Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas (JPMSK), specifically focuses on the main problems in the development of the science of public services as follows: 1. Community Services, Communities, Local Food Security; 2.Community Empowerment, Social Access; 3. Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; 4. Education for Sustainable Development 5. Less Advanced Areas;
Articles
61 Documents
Fasilitasi Kesehatan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Sukmajaya Tahun 2022
Fathir Brahmastha;
Asri Herawati;
Dinda Febrianti;
Donny Santoso;
Giovaldo Gabe Sitorus;
Rosifatul Azmi Tasya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53801/jpmsk.v2i2.100
Pendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemis di Indonesia dan beberapa negara. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk dari Genus Aedes terutama Aedes Aegypti. Oleh sebab itu, upaya pencegahan DBD harus dilaksanakan sekarang yang diadakan oleh pemerintah adalah PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang dilakukan dengan cara 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang). Tujuan: Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pada perilaku pencegahan DBD melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 M Plus. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah secara langsung dengan melakukan fasilitasi kesehatan serta diskusi interakif lalu dilakukannya pengisian pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan remaja maupun orangtua saat sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 03 Agustus 2022 dengan para kader dan para ibu ibu posyandu di RW 011 Kelurahan Mekarjaya Tahun 2022 yang hadir sebanyak 17 orang. Hasil: Dari hasil pengabdian masyarakat tersebut terdapat perbedaan tingkat pengetahuan ibu-ibu antara sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. Sebelum diberikan peyuluhan hanya sekitar 70% peserta yang memiliki pengetahuan yang baik. Setelah diberikan penyuluhan tingkat pengetahuan peserta yang baik meningkat menjadi 100%. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat melalui fasilitasi kesehatan dengan media Memo Health Education (Metode Monopoli Edukasi Kesehatan) dan leaflet dapat menarik perhatian partisipan serta meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan DBD terutama mengenai 3M. Sehingga, diharapkan kesadarannya masyarakat untuk turut ikut dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pemanfaatan Media Website “Mantes” untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Cek Kesehatan
Sekar Okta Deliana;
Achmad Lukman Hakim;
Emi Oktavia Sari;
Hikmah Apriyanti;
Syifa Pauziah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53801/jpmsk.v2i2.103
Introduction: Currently Indonesia ranks seventh out of ten countries with the highest prevalence of diabetes mellitus at 10.6% of the total population. Depok City is the area with the highest DM incidence rate in West Java, namely 2.9% of the population. Objectives: This Field Study Practice III aims to educate the importance of health checks, especially for people who have a hereditary history of diabetes mellitus by using the website "Bersama Lawan Diabetes" at the UPTD Puskesmas Sukmajaya, Depok City in 2022. Method: The method of socialization that we used is giving lectures, assignments, discussions, and the presentation which was held on November 15 2022 with the target of the activity namely 15 patients in the working area of the UPTD PKM Sukmajaya, both diabetes patients and general patients. This community service activity was successful, as seen from the enthusiasm of the participants and increased knowledge as seen from the results of the pre-test and post-test where the data were managed using Microsoft Office. Result: After counseling, 13 out of 15 participants experienced an increase in knowledge, whereas previously the pretest results showed only 5 out of 15 who only managed to answer questions correctly. Conclusion: Based on the results of the activities above, it can be concluded that there are differences in community knowledge before and after the implementation of socialization regarding the use of the MANTES website. there is an increase in knowledge and understanding of the importance of routine health checks after this community service is held.
