cover
Contact Name
Parlindungan Pandapotan Marpaung
Contact Email
parlindungan.reni@gmail.com
Phone
+6285259948993
Journal Mail Official
eksergi.polines@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jalan. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eksergi: Jurnal Teknik Energi
Design of DC Accumulator Charging using Backup Accumulator Based on Inverter and Converter Device Parlindungan Pandapotan Marpaung
Articles 260 Documents
PENGARUH UNJUK KERJA AIR HEATER TYPE LJUNGSTORM TERHADAP PERUBAHAN BEBAN DI PLTU TANJUNG JATI B UNIT I BERDASARKAN PERHITUNGAN ASME PTC 4.3 Raditya Nanang Purwanto; Wahyono -
Eksergi Vol 9, No 3 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.922 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v9i3.185

Abstract

Unjuk kerja Air Heater tipe Ljungstorm berdasarkan ASME PTC 4.3 untuk mengetahui  kemampuan kerja Air Heater yang digunakan pada Unit I PLTU Tanjung Jati B Jepara dengan merujuk pada parameter efisiensi sisi gas (gas side efficiency) dan juga kebocoran (air heater leakage) untuk kondisi kerja berdasarkan perubahan beban unit selama masa operasi dengan konsumsi nilai kalori batubara yang sama. Disertai dengan perhitungan potensi pengolahan energi gas buang dengan penggunaan Air Heater Ljungstorm terhadap penambahan efiisiensi termal unit. ”  Kata Kunci :Air Heater, Ljungstorm ,ASME PTC 4.3  
EKSPERIMENTAL STUDI APLIKASI PANEL SURYA MONOCRYSTALLINE 50 WP SEBAGAI SUMBER TENAGA AERATOR DENGAN ALIRAN KOMBINASI HORIZONTAL DAN VERTIKAL M. Denny Surindra
Eksergi Vol 16, No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.878 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v16i3.2213

Abstract

investigasi performance aerator tersebut. Dengan menggunakan sel surya (solar cell) 50 WP, baterai 30 Ah, inverter dan aerator dengan kapasitas 40 Watt, sistem hanya dapat beroperasi dari pukul 10:00 sampai pukul 14:00. Daya yang dihasilkan sel surya (solar cell) 50 WP hanya mencapai 35 Watt sampai 37 Watt, sedangkan beban aerator sebesar 40 Watt sehingga terjadi kekurangan supply daya yang mengakibatkan fungsi aki tidak optimal. Kolam ukuran 3,5m x 3m x 2m dapat teraerasi maksimal dengan menggunakan aerator 40 Watt. Kadar Dissolve Oxygen (DO) dari hasil aerator 40 Watt untuk mengaerasi kolam ukuran 3,5m x 3m x 2m adalah 5,9 mg/L sehingga dapat dipergunakan sebagai salah satu jenis aerator yang cocok untuk budidaya
FOULING DAN PENGARUHNYA PADA FINAL SECONDARY SUPERHEATER PLTU TANJUNG JATI B UNIT 2 F Gatot Sumarno; - Wahyono; Ova Imam Adita
Eksergi Vol 10, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1916.576 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v10i1.237

Abstract

Salah satu unit yang paling penting dalam produksi uap pada PLTU Tanjung Jati B adalah boiler. Superheater merupakan salah satu komponen terpenting pada boiler.  Superheater berfungsi untuk memanaskan uap agar kandungan energi panas dan kekeringannya bertambah sehingga menjadi uap superheat.   Permasalahan yang sering terjadi pada superheater khususnya final secondary superheater yaitu penumpukan abu (fouling) yang terjadi pada tube final secondary superheater tersebut. Fouling dapat menyebabkan penurunan laju perpindahan panas antara flue gas dengan steam pada final secondary superheater. Indeks fouling dapat diukur menggunakan suatu persamaan,tetapi persamaan hanya memperhitungkan chemical  composition dari batubara tersebut. Indeks fouling yang didapatkan dari perhitungan yaitu sebesar 0,346 dimana nilai tersebut masuk dalam kategori medium untuk ash bituminous.
OPTIMALISASI ARAH SUDUT TILT DAN SUDUT AZIMUTH DARI ALAT PEMANEN ENERGI RADIASI MATAHARI DI SEMARANG, JAWA TENGAH Sutanto, Bayu; Herlambang, Yusuf Dewantoro; Bono, Bono; Alfauzi, Abdul Syukur; Munawwaroh, Dita Anies
Eksergi Vol. 17 No. 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.751 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v17i2.2545

