cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 259 Documents
EVALUASI EFEKTIVITAS PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS KECIL PADA PERUSAHAAN KEPELABUHAN JASA BOGKAR MUAT Ulhaq, Ghinaa Rizki Dhiya
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6899

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the petty cash system in a port service company that focuses on cargo handling activities. The company applies the Imprest Fund method as the primary approach in managing its petty cash transactions. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through direct observation, in-depth interviews with finance and general affairs staff, as well as document analysis related to petty cash management. The findings reveal that the disbursement process of petty cash has been relatively effective, as reflected in the regularity of transaction records and the completeness of supporting documents. However, several obstacles were identified in the replenishment process, particularly related to lengthy approval procedures and delays in fund reimbursement, which potentially disrupt daily operations. The limitations in human resources also intensify the issue, since the bookkeeping and journal entries are handled by a small number of personnel. These results suggest the need for companies to streamline administrative procedures, enhance documentation systems, and improve efficiency in petty cash management. Furthermore, this research provides academic contributions by enriching the literature on financial management practices in the port service sector. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menilai sejauh mana sistem penerimaan dan pengeluaran kas kecil berjalan efektif pada sebuah perusahaan kepelabuhan yang berfokus pada jasa bongkar muat. Perusahaan ini menggunakan metode Imprest Fund sebagai mekanisme utama dalam pengelolaan kas kecil. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pegawai di bagian keuangan dan general affairs, serta telaah dokumen kas kecil yang tersedia. Hasil analisis memperlihatkan bahwa sistem pengeluaran kas kecil relatif telah berjalan baik, ditandai dengan keteraturan pencatatan transaksi dan adanya bukti pengeluaran yang lengkap. Namun, pada sisi penerimaan kas kecil ditemukan sejumlah hambatan, terutama pada aspek birokrasi persetujuan yang panjang dan keterlambatan pengisian kembali saldo, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran kegiatan operasional. Keterbatasan sumber daya manusia juga memperkuat permasalahan ini, karena pencatatan dan penjurnalan masih ditangani oleh personel yang terbatas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan penting bagi perusahaan untuk memperbaiki prosedur administrasi, memperkuat sistem dokumentasi, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan kas kecil. Penelitian ini juga memberi kontribusi akademis dalam memperkaya kajian mengenai praktik pengelolaan keuangan sederhana di sektor jasa kepelabuhan.
LIFESTYLE DAN TREND FASHION (STUDI TERHADAP IBU RUMAH TANGGA DI DESA SINGA, KECAMATAN HERLANG, KABUPATEN BULUKUMBA) Nurhirdayu, Nurhirdayu; Junaeda, St.; Amandaria, Riri
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6908

Abstract

This study aims to determine the factors that influence and impact mothers' fashion trends in Singa Village, Herlang District, Bulukumba Regency. This research is a descriptive study using qualitative data. To achieve this goal, the researcher employed data collection techniques that included observation, interviews, document review, and documentation. The data obtained were then analyzed and interpreted based on relevant theories and research findings. The results show that the main factor driving the party uniform fashion trend is social media as an initial source of inspiration, where mothers see fashion trends from posts on platforms like Facebook. Other supporting factors are the social environment, such as the encouragement to appear uniform and united in groups, the desire for social recognition, and the spirit of togetherness at social events. Economic independence also gives them more freedom to follow this lifestyle. Positive impacts of this uniform trend include increased creativity, self-confidence, and a medium for self-expression through clothing. However, there are also negative impacts, such as wasteful habits, a consumptive lifestyle, and the assumption that a party is incomplete without uniforms. This trend is slowly shaping a new lifestyle in the social lives of mothers in the village. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang memengaruhi dan dampaknya terhadap ibu-ibu dalam mengikuti trend fashion di Desa Singa, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan data kualitatif. Untuk mencapai tujuan itu maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumen dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dan diinterpretasi berdasarkan teori dan hasil penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong tren fashion baju seragam pesta adalah media sosial sebagai sumber inspirasi awal, di mana para ibu-ibu melihat tren fashion dari unggahan di platform seperti Facebook. Faktor lainnya yang turut mendukung adalah lingkungan sosial seperti dorongan untuk tampil seragam dan kompak dalam kelompok, keinginan mendapatkan pengakuan sosial, dan semangat kebersamaan dalam acara-acara sosial. Kemandirian ekonomi juga membuat mereka lebih bebas dalam mengikuti gaya hidup tersebut. Dampak positif dari tren baju seragam ini antara lain meningkatnya kreativitas, rasa percaya diri, serta menjadi media ekspresi diri melalui pakaian. Namun, ada juga dampak negatif, seperti kebiasaan boros, gaya hidup konsumtif, dan anggapan bahwa pesta tidak lengkap tanpa baju seragam. Tren ini perlahan membentuk gaya hidup baru dalam kehidupan sosial ibu-ibu di desa tersebut.
PENGARUH PENGELOLAAN ANGGARAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH DIKABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Karyono, Debi; Mahdalena, Mahdalena; Mahmud, Muliyani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6918

