cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 34 Documents clear
PERAN KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA PANTAI WAKA DESA FATKAUYON KECAMATAN SULABESI TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN SULA Fernatubun, Zulfikar; Nurhaeny, Andiah; Ruman, Rifyan
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7963

Abstract

Waka Beach Tourism is managed by the Tourism Office in collaboration with the Basanohi tourism awareness group. There are findings that the lack of socialization and control function of the institution in the waka beach tourism area development program in Fatkauyon Village and the benefits are less felt by the surrounding community and the low quality of local human resources (limited reliable human resources in tourism development) in addition to the lack of institutional roles as facilitators in cooperation and attention from institutions so that there is a lack of maintenance of existing infrastructure, as well as a lack of attention or cooperation with stakeholders. The number of respondents in this study was 35 respondents consisting of 10 people from tourists, 15 people from the Fatkauyon village community and 5 people from government elements both from the tourism office and the village government. This study uses a qualitative descriptive approach and SWOT Analysis, to examine the impact of institutional roles on the development of tourism areas and strategies that institutions must carry out to improve the development of the Waka Beach Tourism Area. The following stakeholders involved in the development of Waka Beach Tourism in Fatkauyon Village, East Sulabesi District, Sula Islands Regency are classified into 5 elements which are included in the Sula Islands Regency Tourism Office, Fatkauyon Village Government, Public Works and Spatial Planning Office, Sula Islands Regency Bappeda, Basanohi Tourism Awareness Group (Pokdarwis). (Diversification Strategy) strategies that can be used Based on the results of SWOT calculations to support the development of Waka Beach Tourism in Fatkauyon Village, East Sulabesi District, Sula Islands Regency. ABSTRAKWisata Pantai Waka dikelola oleh Dinas Pariwisata yang bekerja sama dengan kelompok sadar wisata Basanohi terdapat temuan bahwa kurangnya sosialisasi dan fungsi kontrol dari kelembagaan pada program pengembangan kawasan wisata pantai waka di Desa fatkauyon dan kurang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar dan rendahnya kualitas sumber daya manusia lokal (keterbatasan sumber daya manusia yang handal dalam pengembangan pariwisata) selain itu kurangnya peran kelembagaan sebagai fasilitator dalam kerja sama dan perhatian dari kelembagaan sehingga terdapat kurangnya perawatan terhadap infrastruktur yang telah tersedia, serta kurangnya perhatian atau kerja sama dengan para stakeholders. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 35 responden yang terdiri dari 10 orang dari wisatawan, 5 orang dari kelompok sadar wisata, 15 orang dari unsur masyarakat desa fatkauyon dan 5 orang dari unsur pemerintah baik dari dinas parawisata dan pemerintah desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan Analisis SWOT, untuk mengkaji dampak peran kelembagaan terhadap pengembangan kawasan wisata dan strategi yang harus dilakukan kelembagaan untuk meningkatkan pengembangan Kawasan Wisata Pantai Waka. Berikut stakeholder yang terlibat dalam pengembangan Wisata Pantai Waka Desa Fatkauyon Kecamatan Sulabesi Timur Kabupaten Kepulauan Sula diklasifikasikan menjadi 5 elemen yang tergabung diantaranya Dinas pariwisata Kabupaten Kepulauan Sula, Pemerintah Desa Fatkauyon, Dinas pekerjaaan umum dan penataan ruang, Bappeda Kabupaten Kepulauan Sula, Kelompok sadar wisata (pokdarwis) basanohi. (Disversifikasi Strategi) strategi yang dapat digunakan Berdasarkan hasil perhitungan SWOT agar mendukung pengembangan Wisata Pantai Waka di Desa fatkauyon Kecamatan Sulabesi Timur Kabupaten Kepulauan Sula.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGENDALIAN KEPENDUDUKAN MELALUI PROGRAM PERLINDUNGAN ANAK DAN KELUARGA BERENCANA DI DINAS P3AKB SIDOARJO Ramadhani, Aulia Okta; Azizah, Siti
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7885

