cover
Contact Name
Machrus Ali
Contact Email
sinarfe7@gmail.com
Phone
+6281330002213
Journal Mail Official
sinarfe7@gmail.com
Editorial Address
Departemen Teknik Elektro, FTE-ITS, Gedung B-C lantai 2, Kampus ITS, Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
SinarFe7
ISSN : 26213540     EISSN : 26215551     DOI : https://doi.org/10.56795/sinarfe7.v5i1
Publikasi ini digunakan untuk kegiatan utama FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia) Regional Jawa Timur atara lain: menyelaraskan pendidikan tinggi Teknik Elektro se-Indonesia melingkupi bidang pendidikan, penelitian, dan aplikasi teknologi, Mendiskusikan topik-topik nasional terkait keilmuan Teknik Elektro, menyimpulkan, memberi masukan, dan solusi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan, sebagai institusi rujukan mengenai pendidikan tinggi Teknik Elektro, meningkatkan kerjasama dan tali silaturrahim antar Institusi, pejabat Program Studi/ Jurusan/Departemen, dan peneliti bidang Teknik Elektro
Articles 523 Documents
Sistem Komunikasi Buoy Berbasis Internet of Things Hervianto Hutomo Putra; Felix Pasila
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Internet of Things di dunia perairan khususnya perikanan di Indonesia belum terlalu banyak. Masalah terkait ikan mati secara mendadak masih menjadi permasalahan dan kerugian bagi pembudidaya ikan. Dengan adanya sebuah alat dan sistem Internet of Things di dunia perikanan maka dapat menimalkan kerugian dan memonitoring kondisi perairan. Pada penelitian ini, penulis mengembangkan sebuah sistem untuk tambak udang yaitu sistem notifikasi dan monitoring buoy. Tugas akhir ini dilakukan dengan menggunakan Node-Red sebagai platform pemograman. Hasil dari pembacaan sensor akan tersimpan di database dan dapat dilihat hasilnya melalui web browser secara real time. Hasil dari pengukuran apabila melebihi batas normal parameter kualitas air tambak udang maka akan memberikan notifikasi ke Email dan Line Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa notifikasi pada Line dan Email berfungsi dengan baik. Dashboard berfungsi dengan baik untuk monitoring dan database berfungsi dengan baik untuk penyimpanan data.
Mini Scada Plts Berbasis Arduino Uno Dan Visual Basic Menggunakan Web Api Crud Erwin Nur Cahyono; Agus Kiswantono
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi matahari di Indonesia masih terus berkembang. Pesatnya perkembangan teknologi di dunia industri dan pembangkit listrik telah memiliki dampak yang sangat signifikan di bidang komunikasi data dan instrumen. Dengan perkembangan teknologi ini metode komunikasi juga berkembang, penggunaan SCADA diperlukan di dunia industri. tetapi harga untuk menginstal SCADA masih terlalu mahal. maka diperlukan inovasi untuk SCADA dengan harga rendah untuk industri industri kecil dengan sumber energi dari sel surya, dengan menjadikan Arduino Uno dan NodeMCU sebagai pengontrol dan Visual Basic sebagai HMI. Berdasarkan hasil pengujian panas sangat berpengaruh terhadap kinerja surya karena mengandung bahan semikonduktor. fungsi sel surya adalah mengubah sinar matahari menjadi listrik melalui fotovoltaik. Sistem SCADA yang dibuat menggunakan Arduino Uno dan NodeMCU mengirim data harus menggunakan jaringan internet yang stabil. proses perlindungan pada perangkat saat ada kelebihan tegangan atau kelebihan arus sangat sensitif.
Rancang Bangun Monitoring System dan Visual Data pada Prototype Drone Militer untuk Mendukung Tugas di Medan Operasi M Sigit Purwanto; Budhi Trilaksono
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

First PersonView atau disingkat dengan FPV merupakan suatu sistem visualisasi pada drone yang menggunakan sistem komunikasi jarak jauh tanpa kabel atau disebut juga dengan wireless.Sistem FPV ini telah banyak mengalami pengembangan dalam hal visualisasi. Dengan menggunakan sistem FPV banyak digunakan dalam hal pengamatan jarak jauh. Modul minim OSD digunakan untuk mengolah serta mengumpulkan data penerbangan dari Pixhawk kemudian ditransmisikan oleh video transmitter yang diterima oleh video receiver untuk ditampilkan ke layar monitor pengawak drone. Dalam penelitian ini pengembangan yang dilakukan adalah sistem kendali kamera dengan menggunakan arduino nano sebagai mikrokontroler dan modul MPU6050 sebagai sensor akselerometer, serta modul HC-12 sebagai radio transmitter maupun receiver. Kamera digerakkan oleh motor servo sg90 sebagai gerakan tolehan dan anggukan yang berdasarkan perubahan posisi kepala. Dari percobaan dan pengujian penelitian ini diperoleh hasil yang diharapkan. Kemampuan kamera untuk menangkap gambar video serta mengirimkan data video diterima dengan baik oleh video receiver yang ditransmisikan melalui video transmitter. Sensor MPU6050 memberikan data perubahan berdasarkan posisi kepala dikirim melalui transmitter modul HC-12 yang diterima oleh receiver modul HC-12 mendapatkan hasil yang baik
Ant Colony Optimazation sebagai Tuning PID pada Single Axis Tracking Photovoltaic Wahyu Cahyono; Mahrus Ali; Hidayatul Nurohmah; Budiman
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ant Colony Optimization (ACO) adalah Kecerdasan Buatan sering digunakan agar diperoleh optimasi suatu sistem. Ant Colony Optimization, berasal dari kata ant: semut, colony: kompulan atau koloni, opimization: optimasi semut merupakan tergolong salah satu hewan yang pintar, mereka mampu mencapai makannanya dengan jalur yang terpendek dan tercepat. Perilaku semut adalah inspirasi untuk Algoritma Ant Colony Optimization ini. Salah satu penggunaan metide ini adalah untuk meningkatkan efisiensi kontrol pergerakan panel surya yaitu dengan menambahkan sistem kendali single axis tracking matahari. Sistem kendali tracking matahari adalah sistem kendali yang selalu mengikuti posisi matahari. Tujuan dari sistem tracking matahari ini adalah untuk menempatkan penampang agar selalu dalam posisi menghadap ke arah posisi sinar matahari. Tracking matahari jenis azimuth- elevation terdiri dari sumbu putar horisontal dan sumbu putar vertikal. Sistem kontrol perlu sekali untuk dioptimasi agar posisi tepat sesuai yang diinginkan. Penelitian ini nanti bisa dipakai sebagai acuan dan digunakan kontroler lain atau metode kecerdasan buatan lainnya agar diperoleh kontroler yang optimal.
Pengaturan Tingkat Suhu Dan Kelembaban Pada Mesin Penetas Telur Burung Puyuh Surya Adi; Antonius Ari Kunto; Titiek Suheta; Syahri Muharom
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor utama yang sangat mempengaruhi proses pertumbuhan embrio pada telur dan penetasan telur adalah suhu dan kelembaban (selain sirkulasi udara dan pemutaran telur). Dalam penelitian ini menggunakan telur puyuh sebagai bahan utama yang akan di proses. Berdasarkan referensi, suhu ruangan pengeraman dan penetasan telur puyuh ada 97℉ − 103℉ (36℃ − 39℃) dengan kelembaban 55% serta lamanya proses pengeraman sampai penetasan adalah 17 hari. Sensor SHT 11 adalah sensor kelembaban dan suhu, SHT 11 memiliki banyak kelebihan sehingga sangat cocok untuk aplikasi ini. Pemilihan chip Atmel ATMega32 sebagai otak mikrokontroler memiliki performa dan fleksibilitas serta ukuran penyimpanan data yang besar menjadi pilihan yang baik untuk mengatur sistem kerja alat. Untuk pemanas ruang inkubator menggunakan 2 lampu bohlam dengan total daya 50 watt dengan daya masing-masing lampu 25 watt, wadah penampung air untuk menimbulkan udara yang lembab serta 2 kipas sebagai pengatur sirkulasi udara dalam ruang inkubator. Dengan menggunakan sirkulasi udara dan 2 lampu bohlam sebagai sumber panas mendapatkan hasil suhu dalam ruang inkubator merata, namun memerlukan waktu yang lama yaitu 120 menit untuk mencapai suhu 39℃. Tetapi pada proses pengeraman telur burung puyuh hanya memerlukan 36℃ - 39℃ dan kelembaban 40% - 55%.
