cover
Contact Name
Sitti Rahmah
Contact Email
gesture@unimed.ac.id
Phone
+628126554635
Journal Mail Official
gesture@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar, Ps. V, Medan Estate.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gesture: Jurnal Seni Tari
ISSN : 23015799     EISSN : 25992864     DOI : https://doi.org/10.24114/senitari.v11i1
Jurnal Gesture Seni Tari ini memuat tentang penulisan ilmiah dan penelitian seni tari tradisi dan tari non tradisi di Nusantara, hingga menyinggung persoalan-persoalan yang terkait dengan perkembangan pendidikan seni tari pada abad ini. Sebagai Jurnal Seni yang hadir ditengah-tengah lembaga Prodi Pendidikan Seni Tari; dalam hal ini jurnal gesture akan selalu konsisten untuk berupaya menampung segala bentuk karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan bidang (Pengajaran, Pengkajian, Penyajian, Penciptaan, dan Pengelolaan) di Pendidikan Tari FBS Unimed.
Articles 321 Documents
DOKUMENTASI TOR-TOR SIMALUNGUN SEBAGAI LITERASI BUDAYA Sinaga, Aldi Alfiansyah; Rahmah, Sitti
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64631

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginformasikan kesenian Simalungun khususnya Tor-tor Sirittak Hotang dan Tor-tor Dihar Natar sebagai literasi budaya. Penulis menggunakan teori dokumentasi milik Sugiyono (2018: 476), teori Tor-tor milik Harvina (2018; 1), dan teori literasi budaya milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017: 3). Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Sanggar Tor-tor Elak-elak Simalungun yang terletak di desa Sirpang Dalig Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan dokumentasi berbentuk arsip tulisan yang dilengkapi dengan audio visual (VCD), yang di dalamnya mendeskripsikan asal mula, terminologi gerak, pola lantai, dancescript gerak, iringan dan alat musik, serta tata rias dan busana pada Tor-tor Sirittak Hotang dan Tor-tor Dihar Natar.
KAJIAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL SILAT BANJAR PADA MASYARAKAT DI DESA ARA PAYUNG Sanusi, Dhea Ananda Putri; Heniwaty, Yusnizar
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64632