Abstract

Population growth remains a critical challenge for Sidoarjo Regency, requiring effective policies that balance population size with available resources. However, gaps persist in program outreach, limited budget, and uneven public awareness, especial ly in rural areas. This study aims to analyze the implementation of population control policies through child protection and family planning programs managed by the Sidoarjo Women’s. Empowerment, Child Protection, and Family Planning Service (P3AKB). Using a qualitative descriptive approach, data were collected Through in-depth interviews, field observations, and documentation analysis with officials, extension workers, and community members. The findings show that the program has successfully raised public awareness about family planning and child protection, contributing to lower birth rates and improved maternal and child health. Nevertheless, challenges remain, including cultural resistance, shortage of extension workers, and unequal service access. This study fills the research gap by contextualizing Edwards III’s implementation model within Indonesia’s decentralized population governance framework, providing theoretical insights into how local administrative structures influence policy execution.The research contributes to understanding the dynamics of local policy implementation and offers recommendations to strengthen cross-sector collaboration, improve human resources, and expand service coverage to ensure more inclusive and sustainable population control efforts. ABSTRAK Pertumbuhan populasi tetap menjadi tantangan kritis bagi Kabupaten Sidoarjo, memerlukan kebijakan efektif yang menyeimbangkan ukuran populasi dengan sumber daya yang tersedia. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam jangkauan program, anggaran terbatas, dan kesadaran publik yang tidak merata, terutama di daerah pedesaan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengendalian populasi melalui perlindungan anak dan program perencanaan keluarga yang dikelola oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi  lapangan, dan analisis dokumentasi dengan pejabat, petugas penyuluh, dan anggota masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa program ini telah berhasil meningkatkan kesadaran publik tentang perencanaan keluarga dan perlindungan anak, berkontribusi pada penurunan angka kelahiran dan peningkatan kesehatan ibu dan anak. Namun, tantangan masih ada, termasuk resistensi budaya, kekurangan petugas penyuluh, dan akses layanan yang tidak merata. Studi ini mengisi kesenjangan penelitian dengan mengontekstualisasikan model implementasi Edwards III dalam kerangka pemerintahan populasi terdesentralisasi di Indonesia, memberikan wawasan teoretis tentang bagaimana struktur administratif lokal mempengaruhi pelaksanaan kebijakan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika implementasi kebijakan lokal dan menawarkan rekomendasi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan sumber daya manusia, dan memperluas cakupan layanan untuk memastikan upaya pengendalian populasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan
ANALISIS KESEIMBANGAN LINI PRODUKSI TEKSTIL MENGGUNAKAN METODE RANKED POSITIONAL WEIGHT (RPW) Suryanto, Ade
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.8341

Abstract

As a manufacturing sector, the textile industry often faces challenges with production line imbalance, leading to bottlenecks, idle time, and reduced output. This study focuses on analyzing the production line balance for grey fabric at PT ABC by applying the Ranked Positional Weight (RPW) method, assisted by POM-QM for Windows software, to improve production efficiency. The research methodology is quantitative descriptive, with stages including identifying work elements and their process times, constructing a precedence diagram, calculating the positional weight for each element, and grouping elements into workstations based on a cycle time of 80.628 minutes. The analysis results show that the application of the RPW method reduced the number of workstations from six to four and significantly increased line efficiency from 47.85% to 71.77%. Furthermore, the balance delay decreased from 52.15% to 28.23%, and idle time was reduced from 252.31 to 91.05 minutes. The main conclusion is that the RPW method is effective in optimizing the allocation of work elements, minimizing bottlenecks, and increasing overall productivity in the textile production line. ABSTRAK Industri tekstil sebagai sektor manufaktur sering menghadapi masalah ketidakseimbangan lini produksi yang menyebabkan bottleneck, waktu menganggur (idle time), dan penurunan output. Penelitian ini berfokus pada menganalisis keseimbangan lini produksi kain grey di PT ABC dengan menerapkan metode Ranked Positional Weight (RPW) yang dibantu oleh software POM-QM for Windows untuk meningkatkan efisiensi produksi. Metodologi penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan tahapan dimulai dari identifikasi elemen kerja dan waktu prosesnya, penyusunan diagram presedensi, perhitungan bobot posisi setiap elemen, hingga pengelompokan elemen ke dalam stasiun kerja berdasarkan waktu siklus (cycle time) sebesar 80,628 menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode RPW mampu mereduksi jumlah stasiun kerja dari enam menjadi empat, serta meningkatkan efisiensi lini secara signifikan dari 47,85% menjadi 71,77%. Selain itu, balance delay berkurang dari 52,15% menjadi 28,23%, dan idle time turun dari 252,31 menjadi 91,05 menit. Simpulan utama penelitian adalah metode RPW terbukti efektif dalam mengoptimalkan alokasi elemen kerja, meminimalkan bottleneck, dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan pada lini produksi tekstil.
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH PEDESAAN BERDASARKAN POTENSI PEMUSATAN EKONOMI (Studi Terhadap Data Podes 2024) Kambayang, Sulistiawati R.; Canon, Syarwani; Payu, Boby Rantow
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.8612