Pengaruh Penambahan Super Capacitor Energy Storage (SCES) Terhadap Peningkatan Kestabilan Transien Menggunakan Metode Critical Trajectory Berbasis Losing Synchronism Ardyono Priyadi; Arief Riambodo; Talitha Puspita Sari; Soedibyo
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan arus hubung singkat tiga fasa merupakan salah satu gangguan transien yang harus segera diisolir untuk mencegah terjadinya kehilangan sinkronisasi pada pembangkit dan agar sistem tetap stabil. Critical clearing time (CCT) merupakan waktu maksimal pemutusan yang diperbolehkan untuk mengisolasi gangguan agar sistem tetap stabil. Pemasangan Sistem penyimpanan energi super kapasitor pada sistem adalah salah satu cara untuk meningkatkan nilai CCT pada sistem. Super capacitor energy storage (SCES) adalah salah satu penyimpan energi yang mampu mensuplai dan menyimpan tenaga listrik dalam jumlah besar dengan cepat. SCES dapat meningkatkan nilai CCT dengan cara meredam osilasi yang ditimbulkan oleh gangguan 3 fasa. Dengan nilai CCT yang lebih besar, maka waktu operasi dari sistem proteksi lebih panjang . Hasilnya, sistem akan tetap stabil setelah gangguan diisolasi dan hal ini dapat meningkatkan kestabilan transien dari sistem. Dengan penentuan nilai SCES yang optimal pada sistem maka akan didapatkan nilai CCT yang lebih besar dari waktu operasi sistem proteksi yang ada. Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan optimasi nilai SCES untuk memperbaiki kestabilan transien sistem tenaga listrik. menggunakan metode Critical Trajectory berbasis Losing Synchronism
Alat Pengatur Kelembapan Dan Suhu Untuk Mempercepat Proses Fermentasi Kedelai Berbasis Internet Of Things Muhammad Samsul Anwar; Rio Muhamad Nur Daiwa Aji
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe merupakan bahan pangan yang memiliki nilai gizi yang tinggi dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia secara luas. Tempe termasuk makanan yang digemari di Indonesia bahkan sebanyak 50% produksi kacang kedelai diolah menjadi tempe. Namun dalam proses produksi tempe belum bisa maksimal karena proses fermentasi tempe yang memakan waktu 48 jam. Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih dibutuhkan cara pengolahan fermentasi tempe yang cepat. Selain itu Permasalahan yang dialami produsen tempe diantaranya pengecekan suhu dan kelembapan secara manual sehingga dikhawatirkan akan mengalami gagal produksi. APACE merupakan alat yang dapat mempercepat proses fermentasi tempe kedelai sekaligus dapat memantau dan mengedalikan suhu dan kelembapan. Perangkat APACE memiliki 2 sensor yaitu sensor DHT11 untuk membaca nilai suhu dan kelembapan serta sensor Load Cell digunakan untuk mengukur berat tempe. APACE dapat dipantau dan dikendalikan melalui aplikasi android yaitu AFRA sehingga pengguna dapat mengetahui suhu, kelembapan dan berat bahan baku tempe saat jauh dari alat APACE. Data pembacaan dari sensor suhu dan kelembapan yang diproses pada Arduino diunggah ke server oleh Wemos melalui jaringan internet. Data yang sudah disimpan pada server akan diakses oleh AFRA. Hasil dari APACE dapat mempercepat proses fermentasi tempe kedelai hingga 20 jam dengan cara mengendalikan suhu dan kelembapan.
Pengembangan Buku Referensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap pada Matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik Aziz Prapta Dira; Faiz Syaikhoni; A.N. Afandi; Slamet Wibawanto
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis pembangkit yang banyak digunakan di Indonesia pada saat ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Jumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap termasuk dalam kategori yang terbayak nomer tiga. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, bahan ajar yang terkait Pembangkit Listrik Tenaga Uap masih sedikit. Sehingga diperlukan buku referensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Tujuan penelitian dan pengembangan adalah merancang, mengembangkan, dan menguji kelayakan buku referensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Model yang digunakan pada penelitian dan pengembangan ini adalah model R&D milik Sugiyono yang mempunyai 10 tahap, diantaranya: (1) potensi dan masalah, (2) mengumpulkan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produk massal. Hasil dari pengembangan ini berupa buku referensi, dan telah di validasi oleh validator serta di uji coba terhadap mahasiswa. Hasil validasi oleh validator memperoleh presentase sebesar 94% (sangat valid), hasil uji coba produk memperoleh prsentase 91% (sangat valid), dan pada uji coba pemakaian memperoleh presentase sebesar 91% (sangat valid). Berdasarkan hasil tersebut, buku referensi yang dibuat dinyatakan sangat valid dan layak digunakan untuk referensi pembelajaran pada matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik.