Abstract

This study aims to determine whether infrastructure budget management has a positive and significant effect on regional economic growth. This study was conducted in South Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province using quantitative methods. Data were collected through questionnaires and literature studies related to relevant research that had been conducted previously. The analysis techniques used include validity tests, reliability tests, and descriptive analysis. The data collection process used the Total Sampling technique or all regional employees involved in infrastructure budget management in South Bolaang Mongondow Regency with a total sample of 64 respondents in two different offices, namely the PUPR (Public Works and Spatial Planning) office and the BAPPEDA (Regional Development Planning Agency) office. The data analysis technique in this study used SPSS 27. The results using a simple linear regression test obtained a significance value of 0.000 <0.05 so it can be concluded that the infrastructure budget management variable (X) has an effect on the regional economic growth variable (Y). The results of this study indicate that infrastructure budget management has a positive and significant influence on regional economic growth. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengelolaan anggaran infrastruktur berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan Ekonomi Daerah. Studi ini dilakukan pada Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara menggunakan metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi kepustakaan terkait penelitian relevan yang telah dilakukan sebelumnya. Teknik analisis yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis deskriptif. Proses pengumpulan data menggunakan teknik Total Sampling atau semua Pegawai daerah yang terlibat dalam pengelolaan anggaran infrastruktur yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dengan total sampel 64 responden di dua kantor yang berbeda yaitu kantor PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) dan kantor BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS 27. Hasil menggunakan uji regresi linear sederhanan memperoleh nilai signifikansi memperoleh nilai sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pengelolaan anggaran infrastruktur (X) berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan ekonomi daerah (Y). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran infrastruktur memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
PENGARUH BIAYA ADMINISTRASI TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI ANGGOTA BMT KUBE SEJAHTERA UNIT 068 DI KOTA SAMPIT Putri, Yulisa Elida; Qalyubi, Imam; Mubarok, Arif
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6922

