cover
Contact Name
-
Contact Email
jsainsterapan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jsainsterapan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kumbang No.14, RT.02/RW.06, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16128
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian
ISSN : 20888732     EISSN : 27225232     DOI : https://doi.org/10.29244/jstsv
Jurnal Sains Terapan (JST) publishes articles in Applied Science, Applied Agriculture, Applied Technology-Information, and Applied Agribusiness issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 186 Documents
DAYA SERAP SISWA SMK PANTI ASUHAN ALQI CERIA PADA PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO KECIL DAN MENENGAH (SAK EMKM): Alqi Ceria Orphanage Vocational High School Students’ Absorption Capacity in Training on Financial Statements Preparation Based on Financial Accounting Standards for Micro, Small and Medium Entities (SAK EMKM) Aulia Hidayati; Ratih Pratiwi; Eka Merdekawati
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Sains Terapan, Volume 11 Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.909 KB) | DOI: 10.29244/jstsv.11.2.33-41

Abstract

ABSTRACTFinancial reports for SMEs are prepared based on SAK EMKM. The purpose of this study was to determine the absorption of Alqi Ceria Orphanage Vocational High School students in the Financial Report Preparation Training Based on SAK EMKM through material suitability, extrinsic motivation and mastery of material. The research method is qualitative by describing students' absorption through predetermined indicators. Data collection techniques used are observation, documentation and literature study. The suitability of the material greatly affects the absorption of students. Participants who are interested in opening a business after graduation are very enthusiastic about participating in this training. Meanwhile from extrinsic motivation, an interesting, communicative atmosphere and sufficient time can increase students' absorption in understanding the material presented. Speakers who master the material, are communicative, who present the material well and provide time for discussion to increase students' absorption of this training.Key words : Absorption Capacity, Financial report, training, SAK EMKM ABSTRAKLaporan keuangan untuk UMKM disusun berdasarkan SAK EMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya serap siswa SMK Panti Asuhan Alqi Ceria pada Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM melalui penilaian kesesuaian materi, motivasi ekstrinsik dan penguasaan materi. Metode penelitian adalah kualitatif dengan mendeskripsikan daya serap siswa melalui kriteria penilaian yang sudah ditentukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Kesesuian materi sangat mempengaruhi daya serap siswa. Siswa yang berminat untuk membuka usaha setelah lulus sangat antusias mengikuti pelatihan ini Sedangkan dari motivasi ekstrinsik, suasana yang menarik, komunikatif dan waktu yang cukup dapat meningkatkan daya serap siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Pembicara yang menguasai materi, komunikatif, yang mempresentasikan materi dengan baik dan memberikan waktu untuk berdiskusi membuat daya serap siswa terhadap pelatihan ini meningkat.Kata kunci : daya serap, laporan keuangan, pelatihan, SAK EMKM.
MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PENYEBARAN INFORMASI COVID-19 OLEH DISKOMINFO KOTA DEPOK: Social Media as A Media for Information Dissemination of Covid-19 Through Diskominfo Kota Depok Fidha Syaumi Dwitania; Aprilianti Pratiwi
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Volume 1
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstsv.12.1.1-20

