cover
Contact Name
Deni Supriatna
Contact Email
denisupriatna31.ds@gmail.com
Phone
+6285777315993
Journal Mail Official
denisupriatna31.ds@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mangga RT 09 RW 02, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Published by Sagamedia Indo Press
ISSN : 28281616     EISSN : 28281608     DOI : https://doi.org/10.53801/jpmsk
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas (JPMSK), specifically focuses on the main problems in the development of the science of public services as follows: 1. Community Services, Communities, Local Food Security; 2.Community Empowerment, Social Access; 3. Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; 4. Education for Sustainable Development 5. Less Advanced Areas;
Articles 61 Documents
Pengaruh Pelatihan Kader Posyandu Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Skrining Pertumbuhan dan Perkembangan Balita dengan KPSP Wilayah Pasar Rebo Dayana Noprida; Damayanti Polapa; Sahariah; Sarini; Tri Imroatun; Wahyuni Agustia; Titin Sutini; Nyimas Heny Purwati; Anita Apriliawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.821 KB) | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i02.22

Abstract

Latar belakang: Stimulasi tumbuh kembang menjadi satu hal yang penting. Pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang dapat dibantu oleh kader kesehatan. Namun tampak kader kesehatan masih banyak yang belum memahami cara melakukan deteksi dini tumbuh dan kembang balita menggunakan KPSP, sehingga dalam proses posyandu tidak ada satupun balita yang dilakukan deteksi dini. Tujuan: Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada kader untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang di wilayah pasar rebo saat melakukan posyandu sehingga dapat mengetahui gangguan tumbuh kembang dan melakukan rujukan. Metode: Pelaksanaan pengabdian ini adalah dalam bentuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada mitra yaitu dalam hal ini kader kesehatan wilayah Pasar Rebo. Kemudian melakukan diskusi dan praktik berupa pelatihan kader sehingga kader memahami penggunaan KPSP. Analisis keberhasilan pelaksanaan melihat peningkatan pengetahuan dan peningkatan penggunaan kuesioner skrining. Hasil: Ditemukan pengabdian ini dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Hasilnya menemukan bahwa kader kesehatan setelah diberikan pelatihan dapat menggunakan kuesioner skrining dengan baik dan dapat mengaplikasikannya dengan baik sehingga dapat menemukan keterlambatan tumbuh kembang dan proses rujukan dini. Kesimpulan: Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini sangat membantu peningkatan pengetahuan dan praktik kader dalam penggunaan kuesioner skrining untuk deteksi dini tumbuh kembang bayi dan balita.
Persiapan Diri Dalam Menghadapi Sekolah Tatap Muka di SDN Mampang 03 Depok Tahun 2021 Intan Puspita Asri; Aisyah Khairunnisa; Faidah Afifah; Nurul Pitriani Salamah; Achmad Lukman Hakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i3.21

Abstract

Latar belakang: Sekolah tatap muka akan segera dibuka, hal tersebut menimbulkan berbagai pendapat yakni siswa dan orang tua sebagian besar masih merasa khawatir dan cemas dengan penularan virus di sekolah, tetapi disisi lain siswa merasa jenuh akibat terlalu lama berdiam diri dirumah dan tidak berinteraksi dengan teman – teman lainnya disekolah. Tingkat keterpaparan Covid-19 pada anak di Depok pun cukup  mengkhawatirkan. Tercatat, hingga Juni 2021, jumlahnya mencapai 10.634 kasus atau 19,23% dari total kasus yang ada di Depok. Depok sebagai daerah yang termasuk mengalami banyak lonjakann kasus Covid-19 pun perlu benar-benar menyiapkan persiapan apa saja yang harus dipersiapkan baik dari dari siswa itu sendiri maupun peran orang tua dirumah. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai pemahaman siswa terhadap persiapan menghadapi sekolah tatap muka nanti. Metode: Kegiatan  ini berbentuk penyuluhan dilakukan pada  Rabu, 25 Agustus 2021 melalui media zoom. Sasaran nya adalah siswa kelas 2 SD Mampang 3 Depok sebanyak 30 siswa. Kegiatan dimulai dengan pretest dimana pelaksanaan nya sendiri adalah dengan memberikan pertanyaan secara langsung oleh kelompok dan memberikan opsi kepada siswa IYA atau TIDAK, dan cara menjawabnya dengan mengangkat tangan sesuai dengan jawaban mereka masing-masing hal tersebut dilakukan untuk mengukur seberapa jauh pengetahuan siswa sebelum dilakukannya penyuluhan. Kemudian setelah dilakukan penyuluhan dilakukan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah setelah dilakukan penyuluhan dari 30 siswa yang mengikuti penyuluhan sampai akhir, semuanya memiliki pengetahuan yang baik. Kesimpulan: Edukasi dari orang terdekat sangatlah berpengaruh pada siswa terbukti di awal pretest hanya ada 12 yang memiliki pengetahuan baik namun setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 23 siswa. Untuk meningkatkan pengetahuan para siswa sendiri perlunya edukasi dan contoh dari orang terdekat mengenai protokol kesehatan yang baik terutama orangtua agar siswa dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
Pembinaan Penerapan 5M Terhadap Pembelajaran Tatap Muka Dinda Febrianti; Nina; Ardi Pangestu; Wulan Purwitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i3.23