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian tekstual dan kontekstual yang membahas mengenai Silat Banjar pada masyarakat di Desa Ara Payung. Dalam menganalisis digunakan teori tekstual dari Y. Sumandiyo (2007:23). Bentuk yang dibahas dalam penelitian ini berupa struktur silat yaitu gerak, iringan, rias dan kostum, lighting (tidak ada) dikarenakan silat Banjar lebih dominan dipertunjukan pada saat saing hari. Sedangkanteorikontekstual Y. Sumandiyo (2007:97) Kontekstual disebutkan sebagai ilmu yang ingin memahami dan mempelajari apapun yang dilakukan oleh manusia dalam hubungannya dengan sosial-budaya atau bersifat Humaniora, yaitu ilmu yang ingin memahami segala aktivitas manusia dalam hubungannya dengan sosial-budaya. Proses penelitian ditentukan berdasarkan tempat, waktu, populasi, sampel, hingga ke tahap metode penelitian deskriptif kualitatif. Waktu penelitian berlangsung selama tiga bulan di Desa Ara Payung. Sampel dalam penelitian ini yaitu Pelatih silat 8 orang pesilat, seorang tokoh adat, pelatih silat, kepala Desa Ara Payung, serta beberapa masyarakat yang memahami tentang silat Banjar. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dapat dilihat pada bentuk pertunjukkannya, silat banjar memiliki nilai tekstual dan kontekstual di dalamnya. Nilai tekstual silat banjar dapat dilihat dari gerak dimana ada 44 jurus yang dipelajari di Perguruan Silat Banjar namunada 16 jurus yang wajib dipahami oleh pesilat sebelum melakukan pertunjukkan, celana dan baju berwarna hitam serta topi berwarna merah dengan sedikit coretan berwarna hitam yang terdapat dibagian alis serta jambang sebagai tata rias dan busana, iringan music sebagai pendukung suasana dalam melakukan pertunjukkan iringan, properti yang digunakan pesilat adalah sebuah pisau panjang (parang), serta pola lantai menjadi jarak antara pesilat satu dengan lainnya saat silat dipertunjukkan. Dan nilai kontekstualnya dapat dilihat sejarah dan fungsi silat banjar tersebut. Hadirnya silat Banjar di Desa Ara Payung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai disebabkan oleh adanya imigran yang berasal dari kota Banjarmasin Kalimantan Selatan membawasilat Banjar yang digunakan sebagai mempertahankan hidup. Semakin berkembangnya zaman dari silat Banjar tersebut dipertunjukkan pada saat Maulid Nabi SAW kini silat Banjar juga dipertunjukkan pada penyambutan para tamu khusus dan acara-acara tertentu.
TARI MENDULANG EMAS DALAM BENTUK AUDIO VISUAL MELALUI APLIKASI YOUTUBE UNTUK SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS Miranda, Aulia; Adlin, Dilinar
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan dalam pengemasan materi pembelajaran Tari Mendulang Emas dalam bentuk audio visual untuk Siswa kelas X Sekolah Menengah Atas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang pengemasan dari Tjiptono (2010:106) Pengemasan merupakan proses yang berkaitan dengan perancangan dan pembuatan wadah atau pembungkusan suatu produk. Pengemasan tari Mendulang emas pada analisis data menggunakan instrumen validasi materi dan validasi media yang dilakukan oleh validator ahli materi dan validator ahli media untuk menilai kelayakan produk. Hasil dari uji kelayakan ahli materi mendapatkan skor 5 dan hasil uji kelayakan ahli media mendapatkan skor 4,43 maka dapat disimpulkan berdasarkan teknik analisis data yang ditunjukkan bahwa skor hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media tersebut masuk dalam kategori kualitas sangat baik. Penelitian ini menghasilkan produk pembelajaran tari Mendulang Emas dalam bentuk audio visual melalui aplikasi Youtube yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran tari bagi Sekolah Menengah Atas lainnya untuk kebutuhan bahan ajar guru. Penilaian dari hasil validasi oleh dua validator bahwa materi tari Mendulang Emas dalam bentuk audio visual melalui aplikasi Youtube ini layak diuji cobakan kelapangan untuk bahan ajar guru dalam pembelajaran tari bagi siswa kelas X Sekolah Menengah Atas.
STUDI KOMPARATIF BENTUK PENYAJIAN TARI SERAMPANG XII YANG BERKEMBANG DI DELI SERDANG DENGAN TARI SERAMPANG XII VERSI MANUSKRIP Damayanti, Intan; Rahayu, Tuti
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adanya perbedaan bentuk penyajian pada Tari Serampang XII yang sudah berkembang di Deli Serdang dengan Tari Serampang XII versi Manuskrip. Penulis menggunakan landasan teoritis Sugiyono (2014:54) dan teori M.Zajuli (1994:9) agar dapat menjelaskan serta menguatkan judul yang terkait dengan Studi Komparatif Bentuk Penyajian Tari Serampang XII yang berkembang Di Deli Serdang dengan Tari Serampang XII Versi Manuskrip dan mengguakan teori studi komparatif dan teori bentuk penyajian. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif yang terdiri dari beberapa aspek yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di Museum Deli Serdang dan Sanggar Cipta Pesona. Penelitian dilakukan pada bulan April 2023 sampai Juni 2023. Populasi dan Sampel terdiri dari 2 seniman tari Deli Serdang dan 2 pasang penari Sanggar Cipta Pesona. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan dari Tari Serampang XII yang sudah berkembang di Deli Serdang dengan Tari Serampang XII versi Manuskrip dari bentuk penyajiannya yang dapat dilihat dari aspek-aspek yang terdiri dari gerak kaki, busana, musik, pola lantai dan beberapa ragam gerak yang sangat terlihat perbedaannya pada ragam ke 10 yaitu ragam datang mendatangi.
PEMBELAJARAN TARI MELAYU SERDANG BERBASIS MODEL SINEKTIK SEBAGAI STIMULUS BERPIKIR KREATIF Aulia, Sri Mustika; Nurwani, Nurwani; Purnomo, Try Wahyu
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64635