Abstract

This study aims to analyze the potential for rural regional development in Gorontalo Province based on the level of economic activity concentration using Village Potential (Podes) data for 2024. The analysis focuses on identifying the distribution of village-level economic concentration and examining the relationships between various village potentials, including transportation access, telecommunications, leading products, institutional capacity, access to financing, economic facilities, inter-village cooperation, governance quality, and coastal characteristics. The research employs a quantitative approach using descriptive statistical analysis and cross-tabulation supported by Chi-Square testing. The results from 732 villages reveal that the majority of villages (97.1%) remain in the low economic activity concentration category. The Chi-Square tests indicate no statistically significant relationship between the examined village potential variables and the level of economic activity concentration. These findings suggest that the availability of infrastructure and physical village potentials alone does not automatically lead to the agglomeration of economic activities. Therefore, rural economic development requires a more integrated approach through strengthening institutional capacity, improving human resource quality, enhancing market integration, and optimizing the management of local potentials so that villages can evolve into sustainable centers of economic growth. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis potensi pengembangan wilayah pedesaan di Provinsi Gorontalo berdasarkan tingkat konsentrasi kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan data Potensi Desa (Podes) tahun 2024. Fokus kajian diarahkan pada identifikasi distribusi konsentrasi aktivitas ekonomi desa serta pengujian hubungan antara berbagai potensi desa, meliputi akses transportasi, telekomunikasi, produk unggulan, kelembagaan, akses pembiayaan, fasilitas ekonomi, kerja sama antar desa, kualitas pemerintahan, dan karakteristik wilayah pesisir. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dan tabulasi silang yang dilengkapi uji Chi-Square. Hasil analisis terhadap 732 desa menunjukkan bahwa mayoritas desa (97,1%) masih berada pada kategori konsentrasi kegiatan ekonomi rendah. Uji Chi-Square mengindikasikan tidak adanya hubungan yang signifikan antara seluruh variabel potensi desa dengan tingkat konsentrasi kegiatan ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa ketersediaan infrastruktur dan potensi fisik desa belum secara otomatis mendorong pemusatan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi pedesaan memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi melalui penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, integrasi pasar, serta optimalisasi pengelolaan potensi lokal agar desa mampu berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
ANALISIS KESESUAIAN JENIS PENGELASAN DENGAN KUAT ARUS LISTRIK TERHADAP KEKUATAN MATERIAL Darwis, Muh
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.8695

Abstract

The welding process plays a strategic role in supporting advances in engineering and construction technology, as it determines the quality and reliability of material joints. This study aims to analyze the suitability of Metal Inert Gas (MIG/MIC) and Shielded Metal Arc Welding (SMAW) processes with variations in welding current on the tensile strength of low carbon steel ST 37. The research employed a laboratory experimental method by preparing V-groove specimens, followed by MIG and SMAW welding at current levels of 80 A and 120 A. All specimens were subsequently subjected to tensile testing in accordance with the ASTM E8 standard. The test results indicate that in MIG welding, increasing the current from 80 A to 120 A improved the tensile strength from 146.3 N/mm² to 168.5 N/mm². In contrast, SMAW welding achieved the highest tensile strength at 80 A, reaching 373.3 N/mm², while increasing the current to 120 A slightly reduced the tensile strength to 371.7 N/mm². Visual observations after tensile testing revealed that fracture generally occurred in the base metal or the heat-affected zone (HAZ), rather than in the weld metal, indicating that the weld joints were properly formed. These findings demonstrate that each welding method has a distinct optimum current range and cannot be uniformly applied. Therefore, selecting an appropriate welding process and current level is a critical factor in achieving optimal mechanical performance of welded joints. ABSTRAKProses pengelasan memiliki peran strategis dalam menunjang kemajuan teknologi rekayasa dan konstruksi karena menentukan kualitas dan keandalan sambungan material. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian jenis pengelasan Metal Inert Gas (MIG/MIC) dan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan variasi kuat arus listrik terhadap kekuatan tarik baja karbon rendah ST 37. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan menyiapkan spesimen berkampuh V, kemudian dilakukan pengelasan MIG dan SMAW pada variasi arus 80 A dan 120 A. Seluruh spesimen selanjutnya diuji menggunakan uji tarik mengacu pada standar ASTM E8. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada pengelasan MIG, peningkatan arus dari 80 A ke 120 A meningkatkan kekuatan tarik dari 146,3 N/mm² menjadi 168,5 N/mm². Sebaliknya, pada pengelasan SMAW, arus 80 A menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 373,3 N/mm², sedangkan peningkatan arus menjadi 120 A justru menurunkan kekuatan tarik menjadi 371,7 N/mm². Hasil pengamatan visual setelah uji tarik menunjukkan bahwa kegagalan spesimen umumnya terjadi pada daerah logam dasar atau heat affected zone (HAZ), bukan pada logam las, yang mengindikasikan bahwa sambungan las terbentuk dengan baik. Temuan ini menunjukkan bahwa setiap metode pengelasan memiliki rentang arus optimum yang berbeda dan tidak dapat disamaratakan. Oleh karena itu, pemilihan jenis pengelasan dan kuat arus yang tepat menjadi faktor kunci dalam memperoleh kekuatan mekanik sambungan las yang optimal.
LATIHAN OPEN PASSING SLALOM COURSE MENINGKATKAN SHORT PASS PEMAIN BRILIANT FC BAYAN Melela, R. Yoendy Pranata Demung; Soemardiawan, Soemardiawan; Nurdin, Nurdin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10972

