cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 259 Documents
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN VIRGIN COCONUT OIL – JAHE MERAH DENGAN METODE DPPH (1,1-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL) Rahmadani, Suci; Rahmanpiu, Rahmanpiu; Rahman, Abraham
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6731

Abstract

Virgin Coconut Oil-Red Ginger (VCO-Red Ginger) is an oil extracted from a mixture of coconut milk and red ginger through fermentation, and it is believed that its antioxidant activity increases with the addition of red ginger. VCO is also known to have a drawback, namely that it easily becomes rancid. One way to overcome this problem is by adding natural antioxidants such as red ginger. The method used to measure the antioxidant activity of VCO-Red Ginger is the DPPH method. The objective of this study is to describe the antioxidant activity of VCO-Red Ginger. This study was conducted using the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Where 4 mL of VCO -red ginger sample solution was added to 1 mL of DPPH solution in ethanol. The mixture was then shaken, stored for 30 minutes in the dark at room temperature, and its absorbance was measured at a wavelength of 517 nm using a UV-Vis spectrophotometer. The results of the study showed that the characteristics of VCO-red ginger with added DPPH solution were marked by a light yellow color and a strong aroma typical of red ginger. The color and aroma of red ginger in the oil from the coconut milk fermentation process with the addition of 250 g of finely ground red ginger indicated the presence of red ginger components, marked by a light yellow color that became increasingly intense. Based on IC50 analysis, the best antioxidant activity of VCO-Red Ginger was achieved an IC50 value 6378,504 ppm. ABSTRAK Virgin Coconut Oil-Jahe Merah (VCO-Jahe Merah) merupakan minyak hasil ekstraksi dari campuran santan kelapa dan jahe merah halus dengan cara fermentasi. Aktivitas antioksida VCO, dan minyak jahe bersifat sinergi atau antagonis ketika dicampurkan. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksida VCO-Jahe merah adalah metode DPPH. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan aktivitas antioksidan VCO-Jahe Merah. Penelitian ini dimulai dari ekstraksi minyak VCOjahe merah dengan metode fermentasi, minyak yang dihasilkan dipisahkan dan disaring menggunakan filter kapas. Hasilnya berupa VCO-jahe merah yang berwarna yellow magenta. Aktivitas antioksida VCO-jahe merah ditentukan dengan metode DPPH (1.1 – difenil-2-pikrihidrazil).  Di mana larutan sampel VCO-Jahe merah sebanyak 4 mL ditambahkan dalam etanol pada 1 mL larutan DPPH dalam etanol, campuran tersebut kemudian dikocok, disimpan selama 30 menit dalam keadaan gelap pada suhu kamar, kemudian diukur absorbansinya pada panjang gelombang 517 nm dengan spektrofotmeter UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik VCO-Jahe Merah yang telah ditambahkan larutan DPPH ditandai dengan tingkat kecerahan warna kuning muda dan kuat aroma khas jahe merah yang ditimbulkan. Warna dan aroma jahe merah pada minyak dari proses fermentasi santan dengan penambahan jahe merah halus sebesar 250 g menunjukkan adanya komponen jahe merah yang ditandai dengan warna kuning muda yang semakin pekat. Berdasarkan analisis IC50 VCO-Jahe Merah dengan aktivitas antioksidan VCO-Jahe dengan IC50 6378,504 ppm.
ANALISIS CEMARAN BAKTERI COLIFORM PADA JAJANAN SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Damayanti, Putri; Muhiddin, Nurhayani H.; U, Sahrani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6740