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tidankan kelas yang mengimplementasikan pembelajaran Tari Melayu Serdang berbasis model pembelajaran sinektik sebagai upaya mengembangkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Proses pembelajaran tari di Pendidikan Guru Sekolah Dasar memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan praktik menari, pemahaman konsep kebudayaan dan pengembangan aspek kreativitas melalui media tari. Terdapat tiga tipe analogi yang digunakan dalam model sinektik sebagai dasar pembentukan pola pikir kratif yaitu personal analogy, direct analogy, dan compressed analogy. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian terdiri dari dua siklus yang masing-masing tahapannya terdiri dari persiapan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil dari pembelajaran Tari Melayu Serdang yang di terapkan ternyata dapat meningkatkan aspek kreatifitas mahasiswa dalam mengembangkan gerakan dasar tari Melayu yang bersumber dari gerakan Lenggang Patah Sembilan dan Lenggok Mak Inang. Transformasi nilai-nilai kebudayaan melalui Tari Melayu Serdang dapat memberikan efek positif bagi mahasiswa untuk membentuk iklim harmonis, sehingga nilai kearifan lokal dapat merespon aspek modernisasi secara positif dan produktif sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan.
PROSES KREATIF DAN BENTUK KARYA TARI GOLEK Prakoso, Restra Bagas; Widyastutieningrum, Sri Rochana
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.64940

Abstract

Karya tari Golek berpijak pada tari tradisi gaya Jawa Timur dengan cerita rakyat Panji Semirang. Konflik dalam cerita Panji Semirang mengenai perebutan hadiah yang diberikan oleh Panji Asmara Bangun kepada Galuh Candra Kirana dan saudara tirinya Galuh Ajeng menjadi ide penciptaan karya tari Golek. Karya tari Golek diciptakan oleh Rastra Bagas Prakoso. Penelitian artistik ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengungkap dua masalah yakni: (1) bentuk tari Golek karya Rastra Bagas Prakoso dan (2) Rangkain penciptaan karya tari Golek oleh Rastra Bagas Prakoso. Adapun teori yang dipakai untuk membahas wujud karya merujuk pada teori Sri Rochana W., sedangkan untuk menjelaskan proses penciptaannya, digunakan teori dari Alma Hawkins. Hasil penelitian menunjukan karya tari Golek terdiri dari bentuk fisik dan ungkap. Bentuk fisik yang digarap berpijak dari gerak tari Jawa Timur yang terinspirasi oleh gerak boneka diwujudkan pada gerak yang patah patah gerak boneka yang lucu, sedangkan bentuk ungkap lebih ke rasa jenaka, lucu, ceria. Iringan musik keroncong dipilih untuk mengiringi kaya tari, proses garap tari golek melalui dari proses yang memaparkan penciptaan karya tari melalui eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Eksplorasi lebih banyak dilakukan untuk menciptakan gerak tari kontemporer yang berbasis tradisi dalam betuk visual yang unik.
TARI SIRIH LAYANG MASYARAKAT SUKU TALANG MAMAK DARI RITUAL KE SENI PERTUNJUKAN Erawati, Yahyar; Kurniati, Fatia; Musrin, Musrin
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65051

Abstract

Tari Sirih Layang merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari masyarakat Suku Talang Mamak di Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu. Awalnya, tari ini adalah bagian dari ritual adat yang memiliki makna dan fungsi sakral dalam kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis proses perubahan fungsi Tari Sirih Layang, yang semula merupakan bagian dari ritual adat, menjadi bentuk seni pertunjukan yang lebih modern dan komersial. Penelitian ini juga berfokus pada pemahaman faktor-faktor yang mendorong perubahan tersebut, serta dampaknya terhadap nilai-nilai budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan penari dan tokoh masyarakat setempat, serta studi pustaka untuk mendapatkan informasi terkait sejarah dan latar belakang tari ini. Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan perubahan fungsi Tari Sirih Layang. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai sumber informasi dan referensi bagi peneliti budaya, penari, komunitas seni, serta pemerintah daerah dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni tari tradisional ini.
PROSES KREATIF PENCIPTAAN KARYA TARI SAPA RAH Yanti, Ni Kadek Ayu Devy; Trisnawati, Ida Ayu; Gunarta, I Wayan Adi; Dewi, Ida Ayu Chandra
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65052

