cover
Contact Name
Melinda Putri Aryanti
Contact Email
melindaputriaryanti@gmail.com
Phone
+6282176532817
Journal Mail Official
jmp.utb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gajah Mada. No. 34 Kotabaru, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal Media Public Relations
ISSN : 27971929     EISSN : 27973964     DOI : https://doi.org/10.37090/jmp.v1i2
Core Subject : Education, Social,
Journal Media Public Relations (JMP) merupakan jurnal Program Studi Ilmu Komunikasi. Jurnal ini memuat hasil karya ilmiah berupa penelitian lapangan maupun studi pustaka yang berkenaan dengan Ilmu Komunikasi, yaitu, Ilmu komunikasi, public relation, Komunikasi Pariwisata, Media, Teknologi Komunikasi, Iklan, Promosi, dan Komunikasi Terapan
Articles 136 Documents
Peranan Penyuluh Kehutanan Dalam Pembinaan Petani Repong Damar: Kasus di Wilayah Kerja Penyuluhan Kehutanan (WKPK) II KPH Krui Kabupaten Pesisir Barat M Ma'aruf; Sumaryo Gitosaputro; Yuniar Aviati Syarief; Muhammad Ibnu; Irwan Effendi
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2554

Abstract

Penyuluh kehutanan memiliki peranan penting dalam keberlanjutan pengelolaan repong damar, namun efektivitas penyuluhan seringkali terhambat oleh keterbatasan sumber daya, akses terhadap teknologi, dan dinamika pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peranan penyuluh kehutanan dalam pembinaan petani repong damar di Wilayah Kerja Penyuluhan Kehutanan (WKPK) II KPH Krui Kabupaten Pesisir Barat. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pesisir Tengah, Karya Penggawa dan Way Krui, penelitian berlangsung dari Desember 2022 hingga November 2023 dengan menggunakan data primer dan sekunder. Sampel terdiri dari 30 responden petani repong damar untuk mengetahui karateristik responden dan 10 responden tokoh kunci (key person) sebagai narasumber yang terdiri dari petani damar, pedagang damar dan petugas penyuluh kehutanan. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, peranan penyuluh kehutanan dalam pembinaan petani di WKPK II KPH Krui dalam mempertahankan produksi damar melalui kegiatan penyuluhan pembibitan, perawatan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, pemanenan dan pengolahan hasil. Peranan penyuluh sebagai edukator, diseminator, konsultan, supervisor, pemantau, dan evaluator dilaksanakan secara baik, namun peranan fasilitator pada kegiatan pengolahan hasil, akses pemasaran, akses permodalan dan akses pada penyedia sarana produksi belum berjalan dengan baik, hal ini karena petani repong damar di areal binaan penyuluhan belum memperoleh izin pengelolaan lahan repong damar oleh pemerintah sehingga fasilitasi belum dapat diberikan oleh penyuluh. Kedua, peranan penyuluh kehutanan secara tidak langsung terkait dengan tingkat produksi dan pendapatan petani damar
PENERAPAN COGNITIVE LOAD THEORY DALAM PENGELOLAAN KONTEN EDUKASI DIGITAL DI INSTAGRAM PPSDM ANRI Fawwaz Hanis Radika Putra; Rici Tri Harpin Pranata; Fahmi Fuad Cholagi
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Teori Beban Kognitif (Cognitive Load Theory/CLT) dalam pengembangan konten edukatif di Instagram oleh PPSDM ANRI. CLT digunakan sebagai landasan teori untuk mengoptimalkan penyampaian informasi secara efektif, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan mengurangi beban kognitif yang dialami audiens. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini memanfaatkan observasi partisipatif selama penulis menjalani magang di divisi media sosial PPSDM ANRI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip CLT diterapkan secara konsisten dalam proses produksi konten. Beban kognitif intrinsik dikelola dengan menyederhanakan topik-topik kompleks dan membagi informasi menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dicerna; beban kognitif ekstrinsik dikurangi melalui desain visual minimalis, narasi yang jelas, dan animasi yang relevan; sedangkan beban kognitif germane ditingkatkan melalui fitur interaktif dan narasi bergaya percakapan yang mendukung keterlibatan audiens dan pengembangan skema pengetahuan. Konten tersebut diproduksi menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Animate, After Effects, dan CapCut, untuk memastikan kualitas visual yang tinggi dan kesesuaian instruksional. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa desain konten yang mempertimbangkan beban kognitif dapat secara signifikan meningkatkan efektivitas upaya pendidikan publik di media sosial. Penelitian ini menyoroti potensi bagi institusi pemerintah untuk mengadopsi CLT sebagai kerangka strategis dalam komunikasi digital dan merekomendasikan penelitian lebih lanjut mengenai dampak jangka panjangnya terhadap hasil pembelajaran audiens.
PENGELOLAAN DIGITAL PUBLIC RELATIONS PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @PUSDIKLATANRI Jamil Ridho Bramanta; Burhanuddin; Al-May Abyan Izzy Burhani
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2556

