cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
ISSN : 28278240     EISSN : 28278070     DOI : https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2
Core Subject :
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan
Articles 124 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS MENGENAI MOBILISASI DINI POST SECTIO CAESAREA DI RS NUR HIDAYAH BANTUL 2025 Wati, Siti Depita; Susanti, Isne; Rini, Sulis Puspito
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.6736

Abstract

ABSTRACT Cesarean section (CS) deliveries have increased significantly both globally and nationally, exceeding the World Health Organization’s (WHO) recommended rate of 10–15%. In the Special Region of Yogyakarta, the CS rate reached 30.2% in 2022. This increase is accompanied by risks of post-CS complications such as infection, thrombosis, and delayed recovery. Early mobilization after CS has been proven effective in accelerating the healing process and preventing various complications. However, many mothers still lack understanding of the importance of early mobilization. This study aimed to determine the level of knowledge among postpartum mothers regarding early mobilization after CS at Nur Hidayah Hospital Bantul in 2025. This research employed a quantitative approach with a descriptive design and a cross-sectional method. The study sample consisted of 30 postpartum mothers after CS in April to May 2025, selected using purposive sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire, and analyzed univariately with categories of good, sufficient, and poor knowledge. The study found that participants were predominantly aged 20–35 (76.7 years), had a high school education (50%), were housewives (70%), and had one child (43.3%). Knowledge of early mobilization after a CS was categorized as good (90%), fair (10%), and none were considered poor. It is concluded that most postpartum mothers at Nur Hidayah Hospital Bantul had good knowledge of early mobilization after CS. ABSTRAK Persalinan sectio caesarea (SC) mengalami peningkatan signifikan secara global dan nasional, melampaui standar WHO sekitar 10–15%. Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat angka persalinan SC sebesar 30,2% pada tahun 2022. Peningkatan ini turut disertai dengan risiko komplikasi post SC seperti infeksi, trombosis, dan keterlambatan pemulihan. Mobilisasi dini post SC terbukti efektif dalam mempercepat proses penyembuhan dan mencegah berbagai komplikasi. Tetapi masih banyak ibu yang belum memahami pentingnya mobilisasi dini. Studi ini ingin mencermati tingkat pengetahuan ibu nifas mengenai mobilisasi dini pasca SC di RS Nur Hidayah Bantul tahun 2025. Studi ini berpendekatan kuantitatif dengan berdesain deskriptif serta rancangan cross-sectional. Sampel studi ini mencakup 30 ibu nifas pasca SC pada bulan April sampai Mei 2025, dipilih dengan metode purposive sampling. Di kumpulkan datanya dari kuesioner yang sudah diujikan validitas serta reliabilitasnya, kemudian dianalisa secara univariat dengan kategori pengetahuan baik, cukup, dan kurang. Hasil studi ini menampilkan jika dominan responden berumur 20–35 tahun (76,7%), berpendidikan SMA/SMK (50%), berstatus ibu rumah tangga (70%), dan memiliki satu anak (43,3%). Tingkat pengetahuan ibu nifas mengenai mobilisasi dini pasca SC dikategorikan baik (90%), cukup (10%), dan tidak ada yang masuk kategori kurang. Disimpulkan bahwa sebagian besar ibu nifas di RS Nur Hidayah Bantul memiliki pengetahuan yang baik mengenai mobilisasi dini post SC.
KORELASI KADAR HBA1C DENGAN HIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELITUS PROLANIS DI KABUPATEN MAGETAN Muslihatin, Titin; Suliati, Suliati; Endarini, Lully Hanni; Arifin, Syamsul
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7027

