cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,103 Documents
Karakteristik Pasien Epistaksis di Instalasi Gawat Daruratrs Ngoerah Tahun 2023 - 2024 Kuswardi, Sienny; Putu Oktaviani Rinika Pranitasari, Ni; Lely Rahayu, Made; Putu Santhi Dewantara, I
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i4.5434

Abstract

Epistaksis merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan dapat terjadi pada semua kelompok usia dengan berbagai faktor pencetus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien epistaksis di Instalasi Gawat Darurat RS Ngoerah periode tahun 2023–2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data diperoleh dari rekam medis elektronik seluruh pasien epistaksis yang datang ke IGD RS Ngoerah pada periode 1 Januari 2023 hingga 31 Desember 2024 dengan metode total sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, faktor pencetus, sisi perdarahan, dan status disposisi pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 91 pasien epistaksis, mayoritas berjenis kelamin laki-laki (73,6%). Kelompok usia terbanyak adalah 0–9 tahun dan 60–69 tahun, masing-masing sebesar 23,1%. Faktor pencetus paling sering adalah neoplasma regio kepala (31,8%), diikuti oleh trauma (20,9%) dan idiopatik (14,3%). Perdarahan paling banyak terjadi pada sisi kanan hidung (42,9%), sedangkan sebagian besar pasien mendapatkan penanganan rawat jalan (94,5%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pasien epistaksis di IGD RS Ngoerah didominasi oleh laki-laki dengan distribusi usia bimodal, serta sebagian besar kasus dipicu oleh faktor lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi dan peningkatan kualitas penanganan pasien epistaksis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Analisis Aspek Keberlanjutan terhadap Implementasi Tata Kelola yang Baik: Studi Kasus PT ABC Slamet, Wahyuning; Shauki, Elvia R.
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i4.5442

Abstract

Keberlanjutan menjadi salah satu komponen penilaian tata kelola perusahaan pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) versi 2 Maret 2024. Jika perusahaan kurang melakukan pengungkapan aspek keberlanjutan, masuknya keberlanjutan sebagai salah satu komponen penilaian pada ACGS menurunkan skor pada Bagian B dan total skor penilaian tata kelola perusahaan dan menunjukkan penurunan dalam penerapan tata kelola yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan pengungkapan aspek keberlanjutan pada perusahaan pertambangan di Indonesia dan penyebab ketidakpatuhan terhadap ACGS. Penelitian ini menggunakan teori kepatuhan dan teori legitimasi untuk menjelaskan penyebab ketidakpatuhan dan alasan pengungkapan aspek keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus pada PT ABC. Data sekunder digunakan untuk menghitung skor pengungkapan aspek keberlanjutan menggunakan Bagian B – Keberlanjutan dan Ketahanan dari ACGS (versi 2024). Hasil analisis konten dari data tersebut dan transkrip wawancara dengan manajemen perusahaan digunakan untuk menganalisis perbedaan antara pengungkapan yang telah dilakukan dengan pengungkapan ideal berdasarkan ACGS Bagian B dan penyebab perbedaan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PT ABC belum sepenuhnya memenuhi pengungkapan ideal berdasarkan ACGS Bagian B, termasuk pengungkapan minimum berdasarkan Level 1. PT ABC mematuhi 93% dari total pengungkapan pada ACGS Bagian B. Ketidakpatuhan terhadap pengungkapan berdasarkan ACGS Bagian B terjadi pada pertanyaan B.6.3 pada Level 1, dan pertanyaan penalti (P)B.1.1 pada Level 2. Ketidakpatuhan tersebut disebabkan karena informasi yang tidak diungkapkan merupakan informasi yang tidak wajib diungkapkan berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia, dan merupakan informasi yang bersifat commercially sensitive.
Hubungan Intensitas Olahraga dengan Keluhan Konstipasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 Anindya, Nismara; Herawaty, Tuty; Bur, Rika
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i4.5445

