cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 259 Documents
STRATEGI KERJASAMA SATUAN TUGAS MARINIR PASMAR 1 DAN KODIM 0601/PANDEGLANG DALAM PENGAMANAN PULAU DELI DI BANTEN Darmawan, Budi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6804

Abstract

Outermost islands play a strategic role as the frontiers of national sovereignty, making their security a crucial responsibility of state security apparatus. Although the government has established policies for managing and safeguarding these islands, implementation in the field still faces various challenges. Deli Island, located in Banten Province, is one of the outermost islands with both strategic value and vulnerability to security threats, including smuggling, illegal activities, and the potential movement of radical groups. Therefore, effective cooperation between the Indonesian Navy (TNI AL) and the Indonesian Army (TNI AD) is essential to ensure stability and territorial security. This study aims to analyze the cooperation strategies undertaken by the Marine Task Force (Satgasmar) Pasmar 1 of the Navy and Kodim 0601/Pandeglang of the Army in securing Deli Island, as well as to provide recommendations for improving the effectiveness of this collaboration. The research applied a qualitative descriptive approach through in-depth interviews and field observations. The findings reveal that operational coordination and communication between the two units remain suboptimal, while differences in role perception hinder the effectiveness of joint tasks. This study recommends strengthening communication, refining coordination mechanisms, and conducting joint training to build mutual understanding and synergy. The novelty of this research lies in the proposed integrated cooperation strategy model that not only enhances the security of Deli Island but also contributes to the broader goal of national security and sovereignty in border regions. ABSTRAKPulau terluar memiliki fungsi strategis sebagai batas kedaulatan negara sehingga pengamanannya menjadi tanggung jawab penting bagi aparat keamanan. Pemerintah telah menetapkan kebijakan pengelolaan dan pengamanan pulau-pulau terluar, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala. Pulau Deli di Provinsi Banten merupakan salah satu pulau terluar yang memiliki posisi strategis sekaligus rawan terhadap ancaman keamanan, baik berupa penyelundupan, aktivitas ilegal, hingga potensi pergerakan kelompok radikal. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama yang sinergis antara TNI AL dan TNI AD untuk memastikan stabilitas dan keamanan wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kerjasama yang dijalankan oleh Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) Pasmar 1 TNI AL dan Kodim 0601/Pandeglang TNI AD dalam pengamanan Pulau Deli, sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan agar kerjasama dapat berjalan lebih optimal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dan koordinasi operasional antar satuan masih belum berjalan optimal, sementara perbedaan persepsi mengenai pembagian peran menimbulkan ketidakefektifan dalam pelaksanaan tugas. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan intensitas komunikasi, perbaikan mekanisme koordinasi, serta pelaksanaan latihan bersama guna membangun pemahaman dan sinergi antar satuan. Temuan utama penelitian ini adalah kebutuhan model strategi kerjasama terpadu yang tidak hanya memperkuat pengamanan Pulau Deli, tetapi juga memberikan kontribusi bagi peningkatan stabilitas keamanan nasional di wilayah perbatasan.
PENGEMBANGAN KEBIJAKAN TERHADAP HASIL EVALUASI IMUNISASI DASAR LENGKAP DI PUSKESMAS KOTA BANDA ACEH Yuliana, Novi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6805

