA PANDEMI COVID-19: SCREENING OF MENTAL HEALTH, RELIGIUSITY, AND QUALITY OF LIFE OF PHARMACEUTICAL AND MEDICAL STUDENTS IN THE COVID-19 PANDEMIC Widea Rossi Desvita; Wiwara Awisarita; Muhammad Fikri; Akrom; Laela Hayu Nurani; Isabella Meliawati Sikumbang
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.342

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa Farmasi dan Kedokteran perlu diskrining terhadap keberadaan COVID-19. Faktor internal yang perlu diperhatikan adalah aspek religiusitas dan kualitas hidup. Instrumen yang dikembangkan untuk pemeriksaan kesehatan mental adalah SRQ29 serta religiusitas dan kualitas hidup dengan EQ5D. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesehatan mental dan kualitas hidup mahasiswa Farmasi dan Kedokteran pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional diskriptif dengan metode survey terhadap 44 responden yang meliputi 36 mahasiswa Fakultas Farmasi dan 8 mahasiswa Fakultas Kedokteran. Metode yang digunakan untuk skrining kesehatan jiwa adalah instrumen kuesioner yaitu SRQ-29 untuk skrining kesehatan jiwa dan religiusitas yang berisi 29 pertanyaan terkait kesehatan jiwa responden, dan skrining kualitas hidup dengan instrumen EQ5D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari skrining SRQ29 mahasiswa farmasi dan FK  perguruan tinggi di Yogyakarta mengalami gejala PTSD (75%), cemas dan depresi (61,36%), gangguan psikotik (50%), penggunaan zat psikoaktif/ narkoba (2,27%). Berdasarkan hasil skrining religiusitas menunjukkan nilai yang tinggi terhadap keyakinan dan iman kepada Allah SWT (96,8%). Hasil EQ5D menunjukkan bahwa pandemi tidak berdampak besar pada aspek fisik, namun berdampak pada mental/ psikologis. Kesimpulan penelitian terkait kesehatan jiwa pada hasil skrining dengan instrumen SRQ29 menunjukkan bahwa mahasiswa farmasi dan FK  perguruan tinggi di Yogyakarta mengalami masalah psikososial.  Hal ini saat dikaitkan dengan religiusitas dan kualitas hidup menunjukkan adanya pengaruh faktor internal tersebut pada kesehatan jiwa.
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI KULIT JERUK MANIS (Citrus x aurantium L.) SEBAGAI TABIR SURYA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS: GEL FORMULATION OF ETHANOL EXTRACT AND FRACTIONS SWEET ORANGE PEEL (Citrus x aurantium L.) AS A SUNSCREEN USING UV-VIS SPECTROPHOTOMETRIC METHODS Siti Hindun; Nopi Rantika; Hanina Liddini Hanifa; Dindin Fahrudin; Dani Sujana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.265

Abstract

Sinar matahari mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, namun paparan sinar matahari yang berlebihan menyebabkan jaringan epidermis kulit tidak cukup mampu melawan efek negatif tersebut, sehingga dapat menyebabkan eritema, sunburn (kulit terbakar) dan dapat menimbulkan perubahan degenerasi pada kulit (penuaan dini) serta kanker kulit. Salah satu cara untuk dapat melindungi kulit dari sinar matahari yaitu dengan menggunakan tabir surya. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai tabir surya adalah jeruk manis (Citrus x aurantium L.). Pada penelitian sebelumnya menunjukan bahwa kulit jeruk manis memiliki kandungan metabolit sekunder senyawa fenolik yaitu flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif sebagai tabir surya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melakukan formulasi sediaan gel tabir surya dan menentukan nilai SPF sediaan gel tabir surya dari ekstrak etanol dan berbagai fraksi kulit jeruk manis (Citrus x aurantium L.) secara in vitro yaitu dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS.  Formulasi gel tabir surya dibuat dalam 4 formula yaitu Formulasi 1 dengan ekstrak etanol kulit jeruk manis, Formula 2 dengan fraksi air kulit jeruk manis, Formula 3 dengan fraksi etil asetat kulit jeruk manis dan Formula 4 dengan fraksi n-heksan kulit jeruk manis. Keempat formula di evaluasi secara fisika dan dihitung nilai SPF-nya . Dari hasil penelitian diperoleh bahwa keempat formula memenuhi persyaratan evaluasi secara fisika meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan uji iritasi. Berdasarkan hasil penentuan SPF sediaan gel tabir surya yang terbaik yakni Formula 2 fraksi air yaitu 25, diikuti Formula 3 fraksi etil asetat yaitu 24, Formula 1 ekstrak etanol yaitu 19 dan Formula 4 fraksi n-heksan yaitu 17.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN EFEK SAMPING OBAT TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS SUKARATU TASIKMALAYA: THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE AND SIDE EFFECTS OF MEDICINE ON TREATMENT COMPLIANCE IN TUBERCULOSIS PATIENTS IN PUSKESMAS SUKARATU TASIKMALAYA Nia Kurniasih; Nina Muthoharoh; Nurhidayati Harun; Siti Rahmah Kurnia Ramdan; Marlina Indriastuti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.301