Penerapan Senam Hipertensi dan Rebusan Air Daun Salam untuk Hipertensi
Susaldi Susaldi;
Puji Rahayu;
Maria Rista Okstoria
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53801/jpmsk.v2i2.104
Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang dapat menyerang otak, mata, jantung, ginjal sampai pada pembuluh darah tepi. Pentingnya mengontrol hipertensi sangat perlu disosialisasikan pada masyarakat. Tatalaksana dalam penanganan hipertensi dapat dengan menggunakan terapi farmakologi dan terapi non-farmakologi. Terapi non-farmakologi atau bisa disebut terapi komplementer untuk penderita hipertensi salah satu diantaranya adalah senam hipertensi dan meminum rebusan air daun salam. Tujuan: Kegiatan pengabdian adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang terapi komplementer yang bisa digunakan sebagai alternatif untuk penderita hipertensi. Metode: Selama lima minggu kegiatan di RW 05 Cibogor, diselenggarakan beberapa kegiatan. Tiga Minggu sebelum kegiatan, tim melakukan koordinasi/permintaan izin kepada suku dinas Jakarta, pihak Kecamatan Kembangan dan pihak kelurahan untuk mendukung kegiatan pengabdian masyakat ini. Kegiatan ini melibatkan 10 mahasiswa/i Universitas Indonesia Maju Jurusan NERS Keperawatan. tahapan kegiatan meliputi Diskusi, pembuatan tanaman obat, pemeriksaan tekanan darah, senam osteoartritis dan sosialisasi senam hipertensi serta demonstrasi perebusan air daun salam. Hasil: Pembuatan taman obat keluarga yang berpotensi sebagai alternatif pengobatan komplementer dengan khasiat yang terkandung pada tanaman obat tersebut. Sosialisasi hipertensi dan pemeragaan gerakan Senam hipertensi sehingga dapat diaplikasikan ke dalam kegiatan olahraga yang dapat memberikan manfaat baik bagi tubuh penderita hipertensi. Kegiatan demontrasi pengolahan tanaman obat keluarga daun salam sebagai alternatif pengobatan hipertensi agar masyarakat memperoleh pengetahuan tentang terapi komplementer untuk hipertensi Kesimpulan: Ada pengaruh senam hipertensi dan minum air rebusan daun salam dengan penurunan tekanan darah di Wilayah RW 05. Nilai statistic tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi p 0.000 < α 0.05 yang artinya pengabdian ini berpengaruh Terhadap meningkatnya pengetahuan dalam menurunkan hipertensi.
Sosialisasi Modul Kesehatan Lingkungan di Tatanan Rumah Tangga di Kp. Cikempong RT 04 RW 07 Tahun 2023
Judika Pakpahan;
Rindu Rindu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53801/jpmsk.v2i3.108
Pendahuluan: Lingkungan yang sehat dan bersih berasal dari pola hidup yang bersih dan juga sehat. Lingkungan rumah tangga ialah awal untuk mengadakan kehidupan yang bersih dan sehat demi terwujudnya keadaan penyehatan yang baik. Cara memulainya dari kawasan rumah tangga dan pola hidup yang dapat menjamin kehidupan terbebas dari virus yang dapat merusak kesehatan. Tujuan: Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini ialah untuk memberikan pembekalan ilmu pengetahuan pada ibu-ibu terkait dengan kesehatan lingkungan dan pola hidup sehat dalam lingkungan rumah tangga. Metode: Metode yang digunakan pada kegiatan sosialisasi ini adalah menggunakan modul kesehatan lingkungan di tatanan rumah tangga serta diskusi interakif lalu dilakukannya pengisian pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan ibu-ibu saat sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2023 dengan para ibu-ibu di Kp. Cikempong RT 04 RW 07 yang hadir sebanyak 10 orang. Hasil: Dari hasil sosialisasi tersebut terdapat perbedaan tingkat pengetahuan ibu-ibu antara sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. Sebelum diberikan peyuluhan hanya sekitar 40% peserta yang memiliki pengetahuan yang baik. Setelah diberikan penyuluhan tingkat pengetahuan peserta yang baik meningkat menjadi 80%. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat melalui sosialisasi modul kesehatan lingkungan ditatanan rumah tangga dengan media modul dan pre-test dan post-test dapat menarik perhatian partisipan serta meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan lingkungan terutama pada rumah tangga. Sehingga, diharapkan kedepannya masyarakat lebih peduli lagi terhadap kesehatan lingkungan dirumah tangga