Abstract

Complete basic immunization is a public health program designed to protect children from infectious diseases. However, the coverage at Banda Aceh City Health Center remains below the national target of 95%. Several obstacles were identified, including limited parental education, insufficient use of digital media, lack of family support programs, and weak monitoring of children who did not receive immunization. This study aims to evaluate the implementation of complete basic immunization and formulate strategies for policy improvement. The research employed a survey method using questionnaires distributed to mothers with children aged 0–12 months. Respondents were randomly selected with inclusion criteria of infants registered in Posyandu/Health Centers and exclusion criteria of infants undergoing treatment. Data were analyzed using Pearson Correlation and Multiple Linear Regression. The findings show that parental knowledge and attitudes, access to health services, the role of health workers, and government policies significantly influence immunization completeness (p<0.05). These results align with Lawrence Green’s model, where knowledge and attitudes act as predisposing factors, service access as enabling, and health worker roles and policies as reinforcing factors. Recommendations include strengthening digital-based education (WhatsApp, health applications, official websites), family assistance through persuasive communication, optimizing the role of health workers, providing incentives for facilities achieving targets, and ensuring continuous monitoring and evaluation. ABSTRAKImunisasi dasar lengkap merupakan program kesehatan masyarakat yang bertujuan melindungi anak dari penyakit menular. Namun, cakupan di Puskesmas Kota Banda Aceh masih rendah, belum mencapai target nasional 95%. Beberapa kendala yang ditemukan yaitu kurangnya edukasi kepada orang tua, minimnya pemanfaatan media digital, belum adanya program pendampingan keluarga, serta lemahnya monitoring anak yang tidak mendapatkan imunisasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan imunisasi dasar lengkap dan merumuskan strategi peningkatan kebijakan. Metode yang digunakan adalah survei dengan kuesioner kepada ibu yang memiliki anak usia 0–12 bulan. Responden dipilih secara acak dengan kriteria inklusi bayi yang terdaftar di Posyandu/Puskesmas dan eksklusi bayi yang sedang menjalani pengobatan. Analisis data dilakukan menggunakan Korelasi Pearson dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pengetahuan dan sikap orang tua, akses layanan kesehatan, peran petugas, serta kebijakan pemerintah terhadap kelengkapan imunisasi (p<0,05). Temuan ini sesuai dengan model Lawrence Green, di mana pengetahuan dan sikap menjadi faktor predisposing, akses layanan sebagai enabling, sedangkan peran petugas dan kebijakan sebagai reinforcing. Rekomendasi penelitian meliputi peningkatan edukasi berbasis digital (WhatsApp, aplikasi kesehatan, situs web resmi), pendampingan keluarga dengan komunikasi persuasif, optimalisasi peran tenaga kesehatan, pemberian insentif bagi fasilitas yang mencapai target, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
VIDEO PROMOSI SINEMATIK UNTUK EKSPLORASI DAYA TARIK GOA LAWAH: STUDI VISUAL DAN RESPONS AUDIENS Muhammad Alief Wardana, Lalu; Satria, Christofer; Miyarta Yasa, I Nyoman
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6813

Abstract

Goa Lawah in West Lombok holds unique natural and cultural tourism potential, yet remains relatively unknown. A preliminary survey revealed that only 10% of respondents aged 18–25 were aware of this destination, reflecting low brand awareness and limited digital exposure. This study aims to evaluate the effectiveness of promotional videos in enhancing the visibility of Goa Lawah as a hidden destination. Using a descriptive qualitative approach supported by quantitative data, the study examines visual and narrative elements, as well as audience responses to the video. The findings show that promotional videos effectively communicate natural and cultural appeal while evoking emotional interest. Around 70% of respondents expressed greater interest in visiting after watching the video. These results suggest that cinematic-based promotional media can strengthen the image of local destinations. This research offers an initial contribution to the promotion of hidden destinations in West Nusa Tenggara and adds academic perspective to the study of visual storytelling and destination image formation through digital media. ABSTRAK Goa Lawah di Lombok Barat memiliki potensi wisata alam dan budaya yang unik, namun masih kurang dikenal. Survei awal menunjukkan hanya 10% responden usia 18–25 tahun mengetahui destinasi ini, mencerminkan rendahnya brand awareness dan eksposur digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas video promosi dalam meningkatkan visibilitas Goa Lawah sebagai destinasi tersembunyi. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan dukungan data kuantitatif, studi ini mengkaji elemen visual, naratif, dan respons audiens terhadap video. Hasil menunjukkan bahwa video promosi secara efektif menyampaikan daya tarik alam dan budaya serta membangkitkan ketertarikan emosional. Sekitar 70% responden menyatakan minat lebih besar untuk berkunjung setelah menonton video. Temuan ini menunjukkan bahwa media promosi berbasis sinematik dapat memperkuat citra destinasi lokal. Penelitian ini menjadi kontribusi awal dalam promosi destinasi tersembunyi di NTB dan menambah perspektif akademik dalam kajian storytelling visual dan pembentukan citra pariwisata melalui media digital.
PENERAPAN CENTER DISPLACEMENT FUZZY K-MEANS UNTUK PEMETAAN KEMISKINAN DI PULAU JAWA Sundawati, Fitri Hidayah
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6857

