cover
Contact Name
Henly Yulina
Contact Email
agrotatanen@unibba.ac.id
Phone
+6285759946691
Journal Mail Official
agrotatanen@unibba.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden AA Wiranatakusumah No.7, Baleendah, Bandung, Jawa Barat 40375
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agro Tatanen
ISSN : 26548224     EISSN : 27976793     DOI : 10.55222
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro Tatanen ini adalah jurnal yang berfokus dalam bidang pertanian dengan topik ilmu tanah, agronomi, pemuliaan tanaman, hama dan penyakit tanaman serta bidang agroteknologi lainnya.
Articles 111 Documents
EFEKTIVITAS DOSIS BAHAN AKTIF LINDOMIN DAN CARA PEMBERIAN TERHADAP PENGENDALIAN EPIFIT PADA KELAPA SAWIT DI AFD 19 PT WANASAWIT SUBUR LESTARI Doly; Sunar; Fetty
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/3x6d9634

Abstract

Epifit Ficus sp. merupakan salah satu gulma berkayu yang banyak menginfestasi batang kelapa sawit dan berpotensi menurunkan produktivitas akibat kompetisi cahaya, air, dan ruang tumbuh. Pengendalian mekanis sering kali tidak efektif karena kemampuan regeneratif epifit yang tinggi dan struktur akarnya yang kuat. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas berbagai dosis herbisida Lindomin yang mengandung bahan aktif 2,4-D dimetil amina serta dua metode pemberian, yaitu infus akar dan suntikan batang, dalam pengendalian epifit pada Afdeling 19 PT Wanasawit Subur Lestari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 taraf dosis (20%, 30%, dan 40%) dan 2 metode aplikasi, menghasilkan enam kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Pengamatan dilakukan selama 30 hari dan dianalisis menggunakan ANOVA serta uji lanjut Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis herbisida memberikan pengaruh paling signifikan terhadap tingkat kematian epifit. Dosis 40% menghasilkan persentase kematian tertinggi dengan nilai rata-rata 82,65%, jauh lebih tinggi dibandingkan dosis 20% dan 30%. Metode aplikasi juga memberikan pengaruh nyata, di mana suntikan batang memiliki efektivitas rata-rata 71,04%, lebih tinggi sebesar 8,33% dibandingkan metode infus akar yang hanya mencapai 62,71%. Analisis interaksi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara dosis dan metode aplikasi (p = 0,900), sehingga kedua faktor bekerja secara independen. Namun demikian, kombinasi dosis 40% dengan metode suntikan batang menghasilkan efektivitas tertinggi dengan persentase kematian rata-rata sebesar 86,10%. Kontribusi terbesar terhadap variasi total berasal dari faktor dosis melalui nilai jumlah kuadran tertinggi (3926,308), menegaskan bahwa konsentrasi bahan aktif merupakan faktor paling menentukan keberhasilan pengendalian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian epifit Ficus sp. pada kelapa sawit paling efektif dicapai melalui penggunaan dosis 40% dengan metode suntikan batang. Kombinasi tersebut mampu memberikan destruksi jaringan epifit paling optimal dan konsisten, sehingga direkomendasikan sebagai metode pengendalian yang efisien, tepat guna, dan mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan.
PEMETAAN KOMODITAS HORTIKULTURA UNGGULAN DI KABUPATEN SIDOARJO MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB Ahmad Haris Hasanuddin Slamet; Amelia Dwi Nugrahaini; Sholihah Ayu Wulandari; Agustia Dwi Pamujiati
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/3qb3yh80

