cover
Contact Name
Irene Puspa Dewi
Contact Email
irene.puspadewi@yahoo.com
Phone
+6285293806879
Journal Mail Official
lp2makfarprayoga@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No 50. Padang. Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga)
ISSN : -     EISSN : 2548141X     DOI : https://doi.relawanjurnal.id/doi
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga (JAFP) merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi D3 Farmasi Akademi Farmasi Prayoga Padang. JAFP terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November setiap tahunnya. JAFP menerima naskah penelitian (research article) dan review (review article) dalam bidang seputar kefarmasian, baik mengenai sains farmasi maupun farmasi komunitas. Cakupan dalam bidang sains farmasi yaitu Biologi Farmasi dan Farmakognosi, Kimia Farmasi, Farmasetika, Farmakologi dan Toksikologi, dan juga Bioteknologi. Cakupan dalam bidang farmasi komunitas yaitu Farmasi Rumah Sakit, Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, Manajemen Farmasi, dan Farmasi Sosial.
Articles 80 Documents
Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Resep Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Kurniawan, Andre; Ramadhini, Azmie; Utami, Soffi Aulia; Nadilah, Belva; Safitri, Naela; Haris, Muhammad Naofal
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v10i2.104

Abstract

Abstrak Pelayanan rawat jalan merupakan bagian penting dari sistem rumah sakit yang berperan sebagai citra awal dan indikator mutu pelayanan kesehatan. Salah satu parameter utama dalam menilai mutu pelayanan farmasi adalah waktu tunggu pelayanan resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit X terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional melalui observasi langsung dan pencatatan waktu tunggu pada tanggal 19–27 Agustus 2025. Populasi penelitian mencakup seluruh resep pasien BPJS rawat jalan, dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 100 resep, terdiri dari 8 resep racikan (8%) dan 92 resep nonracikan (92%). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS X untuk resep racikan dari 8 sampel resep adalah 21,42 menit, sedangkan untuk resep non-racikan dari 92 sampel resep diperoleh rata-rata waktu tunggu sebesar 23,14 menit, keduanya masih sesuai dengan ketentuan SPM (≤60 menit untuk racikan dan ≤30 menit untuk nonracikan). Faktor yang memengaruhi lama waktu tunggu meliputi jumlah item obat, kompleksitas resep, jumlah tenaga farmasi, serta sistem antrian pelayanan. Kesimpulannya, waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS X telah memenuhi standar yang berlaku dan mencerminkan kinerja pelayanan farmasi yang efisien dan terkontrol.
FORMULASI GEL MOISTURIZER EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DENGAN CARBOPOL SEBAGAI GELLING AGENT Krisyanella, Krisyanella; Iskandar, Fadhillah; Meinisasti, Resva; Utami, Mardhah Sastri
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v10i2.108

Abstract

Abstrak Daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki aktivitas antioksidan yang berasal dari alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan steroid. Dengan kandungan tersebut, daun pepaya berpotensi untuk dimanfaatkan dalam produk kosmetik, namun diperlukan formulasi yang tepat agar efektivitasnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula gel moisturizer yang memiliki karakteristik terbaik dengan variasi kandungan ekstrak etanol daun papaya (C.papaya L.) 0,5%, 1%, dan 1,5%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar SNI 16-4954-1998, stabil secara organoleptik dan homogenitas, memiliki daya sebar 5,4– 5,6 cm, pH 7 dan tidak menyebabkan iritasi. Terdapat perbedaan warna antar formula akibat oleh perbedaan konsentrasi ekstrak. Selain itu, semakin tinggi penggunaan ekstrak maka sediaan gel moisturizer akan semakin cair. Formula dengan konsentrasi 0,5% ekstrak etanol daun pepaya terpilih sebagai yang terbaik berdasarkan berbagai evaluasi sediaan serta preferensi warna, aroma, dan bentuk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak berpengaruh terhadap karakteristik sediaan gel moisturizer, terutama pada warna yang dihasilkan oleh sediaan tersebut dan peningkatan konsentrasi ekstrak diketahui berbanding terbalik dengan konsistensi sediaan, dimana semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, maka konsistensi sediaan menjadi lebih cair. Formula yang paling optimal terdapat pada konsentrasi ekstrak 0,5% karena FI (0,5%) menunjukkan persentase tertinggi dalam indikator uji hedonik.
KARAKTERISTIK SIMPLISIA STANDAR DAUN TEH (Camellia sinensis L.) DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER Meinisasti, Resva; Krisyanella, Krisyanella; Sagita, Pittri Andriani; Utami, Mardhah Sastri
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v10i2.109