Abstract

ABSTRACT The safety of street food around university campuses is a growing concern due to potential contamination by pathogenic microorganisms, particularly coliform bacteria. This study aimed to evaluate the microbiological quality of popular street foods consumed by students around Universitas Negeri Makassar using the Total Plate Count (TPC) and Most Probable Number (MPN) methods. Six food samples were collected purposively and tested in the Science Education Laboratory at UNM in April 2025. TPC method was applied to determine the total number of microorganisms, while MPN method was applied to detect coliforms through presumptive, confirmed, and completed tests. TPC results showed that 4 out of 6 samples (66.66%) exceeded the maximum limit set by Indonesian National Standard (SNI 7388:2019), indicating potential food safety risks. The MPN test revealed that 5 of 6 samples tested positive for coliforms, with values ranging from 460 to >1100 MPN/gram, far above the acceptable limit of ?3 MPN/gram. Confirmation tests using Eosin Methylene Blue Agar identified Escherichia coli with metallic green sheen colonies in 2 samples, and Enterobacter spp. in 3 samples with purple colonies. Gram staining results confirmed all isolates were Gram-negative rods, consistent with coliform characteristics. These findings indicate a significant risk of microbiological contamination in street foods commonly consumed around the campus. The presence of fecal indicator bacteria such as E. coli reflects poor hygiene in food handling and environmental sanitation. Strengthening food safety education among food vendors and regular monitoring by relevant authorities is essential to protect public health, especially in academic settings. ABSTRAK Keamanan jajanan siap saji di sekitar lingkungan kampus menjadi perhatian serius karena potensi kontaminasi mikroorganisme patogen, khususnya bakteri coliform. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas mikrobiologis jajanan populer yang dikonsumsi oleh mahasiswa di sekitar Kampus Universitas Negeri Makassar dengan menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dan Most Probable Number (MPN). Sebanyak enam sampel makanan dikumpulkan secara purposif dan diuji di Laboratorium Pendidikan IPA UNM pada April 2025. Metode TPC digunakan untuk menentukan jumlah total mikroorganisme, sedangkan metode MPN digunakan untuk mendeteksi keberadaan coliform melalui uji presumtif, konfirmasi, dan uji pelengkap. Hasil TPC menunjukkan bahwa 4 dari 6 sampel (66,66%) melebihi batas maksimum yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI 7388:2019), yang mengindikasikan risiko terhadap keamanan pangan. Uji MPN menunjukkan bahwa 5 dari 6 sampel positif mengandung coliform, dengan nilai berkisar antara 460 hingga >1100 MPN/gram, jauh melebihi batas aman ?3 MPN/gram. Uji konfirmasi menggunakan media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA) menunjukkan adanya Escherichia coli dengan koloni berwarna hijau metalik pada 2 sampel, serta Enterobacter spp. dengan koloni ungu pada 3 sampel lainnya. Uji pewarnaan Gram menunjukkan bahwa semua isolat merupakan bakteri Gram-negatif berbentuk batang, sesuai karakteristik coliform. Temuan ini menunjukkan adanya risiko tinggi kontaminasi mikrobiologis pada jajanan yang umum dikonsumsi di sekitar kampus. Kehadiran bakteri indikator fekal seperti E. coli mencerminkan buruknya sanitasi dan penanganan makanan. Diperlukan edukasi keamanan pangan kepada pedagang serta pengawasan rutin dari pihak terkait untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya civitas akademika.
EVALUASI RADIASI HAMBUR PADA PHANTOM THORAX DENGAN TEKNIK HIGH kV Putri, Alung Mutiara Hidayatika; Astari, Fisnandya Meita; Mukmin, Amril
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6761

