cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
ISSN : 28278240     EISSN : 28278070     DOI : https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2
Core Subject :
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan
Articles 132 Documents
INTERVENSI UNTUK MENURUNKAN NYERI POST SECTIO CAESAREA PIPIH NAPISAH
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.588 KB) | DOI: 10.51878/healthy.v1i2.1113

Abstract

Post section caesarea can cause pain in the area of the abdominal incision wound. Post section caesarean pain needs correct and effective treatment so that it does not cause complications. The purpose of this article is to determine the effectiveness of various interventions that can reduce the pain scale of post section caesarea. Writing articles using literature studies. Search data using four databases, namely EBSCO, Proquest, Neliti and Google Scholar. Article criteria, namely in English and Indonesian, published in 2020-2021, research studies using randomized control trials and quasi experiments. Keywords in article search using interventions AND pain AND post section caesarea. The data needed is collected through text studies, then analyzed using JBI. Based on the results of the literature study, it shows that there are 19 articles. Single interventions, namely abdominal breathing relaxation techniques, lavender essential oil, acupuncture, guided imagery therapy, deep tissue massage, progressive muscle relaxation, benson relaxation exercises, distraction therapy listening to music, mediation of dhikr, lavender extract, foot massage, and gel package. Meanwhile, the combination interventions, namely lavender oil and oxygen, lemon and mozart classical music therapy, swedish massage and lemon aromatherapy, deep breathing techniques, and music therapy. All studies proved effective for reducing the post SC pain scale. One of the interventions that are effective, easy to do independently by the mother at home, safe and do not cause side effects, are deep breathing relaxation techniques with abdominal breathing techniques, progressive muscle relaxation, Benson relaxation, dzikir mediation and guided imagery therapy. However, research is still limited both abroad and in Indonesia. ABSTRAKPost section caesarea dapat menimbulkan nyeri diarea luka insisi abdomen. Nyeri post section caesarea perlu penanganan yang benar dan efektif sehingga tidak menimbulkan komplikasi. Tujuan penelitian artikel, yaitu untuk mengetahui keefektifan berbagai intervensi yang dapat menurunkan skala nyeri post section caesarea. Penulisan artikel menggunakan studi literature. Pencarian data menggunakan empat data base, yaitu EBSCO, Proquest, Neliti dan Google Scholar. Kriteria artikel, yaitu berbahasa Inggris dan Indonesia, tahun terbit 2020-2021, studi penelitian menggunakan randomized control trial dan quasi experiment. Keyword dalam pencarian artikel menggunakan intervenstions AND pain AND post section caesarea. Data yang diperlukan dihimpun melalui kajian teks, kemudian dianalisis menggunakan JBI. Berdasarkan hasil studi literature menunjukan bahwa terdapat 19 artikel. Intervensi yang efektif untuk menurunkan nyeri post section caesarea, yaitu intervensi tunggal dan kombinasi. Intervensi tugal, yaitu teknik relaksasi abdomal breathing, lavender essential oil, acupuncture, terapi guided imagery, deep tissue massage, progressive muscle relaxation, latihan relaksasi benson, terapi distraksi mendengarkan music, mediasi dzikir, ekstrak lavender, pijat kaki, paket gel. Sementara itu, Intervensi kombinasi, yaitu minyak lavender dan oksigen, terapi lemon dan mozart music klasik, swedish massage dan aromaterapi lemon, teknik napas dalam dan terapi musik. Semua penelitian terbukti efektif untuk menurunkan skala nyeri post SC. Salah satu intervensi yang efektif, mudah dilakukan secara mandiri oleh ibu di rumah, aman dan tidak menimbulkan efek samping, yaitu teknik relaksasi napas dalam dengan teknik abdomal breathing, progressive muscle relaxation, relaksasi benson, mediasi dzikir dan terapi guided imagery. Namun, penelitian masih terbatas baik di luar negri maupun di Indonesia.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DAN PENCEGAHAN TERJADINYA STROKE BERULANG TUNIK TUNIK
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.203 KB) | DOI: 10.51878/healthy.v1i2.1114

