SinarFe7
Publikasi ini digunakan untuk kegiatan utama FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia) Regional Jawa Timur atara lain: menyelaraskan pendidikan tinggi Teknik Elektro se-Indonesia melingkupi bidang pendidikan, penelitian, dan aplikasi teknologi, Mendiskusikan topik-topik nasional terkait keilmuan Teknik Elektro, menyimpulkan, memberi masukan, dan solusi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan, sebagai institusi rujukan mengenai pendidikan tinggi Teknik Elektro, meningkatkan kerjasama dan tali silaturrahim antar Institusi, pejabat Program Studi/ Jurusan/Departemen, dan peneliti bidang Teknik Elektro
Articles
523 Documents
Rancang Bangun Lemari Pengering Pakaian Otomatis Energi Matahari Menggunakan Arduino Mega Berbasis Fuzzy Logic
Abdul Rozaq;
Koko Joni;
Riza Alfita
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
- Ketika musim hujan mengeringkan pakaian menjadi masalah tersendiri bagi manusia, terutama bagi pengusaha laundry, mebutuhkan waktu 1 sampai 3 hari untuk mengeringkan beberapa pakaian, hal ini disebabkan minimnya paparan sinar matahari pada pakaian ketika musim hujan. Dengan berkembangnya teknologi, manusia membutuhkan sebuah alat pengering pakaian otomatis dengan harapan bisa membantu mempercepat proses pengeringan pakaian ketika musim hujan, kali ini sistem menggunakan arduino mega sebagai kontrolernya, dengan menggunakan catu daya utama dari panel surya, serta menggunakan sensor suhu dan kelambapan DHT22 serta menggunakan metode fuzzy logic untuk kontrolernya. Tujuan dari penelitian ini mengeringkan pakaian hasil proses laundry (mesin cuci) yang rata rata kadar airnya mencpai ± 90% di inginkan menjadi ± 70%. Setelah dilakukan metode eksperimen yang dilakukan beberapa kali pengujian, membutuhkan waktu rata-rata 3 jam untuk mengeringkan pakaian pada suhu 35º C menggunakan lemari pengering, Pengeringan Secara manual menggunakan panas matahari membutuhkan waktu 4-5 jam dalam cuaca normal 28-30ºC, sehingga dapat dianalisa lemari pengering 2-3 kali lebih cepat dalam proses pengeringannya.
Studi Perencanaan Pompa Air Tenaga Surya Sebagai Pengadaan Air Bersih Rumah Tangga
Viky Yosia Priambodo,;
Yuni Rahmawati;
Aripriharta
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pompa air tenaga surya merupakan sebuah teknologi berbasis photovoltaic atau panel surya yang mengkonversi sinar matahari menjadi daya untuk menggerakkan pompa air. Sistem ini umumnya terdiri dari modul panel surya, motor pompa AC atau DC, dan system elektronik. Modul panel surya dipasang dengan menyesuaikan struktur dengan ketentuan dari tracking manual maupun otomatis. Air dipompa dalam waktu tertentu yang kemudian disimpan pada sebuah tangki. Tangki air digunakan untuk penyimpanan. Pada beberapa sistem digunakan sebuah baterai yang digunakan sebagai tempat penyimpanan daya listrik dari panel surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya yang dihasilkan panel surya setiap satu jam . Mengetahui bagaimana pengaruh daya terhadap volume air yang dihasilkan pompa air tenaga surya, mengetahui banyak volume air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Data diperoleh melalui pengujian prototipe pompa air tenaga surya. Waktu penyinaran matahari mulai pukul 10.00-14.00 diperoleh hasil yaitu waktu penyinaran mempengaruhi daya keluaran panel surya, besar kecilnya volume air yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh besar kecilnya daya.
SISTEM PEMBACAAN DATA POWER METER DENGAN KOMUNIKASI MODBUS SECARA TERPUSAT
Jonathan Teng;
Julius Sentosa Setiadji;
Resmana Lim
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Power meter digunakan untuk memantau penggunaan energi listrik pada suatu ruangan atau gedung. Untuk melihat secara mendetail penggunaan listrik pada satu ruang pada suatu bangunan, digunakan power meter yang disebar pada beberapa titik. Karena letak power meter yang tersebar, maka diperlukan power meter yang memiliki fitur komunikasi data agar data pembacaan dapat dikirimkan dan dikumpulkan secara terpusat. Sistem dibuat dengan menggunakan dua perangkat. yang pertama adalah gateway yang membaca data dari power meter yang tersebar. Gateway berfungsi untuk merubah data Modbus RTU menjadi modbus TCP/IP. Perangkat kedua yaitu server menerima data Modbus TCP/IP dari gateway lalu menampilkannya menuju halaman web. Server juga akan mengirim notifikasi menuju smartphone apabila kondisi pembacaan power meter menunjukkan nilai tertentu yang melebihi nilai threshold dari user. Sistem yang telah dibuat menghasilkan perangkat gateway yang dapat mengirimkan data power meter menuju server, halaman web untuk tampilan data power meter beserta halaman untuk konfigurasi, sistem database untuk menyimpan data dari power meter, dan sistem notifikasi melalui aplikasi Line. Sistem yang telah dibuat mampu menampilkan data power meter menuju halaman web dengan jeda waktu 864.09 milidetik hingga 943.35 milidetik dari nilai riil pada power meter.
Kontrol Arah Kamera Mengikuti Obyek Menggunakan Rasberry Pi dan PIR Sensor
Raynaldy Rivaldy Leuw;
Thiang
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Banyak kamera CCTV yang bekerja secara statis dan melakukan rekaman selama sehari penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain sistem kamera yang dapat merekam dan memberi notifikasi saat adanya gerakan obyek dan dapat berubah arah mengikuti obyek. Sistem yang dibuat terdiri dari perangkat keras dan program. Didalam sistem terdapat empat sensor PIR yang digunakan untuk mendeteksi gerakan obyek, modul kamera Raspberry Pi dan motor servo yang dikontrol menggunakan Raspberry Pi 3. Setiap sensor PIR diberi penghalang untuk mencegah pembacaan secara bersamaan. Sistem diprogram menggunakan bahasa pemrograman Python. Berdasarkan hasil pengujian sistem yang telah dilakukan, sistem dapat mengirimkan notifikasi dan kamera dapat melakukan rekaman saat obyek terdeteksi. Arah dari kamera dapat diubah oleh motor servo saat obyek bergerak dan berpindah region pendeteksian sensor PIR. Pembacaan sensor PIR secara bersamaan dapat mengakibatkan arah kamera diubah oleh motor servo ke arah yang salah.
Sistem Indikator Untuk Mengurangi Kecelakaan Kerja Akibat Keracunan Karbon Monoksida Pada Pasukan Pemadam Kebakaran
Octavia Fatma Kirana;
Muh. Taufiqurrohman
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kejadian kebakaran merupakan peristiwa yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, sehingga petugas pemadam kebakaran dituntut untuk selalu siaga ketika bertugas. Keluhan kesehatan yang dirasakan oleh petugas di lokasi kebakaran umumnya dikarenakan banyak menghirup asap misalnya batuk, sesak nafas, mual, muntah, pusing, mata perih bahkan pingsan. Asap dari kasus kebakaran banyak mengandung senyawa- senyawa yang berbahaya bagi kesehatan, salah satunya adalah karbon monoksida (CO). hal tersebut membuat petugas pemadam kebakaran menjadi beresiko tinggi untuk keracunan gas CO. Dari beberapa gejala keracunan gas CO pada manusia, takikardia merupakan salah satu gejala yang berbahaya. Oleh karena itu pada penelitian ini akan di bangun sebuah sistem indikator denyut jantung pada petugas pemadam kebakaran, dengan melakukan inovasi terhadap penelitian sebelumnya. Yaitu, sistem penghitung denyut jantung dan sensor kepekatan gas CO dengan indikator led dan buzzer, yang dirancang agar dapat memberikan pemberitahuan dini pada petugas pemadam kebakaran yang mengalami gejala takikardia akibat keracunan karbon monoksida. Alat ini dapat menjadi alarm untuk mengindikator kondisi jantung dan tingkat kepekatan gas CO pada masing-masing petugas pemadam kebakaran.
