cover
Contact Name
Melinda Putri Aryanti
Contact Email
melindaputriaryanti@gmail.com
Phone
+6282176532817
Journal Mail Official
jmp.utb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gajah Mada. No. 34 Kotabaru, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal Media Public Relations
ISSN : 27971929     EISSN : 27973964     DOI : https://doi.org/10.37090/jmp.v1i2
Core Subject : Education, Social,
Journal Media Public Relations (JMP) merupakan jurnal Program Studi Ilmu Komunikasi. Jurnal ini memuat hasil karya ilmiah berupa penelitian lapangan maupun studi pustaka yang berkenaan dengan Ilmu Komunikasi, yaitu, Ilmu komunikasi, public relation, Komunikasi Pariwisata, Media, Teknologi Komunikasi, Iklan, Promosi, dan Komunikasi Terapan
Articles 136 Documents
BENTUK-BENTUK COUNTER-HEGEMONY MEDIA ERA INTERNET Suhardi, Suhardi
Journal Media Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v4i2.1893

Abstract

Di era digital, media massa bukan hanya sebagai alat penyampai informasi, tetapi juga menjadi arena pertarungan ideologis. Hegemoni, menurut Gramsci, mengacu pada dominasi nilai dan ide dari kelas penguasa yang diterima oleh masyarakat luas. Namun, dengan berkembangnya internet, terbuka ruang bagi kelompok minoritas dan gerakan sosial untuk menantang dominasi tersebut melalui apa yang disebut counter-hegemoni. Artikel ini mengeksplorasi bentuk-bentuk counter-hegemoni di media digital, termasuk penggunaan platform seperti media sosial dalam gerakan seperti Arab Spring dan Black Lives Matter, serta media alternatif di Indonesia seperti Tirto.id. Dengan pendekatan analisis wacana kritis, penelitian ini menunjukkan bagaimana gerakan digital dapat memengaruhi opini publik dan menghadapi tantangan hegemoni yang ada. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya strategi inklusif dan kekuatan media digital dalam mendukung perubahan sosial.
MAKNA BUDAYA TRADISI CANGGET BARA: Studi Kasus pada Lampung Sungkai di Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung Hernawan, Wawan; Basri, Hasan; Marantaka, Fransisca
Journal Media Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v4i2.2100