Abstract

Latarbelakang:  Penerapan Protokol Kesehatan 5M saat Tatap Muka di Sekolah adalah sebagai bentuk adaptasi New Normal (kebiasaan baru) bagi siswa yang akan melakukan kegiatan sekolah offline agar tetap terlindungi dari adanya penyebaran penularan Covid-19. Disamping itu akan diadakannya sekolah tatap muka yang di khawatirkan akan menambah angka kejadian pada masa pandemi ini. Oleh karena itu pemahaman tentang protokol kesehatan penerapan 5M harus dilakukan dengan baik dan benar. Tujuan: Tujuan kegiatan penyuluhan adalah terwujudnya proses pembelajaran tatap muka yang aman bagi satuan pendidikan dengan menerapkan protokol kesehatan terkait 5M. Metode: Diawali dengan tahap persiapan yang meliputi penetapan masalah yaitu penerapan protokol 5M pada siswa untuk menghadapi Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemic Covid-19 ini namun masih lalainya dalam penerapan 5M karena kurangnya pengetahuan siswa. Hal ini menyebabkan perlunya upaya promosi kesehatan berupa penyuluhan pada siswa untuk selalu menerapkan protocol kesehatan 5M yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa Hasil: Hasil pretest pengetahuan siswa tentang penerapan protocol Kesehatan dalam pembelajaran tatap muka dimasa Covid-19 sebesar 43,3% sedangkan hasil posttest sebesar 80%. Kesimpulan: Dari pengabdian ini disimpulkan bahwa peserta dapat mengikuti kegiatan penyuluhan dari awal hingga akhir sehingga terdapat perbedaan tingkat pengetahuan siswa antara sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. Adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan sebesar 36,7%.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja Dalam Menyikapi Bonus Demografi Aura Amalia; Dia Nur Rama Sari; Santi Tri Pratiwi; Randy Fadillah; Agustina Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i3.28

Abstract

Latar belakang: Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat baik sosial, fisik, dan mental yang berkaitan dengan fungsi reproduksi, peran dan system reproduksinya. Jumlah remaja usia 10-24 tahun adalah sekitar 64 juta atau 28,64% dari jumlah penduduk Indonesia maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja akhir-akhir ini disebabkan karena faktor kurang nya pengetahuan remaja tentang Pendidikan Kesehatan Reproduksi. Edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja merupakan hal yang penting sebagai upaya menghindari seks bebas, penyebaran penyakit kelamin dan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan Kesehatan reproduksi remaja dalam menyikapi bonus demografi. Metode: Metode pelaksanaan promosi kesehatan yang digunakan adalah pemberian edukasi terkait Isu Kesehatan Reproduksi serta cara mencegah penyakit menular  seksual, dalam kegiatan ini terdapat 116 siswa SMK Kesehatan Pelita yang sangat berperan aktif melalui sesi tanya jawab. Hasil: Hasil kuisioner dan pemberian edukasi yang diberikan kepada siswa di SMK Kesehatan Pelita tentang pengetahuan kesehatan reproduksi memiliki nilai benar adalah 57.73% sedangkan untuk penilaian salah 26.59%. Kesimpulan: Hasil tersebut menunjukan bahwa pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi ini meningkat. diharapkan dari kegiatan ini sikap dan perilaku siswa tentang Kesehatan reproduksi remaja dapat lebih baik sehingga dapat mengurangi angka kejadian penyakit penular seksual pada remaja dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kesiapan Tenaga Pengajar Terhadap Perencanaan Sekolah Tatap Muka di Masa Adaptasi Pandemi Covid-19 Zahira Hananda NR; Ahmad Lukman Hakim; Shofia Putri Nabila EL; Anna Maryanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i3.32