Optimasi Output Photovoltaic Dengan Menggunakan Tracking Dinamis Berdasarkan Waktu Penyinaran Matahari
Alfi Bahar;
Misbahul Munir;
Titiek Suheta
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Teknologi dual axis solar panel adalah sebuah teknologi untuk menggerakkan solar panel dengan 2 poros yang telah ditentukan. Cara untuk membuat 2 poros yaitu dengan membuat perancangan mekanik yang dirancang sedemikian rupa dengan dua engsel dan dua buah motor sehingga solar panel dapat selalu menghadap ke arah pergerakan matahari. Tujuan dari pembuatan dual axis solar panel dan boost converter yaitu untuk meningkatkan optimasi dari solar panel itu sendiri. Selama ini efisiensi untuk solar panel masih sangat rendah berkisar 16% saja. Berbagai macam penelitian dan pengembangan telah dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja dari solar panel. Dimulai dari pengembangan material hingga yang terbaru adalah pengembangan konnstruksi dari solar panel. Untuk penelitian ini digunakan metode dual axis solar panel dan boost converter. Dikarenakan posisi solar panel yang dapat secara continue menghadap posisi matahari. Dan penambahan boost converter sebagai penaik tegangan, maka dapat menghasilkan optimasi hingga 5% lebih dari pada solar panel statis dan output tegangan dapat dinaikkan hingga 24V sehingga dapat membuat pembangkit listrik tenaga surya yang lebih optimal.
Rancang Bangun Robot Sar (Search And Rescue) Dengan Sistem Kendali Semi Otomatis
Arif Nugroho;
Rozaq Arminnur Yuliawan;
Riza Agung Firmansyah
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia merupakan wilayah yang sering terjadi bencana alam. Salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia ialah gempa bumi, dikarenakan Indonesia berada pada jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng indo-australia, lempeng Eurasia, dan lempeng pasifik. untuk menanggulangi hal tersebut, maka diperlukan sebuah alat untuk membantu proses evakuasi korban bencana, yaitu sebuah robot search and rescue dengan kendali semi otomatis yang dapat dijalankan disuatu medan yang sulit dilalui oleh manusia. Robot ini dibuat dengan menggunakan konstruksi roda berbentuk rantai dan dapat dikendalikan menggunakan remote control dan dilengkapi kamera infrared guna untuk memantau keadaan lokasi sekitar. pada alat ini menggunakan raspberry pi untuk mengendalikan gerak robot dan dilengkapi dengan wifi sebagai remote control, metode yang digunakan untuk menggerakan secara manual maupun otomatis ialah kontrol PID. Untuk mengatur kecepatan gerak robot secara konstan di lokasi medan yang dilalui. Hasil dari pengujian yang dilakukan bahwa robot mampu dikendalikan secara manual, maupun otomatis melewati halangan dengan bantuan sensor ultrasonik dan sensor kompas untuk mengembalikan robot ke jalur sebelumnya dan robot ini mampu memantau keadaan sekitar dengan bantuan kamera infrared. Robot dapat mengatur kecepatan di lintasan turunan dengan sudut kemiringan 30 derajat, tanjakan dengan kemiringan 30 derajat dan ketinggian maksimum yang bisa dilewati adalah 0,3 meter dengan menggunakan metode PID.
Jenis Ektraksi Ciri Untuk Pendeteksian Misalignment pada Motor Induksi Menggunakan Multi Level Transformasi Wavelet Haar dan Coiflet
p.p.s. Saputra;
Safiq Abdillah;
Martha Kusuma
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Saat ini motor induksi banyak digunakan dalam industri karena konstruksi yang kuat, efisiensi tinggi, dan perawatan yang murah. Perawatan mesin diperlukan untuk memperpanjang umur motor induksi. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kegagalan bearing dapat menyebabkan 42% - 50% dari semua kegagalan motor. Secara umum ini disebabkan oleh kesalahan produksi, kurangnya pelumasan, dan kesalahan pemasangan. Misalignment motor adalah salah satu kasus kesalahan dalam pemasangan motor induksi. Penelitian ini berfokus untuk mensimulasikan transformasi wavelet diskrit untuk mengidentifikasi misalignment pada motor induksi. Pemodelan operasi motor diperkenalkan dalam penelitian ini sebagai operasi normal dan dua variasi misalignment. Untuk kasus ini, transformasi wavelet haar dan coiflet pada level pertama hingga level kelima digunakan untuk mengekstraksi sinyal getaran motor menjadi sinyal frekuensi tinggi. Kemudian, sinyal energi dan ekstraksi sinyal lain yang didapat dari sinyal frekuensi tinggi dievaluasi untuk menganalisis kondisi motor. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi wavelet diskrit berjenis haar pada level tiga dapat mengidentifikasi keadaan motor yang beroperasi normal dan keadaan motor yang mengalami misalignment.
Analisa Suhu Pendinginan Termoelektrik Tipe TEC-12706 Dengan Variasi Metode Pendinginan Sisi Panas
Akbar Sujiwa;
Mochamad Arif Nurochman
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sistem pendingin baik berupa pendingin ruangan, lemari pendingin, maupun pendingin udara mobil merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan sekarang. Namun dalam penerapannya, pada sistem pendingin ini terdapat sebagian teknologi yang memanfaatkan gas kurang ramah lingkungan seperti chlorofluorocarbon (CFC) karena dapat mempengaruhi kondisi ozon bumi, untuk mengurangi penggunaan bahan berbahaya tersebut maka teknologi alternatif berupa perangkat termoelektrik dapat digunakan. Prinsip kerja perangkat ini dalam menghasilkan suhu dingin dilakukan dengan memberikan tegangan kerja dan arus kerja tertentu serta mempertahankan sisi panas termoelektrik dalam rentang suhu serendah mungkin. Sistem untuk menjaga temperatur sisi panas ini masih jarang diperhatikan, oleh karena itu pada penelitian ini diteliti metode pendinginan mana yang baik digunakan dalam mempertahan kestabilan suhu sisi panas termoelektrik. Penelitian dilakukan dengan tiga macam variasi metode, yaitu menggunakan heatsink, heatsink dan kipas, serta menggunakan waterblock. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa sistem pendingin yang mampu menjaga kestabilan suhu pendinginan adalah waterblock dengan suhu terendah yang dicapai sebesar 6,3 °C.
Rancang Bangun Turbin Air Jenis Pleton Pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (Pltmh) Skala Laboratorium
Syehty Wulan Sari
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, tingkat kebutuhan energi juga semakin meningkat dan mengakibatkan menipisnya bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama. Oleh karena itu diperlukan energi alternative yang terbarukan. Adapun tujuan dari pembangunan PLTMH ini adalah untuk memacu perekonomian daerah-daerah yang belum teraliri oleh listrik mengingat potensi tenaga air yang dimiliki oleh daerah tersebut.Penelitian ini menggunkan turbin air jenis Pleton dengan bahan dasar cutting whell untuk membentuk diameter turbin tersebut.Turbin tersebut akan di teliti kinerjanya pada berbagai variasi debit air dan diameter nozzle.Sudu yang dipakai menggunkan pipa elbow yang berukuran 1 ½ ‘’ dengan sudut 45˚. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efesiensi debit air pada variasi bukaan kran pada sudut 22,5˚,45˚,67˚dan 90˚ ,untuk mengetahui ukuran diameter turbin pleton menggunakan 32 atau 25 cm terhadap debit air yang di hasilkan dan untuk mengetahui efesiensi ukuran diameter nozzle pada variasi pipa 1/3’’ dan 1/2’’.Metode penelitian ini meliputi beberapa aspek yaitu study literatur,pembuatan dan perancangan alat uji,pengambilan data dan menganalisa data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa,pada uji coba bukaan kran sudut 90˚ efesien nilai debit air yang di keluarkan,pada uji coba ukuran diameter turbin Pleton 25cm mendapatkan hasil maximal terhadap nilai Rpm(putaran) dan untuk uji coba ukuran diameter pipa ½ ‘’ lebih maximal terhadap daya tampung sudu yang di pakai.Dengan rangkaian uji coba pada penelitian ini di dapatkan nilai output yang berupa tegangan tanpa beban untuk mengguji generator yang di pakai apakah sesuai dengan tipe generator tersebut.