Abstract

Konstipasi merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan frekuensi defekasi rendah, konsistensi feses keras, dan kesulitan saat buang air besar, yang dapat menurunkan kualitas hidup. Kurangnya aktivitas fisik diketahui sebagai salah satu faktor risiko penting terjadinya konstipasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas olahraga dengan keluhan konstipasi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Intensitas aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) versi pendek, sedangkan keluhan konstipasi dinilai berdasarkan Kriteria Roma IV. Sampel berjumlah 164 mahasiswa yang dipilih secara acak. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Mayoritas responden memiliki intensitas olahraga kategori sedang (54,9%), diikuti rendah (29,3%) dan tinggi (15,8%). Prevalensi keluhan konstipasi sebesar 20,7%. Terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas olahraga dengan keluhan konstipasi (p=0,003; r=-0,229), di mana mahasiswa dengan intensitas olahraga rendah memiliki proporsi konstipasi lebih tinggi. Intensitas olahraga berhubungan signifikan dengan keluhan konstipasi pada mahasiswa kedokteran. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi bersifat protektif terhadap konstipasi. Kata kunci: intensitas olahraga, konstipasi, mahasiswa kedokteran, IPAQ, Roma IV.
Hadis Minum Sambil Berdiri dan Implikasinya terhadap Pendidikan Kesehatan Modern Labib, Anis; Wage, Wage; Darodjat, Darodjat
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i4.5451

Abstract

Kesehatan setiap individu sangat penting dan harus dijaga dengan baik. Perspektif Islam memandang kesehatan sebagai kewajiban moral sekaligus karunia dari Allah SWT, di mana ajaran Islam tidak hanya mengatur aspek spiritual, tetapi juga mencakup prinsip-prinsip keseharian yang berkaitan dengan kesehatan individu dan lingkungannya. Salah satu contoh nyata adalah larangan Nabi Muhammad SAW terhadap kebiasaan minum sambil berdiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interkoneksi antara hadis Nabi tentang larangan minum sambil berdiri dengan konsep ilmu kesehatan modern, serta mengeksplorasi relevansinya sebagai sumber nilai dalam pendidikan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research), yang mengumpulkan data dari sumber-sumber relevan berupa hadis, tafsir, serta literatur ilmiah di bidang kesehatan dan fisiologi pencernaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan minum sambil berdiri dalam hadis Nabi SAW memiliki korelasi positif dengan temuan ilmu kesehatan modern. Secara fisiologis, minum dalam posisi berdiri menyebabkan cairan masuk ke saluran pencernaan dengan tekanan yang lebih tinggi, sehingga organ tubuh lebih sulit menyerap cairan secara optimal. Kondisi ini berpotensi meningkatkan beban kerja ginjal serta memperbesar risiko gangguan pencernaan, khususnya refluks asam lambung. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang menghubungkan teks hadis secara langsung dengan bukti fisiologis modern sebagai basis pengembangan pendidikan kesehatan berbasis nilai Islam. Studi ini membuka peluang bagi pendekatan pendidikan kesehatan yang lebih inklusif, di mana ajaran agama diposisikan bukan sekadar norma spiritual, melainkan sebagai sumber nilai yang secara substansial mendukung dan memperkuat konsep kesehatan modern.
Implementasi Program Rujuk Balik pada Pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Lalang Kabupaten Batubara Aqilah Yafa, Wafi; Ginting, Chrismis Novalinda; Nasution, Sri Wahyuni
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i4.5478