Abstract

Latar belakang: Sekolah tatap muka akan segera buka, masalah penyakit Covid-19 ini berasal dari negara tiongkok/china. Covid-19 ini menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia. Diketahui masuk ke indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 hingga saat ini. Penyebaran virus corona ini terus melonjak sejak masuk ke Indonesia. Sehingga jumlah pasien Covid-19 juga terus meningkat dengan jumlah yang besar. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sudah sejauh mana sekolah mempersiapkan belajar mengajar tatap muka. Metode: Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah analisis deskriptif. Sasaran dalam pengabdian ini adalah staff/guru yang berada di SD Negeri Sukamaju 03 Kecamatan Cilodong berjumlah 30 orang. Hasil: Hasil dari Pre Test dan Post Test menunjukan bahwa adanya perbedaan tingkat pengetahuan responden, hasil posttest dengan hasil yang baik sebelum dilakukanya pemberian materi pretest dan dikatakan berhasil dalam pemberian materi. Berdasarkan hasil pretest sasaran yang memiliki pengetahuan baik yaitu sebesar 33% sedangkan setelah dilakukan promosi Kesehatan dan melakukan penyuluhan melalui webinar hasil posttest sasaran yang memiliki pengetahuan baik yaitu sebesar 83%. Kesimpulan: Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan pengabdian ini sehingga menjadi bekal kesiapan tenaga pengajar dalam menghadapi perencanaan mengajar tatap muka di SD Negeri Sukamaju 03 Kecamatan Cilodong.
GO RANTING: Ayo Berantas Stunting Dinda Febrianti; Nina; Azhar Pherdinand; Al Farel Dimas Wibisono; Rosifatul Azmi Tasya; Wulan Purwitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i3.57

Abstract

Latar belakang:  Stunting adalah penyakit gagal tumbuh pada bayi (0- 11 bulan) dan anak balita (12- 59 bulan) akibat dari kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Banyak yang mengetahui banyak stunting akan berkaitan dengan orangtua dan pasangan muda menikah. Padahal remaja juga berperan penting terhadap pencegahan stunting karena Pengetahuan gizi remaja khususnya remaja putri mengenai stunting sangatlah penting untuk mencegah terjadinya stunting. Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja maupun orangtua mengenai pencegahan stunting sejak dini Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah secara langsung dengan melakukan fasilitasi kesehatan serta diskusi interakif lalu dilakukannya pengisian pretest dan posttest untuk mengukur pengetahuan remaja maupun orangtua saat sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan Hasil: Hasil pretest dan posttest menunjukan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan remaja maupun orangtua antara sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. Sebelum diberikan peyuluhan hanya sekitar 15% peserta yang memiliki pengetahuan yang baik. Setelah diberikan penyuluhan tingkat pengetahuan peserta yang baik meningkat menjadi 80%. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat melalui fasilitasi kesehatan dengan media lembar kerja bolak balik dan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan para remaja maupun orangtua mengenai pencegahan stunting sejak dini. Sehingga, diharapkan kesadarannya masyarakat untuk turut ikut dalam penanggulangan stunting termasuk pada remaja yang memang merupakan peluang besar untuk mencegah stunting dilakukan sedini mungkin.
Penerapan Model SOFIANI kepada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II untuk Meningkatkan Disease Awareness di RW 07 Kelurahan Utan Panjang Yani Sofiani; Fitrian Rayasari; Diana Irawati; Uswatul Khasanah; Abdu Rahim Kamil; Agus Purnama; Dian Noviati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i4.25