Abstract

Energi surya merupakan sumber energi terbarukan yang sangat optimal untuk dikembangkan dan telah menarik banyak perhatian baik dari para peneliti maupun pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sudut kemiringan (tilt/slope angle) dan orientasi arah (azimuth angle) dari suatu alat pemanen energi surya untuk mendapatkan nilai radiasi maksimum pada sepanjang tahun di daerah Semarang, Jawa Tengah. Lokasi yang digunakan sebagai basis data untuk menghitung arah sudut optimum ini dipilih di Politeknik Negeri Semarang yang berkoordinat di 7 °03'13.4" (7.053715 °) Lintang Selatan dan 110 °26'06.8" (110.435220 °) Bujur Timur. Metode perhitungan dari sudut-sudut matahari dan koordinat di bumi digunakan untuk mendapatkan nilai estimasi radiasi matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut kemiringan optimum sepanjang tahun berada pada kisaran 0 ”“ 30.14 ° dengan orientasi arah ke utara dan pada kisaran sudut kemiringan 0 ”“ 16.00 ° dengan orientasi arah ke selatan. Sedangkan untuk pemasangan menggunakan sudut konstan sepanjang tahun, nilai optimum dicapai pada sudut kemiringan 6.99 ° dengan orientasi menghadap ke utara.
MODIFIKASI TURBIN ANGIN SAVONIUS MULTI BLADE MENGGUNAKAN SELUBUNG ROTOR TIPE KONSENTRATOR TANPA DIFUSER UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU Frendy Prastyo; Jarot Dwi Anantojati; Puji Nugroho; - Sudjito; Wiwik Purwati Widyaningrum
Eksergi Vol 10, No 3 (2014): SEPTEMBER 2014
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2063.098 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v10i3.255

Abstract

Tujuan penelitian  ini membuat, menguji, dan mengkaji karakteristik  pembangkitan listrik tenaga angin dengan menggunakan turbin angin Savonius Multi Blade dengan memvariasikan beban pada listrik yang dihasilkan oleh sistem dengan prinsip pengisian baterai dan pemakaian  energi  listrik baterai tersebut guna mengetahui kemampuan pembangkitan listrik tenaga bayu turbin savonius dengan menggunakan generator putaran rendah untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Metode yang dilakukan meliputi, observasi, perencanaan dan  pembuatan alat, serta pengujian. Pengujian dimulai setelah jadi konstruksi turbin dan instalasi listrik untuk pembangkit listrik, lalu menguji kinerja turbin Savonius multi blade untuk memutarkan generaor, mengetahui waktu pengisian generator, dan waktu pemakaian daya listrik baterai  terhadap parameter variasi beban lampu 50 Watt, 60 Watt, 70 Watt, 80 Watt. Dari hasil pengujian  didapatkan pengisian baterai 12 Volt tercepat pada saat kecepatan angin 8m/s   selama 70 menit, waktu pengosongan atau pemakain daya baterai semakin bertambah beban dengan total beban 80 Watt dengan waktu 29 menit baterai turun teganganya mencapai 9 Volt.  Daya yang dihasilkan generator paling besar terjadi pada kecepatan angin 8m/s   sebesar 5,1 Watt. Dari semua data yang didapat dari pengujian tersebut didapat efisiensi sistem tertinggi diperoleh pada kecepatan 6 m/s sebesar 9.6 %.  Kata kunci: Turbin Savonius , daya generator, PLTB
TINJAUAN SINGKAT OPTIMALISASI PENGGUNAAN GAS BUMI PADA SEKTOR RUMAH TANGGA Pratomo, Ligan Budi; TK, Berkah Fajar
Eksergi Vol. 18 No. 1 (2022): JANUARI 2022
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.089 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v18i1.2657