Perhitungan TDS Overcurrent Relay Menggunakan Adaptive Modified Firefly Algorithm Pada PT.Pertamina RU V Integrasi Dengan PLN Margo Pujiantara; Rahmanditya R. Muhammad; Soedibyo
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertamina RU V Balikpapan akan diintegrasikan sumber listrik dengan PT. PLN. Maka akan terjadi perubahan pola operasi generator pada sistem sehingga perlu dilakukan analisis sistem proteksi ulang. Sistem proteksi bertujuan untuk untuk mengisolasi gangguan secara cepat, selektif, dan koordinatif sehingga kerusakan pada sistem dapat diminimalisir dan kontinuitas tenaga listrik dapat terjaga dengan baik. Hal penting yang harus diperhatikan dari koordinasi proteksi khususnya pada rele arus lebih adalah pengisian parameter TDS (Time Dial Setting). TDS mengatur waktu operasi rele dalam mengamankan suatu gangguan. Umumnya nilai TDS ditentukan menggunakan perhitungan manual untuk mendapatkan nilai TDS minimum. Namun untuk mendapatkan nilai TDS yang tepat dalam pengkoordinasian dengan rele lain masih menggunakan metode trial and error. Pada tugas akhir ini akan dibahas tentang cara perhitungan time dial setting inverse time overcurrent relay dengan metode adaptive modified firefly algorithm pada sistem kelistrikan di PT. Pertamina RU V Balikpapan mempertimbangkan integrasi dengan PLN untuk mendapatkan nilai TDS yang minimum. Hasil dari tugas akhir ini adalah mendapatkan nilai TDS minimum pada beberapa kasus jenis tipikal seperti saluran terpanjang, pertimbangan waktu operasi LVCB, dan saluran yang pendek agar dapat teteap terkoordinasi dengan baik dengan saluran panjang yang terpasang pada bus yang sama.
Karakterisasi Superkapasitor dengan Pemodelan Rangkaian R-C Dua Cabang dan Kapasitansi Variabel Audie Rahmani Awali; Vita Lystianingrum Budiharto Putri
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sistem penyimpanan energi secara masif turut berkontribusi pada pengembangan aplikasi energi baru-terbarukan secara luas. Performa unik superkapasitor yang unggul dalam hal kerapatan energi dan kemampuan charge-discharge secara instan membutuhkan suatu pemodelan yang akurat melalui metode karakterisasi superkapasitor. Pemodelan superkapasitor menjadi rangkaian ekivalen RC dua cabang dengan kapasitansi variabel memiliki keunggulan tingkat akurasi yang tinggi dan prosesnya yang lebih sederhana. Dengan metode karakterisasi charge-discharge menggunakan arus konstan 10 A, maka parameter internal superkapasitor Maxwell 100F dan 650F dapat dimodelkan menjadi komponen penyusun rangkaian RC dua cabang yang terdiri atas resistansi, kapasitansi konstan, dan kapasitansi variabel. Serta dilakukannya pengujian hybrid pulse power characterization (HPPC) sebagai validasi tingkat akurasi rangkaian pemodelan terhadap profil arus dinamis. Maka berdasarkan dari hasil Tugas Akhir ini dapat disimpulkan bahwa rangkaian RC dua cabang memiliki akurasi pemodelan yang tinggi terhadap hasil pengujian superkapasitor sesungguhnya. Selain itu, rangkaian RC dua cabang juga memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada rangkaian RC sederhana sebagai rangkaian pembanding baik pada metode pengujian charge-discharge maupun HPPC. Karakter kapasitansi variabel yang mampu meningkatkan akurasi pemodelan RC dua cabang, maka menjadikan rangkaian RC dua cabang sebagai rangkaian pemodelan superkapasitor dengan akurasi yang lebih tinggi daripada RC sederhana.