cover
Contact Name
Irene Puspa Dewi
Contact Email
irene.puspadewi@yahoo.com
Phone
+6285293806879
Journal Mail Official
lp2makfarprayoga@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No 50. Padang. Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga)
ISSN : -     EISSN : 2548141X     DOI : https://doi.relawanjurnal.id/doi
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga (JAFP) merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi D3 Farmasi Akademi Farmasi Prayoga Padang. JAFP terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November setiap tahunnya. JAFP menerima naskah penelitian (research article) dan review (review article) dalam bidang seputar kefarmasian, baik mengenai sains farmasi maupun farmasi komunitas. Cakupan dalam bidang sains farmasi yaitu Biologi Farmasi dan Farmakognosi, Kimia Farmasi, Farmasetika, Farmakologi dan Toksikologi, dan juga Bioteknologi. Cakupan dalam bidang farmasi komunitas yaitu Farmasi Rumah Sakit, Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, Manajemen Farmasi, dan Farmasi Sosial.
Articles 73 Documents
UJI DAYA ANTIINFLAMASI INFUSA GETAH BATANG MANGROVE (Avicennia marina (Forssk.) Vierh) TERHADAP MENCIT JANTAN GALUR SWISS YANG DIINDUKSI KARAGENIN Margareta Retno Priamsarfi; Aya Bima
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.101 KB)

Abstract

Inflamasi merupakan suatu mekanisme perlindungan, dimana tubuh berusaha untuk menetralisir dan membasmi iritan kimia (asam dan basa kuat, racun) maupun iritan fisika (trauma, benda asing) yang ditandai dengan dihasilkan metabolisme asam arakidonat seperti prostaglandin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya antiinflamasi infusa getah batang mangrove (Avicennia marina (Forssk.) Vierh) dan dosis yang memiliki kemampuan menurunkan tebal edema terbesar terhadap kaki mencit jantan yang diinduksi karagenin. Penelitian ini merupakan jenis eksperimental dengan rancangan acak lengkap pola searah. Metode ekstraksi dengan infundasi. Hewan uji terdiri dari 30 mencit jantan galur Swiss berumur 2 – 3 bulan dengan berat badan 20 – 30 gram yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yaitu, kelompok normal hanya diberikan akuades dan tanpa dinduksi karagenin 1%. Kelompok kontrol negatif diberi suspensi Na CMC 0,5 %, kelompok kontrol positif diberi suspensi Natrium diklofenak 0,19 mg/20gBB dan kelompok perlakuan masing-masing diberikan infusa getah batang mangrove secara peroral dengan dosis 0,036g/kgBB; 0,0728g/kgBB dan 0,1456g/kgBB. Metode pengukuran edema menggunakan jangka sorong. Hasil penurunan tebal edema digunakan untuk menghitung hitung nilai Area Under Curve (AUC) dan % Daya Antiinflamasi (%DAI) kemudian data dianalisis dengan uji Shapiro-Wilk dan Lavene test dilanjutkan uji parametrik Oneway Anova dan post-hoc test. Hasil uji fitokimia getah batang mangrove mengandung senyawa flavonoid. Infusa getah batang mangrove dosis 0,036g/kgBB; 0,0728g/kgBB, 0,1456g/kgBB memiliki daya antiinflamasi. Dosis 0,1456g/kgBB memiliki memiliki kemampuan menurunkan edema terbesar dengan nilai AUC sebesar 8,55 ± 1,45 dan % DAI sebesar 64,03 ± 5,51
ANALISIS KUALITATIF WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP PADA PASIEN BPJS DI INSTALASI FARMASI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Isra Reslina; Puspa Pameswari; Rima An Nisa
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.131 KB)

Abstract

Instalasi Farmasi di Rumah Sakit merupakan salah satu pelayanan utama karena lebih dari 90% pelayanan kesehatan di rumah sakit menggunakan perbekalan farmasi sehingga pelayanan farmasi yang kurang bermutu akan menimbulkan kerugian. Salah satu upaya pelayanan pasien di Instalasi Farmasi adalah memperoleh obat yang diresepkan oleh dokter dalam waktu singkat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi RSUP Dr. Djamil Padang dengan standar pelayanan minimal rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan menggunakan metode Non Probability Accidental Sampling terhadap resep pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RSUP Dr. M. Djamil Padang, jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 349 resep yang diambil selama waktu 1 bulan, yaitu pada bulan maret 2020 dengan 320 resep jadi dan 29 resep racikan. Hasil dari penelitian ini adalah lamanya waktu tunggu pelayanan resep jadi dengan rata-rata mencapai 36 menit 23 detik, sedangkan pada standar pelayanan minimal waktu tunggu pelayanan resep jadi yaitu ≤30 menit. Waktu tunggu pelayanan resep racik dengan rata-rata mencapai 1 jam 9 menit 48 detik, sedangkan pada standar pelayanan minimal waktu tunggu pelayanan resep racik yaitu ≤60 menit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah waktu tunggu pelayanan resep jadi belum sesuai standar, dan untuk waktu tunggu pelayanan resep racikan juga belum sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) Terhadap Titer Antibodi, Jumlah Dan Persentase Sel Leukosit Mencit Putih Jantan Rahimatul Uthia; Elin Resti Ananda; Ifora Ifora
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.59 KB)