Abstract

Poverty in Java Island remains a complex structural challenge despite a downward trend, with significant disparities between districts/cities. This study aims to map regional typologies based on poverty indicators, thus carrying out quantitative research, with the help of the Center Displacement Fuzzy K-Means (CDFKM) algorithm. This method was chosen because it is able to handle overlapping cluster membership with better computational efficiency than conventional Fuzzy K-Means. Secondary data were sourced from BPS (2024) for 119 districts/cities located in six provinces of Java Island. These include poverty levels, education, health, access to clean water, housing density, and household expenditure patterns. The validity of the clustering results was evaluated using the Silhouette Coefficient. The results indicate an optimal configuration of two clusters. The first cluster reflects urban areas with relatively low poverty but facing vulnerabilities in housing density, food expenditure burden, and limited health insurance coverage. The second cluster represents rural areas with higher poverty levels, limited access to clean water, and poorer environmental health conditions. These findings suggest the importance of data-driven approaches in policy formulation, with interventions tailored to the specific vulnerability profiles of each region in Java. ABSTRAKKemiskinan di Pulau Jawa masih menjadi tantangan struktural yang kompleks meskipun ada tren penurunan dengan disparitas antar kabupaten/kota yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan tipologi wilayah berdasarkan indikator kemiskinan melalui pendekatan kuantitatif menggunakan algoritma Center Displacement Fuzzy K-Means (CDFKM). Metode tersebut dipilih karena mampu menangani tumpang tindih keanggotaan klaster dengan efisiensi komputasi yang lebih baik dibandingkan Fuzzy K-Means konvensional. Data sekunder bersumber dari BPS (2024) pada 119 kabupaten/kota yang terletak di enam provinsi Pulau Jawa. Variabel dalam penelitian ini meliputi tingkat kemiskinan, pendidikan, kesehatan, akses air bersih, kepadatan hunian, serta pola pengeluaran rumah tangga. Validitas dari klaster hasil pengelompokkan dievaluasi menggunakan Koefisien Silhouette. Hasil penelitian menunjukkan konfigurasi optimal pada dua klaster. Klaster pertama mencerminkan wilayah urban dengan kemiskinan relatif rendah namun menghadapi kerentanan pada kepadatan hunian, beban pengeluaran pangan, dan keterbatasan jaminan kesehatan. Klaster kedua merepresentasikan wilayah rural dengan tingkat kemiskinan lebih tinggi, akses air bersih yang terbatas, serta beban kesehatan lingkungan yang lebih buruk. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam perumusan kebijakan, dengan intervensi yang disesuaikan terhadap profil kerentanan spesifik tiap wilayah di Pulau Jawa.
INTEGRASI METODE CLASS-BASED STORAGE DAN SEASONAL SLOTTING UNTUK MENGATASI PENUMPUKAN MUSIMAN PADA GUDANG PT XYZ Ramdani, Ahsan; Ariyano, Ariyano; Pratama, Pebi Yuda
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6863

Abstract

The surge in demand during the period leading up to Eid al-Fitr poses a major challenge for PT XYZ, a Muslim fashion company in Indonesia. The inbound volume, which can increase up to threefold, often causes congestion in the transit area due to the dedicated storage system, where empty racks cannot be used by other SKUs. This study aims to redesign the warehouse storage layout by integrating Class-Based Storage (CBS) and Seasonal Slotting to improve operational efficiency during peak seasons. Secondary data were used, including inbound/outbound volumes, SKU dimensions, and the existing warehouse layout over the period December 2024–March 2025. CBS was applied to classify SKUs based on movement frequency into classes A, B, and C, while Seasonal Slotting identified seasonal SKUs with demand growth ?50% to be positioned closer to the picking area. FlexSim simulations showed that the new layout reduced transit area congestion and facilitated smoother distribution, despite an approximately 12% increase in total process time. The integration of CBS and Seasonal Slotting effectively enhanced warehouse capacity utilization and accelerated the flow of seasonal products. ABSTRAKLonjakan permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi tantangan utama bagi PT XYZ, perusahaan fashion muslim di Indonesia. Peningkatan volume barang masuk hingga tiga kali lipat sering menimbulkan kepadatan di area transit akibat sistem penyimpanan dedicated storage, di mana rak kosong tidak dapat digunakan oleh SKU lain. Penelitian ini bertujuan merancang ulang tata letak penyimpanan dengan mengintegrasikan metode Class-Based Storage (CBS) dan Seasonal Slotting guna meningkatkan efisiensi operasional pada musim puncak. Data sekunder yang digunakan meliputi volume barang masuk/keluar, dimensi SKU, dan layout gudang eksisting selama periode Desember 2024–Maret 2025. CBS mengklasifikasikan SKU berdasarkan frekuensi pergerakan menjadi kelas A, B, dan C, sedangkan Seasonal Slotting mengidentifikasi SKU musiman dengan lonjakan permintaan ?50% untuk ditempatkan lebih dekat ke area picking. Simulasi FlexSim menunjukkan bahwa layout baru mengurangi kepadatan area transit dan memperlancar distribusi, meskipun total waktu proses meningkat sekitar 12%. Integrasi CBS dan Seasonal Slotting terbukti meningkatkan pemanfaatan kapasitas gudang serta mempercepat aliran barang musiman.
PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA PT. ABC INDONESIA Prakoso, Rama Gusti; Tuhagana, Aji; Apriani, Zenita
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6883