Abstract

Pengembangan komoditas hortikultura unggulan merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung pembangunan pertanian daerah berbasis potensi wilayah. Kabupaten Sidoarjo memiliki keragaman komoditas hortikultura dengan tingkat produksi yang berbeda antar kecamatan, sehingga diperlukan identifikasi komoditas unggulan yang didukung oleh informasi spasial yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan komoditas hortikultura unggulan di Kabupaten Sidoarjo pada tingkat kecamatan menggunakan metode Location Quotient (LQ) yang diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web. Data yang digunakan berupa data produksi tanaman hortikultura periode 2021–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo. Analisis LQ digunakan untuk menentukan komoditas basis dan non-basis, sedangkan hasil analisis divisualisasikan dalam bentuk peta tematik, tabel, dan grafik interaktif melalui pengembangan WebGIS menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas bawang merah dan melon merupakan komoditas hortikultura unggulan dengan jumlah kecamatan basis terbanyak, sedangkan bayam, sawi, dan kangkung memiliki persebaran produksi yang relatif lebih merata sehingga jumlah daerah basisnya lebih sedikit. Penerapan SIG berbasis web mampu menyajikan informasi spasial secara lebih jelas dan mudah dipahami dibandingkan penyajian data numerik semata. Sistem yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi media informasi dan pendukung pengambilan keputusan bagi pemerintah daerah, pelaku agribisnis, dan masyarakat dalam perencanaan pengembangan komoditas hortikultura unggulan yang berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo.
RESPON AGRONOMIS BAWANG MERAH (Allium cepa L.) VARIETAS BATU IJO  TERHADAP APLIKASI DOSIS PUPUK KANDANG AYAM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR Lily Soemarti; Yudi Yusdian; Erfan; Cep Okki Oktaviandi; Rafly Al Ghifari Ramdhan
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/sj087w06

Abstract

This study aims to determine the effect of interaction between Chicken Manure and Liquid Organic Fertilizer on the growth and yield of shallots (Allium cepa L.) Batu Ijo variety and to determine the best effect between Chicken Manure and Liquid Organic Fertilizer on the growth and yield of shallots (Allium cepa L.) Batu Ijo variety. The implementation of this experiment was carried out in Margahurip Village, Banjaran District, Bandung Regency, West Java Province. This study used an experimental method, with a Factorial Randomized Block Design consisting of 2 treatment factors, namely chicken manure and liquid organic fertilizer. Chicken Manure consists of k1 (0 tons/ha) k2 (10 tons/ha) k3 (20 tons/ha), while Liquid Organic Fertilizer consists of c1 (0 ml/l) c2 (3 ml/l) c3 (6 ml/l). The results of the study showed that there was no interaction between the dose of chicken manure and the concentration of liquid organic fertilizer on the growth and yield of shallots (Allium cepa L.) Batu Ijo variety. The dose of chicken manure (k3) of 20 tons/ha had a better effect on plant height at the age of 21 and 35 DAP. The dose of chicken manure (k3) of 20 tons/ha had a better effect on the weight of wet bulbs per plot and the diameter of wet bulbs.
DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN PERTANIAN RAMAHLINGKUNGAN TERHADAP KINERJA DAYA SAING USAHA TANI PAPRIKA DI KELOMPOK TANI DEWA FAMILY Nurhana Jafaruddin; Tungga Buana Diana; Pusdima Rahma Pratiwi
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/4xtc4n68

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penerapan kebijakan Pertanian Ramah Lingkungan (PRL) terhadap daya saing usaha tani paprika di Kelompok Tani Dewa Family, serta merumuskan strategi penguatan melalui analisis SWOT. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam dan data sekunder dari dokumen organisasi serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Good Agricultural Practices (GAP) meningkatkan kualitas paprika dan memperkuat akses ke pasar ritel modern, sedangkan penerapan PRL secara menyeluruh masih terbatas akibat keterbatasan modal dan sumber daya manusia. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan pada kualitas produk dan konsistensi GAP, kelemahan pada efisiensi dan keberlanjutan lingkungan, peluang melalui dukungan kebijakan, pembiayaan, dan kerja sama riset, serta ancaman berupa kenaikan harga input, persaingan, dan perubahan iklim. Disarankan meningkatkan investasi teknologi ramah lingkungan, pelatihan SDM, dan evaluasi rutin GAP serta PRL untuk memperkuat efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan usaha tani.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN PUPUK HAYATI TERHADAP HASIL DAN KUALITAS TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA Karya; Endang Kantikowati
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/we1pp503