Abstract

The high kV technique used in chest radiology aims to minimize the radiation exposure to the patient. However, the use of high kV usually involves a reduction in mAs to decrease the radiation dosage absorbed by the patient. In this case, the photon number decreases with higher kV, resulting in the total scattered radiation not consistently increasing proportionately. This study aims to determine the amount of scattered radiation generated during chest radiography tests utilizing high kilovolt (kV) settings. This research employed a quantitative experimental methodology. The subject of investigation was a thoracic phantom. The utilized exposure factors were 70 kV at 25 mAs, 80 kV at 12.5 mAs, 90 kV at 6.30 mAs, 86 kV at 4 mAs, and 65 kV at 16 mAs. Data analyses were conducted utilizing the Shapiro-Wilk normality test, descriptive statistical methods, and bivariate R regression values. The test findings indicated that the maximum scattered radiation value was recorded at 80 kV and 12.5 mAs, with an average 4.297 mSv. The minimum value was recorded at 86 kV and 4 mAs, totaling 1,458. The coefficient of determination demonstrates a strong relationship between exposure factors and scattered radiation, ranging from 65% to 69%. Increasing kV while decreasing mAs helps reduce scattered radiation. KV 86 and mAs 4 were identified as the most effective parameters for minimizing scattered radiation, making them an optimal selection for high-kV chest radiography, ensuring safety for both the environment and the patient. ABSTRAKTeknik high kV pada pemeriksaan radiologi thorax bertujuan untuk mengurangi dosis radiasi pada pasien, namun penggunaan high kV biasanya disertai dengan penurunan mAs untuk mengurangi dosis radiasi hambur tidak selalu meningkat secara langsung. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi besarnya radiasi hambur yang dihasilkan pada pemeriksaan radiologi thorax menggunakan high kV. Penelitian ini menggunakan penilitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Objek penelitian berupa phantom thorax. Variasi faktor eksposi yang digunakan adalah 70kV 25 mAs, 80 kV 12,5 mAs, 90 kV 6,30 mAs, 86 kV 4 mAs, dan 65 kV 16 mAs. Hasil pengukuran, data dilakukan uji normalitas sig. Shapiro wilk, uji descriptive statistic dan análisis bivariat uji regresi. Dari hasil pengujian yang dilakukan, telah didapatkan nilai radiasi hambur tertinggi diperoleh pada kV 80 dan mAs 12,5 dengan rata-rata 4,297 mSv, sedangkan nilai terendah pada kV 86 dan mAs 4 yaitu 1,458. Nilai koefisien determinasi menunjukan hubungan kuat antara faktor eksposi dan radiasi hambur sebesar 65%-69%. Peningkatan kV yang disertai penurunan mAs dapat menurunkan radiasi hambur. Pada kV 86 dan mAs 4 dinilai paling efektif menghasilkan nilai radiasi hambur yang rendah, sehingga dapat menjadi pilihan optimal untuk penerapan pemeriksaan radiografi thorax  dengan tekni high kV yang aman bagi lingkungan dan pasien.
STUDI KASUS PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI CLAVICULA PROYEKSI AP STRESS DENGAN KLINIS SUSPEK RUPTUR AC JOINT DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU Maurani, Malika Yesha; Astari, Fisnandya Meita; Nasokha, Ildsa Maulidya Mar’athus
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6768

Abstract

This study was motivated by the variation in load usage in radiographic examinations of the clavicle-acromioclavicular (AC) joint with stress projections, where the literature recommends a load of 3-5 kg, while practice at PKU Muhammadiyah Delanggu Hospital uses a load of 2 kg. This gap between theory and practice encourages an in-depth analysis of the techniques applied at the hospital. Therefore, this study focuses on describing the examination technique and uncovering the clinical reasons for using a load of 2 kg in cases of suspected AC joint rupture. This study used a case study method with a qualitative approach. Data collection was carried out through direct observation, interviews with three radiographers, one radiologist, and one referring physician, as well as documentation studies. The results showed that the examination procedure used bilateral Antero Posterior (AP) stress projections with a load of 2 kg on each arm. The main reason for using a load of 2 kg was to stabilize the shoulder position to prevent movement, as well as to effectively compare the acromioclavicular joint gap between the right and left sides. It was concluded that the technique with a 2 kg load at PKU Muhammadiyah Delanggu Hospital was considered adequate to identify abnormalities such as dislocation or differences in joint space. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya variasi penggunaan beban dalam pemeriksaan radiografi clavicula acromioclavicular (AC) joint dengan proyeksi stress, di mana literatur merekomendasikan beban 3-5 kg, sementara praktik di RS PKU Muhammadiyah Delanggu menggunakan beban 2 kg. Kesenjangan antara teori dan praktik ini mendorong perlunya analisis mendalam terhadap teknik yang diterapkan di rumah sakit tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan teknik pemeriksaan dan mengungkap alasan klinis penggunaan beban 2 kg pada kasus suspek ruptur AC joint. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan tiga radiografer, satu dokter spesialis radiologi, dan satu dokter pengirim, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pemeriksaan menggunakan proyeksi Antero Posterior (AP) stress bilateral dengan beban 2 kg pada masing-masing lengan. Alasan utama penggunaan beban 2 kg adalah untuk menstabilkan posisi bahu guna mencegah pergerakan, sekaligus untuk secara efektif membandingkan celah sendi acromioclavicular antara sisi kanan dan kiri. Disimpulkan bahwa teknik dengan beban 2 kg di RS PKU Muhammadiyah Delanggu dianggap memadai untuk mengidentifikasi adanya kelainan seperti dislokasi atau perbedaan celah sendi.
ANALISIS PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN (PPH) PASAL 21 DOKTER DI RUMAH SAKIT DR. HAFIZ CIANJUR Nurjanuarti, Ervi; Putri, Ananda Liana
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6772