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di dunia. Pada tahun 2019 sekitar 1,4 juta penduduk dunia meninggal karena Tuberkulosis. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan Tuberkulosis merupakan hambatan penting dalam pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis. Kepatuhan yang buruk dapat menyebabkan penyakit menular yang berkepanjangan, resistensi obat, kekambuhan ulang dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan efek samping obat terhadap kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis di Puskesmas Sukaratu, Tasikmalaya. Metode yang       digunakan adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan  responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 23 responden dari total 31 responden (74,2%) dan responden  yang mengalami efek samping obat sebanyak 24 responden dari total 31 responden (77,4 %). Sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang yaitu sebanyak 22 responden (71,0%). Pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis dengan nilai p-value sebesar 0,046 < 0,05 dan terdapat hubungan terjadinya efek samping obat dengan kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis dengan nilai p-value sebesar 0, 010 < 0,05.
KARAKTERISASI FARMAKOGNOSI DAUN FALOAK (Sterculia quadrifida R.Br): CHARACTERIZATION OF PHARMACOGNOSY OF FALOAC LEAVES (Sterculia quadrifida R.Br) Fahrauk Faramayuda; Julia Ratnawati; Akhirul Kahfi Syam
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.322

Abstract

Faloak secara empiris digunakan sebagai antimikroba, megobati penyakit tifus, mengatasi gangguan pada hati, laksatif, dan antimalaria. Faloak merupakan salah satu tumbuhan yang secara empiris digunakan sebagai obat tradisional di Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya dari hasil penelitian ini dapat digunakan untuk studi dan pengembangan aktivitas biologi ekstrak daun faloak menjadi produk farmasi. Ekstraksi menggunakan cara maserasi dengan pelarut etanol dan menghasilkan rendemen 8,84% b/b. Parameter standarisasi ekstrak menunjukkan bobot jenis ekstrak 0,7543 ± 0,0060 g/mL, kadar sari larut air 54 ± 1,15% b/b, sari larut etanol 88,48 ± 1,05% b/b, kadar abu total 10,47 ± 0,16% b / b, abu larut air 8,01 ± 0,99% b / b, abu tidak larut asam 0,39 ± 0,03% b/b. Ekstrak etanol daun faloak mengandung flavonoid, kuinon, polifenol, steroid-triterpenoid, dan monoterpen-sesquiterpen. Ekstrak dianalisis kandungan kimianya menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silica F254 dan menggunakan fasa gerak n-heksana: etil asetat (1:1), hasilnya terdapat bercak dengan Rf 0,21 memberi warna biru pada UV 365 nm dan bercak hitam berlatar hijau pada UV 254 nm. Total kandungan flavonoid pada ekstrak etanol daun faloak 5,31 ± 0,29% b / b dan total kandungan polifenol 1,79 ± 0,03% b / b. Dari hasil karakterisasi ini bisa menjadi dasar pemgembangan tanaman faloak menjadi bahan baku obat tradisional terstandar dan acuan untuk melakukan uji aktivitas farmakologi.
STUDI IN SILICO SENYAWAhMETABOLIThSEKUNDER DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM MAINhPROTEASE (Mpro) PADA SARS-CoV-2: IN SILICO STUDY OF SECONDARY METABOLIC COMPOUNDS OF GREEN BETAL LEAVES (Piper betle L) AS MAIN PROTEASE ENZYME INHIBITORS (Mpro) IN SARS-CoV-2 Akhmad Parhan Naja; Andika; Mi’rajunnisa
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.337

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) adalah virus penyebab COVID-19. Salah satu target potensial untuk pengobatan SARS-CoV-2 ialah Main protease (Mpro). Daun sirih hijau (Piper betle L.) adalah tanaman yang terbukti secara ilmiah mempunyai efek sebagai antibakteri dan antivirus. Bagian dari tanaman sirih (Piper betle L.) seperti akar, biji, dan daun bermanfaat untuk pengobatan, tetapi yang paling umum digunakan adalah bagian daun. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui potensi dan interaksi senyawa metabolit sekunder daun sirih hijau sebagai antivirus penghambat Mpro pada SARS-CoV-2 dengan protein ID: 5R84 menggunakan uji penambatan molekul. Pengujian ini meliputi penambatan molekul, pengujian Lipinski dan prediksi ADMET. Metode yang digunakan berbasis oriented docking dengan kompleks protein ligand dibuat semi fleksible docking menggunakan software Autodock4. Hasil secara keseluruhan diperoleh dua puluh lima senyawa uji dari metabolit sekunder daun sirih hijau berpotensi sebagai penghambat Mpro dan senyawa uji yang mempunyai nilai energi binding (energi ikat bebas (?G)) terbaik yang berasal dari Piperine sebesar - 8,27..kcal/mol, disusul oleh Piperlonguminine sebesar..-8,07..kcal/mol serta Kaempferol - 7,95..kcal/mol. Piperine sendiri diprediksi memiliki absorbsi yang bagus, distribusi pada VDss tinggi, tetapi bukan subtrat dan inhibitor dari CYP 450, memiliki total klerens yang tinggi, berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit dan toksik pada uji protozoa T.pyriformis. Residu asam amino HIS 41, MET 49, PHE 140, HIS 163, MET 165, GLU 166, ASN 142, ARG 188, dan GLN 189 banyak berkontibusi terbentuk ikatan hydrogen.

Page 2 of 3 | Total Record : 23