Abstract

ABSTRACT This study aimed to analyze the effect of open passing training based on a slalom course on the short pass skills of Club Briliant FC Bayan players aged 8–14 years. The study was motivated by the players’ low passing ability, which was indicated by inaccurate passes, poor ball control, and limited variation in technical training during the coaching process. The research employed a quantitative approach using a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 players selected through purposive sampling. The research instrument used a passing and stopping ball test conducted for 30 seconds to measure the players’ short pass skills before and after the treatment. The training program was conducted for six weeks with a frequency of three sessions per week through open passing activities combined with a slalom course pattern implemented gradually and progressively. The data were analyzed using a t-test at a 5% significance level. The results showed an improvement in short pass skills after the players participated in the training program, as indicated by higher posttest scores compared to the pretest scores. Statistical analysis also revealed that open passing (slalom course) training had a significant effect on the players’ short pass skills. This training model can be used as a variation of soccer technical training to improve movement coordination, passing accuracy, and player engagement in youth training sessions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan open passing berbasis slalom course terhadap keterampilan short pass pemain Club Briliant FC Bayan usia 8–14 tahun. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan passing pemain yang terlihat dari ketidaktepatan arah umpan, kontrol bola yang kurang baik, serta rendahnya variasi latihan teknik selama proses pembinaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes passing dan stopping bola selama 30 detik untuk mengukur keterampilan short pass pemain sebelum dan sesudah perlakuan. Program latihan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali latihan setiap minggu melalui aktivitas open passing yang dipadukan dengan pola slalom course secara bertahap dan progresif. Data penelitian dianalisis menggunakan uji t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan short pass setelah pemain mengikuti program latihan yang ditandai dengan peningkatan skor posttest dibandingkan pretest. Hasil analisis statistik juga menunjukkan bahwa latihan open passing (slalom course) memberikan pengaruh signifikan terhadap keterampilan short pass pemain. Latihan ini dapat digunakan sebagai variasi latihan teknik sepak bola untuk membantu meningkatkan koordinasi gerak, ketepatan umpan, dan keterlibatan pemain usia dini dalam proses latihan.
DRILL DUMBBELL DAN RESISTANCE BAND MENINGKATKAN KECEPATAN PUKULAN MUAY THAI Muliamin, Restu; Syarifoeddin, Elya Wibawa; Permadi, Andi Gilang
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10974