Abstract

Program Rujuk Balik (PRB) bertujuan memindahkan pemantauan pasien penyakit kronis yang stabil dari rumah sakit ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan seperti kepatuhan pasien yang rendah, keterbatasan edukasi, serta ketidakkonsistenan obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi PRB pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Lalang Kabupaten Batubara berdasarkan aspek masukan, proses, dan keluaran. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tenaga kesehatan, petugas rujukan, apoteker, dan pasien. Analisis dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi, dan triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM dan proses layanan sudah berjalan sesuai prosedur, serta fasilitas dinilai cukup memadai. Namun, ketersediaan obat PRB masih kurang stabil dan tidak tersedianya media edukasi tertulis menghambat pemahaman pasien. Kepatuhan kunjungan ulang hanya mencapai 58%, menunjukkan perlunya penguatan edukasi dan perbaikan koordinasi program. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi PRB di Puskesmas Lalang cukup efektif, tetapi belum optimal karena dukungan informasi dan ketersediaan obat belum konsisten. Peningkatan edukasi, stabilitas obat, dan koordinasi lintas layanan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan program.
Produktivitas Maksimum Penggunaan Lahan Rest Area KM 844 Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo Berdasarkan Kriteria Highest And Best Use Trisnawati, Suci Rochma; Utomo, Christiono
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i4.5490

Abstract

Pembangunan jalan tol terus berjalan hingga saat ini, salah satu contohnya adalah Jalan Tol Trans Jawa, yang dibangun untuk menghubungkan Provinsi Banten dengan Provinsi Jawa Timur. Panjang rute yang harus dilalui pengguna jalan tol, serta meningkatnya volume kendaraan yang melewati jalan tol, harus didukung dengan infrastruktur yang memadai, yaitu rest area. Rest area memainkan peran penting dalam memastikan keselamatan, kenyamanan, dan produktivitas pengguna jalan, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Perencanaan fasilitas rest area di Indonesia sering mengabaikan penggunaan lahan yang menghasilkan produktivitas tertinggi. Penelitian ini melakukan analisis untuk mengidentifikasi alternatif penggunaan lahan di rest area yang memaksimalkan produktivitas lahan. Metode Highest and Best Use (HBU) digunakan untuk mengidentifikasi alternatif penggunaan lahan kosong di rest area KM 844 di Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo. Analisis HBU mencakup empat aspek utama: persyaratan legal, persyaratan fisik, persyaratan keuangan, dan memaksimalkan produktivitas dari penggunaan lahan. Penelitian ini menemukan bahwa di antara ketiga alternatif yang dianalisis menggunakan empat kriteria HBU, alternatif 1 menghasilkan nilai tanah sebesar Rp. 104.317 per meter persegi dengan produktivitas lahan sebesar 17%, alternatif 2 menghasilkan nilai lahan sebesar Rp. 803.514 per meter persegi dengan produktivitas lahan sebesar 134%, dan alternatif 3 menghasilkan nilai lahan sebesar Rp. 1.198.615 per meter persegi dengan produktivitas lahan sebesar 199%.
Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Membina Karakter Religius pada Peserta Didik di MIN 2 Tangerang Selatan Ummi, Fatma Fayza; Robiansyah , Firman; Fatihaturosyidah, Fatihaturosyidah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i4.5496

Abstract

Fenomena dehumanisasi dan krisis karakter menjadi tantangan pendidikan dasar saat ini, sehingga Kementerian Agama menghadirkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai solusi pendekatan pendidikan yang humanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi KBC dalam membina karakter religius peserta didik di MIN 2 Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan penyebaran angket sebagai pendukung kepada peserta didik, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KBC dilaksanakan melalui transformasi paradigma teologis dari pendekatan menghukum (Jhalaliyah) menuju pendekatan kasih sayang (Jamaliyah) yang diintegrasikan ke dalam aktivitas intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler dan budaya madrasah. Strategi pembinaan karakter diperkuat oleh keteladanan guru dan penciptaan lingkungan psikologis yang aman, yang terbukti mengubah motivasi ibadah peserta didik dari kepatuhan semu menjadi kesadaran spiritual otentik, serta dikonfirmasi oleh hasil angket yang menunjukkan respons tepat sebesar 97%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta berkontribusi positif dalam membentuk karakter religius peserta didik secara holistik, inklusif, dan menyenangkan (joyful learning).
Dampak Pengelolaan Air Limbah Pasca Penerapan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2025 terhadap Limbah Domestik di Kawasan Cipanas, Jawa Barat Purwaka, Heru
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i4.5502