Abstract

ABSTRACT Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 in Sampit is a cooperative-based funding institution, where the service system provides loans for business capital to its customers. This Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) operates as a private institution with initial capital belonging to the institution under the foundation’s management, which is utilized in transactional activities. This study applies a descriptive approach within a quantitative method, with the research subjects at Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 in Sampit. The data were collected using two techniques, namely observation and questionnaires. Based on the research results regarding the effect of administrative fees on the decision to become a member of BMT Kube Sejahtera Unit 068 in Sampit City, it can be concluded that the F-test (simultaneous) shows that administrative fees influence the decision to become a member of BMT Kube Sejahtera Unit 068 in Sampit City. This is evidenced by the value of fcalculated > ftable (371.318 > 1.33) with a significance level of 0.000 < 0.05. These results are consistent with what has been considered relevant by previous studies and are therefore accepted. This means that administrative fees influence the decision to become a member, in line with what the researcher investigated. Moreover, in the current condition of uncertain changes, organizations need to carefully consider administrative fees that may affect membership decisions. One of these factors is having clear and well-structured administrative fees, in accordance with the standards and capacities agreed upon collectively. ABSTRAK Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 di Sampit merupakan sebuah lembaga pendanaan yang berkonsep koperasi, dimana sistem layanan berupa lembaga memberikan pinjaman untuk permodalan udaha pada nasabah. Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) ini sendiri berstatus swasta dengan sitem permodalan awal milik lembaga dibawah naungan yayasan yang dipergunakan dalam kegiatan transaksi. tudi ini menerapkan pendekatan deskriptif dalam metode kuantitatif, dengan subjek penelitian pada Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 di wilayah Sampit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua teknik, yaitu observasi dan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pengaruh Biaya Administrasi Terhadap keputusan menjadi anggota BMT Kube Sejahtera Unit 068 Di Kota Sampit dapat diambil kesimpulan berdasarkan pada uji F (simultan) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh biaya administrasi terhadap keputusan menjadi anggota BMT Kube Sejahtera Unit 068 Di Kota Sampit. Hal ini dibuktikan dengan nilai fhitung > ftabel (371,318 > 1,33) dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Hasil ini memperkuat dengan apa yang dianggap relevan oleh penelitian sebelumnya dan dinyatakan diterima. Artinya biaya administrasi mempengaruhi keputusan menjadi anggota sesuai dengan apa yang diteliti oleh penulis. Apalagi pada kondisi sekarang yang mengalami tingkat perubahan yang tidak menentu membuat organisasi perlu mempertimbangkan biaya administrasi yang dapat mempengaruhi keputusan menjadi anggota. Faktor tersebut salahsatunya Adalah biaya administrasi yang jelas dan terarah. Sesuai dengan standar dan Kemampuan yang telah disepakati bersama.
TINGKAT KERAWANAN LONGSOR NEGERI BATU MERAH KECAMATAN SIRIMAU, KOTA AMBON Hanafi, Nurul Salsabila; Puturuhu, Ferad; Ruman, Rifyan
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6955

Abstract

Batu Merah Village in Sirimau District, Ambon City, is a geographically landslide-prone area. The recurring landslide events in this region highlight the urgency of improving community resilience to disaster risks. This study focuses on analyzing the level of landslide hazard and the community's resilience in facing such disasters. A quantitative approach was employed, utilizing surveys, field observations, interviews, and spatial analysis through Geographic Information Systems (GIS). Key research steps included identifying hazard parameters (slope gradient, soil type, rainfall intensity, land use, and geology), scoring and weighting, and measuring resilience through indicators such as knowledge, adaptation capacity, and risk perception. The results show that 90.40% of Batu Merah's area falls under moderate landslide hazard, and 7.70% is classified as high hazard. Community resilience was found to be at a moderate level, with key weaknesses in preparedness, economic capacity, and supporting infrastructure. The study concludes that there is a pressing need to strengthen community resilience through disaster education, early warning systems, and infrastructure improvements designed for disaster mitigation. ABSTRAKNegeri Batu Merah di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, merupakan kawasan yang secara geografis rawan bencana tanah longsor. Kejadian longsor yang berulang di wilayah ini menunjukkan pentingnya peningkatan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana. Fokus penelitian ini adalah menganalisis tingkat kerawanan longsor dan tingkat resiliensi masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kuesioner, observasi lapangan, wawancara, serta pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Langkah utama penelitian meliputi identifikasi parameter kerawanan (kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan, dan batuan), skoring dan pembobotan, serta pengukuran resiliensi melalui indikator pengetahuan, adaptasi, dan persepsi risiko masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa 90,40% wilayah Negeri Batu Merah berada dalam kategori kerawanan sedang dan 7,70% berada dalam kategori tinggi. Sementara itu, tingkat resiliensi masyarakat tergolong sedang, dengan kelemahan utama pada aspek kesiapsiagaan, kapasitas ekonomi, dan infrastruktur pendukung. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa upaya penguatan resiliensi masyarakat sangat diperlukan melalui edukasi kebencanaan, pengembangan sistem peringatan dini, dan peningkatan infrastruktur berbasis mitigasi bencana.
ANALISIS PENGULANGAN FOTO (REPEAT) DI INSTALASI RADIOLOGI RS PKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR Athani, Vera Noufalia; Widyasari, Dina; Yusnida, Arnefia Mei
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6956