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease with an increasing prevalence and has become a major public health concern in Indonesia. One of the common complications of DM is hypertension, which worsens the patient’s condition and raises the risk of cardiovascular events such as heart attack and stroke. Hemoglobin A1c (HbA1c) examination is a key indicator for monitoring long-term blood glucose control, as it reflects average glucose levels over the previous two to three months and is widely used to evaluate treatment outcomes. This study aimed to analyze the relationship between HbA1c levels and the incidence of hypertension among DM patients enrolled in the Chronic Disease Management Program (Prolanis) in Magetan Regency. A correlational analytic method with a cross-sectional design was applied, with data collected from patients registered at several community health centers. Blood pressure was measured directly by health workers, while HbA1c levels were obtained through laboratory testing. The results showed that more than half of type 2 DM patients suffered from hypertension. Furthermore, a significant correlation was found between high HbA1c levels and a greater incidence of hypertension. These findings support previous studies, confirming that uncontrolled HbA1c increases hypertension risk. Therefore, proper HbA1c management plays an essential role in preventing and controlling complications, particularly hypertension, in DM patients. ABSTRAK Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Salah satu komplikasi yang sering menyertai adalah hipertensi, yang dapat memperburuk kondisi klinis serta meningkatkan risiko kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Pemeriksaan Hemoglobin A1c (HbA1c) merupakan indikator utama dalam menilai kontrol glukosa darah jangka panjang, sekaligus evaluasi keberhasilan terapi pada pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c dan kejadian hipertensi pada pasien DM yang tergabung dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di beberapa Puskesmas Kabupaten Magetan. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data diperoleh melalui pengukuran tekanan darah secara langsung dan pemeriksaan laboratorium kadar HbA1c. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% pasien DM tipe 2 mengalami hipertensi. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara kadar HbA1c yang tinggi dengan meningkatnya kejadian hipertensi. Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya bahwa kadar HbA1c yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko hipertensi. Dengan demikian, pengelolaan kadar HbA1c memiliki peran penting dalam pencegahan dan pengendalian komplikasi, khususnya hipertensi, pada pasien diabetes melitus.
HUBUNGAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL DI DESA TISNOGAMBAR BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER Husnia, Livia Hidayatul; Gumiarti, Gumiarti; Susilawati, Susilawati
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7039

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) is a nutritional problem caused by insufficient food intake over a long period of time, counting years. Data from the Ministry of Health in 2021 shows that the percentage of pregnant women with CED in Indonesia is 8.7%. East Java is 9.2%. Jember Regency in 2023 was 13.86%. From the Baangsalsari Health Center in 2023 was 10.1%. The purpose of this study was to analyze the relationship between family income and the incidence of chronic energy deficiency in pregnant women in Tisnogambar Bangsalsari Village, Jember Regency. The type of research used was analytical with a correlation design and a cross-sectional approach. The number of pregnant women studied was 40 mothers using the Saturated Sampling Technique. The measuring instrument was a questionnaire, using the Fisher's Exact test. Low family income was 57.5% and high family income was 42.5%, pregnant women with CED were 52.5% and pregnant women without CED were 47.5%. The results of data analysis using Fisher's Exact obtained a p-value calculation of 0.001 < ? 0.05, indicating a relationship between family income and the incidence of chronic energy deficiency in pregnant women. Low income is one factor that influences the incidence of CED in pregnant women because it is related to family purchasing power and the ability to meet nutritional needs during pregnancy. Pregnant women can meet nutritional needs during pregnancy with foods made from local ingredients, making them more affordable. ABSTRAKKurang Energi Kronis (KEK) merupakan masalah gizi yang disebabkan karena kurangnya asupan makanan dalam waktu yang cukup lama,hitungan tahun.Data Kemenkes tahun 2021 Persentase Ibu hamil KEK di Indonesia sebesar 8,7%. Jawa Timur sebesar 9,2%. Kabupaten Jember tahun 2023 sebesar 13,86%.  Dari Puskesmas Baangsalsari tahun 2023 sebesar  10,1%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa Hubungan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis pada Ibu hamil di Desa Tisnogambar Bangsalsari  Kabupaten Jember. Jenis penelitian yang digunakan  adalah analitik dengan desain korelasi, dan pendekatan cross sectional.Jumlah ibu hamil yang diteliti 40 ibu dengan menggunakan Teknik Sampling Jenuh. Alat Ukurnya berupa kuisioner, menggunakan uji Fisher’s Exact. Pendapatan Keluarga yang rendah sebesar 57,5% dan pendapatan keluarga yang tinggi sebesar 42,5%, ibu hamil KEK sebesar 52,5% dan ibu hamil tidak KEK sebesar 47,5%. Hasil analisis data menggunakan Fisher’s Exact didapatkan perhitungan p-value 0.001 < ? 0.05 maka terdapat Hubungan pendapatan keluarga dengan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil. Pendapatan rendah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian KEK pada ibu hamil karena berkaitan dengan daya beli keluarga dan  kemampuan untuk memenuhi nutrisi selama kehamilan. Ibu hamil dapat memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan dengan makanan yang berbahan-bahan lokal sehingga lebih terjangkau.
FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI IBU HAMIL MELAKUKAN KUNJUNGAN ANC K1 AKSES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLATAKAN Kusumawati, Citra Suko; Umami, Riza; Kiswati, Kiswati
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7042

