cover
Contact Name
Baiq Emy Nurmalisa
Contact Email
nurmalisaemy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pengabdianmasyarakatlentora@poltekkespalu.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/jpml/about/editorialTeam
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora
ISSN : -     EISSN : 28090667     DOI : https://doi.org/10.33860/jpml.
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora or also known as JPML is a peer-reviewed open access scientific journal published by Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palu.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024" : 5 Documents clear
Implementasi CERDIK dan PATUH sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi di Kelurahan Gebangrejo Ichsan, Moh Ichsan; Masulili, Fitria; Rantesigi, Nirva; Nurmalisa, Baiq Emy; Umar, Nurlailah; Agusrianto, Agusrianto; Collein, Irsanty; Pangaribuan, Helena; Ismunandar, Ismunandar; Supirno, Supirno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i1.3837

Abstract

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu masalah penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Prevalensi Hipertensi yang terus meningkat di masyarakat menjadikan hipertensi masalah serius. Adapun komplikasi hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah. Kesadaran masyarakat yang masih rendah terkait bahaya hipertensi menjadi permasalahan hipertensi sangat kompleks di masyarakat. Perlunya membangun kesadaran dalam melakukan upaya pencegahan termasuk melakukan pemeriksan sedini mungkin untuk deteksi dini risiko hipertensi dan komplikasinya. Salah satu yang dilakukan dalam upaya pencegahan Hipertensi yaitu dengan melakukan implementasi perilaku CERDIK dan PATUH di masyarakat. Tujuan kegiatan ini, yaitu untuk mengedukasi sasaran mengenai perilaku CERDIK dan PATUH sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan edukasi menggunakan bantuan dari media komunikasi berupa leaflet. Sedangkan evaluasi menggunakan kuisioner pre-post test yang dibagikan kepada sasaran. Adapun sasaran dalam kegiatan ini sebanyak 35 orang yang ada di Kelurahan Gebangrejo. Hasil pengukuran pengetahuan sebelum edukasi pengetahuan baik sebanyak 31,4% dan setelah edukasi pengetahuan baik menjadi 88,5%. Implementasi CERDIK dan PATUH diharapkan menjadi solusi pencegahan hipertensi di masyarakat
Screaning dan Edukasi Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat Pesisir di Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Wijianto, Wijianto; Hasan, Sri Murniawati; Dg Magemba; Djadid Subchan; Hana Muhammad; Tampuyak, Irawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat pesisir menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan sosial. Masyakat pesisir sangat rentang terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dikarenakan dari karakteristik spesifik pada mereka. PTM biasanya muncul tanpa gejala serta tidak menunjukkan adanya tanda klinis tertentu, sehingga sebagian besar masyarakat tidak menyadari tentang adanya bahaya PTM tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan screaning deteksi dini faktor risiko PTM dan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang PTM. Metode menggunakan pendekatan campuran antara screaning kesehatan dan edukasi Masyarakat. Screaning kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, asam urat dan pengukuran antropometri. Pemberian edukasi dilakukan dengan cara penyuluhan. Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 60 orang. Hasil pemeriksaan kadar darah terdapat 44,9% kadar gula darah tinggi, 66.7% kolesterol tinggi dan 44,2% asam urat diatas normal. Pengukuran tensi darah terdapat 44.9% pre-hepertensi dan 44.9% hepertensi, sedangkan kategori obesitas sebesar 39.2%. Edukasi kesehatan dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan faktor risiko PTM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan langkah promotif dan preventif yang penting untuk dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan masyarakat pesisir
Edukasi nutrisi bagi remaja pada pelajar sekolah menengah atas di Luwuk Kabupaten Banggai: Nutrition Education for Adolescents for High School Students in Luwuk, Banggai Region Mangemba, Dg; Kurniasari Yuwono, Dian; Galenso, Nitro; Amyadin, Amyadin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i1.3951

Abstract

A Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa peralihan dari fase anak ke fase dewasa. Ini menjadikan masa remaja sebagai mata rantai utama yang menentukan status kesehatan dan status gizi seorang individu pada usia dewasanya. Asupan gizi yang tidak adekuat akan mengganggu perkembangan kognitif, mengganggu kapasitas memori, penurunan sel-sel otak, bahkan mengganggu kemampuan remaja dalam meregulasi  emosinya. Oleh karena itu pembentukan pola makan yang benar serta pendidikan gizi sangat tepat untuk diinisiasi pada masa ini sehingga diharapkan pola yang sehat ini akan bertahan hingga masa dewasa. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai gizi seimbang yang dapat mempengaruhi perilaku remaja dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu ceramah dan tanya jawab menggunakan media PPT dan leaflet. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu para pelajar SMA di Luwuk Kabupaten Banggai berjumlah 87 orang yang dilakukan pada tanggal 12 Juni 2024. Hasil kegiatan diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi tentang nutrisi bagi remaja dari 35% menjadi 85% dalam kategori baik. Kesimpulan Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kegiatan lanjutan pihak sekolah untuk melakukan edukasi secara berkelanjutan dengan melakukan kerjasama dengan puskesmas setempat agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan di sekolah.
Revitalisasi Posyandu Lansia Nalu Di Kelurahan Nalu Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli: Revitalization of Nalu Elderly Posyandu in Nalu Village Baolan Community Health Center Working Area Tolitoli Regency Suswinarto, dwi yogyo; Hasni, Hasni; Yasmin, Yasmin; Evie, Sova; Saman, Saman; Azwar, Azwar; Ra'bung, Alfrida Semuel
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i1.4080