Abstract

ABSTRACT This research aims to analyze the extent to which motivation and the work environment affect employee productivity at PT. ABC Indonesia, both when examined separately (partial) and jointly (simultaneous). The study was carried out using a quantitative approach with a descriptive and verifikative research design. Data were collected by distributing questionnaires to 81 respondents. Multiple linear regression was employed for data analysis. The results indicate that motivation and the work environment each have a significant influence on employee productivity when tested separately. Furthermore, when tested simultaneously, both variables were also found to significantly contribute to the improvement of productivity in the company under study. These findings reinforce the view that internal factors in the form of motivational drive and external factors in the form of a conducive work environment are key determinants of employee performance. Therefore, company management needs to focus on strategies to enhance motivation, whether through rewards, incentives, or career development, as well as ensuring a safe, comfortable, and supportive work environment. Improvements in both aspects are believed to create positive synergy that not only enhances individual productivity but also contributes to the overall success of the organization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana motivasi serta lingkungan kerja memberikan dampak terhadap produktivitas karyawan PT. ABC Indonesia, baik ditinjau secara terpisah (parsial) maupun bersama-sama (simultan). Studi ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif sekaligus verifikatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan angket kepada 81 responden. Metode regresi linier berganda digunakan dalam analisis data. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi dan lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas karyawan ketika diuji secara terpisah. Selain itu, ketika diuji secara simultan, kedua variabel tersebut juga terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan produktivitas di perusahaan yang diteliti. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa faktor internal berupa dorongan motivasi serta faktor eksternal berupa kondisi lingkungan kerja yang kondusif menjadi penentu utama kinerja karyawan. Dengan demikian, manajemen perusahaan perlu menitikberatkan pada strategi peningkatan motivasi, baik melalui pemberian penghargaan, insentif, maupun pengembangan karier, serta memastikan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan mendukung. Peningkatan kedua aspek tersebut diyakini dapat menciptakan sinergi positif yang tidak hanya meningkatkan produktivitas individu, tetapi juga berkontribusi terhadap keberhasilan organisasi secara keseluruhan.
OPTIMALISASI MANAJEMEN PEMELIHARAAN ALAT KESEHATAN PUSKESMAS DI KABUPATEN BATANGHARI H, Risky Kusuma; Desmarini, Desmarini
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6885

Abstract

The lack of medical equipment maintenance management in Community Health Centers results in many devices being non-functional or damaged. Additionally, the absence of competent technical experts for maintenance shortens the economic lifespan of the equipment. This study aims to optimize the implementation of medical equipment maintenance management in, Community Health Center. This research uses a descriptive qualitative approach with a system analysis method (input, process, output) and a POAC management approach (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). The analysis strategy to address the problem uses a SWOT analysis. Data collection was carried out through in-depth interviews, observation, and document review at the Health Office and four selected, Community Health Center in Batanghari Regency. It was found that medical equipment maintenance management has not been optimal due to the lack of competent electromedical technicians, limited budgets, and the absence of clear Standard Operating Procedures (SOP). The optimization of medical equipment maintenance can be achieved through a standardized work mechanism using SOP guidelines, making the maintenance of medical devices more structured. The creation of these medical equipment maintenance SOPs requires coordination between the, Community Health Center and the Health Office. ABSTRAKKurangnya manajemen pemeliharaan alat kesehatan di Puskesmas mengakibatkan banyaknya alat kesehatan yang tidak berfungsi atau rusak, serta tidak ada nya tenaga ahli yang berkompeten dalam pemeliharaan membuat umur ekonomis alat menjadi pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan manajemen pemeliharaan alat kesehatan di Puskesmas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis sistem (input, proses, output) dan pendekatan manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Strategi analisis untuk mengatasi masalah menggunakan analisis SWOT. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen di Dinas Kesehatan serta empat Puskesmas terpilih di Kabupaten Batanghari. Ditemukan bahwa manajemen pemeliharaan alat kesehatan belum optimal karena ketiadaan tenaga teknis elektromedik yang kompeten, anggaran yang terbatas, serta belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas. Optimalisasi pemeliharaan alat kesehatan dilakukan dengan melalui mekanisme kerja yang terstandar dengan menggunakan panduan SOP, sehingga pemeliharaan alat kesehatan lebih terstruktur. SOP pemeliharaan alat kesehatan tersebut memerlukan koordinasi pembuatan antara Puskesmas dan Dinas Kesehatan.
ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANAK USIA 13-15 TAHUN PADA TIM SEPAK BOLA JONG KUDI WAIBALUN Tukan, Angelus Warnawa; Wolo, Hironimus Bao; Aran, Kristoforus Ado
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6886