Abstract

The gap in K1 access achievement in the Klatakan Community Health Center working area causes ANC according to standards not to be met. Based on the performance report of the Jember Regency Health Office, the K1 achievement target was set at 100% and the Klatakan Community Health Center's achievement was only 72%. Therefore, an analysis of the factors underlying pregnant women's visits to ANC K1 Access is needed. The type of research used is descriptive with a population of 99 pregnant women. Sampling used a purposive sampling technique to 45 pregnant women. Data processing using frequency distribution is presented in tabular form. The distribution of good knowledge levels was 16 respondents (35.6%). The distance from their residence to the community health center was far (>3 km) namely 37 respondents (82.2%). Family support was included in the sufficient category of 21 people (46.7%). A small number of mothers had good knowledge, good knowledge will encourage better maternal health behavior in performing ANC. The distance from their residence was far for almost all respondents, that respondents felt reluctant to come because it required a long travel time and incur transportation costs. Nearly half of respondents had adequate family support, and pregnant women with good family support were found to have increased adherence to ANC visits. Suggestions for the Klatakan Community Health Center, the research site, include increasing the reach of ANC services by scheduling doctors at the Community Health Center (Pustu), Village Health Center (Polindes), and Village Health Post (Ponkesdes) and providing mobile ultrasound services. ABSTRAKKesenjangan capaian K1 akses di wilayah kerja Puskesmas Klatakan menyebabkan ANC sesuai standar tidak terpenuhi. Berdasarkan laporan kinerja  Dinkes Kabupaten Jember target capaian K1 yang ditetapkan 100% dan capaian Puskesmas Klatakan hanya 72%, sehingga diperlukan analisa faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi ibu hamil melakukan kunjungan ANC K1 Akses. Jenis penelitian menggunakan deskriptif dengan populasi ibu hamil sebanyak 99. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling menjadi 45 ibu hamil. Pengolahan data menggunakan distribusi frekuensi disajikan dalam bentuk tabel. Distribusi tingkat pengetahuan baik sebanyak 16 responden (35,6%). Jarak tempat tinggal dengan puskesmas jauh (>3 km) yaitu 37 responden (82,2%). Dukungan keluarga termasuk kategori cukup 21 orang (46,7%). Sebagian kecil ibu berpengetahuan baik, pengetahuan yang baik akan mendorong perilaku kesehatan ibu menjadi lebih baik dalam melakukan ANC. Jarak tempat tinggal jauh hampir seluruh dari responden, bahwa responden merasa enggan untuk datang karena memerlukan waktu tempuh lama dan mengeluarkan biaya transportasi. Hampir setengah dari responden memiliki dukungan keluarga cukup, ibu hamil dengan dukungan keluarga baik akan berdampak meningkatkan kepatuhan kunjungan ANC. Saran bagi Puskesmas Klatakan sebagai tempat penelitian adalah meningkatkan jangkauan pelayanan ANC dengan menjadwalkan dokter di Pustu/Polindes/Ponkesdes dan memberikan pelayanan USG mobile.
PERBEDAAN PREVALENSI DIABETES MELITUS BERDASARKAN RIWAYAT PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL PADA WANITA PENDERITA DIABETES MELITUS DI UPTD PUSKESMAS BANGSALSARI Rahardiyantiningsih, Novika; Sasmito, Lulut; M, Syiska Atik
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7043