Abstract

Ketergantungan terhadap impor minyak mentah untuk pemenuhan kebutuhan LPG semakin meningkat. Total kebutuhan LPG nasional sendiri mencapai 6.642.633 MTon pada tahun 2016. Melihat kondisi tersebut pemerintah terus berupaya untuk melakukan substitusi penggunaan LPG ke gas bumi pada sektor rumah tangga.   Mengingat cadangan gas bumi nasional sangat besar yaitu mencapai 144,06 TSCF pada tahun 2016. Penggunaan gas bumi untuk rumah tangga dapat diwujudkan dengan pembangunan jaringan distribusi gas. Namun terdapat beberapa faktor menjadi tantangan dalam pengembangan gas bumi untuk rumah tangga ini, seperti insfrastruktur yang masih sedikit, faktor keamanan jaringan terhadap potensi kebocoran, dan harga gas bumi. Upaya peningkatan pembangunan insfrastruktur untuk pemanfaatan gas bumi harus dilakukan, salah satunya dengan menambah jumlah jaringan gas sebanyak 16.000 sambungan. Upaya tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi pada sektor rumah tangga. Pada dasarnya penggunaan gas bumi sebagai pengganti LPG terbukti lebih hemat dan ramah lingkungan. Hal tersebut telah dibuktikan oleh penelitian di kota Bontang dan Bojonegoro. Keuntungan tersebut menjadikan pengguna gas bumi untuk rumah tangga meningkat dari tahun 2013 sampai 2020. Dimana pada tahun 2020 pengguna gas bumi untuk sektor rumah tangga telah mencapai 673.000 sambungan rumah. Kemudian pemerintah juga telah menargetkan pengguna gas bumi sebanyak 794.000 sambungan rumah tangga di tahun 2021.
ANALISA KINERJA PENUKAR PANAS AKIBAT PERUBAHAN DIAMETER TABUNG DARI 9 mm MENJADI 13 mm PADA BANTALAN OLI PENDUKUNG UNIT 1 PT. PJB UP PLTA CIRATA PURWAKARTA - Bono
Eksergi Vol 12, No 1 (2016): JANUARI 2016
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1683.261 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v12i1.281

Abstract

Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari penukar panas dengan diameter tabung yang berbeda di PT. PJB UP PLTA CIRATA, yaitu penukar panas dengan diameter tabung lama dengan ukuran 9 mm dan penukar panas dengan diameter tabung baru dengan ukuran 13 mm. Data yang diambil merupakan data rekap dan data dokumen pada waktu tanggal 6-10 April 2015 dan dokumen tahun 2002 yang menggunakan metode pengambilan data dengan cara observasi dan wawancara di PT. PJB UP PLTA CIRATA, kemudian dilakukan pengolahan data melalului perhitungan yang sesuai dengan rumus yang dibutuhkan. Kinerja dari penukar panas dilihat dari efektivitas pada saat beroperasi. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan saat diameter tabung masih 9 mm titik tertinggi efektivitasnya 0,860 dan titik terendahnya 0,827 sedangkan untuk diameter 13 mm titik tertinggi efektivitas tertingginya 0,820 dan titik terendah pada titik nilai 0,770. Modifikasi ukuran diameter dari 9 mm ke ukuran 13 mm dinilai malah menurunkan efektivitas penukar panas pada bantalan oli pendukung, sehingga kinerja dari penukar panas akan menjadi kurang maksimal. Temperatur keluar oli dari penukar panas saat ukuran diameter 9 mm dan 13 mm tidak mengalami perubahan yaitu masih pada temperatur 38 °C.Kata kunci: efektivitas, penukar panas, perubahan diameter tabung
Identifikasi Zona Bahaya Kebakaran pada Unit Electrochlorination Plant (ECP) PLTU Rembang Susilo Adi Widyanto; Agus Suprihanto
Eksergi Vol 13, No 1 (2017): JANUARI 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5170.96 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i1.812