Abstract

Penerapan pengelolaa air limbah merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, khususnya terhadap limbah domestik yang berpotensi mencemari badan air, tanah, dan kesehatan masyarakat. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2025 hadir sebagai dasar hukum baru yang mengatur standar teknis, kewajiban, serta mekanisme pengelolaan air limbah secara lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan Permen LH Nomor 11 Tahun 2025 terhadap pengelolaan limbah domestik di kawasan Cipanas, Jawa Barat, serta menilai tingkat efektivitas dan kepatuhan hukum dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum dengan pendekatan yuridis normatif yang didukung oleh data empiris. Pendekatan ini dilakukan melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan, literatur hukum lingkungan, serta pengamatan terhadap praktik pengelolaan limbah domestik di kawasan penelitian. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kesesuaian antara norma hukum dan realitas pelaksanaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Permen LH Nomor 11 Tahun 2025 memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran hukum dan tata kelola pengelolaan limbah domestik di kawasan Cipanas, khususnya dalam aspek pengendalian pencemaran dan peningkatan standar sanitasi lingkungan. Namun, efektivitasnya masih terkendala oleh keterbatasan infrastruktur, rendahnya partisipasi masyarakat, dan lemahnya pengawasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga memerlukan dukungan kelembagaan, kapasitas teknis, serta partisipasi masyarakat yang berkelanjutan.
Tinjauan Yuridis terhadap Ecocide dalam Perspektif Hukum Pidana Internasional dan Prospeknya dalam Sistem Hukum Pidana Indonesia Metia, Metia; Kristhy, Mutia Evi; Sangalang, Rizki Setyobowo; Pramita, Claudia Yuni
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i4.5631

Abstract

Kerusakan lingkungan hidup yang semakin parah menjadi salah satu tantangan global terbesar yang dihadapi umat manusia. Dalam konteks hukum internasional, konsep ecocide muncul sebagai bentuk kejahatan lingkungan yang serius, yang dapat mengancam kelangsungan hidup manusia dan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan prospek penerapan ecocide dalam sistem hukum pidana Indonesia, dengan membandingkan peraturan internasional yang diatur dalam Statuta Roma 1998 dan perundang-undangan Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, komparatif, dan perundang-undangan, serta analisis kualitatif terhadap norma hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ecocide dalam hukum pidana Indonesia sangat penting untuk memperkuat perlindungan lingkungan hidup, mengatasi kesenjangan hukum, dan memberikan efek jera bagi pelaku perusakan lingkungan. Konsep ecocide juga dapat menjadi dasar hukum yang lebih efektif untuk menuntut pertanggungjawaban pidana terhadap korporasi dan pejabat yang terlibat dalam perusakan ekologis skala besar. Kesimpulannya, integrasi konsep ecocide dalam hukum pidana Indonesia dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan menanggulangi kerusakan ekologis yang semakin merugikan generasi mendatang.  
The Effect of Environmental Uncertainty on Managerial Performance with Management Accounting Information Systems as an Intervening Variable (in the Indonesian State-Owned Defense Industry Sector) Dwiky Alfarisy, Ardiansyah; Rahman, Syaiful; Handoyo, Sofik
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i4.5647

Abstract

The study aims to analyze the effect of environmental uncertainty on managerial performance, with management accounting information systems (MAIS) as an intervening variable in Indonesian defense industry state-owned enterprises. A quantitative explanatory survey method was employed, using questionnaires distributed to managers, with the data analyzed through path analysis to test direct and indirect effects among environmental uncertainty, MAIS, and managerial performance. The results show that environmental uncertainty has a weak and statistically insignificant direct effect on managerial performance, while MAIS also has a weak and insignificant direct effect on managerial performance (path coefficients below 0.20 and significance levels above 0.05). In addition, environmental uncertainty does not significantly influence managerial performance through MAIS as an intervening variable, indicating that MAIS does not mediate the relationship between environmental uncertainty and managerial performance in this context. These findings suggest that other organizational and managerial factors, beyond environmental uncertainty and MAIS, may play a more dominant role in shaping managerial performance in Indonesian defense industry state-owned enterprises.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue