cover
Contact Name
Irene Puspa Dewi
Contact Email
irene.puspadewi@yahoo.com
Phone
+6285293806879
Journal Mail Official
lp2makfarprayoga@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No 50. Padang. Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga)
ISSN : -     EISSN : 2548141X     DOI : https://doi.relawanjurnal.id/doi
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga (JAFP) merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi D3 Farmasi Akademi Farmasi Prayoga Padang. JAFP terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November setiap tahunnya. JAFP menerima naskah penelitian (research article) dan review (review article) dalam bidang seputar kefarmasian, baik mengenai sains farmasi maupun farmasi komunitas. Cakupan dalam bidang sains farmasi yaitu Biologi Farmasi dan Farmakognosi, Kimia Farmasi, Farmasetika, Farmakologi dan Toksikologi, dan juga Bioteknologi. Cakupan dalam bidang farmasi komunitas yaitu Farmasi Rumah Sakit, Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, Manajemen Farmasi, dan Farmasi Sosial.
Articles 73 Documents
FORMULASI SEDIAAN GEL SERUM DARI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG MENTENG (Baccaurea macrocarpa) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Elmitra Elmitra; Revi Yenti; Widiyah Chandra
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 7 No 1 (2022): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai uji aktivitas antioksidan sediaan gel serum ekstrak etanol kulit batang menteng (Baccaurea macrocarpa). Tujuan dari penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak etanol kulit batang menteng menggunakan metode eksperimental dengan konsentrasi F0 (0%), F1 (0,5%), F2 (1%), F3 (1,5%) dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH yang diukur dengan alat spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Evaluasi sediaan gel serum meliputi pemeriksaan organoleptis, pH, homogenitas, stabilitas, viskositas, uji iritasi dan uji aktivitas antioksidan. Formulasi sediaan gel serum menggunakan ekstrak etanol kulit batang menteng (Baccaurea macrocarpa) sebagai antioksidan yang dibuat tidak mengalami perubahan selama penyimpanan 6 minggu, sediaan homogen, memiliki rata-rata pH F0= 6,92, F1= 6,86, F2= 6,67, F3= 6,54 dan pembanding= 5,35, viskositas sediaan F0= 2.836 cPs, F1= 2.907 cPs, F2= 2.986 cPs, F3= 3.010 cPs, pembanding = 2.702 cPs, stabil secara fisik dan tidak menimbulkan iritasi. Nilai IC50 gel serum pada F0= 80,21 µg/ml, F1= 33,54 µg/ml, F2= 23,28 µg/ml dan F3= 11,86 µg/ml. Analisis statistik nilai IC50 pada setiap formula menggunakan anova satu arah dengan nilai signifikan 0,000 karena nilai p<0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit batang menteng (Baccaurea macrocarpa) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel serum dan aktivitas antioksdian sediaan gel serum ekstrak etanol kulit batang menteng pada F0 tergolong kuat, F1 dan F2 dan F3 tergolong sangat kuat.
UJI EFEK TONIKUM DARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Fita Selonni
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 7 No 1 (2022): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol buah belimbing wuluh dapat memberikan efek tonikum terhadap mencit putih jantan. Uji tonikum pada mencit menggunakan metoda natatory exhaustion dimana parameter yang dilihat adalah lama waktu mencit bertahan didalam air yang ditandai dengan tidak adanya pergerakan dari empat kaki, posisi badan membungkuk ekor meregang dan bagian kepala tenggelam selama 4-7 detik. Ekstrak buah belimbing wuluh diberikan dalam bentuk oral dengan 5 kelompok perlakuan diantaranya kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok ekstrak buah belimbing wuluh 5%, 10%, dan 15%. Ekstrak buah belimbing wuluh pada kosentrasi 15% dengan ketiga parameter yang dilihat sudah dapat menunjukan efek tonikum pada mencit, tetapi efek tonikum pada dosis 15% masih lebih kecil dari pada kafein sebagai pembanding. Pada uji One Way ANOVA menghasilkan data yang signifikan pada ketiga parameter yang dilihat dimana P < 0,05 yang berarti pada setiap kelompok perlakuan memiliki perbedaan yang bermakna.
UJI TOKSISITAS SUBAKUT EKSTRAK ETANOL RAMBUT JAGUNG (Stigma maydis) TERHADAP FUNGSI HATI TIKUS PUTIH JANTAN Nessa Nessa; B.A Martinus; Silfa Oktarina
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 7 No 1 (2022): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian uji toksisitas subakut ekstrak etanol rambut jagung terhadap fungsi hati tikus putih jantan yang diberikan secara oral dengan dosis tunggal selama 21 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gejala toksik ekstrak etanol rambut jagung serta gambaran histopatologi. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan sebanyak 20 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, dosis 500 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB dan 2000 mg/kgBB. Parameter yang diamati yaitu kadar SGOT, SGPT, rasio berat organ hati, makroskopis dan pemeriksaan histopatologi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan menggunakan uji ANOVA satu arah dan dua arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan kadar SGOT dan SGPT serta mempengaruhi rasio berat organ hati, makropatologi dan gambaran histopatologi. Hasil rata-rata pemeriksaan kadar SGOT pada hari ke-21 secara berturut-turut adalah 37 U/L, 111,8 U/L, 107 U/L, 128,4 U/L. Sedangkan hasil rata-rata pemeriksaan kadar SGPT pada hari ke-21 secara berturut-turut adalah 34 U/L, 67,8 U/L, 76,4 U/L, 87,2 U/L. Hasil rata-rata perhitungan rasio berat organ hati secara berturut-turut adalah 2,956%, 3,782%, 3,792%, 3,968%. Hasil analisis ANOVA dua arah terhadap kadar SGOT dan SGPT yaitu terdapat perbedaan secara siginifikan (P<0,05) terhadap kadar SGOT dan tidak terdapat perbedaan secara signifikan (P>0,05) terhadap kadar SGPT. Hasil analisis ANOVA terhadap rasio berat organ hati terdapat perbedaan secara signifikan pada kelompok uji dengan (P<0,05). Gambaran histopatologi memperlihatkan adanya tanda kerusakan terutama pada dosis tinggi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol rambut jagung bersifat toksik dan menimbulkan kerusakan terhadap gambaran histopatologi.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK RESPONDEN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT DESA KOTA AGUNG KECAMATAN SELUMA TIMUR Feby Pramadita; Sikni Rekno Karminigtyas
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 7 No 1 (2022): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Antibiotik merupakan obat yang seringkali digunakan sebagai terapi pada infeksi. Ketidaktepatan penggunaan antibiotik pada masyarakat tentunya akan menimbulkan dampak, salah satunya adalah permasalahan resistensi pada antibiotik. Pemahaman masyarakat terkait penggunaan antibiotik masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan dan hubungan karakteristik masyarakat Desa Kota Agung Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma Bengkulu terhadap pengetahuan penggunaan obat antibiotik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei deskriptif dengan metode prospektif menggunakan kuesioner. Sampel penelitian yaitu bagian dari masyarakat Desa Kota Agung Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma Bengkulu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara sengaja pada responden yang memenuhi persyaratan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini 165 responden. Analisa data menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini tingkat pengetahuan antibiotik sebanyak 108 responden (65,45%) mempunyai pengetahuan cukup. Responden yang termasuk ke dalam kategori kurang sebesar 30 responden (18,18%) dan 27 responden (16,36%) memiliki pengetahuan baik. Berdasarkan hasil uji chi square usia dan jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan antibiotik didapatkan nilai p sebesar 0,88, sedangkan pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan antibiotik didapatkan nilai p sebesar 0,001. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan antibiotik sebanyak 108 responden (65,45%) mempunyai pengetahuan cukup dan terdapat hubungan karakteristik responden yaitu pendidikan terakhir dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan penggunaan obat antibiotik.
ANALISIS PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP KETEPATAN PENGGUNAAN MULTIVITAMIN DI MASA PANDEMI DI KELURAHAN LENTENG AGUNG JAKARTA SELATAN Zuzana Zuzana; Setiawan Deasy Putri
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 7 No 1 (2022): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Virus corona Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia dengan tanda dan gejala antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas, masyarakat berupaya agar dapat terhindar dari penularan virus COVID-19 salah satunya adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi multivitamin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan pendapatan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat mengenai multivitamin. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel yang digunakan seluruh populasi yaitu sebanyak 263 responden. Analisis data menggunakan program SPSS versi 22. Hasil penelitian menujukkan sebagian besar responden merupakan berada pada rentang usia 20-35 tahun sebanyak 178 responden (67,7%), jenis kelamin perempuan sebanyak 161 responden (61,2%), pendidikan terakhir SMA/Sederajat sebanyak 178 responden (67,7%), pekerjaan pegawai swasta sebanyak 117 responden (44,5%) dan pendapatan tinggi Rp.2.500.000-Rp.3.500.000 perbulan sebanyak 94 responden (35,7%). Hasil analisis univariat didapat mayoritas masyarakat termasuk dalam kategori cukup sebanyak 104 responden (39,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan pada tingkat pendidikan, pekerjaan dan pendapatan dengan tingkat pengetahuan mengenai multivitamin sedangkan tidak terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap tingkat pengetahuan multivitamin.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK RESPONDEN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT DESA KOTA AGUNG KECAMATAN SELUMA TIMUR Feby Pramadita; Sikni Retno Karminingtyas
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 7 No 2 (2022): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v7i2.81