Abstract

Recurrent stroke is the occurrence of repeated strokes after the patient is discharged from the hospital or occurs after the first attack. Repeated strokes will cause more severe symptoms than the previous ones, this is because the damaged area is wider than the previous attack. Therefore, the patients and their families have to know how to prevent and what causes recurrent strokes. The purpose of this study was to determine the cause and prevention factors of recurrent stroke. The method used in this research was a literature review and the data sources were taken from Proquest, Ovid, and Google Scholar. The journals used in this study were twenty (20) research journal articles. The result showed that recurrent stroke had several cause and prevention factors. The factors included permanent factor (age) and changeable factor (lifestyle). Other factors were the provision of pharmacological therapy for controlling comorbidities, providing knowledge, motivation, and support to patients, as well as controlling stress and depression in patients ABSTRAKStroke berulang merupakan kejadian serangan ulang stroke setelah pasien pulang dari layanan kesehatan atau terjadi setelah serangan pertama. Stroke berulang akan menimbulkan gejala yang lebih parah dari gejala sebelumnya, hal ini dikarenakan área yang rusak lebih luas dibandingkan serangan sebelumnya. Penderita dan keluarga harus mengetahui bagaimana cara pencegahan dan apa saja yang menyebabkan terjadinya stroke berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dan pencegahan terjadinya stroke berulang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi literatur review, sumber diambil dari Proquest, ovid, google scholar. Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 jurnal penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stroke berulang memiliki beberapa faktor penyebab dan pencegah. Faktor tersebut antara lain faktor yang tidak bisa diubah (usia); faktor yang bisa diubah (gaya hidup). Faktor lainnya yaitu pemberian terapi farmakologis untuk pengendalian penyakit penyerta sebagai faktor resiko, pemberian pengetahuan, motivasi dan dukungan kepada pasien, dan juga pengendalian stress dan depresi pasien
PERBEDAAN ASUPAN PROTEIN, FE, VIT B6, VIT C, DAN STATUS KEK PADA REMAJA PUTRI ANEMIA DAN NON ANEMIA USDEKA MULIANI
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.943 KB) | DOI: 10.51878/healthy.v1i2.1115

Abstract

Iron deficiency anemia (IDA) is a nutritional problem in young women that needs special attention. Except for lack of iron intake, the cause of anemia is due to lack of micronutrient intake that plays a role in iron metabolism, erythropoiesis, and hemoglobin formation, including vitamin B6 and vitamin C. Another nutritional problem that is often experienced by young women is Chronic Energy Deficiency due to energy intake. less than an ongoing need. The purpose of this study was to determine differences in the nutritional intake of protein, iron, vitamin B6, vitamin C and KEK status in anemic and non-anemic adolescent girls. Data collection was carried out in August-September 2020 on 122 respondents. The amount of nutrient intake was obtained through interviews and the respondent's hemoglobin level was measured using the Hemato Analyzer. The research method is analytic by using a cross sectional approach. The data were analyzed univariately and bivariately with a different test (t-test) Independent. The results showed that the prevalence of anemia in respondents was 17.2%, protein intake was less 58.2%, iron (Fe) intake was less 96.8%, vitamin B.6 intake was less than 85.2%, and vitamin C intake was 93. 4%, and respondents with KEK status 46.7%. As for the results of the different tests, there was no significant difference between the intake of protein, iron, vitamin B6, and vitamin C as well as the LILA of the anemic and non-anemic respondents. It is recommended that related parties conduct socialization of healthy feeding for adolescents. ABSTRAKAnemia defisiensi besi (ADB) merupakan masalah gizi pada remaja putri yang perlu mendapat perhatian khusus. Kecuali kekurangan asupan zat besi, penyebab tejadinya anemia akibat kekurangan asupan mikronutrien yang berperan dalam metabolism zat besi, eritropoesis, maupun pembe ntukan hemoglobin antara lain vitamin B6 dan vitamin C. Masalah gizi lain yang sering dialami oleh remaja putri adalah Kurang Energi Kronis akibat dari asupan energy kurang dari kebutuhan yang berlangsung lama. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan asupan zat gizi protein, zat besi, vitamin B 6, vitamin C dan status KEK pada remaja putri anemia dan non anemia. Pengambilan data dilakukan bulan Agustus-September tahun 2020 pada 122 responden. Jumlah asupan zat gizi diperoleh melalui wawancara dan alat ukur kadar hemoglobin responden menggunakan Hemato Analizer. Metode penelitian yang bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji beda (t-test) Independent. Dari hasil penelitian diperoleh prevalensi responden anemia 17,2%, asupan protein kurang 58,2%, asupan zat besi (Fe) kurang 96,8%, asupan vitamin B.6 kurang 85,2%, dan asupan vitamin C kurang 93,4%, serta responden dengan status KEK 46,7%. Adapun dari hasil uji beda tidak ada perbedaan yang significant antara asupan protein, Fe, vitamin B6, dan vitamin C serta LILA responden yang anemia dan yang tidak anemia. Disarankan agar pihak terkait melakukan sosialisasi pemberian makan yang sehat bagi remaja.
PEMBINAAN DAN PENCEGAHAN STUNTING DI DESA CISAAT KABUPATEN SUKABUMI HESRI MINTAWATI
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.348 KB) | DOI: 10.51878/healthy.v1i2.1193

Abstract

The problem of short toddlers (stunting) is a priority problem that occurs in Cisaat Sukabumi village. the results of data from 20 villages in Sukabumi, the priority for the village with the most stunting is Cisaat Village, Sukabumi, with 131 children under five. The impact of stunting can affect children's growth and development, cognitive abilities, and even cause mortality. The purpose of this article is to explain, and analyze the development and prevention of stunting in Cisaat Sukabumi Village. The writing of this article uses a literature review study of the literature review data carried out by searching for relevant articles from electronic databases (Google Scholar, DOAJ, Pubmed, Garuda portal, Mendeley, Sinta and Rama). cognitive decline, and if preventive measures are not taken, it can cause children to be disturbed in brain development, body metabolism, and physical growth. ABSTRAKPermasalahan balita pendek (stunting) merupakan prioritas masalah yang terjadi di desa cisaat sukabumi. hasil data dari 20 desa yang ada di Sukabumi, yang menjadi prioriras desa terbanyak stunting adalah desa cisaat sukabumi 131 anak balita. Dampak dari stunting dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, kemampuan kognitif, dan bahkan menyebabkan mortalitas. Penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan, dan menganalisis pembinaan dan pencegahan stunting desa cisaat sukabumi. Penulisan artikel ini menggunakan studi literatur review data Tinjauan Pustaka dilakukan melalui pencarian artikel yang relevan dari database elektronik (Google Scholar, DOAJ, Pubmed, portal Garuda,mendeley,sinta dan rama) didapatkan hasil stunting memiliki implikasi biologis terhadap perkembangan otak dan neurologis yang diterjemahkan kedalam penurunan nilai kognitif, dan apabila tidak dilakukan tindakan pencegahan dapat menyebabkan anak terganggu perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik.
RIWAYAT ANEMIA DAN HIPERTENSI MENJADI FAKTOR DOMINAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH TIURLAN MARIASIMA DOLOKSARIBU; LUSYANA GLORIA DOLOKSARIBU
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v1i3.1427

Abstract

Babies born weighing <2,500 grams are called LBW, the risk of causing death is 20 times higher than normal birth weight babies. Maternal factors, pregnancy factors, fetal factors, placental factors, and environmental factors are risk factors for LBW. The purpose of the study was to determine the dominant factor causing the occurrence of LBW in the perinatology room of RSUD Dr. Pirngadi Medan. This research is descriptive with a cross sectional approach. The population, namely mothers who gave birth to LBW as many as 117 people from January-December 2020, a sample of 32 respondents was taken by consecutive sampling. The results showed that the risk factors for the incidence of LBW were 46.9% age <20 years, history of anemia 34.4% and hypertension 25%, pyrimiparous mother (40.6%) and grande multipara (34.4%). family with income > Rp. 1-5 million/month as many as 53.1%, mothers without drinking alcohol and smoking habits as much as 84.4%, mothers experiencing antepartum bleeding as much as 65.6%, maternal intervals <1 and 1 year each 50.0 %, maternal gestational age <37 weeks as much as 53.1%, not gemelli as much as 78.1%, not exposed to infection 100%, premature rupture of membranes as much as 53.1%), no hydramion, living in highland areas as much as 81 ,2%. It was concluded that the highest risk factors for the incidence of LBW were maternal age at pregnancy <20 years, mothers with a history of anemia and hypertension, primiparas, antepartum bleeding and pregnancy <37 weeks. It is recommended that adolescents maintain their health, especially their reproductive health and delay the age of marriage until the age of 20 years to reduce the risk of low birth weight. ABSTRAKBerat bayi lahir <2.500 gram disebut BBLR, beresiko menyebabkan kematian 20 kali lebih tinggi dibanding bayi berat lahir normal. Faktor ibu, faktor kehamilan, faktor janin, faktor plasenta, dan faktor lingkungan merupakan faktor resiko terjadinya BBLR. Tujuan penelitian mengetahui faktor dominan penyebab terjadinya BBLR di ruang perinatologi RSUD Dr. Pirngadi Medan. Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu ibu yang melahirkan BBLR sebanyak 117 orang dari bulan Januari-Desember 2020, sampel sebanyak 32 responden diambil secara consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan faktor resiko terhadap kejadian BBLR adalah faktor umur <20 tahun sebesar 46,9%, riwayat penyakit anemia 34,4% dan hipertensi 25%, ibu pirimipara (40,6 %) dan grande multipara (34,4%), keluarga dengan penghasilan >Rp. 1-5 juta/bulan sebanyak 53,1%, ibu tanpa kebiasaan minum alkohol dan merokok sebanyak 84,4%, ibu mengalami perdarahan antepartum sebanyak 65,6%, jarak kehamilan ibu <1 dan ?1 tahun masing-masing 50,0%, usia kehamilan ibu <37 minggu sebanyak 53,1%, tidak gemelli  sebanyak 78,1%, tidak terkena infeksi 100%, ketuban pecah dini sebanyak 53,1%), tidak ada hidramion, bertempat tinggal di daerah dataran tinggi sebanyak 81,2%. Disimpulkan bahwa faktor resiko tertinggi penyebab kejadian BBLR yaitu usia ibu saat hamil <20 tahun, ibu memiliki riwayat penyakit anemia dan hipertensi, primípara, perdarahan antepartum dan kehamilan <37 minggu. Disarankan agar remaja memelihara kesehatan terutama kesehatan reproduksinya dan menunda usia pernikahan sampai usia ?20 tahun untuk menurunkan resiko terjadinya BBLR.
GAMBARAN JUMLAH LEUKOSIT PADA PENDERITA DEMAM TIFOID ZAITUL WIDAT; ASRI JUMADEWI; SITI HADIJAH
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v1i3.1461

Abstract

Typhoid fever is caused by infection with the bacterium Salmonella typhi which attacks the digestive tract. Clinical symptoms of typhoid fever are characterized by complaints of fever that occur in the afternoon or evening, with a slow and gradual increase in temperature or commonly called step ladder fever. The diagnosis of typhoid fever is in the form of clinical symptoms, physical examination and laboratory examination. One of the laboratory tests by counting the number of leukocytes. The purpose of this study was to describe the number of leukocytes in patients with typhoid fever in dr. Zainoel Abidin. The research method is descriptive with a cross sectional design, which relies on secondary data taken in May 2022, there are as many as 20 respondents who carry out laboratory examinations. The results showed as many as 16 people (80%) with normal leukocyte counts, 3 people (15%), and 1 patient (5%). The average value of the leukocyte count was 8.40 x 103 cells/mm^3 with the lowest value of 3.16 x103 cells/mm^3 and the highest value of 12.90 x 103 cells/mm^3. ABSTRAKDemam tifoid disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyerang saluran pencernaan. Gejala klinis demam tifoid ditandai dengan adanya keluhan demam yang terjadi pada sore atau malam hari, dengan kenaikan suhu secara lambat serta bertahap atau biasa disebut step ladder fever. Diagnosis penyakit demam tifoid berupa gejala klinis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Salah satu pemeriksaan laboratorium dengan menghitung jumlah leukosit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jumlah leukosit pada penderita demam tifoid di RSUD dr. Zainoel Abidin. Metode penelitian adalah deskriptif dengan desain cross sectional, yang mengandalkan data sekunder yang diambil pada bulan Mei 2022, terdapat sebanyak 20 responden yang melakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 16 orang (80%) dengan jumlah leukosit normal, jumlah leukosit yang meningkat sebanyak 3 orang (15%), dan pasien dengan kadar leukosit menurun sebanyak 1 orang (5%). Nilai rata-rata jumlah leukosit sebesar 8,40 x 103 sel/  dengan nilai terendah 3,16 x103 sel/  dan nilai tertinggi 12,90 x 103  sel/ .
PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN SUNGAI ENAM KIJANG MARINA MARINA; HOTMARIA JULIA; YUSNAINI SIAGIAN; LIZA WATI
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v1i3.1487

Abstract

Hypertension is a disease that cannot be cured but can be controlled. Non-pharmacological therapy is used to lower blood pressure, one of the non-pharmacological therapies is using Mozart classical music therapy. Listening to music with a slow rhythm will reduce the release of catecholamines into the blood vessels, so that the concentration of catecholamines in plasma is low. This study aims to determine the effect of Mozart classical music therapy on blood pressure of hypertensive patients in Sungai Enam Kijang Village. The research design was pre-experimental design with one group pretest-posttest design. The number of samples is 20 respondents with purposive sampling technique. Data collection tools using observation sheets and blood pressure measuring devices. Data analysis used the Wilcoxon sign rank test with a significance of 0.05. The results showed that blood pressure before being given Mozart classical music therapy showed a mild category as many as 14 people (70%), while after giving Mozart classical music therapy was normal 3 respondents (21.4%), high normal 3 respondents (21.4%). , mild 7 respondents (50%), moderate 1 respondent (7.1%). Blood pressure before being given Mozart classical music therapy showed a moderate category of 4 respondents (20%), after being given Mozart classical music therapy it became mild 3 respondents (21.4%) and 1 respondent (7.1%). The results of the Wilcoxon sign rank test, p value = 0.008 (?0.05), that there is an effect of Mozart classical music therapy on the blood pressure of hypertension sufferers in Sungai Enam Kijang Village. It is hoped that health workers will be able to optimize classical music therapy as a complementary therapy to reduce blood pressure in patients with hypertension by playing classical songs in the patient's waiting room ABSTRAKHipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol. Terapi non farmakologi yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah, salah satu terapi non farmakologi yaitu menggunakan terapi musik klasik mozart. Mendengarkan musik dengan irama lambat akan mengurangi pelepasan katekolamin kedalam pembuluh darah, sehingga konsentrasi katekolamin dalam plasma menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Kelurahan Sungai Enam Kijang. Desain penelitian pre eksperimental design dengan one grup pretest-posttest desain. Jumlah sampel 20 responden dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data dengan menggunakan lembar observasi dan alat ukur tekanan darah. Analisa data menggunakan wilcoxon  sign rank test dengan signifikansi ?0,05. Hasil penelitian menunjukkan tekanan darah sebelum diberikan terapi musik klasik mozart menunjukkan kategori ringan sebanyak 14 orang (70%), sedangkan sesudah siberikan terapi musik klasik mozart adalah normal 3 responden (21,4%), normal tinggi 3 responden (21,4%), ringan 7 responden (50%), sedang 1 responden (7,1%). Tekanan darah sebelum diberikan terapi musik klasik mozart yang menunjukkan kategori sedang 4 responden (20%), sesudah diberikan terapi musik klasik mozart menjadi ringan 3 responden (75%) dan sedang 1 responden (25%).  Hasil uji wilcoxon  sign rank test nilai p value = 0,008 (?0,05), bahwa ada pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Kelurahan Sungai Enam Kijang. Diharapkan petugas kesehatan mampu mengoptimalkan terapi musik klasik sebagai salah satu terapi komplementer untuk mengatasi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan cara memutar lagu-lagu klasik di ruang tunggu pasien
EFEKTIVITAS INTERVENSI MEDIA AUDIO VISUAL AKU BANGGA AKU TAHU DALAM PENCEGAHAN PENULARAN HIV-AIDS PADA REMAJA NURAMALIA NURAMALIA
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v1i3.1515