Abstract

This research was motivated by the fact that a repeat analysis of radiographs had never been conducted in the Radiology Department of PKU Muhammadiyah Karanganyar Hospital, even though national standards, according to Minister of Health Regulation No. 129 of 2008, stipulate a repeat tolerance limit of below 2%. This lack of analysis has left the factors causing repeats unidentified, making it difficult to minimize them. Therefore, this study focused on measuring the repeat rate and identifying the primary causal factors. This study used a descriptive quantitative method and was conducted over three months. Data collection was conducted through observation, documentation, and interviews with radiographers, which were then analyzed as percentages. The results showed that the repeat rates for three consecutive months were 1.35%, 1.30%, and 1.43%, respectively. This finding demonstrates that the repeat rate at the hospital remains below the established threshold. The highest contributing factor to repeats was patient positioning errors (39.71%), followed by clipped objects (23.53%). It was concluded that although the repeat rate met the standard, ongoing evaluation focusing on patient positioning techniques is needed to further reduce the repeat rate. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh belum pernah dilakukannya analisis pengulangan foto radiografi (repeat analysis) di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, padahal standar nasional menurut Permenkes No. 129 Tahun 2008 menetapkan batas toleransi pengulangan di bawah 2%. Ketiadaan analisis ini menyebabkan faktor penyebab pengulangan tidak teridentifikasi sehingga sulit untuk diminimalisir. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengukur besaran angka pengulangan foto dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab utamanya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan selama tiga bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan radiografer, yang kemudian dianalisis secara persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka pengulangan foto selama tiga bulan berturut-turut adalah 1,35%, 1,30%, dan 1,43%. Temuan ini membuktikan bahwa tingkat pengulangan radiografi di rumah sakit tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan. Faktor penyebab pengulangan tertinggi adalah kesalahan dalam memposisikan pasien (39,71%), diikuti oleh objek terpotong (23,53%). Disimpulkan bahwa meskipun angka pengulangan sudah memenuhi standar, perlu adanya evaluasi berkelanjutan yang berfokus pada teknik pemosisian pasien untuk lebih menekan angka pengulangan.
PENGARUH ORGANIZATIONAL CULTURE DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR PADA INSTALASI RAWAT INAP RS. PERMATA DALIMA SERPONG Susanti, Noviane Indah; Rosidawati, Imas; Mulyani, Kahar
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6957