Abstract

This study aimed to determine the effect of chicken manure and biofertilizer on the growth and yield of Granola variety potatoes (Solanum tuberosum L.). The study was conducted in Lebak Saat Hamlet, Tribaktimulya Village, Pangalengan District, Bandung Regency, West Java Province, at an altitude of 1,200 m above sea level. This study used a factorial randomized block design (RBD) with three replications. Factor I: Chicken manure dose (k1 = 5 tons/ha, k2 = 10 tons/ha, k3 = 15 tons/ha). Factor II: Biofertilizer concentration (h1 = 2.5 ml/l, h2 = 5.0 ml/l, h3 = 7.5 ml/l). The parameters observed were the number and weight of tubers per plant. The results showed that the chicken manure dose and biofertilizer concentration treatments significantly affected the number and weight of tubers per plant, as well as the weight of tubers per plot. There was an interaction between the dose of chicken manure and the concentration of biofertilizer on the number of tubers per plant, tuber weight per plant, and tuber weight per plot. The highest yield was shown by the k2h3 treatment combination (a dose of chicken manure of 10 tons/ha and a concentration of biofertilizer of 7.5 ml/l). Yielded 55.30 kg per plot (1.26 kg per plant).
ANALISIS KOMPARATIF ALGORITMA MACHINE LEARNING UNTUK PREDIKSI PRODUKSI PADI KABUPATEN BANDUNG Wini Fetia Wardhiani; Mohammad Bayu Anggara; Inka Aqila Nurfalqi3
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/9bd6jc54

Abstract

Produksi padi merupakan indikator penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah, termasuk di Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa empat algoritma machine learning, yaitu Linear Regression, Support Vector Regression (SVR), Random Forest, dan XGBoost, dalam memprediksi produksi padi berdasarkan data luas panen dan produktivitas periode 2018-2025. Data penelitian diproses melalui pemeriksaan nilai kosong, pengurutan data berdasarkan tahun, serta feature engineering berupa lag produksi, rolling mean, dan interaksi antara luas panen dan produktivitas. Validasi model dilakukan menggunakan Leave-One-Out Cross Validation (LOO-CV) karena jumlah data yang digunakan terbatas, yaitu delapan observasi tahunan. Evaluasi model menggunakan Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Squared Error (RMSE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Linear Regression memperoleh performa terbaik dengan MAE 75.277 ton, RMSE 207.530 ton, MAPE 0,24%, dan R² 0,9931. Random Forest berada pada urutan kedua dengan MAPE 4,45% dan R² 0,5508. XGBoost menghasilkan MAPE 5,08% dan R² 0,4810, sedangkan SVR menunjukkan performa terendah dengan MAPE 7,36% dan R² -0,1583. Prediksi produksi padi periode 2026-2030 menunjukkan kecenderungan stabil pada kisaran 31,28-35,37 juta ton, bergantung pada model yang digunakan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar awal dalam pengembangan sistem prediksi produksi padi berbasis data di tingkat kabupaten.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) VARIETAS BIMA BREBES AKIBAT PEMBERIAN PUPUK ORGANIK TEKNOLOGI NANO Dian Murti; Yudi Yusdian; Agus Rohimat
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/ydrrav97

Abstract

The purpose of this study was to determine the concentration of nanotechnology organic fertilizer on the growth and yield of shallots of the Bima Brebes variety and to determine the concentration of nanotechnology organic fertilizer that best affects the growth and yield of shallots of the Bima Brebes variety. The experiment was conducted at the KO Diklat complex, Bumiwangi Village, Ciparay District, Bandung Regency, West Java, at an altitude of 701 meters above sea level with an average rainfall of 2,430.7 mm/year, including the C3 Rainfall type. According to Oldeman, this research was conducted from March 2025 to July 2025. The research method used was an experimental method with a Randomized Block Design (RBD) consisting of 6 treatments and 4 replications. The treatments consisted of: A 0 ml/l water, B 1 ml/l water, C 2 ml/l water, D 3 ml/l water E 4 ml/l water, and F 5 ml/l water. The results showed that a concentration of 5 ml/l nanotechnology organic fertilizer had the best effect on plant height, the number of wet bulbs per clump, and bulb weight per plot.
ANALISIS USAHATANI  KENTANG (Studi Kasus di Desa Pulosari Kecamatan Pangalengan  Kabupaten Bandung) Kundrat; Lily Sumarti; Rimelke Rahmadia Febryane; Sholehah Nurhasanah
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/3eqcyz69

Abstract

  Abstract   Potatoes are a superior horticultural commodity with high economic value and are widely cultivated in Pulosari Village, Pangalengan District, Bandung Regency. This study aims to analyze the amount of revenue and income, and evaluate the level of business feasibility through the R/C ratio and Break Even Point (BEP) approaches in potato farming. The method used is descriptive quantitative with primary data collection through direct interviews with farmers using questionnaire instruments. While secondary data is sourced from literature and related agencies. Respondents in this study were potato farmers who are members of the Anugerah Farmers Group, totaling 30 people. The results showed that the total production cost of potato farming reached Rp. 100,011,470.58 per hectare per planting season with a total revenue of Rp. 173,756,964.71 per hectare per planting season, so that the income obtained was Rp. 73,745,494.13 per hectare per planting season. The R/C Ratio value of 1.74 means that every expenditure of Rp1.00 produces revenue of Rp. 1.74, meaning that potato farming in Polusari Village, Pangalengan District, Bandung Regency, is profitable. Break-Even Point (BEP) analysis shows a production break-even point of 9,524.90 kg, and a price break-even point of Rp. 6,043.62 per kilogram. These findings confirm that potato farming in Pulosari Village is efficient, productive, and has the potential for sustainable development.  
KARAKTERISASI SIFAT KIMIA TANAH DAN PENENTUAN KEBUTUHAN KAPUR PADA LAHAN MARGINAL UNTUK MENDUKUNG PRODUKTIVITAS TANAMAN JAGUNG Hanim Rahayuani Ratnaningsih; Joko Maryanto; Simbar Sulanjari Susanto; Taufik Walinono; Prasmadji Sulistyanto
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/gxg6zw93

Abstract

Lahan marginal memiliki keterbatasan sifat kimia tanah, terutama kemasaman tinggi yang berdampak pada rendahnya ketersediaan hara dan meningkatnya toksisitas aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia tanah serta menentukan kebutuhan kapur sebagai upaya perbaikan kesuburan tanah pada lahan marginal di Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui pengambilan sampel tanah secara purposive sampling pada kedalaman 0–20 cm dan 20–40 cm, kemudian dianalisis parameter pH tanah, aluminium dapat ditukar (Al-dd), dan hidrogen dapat ditukar (H-dd). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah tergolong masam dengan pH 4,78–5,00, kandungan Al-dd sebesar 0,86–1,04 cmol(+)/kg, dan H-dd sebesar 3,22–4,20 cmol(+)/kg, yang mengindikasikan tingginya kemasaman tanah dan potensi toksisitas aluminium. Kondisi ini menyebabkan penurunan ketersediaan unsur hara, khususnya fosfor, serta menghambat pertumbuhan akar tanaman. Hubungan antara pH dan Al-dd menunjukkan kecenderungan bahwa semakin rendah pH tanah, semakin tinggi kelarutan aluminium. Berdasarkan analisis, kebutuhan kapur sebesar 500 kg/ha direkomendasikan untuk meningkatkan pH tanah, menekan aktivitas aluminium, dan memperbaiki ketersediaan hara. Dengan demikian, pengapuran berbasis analisis sifat kimia tanah menjadi strategi efektif dalam pengelolaan lahan marginal untuk mendukung produktivitas tanaman jagung secara berkelanjutan.
ANALISIS RANTAI PASOK BERAS DI DESA JARSARI KELURAHAN MUDAL KABUPATEN BOYOLALI Priskilah Febi Widya Ningrum; Hendrik Johannes Nadapdap; Rivano Tegar Kurniawan; Kristanjung Ganes Swara; Golda Mariska Kleopatra; Vincent Stevanus Saragih; Yuliawati Yuliawati
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2026): AGRO TATANEN Edisi Juli 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/1v3jb173

Abstract

Beras merupakan komoditas strategis dalam ketahanan pangan dan perekonomian Indonesia sehingga diperlukan sistem rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis rantai pasok beras di Desa Jarsari, Kelurahan Mudal, Kabupaten Boyolali dengan meninjau aliran produk, aliran keuangan, aliran informasi, serta struktur manajemennya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 menggunakan metode analisis deskriptif dengan data primer yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku rantai pasok, serta data sekunder dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok beras melibatkan petani, pengepul, penggilingan padi, pedagang pengecer, dan konsumen. Aliran produk berlangsung dari hulu ke hilir, aliran keuangan dari hilir ke hulu, sedangkan aliran informasi berjalan dua arah namun masih bersifat sederhana dan belum terintegrasi. Efisiensi rantai pasok belum optimal, terutama pada tingkat petani yang memiliki posisi tawar lemah akibat tingginya biaya produksi dan keterbatasan fasilitas pascapanen. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi, penguatan manajemen rantai pasok, serta pengembangan fasilitas pascapanen untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan rantai pasok beras.

Page 11 of 12 | Total Record : 111