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terus meningkat dari tahun ke tahun. International Diabetes Federation mengungkapkan bahwa prevalensi Diabetes pada tahun 2013 sebanyak 382 juta jiwa dan ditahun 2015 meningkat menjadi 415 juta. Demikian pula di Indonesia, RISKESDAS 2013 menunjukkan prevalensi diabetisi berdasarkan diagnosis dokter sebanyak 1.5% untuk penduduk usia diatas 15 tahun, sedangkan berdasarkan diagnosis dan gejala yang dirasakan sebanyak 2.1%. Permasalahan yang ditemukan masih banyak diabetisi yang berobat di wilayah RW 07 Kelurahan Utan Panjang untuk kontrol rutin memiliki nilai glukosa darah yang tinggi. Dengan mayoritas diabetisi merupakan pasien lama, hal ini tentunya menjadi suatu permasalahan tersendiri yang tidak bisa diabaikan. Diabetisi merupakan pemeran utama dalam peningkatan awareness dalam dirinya untuk meningkatkan self-management. Tujuan: Tujuan Umum Program Kemitraan meningkatkan disease awareness pada diabetisi agar self-management yang dimotori oleh diabetisi menjadi lebih aktif. Metode: 1) Screening pengetahuan diabetisi melalui metode kuesioner dan wawancara untuk mengetahui tingkat disease awareness dan self-management diabetisi. 2) Peningkatan pengetahuan melalui edukasi terstruktur yang dilakukan oleh perancang model SOFIANI dengan metode ceramah, diskusi, dan curhat pendapat. 3) Penyediaan fasilitas diabetisi dibekali peralatan berupa glucometer dan kelengkapannya untuk pelaksanaan self-management mandiri di rumah 4) simulasi dan resimulasi untuk melihat kemampuan diabetisi dalam melakukan pengukuran gula darah mandiri. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 20 diabetisi di lingkungan wilayah RW 07 Kelurahan Utan Panjang. Dari hasil skrining awal didapat rata rata persepsi penyakit yang buruk dan juga self-management yang belum maksimal. Dan terjadi peningkatan persepsi penyakit dan self-management yang lebih baik setelah adanya pengabdian ini. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan apresiasi dan antusiasme dari seluruh peserta. Hasil survey kepuasan menunjukan 100% menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat, 85% menyatakan kegiatan disiapkan dengan baik, 90% isi materi sangat baik dan 90% materi disampaikan dengan baik.
Pemberian Paket Terapi Psikoedukasi Keluarga dan Terapi Guided Imagery dalam Menurunkan Tingkat Ansietas Elvie Tresya; Aisyah Safitri; Irma Herliana; Yeni Koto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i4.54

Abstract

Latar Belakang: Lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia (3,6% dari populasi) menderita kecemasan. Di Indonesia prevalensi gangguan emosional pada penduduk berusia 15 tahun ke atas, meningkat dari 6% di tahun 2013 menjadi 9,8% di tahun 2018. Prevalensi penderita depresi di tahun 2018 sebesar 6,1%. Kecemasan dipicu oleh hal yang tidak diketahui dan menyertai semua pengalaman baru, seperti masuk sekolah, memulai pekerjaan baru atau melahirkan anak. Kecemasan merupakan suatu perasaan subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dari ketidakmampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya rasa aman. Terapi yang dapat dilakukan untuk menurunkan tingkat ansietas dan depresi adalah paket terapi psikoedukasi dan terapi guided imagery. Tujuan: Untuk memberikan edukasi paket terapi psikoedukasi keluarga dan terapi guided imagery dalam menurunkan tingkat ansietas Metode: Pengabdian masyarakat dikemas dalam bentuk Webinar online yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 16 April 2022 Pkl. 11.00 – 12.00 WIB. Pelaksanaan diberikan dalam bentuk ceramah dan pemutaran video. Kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari tiga tahap, meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil: Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah Kemampuan keluarga untuk mengatasi kecemasan meningkat setelah pemberian materi. Keluarga teredukasi mengenai cara mengatasi kecemasan dengan psikoedukasi dan guided imagery. Kesimpulan: Terapi psikoedukasi dan guided imagery dapat diberikan pada keluarga untuk menurunkan tingkat ansietas.
Edukasi Hipnotis Lima Jari dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Hari Ghanesia; Nurul Ainul Shifa; Indri Sarwili
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i4.56