Abstract

Penelitian ini membahas tentang makna budaya tradisi Cangget Bara studi kasus pada Lampung Sungkai di Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Penelitian ini berupaya mengungkapkan Gambaran menyeluruh tentang Tradisi Cangget Bara pada budaya Lampung Sungkai di Sungkai Utara, perilaku bujang gadis dalam budaya Cangget Bara di Sungkai Utara, dan upaya masyarakat Lampung Sungkai melestarikan tradisi Cangget Bara sebagai budaya Lampung Sungkai. Penelitian ini dilakukan berlandaskan pada teori Sosiokultural yang menjadi alat untuk melakukan kegiatan komunikasi budaya. Teori sosiokultural terdiri dari sosialkultural interaksi simbolik, sosialkultural kontruksi sosial, dan sosiolinguistik. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan untuk merangkum semua situasi kondisi dan fenomena yang terjadi di sekitar masyarakat yang kemudian menjadi suatu objek. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para ketua adat Sungkai Utara, perangkat Desa Negara Ratu dan para muli dan meranai. Penelitian ini memaparkan tentang makna budaya tradisi Cangget Bara. Hasil penelitian menunjukkan bahwaCangget Bara rnerupakan tradisi Lampung yang rnengandung makna untuk mengakrabkan muli meranai di setiap kampung maupun antar kampung dan saling mengenal antara muli dan meranai. Cangget Bara sebagai tarian khas orang Lampung Pepadun khususnya lampung sungkai, jika dicermati, tidak hanya mengandung nilai estetika (keindahan), sebagaimana yang tercermin dalam gerakan-gerakan tubuh para penarinya. Akan tetapi, juga nilai kerukunan dan kesyukuran. Nilai kerukunan tercermin dalam fungsi tari tersebut yang diantaranya adalah sebagai ajang berkumpul dan berkenalan baik bagi, kaum muda, laki-laki maupun Perempuan.Upaya yang dilakukan dalam melestarikan budaya Cangget Bara yaitu melalui sosialisasi dan mempelajari budaya Cangget Bara, memberikan informasi melalui jejaring media sosial dan melibatkan secara langsung bujang gadis dalam mengelola acara Cangget Bara.
PERAN KOMUNIKASI PARTISIPATIF DALAM PENGUATAN KETANGGUHAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA: STUDI KASUS DI KELURAHAN KANGKUNG KOTA BANDAR LAMPUNG M. Fikri Akbar; Wahyu Hidayat; Hafri Yuliani; Della Ayu Lestari; Sandy Allifiansyah
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi partisipatif dalam penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana, dengan studi kasus di Kelurahan Kangkung, Bandar Lampung. Kelurahan Kangkung merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, sehingga diperlukan pendekatan komunikasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi partisipatif, yang melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program mitigasi bencana, berperan penting dalam meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan kesiapsiagaan masyarakat. Bentuk komunikasi yang digunakan meliputi dialog interaktif, pendekatan budaya lokal, serta pemanfaatan media tradisional dan digital. Namun, implementasi komunikasi kebencanaan menghadapi beberapa tantangan, seperti rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur komunikasi, dan faktor budaya yang memengaruhi penerimaan informasi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan, penguatan infrastruktur komunikasi, serta pendekatan komunikasi yang sensitif terhadap budaya lokal. Dengan demikian, komunikasi partisipatif dapat menjadi strategi efektif dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana, tidak hanya di Kelurahan Kangkung tetapi juga di wilayah-wilayah lain yang rentan terhadap bencana.
Strategi Public Relations dalam Membangun Citra Pemerintah: Studi Kasus BAPPEDALITBANG Kabupaten Banyumas Aufa Amalia; Yusuf Heriyanto
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2272

Abstract

Public Relations (PR) memiliki peran krusial dalam lembaga pemerintahan, terutama dalam menentukan kelayakan informasi yang disampaikan kepada publik serta membangun citra positif pemerintahan. PR tidak hanya bertanggung jawab atas transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga berperan dalam memperkuat komunikasi internal dan eksternal. Penelitian ini berfokus pada strategi PR yang diterapkan oleh BAPPEDALITBANG Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode wawancara mendalam dan tselaah literatur. Analisis dilakukan berdasarkan konsep strategi PR yang terdiri dari publications (publikasi dan dokumentasi), events (acara), dan news (pesan/berita), serta menggunakan Teori Citra (Image Theory) oleh Frank Jefkins, yang menekankan pentingnya membangun kesan dan impresi yang sesuai dengan realitas, Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PR yang diterapkan oleh BAPPEDALITBANG telah berjalan dengan baik, terutama dalam meningkatkan transparansi informasi dan keterlibatan masyarakat. Namun, tingkat efektivitas dari setiap strategi bervariasi, dengan beberapa kegiatan yang membutuhkan optimalisasi lebih lanjut agar dampaknya lebih signifikan. Dengan demikian, peran PR dalam lembaga pemerintah tidak hanya berfokus pada penyebaran informasi, tetapi juga pada pembentukan citra yang kredibel dan berkelanjutan, guna meningkatkan hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
ANALISIS GERAKAN PETISI CIVITAS AKADEMIKA DALAM TEORI “SPIRAL OF SILENCE” Arie Purnama; Wawan Hernawan
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2368