Abstract

Depok City was the first city in Indonesia that confirmed a positive Covid-19 patient. As the city’s public relations office, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Depok plays an important role in disseminating information to the public, including information about Covid-19 which is still needed by many parties. Audiences constantly looks for information in their daily life, and this became a reason of mass media in this digital era. Social media is a media where information can be accessed real time, and it makes its easier for public yo access all forms of information needed. This study focus on describing what social media handles are used by the Diskominfo Kota Depok in disseminating information about Covid-19. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data obtained through interviews with two sources and supported by social media documentation from the Depok City Government. The concept of social media is used because each social media has its own characteristics, so it is tailored to the needs of each user. As the result, social media that Diskominfo Kota Depok used to spread information about Covid-19 are Facebook, Twitter, and Instagram. ABSTRAKKota Depok dikonfirmasi sebagai daerah yang memiliki pasien positif Covid-19 pertama di Indonesia. Sebagai humas pemerintahan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok berperan penting dalam menyebarkan informasi kepada masyarkat, termasuk informasi Covid-19 yang masih dibutuhkan oleh banyak pihak. Kegiatan khalayak yang dalam hidupnya terus menerus mencari informasi, menjadi salah satu terjadinya media massa pada era digital. Karena informasi yang disampaikan melalui media sosial bersifat real time, hal tersebut memudahkan masyarakat untuk mengakses segala bentuk informasi yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja media sosial yang digunakan oleh Diskominfo Kota Depok dalam menyerbarkan informasi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh melalui wawancara kepada dua narasumber dan didukung dengan dokumentasi dari media sosial Pemerintah Kota Depok. Konsep media sosial digunakan karena tiap media sosial memiliki karakteristiknya masing-masing, sehingga disesuaikan dengan kebutuhan tiap penggunanya. Hasil dari penelitian ini adalah media sosial yang dimanfaatkan oleh Diskominfo Kota Depok untuk menyebarkan informasi Covid-19 adalah Facebook, Twitter, dan Instagram.
OPTIMASI PERBANDINGAN AIR DAN ENZIM DALAM PROSES PEMBUATAN GULA CAIR SAGU ASAL SORONG SELATAN: Water-Enzymes Ratio Optimization in The Process of Making Liquid Sago Sugar from South Sorong Agief Julio Pratama; Mochamad Hasjim Bintoro Djoefrie; Agus Budiyanto; Muhammad Iqbal Nurulhaq
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Volume 1
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstsv.12.1.43-53

Abstract

Sago is one of the plantation crops that has the potential to be developed as food and non food for the people of Indonesia. Sago as a high source of starch can be used for liquid sugar production. This study aims to get an optimal ratio between water and enzymes in the production of sago liquid sugar from South Sorong. The study was conducted at the Center for Research and Development of Post -Harvest Agriculture, Bogor. Experiments were arranged in the split split plot design with a complete random design (RAL). Comparison of water with sago starch as the main plot, the α-amylase enzyme as a plot child and the glucoamilase enzyme as a plot child. Research is divided into two experiments, (1) ratio of water and sago starch (2) comparison of enzymes and sago starch. The results showed the ratio of starch and water, the dose of the α-amylase enzyme and glucoamylase had an effect on the value of brix, color and total sugar levels in both types of sago. The ratio of starch and water 1 : 4 with the dose of α-amylase enzyme 1 ml/kg starch and the enzyme glucoamilase 1 ml/kg starch is an optimal condition for making liquid sugar from the Fasampe sago starch. The ratio of starch and water 1 : 4 with the dose of α-amylase enzyme 1.2 ml/kg of starch and the glucoamilase enzyme 1.2 ml/kg of starch is an optimal condition for making liquid sugar from Fafion sago starch. Fasampe sago starch have a better appearance of liquid sugar colors than Fafion sago starch. ABSTRAKSagu merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan dan non pangan bagi masyarakat Indonesia. Sagu sebagai sumber pati yang tinggi dapat dimanfaatkan untuk produksi gula cair. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan optimal antara air dan enzim pada produksi gula cair sagu asal Sorong Selatan. Penelitian dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian, Bogor. Percobaan disusun dalam rancangan split split plot dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perbandingan air dengan pati sagu sebagai petak utama, enzim α-amilase sebagai anak petak dan enzim glukoamilase sebagai anak petak. Penelitian terbagi atas dua percobaan yaitu : (1) perbandingan air dan pati sagu serta (2) perbandingan enzim dan pati sagu. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan pati dan air, dosis enzim α-amilase dan glukoamilase memberikan pengaruh terhadap nilai brix, warna dan kadar gula total pada kedua jenis sagu. Perbandingan pati dan air 1 : 4 dengan dosis enzim α-amilase 1 ml/kg pati dan enzim glukoamilase 1 ml/kg pati merupakan kondisi optimal untuk membuat gula cair dari sagu Fasampe. Perbandingan pati dan air 1 : 4 dengan dosis enzim α-amilase 1,2 ml/kg pati dan enzim glukoamilase 1,2 ml/kg pati merupakan kondisi optimal untuk membuat gula cair dari sagu Fafion. Jenis sagu Fasampe memiliki tampilan warna gula cair yang lebih baik dari sagu Fafion.
UJI FITOKIMIA, KANDUNGAN TOTAL FENOL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOPI ARABIKA (Coffea arabica) PADA TINGKAT PENYANGRAIAN SAMA: Phytochemical, Total Phenol and Antioxidant Activity of Arabica Coffee (Coffea arabica) at the Same Roasting Level M Agung Zaim Adzkiya; Agung Prayudha Hidayat
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Volume 1
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstsv.12.1.101-112