Abstract

Abstrak Antibiotik merupakan obat yang seringkali digunakan sebagai terapi pada infeksi. Ketidaktepatan penggunaan antibiotik pada masyarakat tentunya akan menimbulkan dampak, salah satunya adalah permasalahan resistensi pada antibiotik. Pemahaman masyarakat terkait penggunaan antibiotik masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan dan hubungan karakteristik masyarakat Desa Kota Agung Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma Bengkulu terhadap pengetahuan penggunaan obat antibiotik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei deskriptif dengan metode prospektif menggunakan kuesioner. Sampel penelitian yaitu bagian dari masyarakat Desa Kota Agung Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma Bengkulu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara sengaja pada responden yang memenuhi persyaratan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini 165 responden. Analisa data menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini tingkat pengetahuan antibiotik sebanyak 108 responden (65,45%) mempunyai pengetahuan cukup. Responden yang termasuk ke dalam kategori kurang sebesar 30 responden (18,18%) dan 27 responden (16,36%) memiliki pengetahuan baik. Berdasarkan hasil uji chi square usia dan jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan antibiotik didapatkan nilai p sebesar 0,88, sedangkan pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan antibiotik didapatkan nilai p sebesar 0,001. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan antibiotik sebanyak 108 responden (65,45%) mempunyai pengetahuan cukup dan terdapat hubungan karakteristik responden yaitu pendidikan terakhir dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan penggunaan obat antibiotik.
REVIEW: AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK HERBA SURUHAN (Peperomia Pellucida (L.) Kunth) DITINJAU DARI BEBERAPA METODE Ni Putu Indah Widyantari; Pade Mande Nova Armita Sari
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 7 No 2 (2022): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v7i2.82

Abstract

Abstrak Reaksi oksidasi yang berlebihan pada tubuh dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas yang sangat aktif, sehingga merusak struktur dan fungsi sel tubuh. Antioksidan dapat menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas serta dapat menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas. Herba suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, fenol, serta tanin yang berpotensi sebagai antioksidan. Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui nilai total fenol dan flavonoid ekstrak herba suruhan serta mengetahui nilai aktivitas antioksidan ekstrak herba suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) berdasarkan pelarut, metode ekstraksi, serta metode pengujian aktivitas antioksidan. Review artikel ini dibuat dengan metode studi literatur dengan menggunakan artikel penelitian terdahulu yang diperoleh melalui database online yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak herba suruhan memiliki perbedaan hasil berdasarkan perbedaan jenis pelarut, metode ekstraksi, serta metode pengujian aktivitas antioksidan yang digunakan. Penelitian lebih lanjut dengan variasi parameter pengujian serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil disarankan dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik dan jelas.
Uji Efek Hipoglikemia Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L) pada Tikus Jantan (Rattus norvegicus) Galur Wistar Fef Rukminingsih; Paulina Maya Octasari; Oktavia Dwi Danira
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 7 No 2 (2022): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v7i2.83