Abstract

Ansietas/kecemasan dapat memicu terjadinya peningkatan adrenalin yang berpengaruh pada aktivitas jantung yaitu terjadinya vasokonstriksi pembuluh darah dan dapat meningkatkan tekanan darah. Terapi Hipnotis Lima jari menjadi salah satu alternatif dalam menurunkan kecemasan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka target luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat luas dan tenaga kesehatan dalam pemanfaatan terapi hipnotis lima jari untuk mengurangi tingkat kecemasan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini penting dilaksanakan untuk memberikan edukasi tentang tekhnik terapi hipnotis 5 jari masyarakat sehingga dapat melakukan terapi hipnotis lima jari ketika merasa cemas. Pelaksanaan Edukasi terapi hipnotis lima jari berjalan dengan lancar dan didapatkan hasil peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan eduksi tetang pentingnya terapi hipnotis lima jari untuk mengurangi tingkat kecemasan. Masyarakat diharapkan mampu mempraktekan cara terapi hipnotis lima jari ketika merasa cemas sebagai bentuk pencapaian program ini.
Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut melalui Media Pembelajaran Berbasis Interaktif pada Siswa SDN Mekarjaya 11 Kota Depok Tahun 2022 Asri Herawati; Agustina Sari; Nina; Doni Santoso; Fathir Brahmastha Arya Putra; Giovaldo Gabe Sitorus; Savanna Setiawaty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i4.66

Abstract

Latar Belakang: Anak yang mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut dapat mengalami penurunan kualitas. Pada usia anak sekolah dasar perlu bagi pelaku usaha untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara berkala, baik dalam penyuluhan pemeriksaan maupun perawatan kesehatan gigi dan mulut, oleh orang tua, sekolah dan instansi pemerintah terkait. Usia sekolah dasar merupakan waktu yang ideal untuk melatih keterampilan motorik anak, termasuk menyikat gigi. Selain itu, usia sekolah sudah menunjukkan kepekaan belajar sesuai dengan sifat ingin tahu anak. Tujuan: Untuk memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui media pembelajaran berbasis interaktif pada Siswa SDN Mekarjaya 11 Kota Depok Tahun 2022 Metode: Pengabdian ini dilaksakanakan dengan memberikan Konseling, menggunakan media yaitu lembar kerja bolak-balik, film animasi, dan permainan puzzle yang bertujuan untuk menciptakan komunikasi dua arah dan membuat siswa aktif. Responden dalam pengabdian ini adalah siswa kelas 3 SDN Mekarjaya 11 Kota Depok Tahun 2022. Hasil: Terdapat 5 responden (25%) dengan tingkat pengetahuan baik sebelum diberikan fasilitas meningkat menjadi 14 (70%), terdapat 5 responden (25%) dengan tingkat pengetahuan cukup sebelum diberikan fasilitas menurun menjadi 4 (20%), dan ada 10 responden (50%) dengan tingkat pengetahuan sebelum pemberian fasilitas menurun menjadi 2 responden (10%). Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Melalui Media Pembelajaran Berbasis Interaktif Pada Siswa SDN Mekarjaya 11 Kota Depok Tahun 2022” telah dilaksanakan dengan baik dan mendapat respon positif dari siswa kelas 3 yang kami miliki disaring melalui penyaringan. Ditemukan bahwa banyak siswa yang memiliki masalah gigi dan mulut seperti gigi berlubang dan kurangnya pengetahuan mereka tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut dikarenakan kurangnya sosialisasi kesehatan yang diadakan oleh pihak sekolah dan puskesmas setempat.