Abstract

Arabica coffee is coffee that has a special taste that is more complex than the Robusta, Ekselsa, or Liberica coffee types. The distinctive taste is caused by the presence of secondary metabolite compounds present in coffee cherries. The content of secondary metabolite compounds in coffee is formed when it becomes coffee cherries, in the post-harvest process, and the roasting process of coffee beans. Several regions in Indonesia are coffee bean producing areas, including Aceh, Bogor, Bandung, Situbondo and Temanggung. The purpose of this research was to determine the content of phytochemical compounds, total phenol content, and antioxidant activity in the five samples of Arabica coffee beans with the natural process which were roasted at the same light to medium roasting level. The results showed that the water content ranged from 0,867 %-1,01 %, lightness 19,66 – 20,11, the degree of acidity 5,15 – 5,33, and the total dissolved solids were 1,84 – 1,96 °Brix. Phytochemical analysis on the five samples showed that each sample contained flavonoids, tannins, saponins, steroids, triterpenoids, and alkaloids with relatively the same value qualitatively. The analysis showed that the total phenol content was 8 316,52 – 8 576,76 mg/kg gallic acid equivalent. The antioxidant activity of samples from Bandung and Situbondo was not significantly different and had the highest activity among other samples. The results of the analysis of total phenol content and antioxidant activity showed a high degree of correlation between samples. ABSTRAKKopi Arabika merupakan kopi yang memiliki cita rasa khas dan lebih kompleks dibandingkan dengan jenis kopi Robusta, Ekselsa, atau Liberica. Rasa yang khas tersebut disebabkan oleh adanya senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada buah kopi. Kandungan senyawa metabolit sekunder pada kopi terbentuk saat menjadi buah kopi, pada proses pascapanen, dan proses penyangraian biji kopi. Beberapa daerah di Indonesia merupakan daerah penghasil biji kopi, antara lain Aceh, Bogor, Bandung, Situbondo dan Temanggung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia, kandungan total fenol, dan aktivitas antioksidan pada kelima sampel biji kopi Arabika dengan proses natural yang disangrai pada tingkat penyangraian yang sama yaitu ringan hingga medium (light to medium). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air berkisar antara 0,867 %-1,01 %, kecerahan 19,66 - 20,11, derajat keasaman 5,15 – 5,33, dan total padatan terlarut adalah 1,84 – 1,96 Brix. Analisis fitokimia pada kelima sampel menunjukkan bahwa setiap sampel mengandung flavonoid, tanin, saponin, steroid, triterpenoid, dan alkaloid dengan nilai kualitatif yang relatif sama. Karakterisasi senyawa total fenol dilakukan dengan menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan senyawa asam galat sebagai pembanding. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan total fenol setara dengan 8 316,52 – 8 576,76 mg/kg asam galat. Analisis aktivitas antioksidan sampel dilakukan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dengan asam askorbat sebagai standar perbandingan. Aktivitas antioksidan sampel dari Bandung dan Situbondo tidak berbeda nyata dan memiliki aktivitas paling tinggi di antara sampel lainnya. Hasil analisis kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan menunjukkan tingkat korelasi yang tinggi antar sampel.
KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA TEPUNG HANJELI (Coix lacryma-jobi L.) YANG DIMODIFIKASI DENGAN NA2S2O5 DAN APLIKASINYA PADA CUPCAKE: Characterization of the Hanjeli (Coix lacryma-jobi L) Modified Starch with Sodium Metabisulfite (Na2S2O5) and Its Application on Cupcake Mrr Lukie Trianawati; CC Nurwitri; Titi Risnawati; Sri Rejeki; Rosy Hutami
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Volume 1
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstsv.12.1.21-31