Abstract

Abstrak Salah satu program pemerintah dalam bidang farmasi adalah penyediaan bahan baku obat melalui pengembangan sumber daya mandiri. Teh (Camellia sinensis L.) merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku karena kandungan komponen bioaktifnya. Untuk memastikan mutu dan kestabilan produk, diperlukan proses standarisasi bahan baku melalui pemeriksaan parameter spesifik dan non spesifik pada simplisia daun teh. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik simplisia daun teh (Camellia sinensis L.) berdasarkan evaluasi kedua parameter tersebut. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang meliputi pengambilan sampel, determinasi tanaman, pembuatan simplisia, serta penetapan parameter spesifik dan non spesifik. Hasil uji parameter spesifik menunjukkan bahwa serbuk simplisia daun teh memiliki sifat organoleptik berupa serbuk halus berwarna coklat kehitaman, bertekstur agak kasar, memiliki rasa sepat, dan beraroma khas. Pengamatan mikroskopik menunjukkan keberadaan rambut penutup serta jaringan kolenkim sebagai fragmen pengenal. Nilai kadar sari larut etanol diperoleh sebesar 12,08% dan kadar sari larut air sebesar 13,74%. Hasil uji parameter non spesifik menunjukkan kadar air sebesar 9,69%, susut pengeringan 9,9%, kadar abu tidak larut asam 0,33%, dan kadar abu total 6,35%. Uji kandungan metabolit sekunder mengindikasikan bahwa simplisia daun teh positif mengandung saponin dan tanin, serta negatif terhadap alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid/steroid. Temuan ini dapat menjadi dasar standarisasi awal simplisia daun teh sebagai bahan baku obat.
Pengaruh Lama Waktu Perendaman Terhadap Mutu Fisik Gelatin Ceker Ayam (Gallus Domesticus) Sari, Dessy Ratna; Yuliastuti, Definingsih
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v11i1.110

Abstract

Abstrak Ceker ayam mengandung kolagen dalam jumlah yang relatif tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan gelatin yang bersifat halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu perendaman terhadap mutu fisik gelatin yang dihasilkan dari ceker ayam broiler (Gallus domesticus). Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan dua variasi waktu perendaman, yaitu 4 hari (F1) dan 8 hari (F2). Proses perendaman dilakukan menggunakan larutan NaOH 0,2% dan asam sitrat 5%. Parameter yang diamati meliputi karakteristik organoleptis, pH, kadar air, kadar abu, serta uji protein menggunakan reagen ninhidrin. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik Independent Sample t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelatin yang dihasilkan berbentuk serbuk dengan warna kuning kekuningan dan memiliki aroma khas gelatin. Nilai pH gelatin pada perlakuan F1 dan F2 berturut-turut sebesar 4,603 ± 0,006 dan 4,730 ± 0,030. Kadar air gelatin pada F1 sebesar 7,83 ± 0,086%, sedangkan pada F2 sebesar 9,71 ± 0,451%. Sementara itu kadar abu gelatin pada F1 sebesar 1,85 ± 0,155% dan pada F2 sebesar 2,15 ± 0,047%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa lama waktu perendaman memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter mutu fisik gelatin (p < 0,05). Seluruh parameter yang diperoleh masih berada dalam kisaran standar mutu gelatin berdasarkan SNI 01-3735-1995. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perendaman selama 4 hari menghasilkan gelatin dengan mutu fisik yang lebih baik dibandingkan perendaman selama 8 hari.
Evaluasi Stabilitas Fisik dan Aktivitas Proteksi UV Sunscreen Spray Berbahan Ekstrak Biji Buah Durian (Durio zibethinus Murr.) Merwanta, Selvi; Astira, Cesilia; Sari, Netti Kemala; Viona, Sintia Ade; Rasyadi, Yahdian
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v11i1.112

