cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,474 Documents
Analisis Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang Feni Wahyu Safitri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6014

Abstract

Perubahan paradigma pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien menjadikan kualitas pelayanan sebagai faktor utama dalam meningkatkan kepuasan pasien dan daya saing rumah sakit. Sebagai rumah sakit gigi dan mulut pendidikan yang masih berkembang, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang (RSGM UNIMUS) memerlukan evaluasi berkelanjutan terhadap mutu pelayanannya agar sesuai dengan harapan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan studi pustaka terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan accidental sampling. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi SERVQUAL berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien pada analisis parsial, sedangkan secara simultan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (F = 36,17; p < 0,001). Model penelitian mampu menjelaskan 65,81% variasi kepuasan pasien, dengan dimensi assurance dan reliability sebagai prediktor yang paling dominan. Disimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh sangat penting untuk meningkatkan kepuasan pasien. Oleh karena itu, rumah sakit perlu melakukan evaluasi mutu secara berkelanjutan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat standar pelayanan guna membangun kepercayaan, kepuasan, dan loyalitas pasien.
Kesiapan Hukum Indonesia untuk Berpartisipasi dalam Implementasi Area-Based Management Tools Berdasarkan BBNJ Agreement Handayani Panjaitan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6016

Abstract

BBNJ Agreement memperkenalkan kerangka hukum baru bagi konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati laut di luar yurisdiksi nasional, termasuk melalui area-based management tools (ABMTs) dan kawasan konservasi laut. Namun, kerangka hukum nasional Indonesia masih berorientasi terutama pada wilayah laut di bawah yurisdiksi nasional, sehingga terdapat kesenjangan normatif dan kelembagaan untuk berpartisipasi secara efektif dalam mekanisme ABMTs. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan hukum Indonesia dalam berpartisipasi pada pembentukan dan implementasi ABMTs berdasarkan BBNJ Agreement serta merumuskan model kesiapan hukum nasional bagi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Bahan hukum yang dianalisis meliputi UNCLOS, BBNJ Agreement, peraturan perundang-undangan Indonesia di bidang kelautan dan lingkungan hidup, serta praktik perbandingan dari beberapa negara. Penelitian menemukan bahwa Indonesia telah memiliki kerangka umum tata kelola kelautan, tetapi belum memiliki pengaturan khusus mengenai ABNJ, ABMTs, sumber daya genetik laut, penilaian dampak lingkungan terhadap kegiatan yang berdampak pada ABNJ, dan koordinasi kelembagaan untuk implementasi BBNJ. Karena itu, Indonesia memerlukan mekanisme hukum nasional yang lebih jelas untuk mendukung penilaian ilmiah, partisipasi prosedural internasional, dan koordinasi lintas sektor. Setelah mengesahkan BBNJ Agreement melalui Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2025, Indonesia perlu membentuk kerangka regulasi pelaksanaan yang menghubungkan kewajiban internasional dengan tata kelola nasional. Kerangka tersebut perlu mengintegrasikan penyelarasan norma, koordinasi kelembagaan, penguatan kapasitas ilmiah dan teknis, partisipasi prosedural internasional, serta mekanisme kepatuhan, pemantauan, dan peninjauan kembali di tingkat nasional.
Penerapan K-Means Clustering, DBSCAN, dan K-Modes untuk Segmentasi Mahasiswa Baru Berdasarkan Asal Sekolah dan Wilayah Geografis (Studi Kasus: STIKES Guna Bangsa Yogyakarta) Muhammad Thoif Junaidi; Bambang Purnomosidi Dwi Putranto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6017