Abstract

In order to improve tax efficiency and fairness, the government often makes changes to the applicable tax rates. One such change was the policy introduced at the beginning of 2024 through PMK No. 168 of 2023, which implements the Average Effective Rate (TER). This regulatory change requires adjustments in the calculation of Income Tax (PPh) Article 21, especially for doctors. This study aims to understand the application of the PPh Article 21 calculation at Dr. Hafiz Hospital in Cianjur based on PMK No. 168 of 2023, as well as the impact of this calculation using the TER rate.The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through triangulation, including observation, interviews, and documentation. The subjects of qualitative research are referred to as informants, which in this study consist of the Finance Staff, Finance Manager, and Tax Accountant. In addition, this study also involves 55 doctors practicing at Dr. Hafiz Hospital in Cianjur as respondents. The results show that Dr. Hafiz Hospital in Cianjur has applied the TER in the calculation of PPh Article 21 for doctors. This regulatory change has a significant impact on doctors, particularly because their income varies each month. With the calculation of PPh Article 21 based on PMK No. 168 of 2023, doctors may experience either overpayment or underpayment of taxes due at the end of the tax period. Consequently, doctors may have to pay a substantial amount of additional tax due or receive a tax refund when filing their annual tax returns. ABSTRAKDalam rangka meningkatkan efisiensi dan keadilan perpajakan, pemerintah seringkali melakukan perubahan terhadap tarif pajak yang berlaku, seperti yang dilakukan pada awal tahun 2024 dengan dikeluarkannya PMK No. 168 Tahun 2023 menggunakan Tarif Efektif Rata-rata atau TER. Dikarenakan adanya perubahan regulasai tersebut, maka diperlukan penyesuaian perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 terutama dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 di Rumah Sakit Dr. Hafiz Cianjur menggunakan PMK No. 168 Tahun 2023 serta mengetahui dampak dari perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 menggunakan PMK No. 168 Tahun 2023 menggunakan Tarif Efektif Rata-rata atau TER. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian dalam penelitian kualitatif disebut informan, informan dalam penelitian ini adalah Staf Keuangan, Manajer Keuangan dan Akuntan Pajak. Selain informan, responden dalam penelitian dilakukan terhadap 55 orang dokter yang praktik di Rumah Sakit Dr. Hafiz Cianjur. Hasil penelitian menunjukkan Rumah Sakit Dr. Hafiz Cianjur telah menggunakan Tarif Efektif Rata-rata atau TER dalam perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Dokter. Perubahan regulasi ini berdampak besar bagi dokter, terutama karena penghasilan mereka yang bervariasi setiap bulan. Jika perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 menggunakan PMK No. 168 Tahun 2023, dokter dapat mengalami kelebihan atau kekurangan pembayaran pajak terutang pada akhir masa pajak. Akibatnya, dokter mungkin harus membayar tambahan pajak terutang yang cukup besar atau menerima pengembalian pajak saat pelaporan SPT tahunan.
URGENSI POLA ASUH ORANGTUA DAN ASUPAN GIZI TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK Hadianti, Asti Nur
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6777