Abstract

Physical fitness is the body's ability to carry out activities without experiencing significant fatigue. Physical fitness is also a condition where the body is able to carry out its daily tasks well and efficiently without experiencing significant fatigue, and the body still has energy reserves to deal with sudden and emergency situations. This study aims to determine and analyze the level of physical fitness of children aged 13-15 years on the Jong Kudi Waibalun football team. Observations were conducted on 15 members of the Jongkudi Waibalun soccer team. Physical fitness levels were measured based on the results of the Indonesian Physical Fitness Test for ages 13-15, which includes the 50-meter run, hang lift, 60-second sit-down, vertical jump, and 1,000-meter run. The test results were then calculated based on the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI) tables and norms. The study showed that the physical fitness of the Jong Kudi Waibalun soccer team, particularly those aged 13-15, fell into two categories: Good (9 players, or 60%), and Fair (6 players, or 40%). ABSTRAKKebugaran jasmani merupakan kesanggupan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kebugaran jasmani juga merupakan suatu keadaan saat tubuh mampu menunaikan tugas hariannya dengan baik dan efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan tubuh masih memiliki cadangan tenaga baik untuk mengatasi cadangan mendadak maupun yang darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar tingkat kebugaran jasmani anak usia 13-15 tahun pada tim sepak bola Jong Kudi Waibalun. Pengamatan dilakukan terhadap 15 peserta tim sepak bola Jongkudi Waibalun. Tingkat kebugaran jasmani di ukur berdasarkan hasil tes kebugaran jasmani Indonesia untuk usia 13-15 tahun yang meliputi, lari 50 meter, angkat gantung tubuh, baring duduk 60 detik, loncat tegak dan lari 1000 meter. Hasil tes selanjutnya dihitung berdasarkan tabel dan norma Tes Kebungaran Jasmani Indonesia (TKJI). Hasil penelitian menjukkan kebugaran jasmani pada tim sepak bola Jong Kudi Waibalun khusunya usia 13-15 tahun diperoleh dua kategori yakni kategori Baik sebanyak 9 pemain atau 60% dan kategori Sedang sebanyak 6 pemain atau 40%.
PENGGANTIAN BENDA WAKAF TATKALA RUSAK ATAU TIDAK BERMANFAAT: ANALISIS KOMPARATIF FIKIH ISLAM DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) Mukhlis Ali, Abdan; La Harisi, Isnaini
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6891