Abstract

Weight gain is one of the side effects caused by the use of hormonal contraceptives. The use of hormonal contraceptives, both DMPA and combination used by women, has an influence on weight gain or obesity, this condition can trigger the occurrence of Diabetes Mellitus. The prevalence of DM in women of childbearing age in Indonesia reaches 1.3 - 3.6% of 19.47 million. This study used a quantitative method with a comparative design, the population of women with Type 2 DM was 126 people. Sampling using random sampling obtained as many as 96 people. Data analysis used univariate with frequency distribution and bivariate using the Chi Square statistical test. Most of the respondents used DMPA or Progestin contraception (77.1%), and a small portion used combination contraception (22.9%). The results of the statistical test Asymp. Sig value in the chi square test is 0.001, so the hypothesis is accepted that there is a difference in the prevalence of diabetes mellitus based on the history of use of Hormonal Contraception in Women with DM. Productive Age Women are expected to be more selective in choosing safe contraception, to prevent the risk of DM or prevent metabolic changes in the body, especially those related to hormones that can worsen blood sugar conditions in the body. Age and length of use of hormonal contraception are also related to increased blood glucose levels, because the longer the use of hormonal contraception can cause hormonal disorders in the body. ABSTRAKPeningkatan Berat badan merupakan salah satu efek samping diakibatkan pemakaian kontrasepsi hormonal. Penggunaan kontrasepsi Hormonal baik DMPA maupun kombinasi yang digunakan oleh wanita memiliki pengaruh terhadap kenaikan berat badan atau obesitas, kondisi tersebut dapat memicu kejadian Diabetes Melitus. Prevalensi DM pada wanita usia subur di Indonesia mencapai 1,3 – 3,6 % dari 19,47 juta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif, populasi wanita penyandang DM Tipe 2 sejumlah 126 orang. Pengambilan sampel menggunakan random sampling didapatkan sebanyak 96 orang. Analisis data menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji statistik Chi Square. Sebagian besar dari responden menggunakan kontrsepsi DMPA atau Progestin (77,1%), dan sebagian kecil menggunakan menggunakan kontrasepsi kombinasi (22,9%). Hasil uji statistik nilai Asymp. Sig pada uji chi square adalah sebesar 0,001, sehingga hipotesis diterima yaitu terdapat perbedaan prevalensi diabetes melitus berdasarkan riwayat penggunaan Kontrasepsi Hormonal pada Wanita penderita DM. Wanita Usia Produktif diharapkan lebih selektif untuk memilih KB yang aman, Untuk mencegah resiko DM atau mencegah terjadinya perubahan metabolisme di dalam tubuh terutama yang berhubungan dengan hormon yang bisa memperburuk kondisi gula darah di dalam tubuh.Usia dan lama pemakaian kontrasepsi hormonal juga berkaitan dengan kenaikan kadar glukosa darah, sebab semakin lama pemakaian kontrasepsi hormonal dapat menyebabkan gangguan hormon dalam tubuh.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) K4 DI DESA ROWOTENGAH PUSKESMAS ROWOTENGAH Supartiningsih, Supartiningsih; Palupi, Jenie; Restanty, Dian Aby; Sasmito, Lulut
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7044

Abstract

The ANC K4 examination of pregnant women aims to recognize complications due to pregnancy, recognize the location of the fetus and presentation if there are risks accompanying the pregnancy so that a proper and adequate birth plan can be established. In 2023, 79.32% of pregnant women will undergo K4 ANC examinations in Jember Regency, 72.48% in the Rowotengah Community Health Center and 88.74% in Rowotengah Village. This research aims to determine the relationship between family support and ANC K4 visits in Rowotengah Village, Rowotengah Health Center. This research design uses correlation analytics with a crosssectional approach. The population in this study was the number of pregnant women in Trimester (TM) 3 in Rowotengah Village, a total of ± 51 people. The sample taken in this study used the Slovin formula with a simple random sampling technique, a total of 34 people. Data was collected using primary data and analyzed using the Lambda Correlation test. There is a relationship between family support and ANC K4 visits in Rowotengah Village, Rowotengah Health Center using the lambda correlation coefficient test ? = 0.3. There is a relationship between family support and ANC K4 visits in Rowotengah Village, Rowotengah Health Center with the strength of the relationship being low or weak but definite. Positive support from the family for pregnant women will make the mother feel that someone cares about the condition of her pregnancy, so that pregnant women will take better care of their pregnancy by regularly carrying out pregnancy checks at health service facilities. ABSTRAKPemeriksaan ANC K4 ibu hamil bertujuan untuk mengenali komplikasi akibat kehamilan, mengenali adanya letak janin dan presentasi serta bila terdapat risiko yang menyertai kehamilannya sehingga dapat memantapkan rencana persalinan secara tepat dan memadai. Pada tahun 2023 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC K4 di Kabupaten Jember 79,32%, Puskesmas Rowotengah   72,48% sedang di Desa Rowotengah 88,74%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kunjungan ANC K4 di Desa Rowotengah Puskesmas Rowotengah. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah jumlah ibu hamil Trimester (TM) 3 di Desa Rowotengah sejumlah ± 51 orang, pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan teknik simple random sampling jumlah 34 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dan dianalisis menggunakan uji Correlation Lambda. Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan ANC K4 di Desa Rowotengah Puskesmas Rowotengah dengan uji koefisien korelasi lambda ? = 0,3. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan ANC K4 di Desa Rowotengah Puskesmas Rowotengah dengan kekuatan hubungan rendah atau lemah tapi pasti. Dukungan yang positif dari keluarga terhadap ibu hamil akan membuat ibu merasa ada yang perduli terhadap kondisi kehamilannya, sehingga ibu hamil semakin menjaga kehamilan dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN IVA PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUGER Ulfa, Maria; Umami, Riza; Maryanti, Syiska Atik; Restanty, Dian Aby
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7045