Abstract

Perguruan tinggi menghadapi tantangan dalam merumuskan strategi promosi tepat sasaran karena belum memahami pola sebaran mahasiswa baru berdasarkan asal sekolah dan wilayah geografis, menyebabkan alokasi anggaran promosi tidak efisien dan kerja sama dengan sekolah asal tidak terarah. Penelitian ini bertujuan menerapkan K-Means, DBSCAN, dan K-Modes untuk segmentasi mahasiswa baru serta membandingkan kinerja ketiga metode dalam menyelesaikan permasalahan strategi promosi di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Menggunakan 634 data mahasiswa baru dengan variabel tingkat pendidikan, jurusan, kabupaten, dan provinsi, metode meliputi label encoding dan normalisasi Min-Max untuk K-Means dan DBSCAN, sedangkan K-Modes bekerja langsung pada data kategorikal. Jumlah klaster optimal ditentukan menggunakan metode elbow (k=4), DBSCAN dengan ?=0,45 dan MinPts=8, serta evaluasi menggunakan Silhouette Coefficient dan Davies-Bouldin Index. Hasil menunjukkan K-Means membentuk empat klaster: Nusa Tenggara dengan SMA IPA (29,5%), Jawa dengan SMK kesehatan (24,6%), Jawa dengan SMA IPS (26,5%), dan luar Jawa dengan MA (19,4%). DBSCAN mengidentifikasi 53 mahasiswa (8,36%) sebagai noise, sementara K-Modes menghasilkan centroid berupa kategori aktual dengan performa lebih rendah (Silhouette: 0,193; DBI: 11,978). K-Means unggul secara metrik (Silhouette: 0,412; DBI: 1,024) dan menjawab inefisiensi anggaran dengan panduan prioritas wilayah. K-Modes unggul dalam interpretabilitas centroid untuk kerja sama sekolah terarah. DBSCAN unggul mendeteksi profil unik yang terlewatkan untuk memperluas jangkauan promosi. Ketiga metode bersifat komplementatif dan menjembatani kesenjangan antara data mentah dengan kebutuhan strategi promosi kampus secara operasional.
Analisis Pengungkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Laporan Keberlanjutan Perusahaan pada Industri Kelapa Sawit Periode 2022–2024 Fitri Irianti; Fatma Lestari
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6019

Abstract

Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tinggi, sehingga kualitas pengungkapan K3 dalam laporan keberlanjutan menjadi aspek penting dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pengungkapan K3 pada perusahaan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta menganalisis faktor-faktor karakteristik perusahaan dan tata kelola yang berhubungan dengan kualitas pengungkapan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode content analysis terhadap laporan keberlanjutan, laporan tahunan, dan laporan keuangan dari 28 emiten kelapa sawit selama periode 2022–2024. Kualitas pengungkapan diukur menggunakan indeks yang dikembangkan berdasarkan GRI 403:2018 dan POJK No. 51/POJK.03/2017. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat terhadap variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, independensi dewan komisaris, kepemilikan institusional, external assurance, dan kerangka pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kualitas pengungkapan K3 mencapai 61,25, yang mengindikasikan tingkat pengungkapan yang relatif memadai, meskipun masih terdapat variasi yang cukup lebar antarperusahaan. Pengungkapan K3 juga cenderung didominasi oleh informasi mengenai kebijakan, sistem, dan program, sementara informasi yang merefleksikan hasil aktual pelaksanaan K3 masih relatif terbatas. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kerangka pelaporan, external assurance, dan leverage berhubungan positif dan signifikan dengan kualitas pengungkapan K3, sedangkan ukuran perusahaan, profitabilitas, kepemilikan institusional, dan independensi dewan komisaris tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas pengungkapan K3 lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan tata kelola pelaporan, kredibilitas informasi, dan akuntabilitas eksternal dibandingkan karakteristik ekonomi maupun struktur tata kelola formal perusahaan.
The Influence of Curiosity on College Students’ Critical Thinking Nurul Oktorina; Bambang Suryadi; Suprananto Suprananto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6020

Abstract

Critical thinking is one of the key competencies college students must possess to face the challenges of higher education and the increasingly complex world of work. This ability enables college students to analyze information objectively, evaluate various alternative solutions, and make rational decisions based on available evidence. However, various educational evaluation results indicate that college students’ critical thinking is still at varying levels and is not optimal. This study aims to analyze the influence of curiosity on college students’ critical thinking. The analysis technique used in this study is multiple regression analysis, aimed at determining the accuracy of predictions and testing the research hypotheses of the independent and dependent variables. The results of the study showed that curiosity was the most consistent factor that had a positive and significant influence on critical thinking. This finding confirms that the development of college students’ critical thinking does not only depend on individual internal factors, but is also influenced by the level of learning motivation that college students have.
Analisis Tematik Hambatan dan Kebutuhan Kebijakan Keamanan Data Pribadi Sistem Informasi Laboratorium Nurul Huda; Feby Artwodini Muqtadiroh; Reny Nadlifatin; Rr. Sri Isjworowati
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6022