Abstract

Tulisan ini membahas gerakan petisi yang dilakukan oleh civitas akademika dari berbagai kampus di Indonesia pada awal tahun 2024, sebagai tanggapan terhadap kondisi politik dan demokrasi yang dianggap memprihatinkan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma kritis, tulisan ini mengkaji fenomena gerakan petisi tersebut dan hubungannya dengan teori Spiral of Silence dalam bidang komunikasi. Gerakan petisi tersebut mencerminkan kekhawatiran serius terhadap kondisi politik dan demokrasi di Indonesia. Selain itu, terdapat kritik terhadap pemerintah dan penyelenggara pemilu, penekanan pada etika dan nilai-nilai demokrasi, serta keprihatinan atas pelanggaran etika. Dalam konteks teori Spiral of Silence, gerakan petisi ini dapat diinterpretasikan sebagai upaya untuk memutus spiral keheningan yang mungkin terjadi dalam masyarakat. civitas akademika secara kolektif menyuarakan keprihatinan mereka, menunjukkan bahwa suara minoritas tetap memiliki kekuatan dan relevansi dalam dinamika demokrasi.
MEDIA SOSIAL SEBAGAI TRANSFORMASI DIGITAL MEDIA RELATION DAN DIGITAL MARKETING UMKM Henny Dewi Laras Ati; Intan Putri; Dendi
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, serta media relation dalam transformasi digital yang dilakukan oleh pelaku UMKM di kawasan Kuliner Sekanak Lambidaro. Media sosial sebagai platform digital yang efektif dalam pemasaran telah memungkinkan UMKM untuk meningkatkan visibilitas, membangun hubungan langsung dengan konsumen, serta memperkuat citra merek mereka. Selain itu, media relation yang efektif melalui interaksi di media sosial juga berperan dalam membangun reputasi dan menjaga hubungan yang baik antara UMKM dan audiens. Melalui pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi, penelitian ini menemukan bahwa pelaku UMKM di daerah tersebut sebagian besar telah memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk, meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan keterampilan digital, waktu, dan sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial yang efektif, yang menggabungkan media relation yang baik, dapat meningkatkan daya saing UMKM, meskipun pelaku UMKM perlu menghadapi tantangan seperti pengelolaan konten yang tidak konsisten dan kurangnya pemahaman tentang algoritma media sosial. Penelitian ini juga memberikan saran agar pelaku UMKM mengikuti pelatihan digital marketing, memanfaatkan alat manajemen media sosial, serta berkolaborasi dengan influencer lokal untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Dengan strategi yang tepat, pelaku UMKM dapat mengoptimalkan potensi pemasaran digital dan media relation melalui media sosial untuk mendukung pertumbuhan bisnis mereka di era digital.
KECERDASAN BUATAN DALAM PRODUKSI KONTEN JURNALISTIK: ANALISIS ETIKA DAN AKURASI KOMUNIKASI BERITA BERBASIS AI Poppy Suryanti; Eko Aziz Apriadi
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam produksi konten jurnalistik, khususnya dengan menyoroti dua aspek utama: etika komunikasi dan akurasi informasi. Latar belakang studi ini didasarkan pada tren meningkatnya adopsi teknologi AI oleh media daring nasional dalam proses pembuatan berita, yang menawarkan efisiensi dan kecepatan namun sekaligus menimbulkan tantangan etis dan substansial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan redaktur, jurnalis, dan pengembang sistem AI, serta melalui observasi terhadap konten berita yang dihasilkan oleh sistem otomatis di beberapa media nasional yang telah mengimplementasikan teknologi ini. Teknik analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola praktik penggunaan AI, standar akurasi yang diterapkan, serta pemahaman etika yang dipegang oleh para pelaku industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun AI mampu menghasilkan berita secara cepat dan konsisten dalam struktur, konten yang dihasilkan sering kali minim konteks, kurang dalam interpretasi, dan tidak sepenuhnya memenuhi prinsip jurnalistik seperti keberimbangan dan tanggung jawab sosial. Selain itu, isu atribusi dan transparansi penggunaan AI masih menjadi persoalan yang belum teratasi secara menyeluruh. Dari sisi etika, tanggung jawab terhadap isi berita yang dihasilkan AI masih belum jelas, baik dari segi kelembagaan maupun individu. Oleh karena itu, diperlukan regulasi, pedoman etika, dan penguatan peran manusia dalam proses editorial sebagai bentuk pengawasan atas kualitas dan integritas komunikasi publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi AI dalam jurnalisme sangat bergantung pada keseimbangan antara kecanggihan teknologi dan komitmen terhadap nilai-nilai dasar komunikasi etis.
STRATEGI PROMOSI PUBLIC RELATIONS DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS MELALUI INSTAGRAM : (STUDI KASUS SMK N 2 SALATIGA) Gabriel Immanuela Felano; Lina Sinatra Wijaya
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2406