Abstract

The role of Organizational Citizenship Behavior is highly critical in the inpatient department of RS Permata Dalima Serpong, given the high work intensity and the demand for fast and responsive healthcare services. Indications of declining in Organizational Culture Behaviour (OCB) such as low initiative to help colleagues and inadequate extra services to patients have contributed to reduced service quality and decrease in Bed Occupancy Rate (BOR). This study aims to analyze the influence of Organizational Culture and Perceived Organizational Support on the Organizational Culture Behaviour in the inpatient installation at the Permata Dalima Serpong. This research adopts a quantitative approach using descriptive verificative method. The study involved a total  population of 70 nurses selected through total sampling. Data collection was conducted using a structured questionnaire and the result were analyzed using multiple linear regression analysis. The finding show that Organizational Culture and Perceive Collectively, both variables have simultaneous influence on OCB for 63,8% of the variance with the remaining 63,2% influenced by other variable not examined in this study. These findings highlight the importance of fostering a strong Organiztional Culture and Perceived Organizational Support to enhance OCB among inpatien installation at RS Permata Dalima Serpong. ABSTRAKPada instalasi rawat inap RS. Permata Dalima Serpong, peran Organizational Citizenship Behavior sangat krusial mengingat intensitas kerja yang tinggi dan tuntutan pelayanan yang cepat serta responsif. Indikasi penurunan Organizational Culture Behaviour (OCB) seperti rendahnya inisiatif membantu rekan kerja dan kurangnya pelayanan ekstra kepada pasien berdampak pada turunnya kualitas pelayanan serta pemakaian tempat tidur di rawat inap (BOR). Penelitian ini memiliki tujuan untuk menelaah atau menjabarkan pengaruh Organizational Culture dan Perceived Organizational Support terhadap Organizational Citizenship Behaviour pada instalasi rawat inap di RS. Permata Dalima Serpong. Penelitian ini menggunakan pendekatan pada kuantitatif dengan jenis penelitian metode deskriptif verifikatif. Populasi penelitian sebanyak 70 orang perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner serta data dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Organizational Culture serta Perceived  Organizational Support berpengaruh positif signifikan terhadap OCB sebesar dan simultan sebesar 63,8% sedangkan 36,2% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Dengan demikian penguatan budaya organisasi atau Organizational Culture dan Perceived Organizational Support atau dukungan organisasi yang dirasakan sangat penting untuk meningkatkan prilaku kewargaan organisasi atau Organizational Citizenship Behaviour pada perawat Instalasi Rawat Inap RS. Permata Dalima Serpong.
CERAI TALAK KARENA ISTRI MENOLAK TINGGAL DI RUMAH SUAMI (ANALISIS PUTUSAN NO 5311/Pdt.G/2024/PA.Jr PRESPEKTIF MAQASID SYARI’AH) Munadi, Khairul; Fahmi, Muhammad Nurul
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6959