Abstract

Cervical cancer in Indonesia ranks second after breast cancer. The cause of the high incidence of cervical cancer is the low early detection with IVA examination. This study aims to determine the relationship between husband's support and IVA examination behavior in the Puger Health Center work area. This study uses a correlation method with a quantitative approach. The population of this study was fertile couples with mothers aged 30-50 years totaling 5,008 people. With the Purposive sampling technique, the number of samples was 98 respondents. Data collection using a questionnaire. The results of the chi square analysis showed a p value of 0.001, which means that there is a relationship between husband's support and IVA examination behavior. In the correlation coefficient d test, the r value was obtained at 0.445, meaning that the closeness of the relationship was in the medium category. There is a relationship between husband's support and IVA examination behavior in fertile couples in the Puger Health Center work area, Jember Regency. To improve the behavior of IVA examination in PUS mothers, counseling and approaches need to be carried out to husbands so that they can provide good support to their wives to undergo IVA examinations. ABSTRAKKanker serviks di Indonesia menempati peringkat kedua setelah kanker payudara. Penyebab tingginya kejadian kanker serviks adalah rendahnya deteksi dini dengan pemeriksaan IVA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan perilaku pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Puger. Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah Pasangan usia subur dengan usia ibu 30-50 tahun sebanyak 5.008 orang. Dengan Teknik Purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 98 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Hasil Analisa chi square menunjukkan p value 0.001 yang artinya ada hubungan dukungan suami dengan perilaku pemeriksaan IVA. Pada uji koefisien korelasi d diperoleh hasil nilai r sebesar 0,445 artinya keeratan hubungan kategori sedang. Ada hubungan antara dukungan suami dengan perilaku pemeriksaan IVA pada pasangan usia subur di wilayah kerja puskesmas Puger Kabupaten Jember. Untuk meningkatkan perilaku pemeriksaan IVA pada ibu PUS perlu dilakukan penyuluhan dan pendekatan kepada suami agar dapat memberikan dukungan yang baik pada istri untuk melakukan pemeriksaan IVA.
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG SHK DENGAN MEDIAVIDEO TERHADAP KESEDIAAN PEMERIKSAAN SHK PADA BBL DI WILAYAH PUSKESMAS PUGER Mayantie, Riesma Dwi; Sugijati, Sugijati; Kiswati, Kiswati; Kanarsih, I Gusti Ayu
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7046