Abstract

Transformasi digital menuntut lembaga pemerintahan untuk mengadopsi strategi komunikasi yang lebih dinamis, termasuk melalui pengelolaan Digital Public Relations (PR) di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan Digital PR pada akun Instagram @pusdiklatanri milik Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Arsip Nasional Republik Indonesia (PPSDM ANRI). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam kepada pengelola akun. Analisis dilakukan berdasarkan kerangka The Circular Model of SOME (Share, Optimize, Manage, Engage). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan “Share” dijalankan dengan konsistensi konten edukatif dan visual yang menarik; “Optimize” dilakukan dengan memanfaatkan fitur Reels dan Stories serta penggunaan hashtag relevan untuk meningkatkan jangkauan. Pada tahap “Manage”, pengelolaan konten dilakukan dengan perencanaan matang, monitoring rutin, dan kolaborasi tim yang efektif. Sedangkan pada tahap “Engage”, akun aktif membangun interaksi dua arah melalui fitur polling, tanya-jawab, dan tanggapan langsung kepada audiens. Temuan ini membuktikan bahwa pengelolaan Digital PR yang strategis mampu meningkatkan keterlibatan publik dan memperkuat citra lembaga pemerintah di ruang digital. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi tim dan optimalisasi fitur interaktif guna memperluas partisipasi publik secara berkelanjutan.
PERAN KAMPANYE DIGITAL DI INSTAGRAM @REKAMNUSANTARA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PUBLIK Aisyah Rizky Amali; Wahyu Budi Priatna
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2557

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menerima dan menyebarkan informasi, termasuk informasi tentang isu-isu sosial dan lingkungan. Media sosial, khususnya Instagram, merupakan platform strategis untuk menyampaikan pesan kampanye yang dapat menjangkau khalayak luas secara cepat dan interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kampanye digital yang dilakukan oleh akun Instagram @rekamnusantara dalam meningkatkan partisipasi publik terhadap isu pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan kampanye dioptimalkan melalui pemilihan isu relevan, visual edukatif, dan narasi emosional yang dikemas dalam enam elemen strategi utama. Kampanye ini tidak hanya menjangkau audiens secara digital, tetapi juga mendorong partisipasi nyata melalui donasi, relawan, dan kampanye. Temuan ini membuktikan bahwa media sosial efektif digunakan untuk membangun kesadaran dan keterlibatan publik secara berkelanjutan.
ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL HUMAS KEMNAKER DALAM MERESPONS FLUKTUASI VIEWERS TIKTOK Ratu Chiandita; Abung Supama Wijaya
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2558

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi digital yang diterapkan oleh Humas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) dalam merespons fluktuasi jumlah viewers pada platform TikTok. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus deskriptif, penelitian ini mengungkap bagaimana Kemnaker memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, sebagai saluran komunikasi publik yang lebih efektif untuk menjangkau audiens muda, terutama dalam penyampaian informasi terkait ketenagakerjaan. Penelitian ini menemukan bahwa Humas Kemnaker konsisten memproduksi konten edukatif yang dikemas secara visual dan menarik, menggabungkan elemen hiburan dan edukasi (edutainment), serta beradaptasi dengan tren populer untuk meningkatkan jangkauan dan keterlibatan audiens. Tantangan yang dihadapi Kemnaker adalah fluktuasi performa konten yang dipengaruhi oleh cara kerja algoritma TikTok dan kebutuhan untuk menyesuaikan konten dengan tren yang sedang berlangsung. Meskipun telah menerapkan strategi komunikasi berbasis visual dan interaktif, konten yang lebih informatif terkadang memiliki jangkauan yang rendah dibandingkan dengan video ringan yang mengikuti tren. Penelitian ini menyarankan bahwa strategi konten yang lebih adaptif dan berbasis data analitik sangat diperlukan untuk mempertahankan perhatian audiens serta memperbaiki kinerja distribusi konten di TikTok.
SWIPE, SCROLL, SILENT: PERILAKU PHUBBING DALAM KOMUNIKASI KELUARGA GENERASI Z DI JAKARTA Trianna Sampe Litha; Melati Mediana Tobing
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2559