Abstract

Hanjeli seeds are one of the typical Indonesian cereals that have great potential but their utilization is not optimal. In West Java, generally hanjeli seeds are only made into porridge and lunkhead. In this study, hanjeli seeds were processed into modified flour which was used to substitute wheat flour in the formulation of cupcake products. Modified hanjeli flour is produced from the following process, when raw hanjeli seeds are soaked in sodium metabisulfite (Na2S2O5) at concentrations of 50, 75 and 100 ppm for 36 hours, steamed, roasted, ground and sieved. The selected modified hanjeli flour was hanjeli flour with 75 ppm Na2S2O5 immersion which had a protein content of 13.35%. Furthermore, hanjeli flour is processed into cupcakes. The proportions of hanjeli flour substitution used in making cupcakes were 10, 20 and 30%. The cupcakes that have been produced are then tested hedonic (preferred). Based on these tests, it is known that the cupcake that has the highest score is the 10% modified hanjeli flour cupcake. Based on the results of the description test, it is known that the values ​​for the parameters of color brightness are 5.19 (slightly bright), sweetness level is 5.19 (slightly sweet), vanilla flavor sharpness is 5.42 (slightly sharp), vanilla aroma sharpness is 4.96 (ordinary) softness. the texture is 5.08 (slightly soft), the wetness of the crumb is 5.12 (slightly wet), and the elasticity of the texture is 5.00 (slightly chewy). ABSTRAKBiji Hanjeli merupakan salah satu serealia khas Indonesia yang sangat potensial tetapi pemanfaatannya belum optimal. Di Jawa Barat, umumnya biji hanjeli hanya dibuat bubur dan dodol. Dalam penelitian ini biji hanjeli diolah menjadi tepung modifikasi yang digunakan untuk mensubtitusi tepung terigu dalam formulasi produk cupcake. Tepung hanjeli modifikasi dihasilkan dari proses berikut biji hanjeli mentah direndam dengan Natrium metabisulfit (Na2S2O5) dengan konsentrasi 50, 75 dan 100 ppm selama 36 jam, dikukus, dioven, digiling dan diayak. Tepung hanjeli modifikasi yang terpilih adalah tepung hanjeli dengan perendaman 75 ppm Na2S2O5 yang memiliki kadar protein 13,35%. Selanjutnya tepung hanjeli diolah menjadi cupcake. Proporsi substitusi tepung hanjeli yang digunakan dalam pembuatan cupcake adalah 10, 20 dan 30%. Cupcake yang telah dihasilkan kemudian diuji hedonik (kesukaan). Berdasarkan uji tersebut diketahui bahwa cupcake yang memiliki skor tertinggi yaitu cupcake 10% tepung hanjeli modifikasi. Berdasarkan hasil uji deskripsi diketahui bahwa nilai untuk parameter kecerahan warna 5,19 (agak cerah), tingkat kemanisan 5,19 (agak manis), ketajaman rasa vanilla 5,42 (agak tajam), ketajaman aroma vanilla 4,96 (biasa) kelembutan tekstur 5,08 (agak lembut), kebasahan crumb 5,12 (agak basah), dan kekenyalan tekstur 5,00 (agak kenyal).
UJI TOKSISITAS HASIL FRAKSINASI KOLOM KROMATOGRAFI EKSTRAK METANOL BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl): Result of Toxicity Test Chromatography Column Fracination of Methanol Extract Fruit Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) Atep Dian Supardan
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Volume 1
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstsv.12.1.32-42

Abstract

Fruit of mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) is one of the herbal medicines used against cancer in society. The aim of the research was to investigate the toxic effect of metanol extract mahkota dewa fruit fractionation against Artemia salina Leach, as the primary step test to identify an anticancer activity. Metanol extract from mahkota dewa fruit content 9.51% which secondary metabolit compound were alkaloid, flavonoid, steroid, saponin, and tanin. The result showed the output metanol extract fractionation from mahkota dewa fruit produced 3 fraction which were F1, F2, and F3 and the LC50 were 761, 53, and 91 ppm. The fractions were separated by using preparative thin layer chromathography. Fraction 1 and 2 produced 7 spots, while fraction 2 produced 6 spots. The most active fraction was F17 (LC50 = 325 ppm) from F1. The identification of ultra violet and infra red Spectrophotometer showed spectrum of F1, F2, and F3 BMKD have nitrogen atom in their molecul and suggested that F1, F2, and F3 BMKD contained alkaloids. ABSTRAKPada penelitian ini dilakukan uji toksisitas hasil fraksinasi kolom kromatografi ekstrak metanol buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) terhadap larva udang Artemia salina Leach sebagai uji pendahuluan terhadap anti kanker. Ekstrak metanol buah mahkota dewa memiliki rendemen sebesar 9.51% dengan kandungan senyawa metabolit sekunder antara lain alkaloid, flavonoid, steroid, saponin, dan tanin. Hasil fraksinasi ekstrak metanol dengan kromatografi kolom menghasilkan 3 fraksi dengan nilai LC50 masing-masing 761, 53, dan 91 ppm. Ke-3 Fraksi tersebut kemudian dipisahkan lagi menggunakan kromatografi lapis tipis preparatif, menghasilkan 7 spot pada fraksi 1 dan 3 sedangkan fraksi 2 menghasilkan 6 spot. Hasil pemurnian menggunakan KLTP menunjukkan toksisitas yang lebih rendah dibandingkan dengan fraksi kasarnya yaitu yang berasal dari fraksi 1 (F1) yaitu F17 (LC50 = 325 ppm). Identifikasi spektrofotometer ultra violet dan infra merah menunjukan bahwa F1, F2, dan F3 BMKD diduga memiliki gugus fungsi amina yang merupakan ciri khas dari alkaloid.
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN PADA PENERAPAN PEMASARAN DIGITAL UNTUK KOMODITAS PETERNAKAN: The Analysis of Consumer Satisfaction on The Application of Digital Marketing to Livestock Commodities Liisa Firhani Rahmasari; Muh Faturokhman; Fariz Am Kurniawan
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Volume 1
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstsv.12.1.54-65

Abstract

The Covid-19 pandemic had a significant impact on livestock businesses and SMEs processing derivative products from cattle, goats, and sheep with a decrease in sales levels, along with the decline in people's purchasing power. This is evidenced by the low level of household consumption which only grew by 2.84% in the first quarter of 2019-2020 compared to the first quarter of 2018-2019 which reached 5.020. This condition is very influential on the sustainability of SME business.The development of marketing strategies is one of the alternative solutions that are expected to help farmers and SMEs entrepreneurs in the processed of derivative products to survive and develop their business. Not stopping at the application of digital marketing application only, research on measuring the consumer satisfaction index is also carried out related to the products marketed and the use of digital marketing applications is expected to help obtained information related to the marketing goals to be achieved and find out the amount of consumer satisfaction index resulting from services that have been provided and products consumed. The research that using the Customer Satisfaction Index (CSI) analysis method showed a consumer satisfaction value index of 80.523% which has meaning that consumer has already feel satisfied. Among the attributes that has been tested showed the highest satisfaction values were product taste (86.0%), price (85.33%) while those attributes that needed to be improved performance were on size variations (72.67%) and promotions (74.0%). ABSTRAKPandemi Covid 19 berdampak cukup signifikan bagi usaha peternakan dan UKM pengolah produk turunan dari sapi, kambing, dan domba dengan penurunan tingkat penjualan, seiring dengan penurunan daya beli masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya tingkat konsumsi rumah tangga yang hanya tumbuh 2,84% pada triwulan I tahun 2019-2020 dibandingkan triwulan I tahun 2018-2019 yang mencapai angka 5,02. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UKM. Pengembangan strategi pemasaran menjadi salah satu alternatif solusi yang diharapkan mampu membantu para peternak dan pengusaha UKM bidang olahan produk turunan ini untuk tetap dapat bertahan dan mengembangkan usahanya. Tidak berhenti pada aplikasi penerapan pemasaran digital saja, penelitian mengenai pengukuran terhadap indeks kepuasan konsumen juga dilakukan berkaitan dengan produk yang dipasarkan dan penggunaan aplikasi digital marketing ini diharapkan dapat membantu memperoleh informasi terkait sasaran pemasaran yang ingin dicapai serta mengetahui besaran indeks kepuasan konsumen yang dihasilkan dari layanan yang telah diberikan dan produk yang dikonsumsi. Penelitian yang menggunakan metode analisis Customer Satisfaction Index (CSI) ini menunjukkan indeks nilai kepuasan konsumen sebesar 80,523% yang menunjukkan bahwa rata-rata konsumen telah merasa puas. Diantara atribut-atribut yang diuji yang menunjukkan nilai kepuasan tertinggi adalah rasa (86,0%), harga (85,33%) sementara yang perlu ditingkatkan kinerjanya adalah pada variasi ukuran (72,67%) dan promosi (74,0%).
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TANIN ASAL CHESNUT PADA SISTEM KEKEBALAN DARAH TIKUS (Rattus norvegicus): Effect of Addification Tannin Extract from Chesnut in Rat (Rattus norvegicus) Blood Imunity Tekad Urip Pambudi Sujarnoko; Dudi Firmansyah
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Volume 1
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstsv.12.1.66-73