Abstract

ABSTRACT Punch speed is an important component in Muay Thai because it is closely related to attack effectiveness, scoring opportunities, and the ability to pressure opponents during matches. This study aimed to analyze the effect of punch drill training using 1 kg dumbbells and resistance bands on improving punching speed among Raja Muay Thai Mataram athletes in 2023. The study employed an experimental method with a two-group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 active athletes who were divided into two groups using the ordinal pairing technique based on the pretest results. The first group received jab punch training using 1 kg dumbbells, while the second group used resistance bands. The training program was conducted for six weeks with a frequency of three sessions per week. Data were collected using a 30-second jab punch speed test and analyzed using a t-test at a 5% significance level. The results showed that both forms of training had a significant effect on improving the athletes’ punching speed. Training using dumbbells produced a slightly higher average improvement compared to resistance bands. The findings indicate that both training methods can be used as effective, practical, and specific alternatives for improving jab punch performance in Muay Thai athletes. ABSTRAK Kecepatan pukulan merupakan salah satu komponen penting dalam olahraga Muay Thai karena berhubungan dengan efektivitas serangan, peluang memperoleh poin, dan kemampuan menekan lawan selama pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan drill pukulan menggunakan dumbbell 1 kg dan resistance band terhadap peningkatan kecepatan memukul atlet Raja Muay Thai Mataram tahun 2023. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain two group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri atas 20 atlet aktif yang dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing berdasarkan hasil pretest. Kelompok pertama diberikan latihan pukulan jab menggunakan dumbbell 1 kg, sedangkan kelompok kedua menggunakan resistance band. Program latihan dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Pengukuran dilakukan menggunakan tes kecepatan pukulan jab selama 30 detik dan data dianalisis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bentuk latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kecepatan memukul atlet. Latihan menggunakan dumbbell menghasilkan peningkatan rata-rata yang sedikit lebih tinggi dibandingkan resistance band. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan dapat digunakan sebagai alternatif latihan yang efektif, praktis, dan spesifik untuk meningkatkan performa pukulan jab pada atlet Muay Thai.
THROW-IN PASS SCORE DAN PASSING GO MENINGKATKAN PASSING STOPPING PEMAIN SEPAKBOLA KLUB PSKT Dessitaba, Rian Andi; Yusuf, P. Muhammad; Hulfian, Lalu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10975

Abstract

ABSTRACT The ability of passing and stopping is one of the fundamental skills that plays an important role in maintaining ball possession and supporting the effectiveness of soccer performance. Based on observations of PSKT Sumbawa Barat players in 2023, players still made errors in passing and ball control, causing the flow of the game to become less effective. This study aimed to determine the effect of throw-in pass and score and passing go training on the passing stopping ability of PSKT Sumbawa Barat players in 2023. The study employed a quantitative approach using an experimental method with a two group pretest-posttest design. The sample consisted of 22 players selected through a purposive sampling technique and divided into two treatment groups. The first group received throw-in pass and score training, while the second group received passing go training. The training program was conducted for six weeks with a frequency of three sessions per week. Data were collected using a 30-second passing stopping test, while data analysis was performed using a t-test at a 5% significance level. The results showed that both forms of training had a significant effect on improving the players’ passing stopping ability. Game-based and movement-oriented training proved effective in improving passing quality, ball control, movement coordination, and decision-making skills during game situations. ABSTRAK Kemampuan passing stopping merupakan salah satu keterampilan dasar yang berperan penting dalam menjaga penguasaan bola dan mendukung efektivitas permainan sepak bola. Berdasarkan hasil pengamatan pada pemain PSKT Sumbawa Barat tahun 2023, masih ditemukan kesalahan dalam melakukan passing dan mengontrol bola sehingga alur permainan kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan throw-in pass and score dan passing go terhadap kemampuan passing stopping pemain PSKT Sumbawa Barat tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain two group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 22 pemain yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Kelompok pertama diberikan latihan throw-in pass and score, sedangkan kelompok kedua diberikan latihan passing go. Program latihan dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Pengumpulan data menggunakan tes passing stopping selama 30 detik, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bentuk latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan passing stopping pemain. Latihan berbasis permainan dan pergerakan terbukti membantu pemain meningkatkan kualitas passing, kontrol bola, koordinasi gerak, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi permainan.
SHORTPASS BERPASANGAN DAN TARGET GAWANG KECIL MENINGKATKAN PASSING STOPPING Hadiansah, Riko; Syah, Herman; Hulfian, Lalu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10976