Abstract

Phubbing merupakan perilaku mengabaikan interaksi sosial akibat penggunaan smartphone. Fenomena ini terjadi dalam kehidupan keluarga modern khususnya kalangan generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana phubbing memicu perubahan cara berkomunikasi dan untuk mengetahui komunikasi dalam keluarga generasi Z di Jakarta setelah ada smartphone. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi yang melibatkan orang tua dan anak dari keluarga generasi Z. Metode pengumpulan data yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan yakni Media Dependency Theory oleh Ball-Rokeach dan DeFleur yang menyatakan bahwa individu bergantung pada media untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa phubbing menimbulkan ketergantungan terhadap smartphone, menciptakan distraksi dalam rutinitas keluarga dan menghasilkan fungsi paradoksal dalam penggunaan teknologi di mana smartphone menjadi sarana untuk terkoneksi dengan anggota keluarga sekaligus menjadi sumber tantangan yang menciptakan jarak emosional dalam keluarga. Perubahan ini yang kemudian menandai perubahan cara berkomunikasi dalam keluarga yang terfragmentasi, di mana segala sesuatu menjadi serba digital termasuk berkomunikasi meski dalam jarak dekat. Ditemukan juga efek kognitif yaitu terjadinya penurunan konsentrasi dan ingatan, efek afektif yaitu muncul perasaan diabaikan dan tidak dihargai, dan efek behavioral yakni muncul perilaku meniru dalam keluarga serta adanya perilaku ketergantungan terhadap smartphone. Dapat disimpulkan, phubbing telah merenggut waktu yang berharga bersama keluarga. Olehnya itu, diharapkan penelitian berikutnya berfokus pada dampak psikologis jangka panjang akibat perilaku phubbing, mengeksplorasi wilayah lain di Indonesia untuk melihat dinamika phubbing dalam keluarga dan dilakukan menggunakan mix methods.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA TAGLINE SUPERINDO SUPER SEGAR PT LION SUPERINDO DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF M. Amri Qodami; Sri Choiriyati; Mike Meirianti
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2560

Abstract

PT Lion Superindo merupakan perusahan yang bergerak di bidang retail, yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat, PT Lion Superindo tersebar di seluruh Indonesia, terdapat 4 gerai Superindo di Provinsi Lampung dan salah satunya yang akan peneliti teliti adalah pada Superindo KMG ( Kemiling ), yang beralamat pada di Jalan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung 35155, Pemahaman masyarakat terhadap kesegaran produk seperti sayur, buah, daging dan lain lain, hal ini berdampak pada citra perusahaan dan hambatan bagi pencapaian tujuan perusahaan karena itu Humas PT. Lion Superindo menggunakan tagline sebagai metode semiotika kepada pelanggan bahwa produk fresh superindo adalah produk yang segar / fresh dengan tagline “Superindo super segar”. Tujuan penelitian ini dilakukan karna peneliti tertarik dalam waktu 2 tahun setelah gerai pertama berdiri di Provinsi Lampung, Superindo telah berkembang cukup baik dengan mendirikan 2 gerai baru dibandingkan dengan kompetitor Superindo lainnya seperti Lotte Mart, Indogrosir dan Super Market Lainnya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dan wawancara, kemudian data tersebut di analisis dengan menggabungkan 2 teori yaitu teori semiotika roland barthez Signifier (Penanda), Signified (Petanda), Denotative Sign (Tanda Denotatif ), Conotative Signifier (Penanda Konotatif), Conotative Signified (Petanda Konotatif) Conotative Sign (Tanda Konotatif), dengan teori meningkatkan citra Frank Jefkins Citra eksklusif, Citra inovatif, Citra murah meriah, keduanya sangat relevan dengan penggunaan tagline sebagai semiotika untuk membangun citra perusahaan yang eksklusif, inovatif, dan murah meriah, yang dilakukan oleh PT. Lion Superindo.
STUDI KASUS THAT DEAR THE OCTOPUS DALAM MEMBANGUN INTIMASI KELUARGA MELALUI KOMUNIKASI INTERPERSONAL Salsa Aulia Ramadanti; Naya Nafisa; Salsa Khoerunnisa; Zahra Ghaida Hanifah; Nabilah Naila Nurrohmah; Yani Achdiani; Sarah Nurul Fatimah
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/42xe7v86

