cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 25 Documents clear
PERAN KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA PANTAI WAKA DESA FATKAUYON KECAMATAN SULABESI TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN SULA Fernatubun, Zulfikar; Nurhaeny, Andiah; Ruman, Rifyan
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7963

Abstract

Waka Beach Tourism is managed by the Tourism Office in collaboration with the Basanohi tourism awareness group. There are findings that the lack of socialization and control function of the institution in the waka beach tourism area development program in Fatkauyon Village and the benefits are less felt by the surrounding community and the low quality of local human resources (limited reliable human resources in tourism development) in addition to the lack of institutional roles as facilitators in cooperation and attention from institutions so that there is a lack of maintenance of existing infrastructure, as well as a lack of attention or cooperation with stakeholders. The number of respondents in this study was 35 respondents consisting of 10 people from tourists, 15 people from the Fatkauyon village community and 5 people from government elements both from the tourism office and the village government. This study uses a qualitative descriptive approach and SWOT Analysis, to examine the impact of institutional roles on the development of tourism areas and strategies that institutions must carry out to improve the development of the Waka Beach Tourism Area. The following stakeholders involved in the development of Waka Beach Tourism in Fatkauyon Village, East Sulabesi District, Sula Islands Regency are classified into 5 elements which are included in the Sula Islands Regency Tourism Office, Fatkauyon Village Government, Public Works and Spatial Planning Office, Sula Islands Regency Bappeda, Basanohi Tourism Awareness Group (Pokdarwis). (Diversification Strategy) strategies that can be used Based on the results of SWOT calculations to support the development of Waka Beach Tourism in Fatkauyon Village, East Sulabesi District, Sula Islands Regency. ABSTRAKWisata Pantai Waka dikelola oleh Dinas Pariwisata yang bekerja sama dengan kelompok sadar wisata Basanohi terdapat temuan bahwa kurangnya sosialisasi dan fungsi kontrol dari kelembagaan pada program pengembangan kawasan wisata pantai waka di Desa fatkauyon dan kurang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar dan rendahnya kualitas sumber daya manusia lokal (keterbatasan sumber daya manusia yang handal dalam pengembangan pariwisata) selain itu kurangnya peran kelembagaan sebagai fasilitator dalam kerja sama dan perhatian dari kelembagaan sehingga terdapat kurangnya perawatan terhadap infrastruktur yang telah tersedia, serta kurangnya perhatian atau kerja sama dengan para stakeholders. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 35 responden yang terdiri dari 10 orang dari wisatawan, 5 orang dari kelompok sadar wisata, 15 orang dari unsur masyarakat desa fatkauyon dan 5 orang dari unsur pemerintah baik dari dinas parawisata dan pemerintah desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan Analisis SWOT, untuk mengkaji dampak peran kelembagaan terhadap pengembangan kawasan wisata dan strategi yang harus dilakukan kelembagaan untuk meningkatkan pengembangan Kawasan Wisata Pantai Waka. Berikut stakeholder yang terlibat dalam pengembangan Wisata Pantai Waka Desa Fatkauyon Kecamatan Sulabesi Timur Kabupaten Kepulauan Sula diklasifikasikan menjadi 5 elemen yang tergabung diantaranya Dinas pariwisata Kabupaten Kepulauan Sula, Pemerintah Desa Fatkauyon, Dinas pekerjaaan umum dan penataan ruang, Bappeda Kabupaten Kepulauan Sula, Kelompok sadar wisata (pokdarwis) basanohi. (Disversifikasi Strategi) strategi yang dapat digunakan Berdasarkan hasil perhitungan SWOT agar mendukung pengembangan Wisata Pantai Waka di Desa fatkauyon Kecamatan Sulabesi Timur Kabupaten Kepulauan Sula.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGENDALIAN KEPENDUDUKAN MELALUI PROGRAM PERLINDUNGAN ANAK DAN KELUARGA BERENCANA DI DINAS P3AKB SIDOARJO Ramadhani, Aulia Okta; Azizah, Siti
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7885