Abstract

Penciptaan karya tari Sapa Rah mengangkat ide kisah Sumpah Drupadi dalam epos Mahabharata. Kisah ini menarik untuk diangkat karena erat kaitannya dengan isu pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan yang terjadi saat ini, sehingga nilai pemuliaan terhadap sesama khususnya perempuan penting untuk disuarakan. Proses kreatif penciptaan karya ini berlandaskan pada metode dan tahapan penciptaan tari yang disebut angripta sasolahan oleh I Ketut Suteja. Proses kreatif ini terbagi atas lima prinsip atau tahapan utama diawali dengan tahap perencanaan hingga tahap pementasan karya secara utuh. Secara terstruktur tahapan proses kreatif angripta sasolahan terdiri atas: ngarencana, nuasen, makalin, nelesin, dan ngebah. Melalui proses kreatif yang dilakukan maka terciptalah tari Sapa Rah yang merupakan tari kontemporer dengan tema pemuliaan terhadap sesama melalui pengendalian api dalam diri, berbentuk duet dengan satu orang penari perempuan dan satu orang penari laki-laki. Sapa Rah dimaknai sebagai kutukan darah seorang wanita terhadap orang dengan etika negatif yang berujung pada kesadaran diri terhadap pengendalian emosi. Ciri khas yang identik dengan karya tari Sapa Rah ini yang jarang ditemukan pada bentuk karya tari duet lainnya adalah pemilihan tema pemuliaan terhadap sesama melalui pengendalian api dalam diri, saat tari duet lainnya justru berfokus pada tema romansa percintaan maupun tema heroik kepahlawanan.
BENTUK PENYAJIAN TARI ULING PADA GREBEG SURO DI DESA SUMBERMUJUR KECAMATAN CANDIPURO KABUPATEN LUMAJANG Wahyuni, Elsa Ajeng; Yanuartuti, Setyo
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65053

Abstract

Analisis terhadap bentuk penyajian tari “Uling” pada Grebeg Suro Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang ini mengangkat permasalahan mengenai bentuk penyajian tari “Uling”. Analisis ini bertujuan untuk melihat dan mendeskripsikan bentuk penyajian tari “Uling”. Analisis ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. yang menjadi analisa adalah tari “Uling” pada Grebeg Suro di Desa Sumbermujur. Metode pengumpulan data yang diterapkan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa tari “Uling” mungkin merupakan tari inventif yang diciptakan pada tahun 2017 oleh seorang pencipta bernama Tutik Pusparini S.sn S.pd. Terdapat tujuh (tujuh) komponen penyajian, yaitu gerak, penunjang, Elemen-elemen yang mencakup pola lantai, tata busana, tata rias, tempat pertunjukan, dan alat peraga. Gerakan tari “Uling” terkesan dengan ikan sidat berukuran besar yang disakralkan masyarakat setempat, selain itu karena tempo. gerakannya, ada yang lambat, sedang atau cepat.
NILAI EDUKATIF TARI APLANG DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DI SANGGAR TARI SERULINGMAS KABUPATEN BANJARNEGARA Medilianasari, Renistiara
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengungkapkan nilai edukatif yang terkandung dalam tari Aplang, dan mengkaji implikasi tari Aplang terhadap pembentukan karakter di Sanggar Tari Serulingmas Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis deskriptif yang menggunakan metode etnografi dengan analisis model Spradley. Penelitian ini melibatkan pemimpin sanggar selaku pelaku seni, pengajar, pemerintah setempat, siswa sanggar dan orang tua siswa sebagai informan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Aplang memiliki nilai-nilai edukatif yang terdiri dari nilai religi, nilai sopan dan santun, nilai kekompakan dan nilai kebersamaan. Nilai edukatif tersebut terkandung dalam aspek-aspek tari yang membentuknya, yaitu gerak, iringan tari, tata rias, kostum, dan properti yang mengacu pada nuansa Islami. Nilai edukatif tari Aplang memiliki implikasinya terhadap pembentukan karakter dari pembiasaan yang membentuk karakter pada anak seperti tumbuhnya sikap religius, tumbuhnya sikap jujur, serta tumbuhnya sikap bersahabat, toleransi, dan peduli. Berdasarkan hal tersebut, tari Aplang memiliki implikasi terhadap pembentukan karakter yang membantu memberikan pengaruh positif bagi pembentukan karakter anak.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 12, No 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 12, No 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 11, No 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol 11, No 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 10, No 2 (2021): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 10, No 1 (2021): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 9, No 2 (2020): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 9, No 1 (2020): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 8, No 2 (2019): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 8, No 1 (2019): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 7, No 1 (2018): April 2018 Vol 7, No 2 (2018): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): April 2017 Vol 5, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): April 2016 Vol 4, No 1 (2015): April 2015 Vol 3, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): April 2014 Vol 2, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): April 2013 Vol 1, No 1 (2012): April 2012 More Issue