Abstract

Parenting plays a crucial role in shaping children's eating behavior, which directly affects their nutritional intake and developmental process, especially during the golden age (0–5 years). At this stage, children require a balanced diet to support physical growth, brain development, and immune system formation. Inappropriate parenting—such as neglecting the quality and quantity of food—can lead to growth disorders like stunting or deficiencies in essential nutrients. This paper aims to describe the relationship between parenting patterns and the adequacy of nutritional intake in optimizing child development. This study uses a qualitative approach with a literature review method, analyzing various sources such as books, scientific journals, and relevant articles discussing parenting concepts, child nutrition, and stages of early childhood development. The results show that responsive, supportive, and attentive parenting greatly influences children's eating patterns and their nutritional adequacy. Therefore, good parenting must be accompanied by parents' understanding of children's nutritional needs to ensure optimal growth and development. ABSTRAKPola asuh orang tua berperan penting dalam membentuk perilaku makan anak, yang secara langsung memengaruhi asupan gizi dan proses tumbuh kembang mereka, terutama pada masa usia emas (0–5 tahun). Pada fase ini, anak membutuhkan nutrisi seimbang untuk menunjang pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan pembentukan daya tahan tubuh. Pola asuh yang tidak tepat, seperti kurangnya perhatian terhadap kualitas dan kuantitas makanan, dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, seperti stunting atau defisiensi nutrien penting. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan hubungan antara pola asuh orang tua dan kecukupan asupan gizi terhadap optimalisasi tumbuh kembang anak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (literature review), yaitu mengkaji berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel relevan yang membahas konsep pola asuh, gizi anak, dan tahapan perkembangan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola asuh yang responsif, suportif, dan penuh perhatian sangat berpengaruh terhadap pola makan anak dan kecukupan gizi yang diperolehnya. Dengan demikian, pola asuh yang baik harus disertai pemahaman orang tua tentang kebutuhan gizi anak agar proses tumbuh kembang berlangsung optimal.
ANALISIS SENTIMEN PDI PERJUANGAN PASCA PILPRES 2024 DI JAKARTA TIMUR DENGAN NAÏVE BAYES Marsan, Alvin Cahya Pratama; Yel, Mesra Betty
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6782

Abstract

This study aims to determine the level of trust of the people of East Jakarta towards PDI Perjuangan after the 2024 Presidential General Election (Pilpres) and identify the tendency of sentiment formed, both positive, negative, and neutral. The background of this research is based on the complex dynamics of national politics, including the controversy over the candidacy of Gibran Rakabuming Raka as vice president, which caused pros and cons among the public and had the potential to influence public perception of PDI Perjuangan as the main supporting party. This study uses a quantitative approach with data collection techniques through a Likert scale questionnaire survey and essay questions distributed to respondents in the East Jakarta area. The data obtained is then processed through the text preprocessing stage, feature extraction using the Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF) method, and analyzed using the Naïve Bayes algorithm with the help of the RapidMiner application. The results of the study show that the majority of public sentiment tends to be positive, followed by neutral and negative sentiments. This shows that PDI Perjuangan still has a strong support base in East Jakarta despite the controversial national political dynamics. The findings of this study not only provide a comprehensive picture of local political perceptions, but can also be used as a strategic reference in the preparation of political communication patterns, strengthening the party's image, and planning the legislative campaign of PDI Perjuangan in the 2029 elections. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan masyarakat Jakarta Timur terhadap PDI Perjuangan pasca Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024 serta mengidentifikasi kecenderungan sentimen yang terbentuk, baik positif, negatif, maupun netral. Latar belakang penelitian ini didasari oleh dinamika politik nasional yang cukup kompleks, termasuk kontroversi pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden, yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan publik serta berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap PDI Perjuangan sebagai partai pengusung utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei kuesioner skala Likert dan pertanyaan esai yang disebarkan kepada responden di wilayah Jakarta Timur. Data yang diperoleh kemudian diproses melalui tahapan preprocessing teks, ekstraksi fitur dengan metode Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF), serta dianalisis menggunakan algoritma Naïve Bayes dengan bantuan aplikasi RapidMiner. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas sentimen masyarakat cenderung positif, diikuti dengan sentimen netral dan negatif. Hal ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan masih memiliki basis dukungan yang cukup kuat di Jakarta Timur meskipun terdapat dinamika politik nasional yang kontroversial. Temuan penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran komprehensif mengenai persepsi politik lokal, tetapi juga dapat dijadikan sebagai acuan strategis dalam penyusunan pola komunikasi politik, penguatan citra partai, serta perencanaan kampanye legislatif PDI Perjuangan pada Pemilu 2029.
PEMBERDAYAAN EKONOMI IBU RUMAH TANGGA MELALUI AGRIBISNIS BIBIT TUMBUHAN DI DESA BATU KUMBUNG Savira, Anisa; Antoni, Antoni; Monika Suciana, Elvira
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6799