Abstract

Mekanisme pertahanan tubuh dapat ditingkatkan dengan senyawa tertentu yang bersifat imunostimulan. Imunostimulan secara umum didefenisikan sebagai senyawa yang dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh baik secara spesifik maupun non spesifik baik mekanisme pertahanan seluler maupun humoral. Titer antibodi adalah pengukuran tingkat kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit yang beredar dalam darah. Titer biasanya dinyatakan dalam rasio, yang berapa kali bisa mencairkan darah sampai tidak bisa menemukan antibodi lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari ekstrak daun sambung nyawa (Gynura Procumbens (Lour.) Merr.) terhadap titer antibodi, jumlah dan persentase sel leukosit mencit putih jantan. Mencit sebanyak 25 ekor dibagi atas 5 kelompok yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif, kelompok dosis 75 mg/kg BB, 150 mg/kg BB, 300 mg/kg BB. Ekstrak diberikan selama 7 hari secara oral. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun sambung nyawa dapat meningkatkan titer antibodi dan semakin meningkat seiring dengan peningkatan dosis. Ekstrak daun sambung nyawa meningkatkan titer antibodi, jumlah total dan persentase sel leukosit secara signifikan (P<0,05).
UJI EFEK ANTIPIRETIK DARI HASIL DEGRADASI PARASETAMOL DENGAN MENGGUNAKAN LAMPU UV 253 nm PADA MENCIT PUTIH JANTAN Sandra Tri Juli Fendri; Nessa Nessa; Rahmat Kartija; Siska Ferilda
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.968 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efek antipiretik parasetamol yang didegradasi dengan menggunakan lampu UV 253 nm pada mencit putih jantan. Larutan parasetamol dibuat dalam konsentrasi 0,764 mg/L dan didegradasi dengan menggunakan metode fotolisis dengan variasi waktu 30, 90 dan 180 menit. Analisis hasil degradasi menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 242 nm . Pengukuran dengan Spektrofotometer UV-Vis menunjukkan penurunan absorban dari senyawa parasetamol setelah didegradasi. Larutan parasetamol setelah difotolisis selama 30, 90 dan 180 menit menggunakan lampu UV (λ = 253 nm) menghasilkan persentase degradasi sebesar 0,635 %, 8,278% dan 12,74 %. Uji antipiretik dilakukan pada mencit putih jantan. Hasil uji antipiretik menunjukkan bahwa pada kelompok parasetamol setelah difotolisis 90 menit memberikan penurunan efek antiperetik. Hasil uji antipiretik diolah secara statistik dengan SPSS uji ANOVA dua arah dan satu arahdan dilanjutkan dengan uji DUNCAN. Secara statistik terdapat pengaruh signifikan pada parasetamol tanpa fotolisis dengan parasetamol setelah fotolisis terhadap efekantiperetik pada mencit putih jantan dengan nilai P<0,05.
PENGARUH PERBEDAAN PELARUT TERHADAP KADAR TOTAL FENOLIK DAN KADAR TOTAL FLAVONOID EKSTRAK DAUN KITOLOD (Isotoma longiflora (L.) Septiana Laksmi Ramayani; Risza Widi Octaviana; Sekar Seto Asokawati
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 6 No 2 (2021): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.074 KB) | DOI: 10.56350/jafp.v6i2.68

Abstract

Abstrak Ekstrak etanolik daun kitolod (Isotoma longiflora (L).) diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans penyebab karies gigi, namun termasuk dalam kategori sedang. Aktivitas antibakteri ekstrak daun kitolod karena mengandung senyawa fenolik dan flavonoid. Aktivitas antibakteri berkaitan dengan kadar senyawa yang terkandung. Salah satu cara untuk meningkatkan kadar senyawa dapat dilakukan penggantian pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan pelarut terhadap kadar total fenolik dan kadar total flavonoid ekstrak daun kitolod. Jenis pelarut yang digunakan adalah etanol 96% dan methanol. Analisa data dilakukan dengan uji non parametrik Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis pelarut berpengaruh signifikan terhadap kadar total fenolik dan flavonoid ekstrak daun kitolod. Pelarut metanol menghasilkan kadar total fenolik dan flavonoid yang lebih tinggi daripada pelarut etanol.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL : AIR (1:1) DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) DENGAN METODA DPPH (1,1- diphenil-2-picrylhydrazil) Fita Selonni
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 6 No 2 (2021): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.904 KB) | DOI: 10.56350/jafp.v6i2.69

Abstract

ABSTRAK Daun kemangi memiliki senyawa Flavonoid yang berkhasiat antioksidan, maka dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) mengunakan pelarut etanol:air (1:1). Proses ekstraksi senyawa aktif dari daun kemangi segar ini dilakukan secara maserasi sebanyak 3x pengulangan masing-masing waktunya 24 jam. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metoda DPPH. Aktivitas antioksidan sebagai penangkal radikal bebas DPPH yang besar diketahui dengan nilai IC50 dimana aktivitas antioksidan tertinggi pada kosentrasi 60,57 µg/mL. Dari hasil penelitian tersebut daun kemangi (Ocimum basilicum L.) memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
FORMULASI GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KUNYIT (Curcuma domestica Val) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus Yahdian Rasyadi; Miftahur Rahmi; Serli Monika Indarti
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 6 No 2 (2021): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.126 KB) | DOI: 10.56350/jafp.v6i2.70

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang formulasi gel hand sanitizer ekstrak etil asetat daun kunyit (Curcuma dometica Val) dan uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Gel hand sanitizer ekstrak etil asetat daun kunyit dibuat menjadi empat formula yaitu F0 (basis), F1 (ekstrak etil asetat daun kunyit 6%), F2 (ekstrak etil asetat daun kunyit 12%), F3 (ekstrak etil asetat daun kunyit 18%). Evaluasi gel hand sanitizer meliputi pemeriksaan uji daya sebar, uji daya lekat, pemeriksaan viskositas, pemeriksaan stabilitas (organoleptis, homogenitas, pemeriksaan pH, cycling test) dan uji iritasi kulit. Uji aktivitas antibakteri sediaan gel hand sanitizer dilakukan dengan metode difusi dan dianalisis dengan uji ANOVA satu arah kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa gel hand sanitizer stabil secara fisika selama penyimpanan enam minggu. Hasil uji aktivitas antibakteri sediaan gel hand sanitizer memberikan diameter daya hambat sebesar F0 (0 mm), F1 (4,33 mm), F2 (6,43 mm), dan F3 (8,23 mm). Hasil analisis ANOVA satu arah menunjukkan bahwa pengaruh sediaan gel hand sanitizer ekstrak etil asetat daun kunyit terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus memiliki nilai sangat signifikan sebesar 0,000 (p˂0,05). Uji Duncan memberikan nilai sangat signifikan antara F0, F1, F2, dan F3. Dari data evaluasi fisik dan uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daun kunyit dapat diformulasikan menjadi gel hand sanitizer sebagai antibakteri, F3 menunjukkan aktivitas antibakteri yang besar diantara semua formula, tapi lemah berdasarkan tabel respon hambatan mikroba menurut Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI) 2012.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN (STOCK) OBAT DI APOTEK MADYA MENGGUNAKAN MICROSOFT ACCESS Tumpal Manurung; Verawaty Verawaty
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 6 No 2 (2021): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.606 KB) | DOI: 10.56350/jafp.v6i2.71

Abstract

ABSTRAK Kemajuan teknologi komputer dapat dimanfaatkan di bidang sistem informasi yang banyak digunakan pada persediaan (stock) obat, penjualan dan pembelian obat. Ini merupakan pelayanan yang penting di Apotek. Apotek merupakan usaha perdagangan dibidang kesehatan yang memerlukan adanya sistem pengolahan data untuk dapat mempermudah dan memperlancar kinerjanya. Apotek Madya yang beralamat di Jl. Proklamasi No. 50 Alang Laweh-Padang merupakan salah satu Apotek yang masih menggunakan cara manual dalam proses penjualan. Proses persediaan (stock) obat secara manual dinilai memperlambat kinerja pelayanan Apotek, sehingga diterapkan sistem informasi persediaan (stock) obat yang dapat membantu serta memudahkan proses pengelolaan persediaan (stock) obat. Software yang digunakan untuk pembuatan sistem ini adalah Microsoft Access 2007 sebagai databasenya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi persediaan (stock) obat di Apotek Madya menggunakan Microsoft Access. Metode yang digunakan dalam analisa data ini adalah secara observasi. Hasil dari penerapan sistem informasi persediaan (stock) obat dapat meningkatkan kinerja apotek serta mendukung pencapaian tujuan apotek secara efektif dan efesien.
POLA BAKTERI DAN KEPEKAANNYA TERHADAP ANTIBIOTIK PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI NICU RSUP DR. M. DJAMIL PADANG PERIODE JANUARI – DESEMBER 2018 Ringga Novelni; Nessa Nessa; Melzy Putri Sani
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 6 No 2 (2021): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.079 KB) | DOI: 10.56350/jafp.v6i2.72

Abstract

ABSTRAK Resistensi terhadap antibiotik merupakan masalah yang sering terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Infeksi oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik telah mempengaruhi hasil terapi, biaya terapi, penyebaran penyakit dan lama sakit. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha untuk mencegah dan mengatasi terjadinya resitensi bakteri dengan melakukan pengawasan penggunaan antibiotik dirumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola bakteri dan kepekaannya terhadap antibiotik pada pasien yang dirawat di NICU RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari – Desember 2018. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan data yang dikumpulkan secara retrospektif. Sampel penelitian adalah catatan hasil pemeriksaan kultur dari berbagai spesimen dan uji sensitivitas bakteri terhadap antibiotik pada pasien yang dirawat di NICU RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari – Desember 2018. Dari hasil penelitian didapatkan bakteri terbanyak yang menginfeksi pasien yang dirawat di NICU RSUP Dr. M. Djamil Padang adalah Klebsiella sp dengan prevalensi sebesar 28% dan bakteri dengan prevalensi rendah yang menjadi penyebab infeksi adalah E.coli, Stenotrophomonas maltophylia, Staphylococcus, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus hominis dengan prevalensi masing-masingnya sebanyak 2%. Pola kepekaannya menunjukkan bahwa bakteri patogen yang ditemukan mempunyai resistensi yang tinggi terhadap eritromisin, ampisilin, amoksisilin, dan ceftriaxon serta umumnya sensitif terhadap vancomisin, trimetroprime/sulfamethoksazol, amikasin dan meropenem.
EFEK EKSTRAK ETANOL RIMPANG BANGLE (Zingiber cassumunar Roxb.) TERHADAP SEL MAKROFAG MENCIT Irene Puspa Dewi; Verawaty Verawaty; Meyyana Diara Sababalat; Tuty Tasli
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 6 No 2 (2021): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.522 KB) | DOI: 10.56350/jafp.v6i2.73

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengkaji efek ekstrak etanol rimpang bangle terhadap persentase aktivitas fagositosis dan kapasitas fagositosis sel makrofag mencit putih. Rimpang bangle mengandung senyawa fenilbutenoid yang dapat dimanfaatkan sebagai imunomodulator. Mencit dibagi dalam 5 kelompok yang terdiri dari 5 ekor, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kelompok dosis 100 mg/Kg BB, kelompok dosis 500 mg/Kg BB, dan kelompok pembanding. Sesuai dengan kelompoknya, mencit diberikan perlakuan selama 7 hari dan pada hari ke-8 mencit diinjeksi suspensi bakteri Staphylococcus aureus (SA) secara intraperitoneal, kecuali pada kelompok kontrol negatif. Satu jam kemudian, mencit pada semua kelompok dikorbankan dan diambil cairan peritonealnya dan dilakukan perhitungan persentase aktivitas dan kapasitas fagositosis. Hasil perhitungan persentase aktivitas dan kapasitas fagositosis sel makrofag pada cairan peritoneal setelah pemberian ekstrak etanol rimpang bangle berturut-turut pada kelompok kontrol negatif 64,9% dan 93,2%, kelompok kontrol positif yaitu 66,2% dan 95,0%, kelompok dosis 100 mg/kg bb yaitu 75,71% dan 113,8%, kelompok dosis 500 mg/kg bb yaitu 84,0% dan 128,4%, dan kelompok pembanding yaitu 86,5% dan 176,6%. Secara statistik, persentase aktivitas dan kapasitas fagositosis mencit kelompok dosis 100 mg/kg BB dan dosis 500 mg/kg BB berbeda secara signifikan dengan kelompok kontrol negatif dan kontrol positif. Dapat disimpulkan bahwa pada dosis 100 mg/kg BB dan 500 mg/kg BB, ekstrak etanol daun jambu biji dapat meningkatkan aktivitas dan kapasitas fagositosis mencit.