Abstract

Congenital Hypothyroidism Screening (CHS) is a government program as an effort to early detect cases of Congenital Hypothyroidism (CH) in newborns for subsequent treatment. In 2023, the coverage reached 6,469 babies out of 49,536 (13.06%) live births in Jember Regency, whereas the SHK target was 100%. Puger Health Center in 2023 covered 33 babies (4%) out of 823 live births. to determine the effect of counseling about SHK using video media on the willingness of SHK examinations in newborns in the Puger Health Center area. The type of research used was comparative. The population of this study consisted of all pregnant women with 38-39 weeks gestation in the Puger Health Center working area totaling 80 respondents and a research sample of 66 respondents. The case control group sampling technique was carried out using proportional stratified random sampling. Shows that respondents who received counseling without video media as many as 20 people (60.6%) agreed to provide willingness to SHK examination on newborns. Meanwhile, respondents who received counseling with video media reached 28 people (84.8%) who stated their willingness to SHK examination on newborns. The results of the chi square test analysis showed a p value of 0.026 where the p value <? = 0.05 means that there is an effect of counseling about SHK with video media on the willingness of SHK examination on newborns in the Puger Health Center area. Counseling about SHK with video media for pregnant women is able to increase understanding, thereby increasing the willingness and achievement of SHK coverage on newborns in the Puger Health Center area. ABSTRAKSkrining Hipotiroidisme Kongenital (SHK) merupakan suatu program pemerintah sebagai upaya menemukan secara dini kasus Hipotiroidisme Kongenital (HK) pada bayi baru lahir untuk kemudian diobati. Pada tahun 2023 capaian cakupan 6.469 bayi dari 49.536 (13,06%) bayi lahir hidup se-Kabupaten Jember padahal target SHK 100%. Puskesmas Puger pada tahun 2023 cakupannya sejumlah 33 bayi (4%) dari 823 bayi lahir hidup. untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang SHK dengan media video terhadap kesediaan pemeriksaan SHK pada BBL di wilayah Puskesmas Puger. Jenis penelitian yang digunakan adalah komparatif. Populasi penelitian ini terdiri dari seluruh ibu hamil UK 38-39 minggu di wilayah kerja Puskesmas Puger berjumlah 80 responden dan sampel penelitian 66 responden. Teknik pengambilan sampel kelompok case control dilakukan dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling. Menunjukkan bahwa responden yang mendapatkan penyuluhan tanpa media video sebanyak 20 orang (60,6%) setuju memberikan kesediaan pemeriksaan SHK pada BBL. Sementara itu, responden yang mendapatkan penyuluhan dengan media video mencapai 28 orang (84,8%) yang menyatakan kesediaannya untuk pemeriksaan SHK pada BBL. Hasil analisis uji chi square menunjukkan nilai p adalah 0.026 dimana nilai p < ? = 0,05 artinya terdapat pengaruh penyuluhan tentang SHK dengan media video terhadap kesediaan pemeriksaan SHK pada BBL di wilayah Puskesmas Puger. Penyuluhan tentang SHK dengan media video pada ibu hamil mampu meningkatkan pemahaman, sehingga meningkatkan kesediaan dan capaian cakupan SHK pada BBL di wilayah Puskesmas Puger.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM ARV (ANTIRETROVIRAL) PADA IBU BALITA ODHIV DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENCONG JEMBER Skripsiwati, Lulus Eka; Kiswati, Kiswati; Bachri, Syaiful; Sugijati, Sugijati
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7047

Abstract

The problems faced by PLHIV are very complex, especially mothers of toddlers with HIV, namely fear of being abandoned by their husbands, being shunned by their families and not believing they are infected with HIV, which affects adherence to taking medication. ARV (AntiRetroviral) therapy is a lifelong therapy, requiring high compliance of at least 95% of the dose, so family system support is needed in ARV drinking management. OnART data from Kencong Health Center shows 234 PLHIV and LFU data shows 35 PLHIV. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and adherence to taking ARV (AntiRetroviral) in mothers of toddlers with HIV in the Kencong Health Center Jember work area. The research design was observational analytic with a case control study approach with a questionnaire as a measuring instrument. The population of this study was 54 mothers of toddlers with a sampling technique of total sampling. The results of the calculation showed that almost all mothers of toddlers with HIV received support of 94.44% and almost all mothers of toddlers with HIV were compliant in taking ARVs of 79.63%. The results of the Chi Square test obtained a p value of 0.040 <0.05, meaning that there is a relationship between family support and adherence to taking ARV (AntiRetroviral) in mothers of toddlers with HIV in the Kencong Jember Health Center work area with a fairly close relationship. It is hoped that health workers will provide information and education about ARV treatment by involving families in order to increase family support for adherence to taking ARV drugs. ABSTRAKMasalah yang dihadapi ODHIV sangatlah komplek khususnya ibu balita ODHIV yaitu takut ditinggalkan suami, dijauhi keluarga dan tidak percaya terinfeksi HIV sehingga mempengaruhi kepatuhan minum obat. Terapi ARV (AntiRetroviral) adalah terapi seumur hidup, memerlukan kepatuhan tinggi minimal 95% dari dosis maka dibutuhkan support sistem keluarga dalam manajemen minum ARV. Data OnART Puskesmas Kencong ada 234 ODHIV dan data LFU ada 35 ODHIV. Tujuan Penelitian yakni mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum ARV (AntiRetroviral) pada ibu balita ODHIV di wilayah kerja Puskesmas Kencong Jember. Desain penelitian adalah analitik obsevasional dengan pendekatan case control study dengan alat ukur kuesioner. Populasi penelitian ini sebanyak 54 ibu balita ODHIV dengan teknik pengambilan sample yaitu total sampling. Hasil dari perhitungan hampir seluruh ibu balita ODHIV mendapatkan dukungan sebanyak 94,44% dan hampir seluruh ibu balita ODHIV patuh minum ARV sebanyak 79,63%. Hasil uji Chi Square didapatkan p value 0,040< 0,05 artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum ARV (AntiRetroviral) pada ibu balita ODHIV di wilayah kerja Puskesmas Kencong Jember dengan keeratan hubungan cukup. Diharapkan petugas kesehatan memberikan informasi dan edukasi tentang pengobatan ARV dengan melibatkan keluarga guna meningkatkan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat ARV.
PERBEDAAN SIKAP IBU ANAK BAWAH DUA TAHUN DALAM PENCEGAHAN STUNTING SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA FLIP CHART DI DESA KASIYAN DI PUSKESMAS KASIYAN Nurindah, Meitha Christina; Gumiarti, Gumiarti; Palupi, Jenie; Restanti, Dian Aby
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7048