Abstract

Poverty in rural areas remains a serious challenge that requires empowerment strategies based on local potential. One initiative in Dusun Batu Kumbung involves economically empowering housewives through the buying and selling of plant seedlings. This study aims to identify the forms of economic empowerment implemented and analyze their impact on household income and overall family well-being.  This research adopts a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving 15 participants, including entrepreneurs, the village head, and business partners. The findings reveal that empowerment was carried out through three main mechanisms: provision of business opportunities, technical training, and financial and social support from the village government and external partners. The initiative successfully increased household income from around IDR 200,000 to between IDR 1,000,000 and 5,000,000 per month. Beyond economic gains, it also strengthened women’s economic independence, social solidarity, and involvement in household decision-making. This study contributes new insights to the literature on rural women’s empowerment by highlighting the potential of community-based plant seedling agribusiness as a post-pandemic economic strategy. The findings suggest that community-based approaches and utilization of local resources can serve as effective solutions for enhancing welfare and addressing economic inequality in rural areas. ABSTRAK Kemiskinan di wilayah pedesaan tetap menjadi tantangan serius yang memerlukan pendekatan pemberdayaan berbasis potensi lokal. Salah satu inisiatif di Dusun Batu Kumbung adalah memberdayakan ekonomi ibu rumah tangga melalui kegiatan jual beli bibit tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk pemberdayaan ekonomi yang diterapkan dan menganalisis dampaknya terhadap pendapatan serta kesejahteraan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 15 partisipan, termasuk pelaku usaha, kepala dusun, dan mitra usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan dilakukan melalui tiga mekanisme utama: pemberian peluang usaha, pelatihan teknis, serta dukungan modal dan sosial dari pemerintah desa dan mitra usaha. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pendapatan ibu rumah tangga dari sekitar Rp200.000 menjadi Rp1.000.000–Rp5.000.000 per bulan. Selain peningkatan ekonomi, inisiatif ini juga memperkuat kemandirian perempuan, solidaritas sosial, dan keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Studi ini memberikan kontribusi baru dalam literatur pemberdayaan perempuan pedesaan dengan menyoroti potensi agribisnis bibit tumbuhan berbasis komunitas sebagai strategi ekonomi pasca pandemi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis komunitas dan pemanfaatan sumber daya lokal dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi ketimpangan ekonomi di pedesaan.
TRANSFORMASI NILAI BUDAYA DALAM TRADISI MERARIQ DI ERA MODERN Ulfa, Rahmatun
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6800