Abstract

Population growth remains a critical challenge for Sidoarjo Regency, requiring effective policies that balance population size with available resources. However, gaps persist in program outreach, limited budget, and uneven public awareness, especial ly in rural areas. This study aims to analyze the implementation of population control policies through child protection and family planning programs managed by the Sidoarjo Women’s. Empowerment, Child Protection, and Family Planning Service (P3AKB). Using a qualitative descriptive approach, data were collected Through in-depth interviews, field observations, and documentation analysis with officials, extension workers, and community members. The findings show that the program has successfully raised public awareness about family planning and child protection, contributing to lower birth rates and improved maternal and child health. Nevertheless, challenges remain, including cultural resistance, shortage of extension workers, and unequal service access. This study fills the research gap by contextualizing Edwards III’s implementation model within Indonesia’s decentralized population governance framework, providing theoretical insights into how local administrative structures influence policy execution.The research contributes to understanding the dynamics of local policy implementation and offers recommendations to strengthen cross-sector collaboration, improve human resources, and expand service coverage to ensure more inclusive and sustainable population control efforts. ABSTRAK Pertumbuhan populasi tetap menjadi tantangan kritis bagi Kabupaten Sidoarjo, memerlukan kebijakan efektif yang menyeimbangkan ukuran populasi dengan sumber daya yang tersedia. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam jangkauan program, anggaran terbatas, dan kesadaran publik yang tidak merata, terutama di daerah pedesaan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengendalian populasi melalui perlindungan anak dan program perencanaan keluarga yang dikelola oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi  lapangan, dan analisis dokumentasi dengan pejabat, petugas penyuluh, dan anggota masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa program ini telah berhasil meningkatkan kesadaran publik tentang perencanaan keluarga dan perlindungan anak, berkontribusi pada penurunan angka kelahiran dan peningkatan kesehatan ibu dan anak. Namun, tantangan masih ada, termasuk resistensi budaya, kekurangan petugas penyuluh, dan akses layanan yang tidak merata. Studi ini mengisi kesenjangan penelitian dengan mengontekstualisasikan model implementasi Edwards III dalam kerangka pemerintahan populasi terdesentralisasi di Indonesia, memberikan wawasan teoretis tentang bagaimana struktur administratif lokal mempengaruhi pelaksanaan kebijakan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika implementasi kebijakan lokal dan menawarkan rekomendasi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan sumber daya manusia, dan memperluas cakupan layanan untuk memastikan upaya pengendalian populasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan
ANALISIS KESEIMBANGAN LINI PRODUKSI TEKSTIL MENGGUNAKAN METODE RANKED POSITIONAL WEIGHT (RPW) Suryanto, Ade
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.8341

Abstract

As a manufacturing sector, the textile industry often faces challenges with production line imbalance, leading to bottlenecks, idle time, and reduced output. This study focuses on analyzing the production line balance for grey fabric at PT ABC by applying the Ranked Positional Weight (RPW) method, assisted by POM-QM for Windows software, to improve production efficiency. The research methodology is quantitative descriptive, with stages including identifying work elements and their process times, constructing a precedence diagram, calculating the positional weight for each element, and grouping elements into workstations based on a cycle time of 80.628 minutes. The analysis results show that the application of the RPW method reduced the number of workstations from six to four and significantly increased line efficiency from 47.85% to 71.77%. Furthermore, the balance delay decreased from 52.15% to 28.23%, and idle time was reduced from 252.31 to 91.05 minutes. The main conclusion is that the RPW method is effective in optimizing the allocation of work elements, minimizing bottlenecks, and increasing overall productivity in the textile production line. ABSTRAK Industri tekstil sebagai sektor manufaktur sering menghadapi masalah ketidakseimbangan lini produksi yang menyebabkan bottleneck, waktu menganggur (idle time), dan penurunan output. Penelitian ini berfokus pada menganalisis keseimbangan lini produksi kain grey di PT ABC dengan menerapkan metode Ranked Positional Weight (RPW) yang dibantu oleh software POM-QM for Windows untuk meningkatkan efisiensi produksi. Metodologi penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan tahapan dimulai dari identifikasi elemen kerja dan waktu prosesnya, penyusunan diagram presedensi, perhitungan bobot posisi setiap elemen, hingga pengelompokan elemen ke dalam stasiun kerja berdasarkan waktu siklus (cycle time) sebesar 80,628 menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode RPW mampu mereduksi jumlah stasiun kerja dari enam menjadi empat, serta meningkatkan efisiensi lini secara signifikan dari 47,85% menjadi 71,77%. Selain itu, balance delay berkurang dari 52,15% menjadi 28,23%, dan idle time turun dari 252,31 menjadi 91,05 menit. Simpulan utama penelitian adalah metode RPW terbukti efektif dalam mengoptimalkan alokasi elemen kerja, meminimalkan bottleneck, dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan pada lini produksi tekstil.
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH PEDESAAN BERDASARKAN POTENSI PEMUSATAN EKONOMI (Studi Terhadap Data Podes 2024) Kambayang, Sulistiawati R.; Canon, Syarwani; Payu, Boby Rantow
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.8612