Abstract

Sistem Informasi Laboratorium (SIL) mengelola data kesehatan pribadi spesifik yang diatur Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi No. 27/2022 dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 24/2022, namun hambatan praktis dan kebutuhan kebijakan dari perspektif pengguna SIL belum terpetakan. Penelitian ini bertujuan memetakan kesadaran regulasi, hambatan implementasi, dan kebutuhan kebijakan keamanan data pada Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM). Sebagai komponen kualitatif dari studi mixed-methods concurrent embedded, tiga pertanyaan terbuka wajib diberikan kepada 310 ATLM DPC PATELKI Kota Semarang, menghasilkan 773 kutipan yang dianalisis dengan analisis tematik dua siklus pada ATLAS.ti 23 (41 kode aktif, 18 kelompok kode). Kesadaran regulasi relatif tinggi (58,4%). Kategori hambatan tunggal terbesar justru ketiadaan hambatan yang dirasakan (23,2%); hambatan manusia dan organisasi melampaui hambatan teknis, sementara keluhan bahwa prosedur memperlambat layanan nyaris nihil (0,6%) berbanding 60 kutipan yang menuntut penegakan lebih tegas. Kebutuhan kebijakan utama adalah pelatihan berkala, penegakan prosedur operasional standar, kontrol akses berbasis peran, dan autentikasi dua faktor. Temuan mendukung kerangka intervensi tiga pilar yang mencakup teknologi, proses, dan tata kelola, serta menunjukkan bahwa sosialisasi keamanan sebaiknya menekankan efikasi dan komitmen institusional, bukan ancaman. Fasilitas kesehatan, organisasi profesi, dan pengembang SIL dapat menggunakan peta berbasis pengguna ini untuk memprioritaskan intervensi keamanan yang selaras dengan mandat regulasi.
A Dual-Measurement Approach to Corporate Foreign Exchange Exposure in Indonesian Non-Financial Firms, 2020–2024 Yunni Angela Yustisia; Ernie Hendrawaty; Igo Febrianto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6026

Abstract

How corporate foreign exchange exposure is measured can change what a study concludes. This paper compares two measures of exposure for Indonesian non-financial firms over the high-volatility period 2020 to 2024: the absolute FX beta, which captures the magnitude of exposure, and the signed FX beta, which captures its direction. FX beta is estimated firm-by-year from weekly returns in a two-factor market model for a panel of 30 firms and 150 firm-year observations. Each measure is then regressed on foreign currency debt, derivative use, export intensity, the debt-by-export interaction, and firm controls, with panel diagnostics selecting pooled OLS and White diagonal standard errors. The two measures give different results from the same data. Under the magnitude measure, only derivative use significantly lowers exposure (-0.3776; p = 0.009). Under the signed measure, export intensity is positive and significant (1.2916; p = 0.091), which identifies a transactional-gain channel for commodity exporters that the magnitude measure hides. The study concludes that exposure research in commodity economies should report both measures, because the absolute value alone discards information on which firms gain and which lose from currency movements.
Analisis Penanganan Krisis Rantai Pasok pada Industri Migas Menggunakan Situational Crisis Communication Theory (SCCT): Studi Kasus PT Tiga Mas Musim Jaya Talitha Zain Salsabila; Joe Harrianto Setiawan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6027

Abstract

Industri minyak dan gas bumi memiliki rantai pasok kompleks dan berisiko tinggi sehingga gangguan teknis maupun logistik dapat berkembang menjadi krisis organisasi yang mengancam kelangsungan proyek, hubungan kontraktual, dan kepercayaan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penanganan krisis rantai pasok PT Tiga Mas Musim Jaya menggunakan perspektif Situational Crisis Communication Theory (SCCT), khususnya jenis krisis, atribusi tanggung jawab, strategi respons, dan komunikasi pascakrisis. Penelitian menerapkan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan empat informan yang mewakili pimpinan perusahaan, kepala rantai pasok, hubungan masyarakat, dan pakar manajemen krisis, serta melalui studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, pengodean tematik berdasarkan SCCT, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis dipicu oleh kombinasi kerusakan peralatan, keterlambatan pengadaan komponen kritis, dan gangguan logistik eksternal. Krisis tergolong accidental cluster, tetapi perusahaan tetap menerima atribusi tanggung jawab yang tinggi karena posisinya sebagai kontraktor utama. Respons perusahaan memadukan instructing information, adjusting information, dan pendekatan yang mendekati rebuild strategy melalui pemulihan operasional, komunikasi intensif, dan pemeliharaan hubungan dengan klien. Pascakrisis, perusahaan melakukan evaluasi internal dan penguatan sistem rantai pasok. Disimpulkan bahwa penanganan krisis yang efektif memerlukan integrasi tindakan operasional, komunikasi transparan, dan pembelajaran organisasi.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent Fatimah Azahra; Nursupiamin Nursupiamin; Yulia Yulia
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6039