Abstract

  ABSTRAK Pendahuluan: Posbindu lansia memiliki peran dalam melakukan kegiatan Promotif  dan preventif dimana kegiatan ini terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup lansia. Namun pelaksanaan posyandu lanjut usia mengalami berbagai kendala. Demikian halnya yang terjadi pada Posbindu Nalu II di Keluarahan Nalu Kecamatan Baolan Tolitoli. Kegiatan Posyandu setiap Bulan dilaksanakan, namun kegiatan hanya berupa pemeriksaan Tekanan darah, penimbangan  berat badan dan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat sederhana. Kehadiran Lansia rata-rata 20-25 orang, padahal anggotanya sebanyak 173 orang. Peran kader belum optimal hal ini dibuktikan  setiap bulan kegiatan yang aktif adalah petugas dari Puskesmas dan tidak adanya catatan yang hasil kegiatan yang diarsipkan di Posyandu. Tujuan Kegiatan adalah melaksanakan revitalisasi Posyandu  sehingga posbindu dapat berfungsi secara optimal. Metode Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 26-28 April 2024, tempat di Gedung Gereja GPIBT Jemaat Paulus Dinopi Kelurahan Nalu Sebagai Pihak Pemrakarsa Posbindu Nalu II. Jenis kegiatan pengabmas berupa pelatihan  10 kader posyandu lansia, demonstrasi operasional Posyandu lansia sistem 5 meja, pengembangan kegiatan diantaranya Ibadah bersama, pemberian makanan tambahan dan senam bersama, bekerjasama dengan pihak Puskesmas Baolan untuk menerbitkan sertifikat bagi para kader.  Hasil Setelah dilakukan pengabmas, pemahaman kader tentang ; Kebijakan upaya kesehatan lansia, Lansia dan perubahan perubahannya, Manajemen dan Administrasi  Posyandu Lansia.  Serta keterampilan mengoperasionalkan Posyandu semakin meningkat. Hal ini dibuktikan hasil Pretest sebelum pelatihan  rata-rata nilai yang didapat para kader adalah 53 point, setelah pelatihan  rata-rata nilai post test sebesar 83 terjadi peningkatan sebesar 30 Point. Pada akhir pelatihan, Kader mampu berperan dan menjalankan pelayanan di masing-masing meja pada sistem 5 meja dalam Posyandu, demikian juga dalam hal membuat catatan dan pelaporan hasil kegiatan. Kader dibantu team juga mampu mengadakan kegiatan pengembangan diantaranya kegiatan Ibadah bersama, kegiatan senam jasmani bersama dan Pemberian makanan tambahan (PMT). Kesimpulan dengan kegiatan revitalisasi Posyandu lansia dihasilkan peningkatan pemahaman kader tentang Posyandu lansia, peningkatan keterampilan kader, adanya kegiatan pengembangan di Posyandu lansia, Saran  Kiranya Pihak  Pemrakarsa terus mendukung program yang dijalankan dan terus termotivasi untuk pengembangannya,  dan Pendampingan terus dari pihak Puskesmas.      
Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan dalam Sistem Triage untuk Optimalisasi Layanan Gawat Darurat di IGD RSUD Kabupaten Banggai: Improving the Competence of Health Workers in the Triage System for Optimizing Emergency Services in the Emergency Room of Banggai Regency Hospital Hasan, Sri Musriniawati; Wijianto, Wijianto; Muhammad, Hanna Y
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i1.4165

Abstract

Pendahuluan: Tingginya beban kunjungan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Banggai berpotensi menyebabkan overcrowding yang mengancam keselamatan pasien. Permasalahan utama adalah belum adanya tim triase khusus sehingga perawat merangkap tugas, berpotensi menurunkan kualitas asuhan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan triase sesuai SOP menjadi kebutuhan mendesak. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat tentang prosedur triase, (2) Membentuk dan melatih Tim Satgas Triage yang khusus dan fokus menangani triase. Metode Pelaksanaan melalui tiga tahap: persiapan (survei, koordinasi), pelaksanaan (pelatihan 2 hari meliputi pre-test, pemberian materi, diskusi, dan demonstrasi), serta evaluasi (post-test dan pembentukan tim). Kegiatan melibatkan 20 perawat IGD. Hasil Terjadi peningkatan pengetahuan signifikan dimana peserta yang menjawab 10-15 soal benar meningkat dari 20% (4 orang) menjadi 85% (17 orang). Seluruh peserta berhasil mendemonstrasikan keterampilan triase sesuai SOP. Output terpenting adalah terbentuknya Tim Satgas Triage yang siap beroperasi. Kesimpulan Pelatihan kombinasi edukasi dan praktik langsung efektif meningkatkan kompetensi perawat dan membentuk tim triase yang dedicated. Untuk keberlanjutan, diperlukan komitmen kuat dari manajemen rumah sakit dan kepala ruangan untuk melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap kinerja Tim Satgas Triage.

Page 1 of 1 | Total Record : 5