Abstract

Divorce is one of the last resort solutions permitted by Islamic law when a marriage can no longer be maintained. In practice, the granting of divorce (?alaq) by the court requires considerations that are not only formal and juridical but must also be substantive in accordance with the principles of maqa?id al-shari‘ah. This study focuses on the Decision of the Religious Court Number 5311/Pdt.G/2024/PA.Jr, which granted the husband's petition for divorce on the grounds that the wife refused to live with her husband without a clear and legitimate reason. The objective of this study is to analyze whether the wife’s behavior, as stated in the court decision, qualifies as nushuz (marital disobedience) and to examine the extent to which the judge’s considerations align with the principles of maqa?id al-?aruriyyat al-khamsah. The research uses a qualitative method with a normative-juridical approach, and data collection is conducted through literature studies encompassing classical Islamic jurisprudence (fiqh) books, works on maqa?id al-shari‘ah, and court decisions. The analysis employs a qualitative-descriptive technique to assess the compatibility of the judge’s reasoning with maqa?id al-?aruriyyat al-khamsah, focusing on four main aspects: ?if? al-din (protection of religion), ?if? al-nafs (protection of life), ?if? al-‘aql (protection of intellect), and ?if? al-nasl (protection of lineage). The findings indicate that the wife’s conduct as stated in the decision essentially constitutes nushuz. However, since no underlying reasons for such behavior are provided, it cannot be conclusively justified as nushuz in the sense of being a disobedient wife. Furthermore, the judge’s considerations are generally in line with the maqa?id al-?aruriyyat al-khamsah, as the marriage had been disharmonious for an extended period. Nevertheless, the absence of the wife’s stated reasons for refusal diminishes the legal legitimacy of the decision, as it risks fostering a one-sided stigma against the wife. ABSTRAKPerceraian merupakan salah satu solusi terakhir yang dibenarkan syariat ketika rumah tangga tidak lagi dapat dipertahankan. Dalam praktiknya, penjatuhan talak oleh pengadilan memerlukan pertimbangan yang tidak hanya formal yuridis, tetapi juga harus substantif sesuai prinsip maqa?id syari‘ah. Penelitian ini memfokuskan kajian pada Putusan Pengadilan Agama Nomor 5311/Pdt.G/2024/PA.Jr, yang mengabulkan permohonan cerai talak dengan alasan istri menolak tinggal bersama suami tanpa alasan jelas dan sah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualifikasi perilaku istri sebagaimana termuat dalam putusan sebagai bentuk tindakan nusyuz serta menelaah kesesuaian pertimbangan hakim dengan prinsip maqa?id al-?horuriyat al-khamsah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, jenis penelitian normatif-yuridis dan pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka yang mencakup kitab-kitab fikih, kitab-kitab maqa?id syari‘ah, dan putusan pengadilan dengan menggunakan teknik analisis kualitatif-deskriptif menilai kesesuaian argumentasi hakim berdasarkan maqa?id ad-dhoruriyat al-khamsah yang menitikberatkan pada empat aspek utama (?if? ad-din, hifz an-nafs, hifz al-‘aql, dan hifz an-nasl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku istri yang termuat dalam putusan pada dasarnya adalah tindakan nusyuz akan tetapi dengan  tidak dicantumkan alasan yang melatarbekangi perilaku tersebut maka tidak bisa dijustifikasikan sebagai istri nasyizah (istri pembangkang) dan bahwa pertimbangan hakim sudah sejalan dengan maqasid ad-dhoruriyat al-khamsah dengan alasan bahwa rumah tangga sudah tidak harmonis dalam kurun waktu yang lama, hanya saja dengan tidak mencantumkan alasan penolakan istri menjadikan putusan hakim mengurangi legitimasi hukum karena berpotensi menimbulkan stigma sepihak terhadap istri.
STRATEGI USAHA PENGRAJIN TEMPE DAN TAHU DALAM MENGHADAPI KETIDAKSTABILAN HARGA KEDELAI DI DESA TULUNG KECAMATAN SARADAN MADIUN Natasha, Tarisya Nurul; Subiyantoro, Hari
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6960

Abstract

Tempeh and tofu craftsmen are one of the MSME sectors in indonesia. Tempeh and tofu production is one of the businesses carried out by the people of Tulung Village, Saradan District, Madiun. Over the years, tempeh and tofu craftsmen have faced various business challenges, one of which is the volatile price of soybeans, which has risen significantly. Tempeh and tofu craftsmen have overcome these challenges by employing business strategies that have kept their businesses afloat. The purpose of this study was to determine the strategies employed by tempeh and tofu craftsmen to deal with the volatility of soybean prices in Tulung Village, Saradan District, Madiun. The research method used a qualitative approach. Data collection techniques used in this study were interviews, observation, and documentation. Data analysis included data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained from the study were: Production strategies include (1) employing a permanent and trained workforce, (2) using traditional equipment with regular maintenance, (3) stocking raw materials for inventory, and (4) using raw materials of good quality standards, (5) carry out the production process according to procedures. Marketing strategies include (1) maintaining product quality, (2) reducing product size but keeping the product price the same, (3) direct distribution to consumers and retailers, (4) direct promotion, (5) providing bonuses to consumers. ABSTRAKPengrajin tempe dan tahu merupakan salah satu dari sektor UMKM di Indonesia. Pembuatan tempe dan tahu menjadi salah satu usaha yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Tulung Kecamatan Saradan Madiun. Dalam menjalani usaha selama bertahun-tahun pengrajin tempe dan tahu telah melewati berbagai permasalahan usaha, salah satunya adalah adanya ketidakstabilan harga bahan baku kedelai yang naik cukup tinggi. Pengrajin tempe dan tahu dapat melewati permasalahan tersebut pastinya menggunakan strategi usaha yang dilakukan hingga usaha tetap bertahan hingga saat ini. Tujuan Penelitian ini ingin mengetahui apa saja strategi yang dilakukan pengrajin tempe dan tahu dalam menghadapi ketidakstabilan harga kedelai di Desa Tulung Kecamatan Saradan Madiun. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil: Strategi produksi dengan (1) menggunakan tenaga kerja tetap dan terlatih, (2) menggunakan peralatan tradisional dan dirawat secara rutin, (3) menyetok bahan baku untuk persediaan, (4) menggunakan bahan baku dengan standar kualitas baik, (5) melakukan proses produksi sesuai tata cara. Strategi Pemasaran dengan (1) mempertahankan kualitas produk, (2) mengurangi ukuran produk tetapi harga produk tetap sama, (3) distribusi secara langsung kepada konsumen dan pengecer, (4) promosi secara langsung, (5) memberikan bonus kepada konsumen.
USIA MUDA KARIR MELESAT, DOMINAN VALUE PEMIMPIN MUDA PERUSAHAAN TAMBANG DI KALIMANTAN TIMUR Ardianto, Andi; Widodo, Teguh; Heikal, Jerry
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6977