Abstract

ABSTRACT Passing-stopping ability is one of the fundamental skills that plays an important role in maintaining ball possession and building attacks in football games. This study was motivated by the low passing-stopping ability of players from Persada Football Club, Mantang Batukilang Village, as indicated by inaccurate passing direction, weak ball control, and frequent loss of possession during play. This study aimed to analyze the effect of paired shortpass training and shortpass training with a small-goal target on improving players’ passing-stopping ability. The study employed a quasi-experimental method using a two group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 players who were divided into two groups using the ordinal pairing technique. The first group received paired shortpass training, while the second group received shortpass training with a small-goal target for 12 training sessions. The research instrument used was a 30-second passing-stopping test, while data analysis was conducted using a t-test at a 5% significance level. The results showed that both forms of training had a significant effect on improving players’ passing-stopping ability. Paired shortpass training helped improve movement coordination and ball control, whereas shortpass training with a small-goal target was more effective in improving passing accuracy. These findings indicate that simple variations of technical training can be used as effective and practical alternative training programs in local football club development.   ABSTRAK Kemampuan passing-stopping merupakan salah satu keterampilan dasar yang berperan penting dalam menjaga penguasaan bola dan membangun serangan dalam permainan sepak bola. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan passing-stopping pemain sepak bola Klub Persada Desa Mantang Batukilang yang ditunjukkan melalui kurang tepatnya arah umpan, lemahnya kontrol bola, dan sering terjadinya kehilangan bola saat bermain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan shortpass berpasangan dan shortpass dengan target gawang kecil terhadap peningkatan kemampuan passing-stopping pemain. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain two group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain yang dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing. Kelompok pertama memperoleh latihan shortpass berpasangan, sedangkan kelompok kedua memperoleh latihan shortpass dengan target gawang kecil selama 12 kali pertemuan. Instrumen penelitian menggunakan tes passing-stopping selama 30 detik, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bentuk latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan passing-stopping pemain. Latihan shortpass berpasangan membantu meningkatkan koordinasi gerak dan kontrol bola, sedangkan latihan shortpass dengan target gawang kecil lebih efektif dalam meningkatkan akurasi umpan. Temuan ini menunjukkan bahwa variasi latihan teknik sederhana dapat digunakan sebagai alternatif program latihan yang efektif dan mudah diterapkan pada pembinaan sepak bola tingkat klub lokal.
PERAN ATHLETICS SPRINT ACADEMY DALAM PEMBINAAN SPRINTER NTB Zaili, Rio; Yusuf, Rusdiana; Supriyatnak, Kokom
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10977

Abstract

ABSTRACT Sprint athlete development in regional areas requires a well-planned training system, support from competent coaches, and sustainable organizational management to produce high-achieving athletes. This study aimed to describe the role of the Athletics Sprint Academy (ASA) Club in developing sprinter athletes to improve sports achievement in West Nusa Tenggara Province in 2025. The study employed a descriptive qualitative approach using the Context, Input, Process, Product (CIPP) evaluation model. The research subjects consisted of club administrators, coaches, and outstanding athletes of ASA Club. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings showed that ASA has a clear development orientation as a regional sprinter training center. In the input aspect, the club is supported by coaches holding World Athletics Level 1 and 2 licenses, although it still faces limitations in training facilities and funding. In the process aspect, athlete development is carried out through structured training programs based on individualization, overload, specificity, periodization, physical monitoring, and mental support. In the product aspect, ASA athletes achieved accomplishments at regional and national levels during 2022–2024. The findings indicate that a community-based sports club can serve as an effective sprint development model when supported by strong organizational management, scientific training programs, and a sustainable development environment. ABSTRAK Pembinaan atlet sprint di daerah memerlukan sistem latihan yang terencana, dukungan pelatih kompeten, serta pengelolaan organisasi yang berkelanjutan agar mampu menghasilkan atlet berprestasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Klub Athletics Sprint Academy (ASA) dalam pembinaan atlet sprinter untuk meningkatkan prestasi olahraga di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP). Subjek penelitian terdiri atas pengurus, pelatih, dan atlet berprestasi Klub ASA. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASA memiliki arah pembinaan yang jelas sebagai wadah pengembangan sprinter daerah. Pada aspek input, klub didukung pelatih berlisensi World Athletics Level 1 dan 2, meskipun masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan dan pendanaan. Pada aspek process, pembinaan dilaksanakan melalui program latihan terstruktur berbasis individualisasi, overload, spesifikasi, periodisasi, pemantauan fisik, dan dukungan mental atlet. Pada aspek product, atlet ASA berhasil meraih prestasi pada tingkat daerah dan nasional selama 2022–2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa klub berbasis komunitas dapat menjadi model pembinaan sprint yang efektif apabila didukung manajemen organisasi, program latihan ilmiah, dan lingkungan pembinaan yang berkelanjutan.

Page 3 of 4 | Total Record : 34