Abstract

Guna menghindari terjadinya biofouling suatu PLTU membutuhkan zat disinfektan. Zat ini berguna menekan perkembangnya mikroorganisme laut pada unit-unit lainnya seperti kondenser, pompa, pipa dll. Zat disinfektan yang banyak digunakan adalah sodium hypochlorite yang dihasilkan dari proses elektrolisis air laut yang dihasilkan pada unit electrochlorination plant (ECP). Proses elektrolis tersebut ternyata menghasilkan pula gas hidrogen yang mudah terbakar. Oleh karena itu diperlukan kajian untuk mengetahui level dan zona potensi bahaya kebakaran pada unit ECP. Telah dilakukan kegiatan pengukuran dan pengamatan pada unit ECP PLTU Rembang Jawa Tengah. Hasil kegiatan tersebut mendapatkan data mengenai lokasi dan denah, konsentrasi gas hidrogen, arah dan kecepatan angin dan temperatur peralatan-peralatan listrik. Analisis data yang dilakukan menghasilkan bahwa zona dan level bahaya potensi kebakaran pada unit ECP ini berada dibagian tangki chlorinasi dengan radius bahaya mencapai 4,75m. Oleh karena itu pada radius tersebut sumber-sumber percikan api harus dihindarkan. Kata kunci: biofouling, electrochlorination plan, zona dan level bahaya
Optimisasi Ketebalan Chassis Kendaraan untuk Pengurangan Konsumsi Bahan Bakar Minyak Menggunakan Metode Elemen Hingga Ojo Kurdi
Eksergi Vol 14, No 1 (2018): JANUARI 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.813 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v14i1.1135

Abstract

Bahan bakar minyak jumlahnya terbatas sehingga penggunaannya perlu diminimalkan atau jika memungkinkan digantikan dengan bahan bakar lain yang dapat diperbaharui. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak adalah dengan mengurangi berat kendaraan, karena berat kendaraan sangat mempengaruhi konsumsi bahan bakar, semakin berat kendaraan, maka semakin banyak bahan bakar yang harus dipergunakan. Dalam makalah ini akan dikemukakan optimisasi ketebalan chassis mobil pedesaan dengan menggunakan metode elemen hingga. Tujuan dari optimisasi ini adalah untuk mendapatkan berat chassis yang seringan mungkin tetapi masih aman jika dilihat dari segi tegangan dan defleksi yang terjadi akibat beban yang diberikan. Kata kunci: Konsumsi bahan bakar, berat kendaraan, chassis, metode elemen hingga
Evaluasi Kebutuhan Udara Ventilasi Untuk Kamar Mesin Karena Penggantian Rpm Motor Penggerak Axial Fanpada Kapal Perintis 2000GT Berpenggerak Mesin Induk (Main Engine) 2 x 1400HP Ratna Dwi Kurniawan
Eksergi Vol 15, No 1 (2019): JANUARI 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.577 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v15i1.1461

Abstract

Sistem ventilasi udara untuk kamar mesin (engine room) memegang peranan sangat pentinng sekali, sebagai suplai udara pembakaran mesin dan mendinginkan udara di ruang kamar mesin. Jika suplai bahan bakar kekurangan udara/oksigen (O2) berpengaruh pada power yang dihasilkan, sehingga effisiensi turun. Latar belakang penulisan karena adanya penggantian putaranmotor fan/blower penyuplai udara ventilasi untuk main engine, sehingga perlu di lakukan perhitungan ulang untuk mendapatkan kebutuhan udara yang sesuai dengan kebutuhan. Metode ASHRAE dan ISO 8861 telah digunakan peneliti lain pada kapal sejenis di lain galangan. Sebagai bahan pembanding, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan user guide dari marine engineering department yang lebih sederhana.Dari hasil evaluasi diketahuikebutuhan untuk udara pembakaran main engine 5259,39 m3/h paling kecil diantara metode lain, tetapi total kapassitas udara untuk pembakaran main engine dan difusi panas, berada diantara metode ASHARE dan ISO 8861, yaitu sebesar 23.053,37cfm sedang kapasitas fan yang tepasang 30000cfm,