Abstract

Educational media is a very important component as a means of interaction, one of which is audio-visual media. Health education through the audio-visual media Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) is expected to be able to increase comprehensive knowledge about HIV and AIDS. This study aims to determine the effect of ABAT audio-visual media on HIV and AIDS knowledge of school adolescents in Makassar City. The research design used a quasi-experimental approach with The Nonequivalent Control Group Design. Sampling using random sampling technique, as many as 96 teenagers. The results showed that most of the respondents were in the age group of 17 years (49%), female (52%), grade 12 (51%). Based on the results of the Mann-Whitney U Test, it showed that there were differences in attitudes after the ABAT audio-visual media playback intervention was performed with the frequency of playback three times and once in the intervention group and the control group (p=0.05). Conclusion: there is a significant difference in adolescent attitudes about HIV and AIDS after the intervention. ABAT audio-visual media with three times the frequency of playback is more effective than once. Several comparisons of extension media are needed to better understand the effectiveness of a media. ABSTRAKMedia pendidikan merupakan komponen yang sangat penting sebagai sarana interaksi, salah satunya adalah media audio visual. Pendidikan kesehatan melalui media audio visual Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan secara komprehensif tentang HIV dan AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audio visual ABAT terhadap pengetahuan HIV dan AIDS remaja sekolah di Kota Makassar. Desain penelitian menggunakan pendekatan quasy eksperimen dengan rancangan The Nonequivalent Control Group Design. Penarikan sampel menggunakan teknik random sampling, sebanyak 96 remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok umur 17 tahun (49%), berjenis kelamin perempuan (52%), tingkatan kelas 12 (51%). Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan ada perbedaan sikap setelah dilakukan intervensi pemutaran media audio visual ABAT dengan frekuensi pemutaran sebanyak tiga kali dan satu kali pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,05). Kesimpulan: ada perbedaan yang bermakna pada sikap remaja tentang HIV dan AIDS setelah dilakukan intervensi. Media audio visual ABAT dengan frekuensi pemutaran sebanyak tiga kali lebih efektif dibanding satu kali Diperlukan beberapa perbandingan media penyuluhan agar lebih mengetahui tingkat keefektifan suatu media.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS DATA DAN JURNAL UNTUK REKOMENDASI KEBIJAKAN BIDANG KESEHATAN BAMBANG SETIAJI; P.A. KODRAT PRAMUDHO
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v1i3.1649

Abstract

In making policy recommendations in the health sector, valid data or information is needed so that the recommendations conveyed are truly in accordance with the facts on the ground. The recommendations developed do not have to go through lengthy research so that it requires large resources. This can be done quickly through searching data and journals by utilizing information technology. The purpose of this study is to provide information, especially to policy recommendation makers to be able to utilize data-based technology and journals in making policy recommendations in the health sector. The methodology used in this study is through literature searches and various reviews from various sources related to the substance of this study. The findings of this study are the obtaining of information related to how to use data-based information technology and journals for policy recommendations in the health sector. This study only explores data and information through secondary data searches. This study is useful in developing policy recommendations in the health sector effectively and efficiently through the use of data-based information technology and journals. ABSTRAKDalam membuat rekomendasi kebijakan di bidang kesehatan dibutuhkan data atau informasi yang valid sehingga rekomendasi yang di sampaikan benar-benar sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Rekomendasi yang dikembangkan tidak harus melalui penelitian yang panjang sehingga memerlukan sumber daya yang besar. Bisa dilakukan secara cepat melalui penelusuran data dan jurnal dengan memanfaatkan teknologi informasi. Tujuan dari studi ini adalah memberikan informasi khususnya kepada para pembuat rekomendasi kebijakan untuk dapat memanfaatkan teknologi berbasis data dan jurnal dalam membuat rekomendasi kebijakan bidang kesehatan. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah melalui penelusuran kepustakaan dan berbagai review dari berbagai sumber terkait substansi dari studi ini. Adapun temuan dari studi ini adalah diperolehnya informasi terkait bagaimana memanfaatkan teknologi informasi berbasis data dan jurnal untuk rekomendasi kebjakan bidang kesehatan. Studi ini hanya menggali data dan informasi melalui penelusuran data sekunder. Studi ini bermanfaat dalam mengembangkan rekomendasi kebijakan di bidang kesehatan secara efektif dan efisien melalui pemanfaatan teknologi informasi berbasis data dan jurnal.
THE EFFECTIVENESS OF HERBAL INGREDIENTS TO RELIEVE BREAST ENGORGEMENT : LITERATURE REVIEW YUSTINA DEWI ANGGRAINI; RAHAJENG SITI NUR RAHMAWATI; RIRIN INDRIANI; ENY SENDRA
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v1i4.1674