Abstract

This study aims to analyze the potential for rural regional development in Gorontalo Province based on the level of economic activity concentration using Village Potential (Podes) data for 2024. The analysis focuses on identifying the distribution of village-level economic concentration and examining the relationships between various village potentials, including transportation access, telecommunications, leading products, institutional capacity, access to financing, economic facilities, inter-village cooperation, governance quality, and coastal characteristics. The research employs a quantitative approach using descriptive statistical analysis and cross-tabulation supported by Chi-Square testing. The results from 732 villages reveal that the majority of villages (97.1%) remain in the low economic activity concentration category. The Chi-Square tests indicate no statistically significant relationship between the examined village potential variables and the level of economic activity concentration. These findings suggest that the availability of infrastructure and physical village potentials alone does not automatically lead to the agglomeration of economic activities. Therefore, rural economic development requires a more integrated approach through strengthening institutional capacity, improving human resource quality, enhancing market integration, and optimizing the management of local potentials so that villages can evolve into sustainable centers of economic growth. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis potensi pengembangan wilayah pedesaan di Provinsi Gorontalo berdasarkan tingkat konsentrasi kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan data Potensi Desa (Podes) tahun 2024. Fokus kajian diarahkan pada identifikasi distribusi konsentrasi aktivitas ekonomi desa serta pengujian hubungan antara berbagai potensi desa, meliputi akses transportasi, telekomunikasi, produk unggulan, kelembagaan, akses pembiayaan, fasilitas ekonomi, kerja sama antar desa, kualitas pemerintahan, dan karakteristik wilayah pesisir. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dan tabulasi silang yang dilengkapi uji Chi-Square. Hasil analisis terhadap 732 desa menunjukkan bahwa mayoritas desa (97,1%) masih berada pada kategori konsentrasi kegiatan ekonomi rendah. Uji Chi-Square mengindikasikan tidak adanya hubungan yang signifikan antara seluruh variabel potensi desa dengan tingkat konsentrasi kegiatan ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa ketersediaan infrastruktur dan potensi fisik desa belum secara otomatis mendorong pemusatan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi pedesaan memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi melalui penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, integrasi pasar, serta optimalisasi pengelolaan potensi lokal agar desa mampu berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
ANALISIS KESESUAIAN JENIS PENGELASAN DENGAN KUAT ARUS LISTRIK TERHADAP KEKUATAN MATERIAL Darwis, Muh
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.8695

Abstract

The welding process plays a strategic role in supporting advances in engineering and construction technology, as it determines the quality and reliability of material joints. This study aims to analyze the suitability of Metal Inert Gas (MIG/MIC) and Shielded Metal Arc Welding (SMAW) processes with variations in welding current on the tensile strength of low carbon steel ST 37. The research employed a laboratory experimental method by preparing V-groove specimens, followed by MIG and SMAW welding at current levels of 80 A and 120 A. All specimens were subsequently subjected to tensile testing in accordance with the ASTM E8 standard. The test results indicate that in MIG welding, increasing the current from 80 A to 120 A improved the tensile strength from 146.3 N/mm² to 168.5 N/mm². In contrast, SMAW welding achieved the highest tensile strength at 80 A, reaching 373.3 N/mm², while increasing the current to 120 A slightly reduced the tensile strength to 371.7 N/mm². Visual observations after tensile testing revealed that fracture generally occurred in the base metal or the heat-affected zone (HAZ), rather than in the weld metal, indicating that the weld joints were properly formed. These findings demonstrate that each welding method has a distinct optimum current range and cannot be uniformly applied. Therefore, selecting an appropriate welding process and current level is a critical factor in achieving optimal mechanical performance of welded joints. ABSTRAKProses pengelasan memiliki peran strategis dalam menunjang kemajuan teknologi rekayasa dan konstruksi karena menentukan kualitas dan keandalan sambungan material. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian jenis pengelasan Metal Inert Gas (MIG/MIC) dan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan variasi kuat arus listrik terhadap kekuatan tarik baja karbon rendah ST 37. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan menyiapkan spesimen berkampuh V, kemudian dilakukan pengelasan MIG dan SMAW pada variasi arus 80 A dan 120 A. Seluruh spesimen selanjutnya diuji menggunakan uji tarik mengacu pada standar ASTM E8. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada pengelasan MIG, peningkatan arus dari 80 A ke 120 A meningkatkan kekuatan tarik dari 146,3 N/mm² menjadi 168,5 N/mm². Sebaliknya, pada pengelasan SMAW, arus 80 A menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 373,3 N/mm², sedangkan peningkatan arus menjadi 120 A justru menurunkan kekuatan tarik menjadi 371,7 N/mm². Hasil pengamatan visual setelah uji tarik menunjukkan bahwa kegagalan spesimen umumnya terjadi pada daerah logam dasar atau heat affected zone (HAZ), bukan pada logam las, yang mengindikasikan bahwa sambungan las terbentuk dengan baik. Temuan ini menunjukkan bahwa setiap metode pengelasan memiliki rentang arus optimum yang berbeda dan tidak dapat disamaratakan. Oleh karena itu, pemilihan jenis pengelasan dan kuat arus yang tepat menjadi faktor kunci dalam memperoleh kekuatan mekanik sambungan las yang optimal.

Page 3 of 3 | Total Record : 25