Abstract

This study aimed to observe effect of tannin from chestnut extract on the immune system of rats. Tannin in chestnut easily hydrolyzed into sugar and phenol groups, this is very different with largely tannin from other plants which are more condensed. The phenol group in chestnut tannins increased the rat immune, because it is capable of being an antioxidant and antibacterial in the digestive and blood metabolism of rats. In this observation used 8 male adult rats with age more than 90 days. The first treatment is rat feeder without chesnut extract and the second treatment is rat feeder with 0.25% chestnut extract from dry matter of feed. This research was being tested with independent T-test method with 4 replication. The results of the study that the addition of 0.25% chestnut extract from dry matter had no effect on consumption and increased body weight, increased cell capacity of rats p<0.05, there was an increase in active cells p<0.01, and increased bacterial mortality of Salmonella pullorum in the blood test. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengamati pengaruh pemberian tanin dari ekstrak chesnut terhadap daya tahan tubuh tikus. Tanin pada chesnut merupakan senyawa yang mudah terhidrolisis menjadi gugus gula dan fenol, hal ini sangat berbeda dengan tanin pada beberapa tumbuhan yang lebih bersifat terkondensasi. Gugus fenol pada tanin chesnut diperkirakan dapat meningkatkan daya tahan tubuh tikus, karena mampu menjadi antioksidan dan antibakteri di dalam metabolisme pencernaan dan darah tikus. Pengamatan pada penelitian ini dilakukan pada 8 ekor tikus dewasa dengan umur lebih dari 90 hari yang diberi perlakuan berbeda. Perlakuan pertama adalah pemberian pakan tanpa ekstrak tanin chesnut dan perlakuan kedua adalah tikus dengan pakan yang ditambah ekstrak tanin chesnut sebanyak 0,25% dari bahan kering pakan. Rancangan analisis pada penelitian ini menggunakan uji T independent dengan 4 ulangan pada setiap perlakuan. Hasil penelitian penambahan 0,25% ekstrak chesnut dari bahan kering tidak berpengaruh terhadap konsumsi dan peningkatan bobot ternak, kapasitas sel tikus meningkat p<0,05, terjadi penambahan sel aktif p<0,01, dan meningkatnya kematian baketri Salmonella pullorum pada uji darah tikus yang dilakukan uji tantang.
INCOME OVER FEED COST (IOFC) PENGGEMUKAN SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) BERBASIS LIMBAH KEDELAI: Income Over Feed Cost (IOFC) Fatting of Peranakan Ongole (PO) Based on Soybeans Waste Dudi Firmansyah; Rudy Priyanto; Asnath M Fuah; I Komang Gede Wiryawan
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Volume 1
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstsv.12.1.74-80

Abstract

The use of soy bean waste is an alternative roughage feed for local cattle fattening based on concentrate, particularly in the dry season. This study aimed to examine the productivity and income over feed cost of PO cattle fattened using ration containing soybeans pod for 100 days. Twelve male PO cattle with an average age of 18 months and an initial live weight of 160,11±19,1 kg were used in this study. They were allotted to four different ration treatments, including R1 (30% native grass +70% concentrate ration), R2 (15% native grass + 15% soybean pod + 70% concentrate ration), R3 (30% soybean pod + 70% concentrate ration) and R4 (30% soybean pod silage + 70% concentrate ration). The observed parameters comprised feed cost, cattle revenue, and IOFC. The results showed that the PO cattle fattening on 70% concentrate + 30% soybean pod silage (R4) gave the highest IOFC since they had the highest productivity during fattening. ABSTRAKAmpas kedelai dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif penggemukan sapi lokal berbasis konsentrat terutama pada musim kemarau. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui produktivitas dan nilai pendapatan berdasarkan biaya pakan atau IOFC sapi PO yang digemukan menggunakan ransum yang mengandung polong kedelai selama 100 hari. Dua belas ekor sapi PO jenis kelamin jantan dengan umur 18 bulan dan bobot hidup bakalan awal 160,11±19,1 kg digunakan dalam penelitian ini. Sapi PO ini diberikan empat perlakuan ransum yang berbeda, antara lain R1 (30% rumput +70% ransum konsentrat), R2 (15% rumput + 15% polong kedelai + 70% konsentrat ransum), R3 (30% polong kedelai + 70% ransum konsentrat) dan R4 (30% silase polong kedelai + 70% konsentrat ransum). Peubah yang diamati pada penelitian ini meliputi biaya pakan, pendapatan ternak dan IOFC. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini bahwa penggemukan sapi PO pada perlakuan penggunaan konsentrat 70% + silase polong kedelai (R4) 30% memberikan IOFC tertinggi karena memiliki produktivitas tertinggi selama penggemukan.
STUDI KINERJA LOGISTIK DAN RANTAI PASOK DI PT X BOGOR, JAWA BARAT: Study of Logistics and Supply Chain Performance at PT X Bogor, West Java Suhendi Irawan; Syifa Naf'atul Husna; Muthia Hafni
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Volume 1
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstsv.12.1.81-90