Abstract

Abstrak Hipoglikemik adalah suatu keadaan yang menunjukkan kadar glukosa darah ≤ 70mg/dL. Daun bandotan (Ageratum conyzoidez L) mengandung senyawa flavonoid yang diduga memiliki aktivitas menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek hipoglikemik ekstrak daun bandotan (EDB) dan pengaruh variasi dosis EDB terhadap efek hipoglikemik pada tikus jantan galur Wistar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap pola searah satu faktor. Variabel yang diukur adalah kadar glukosa darah berupa efek hipoglikemik EDB pada tikus jantan galur Wistar. Sebanyak 25 ekor tikus dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Kelompok I kontrol negative CMC-Na 0,5%, kelompok II kontrol postif glibenklamid 0,04 mg/mL, kelompok III, IV, V diberi EDB dengan variasi dosis 100, 200, 300 mg/kgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan setelah 2 jam pemberian senyawa selama 5 hari berturut – turut. Analisis data menggunakan uji Shapiro wilk, dikatakan terdistribusi normal jika p > 0,05 dan uji levene dengan uji homogenitas nilai p > 0,05. Dilanjutkan uji One Way Anova dan uji post hoc dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan EDB positif mengandung flavonoid. Kelompok kontrol positif memiliki efek hipoglikemik (≤ 70mg/dl). Variasi dosis EDB yang memiliki kemampuan menurunkan kadar glukosa darah tetapi tidak memiliki efek hipoglikemik karena kadar glukosa darah setelah perlakuan >70 mg/dL pada pada tikus normal.
Pengaruh Konsentrasi KOH Terhadap Kadar Alkali Bebas Sabun Cair Ekstrak Daun Waru Laut (Hibiscus Tiliaceus L.) Fadlika Febriyani; Maria Mita Susanti
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 7 No 2 (2022): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v7i2.84

Abstract

Abstrak Sabun cair merupakan pembersih yang dibuat dengan reaksi kimia antara basa dengan asam lemak yang disebut sebagai proses saponifikasi. Basa yang digunakan dalam pembuatan sabun cair adalah KOH. Kualitas mutu sabun dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan alam salah satunya tanaman waru laut yang mengandung senyawa saponin, flavanoid, polifenol, triterpenoid, berkasiat sebagai antioksidan dan antifungi. Berdasarkan SNI bahwa kadar alkali bebas untuk sediaan sabun cair dengan basa KOH <0,14%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan KOH terhadap kadar alkali bebas pada sabun cair. Jenis penelitian ini adalah ekperimental dengan rancangan penelitihan acak lengkap satu faktor pada penambahan konsentrasi KOH (10%, 15%, 25%). Uji karakteristik mutu meliputi organoleptis, pH, tinggi busa, dan alkali bebas. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara teoritis yaitu data hasil pengujian karakteristik mutu dan kadar alkali bebas pada sediaan sabun cair dibandingkan dengan persyaratan yang terdapat dalam SNI. Data yang diperoleh dianalisis homogenitas dan kemudian dilanjutkan dengan uji Anova, apabila data yang diperoleh tidak normal dan homogen maka dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pada uji organoleptis berbentuk cair, berwarna coklat kehijauan, beraroma khas, pH ketiga formula memiliki rentang 9- 11, uji daya busa 2,02 - 2,27 cm dan kadar alkali bebas sebesar 0,08% yang telah memenuhi persyaratan SNI, 1996. Hasil uji anova didapatkan (p<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi KOH berpengaruh terhadap kadar alkali bebas.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP OBAT TRADISIONAL UNTUK MENCEGAH COVID-19 DI KABUPATEN PASAMAN BARAT KECAMATAN LUHAK NAN DUO Isra Reslina; Syofyan Syofyan; Budi Raharjo; Ridha Elvina
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 7 No 2 (2022): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v7i2.85

Abstract

ABSTRAK Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun menurun telah digunakan untuk pengobatan dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Pengunaan obat tradisional meningkat selama pandemi Covid-19 seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya meningkatkan imunitas tubuh. Penggunaan obat tradisional digunakan sebagai upaya pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan terkait pemanfaatan tanaman obat berupa obat tradisional Indonesia pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat dan atau bencana nasional Coronavirus Disease 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap obat tradisional untuk mencegah Covid-19 serta untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan persepsi masyarakat terhadap obat tradisional untuk mencegah Covid-19 di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian dilakukan pada bulan April - Mei 2021 pada masyarakat yang sedang berada di rumah. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan (observasi) menggunakan kuesioner tervalidasi. Pengisian kuesioner dilakukan oleh 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan persepsi masyarakat terhadap obat tradisional untuk mencegah Covid-19 adalah baik (98%). Dapat disimpulkan dari hasil uji chi square tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografi dengan persepsi masyarakat terhadap obat tradisional untuk mencegah Covid-19 (p > 0,05).