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana komunikasi interpersonal dalam keluarga digambarkan melalui drama That Dear Octopus karya Dodie Smith, khususnya dalam membentuk intimasi emosional di tengah konflik dan perubahan nilai sosial. Tujuannya adalah untuk menganalisis peran komunikasi sebagai penguat maupun pelemah hubungan antar generasi dalam keluarga. Penelitian ini adalah mengkaji dinamika relasi keluarga dalam drama tersebut sebagai representasi kompleksitas hubungan emosional, serta menggali relevansi pesan moral dan sosialnya terhadap konteks keluarga masa kini.Pada Penelitian ini menggunakan metode Literature Review, dengan tujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara teori yang telah ada dengan fenomena atau kasus yang terjadi di lapangan, sekaligus untuk menelaah kelemahan atau keterbatasan yang terdapat dalam pendekatan teoritis. Drama ini menunjukkan bahwa komunikasi dan kedekatan emosional adalah kunci untuk mengatasi konflik dalam keluarga, serta bahwa nilai-nilai dasar seperti kasih sayang dan kebersamaan menjadi kunci utama dalam membangun keluarga yang utuh dan harmonis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa drama That Dear Octopus karya Dodie Smith menjadi refleksi mendalam tentang pentingnya komunikasi interpersonal dalam membentuk dan mempertahankan keintiman emosional dalam keluarga. Penelitian ini menekankan pentingnya keluarga modern membangun komunikasi sehat dan inklusif di tengah era digital yang mengurangi interaksi langsung. Studi ini juga membuka peluang untuk peneliti selanjutnya terkait representasi keluarga dalam seni sebagai refleksi tantangan relasi sosial kontemporer. Selain itu, metode literature review dapat diperkaya dengan pendekatan kualitatif untuk menggali respons audiens terhadap nilai komunikasi dalam drama.
PERAN PUBLIC RELATIONS DALAM TAHAPAN MARKETING FUNNEL DENGAN PENDEKATAN STRATEGI IMC DALAM MENARIK MINAT CALON MAHASISWA BARU (STUDI KASUS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA) Rochele Febeyona Elizabeth; George Nicholas Huwae
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/350xye69

Abstract

Meningkatnya persaingan antar perguruan tinggi menuntut strategi komunikasi yang efektif untuk menarik calon mahasiswa. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi dan adaptasi peran Public Relations pada setiap tahap marketing funnel (awareness, consideration, purchase, dan advocacy) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Public Relations beradaptasi secara dinamis dan spesifik di setiap tahapan. Pada tahap awareness, peran Communication Technician dominan dalam mengelola konten media sosial untuk membangun citra. Memasuki tahap consideration, peran berganti menjadi Communication Facilitator yang aktif menjembatani komunikasi langsung dalam kegiatan pameran pendidikan. Selanjutnya, pada tahap purchase, peran Problem-Solving Process Facilitator muncul untuk membantu calon mahasiswa mengatasi kendala selama proses pendaftaran. Terakhir, pada tahap advocacy, peran Communication Facilitator kembali penting dalam mengelola relasi alumni untuk menumbuhkan loyalitas. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi peran Public Relations yang dinamis dan spesifik pada setiap tahapan funnel merupakan kunci keberhasilan strategi komunikasi pemasaran terpadu sebuah perguruan tinggi dalam menarik minat calon mahasiswa.
ANALISIS FRAMING ROBERT N. ENTMAN PADA PEMBERITAAN MENINGKATNYA ANGKA GOLPUT PILKADA JAKARTA 2024 DI TEMPO.COM DAN METROTVNEWS Nur Azizah; Sri Choiriyati; Mike Meiranti
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/j1ehe532

Abstract

Fenomena meningkatnya angka golput dalam Pilkada Jakarta 2024 menjadi perhatian penting dalam dinamika politik Indonesia. Angka partisipasi pemilih yang menurun menunjukkan adanya persoalan dalam kesadaran masyarakat dalam pemilihan. Media massa memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang publik terhadap isu tersebut, salah satunya melalui pembingkaian (framing) dalam pemberitaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Tempo.com dan Metrotvnews membingkai isu golput menggunakan teori framing Robert N. Entman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Entman yang mencakup empat elemen utama: problem definition, causal interpretation, moral evaluation, dan treatment recommendation. Data diambil dari berita-berita yang diterbitkan oleh Tempo.com dan Metrotvnews pada pemberitaan “Meningkatnya Angka Golput Pilkkada Jakarta 2024” Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media membingkai isu golput dengan cara yang berbeda. Tempo.com lebih banyak menyoroti kekecewaan masyarakat terhadap kandidat dan sistem politik, sedangkan Metrotvnews menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab publik dalam berpartisipasi dalam pemilu, angka partisipasi pemilih yang menurun menunjukkan adanya persoalan dalam kesadaran masyarakat dalam pemilihan. Perbedaan framing ini turut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap makna golput. Penelitian ini menyimpulkan bahwa framing media sangat memengaruhi cara masyarakat memahami isu politik. Oleh karena itu, media diharapkan dapat menyajikan pemberitaan yang lebih objektif dan edukatif agar dapat meningkatkan kesadaran politik serta menekan angka golput di masa mendatang.

Page 11 of 14 | Total Record : 136