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak biji buah durian (Durio zibethinus Murr.) sebagai bahan aktif tabir surya alami dalam sediaan sunscreen spray. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diformulasikan ke dalam beberapa formula dengan variasi konsentrasi ekstrak biji buah Durian, kemudian dilakukan evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, pola semprotan, nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro, uji iritasi, dan uji kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik fisik yang baik, stabil, dan aman digunakan secara topikal, dengan pH sesuai fisiologis kulit serta viskositas yang mendukung aplikasi spray. Peningkatan konsentrasi ekstrak biji durian berbanding lurus dengan peningkatan nilai SPF, di mana formula dengan konsentrasi ekstrak 5% menghasilkan nilai SPF tertinggi dan termasuk kategori proteksi tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kandungan flavonoid dan senyawa fenolik dalam ekstrak biji durian berperan dalam kemampuan sediaan menyerap radiasi ultraviolet. Berdasarkan hasil evaluasi, ekstrak biji durian berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif sunscreen spray berbasis bahan alam, dengan formula berkonsentrasi 5% sebagai formulasi paling optimal dari sisi efektivitas proteksi UV.
Analisis Cemaran Bahan Kimia Terlarang (Formalin dan Boraks) pada Mi Basah di Pasar Raya Kota Padang Tahun 2025 Afriyanti, Nur; Ersil, Vivaldi; Rindi, Liza Agfa
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v11i1.113

Abstract

Abstrak Mi basah merupakan produk pangan olahan dengan tingkat konsumsi yang tinggi dan daya simpan yang relatif singkat, sehingga berpotensi ditambahkan bahan kimia berbahaya seperti formalin dan boraks untuk memperpanjang masa simpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara kualitatif keberadaan formalin dan boraks pada mi basah yang diperdagangkan di Pasar Raya Kota Padang. Metode identifikasi formalin dilakukan menggunakan uji pereaksi kalium permanganat (KMnO₄) dan Formalin Test Kit, sedangkan identifikasi boraks dilakukan melalui uji perak nitrat (AgNO₃), uji kertas tumerik, Boraks Test Kit, uji nyala api, serta uji organoleptik. Sampel penelitian terdiri atas empat sampel mi basah yang diperoleh dari pedagang melalui survei langsung di lokasi penelitian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel mi basah yang dianalisis tidak terdeteksi mengandung formalin maupun boraks, yang ditunjukkan oleh tidak adanya perubahan warna atau reaksi khas dibandingkan dengan kontrol positif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa mi basah yang beredar di Pasar Raya Kota Padang pada tahun 2025 memenuhi aspek keamanan pangan dari cemaran formalin dan boraks.
Analisis Potensi Interaksi Obat pada Resep Pasien Infeksi Saluran Kemih di Instalasi Rawat Jalan RSUD Bayu Asih Purwakarta Yuned, Monalisa; Tjahjati, Sri Setia; Kusuma, Nyemas Carrisa Alya
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v11i1.114

Abstract

Abstrak Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan suatu kondisi klinis yang diakibatkan oleh bakteri yang terdapat pada urin dalam jumlah yang sangat besar. Jumlah kasus penyakit ISK di Indonesia menunjukkan angka yang sangat tinggi mencapai 90-100 kejadian dari 100.000 orang atau 180.000 kejadian baru di setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat pada resep pasien ISK di Instalasi Rawat Jalan RSUD Bayu Asih Purwakarta periode Januari hingga Desember 2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan retrospektif dengan desain mixed methods. Data dianalisis menggunakan situs drugs.com dan drugbank.com, lalu diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan (mayor, moderat, minor) dan mekanisme interaksi (farmakokinetik dan farmakodinamik) dan jenis kelamin. Hasil menunjukkan 42,86% resep pasien ISK memiliki potensi interaksi dengan 20,71% interaksi moderat dan 22,15% interaksi minor, tidak ditemukan interaksi mayor. Jenis interaksi yang paling umum adalah farmakodinamik (32,15%), diikuti farmakokinetik (10,71%). Berdasarkan jenis kelamin, secara deskriptif jumlah interaksi obat lebih banyak ditemukan pada pasien perempuan, tanpa dilakukan uji signifikansi statistik. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemantauan dan evaluasi terapi obat untuk mengurangi risiko interaksi yang merugikan.
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dengan Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Antibiotik di Kelurahan Dermayu, Kabupaten Seluma Anggraeni, Della Ayu; Muslim, Zamharira; Pudiarifanti, Nadia; Pradifta, Reysa
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v11i1.115