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika masih menjadi tantangan bagi banyak siswa Indonesia, dan salah satu faktor internal yang diduga kuat memengaruhinya adalah gaya kognitif, khususnya dimensi Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD), sehingga pemetaan kontribusinya penting dilakukan untuk mendukung pembelajaran matematika yang lebih adaptif. Studi ini diorientasikan untuk menguji ada tidaknya perbedaan signifikan pada kapasitas pemecahan masalah matematis antara pelajar yang memiliki gaya kognitif FI dan FD pada jenjang kelas XI di sebuah madrasah aliyah negeri. Melalui pendekatan kuantitatif komparatif, riset ini melibatkan 60 siswa sebagai subjek amatan, terdiri atas 31 pelajar bertipe FI dan 29 pelajar bertipe FD yang dihimpun lewat teknik purposive sampling. Pemetaan karakteristik gaya kognitif siswa dievaluasi menggunakan instrumen Group Embedded Figures Test (GEFT), sedangkan kompetensi pemecahan masalah diukur lewat instrumen tes esai yang mengacu pada empat langkah Polya, meliputi: pemahaman masalah, penyusunan rencana, eksekusi rencana, hingga peninjauan kembali hasil. Temuan ini menegaskan bahwa karakteristik kognitif anak memegang andil besar dalam memengaruhi kapabilitas mereka menyelesaikan persoalan matematika, sekaligus memperkuat urgensi bagi guru untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi yang mengakomodasi kebutuhan siswa FI maupun FD secara proporsional.
Dari Kerentanan ke Agensi: Solidaritas Perempuan Pengungsi di Negara Transit Ratu Dyah Ayu Gendiswardani; Hariati Sinaga; Riska Sri Handayani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6044

Abstract

Tulisan ini mengkaji bagaimana perempuan pengungsi di negara transit menggunakan komunitas sebagai strategi kolektif untuk bertahan hidup di tengah protection gap dan ketidakpastian hukum yang bersifat struktural. Dengan menggunakan pendekatan penelitian feminis berbasis studi literatur kritis, tulisan ini menganalisis empat konteks komparatif—Jakarta (Indonesia), Malaysia, Lebanon, dan Belfast (Irlandia Utara)—untuk menunjukkan bagaimana komunitas perempuan pengungsi berfungsi bukan sekadar sebagai ruang sosial, melainkan sebagai arena politics of care yang mengisi kekosongan negara. Kerangka analisis yang digunakan mencakup feminisme transnasional Mohanty, interseksionalitas Crenshaw, konsep sisterhood bell hooks, dan etika perawatan Tronto untuk membaca solidaritas lintas etnis dan agama sebagai bentuk agensi kolektif. Temuan menunjukkan bahwa meski protection gap termanifestasi secara berbeda di setiap konteks—dari partial protection di Indonesia hingga ketiadaan total kerangka hukum di Malaysia—perempuan pengungsi secara konsisten membangun komunitas sebagai mekanisme perlindungan tandingan. Solidaritas yang terbentuk bukan berbasis kesamaan identitas biologis, melainkan kesadaran kolektif atas penindasan struktural bersama. Kajian ini juga mengakui ketegangan internal: solidaritas komunitas pengungsi tidak selalu sempurna dan dapat mereproduksi hierarki patriarkal dari dalam. Tulisan ini berkontribusi pada kajian pengungsi perempuan di Asia Tenggara yang selama ini kurang mendapat perhatian, sekaligus menyuarakan tiga implikasi kebijakan: pengakuan komunitas perempuan pengungsi sebagai aktor perlindungan, desain program yang responsif interseksional, dan agenda riset berbasis lapangan yang melibatkan perempuan pengungsi sebagai mitra kajian.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres) Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue