cover
Contact Name
Irene Puspa Dewi
Contact Email
irene.puspadewi@yahoo.com
Phone
+6285293806879
Journal Mail Official
lp2makfarprayoga@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No 50. Padang. Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga)
ISSN : -     EISSN : 2548141X     DOI : https://doi.relawanjurnal.id/doi
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga (JAFP) merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi D3 Farmasi Akademi Farmasi Prayoga Padang. JAFP terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November setiap tahunnya. JAFP menerima naskah penelitian (research article) dan review (review article) dalam bidang seputar kefarmasian, baik mengenai sains farmasi maupun farmasi komunitas. Cakupan dalam bidang sains farmasi yaitu Biologi Farmasi dan Farmakognosi, Kimia Farmasi, Farmasetika, Farmakologi dan Toksikologi, dan juga Bioteknologi. Cakupan dalam bidang farmasi komunitas yaitu Farmasi Rumah Sakit, Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, Manajemen Farmasi, dan Farmasi Sosial.
Articles 73 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PENYEBAB JERAWAT SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK.ETANOL.DAUN.KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.).TERHADAP.Cutibacterium acnes Yahdian Rasyadi; Diza Sartika; Nadia Dini Fitri
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 8 No 1 (2023): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v8i1.91

Abstract

Abstrak Daun kopi arabika merupakan salah satu bahan alam dengan kandungan senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian inicbertujuan untuk melihat aktivitas antibakteri sediaan gel facial wash ekstraksetanol daunskopi arabika dalam menghambat pertumbuhanaCutibacterium acnes. Gelafacial wash dibuat dengan konsentrasidekstrak etanolsdaun kopi arabika 20% dalam beberapa formula dengan berbagai gelling agent yaitu carbopol, HPMC, Na CMC masing-masing 10% dan 30%. Aktivitas daya hambat sediaan gellfacial wash ekstrakketanol daun kopi arabika padabbakteri Cutibacterium acnes dilakukanddengansmenggunakansmetode difusissumuran. Hasil diameter dayaahambat antibakteri formula F1, F2, F3, F4, F5 dan F6 secara berurutannmasing-masingnya adalahh22,85 mm, 22,87 mm, 22,30 mm, 22,45 mm, 22,93 mm dan 22,26 mm. Dapat disimpulkannbahwa semua formula memiliki daya hambat terhadap bakteri Cutibacteriumaacnes dengan kategorikkuat serta berdasarkan hasil dan analisis statistik.ANOVA satu arah memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan secara nyata dari variasi basis gel terhadap daya hambat gel facial wash semua formula (P>0,05). Abstract Arabica coffee leaves is one of the natural ingredients containing flavonoids which have the potential as antibacterial. This study aims to determine the antibacterial activity of facial wash gel preparation of ethanol extract of Arabica coffee leaves in inhibiting the growth of Cutibacterium acnes. Facial wash gel was made with a concentration of 20% arabica coffee leaf ethanol extract in several formulas with various gelling agents, namely carbopol, HPMC, Na CMC 10% and 30% respectively. Inhibitory activity of facial wash gel preparation of ethanol extract of arabica coffee leaves on Cutibacterium acnes bacteria using well diffusion method. The results of the diameters of the antibacterial inhibition of the formulas F1, F2, F3, F4, F5 and F6 respectively were 22.85 mm, 22.87 mm, 22.30 mm, 22.45 mm, 22.93 mm and 22, 26mm. It can be concluded that all formulas have strong category inhibition against Cutibacteriumacnes bacteria and based on the results of one-way ANOVA statistical analysis shows that there is no significant difference in the gelbase variation on the inhibition of facial wash gel for all formulas (P>0.05)
Peresepan Obat Dispepsia di Apotek Kharisma Semarang Pasca Gelombang Kedua Covid-19 Daisy Ariani; Fef Rukminingsih; Paulina Maya Octasari
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 8 No 1 (2023): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dispepsia dideskripsikan sebagai gejala gangguan pencernaan yang menyebabkan rasa tidak nyaman, mual dan muntah. Gejala umum yang juga muncul adalah rasa perih, kembung, dan panas di daerah perut bagian atas. Pasca pandemic Covid-19 gelombang kedua, terjadi peningkatan resep untuk pasien dyspepsia di Apotek Kharisma Semarang. Apotek Kharisma merupakan salah satu apotek besar di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan obat dispepsia di Apotek Kharisma Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan data retrospektif. Data yang digunakan adalah lembar resep pasien dispepsia yang berumur 18-65 tahun, periode Agustus - Desember 2021. Data yang diambil meliputi umur, jenis kelamin, nama obat dan pemakaiannya. Data kemudian di analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Jumlah resep yang diperoleh sebanyak 495 lembar resep. Jumlah pasien perempuan sebanyak 322 (65,05%). Sebagian besar berumur lebih dari 36 tahun sebanyak 338 pasien (68,28%). Sebanyak 409 pasien (82,63%) mendapat terapi tunggal, sebanyak 26 pasien (5,25%) mendapat terapi kombinasi 2 obat dan sebanyak 60 pasien (12,12%) mendapat terapi kombinasi 3 obat. Ada 14 jenis obat dyspepsia yang diresepkan yang berasal dari 7 golongan obat. Jenis obat yang paling banyak diresepkan adalah antasida baik untuk pemakaian tunggal maupun kombinasi. Kombinasi 2 obat yang paling banyakdigunakan adalah antasida dan golongan prokinetik. Antasida juga dikombinasikan dengan penghambat pompa H+ dan H2 blocker sebagai jenis 3 kombinasi obat terbanyak digunakan. Abstract Dyspepsia is a set of clinical symptoms consisting of stinging, bloating, heat, nausea, vomiting, and discomfort in the upper abdomen. After the second wave of the Covid-19 pandemic, there was an increase in prescriptions for dyspeptic patients at the Kharisma Pharmacy Semarang. This study aims to determine the pattern of prescribing dyspepsia drugs at the Kharisma Pharmacy Semarang. This study is an observational descriptive study using retrospective data. The data used are prescription sheets for dyspepsia patients aged 18-65 years, the period August-December 2021.The data taken include age, gender, name of the drug and its use. The data is then analyzed qualitatively and quantitatively. The number of recipes obtained as many as 495 recipe sheets. The number of female patients was 322 (65.05%). Most of them were more than 36 years old as many as 338 patients (68.28%). A total of 409 patients (82.63%) received single therapy, as many as 26 patients (5.25%) received combination therapy with 2 drugs and as many as 60 patients (12.12%) received combination therapy with 3 drugs. There are 14 types of dyspepsia drugs that are prescribed from 7 drug classes. The type of drug that is most widely prescribed is antacid either for single use or in combination. The most widely used combination of 2 drugs are antacids and prokinetic groups. While the combination of the 3 drugs most widely used are antacids, proton pump inhibitors and H2 receptor antagonists.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN KRIM BODY SCRUB EKSTRAK ETANOl DAUN KATUK (sauropus androgynus L.) DENGAN METODE DPPH Elmitra Elmitra; Neneng Andespa
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 8 No 1 (2023): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) diketahui memiliki kandungan flavanoid yang berpotensi menjadi salah satu sumber antioksidan, yang tergolong kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak daun katuk dalam bentuk sediaan krim body scrub dengan menggunakan 4 formula yaitu F0 (tidak menggunakan ekstrak), F1 (0,08%), F2 (0,17%) dan F3 (0,24%) dan mengetahui aktivitas antioksidan dari krim body scrub esktrak daun katuk (Sauropus androgynus (L.) dengan menggunakan metode DPPH. Hasil evaluasi sediaan untuk 4 formula yaitu uji organoleptis semua sediaan tidak mengalami perubahan selama penyimpanan 6 minggu, sediaan yang homogen, PH sama dengan rentang pH kulit (4,5-5,7), termasuk kedalam tipe krim M/A, mudah tercuci oleh air, memiliki ukuran partikel yang dapat memenuhi syarat ukuran partikel 0,2-50 µm, Stabil secara fisik selama penyimpanan pada suhu yang berbeda dan memiliki nilai viskositas yang memenuhi syarat SNI yaitu 2000- 5000 cP. Uji aktivitas antioksidanekstrak daun katuk 50,62 µg/mL, dan masing masing formula krim body scrub yaitu F0 102, 43 µg/mL, F1 88,88 µg/mL, 82,53 µg/mL dan 80,50 µg/mL. Kesimpulan pada penelitiaan ini adalah ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus (L.) dapat dijadikan sediaan krim dengan aktivitas antioksidan F1, F2, F3 dengan kriteria antioksidan kuat. Abstract Katuk leaves (Sauropus androgynus (L.) Merr.) are known to contain flavanoids which have the potential to be a source of antioxidants, which are quite strong. The purpose of this study was to formulate katuk leaf extract in the form of body scrub cream using 4 formulas, namely F0 (not using extract), F1 (0.08%), F2 (0.17%) and F3 (0.24%) and determine the antioxidant activity of the body scrub cream of katuk leaf extract (Sauropus androgynus (L.) usingthe DPPH method. The evaluation results for the 4 formulas, namely the organoleptic test for all preparations did not change during 6 weeks of storage, the preparations were homogeneous, the pH was the same as the range Skin pH (4.5-5.7), belongs to the type of cream M/A, easily washed off by water, has a particle size that can meet the requirements of particle size 0.2-50 µm, Physically stable during storage at different temperatures and has a viscosityvalue that meets SNI requirements, namely 2000-5000 cP.The antioxidant activity test of katuk leaf extract is 50.62 µg/mL, and each body scrub cream formula is F0 102, 43 µg/mL, F1 88.88 µg/mL , 82.53 µg/mL and 80.50 µg/mL.The conclusion of this research is katuk leaf extract (Sauropus androgynus (L.) can be used as cream preparations with antioxidant activity F1, F2, F3 with strong antioxidant criteria.
UJI DAYA HAMBAT SIRUP EKSTRAK ETANOL KULIT PETAI DAN BIJI PETAI (Parkia speciosa, Hassk) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Verawaty Verawaty; Irene Puspa Dewi
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 8 No 1 (2023): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kulit dan Biji Petai mengandung senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat sirup ekstrak etanol kulit petai dan biji petai (Parkia speciosa, Hassk) terhadap bakteri Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan 7 kelompok yaitu kontrol positif (Ciprofloxasin 1%), kontrol negatif (Aquadest), sirup simplek, ekstrak kulit petai, ekstrak biji petai, sirup ekstrak kulit petai, dansirup ekstrak biji petai. Untuk menguji daya hambat menggunakan metoda kertas cakram dan pelarut yang digunakan DMSO (Dimethyl sulfoxide). Hasil penelitian didapatkan zona hambat sirup ekstrak kulit petai memberikan daya hambat yang lebih luas dibandingkan dengan sirup ekstrak biji petai meskipun luas daerah hambat sirup ekstrak kulit petai lebih kecil dibandingkan dengan ekstrak kulit petai. Hasil analisa statistik menunjukkan adanya perbedaan ratarata diameter zona hambat antara semua kelompok dengan nilai signifikan α = 0,019. Hasil ini menunjukkan bahwa sediaan sirup kulit dan biji petai daya hambatnya tidak sebaik ekstrak kulit petai dan biji petai terhadap bakteri Escherichia coli. Abstract Petai skin and seeds contain secondary metabolites that function as antibacterials. The purpose of this study was to determine the inhibition of the ethanol extract syrup of petai peel and petai seeds (Parkia speciosa, Hassk) against Escherichia coli bacteria. This study used 7 groups, namely positive control (Ciprofloxacin 1%), negative control (Aquadest), simplex syrup, petai peel extract, petai seed extract, petai skin extract syrup, and petai seed extract syrup. To test the inhibition using the disc paper method and the solvent used DMSO (Dimethyl sulfoxide). The results showed that the inhibition zone of the petai peel extract syrup provided a wider inhibition compared to the petai seed extract syrup, although the area of inhibition of the petai peel extract syrup was smaller than that of the petai peel extract. The results of statistical analysis showed that there was an average difference in the diameter of the inhibition zone between all groups with a significant value of α = 0.019. These results indicated that the inhibitory effect of thepetai peel and petai seed syrup preparations was not as good as the petai peel and petai seed extract on Escherichia coli bacteria.
Formulasi Sediaan Sabun Wajah Dari Serbuk Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Dwi Mulyani; Yolanda Anatasya; Arya Eka Kusuma
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 8 No 1 (2023): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kulit batang kayu manis diketahui mengandung senyawa antibakteri sinamaldehide dan eugenol serta memilki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah serbuk kulit batang kayu manis (Cinnamomum burmanni) bisa diformulasikan dan memenuhi evaluasi dari sabun wajah dengan kosentrasi 1%, 2% dan 3%. Formulasi pembuatan sabun padat menggunakan metode cold process. Hasil penelitian membuktikanbahwa serbuk kulit batang kayu manis dapat diformulasikan sebagai sediaan sabun wajah yang memenuhi standar evaluasi uji oeganoleptis, uji kadar air, uji pH dan uji iritasi. Untuk uji stabilitas busa sediaan sabun belum memenuhi standar evaluasi. Abstract Cinnamon bark is known to contain the antibacterial compounds sinamaldehide and eugenol and has antioxidant activity. This study aims to determine whether cinnamon (Cinnamomum burmanni) bark powder can be formulated and meets the evaluation of facial soap with a concentration of 1%, 2% and 3%. The formulation for making solid soap uses the cold process method. The results of the study proved that cinnamon bark powder can be formulated as a facial soap preparation that meets the evaluation standards of the oeganoleptic test, moisture content test, pH test and irritation test. The foam stability test for soap preparations did not meet the evaluation standards.
Pemanfaatan Kombinasi Ampas Kopi Arabika dan Ampas Teh : Potensi sebagai Body Scrub Alami Asyraf, Insanul; Hayati, Rima
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 9 No 2 (2024): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas kopi Arabika (Coffea arabica L.) dan ampas teh merupakan limbah dari bahan alami yangberpotensi dijadikan bahan utama dalam formulasi body scrub. Ampas kopi dengan tekstur kasarnyamampu mengangkat sel-sel kulit mati, sementara kandungan antioksidannya berfungsi melembutkan kulit.Di sisi lain, ampas teh mengandung polifenol yang berperan sebagai antioksidan, membantu melindungikulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari, dan peradangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasiapakah ampas kopi arabika (Coffea arabica L.) dan ampas teh (Camellia sinensis L. Kuntze) dapatdikombinasikan dalam formulasi krim body scrub. Tiga formula dengan variasi konsentrasi ampas kopi danampas teh dikembangkan: F1 (10% : 20%), F2 (15% : 15%), serta F3 (20% : 10%). Bahan ampas kopi danteh diperoleh dari Ponten Cafe, Peunayong, Banda Aceh. Skrining fitokimia terhadap ampas kopi danampas teh menunjukkan adanya kandungan alkaloid, saponin, flavonoid, dan triterpenoid, yang memilikiefek positif bagi kesehatan kulit. Evaluasi fisik menunjukkan bahwa semua formula body scrub memilikitekstur semi-solid, homogen, dengan bau khas kopi; F1 berwarna hitam, sementara F2 dan F3 berwarnaabu-abu kehitaman. Sediaan memiliki tipe emulsi M/A dan pH berkisar antara 6,1 hingga 6,3. Uji dayasebar dalam rentang 6,5–6,6 cm, dengan viskositas berkisar antara 4130 cP hingga 28890 cP. Berdasarkanuji kesukaan responden, F1 menjadi formula yang paling disukai dari segi tekstur dan warna, sedangkan F3lebih disukai dari segi aroma. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah ampas kopi danampas teh memiliki potensi untuk diformulasikan dalam krim body scrub.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Repellent Lilin Aromaterapi Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix) Terhadap Nyamuk Culex sp. Elmitra, Elmitra; Sari, Tisa Mandala; Nesya Firza, Puti Syalsa
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 9 No 2 (2024): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak atsiri daun jeruk purut (Citrus hystrix) mengandung senyawa sitronelal, sitronelol, danlinalool yang memiliki efek biolarvasida terhadap nyamuk, dimana minyak atsiri daun jeruk purut(Citrus hystrix) memiliki aktivitas untuk membunuh larva nyamuk. Penelitian ini bertujuan untukmemformulasikan lilin aromaterapi yang mengandung minyak atsiri daun jeruk purut sebagairepellent terhadap nyamuk Culex sp. Formula dibuat dengan memvariasikan 3 konsentrasi minyakatsiri daun jeruk purut yaitu formula 1 (4%), formula 2 (6%), dan formula 3 (8%) dengan parameteruji organoleptis, uji titik leleh, uji waktu bakar, uji hedonik, dan uji aktivitas repellent nyamuk.Pemeriksaan organoleptis menunjukkan F1, F2, dan F3 berbentuk padat dan berwarna putih.Pemeriksaan uji titik leleh diperoleh F1, F2, dan F3 masing-masing 49,8; 49,5; 49,30C. Pemeriksaanuji waktu bakar diperoleh F1 = 13 jam 12 menit, F2= 12 jam 59 menit, dan F3 = 12 jam 44 menit.Pemeriksaan uji hedonik lilin aromaterapi didapatkan bahwa lilin aromaterapi disukai oleh panelis.Pemeriksaan aktivitas repellent dilihat dari persen daya repellent yang menunjukkan peningkatandaya bunuh sesuai dengan peningkatan konsentrasi minyak atsiri pada setiap formula. Minyak atsiridaun jeruk purut (Citrus hystrix) dapat diformulasikan sebagai lilin aromaterapi dan Aktivitasantinyamuk lilin arometrapi minyak atsiri daun jeruk purut (Citrus hystrix) menunjukkan bahwa dayarepellent nya semakin meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi minyak atsiri daun jerukpurut (Citrus hystrix).
Optimasi Formulasi Sediaan Masker Wajah Gel Peel-Off Dari Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantiifolia Cortice) Berdasarkan Variasi Konsentrasi PVA Krisyanella, Krisyanella; Nadeak, Bella Nadeak; Meinisasti, Resva; Irnameria, Dira
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 9 No 2 (2024): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PVA pada formula sediaan masker gel Peel-off berfungsi sebagai basis pembentuk lapisan film, sehingga sediaanmudah dikelupas saat telah mengering . Menurut teori, Konsentrasi PVA pada sediaan masker gel peel of akanberpengaruh pada pH, viskositas, daya lekat, daya sebar dan waktu mengering. Berdasarkan literatur rangekonsentrasi PVA yaitu 7-10%.Namun pada penelitian yang telah dilakukan oleh Rian Karnelo (2012), sediaan maskergel peel of dari ekstrak etanol kulit jeruk nipis menunjukkan karakteristik sediaan yang baik pada konsentrasi PVA15%. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui Masker Wajah Gel Peel-off Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Nipis (C.aurantifolia) yang memiliki karakteristik terbaik berdasarkan variasi konsentasi PVA 7%, 10%, 15%. MetodePenelitian : Metode Eksperimental Laboratorium. Hasil Penelitian : Semakin tinggi konsentrasi PVA yang digunakanakan menghasilkan sediaan masker yang lebih kental sehingga daya sebar semakin kecil dan waktu sediaan mengeringsemakin cepat. Seluruh formula memenuhi standar sediaan masker gel peel of. Tidak ada pengaruh konsentrasi PVAterhadap organoleptis, homogentias dan nilai pH. Namun semakin tinggi konsentrasi PVA, menyebabkab sediaansemakin cepat mengering. Berdasarkan uji hedonik 100% responden lebih menyukai tekstur dari Formula 3 (PVA15%). Kesimpulan : Ketiga formula memenuhi syarat masker gel Peel-off , namun Formula 3 (PVA 15%) memilikikarakteristik terbaik pada uji daya sebar, uji waktu mengering dan uji hedonik
Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Gagal Jantung Di RSUD Dr. M.Yunus Kota Bengkulu Tahun 2023 Pudiarifanti, Nadia; Dona, AnggelaAprilia; Jatiningsih, Setiyati
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 9 No 2 (2024): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Berdasarkan World Health Organization (WHO) sejak 20 tahun terakhir penyakit jantung menjadipeingkat pertama penyebab kematian diseluruh dunia. Penderita penyakit gagal jantung biasanya diresepkanlebih dari dua obat sehingga untuk terjadinya interaksi obat berpotensi sangat besar. Tujuan : Penelitian inibertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat pada pasien gagal jantung di RSUD Dr. M. Yunus Kota BengkuluTahun 2023.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode retrospektif. Penelitian inidilakukan dengan cara mengumpulkan data rekam Medis pasien tahun 2023. Penetapan bear sampelmenggunakan metode purposive sampling sampel yang didapatkan pada penelitian ini sebanyak 103 sampel,kemudian dianalisis menggunakan microsoft excel.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 103 pasienditemukan paling banyak pada pasien dengan usia > 65 tahun (32,04%). Jenis kelamin yang paling banyak adalahlaki-laki sebanyak 77 pasien (74,76%). Untuk kombinasi obat paling banyak adalah golongan ACE-Inhibitor +Diuretik hemat kalium + Diuretik loop + Digoxin + Antikoagulan sebanyak 4 resep (3,88%). Kemudian ditemukan101 resep dari 103 resep mengalami interaksi obat. Mekanisme interaksi yang banyak ditemukan terjadi padamekanisme farmakodinamik (93,93%). Untuk kategori keparahan interaksi obat Minor (19 kasus), Monitor Closely(468 kasus), Serious-Use Alternative (7 kasus). Kesimpulan : Terdapat potensi interaksi obat pada pasien gagaljantung sebanyak 101 resep dari 103 resep dengan persentase sebesar 98,06 %.
Aktivitas Anti Inflamasi Ekstrak Etanol Rambut Jagung (Zea mays) Pada Tikus Putih Jantan Yang Diinduksi Karagenan 1% Nessa, Nessa; Widyastuti, Widyastuti; Tri Kurnia, Nelia
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 9 No 2 (2024): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflamasi adalah mekanisme pertahanan tubuh terhadap patogen, senyawa beracun, bakteri maupunrangsangan berbahaya lainnya. Rambut jagung memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri dan antioksidan.Rambut jagung memiliki kandungan fenol dan flavonoid yang memiliki efek antiinflamasi yang bekerjadengan cara mengatur metabolisme asam arakhidonat dengan menghambat aktivitas sikooksigenase danlipooksigenase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak etanol rambut jagung(Zea mays). Pengujian dilakukan dengan metode induksi karagenan 1% dengan menggunakan dosis ekstraketanol rambut jagung 100, 200, dan 400 mg/kg BB tikus. Hasil penelitian menunjukkan semakin bertambahdurasi pengujian, volume udem semakin berkurang secara signifikan (p= 0,000-0,002) Dosis 400 mg/kgmempunyai efek antiinflamasi yang sama dengan Na. Diklofenak dalam menurunkan volume udem. Ekstraketanol rambut jagung mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi paling baik pada dosis 400mg/kg BB.