Abstract

In Indonesia, the incidence of breast milk retention in postpartum mothers has increased to 10% -20% of the population of postpartum mothers. In Indonesia every year the number of breast milk sufferers in Indonesia is around 2.3 million of the total postpartum mothers. Postpartum mothers who experience breast engorgement can interfere with the breastfeeding process and if not treated immediately will result in mastitis and breast abscess. One way to deal with breast dams is by compressing herbal ingredients. The purpose of this study was to determine the effectiveness of herbal ingredients to treat breast dams. This research method is a literature study or search of previous journal articles and then adjusted to the inclusion and exclusion criteria. This study uses journal articles published in the last five years. The reviewed articles were obtained from the Google Scholar and Research Gate databases. The journal review technique uses Compare and Contrast, namely by looking for similarities and differences from the journals that have been found, then the researcher draws conclusions according to the researcher's specific goals. Results of 10 journal articles reviewed (5 cabbage compress articles, 3 aloe vera compress articles and 2 ginger compress articles). The results of the review show that there is an influence of herbal ingredients to overcome breast dams. Cabbage herbal ingredients are antibiotic, while aloe vera and ginger herbs contain active substances that are anti-inflammatory which can relieve pain and inflammation in the breasts. In conclusion, giving compresses with herbal ingredients is effective for dealing with breast dams. ABSTRAKDi Indonesia tingkat kejadian bendungan ASI pada ibu nifas naik menjadi 10%-20% dari populasi ibu nifas. Di Indonesia setiap tahun jumlah penderita bendungan ASI di Indonesia berkisar 2,3 juta dari total ibu nifas. Ibu nifas yang mengalami bendungan payudara dapat menganggu proses menyusui dan jika tidak segera ditangani akan mengakibatkan mastitis dan abses payudara. Salah satu cara untuk mengatasi bendungan payudara adalah dengan kompres bahan herbal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas bahan herbal untuk mengatasi bendungan payudara. Metode penelitian ini merupakan penelitian studi literatur atau penelusuran artikel jurnal terdahulu kemudian disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan artikel jurnal publikasi lima tahun terakhir. Artikel yang direview diperoleh dari database Google Schoolar dan Research Gate. Teknik review jurnal menggunakan Compare dan Contrast yaitu dengan mencari suatu kesamaan dan perbedaan dari jurnal yang telah ditemukan kemudian peneliti menarik kesimpulan sesuai dengan tujuan khusus peneliti. Hasil dari 10 artikel Jurnal yang di review (5 artikel kompres kubis, 3 artikel kompres lidah buaya dan 2 artikel kompres jahe). Hasil review menunjukkan terdapat pengaruh bahan herbal untuk mengatasi bendungan payudara. Bahan herbal kubis bersifat antibiotic, sedangkan herbal lidah buaya dan jahe mengandung zat aktif yang bersifat anti inflamasi yang dapat meredakan rasa nyeri dan peradangan pada payudara. Kesimpulan pemberian kompres dengan bahan herbal efektif untuk mengatasi bendungan payudara.

Page 2 of 14 | Total Record : 132