Abstract

This article discusses the study of supply chain performance after being measured using Supply Chain Operation Reference (SCOR) analysis by looking at variables that have very low values contained in the performance assessment of each variable. The low value affects supply chain performance when viewed in general terms. From the data obtained, the analysis was carried out using several tools, such as Fishbone Diagram, Root Cause Analysis, and Value Stream Mapping (VSM). In assessing supply chain performance, the results of the assessment from the SCOR analysis were used to determine the part of the activity that has a low value in this case; the activity is the length of cycle time for storing finished goods in the warehouse. The root of the problem from the average length of the cycle of storage of finished goods in the warehouse shows that it occurs because the layout of the storage of goods was not well regulated. Therefore, it was necessary to improve the layout of the finished goods storage warehouse and implement technical procedures for taking goods. The results of this study are improvements that need to be implemented, so that the cycle of storing goods in the warehouse is not too long and the value of goods storage performance on SCOR to become increase. ABSTRAKArtikel ini membahas tentang studi kinerja rantai pasok setelah diukur menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) analisis dengan melihat variabel yang memiliki nilai sangat rendah yaitu 0 yang terdapat dari penilaian kinerja setiap variabel. Rendahnya nilai tersebut berpengaruh terhadap kinerja rantai pasok ketika dilihat secara garis besar. Dari data yang diperoleh, analisis dilakukan dengan menggunakan beberapa tools yaitu Diagram Fishbone, analisis akar penyebab, dan Value Stream Mapping (VSM). Dalam melakukan penilaian kinerja rantai pasok, hasil penilaian dari analisis SCOR digunakan untuk mengetahui bagian bagian aktifitas yang memiliki nilai rendah dalam hal ini yaitu lamanya waktu siklus penyimpanan barang jadi di gudang. Akar masalah dari lamanya waktu rata-rata siklus penyimpanan barang jadi di gudang menunjukan bahwa terjadi karena tata letak penyimpanan barang tidak diatur dengan baik. Oleh karena itu perlu perbaikan tata letak gudang penyimpanan barang jadi dan menerapkan prosedur teknis pengambilan barang. Hasil dari studi ini yaitu perbaikan yang perlu diterapkan agar siklus penyimpanan barang di gudang tidak terlalu lama sehingga nilai kinerja penyimpanan barang pada SCOR dapat meningkat.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Sains Terapan: Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Sains Terapan: Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Volume 1 Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Volume 1 Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Volume 1 Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Volume 1 Vol. 12 No. Khusus (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Vol Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Sains Terapan, Volume 11 Nomor 2, Tahun 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Sains Terapan, Volume 11 Nomor 1, Tahun 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Sains Terapan, Volume 10 Nomor 2, Tahun 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Sains Terapan, Volume 10 Nomor 1, Tahun 2020 Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Sains Terapan, Volume 9 Nomor 1, Tahun 2019 Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Sains Terapan, Volume 8 Nomor 1, Tahun 2018 Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Sains Terapan, Volume 7 Nomor 1, Tahun 2017 Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Sains Terapan, Volume 6 Nomor 1, Tahun 2016 Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Sains Terapan, Volume 5, Nomor 1, Tahun 2015 Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Sains Terapan, Volume 4, Nomor 2, Tahun 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Sains Terapan, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2014 Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Sains Terapan, Volume 3, Nomor 1, Tahun 2013 Vol. 2 No. 1 (2012): Jurnal Sains Terapan, Volume 2, Nomor 1, Tahun 2012 Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Sains Terapan, Volume 1, Nomor 1, Tahun 2011 More Issue