Abstract

This research aims to explore the dominant values adopted by young leaders in mining companies in East Kalimantan and their impact on corporate performance. Utilizing a rigorous ethnographic approach, the study involves four General Managers (GMs) under the age of 40 as primary participants, carefully selected to represent the perspectives and experiences of young leaders in this highly complex sector. Data collection was conducted through various methods, including participatory observation, which enabled the researcher to comprehend the social and cultural contexts influencing decision-making, in-depth interviews that provided insights into the values and personal beliefs of these leaders. The findings of this study reveal that young leaders in the mining companies tend to adopt fundamental values such as integrity, effective communication, collaboration, fast learner and adaptability, which have significantly influenced their daily management practices. By integrating these values into the company’s strategies, these young leaders not only demonstrate a commitment to sustainability practices and social responsibility but also succeed in creating an inclusive and collaborative work environment where every individual feels valued and motivated to contribute. The impact of the implementation of these values on corporate performance is observed through enhanced operational efficiency, an improved company reputation in the public eye, and a significant increase in employee satisfaction levels. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai dominan yang diadopsi oleh pemimpin muda di perusahaan pertambangan di Kalimantan Timur dan dampaknya terhadap kinerja perusahaan. Berdasarkan pendekatan etnografi yang mendalam, penelitian ini melibatkan empat orang General Manager (GM) yang berusia di bawah 45 tahun sebagai partisipan utama, yang dipilih dengan cermat untuk merepresentasikan perspektif dan pengalaman pemimpin muda di sektor yang sangat kompleks ini. Pengumpulan data dilakukan melalui berbagai metode, termasuk observasi partisipatif yang memungkinkan peneliti untuk memahami konteks sosial dan budaya yang mempengaruhi pengambilan keputusan, wawancara mendalam yang memberikan wawasan atas nilai-nilai dan keyakinan pribadi para pemimpin tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemimpin muda di perusahaan pertambangan tersebut cenderung mengadopsi nilai-nilai fundamental seperti integritas, komunikasi efektif, kolaboratif, fast learner dan adaptabilitas, yang secara signifikan telah memengaruhi praktik manajemen sehari-hari. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam strategi perusahaan, pemimpin muda tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap praktik keberlanjutan dan tanggung jawab sosial, tetapi juga berhasil menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan kolaboratif, di mana setiap individu merasa dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi. Dampak dari penerapan nilai-nilai ini terhadap kinerja perusahaan bisa dilihat melalui peningkatan efisiensi operasional, reputasi perusahaan yang lebih baik di mata publik, serta tingkat kepuasan karyawan yang mengalami peningkatan signifikan.