Abstract

Abstrak Penggunaan antibiotik yang tidak rasional di masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian resistensi antimikroba. Salah satu upaya pencegahan dilakukan melalui penerapan prinsip DAGUSIBU antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU antibiotik di Kelurahan Dermayu, Kabupaten Seluma. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 120 responden dewasa yang pernah menggunakan antibiotik. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah hingga sedang. Umur, tingkat pendidikan, dan pekerjaan berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan DAGUSIBU antibiotik (p<0,05), sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi antibiotik yang terarah dan berbasis karakteristik sosiodemografi sebagai bagian dari penguatan Antimicrobial Stewardship di tingkat komunitas.
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Etil Asetat Daun Brotowali (Tinospora crispa L.) dan Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Diabetic Ulcer Sembiring, Novitaria Br; Tarigan, Diwa Imanuel; Br Ginting, Astriani Natalia
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v11i1.116

Abstract

Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi berupa luka diabetes (diabetic ulcer) yang rentan mengalami infeksi bakteri. Salah satu bakteri yang sering ditemukan pada luka tersebut adalah Staphylococcus aureus. Pemanfaatan bahan alam sebagai agen antibakteri menjadi alternatif yang potensial dalam mendukung penanganan infeksi pada luka diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun brotowali (Tinospora crispa L.) dan daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Staphylococcus aureus sebagai bakteri penyebab infeksi pada diabetic ulcer. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol, kemudian difraksinasi dengan etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Fraksi etil asetat daun brotowali diuji pada konsentrasi 2%, 4%, dan 6%, sedangkan daun kersen pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun brotowali memiliki diameter zona hambat rata-rata sebesar 8,5–9,13 mm, sedangkan daun kersen menunjukkan aktivitas lebih tinggi dengan diameter zona hambat rata-rata sebesar 10,13–10,96 mm. Kontrol positif menghasilkan zona hambat sebesar 24,4 ± 0,43 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun brotowali dan daun kersen memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan berpotensi sebagai sumber antibakteri alami dalam penanganan infeksi pada diabetic ulcer.
AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN KITOLOD (Isotoma longiflora L.) YANG DIINDUKSI DENGAN DEKSAMETASON PADA TIKUS PUTIH JANTAN Afrianti, Ria; Suhatri, Suhatri; Zakia, Nola
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v11i1.117

Abstract

Abstrak Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang dapat disebabkan oleh penurunan jumlah insulin atau resistensi insulin, seperti yang terjadi pada penderita diabetes melitus. Salah satu alternatif pengobatan yang sedang dikembangkan adalah pemanfaatan tanaman herbal seperti daun kitolod (Isotoma longiflora L.) yang mengandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, dan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperglikemia dari ekstrak etanol daun kitolod pada tikus putih jantan yang diinduksi dengan deksametason, serta menentukan dosis dan waktu pemberian yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi deksametason. Penelitian ini menggunakan 18 ekor tikus putih jantan yang dibagi ke dalam enam kelompok perlakuan dengan masing-masing kelompok terdiri atas 3 ekor tikus: kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (deksametason + fruktosa), pembanding (metformin), serta tiga kelompok uji dengan dosis ekstrak kitolod 100, 200, dan 400 mg/kg BB. Penginduksian hiperglikemia dilakukan dengan pemberian deksametason selama 7 hari. Selanjutnya, pemberian ekstrak dilakukan selama 14 hari dan kadar glukosa darah diukur pada hari ke-7 dan ke-14 menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kitolod mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan, dengan dosis paling efektif adalah 400 mg/kg BB (p<0,05). Penurunan kadar glukosa darah tikus tertinggi terjadi pada hari ke-14 dengan nilai 65,26%. Dengan demikian, daun kitolod berpotensi sebagai agen antihiperglikemia alami.