Fasilitasi Kesehatan Pencegahan Hipertensi di Kampung Nangleng, Desa Lemah Duhur, Kabupaten Bogor
Stefani Yulita Leftungun;
Ayu Suranti Listriyani;
Dini Auliana Manenti;
Felix Sandya;
Intan Cahyani;
Luqman Yoga Prawira;
Sabiha Mawaddah Sopian;
Winanda Alifiana;
Nina Nina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53801/jpmsk.v2i3.115
Latar belakang: Angka prevalensi hipertensi di Provinsi Jawa Barat merupakan angka prevalensi hipertensi tertinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya yang ada di Indonesia, yaitu sebesar 39,6%. Kota Bogor merupakan kota atau kabupaten di Jawa Barat yang memiliki jumlah penderita hipertensi tertinggi, yaitu sebanyak 830.741 orang. Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membangkitkan semangat peserta untuk menambah pengetahuan dan memperbaiki aktivitas fisik serta pola makan melalui program CERDIK. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan menggunakan metode fasilitasi dengan pendekatan FGD melalui media lembar balik. Hasil: Hasil pre-test dan post-test dimana dari 14 ibu-ibu usia produktif sebanyak ada 9 peserta (64,28%) yang pengetahuannya cukup baik. Setelah dilakukan penjelasan dengan media lembar balik didapatkan peningkatan pengetahuan menjadi 80% atau 11 peserta (78,57%) pengetahuan baik tentang hipertensi. Kesimpulan: Dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu-ibu tentang pencegahan hipertensi di Kampung Nangleng, Desa Lemah Duhur, Kabupaten Bogor.
Peningkatan Literasi Kebijakan Kesehatan pada Remaja untuk Mencapai Ketahanan Kesehatan di Jabodetabek
Astrid Novita Haryanto;
Nina Nina;
Nur Rizky Ramadhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53801/jpmsk.v2i3.119
Latar Belakang: Masalah perilaku kesehatan remaja meliputi konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, pola makan sehat, sanitasi atau kebersihan pribadi atau sekolah atau kesehatan reproduksi, kesehatan mental remaja, kesehatan reproduksi, aktivitas fisik, dan merokok. Survei literasi pertama di Indonesia tahun 2013-2014 menunjukkan bahwa 64% dari 1.029 responden memiliki tingkat literasi kesehatan yang rendah (tidak memadai dan bermasalah), dan proposisi mayoritas berusia 15-18 tahun (72%). Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kompetensi kepada remaja/siswa dan guru agar secara mandiri mampu melakukan perilaku preventif dan juga penanganan masalah kesehatan dasar yang berkaitan dengan remaja sehingga status kesehatan remaja di wilayah Jabodetabek. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi kegiatan sosialisasi, FGD, pre and post-test dan deklarasi komitmen. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah 3 SMA dan SMK di wilayah Jabodetabek. Hasil: Kegiatan peningkatan literasi dan advokasi kesehatan masyarakat pada remaja di 3 (tiga) sekolah telah terlaksana dengan baik dan mendapat respon positif dan baik dari pihak sekolah, dan peserta (siswa) yang mengikuti kegiatan tersebut. Sebagian besar dari mereka menunjukkan bahwa para peserta dapat berpartisipasi selama kegiatan berlangsung. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan pendidikan. Sebagai hasil dari kegiatan ini, beberapa komitmen diajukan dan disepakati oleh kedua belah pihak. Kesimpulan: Terjadinya perubahan pengetahuan dari para peserta pada saat sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Tindak lanjut dari keberlanjutan program pengabdian masyarakat ini adalah dengan penguatan sistem monitoring dan evaluasi komitmen sekolah.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Post Partum terkait Tummy Time di RSUD Cengkareng tahun 2023
Sancka Stella Ganiasnda Sihura;
Rina Afrina;
Solehudin Solehudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53801/jpmsk.v2i3.120