Abstract

The merariq tradition is a customary marriage practice of the Sasak community in Cendi Manik Village, Lombok, which embodies values of ritual sanctity, social responsibility, and respect for customary structures. This study aims to identify these cultural values and examine their transformation in the context of modernization, national law, and social change. The findings reveal a shift in the meaning and function of merariq from a symbol of cultural commitment to a justification for child marriage that often disregards parental consent, legal age requirements, and official registration. Using a qualitative ethnographic approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and field documentation with 12 informants consisting of traditional leaders, parents, and youth. The results indicate that communal values have shifted toward individual orientations, while cultural hybridization has emerged as a response to legal and human rights demands. This study emphasizes that the transformation of cultural values in the merariq tradition necessitates policy efforts to harmonize customary and national law, particularly to prevent child marriage and to strengthen community-based cultural education. ABSTRAK Tradisi merariq merupakan praktik pernikahan adat masyarakat Sasak di Desa Cendi Manik, Lombok, yang sarat dengan nilai kesakralan ritual, tanggung jawab sosial, dan penghormatan terhadap struktur adat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai budaya tersebut serta menelaah bentuk transformasinya dalam konteks modernisasi, hukum nasional, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran makna dan fungsi merariq, dari simbol komitmen budaya menjadi justifikasi pernikahan dini yang kerap mengabaikan persetujuan orang tua, batas usia legal, dan pencatatan hukum. Dengan menggunakan pendekatan etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan terhadap 12 informan yang terdiri dari tokoh adat, orang tua, dan pemuda. Temuan mengindikasikan bahwa nilai komunal bergeser menjadi orientasi individual, sementara muncul bentuk hibridisasi budaya sebagai respons terhadap tuntutan hukum dan hak asasi manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi nilai budaya dalam tradisi merariq memerlukan kebijakan harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional, khususnya untuk mencegah pernikahan dini serta memperkuat pendidikan budaya lokal berbasis komunitas.
ANALISIS SDM TENAGA KESEHATAN DAN KADER UNTUK PENINGKATAN AKSES DAN KUALITAS LAYANAN ILP TERNATE 2024-2025 Apriany, Rini
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6803

Abstract

The transformation of the health system through the integration of primary health services (ILP) is a key focus in improving access to and quality of health services in Indonesia, including in Ternate City. This study is based on issues related to the unequal distribution of health workers and suboptimal involvement of health cadres, as well as limited infrastructure and training to support ILP implementation. The research focuses on analyzing the role and contribution of human resources (HR)—both health workers and cadres—in improving accessibility and service quality. A mixed-methods approach was used, specifically an explanatory sequential strategy, combining quantitative data from 100 respondents and qualitative data from in-depth interviews with five key informants. The research stages included problem identification, theoretical framework development, data collection through questionnaires and interviews, and data analysis using SmartPLS and thematic triangulation. The findings indicate that uneven HR distribution, inadequate training, and poor infrastructure are the main obstacles to ILP implementation. Of the 921 health workers in Ternate, only 63 have been trained in ILP, and among thousands of health cadres, only 73 have received training. The study concludes that improving HR distribution and competence, providing adequate facilities, and strengthening the role of cadres through ongoing training are crucial for the successful implementation of ILP in Ternate City. The study recommends a collaborative strategy involving local government, cross-sector stakeholders, and communities to strengthen a holistic and sustainable primary health care system. ABSTRAKTransformasi sistem kesehatan melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi fokus utama dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, termasuk di Kota Ternate. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan distribusi tenaga kesehatan dan keterlibatan kader yang belum optimal, serta keterbatasan infrastruktur dan pelatihan dalam mendukung implementasi ILP. Fokus penelitian ini adalah menganalisis peran dan kontribusi sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan dan kader dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan strategi eksplanatoris sekuensial, yang menggabungkan data kuantitatif dari 100 responden dan data kualitatif dari wawancara mendalam dengan lima informan kunci. Tahapan penelitian mencakup identifikasi masalah, penyusunan kerangka teori, pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara, serta analisis data menggunakan SmartPLS dan triangulasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi SDM yang tidak merata, rendahnya pelatihan, dan minimnya dukungan infrastruktur menjadi hambatan utama dalam penerapan ILP. Dari 921 tenaga kesehatan, hanya 63 yang telah dilatih ILP, dan dari ribuan kader, baru 73 yang mendapatkan pelatihan. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi dan distribusi SDM, penyediaan fasilitas yang memadai, serta penguatan peran kader melalui pelatihan berkelanjutan sangat penting untuk keberhasilan ILP di Kota Ternate. Rekomendasi diberikan dalam bentuk strategi kolaboratif antara pemerintah daerah, lintas sektor, dan masyarakat untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer yang holistik dan berkelanjutan.