Abstract

Media sosial kini menjadi sarana promosi bagi organisasi atau perusahaan. Salah satu platform yang digunakan adalah instagram. Seperti halnya dengan SMK N 2 Salatiga yang menjadikannya sebagai strategi promosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui dan menganalisa mengenai pemanfaatan media sosial (instagram) sebagai strategi promosi public relations dalam membangun brand awareness SMK Negeri 2 Salatiga.  Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori marketing public relations yang berfokus pada push,pull, dan pass strategy. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Pada penelitian ini Uji validitas yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMK N 2 Salatiga menerapkan strategi promosi public relations melalui fitur-fitur Instagram. Pull strategy dilakukan dengan membuat konten feed, reels, instastory, serta berinteraksi lewat kolom komentar. Push strategy dilakukan melalui kolaborasi dengan perusahaan terkait untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Selain itu, mereka juga mengikuti berbagai event dan membuat konten tentang kegiatan tersebut sebagai bentuk pass strategy. Strategi ini berhasil membawa brand awareness SMK N 2 Salatiga ke tingkat brand recognition.
BAHASA SEBAGAI ALAT HEGEMONI: STUDI LITERATUR TENTANG WACANA MEDIA Suhardi; Salamah
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2529

Abstract

Artikel ini merupakan studi literatur yang mengkaji hubungan antara konsep hegemoni media dan ilmu bahasa, khususnya melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis/CDA). Dalam era digital, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk realitas sosial dan ideologi yang mendominasi. Pendekatan CDA memungkinkan pemetaan bagaimana bahasa digunakan sebagai instrumen kekuasaan dalam membingkai wacana publik. Artikel ini bertujuan untuk membangun kerangka konseptual bagi kolaborasi interdisipliner antara kajian media dan linguistik kritis. Temuan dari literatur terdahulu menunjukkan bahwa integrasi antara CDA dan teori hegemoni dapat memperkuat analisis terhadap praktik representasi, dominasi simbolik, dan konsensus ideologis dalam teks media.
PERAN MARKETING KOMUNIKASI PANASONIC DALAM MENYEBARKAN INFORMASI PRODUK DI INSTAGRAM @PANASONIC.EW.ID Anggi Dwi Kusumawardani; Vivien Febri Astuti
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2542

Abstract

Media sosial menjadi sarana komunikasi pemasaran yang penting dalam memperkenalkan produk dan membangun hubungan dengan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran marketing komunikasi Panasonic Gobel Life Solutions Indonesia melalui akun Instagram @panasonic.ew.id dalam menyebarkan informasi produk dengan pendekatan strategi 4P (Product, Price, Place, Promotion). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi produk difokuskan pada edukasi fitur produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Strategi harga disampaikan secara tidak langsung karena keterbatasan regulasi, dengan menekankan pada nilai produk dan promosi diskon. Instagram digunakan sebagai kanal distribusi informasi, sedangkan transaksi diarahkan ke marketplace dan dealer resmi. Promosi dilakukan secara soft selling berdasarkan riset kebutuhan audiens. Evaluasi performa konten dilakukan secara berkala berdasarkan insight instagram, untuk peningkatan efektivitas kampanye. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi strategi 4P yang adaptif dan berbasis konsumen menjadi kunci dalam meningkatkan brand awareness dan engagement di media sosial.

Page 9 of 14 | Total Record : 136