Latar belakang: Tummy time adalah aktivitas yang dianjurkan untuk dilakukan pada bayi sejak usia dini, yaitu sekitar dua minggu setelah lahir. Kegiatan ini dilakukan dengan menempatkan bayi pada posisi perut di atas permukaan yang datar dan keras, seperti matras atau karpet. Tummy time penting untuk membantu perkembangan fisik dan motorik bayi. Banyak ibu post partum yang belum mengetahui manfaat tummy time untuk perkembangan motorik dan kesadaran lingkungan bayi baru lahir. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini sebagai upaya dalam meningkatan pemahaman Ibu terkait penerapan tummy time Metode: Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan kesehatan tentang penerapan tummy time kepada ibu post partum. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan nilai pengetahuan ibu terkait Tummy Time rata-rata mendapat nilai 5 dan post-test menunjukkan menunjukkan nilai pengetahuan ibu terkait Tummy Time rata-rata mendapat nilai 7,80. hal ini berarti rerata pengetahuan ibu post partum terkait tummy time meningkat setelah dilakukan penyuluhan dan edukasi terkait tummy time Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatan pemahaman Ibu terkait penerapan tummy time. Penyuluhan kesehatan perlu dilakukan secara berkesinambungan agar pengetahuan Ibu dalam perawatan bayi baru lahir dapat meningkat.
Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Kerusakan Gigi dan Mulut di SD Negeri 7 Pagi Palmerah, Jakarta Barat
Enna Rossalina Sihombing;
Kezia Puspa Liencewas;
Dewi Anggreni;
Santi Kurniasih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53801/jpmsk.v2i3.123
Latar belakang: Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menunjukkan prevalensi penduduk di Indonesia yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut sebanyak 57,6%. Karena itu upaya untuk mencegah terjadinya keruskan gigi dan mulut perlu di adanya peningkatan pengetahuan dalam pencegahan kerusakan gigi dan mulut. Pencegahan kerusakan gigi pada anak perlu di tingkatkan pengetahuan orang tuanya karena anak sekolah dasar dimana masa terjadinya perubahan dari gigi susu menjadi gigi tetap yang berperan penting adalah dengan meningkatkan pengetahuan orang tuanya dalam cara mencegah terjadinya kerusakan gigi dan mulut. Tujuan: Tujuan pemberian penyuluhan pada orang tua sekolah dasar adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua murid kelas 1 sampai kelas 3 tentang pentingnya pencegahan terjadinya kerusakan gigi Metode: Metode penyuluhan dilaksanakan dengan memberikan pengetahuan cara pencegahan kerusakan gigi dengan cara ceramah dan diskusi yang menciptakan terjadinya komunikasi antara narasumber dan orang tua murid kelas 1 sampai kelas 3, setelah itu dilakukan demonstrasi cara mengosok gigi yang benar, hal ini dilakukan agar orang ltua langsung melakukan cara menggosok gigi dengan benar dengan tuntunan dari narasumber secara langsung. Penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Mei 2023 mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Tim Penyuluh terdiri dari 1 dosen dan 4 mahasiswa. Peserta adalah orang tua murid dari kelas 1 sampai kelas 3 SDNegeri 07 Pagi Palmerah, Jakarta Barat. Hasil: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test terdapat peningkatan pengetahuan orang tua murid kelas 1 sampai kelas 3 sebelum dan sesudah penyuluhan yang diberikan secara ceramah, diskusi dan demonstrasi yang diberikan. Hasil yang didapat adalah terdapat terdapat 47 pesesta (42,3 %) dengan pengetahuan Tinggi sebelum dilakukan penyuluhan meningkat menjadi 66 peserta (59,5%), terdapat dan terjadi penurunan pengetahuan kurang dari 16 peserta (14,4%) menjadi 5 peserta (4,5%) setelah mendapatkan penyuluhan Kesehatan tentang pencegahan kerusakan gigi. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan dengan cara ceramah, diskusi dan demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan orang tua murid kelas 1 sampai kelas 3 SDN 07 Pagi Palmerah, Jakarta Barat, sehingga diharapkan adanya kesadaran orang tua murid dalam pencegahan terjadinya kerusakan gigi pada anak – anaknya dimana pada fase ini gigi geligi anak – anak akan terjadi perubahan dari gigi susu menjadi gigi tetap.