Abstract

According to the stunting data of Kasiyan Health Center from EPPGBM (Electronic Recording and Reporting of Community-Based Nutrition) in 2023 it was 9.4%, while the number of children under two years old with stunting at Kasiyan Health Center in 2023 was 8%. In stunting, the role of mothers is very important in preventing toddlers from experiencing problems with nutritional status, for example stunting. If mothers have a good attitude in fulfilling toddler nutrition, it will prevent stunting. This study is to determine the difference in the attitudes of mothers of children under two years old in preventing stunting before and after being given counseling using flip chart media in Kasiyan Village at Kasiyan Health Center. Method: This study design uses one group pretest-posttest. The population is mothers of children under two years old in Kasiyan Village. The sampling technique uses saturated sampling. The sample is 24 respondents. The statistical analysis technique used in this study is the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: There was a lack of attitude in mothers before being given counseling 37.5% and the lack of attitude in mothers after being given counseling decreased to 17%. With the Wilcoxon Signed Rank Test analysis, the p-value result was 0.004> ? 0.05, so there was a difference in mothers' attitudes in preventing stunting before and after being given counseling using flip chart media. Conclusion: There was a difference before being given counseling, a small portion / almost half of the respondents had a lack of attitude and after being given counseling half of the respondents had a good attitude. Discussion: The Kasiyan Health Center can provide counseling about stunting to mothers of toddlers using flip chart media. ABSTRAKMenurut Data stunting Puskesmas Kasiyan dari EPPGBM (Eleltronok Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) pada tahun 2023 sebesar 9,4 %, sedangkan jumlah anak bawah dua tahun dengan stunting di Puskesmas Kasiyan pada tahun 2023 sebesar 8 %. Dalam stunting yaitu peran ibu sangat penting dalam mencegah balita agar tidak mengalami permasalahan pada status gizi misalnya stunting salah satunya. Jika ibu mempunyai sikap yang baik dalam pemenuhan gizi balita maka akan mencegah terjadinya stunting. Peneitian ini untuk mengetahui perbedaan sikap ibu anak bawah dua tahun dalam pencegahan stunting sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan menggunakan media flip chart di Desa Kasiyan di Puskesmas Kasiyan. Metode : Desain penelitian ini menggunakan one grup pretest- posttest. Populasinya adalah ibu anak bawah dua tahun di Desa Kasiyan. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Sampel sebanyak 24 responden. Teknik analisis statistic yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Terdapat sikap kurang pada ibu sebelum diberikan penyuluhan 37,5% dan sikap kurang pada ibu sesudah diberikan penyuluhan turun menjadi 17%. Dengan uji analisis Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil p-value 0,004 > ? 0,05 maka terdapat perbedaan sikap ibu dalam pencegahan stunting sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan menggunakan media flip chart. Kesimpulan : Ada perbedaan sebelum diberikan penyuluhan sebagian kecil / hampir setengah responden memiliki sikap kurang dan sesudah diberikan penyuluhan setengah dari responden memiliki sikap baik. Diskusi : Pihak Puskesmas Kasiyan bisa memberikan penyuluhan tentang stunting pada ibu balita dengan media flip chart.

Page 9 of 13 | Total Record : 124