Abstract

Istibdal waqf refers to the replacement of endowed property that is damaged, unfit, or has lost its relevance to the original purpose. According to data from the Indonesian Waqf Board (BWI), over 4,000 plots of waqf land in Indonesia remain unproductive, indicating an urgent need for an appropriate legal solution. This study aims to comparatively analyze the perspectives of the four major Islamic legal schools Hanafiyyah, Malikiyyah, Shafi‘iyyah, and Hanabilah with the prevailing national legal frameworks, particularly the Compilation of Islamic Law (KHI) and Law Number 41 of 2004 on Waqf. The study adopts a normative qualitative approach using library research and legal content analysis through a normative-comparative matrix. The analysis includes eight relevant articles from KHI and the Waqf Law, as well as ten authoritative classical fiqh sources. The findings reveal that all four schools permit istibdal under certain conditions: Hanafiyyah tends to be permissive, Malikiyyah selective, Shafi‘iyyah highly restrictive, and Hanabilah moderate. While KHI and the Waqf Law do not explicitly mention the term “istibdal,” they establish a strict legal mechanism requiring the approval of the Religious Court and recommendations from BWI. This study integrates the principles of maslahah (public benefit) and donor intent in fiqh with legal certainty and accountability in positive law, forming an adaptive and accountable waqf management model. Its main contribution is the formulation of a normative-applicative evaluation framework that can serve as a practical guide for nazhir (waqf managers), BWI, and the Religious Courts in making lawful, transparent, and benefit-oriented istibdal decisions. ABSTRAK Istibdal wakaf adalah mekanisme penggantian harta wakaf yang rusak, tidak layak, atau kehilangan relevansi terhadap tujuan awal. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI), lebih dari 4.000 bidang tanah wakaf di Indonesia masih tidak produktif, menunjukkan kebutuhan mendesak akan solusi hukum yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif pandangan empat mazhab fikih utama Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah dengan regulasi hukum positif, khususnya Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif normatif dengan metode studi pustaka dan teknik analisis konten hukum melalui matriks analisis normatif-komparatif. Kajian dilakukan terhadap delapan pasal dalam KHI dan UU Wakaf serta sepuluh sumber fikih klasik. Hasil menunjukkan bahwa semua mazhab membolehkan istibdal dalam kondisi tertentu: Hanafiyah cenderung permisif, Malikiyah selektif, Syafi’iyah sangat restriktif, dan Hanabilah moderat. KHI dan UU Wakaf, meskipun tidak menyebut istilah "istibdal", menyediakan prosedur hukum yang ketat melalui mekanisme persetujuan Pengadilan Agama dan rekomendasi BWI. Studi ini menyatukan prinsip maslahat dan niat wakif dari perspektif fikih dengan kepastian hukum dan akuntabilitas dalam hukum positif, membentuk model pengelolaan wakaf yang adaptif dan terukur. Kontribusi utama berupa kerangka evaluasi normatif-aplikatif sebagai panduan bagi nazhir, BWI, dan pengadilan agama dalam mengambil keputusan istibdal wakaf yang sah, transparan, dan berorientasi kemaslahatan.
EVALUASI KEBIJAKAN KURIKULUM PELATIHAN TENAGA KERJA DI DINAS TENAGA KERJA KABUPATEN BANDUNG BARAT Minawati, Rani Nur; Sarihati, Tati; Indah, Diani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6895

Abstract

ABSTRACT  High unemployment rate in the region necessitates labor training policies that not only enhance skills but also align with industry needs. Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Barat (Disnaker KBB), through the Balai Latihan Kerja (BLK), has organized various training programs, particularly in food and beverage processing as well as textiles and apparel. This study aims to evaluate the labor training curriculum policy, identify the challenges encountered, and formulate improvement efforts. The research employed a descriptive qualitative approach through in-depth interviews with Disnaker, BLK, industry representatives, and training participants. The findings reveal that while the training curriculum is fairly relevant in improving participants’ basic skills, there remains a gap with industry demands, particularly in terms of soft skills, work readiness, and work ethics. The main obstacles include limited facilities, a lack of instructors with industry experience, and weak coordination among stakeholders. Recommended efforts include improving infrastructure, involving industry in curriculum development, strengthening instructor capacity, and establishing an alumni monitoring system. These measures are expected to make labor training policies in Kabupaten Bandung Barat more effective, adaptive, and sustainable in enhancing human resource quality. ABSTRAK Tingginya tingkat pengangguran di daerah menuntut adanya kebijakan pelatihan tenaga kerja yang mampu meningkatkan keterampilan sekaligus relevan dengan kebutuhan industri. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat (Disnaker KBB) melalui Balai Latihan Kerja (BLK) telah menyelenggarakan berbagai program pelatihan, khususnya di bidang pengolahan makanan dan minuman serta tekstil dan pakaian. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan kurikulum pelatihan tenaga kerja, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan upaya perbaikan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan Disnaker, BLK, perwakilan industri, serta peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pelatihan cukup relevan dalam meningkatkan keterampilan dasar peserta, namun masih terdapat kesenjangan dengan kebutuhan industri terutama pada aspek soft skills, kesiapan kerja, dan etos kerja. Hambatan utama mencakup keterbatasan sarana, kurangnya instruktur dengan pengalaman industri, serta lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Upaya yang disarankan meliputi peningkatan sarana prasarana, keterlibatan industri dalam penyusunan kurikulum, penguatan kapasitas instruktur, serta pengembangan sistem monitoring alumni. Dengan langkah tersebut, kebijakan pelatihan tenaga kerja di Kabupaten Bandung Barat dapat lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.