Optimalisasi Media Online dalam Tatalaksana Kecemasan untuk meningkatkan Pengetahuan Orang Tua Anak Gangguan Spektrum Autisme
Nur Eni Lestari;
Isti Anindya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53801/jpmsk.v1i1.132
Latar Belakang: Â Covid-19 memberikan dampak psikologis yaitu kecemasan pada orang tua anak gangguan spektrum autisme. Tujuan: Melakukan pengabdian kepada masyarakat tentang optimalisasi media online dalam tatalaksana kecemasan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua anak gangguan spektrum autisme. Metode: Metode yang dilakukan yaitu analisis situasi, melakukan pre-test pengetahuan dan sikap tentang tatalaksana kecemasan orang tua anak gangguan spektrum autisme melalui optimalisasi media online, melakukan edukasi melaui media online tentang tatalaksana kecemasan orang tua anak gangguan spektrum autisme, dan melakukan post-test pengetahuan dan sikap tentang tatalaksana kecemasan orang tua anak gangguan spektrum autisme melalui optimalisasi media online. Hasil: Mayoritas peserta sebelum dilakukan edukasi memiliki pengetahuan kurang sejumlah 76 peserta (82,6%). Sedangkan mayoritas peserta setelah dilakukan edukasi memiliki pengetahuan baik sejumlah 92 peserta (100%). Kesimpulan: Media online dapat dioptimalkan dalam memberikan edukasi dalam tatalaksana kecemasan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua anak gangguan spektrum autisme.
Promosi Kesehatan dengan Media Poster terhadap Perubahan Pengetahuan PHBS pada Rumah Tangga
Septaria Nurhidayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53801/jpmsk.v2i4.135
Background: According to the World Health Organization (WHO) in 2018, as many as 2.4 billion people in the world or 1 out of 3 people do not have access to adequate sanitation facilities, and less than 1 billion people defecate in the open, causing various negative impacts, especially related to the spread of disease and public health. In Indonesia in 2018, the National Health Survey showed that the achievement of houses implementing PHBS (classification IV) was only around 39.22%. in Bekasi Regency implementing household PHBS at the Cibatu Health Center, In 2022, the percentage of households with PHBS is 45.3%. and in 2023 the percentage of households with PHBS is 64.5%. This happens due to the community's lack of knowledge and attitudes toward implementing PHBS culture in everyday life. Objectives: The purpose of this community service is to provide education in the form of health promotion regarding the culture of implementing PHBS in household settings in daily life at the Posyandu Tunas Mekar XIII in the working area of the Cibatu Health Center, Bekasi Regency. Methods: The method used is health promotion regarding the culture of implementing PHBS in household arrangements related to preventing the occurrence of disease by implementing PHBS in Kp. Pegaulan in the Work Area of the Cibatu Health Center, Bekasi Regency. This activity was carried out at the Tunas Mekar XIII Posyandu Kp. Social intercourse in Bekasi Regency. The target of this activity is all housewives who live in the Tumas Mekar XIII Posyandu area, Kp. Pegaulan, Bekasi Regency. Educational media used are posters and leaflets. The pre-test and post-test are used to measure this activity's success. Results: The results obtained from the implementation of health promotion activities to increase public knowledge in cultivating the correct implementation of household PHBS in everyday life are 75% or as many as 18 people. Conclusion: The conclusion drawn from the results of this activity is that there are still people who do not know and have not implemented PHBS properly and correctly, this is one of the echoes of the causes of a disease.